Claim Missing Document
Check
Articles

REGENERASI KEARIFAN LOKAL KESENIAN LEBON SEBAGAI BUDAYA LELUHUR PANGANDARAN, JAWA BARAT Agus Nero Sofyan; Kunto Sofianto; Maman Sutirman; Dadang Suganda
Sosiohumaniora Vol 23, No 2 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v23i2.24855

Abstract

Penelitian ini berjudul “Regenerasi Kearifan Lokal Kesenian Lebon sebagai Budaya Leluhur Pangandaran, Jawa Barat”. Bertujuan  memperoleh data dan informasi  kearifan lokal lebon sebagai budaya leluhur Kabupaten Pangandaran. Metode penelitian menggunakan kualitatif-deskriptif dengan pendekatan kajian etnografi, yaitu metode yang digunakan sebagai untuk mendeskripsikan kebudayaan dan aspek-aspeknya. Teknik pengumpulan data adalah survei ke lapangan melalui wawancara, pengamatan secara langsung, dan pengambilan sumber-sumber tertulis dari masyarakat dan pemerintah setempat. Masalah yang dibahas adalah bagaimana nilai historis yang ada pada kesenian tradisional lebon Pangandaran dan bagimana proses regenerasi kesenian lebon dari generasi tua kepada generasi muda. Hasil yang dicapai dari penelitian ini adalah kesenian lebon Pangandaran memiliki sejarah panjang dalam perkembangannya di wilayah Pangandaran; upaya pelestarian kesenian lebon di antaranya: (a) adanya pembinaan sedini mungkin (usia SD) memperkenalkan seni leluhur ini kepada generasi penerus, (b) adanya peran pemerintah berupa peningkatan fasilitas (adanya pelatihan dan workshop).
SENI KERAJINAN KELOM GEULIS DI KOTA TASIKMALAYA SEBAGAI PELENGKAP FASHION WANITA Agus Nero Sofyan; Kunto Sofianto; Maman Sutirman; Dadang Suganda
Sosiohumaniora Vol 20, No 2 (2018): SOSIOHUMANIORA, JULI 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.339 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v20i2.13968

Abstract

Penelitian ini berjudul “Seni Kerajinan Kelom Geulis di Tasikmalaya sebagai Pelengkap Fashion Wanita”. Tasikmalaya merupakan kawasan di Priangan Timur Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini mengkaji pemerolehan dan pemilihan bahan baku, proses produksi (desain, pengukuran, pencetakan, pengepakan, dan pelabelan), dan pemasaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif-analitik. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah survei ke lapangan melalui wawancara, pengamatan secara langsung, dan pengambilan sumber-sumber tertulis dari masyarakat dan pemerintah setempat. Selain itu, teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara pengambilan gambar di lapangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kelom geulis sebagai pelengkap fashion wanita. Kelom geulis adalah jenis kerajinan khas yang berasal dari Tasikmalaya yang dibuat turun-temurun. Kelom geulis bagian dari jenis sandal pada umumnya. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data lapangan melalui participant observation sebagai data primer dan sumber kepustakan sebagai data sekunder. Objek penelitian ini adalah kelom geulis di Tasikmalaya. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana pemerolehan dan pemilihan bahan baku kelom yang berkualitas, proses produksi mulai dari mendesain, mengukur, mencetak, melabel, dan mengepak, serta memasarkan kelom geulis ke tempat-tempat yang strategis, baik dalam maupun luar negeri. Hasil yang dicapai dari penelitian ini bahwa kelom geulis produksi Kota Tasikmalaya memiliki kualitas yang baik, meningkatkan fashion pemakainya sehingga nyaman dipandang (eye-cathcing), dan meningkatkan jumlah produksi karena banyak permintaan dari dalam dan luar negeri. Selain itu, usaha pemerintah setempat dalam pelestarian seni produksi kelom geulis dengan memberikan peningkatan modal kepada para perajin, mendatangkan investor, dan memberikan peluang pemasaran baik di dalam maupun di luar.
PEMBELAJARAN DAN PELATIHAN KESENIAN TRADISIONAL BADUD DI PANGANDARAN JAWA BARAT SEBAGAI WARISAN BUDAYA LELUHUR Agus Nero Sofyan; Kunto Sofianto; Maman Sutirman; Dadang Suganda
Dharmakarya Vol 7, No 2 (2018): Juni
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.393 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i2.16981

