Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

BAHASA RAHASIA PADA KALANGAN PENGGUNA NAPZA DI KOTA/KABUPATEN BANDUNG (SECRET LANGUAGE AMONG NARCOTIC DRUGS AND PSYCHOTROPIC SUBSTANCES USERS IN BANDUNG CITY/ REGENCY) Rengganis Citra Cenderamata; Dadang Suganda; Nani Darmayanti
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 17, No 2 (2019): METALINGUA EDISI DESEMBER 2019
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.434 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v17i2.285

Abstract

AbstrakBahasa rahasia, yaitu argot digunakan secara terbatas pada kalangan tertentu dan memiliki variasi pemakaian yang berbeda dari bahasa sehari-hari. Salah satu tujuan pemakaian bahasa rahasia adalah untuk merahasiakan percakapan mereka agar tidak dapat dipahami oleh orang yang bukan komunitasnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pembentukan kosakata, mendeskripsikanmakna acuan, dan fungsi pemakaian kosakata yang digunakan oleh pengguna napza di Kota/Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik wawancara kepada pengguna napza di Kota/Kabupaten Bandung. Hasil penelitian menunjukkan tiga hal, yaitu (1) proses pembentukan kosakata meliputi penggabungan (blending), pemendekan (clipping), singkatan (initialism), pemajemukan (compounding), infleksi (inflection), derivasi (derivation), dialek dan penyerapan (borrowing), metatesis, ikonitas, asosiasi, dannonprediktif /arbitrer, (2) acuan makna yang terkandung dalam kosakata pengguna napza bervariasi, bergantung pada makna leksikal dan gramatikal, dan (3) terdapat dua fungsi penggunaan bahasa rahasia pada kalangan pengguna napza di Kota/Kabupaten Bandung, yaitu sebagai alat komunikasi dan pelindung kelompok.
FUNGSI INDEKSIKAL REFERENSIAL DAN NONREFERENSIAL PADA KONSTRUKSI DIATESIS BAHASA JEPANG (REFERENTIAL AND NONREFERENTIAL INDEXICAL FUNCTIONS IN JAPANESE VOICE CONSTRUCTIONS) Hiroko Otsuka; Dadang Suganda; Bambang Kaswanti Purwo; Cece Sobarna
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 16, No 1 (2018): Metalingua Edisi Juni 2018
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1489.492 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v16i1.123

Abstract

Penelitian ini membahas fungsi dan makna indeksikal konstruksi diatesis bahasa Jepang. Dalam tradisi linguistik Barat, konstruksi diatesis merupakan piranti untuk menyatakan makna proposisional mengenai hubungan di antara partisipan dengan situasi yang digambarkan verba. Dengan menggunakan kerangka indeksikal referensial dan nonreferensial, penelitian ini mencoba menjelaskan fungsi konstruksi diatesis bahasa Jepang bermakna  nonproposisional. Fungsi dan makna indeksikal dijelaskan melalui pengontrasan paradigmatis  terkait makna konstruksi yang membentuk seperangkat opsi terbatas dalam penentuan pilihan penutur. Penelitian ini menjelaskan bahwa indeksikal referensial berfungsi pula menyatakan makna evaluatif penutur seperti ‘stance’ afektif/emotif terhadap partisipan peristiwa yang selama ini oleh peneliti dianggap dinyatakan melalui indeksikal nonreferensial. Penelitian ini menjelaskan pula bahwa makna indeksikal nonreferensial konstruksi diatesis bahasa Jepang dapat mencakup sikap mental yang meliputi sikap menjaga citra diri, sikap menimbang rasa orang lain dan sebagainya. Hasil penelitian membuktikan bahwa fungsi indeksikal referensial maupun nonreferensial pada konstruksi diatesis bahasa Jepang berhubungan erat dengan kehidupan sosial budaya Jepang. 
ASPEK KESELAMATAN DAN KENYAMANAN YANG PERLU DIPERHATIKAN OLEH ENTERPRENEUR DALAM PEMBUATAN AGRO WISATA BERBASIS WISATA PETERNAKAN Dian Akbar Muntaha; Dadang Suganda; M Sapari Hadian
Tornare: Journal of Sustainable and Research Vol 2, No 3 (2020): September, 2020
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/tornare.v2i3.29695

Abstract

Sektor peternakan merupakan industri yang berperan untuk memproduksi hasil ternak untuk ketahanan pangan masyarakat. peternakan secara umum adalah aktivitas produksi produk peternakan mulai dari hulu hingga hilir yang bersifat kompleks dan terstruktur. Menurunnya jumlah peternak mandiri menunjukkan hilangnya kondusivitas ranah usaha yang menunjang peternak rakyat, karena sarana produksi peternakan ketergantungan pihak lain akibat lemahnya modal dan lemahnya akses peternak terhadap sumberdaya peternakan. usaha peternakan skala mandiri sudah mulai kehilangan nilai ekonomi. Oleh karena itu perlu adanya upaya atas masalah ini. Salah satu yang bisa dilakukan adalah merubah aktivitas peternakan yang semula adalah produksi hasil ternak menjadi aktivitas pariwisata. Sebagai enterpneur yang akan membuat tempat agrowisata perlu menganalisis aspek – aspek peternakan berupa teori maupun teknis demi kepuasan wisatawan dalam berwisata agrowisata. Setidaknya pada suatu kawasan agrowisata sudah menyiapkan tindakan preverentif apabila terjadi hal yang tidak diinginkan dan menimbulkan kerugian. Aspek keselamatan dan kenyamanan wistawan merupakan hal yang mutlak diperhatikan dalam pembuatan tempat wisata agrowisata karena menyangkut dampak negatif yang mungkin terjadi dan menimbulkan kerugian apabila diabaikan. Selain sebagai tindakan preverentif, mempehatikan aspek keselamatan dan kenyamanan wisatawan juga secara tidak langsung memberi dampak yang positif bagi peternakan dan hewan ternak itu sendiri.
KOMUNIKASI TERAPEUTIK DALAM PEMULIHAN KOMPETENSI LINGUISTIK PASIEN PENYANDANG AFASIA BROCA Riki Nasrullah; Dadang Suganda; Wagiati Wagiati; Sugeng Riyanto
Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Vol 9 No 2 (2019): LITERASI: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.761 KB) | DOI: 10.23969/literasi.v9i2.1670

Abstract

Abstrak Penelitian ini berjudul “Komunikasi Terapeutik dalam Pemulihan Kompetensi Linguistik Pasien Penyandang Afasia Broca”; bertujuan menjelaskan pola-pola komunikasi terapeutik antara terapis dengan pasien penyandang afasia broca di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Jakarta. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data penelitian ini berupa ekspresi verbal para penyandang afasia broca berbahasa Indonesia dan dari proses berlangsungnya terapi wicara antara terapis wicara dengan penyandang afasia. Secara keseluruhan penelitian ini mengambil lokasi di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional. Sebanyak 3 (tiga) orang responden dijadikan sampel penelitian yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penyandang afasia broca memiliki problematika lingual yang begitu memperihatikan, yakni mereka memiliki masalah dalam mengungkapkan pikirannya melalui bahasa; (2) dari proses komunikasi terapeutik yang ada di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional antara terapis wicara dengan klien penyandang afasia broca, terdapat beberapa gejala lingual yakni adanya alih gaya (style shifting)) dan adanya pemberian feedback positif dari terapis wicara kepada klien penyandang afasia broca. Kata Kunci: komunikasi terapeutik, kompetensi linguistik, afasia broca
PARIWISATA DAN LINGKUNGAN: ANALISIS COVID-19 SECARA GLOBAL DAN PENGARUHNYA DI ASEAN Ajeng Ramadhita Larasati; Dadang Suganda; Cipta Endyana
Jurnal Pariwisata Budaya: Jurnal Ilmiah Pariwisata Agama dan Budaya Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : UHN IGB Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.612 KB) | DOI: 10.25078/pariwisata.v6i1.114

Abstract

COVID-19 is an outbreak of the virus that became a concern of citizens of the world from the end of 2019 until the time this research was made. One of the industries in the world that are most affected by the blow of the COVID-19 outbreak is tourism. This study aims to analyze tourism internationally and its impact on ASEAN countries. In the environmental sector, it is seen from the perspective of limiting tourist mobility that moves tourists globally decline, especially in ASEAN countries so that it impacts on the recovery of nature-based tourism or that promotes ecosystems. With the bibliometric study approach, this research is expected to be able to briefly answer the things that are happening in the ASEAN tourism industry. The results of this study are the visible economic impacts of the tourism sector which are quite affected by the COVID-19 pandemic. However, the environmental impact in tourism that occurs from limiting human mobility to visit is one of the beneficiaries.
Estetika Permainan Musik Barat pada Big Band Salamander Dirgualam, Oki; Suganda, Dadang; Wibawa, Buky; Sufianto, Kunto
Paradigma: Jurnal Kajian Budaya Vol. 11, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article describes the aesthetics of the big band jazz music by Salamander Big Band. Aesthetics is a study of the processes that occur in three basic elements: aesthetic objects, aesthetic subjects, and aesthetic values related to aesthetic experiences, aesthetic properties, and attractive and unattractive parameters. This paper presents the basic elements of western music aesthetics, especially big band jazz music, and how Salamander Big band can implement the aesthetic values of western jazz big band music in the music played. This research uses a qualitative approach with a descriptive analysis method. Through a process of appreciation, habituation, additional insight into jazz music and continuous and consistent practice, Salamander Big Band members can adapt to cultures from outside Indonesia's popular music culture, namely playing American big band music with the right aesthetic.
PELATIHAN PENANGANAN HAMA DAN PENYAKIT KOPI BAGI PETANI KOPI GUGELS (GUNUNG GEULIS) DI DESA JATIROKE KECAMATAN JATINANGOR SUMEDANG Darmayanti, Nani; Wagiati, Wagiati; Suganda, Dadang; Al Zahra, Risya; Harzi, Azka Athallah
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i2.53883

Abstract

Desa Jatiroke, Kecamatan Jatinangor Sumedang memiliki potensi untuk menjadi Desa Wisata. Selain memiliki Teras Gunung Geulis sebagai salah satu destinasi unggulan, Desa Jatiroke juga memiliki kekayaan potensi alam, yaitu Produk Kopi Gugels (Kopi Gunung Geulis) yang dipropduksi oleh para petani kopi yang ada di kaki gunung Geulis, Desa Jatiroke. Kopi Gugels terdiri atas dua jenis, yaitu Arabica dan Robusta. Hingga saat ini proses produksi Kopi Gugels terus meningkat. Namun, para petani tetap menghadapi kendala yaitu adanya hama dan penyakit yang menyerang tanaman kopi mereka. Oleh karena itu, kegiatan KKN-PPM ini diarahkan untuk mencari solusi atas kendala dan masalah yang dihadapi para petani Kopi Gugels. Oleh karena itu, dihadirkan para pakar hama dan penyakit kopi dari Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Para pakar memberi penjelasan dan pelatihan mengenai berbagai jenis hama dan penyakit kopi serta upaya atau cara memusnahkannya. Kegiatan yang diikuti oleh 27 orang petani kopi Gugels ini sangat diapresiasi oleh para peserta pelatihan karena sangat bermanfaat bagi peningkatan produksi kopi mereka dan terhindar dari hama dan penyakit kopi.
Pengembangan Wisata Edukasi Berkelanjutan di Museum Geologi Bandung Maesari, Nadhia; Suganda, Dadang; Rakhman, Cecep Ucu
Jurnal Kepariwisataan: Destinasi, Hospitalitas dan Perjalanan Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Politeknik Pariwisata NHI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34013/jk.v3i1.29

Abstract

Geology Museum is a popular destination for educational tourism. But there are various obstacles so that in the implementation, educational tourism in Geological Museum has not been optimal so that need for the development of sustainable educational tourism model that can benefit both the visitors of the museum and the museum. Methods in this study using qualitative methods. Qualitative methods are used to obtain data based on factual conditions that occur, field observations, interviews and literature studies. The results in this study resulted in a new model for sustainable education in the Museum of Geology which refers to museum education policies, education and sustainable tourism indicators.
Konstruksi Sketsa Wisata Heritage dalam Menarik Minat Berkunjung Wisatawan (Studi Kasus di Bandung Sketchwalk) Kurniawan, Kunkun; Suganda, Dadang; Khadijah, Ute Lies Siti
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 9 No. 02 (2023): June 2023
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v9i02.7270

Abstract

AbstrakWisata heritage merupakan salah satu jenis wisata yang mengalami pertumbuhan di beberapa negara yang memiliki keragaman dan keunikan warisan budaya. Popularitas wisata heritage memberikan kontribusi kepada peningkatan citra kota. Pengembangan wisata heritage memerlukan pola dan media promosi yang menarik dari berbagai perspektif. Sketsa menjadi salah satu media kesadaran wisata komunitas yang menarik untuk mempromosikan wisata heritage. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami kondisi dan makna bangunan heritage dari perspektif pelaku sketsa, proses penciptaan sketsa objek heritage, dan konstruksi sketsa objek heritage sebagai media kesadaran wisata komunitas dalam mempromosikan wisata heritage di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Informan yang dilibatkan dalam penelitian ini berjumlah sepuluh orang dari komunitas Bandung Sketchwalk. Data dalam bentuk karya sketsa dianalisis melalui analisis empat situs Rose dan analisis semantik Charles Sanders Peirce. Hasil penelitian menunjukkan bahwa objek bangunan heritage relatif masih terawat baik berdasarkan perspektif pelaku sketsa. Bangunan heritage ini menjadi sumber informasi, pengetahuan sejarah, dan penanda kota meskipun sifatnya masih berbentuk benda diam yang belum terintegrasi menjadi sistem pengembangan wisata heritage. Konstruksi sketsa wisata heritage dalam menarik minat berkunjung wisatawan memiliki karakteristik elemen visual hipoikon dengan indeksikalitas tanda figuratif dan tanda abstrak yang representatif untuk menginformasikan situs wisata sejarah, arsitektural, industri, museum, dan konser/teater melalui bangunan heritage di Kota Bandung. Beberapa pengembangan yang dapat ditindaklanjuti dari hasil penelitian ini adalah perencanaan rute tematik wisata minat khusus berbasis heritage, perancangan konten pemasaran wisata heritage dengan menggunakan media sketsa, karakteristik wisatawan serta pengelolaan kawasan heritage sebagai kawasan wisata yang terpadu dan berkelanjutan. Kata Kunci:  Bandung Sketchwalk, Konstruksi Sketsa, Urban Sketch, Wisata Heritage AbstractHeritage tourism is a type of tourism that is experiencing growth in several countries that have a diversity and uniqueness of cultural heritage. The popularity of heritage tourism contributes to the improvement of the city's image. The development of heritage tourism requires attractive promotional patterns and media from various perspectives. Sketches are one of the interesting media for community tourism awareness to promote heritage tourism. The purpose of this study was to understand the condition and meaning of heritage buildings from the perspective of the sketch artist, the process of creating heritage object sketches, and the construction of heritage object sketches as a medium for community tourism awareness in promoting heritage tourism in the city of Bandung. This study uses a qualitative method with a case study approach. Research data were obtained through observation, in-depth interviews, and documentation studies. There were ten informants involved in this study from the Bandung Sketchwalk community. Data in the form of sketches were analyzed through Rose's four-site analysis and Charles Sanders Peirce's semantic analysis. The results showed that heritage building objects were relatively well preserved from the perspective of the sketch artist. These heritage buildings are a source of information, historical knowledge, and city landmarks, although they are still in the form of stationary objects that have not been integrated into a heritage tourism development system. The construction of heritage tourism sketches in attracting visiting tourists has the characteristics of visual elements hypo icons with indexicality of figurative signs and representative abstract signs to inform historical, architectural, industrial, museum, and concert/theater tourism sites through heritage buildings in the city of Bandung. Several developments that can be followed up from the results of this research are heritage-based special interest tourism thematic route planning, designing heritage tourism marketing content using sketch media, tourist characteristics and managing heritage areas as integrated and sustainable tourism areas. Keywords: Bandung Sketchwalk, Heritage Tourism, Sketch Construction, Urban Sketch
Linguistic familiarity and complexity of language competence recovery in Sundanese-Indonesian bilingual aphasia patients Nasrullah, Riki; Suganda, Dadang; Firdaus, Winci; Isam, Hishamudin
Indonesian Journal of Applied Linguistics Vol 14, No 2 (2024): Vol. 14, No.2, September 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijal.v14i2.74899

Abstract

The incidence of stroke in Indonesia continues to increase, which causes an increase in cases of aphasia. Meanwhile, the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 81 of 2014 does not explicitly regulate the mechanism of speech therapy for bilingual aphasia patients, including those of Sundanese-Indonesian bilingual aphasia. The study aimed to find verbal expressions of bilingual aphasia patients, patterns of language competence recovery, and determinants of the language competence recovery process in Sundanese-Indonesian bilingual aphasia patients. We analyzed the data 4 Sundanese-Indonesian bilingual aphasia patients at Al Islam Hospital, Bandung, and National Brain Center Hospital, Jakarta, using a list of guiding questions and evaluation of TADIR: Tes Afasia untuk Diagnosa, Informasi, dan Rehabilitasi (Aphasia Test for Diagnosis, Information, and Rehabilitation). While the limited sample size of four patients may affect the generalizability and reliability of the findings, the study provides a crucial insight into recovery patterns specific to Sundanese-Indonesian bilingual aphasia patients. This study showed selective, asymmetric, and symmetric recovery patterns in bilingual Sundanese-Indonesian patients. This study reinforces the assumption that linguistic familiarity is the main factor in the recovery of language competence in Sundanese-Indonesian bilingual aphasia patients.