Abstract

Tulisan ini berjudul “Pembelajaran dan Pelatihan Kesenian Tradisional Badud di Pangandaran Jawa Barat sebagai Warisan Budaya Leluhur”. Pangandaran merupakan kawasan di Priangan Timur Provinsi Jawa Barat. Materi yang diberikan dalam pengabdian masyarakat ini adalah seni tradisional leluhur masyarakat Pangandaran, yaitu kesenian tradisional badud. Sumber data yang digunakan adalah menampilkan narasumber yang kompeten dalam bidang kesenian tradisional badud sebagai data primer dan kajian pustaka sebagai data sekunder.Masalah yang dibahas dalam tulisan ini adalah bagaimana awal mula lahir dan berkembangnya kesenian tradisional badud, fungsi-fungsi kesenian tradisional badud, dan preservasi kesenian tradisional badud. Hasil yang dicapai dari penelitian ini adalah Kesenian tradisional badud merupakan satu di antara kesenian andalan yang lahir dan berkembang di daerah Pangandaran; kesenian tradisional badud Pangandaran menjadi daya tarik pariwisata karena memiliki beberapa keunikan, seperti ada mitos historis yang melatarbelakangi lahirnya kesenian ini, tidak ditemukannya di daerah atau di tempat lain, dan ada kekhasan seni suara yang berbeda dengan kesenian lainnya; harus ada usaha-usaha serius dari berbagai pihak untuk menjaga, melestarikan, dan mengembangkan potensi seni dan budaya yang dimiliki oleh daerah tersebut.
PEMBELAJARAN DAN PELATIHAN SENI KARINDING DI KABUPATEN CIAMIS SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN BUDAYA LELUHUR SUNDA Agus Nero Sofyan; Kunto Sofianto; Maman Sutirman; Dadang Suganda
Dharmakarya Vol 9, No 1 (2020): Maret, 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v9i1.24485

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat dengan judul “Pembelajaran dan Pelatihan Seni Karinding di Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat sebagai Upaya Pelestarian Budaya Leluhur Sunda” dilaksanakan di Desa Winduraja, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, terutama para siswa, para petani, dan karang taruna, tentang pentingnya pengetahuan tentang seni di Kabupaten Ciamis untuk melestarikan budaya Sunda. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan seni karinding di Ciamis. Dalam pelaksanannya, pengabdian ini bekerja sama dengan pemerintah daerah dan Karang Taruna. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode ceramah dan tanya jawab. Materi yang diberikan dalam pengabdian masyarakat ini adalah seni tradisional leluhur masyarakat Ciamis, yaitu seni karinding. Sumber data yang digunakan adalah menampilkan narasumber yang kompeten dalam bidang seni karinding sebagai data primer dan kajian pustaka sebagai data sekunder. Hasil yang dicapai dalam pengabdian ini adalah bahwa masyarakat Ciamis masih memelihara/melestarikan seni karinding sehingga bisa dijadikan satu di antara budaya leluhur di Ciamis. 
PEMANFAATAN KONSEP “MUKA” (FACE) DALAM WACANA WAYANG GOLEK: ANALISIS PRAGMATIK Dadang Suganda
Humaniora Vol 19, No 3 (2007)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.737 KB) | DOI: 10.22146/jh.908

Abstract

This paper attempts to describe the concept of face found in wayang golek discourse. This descriptive and qualitative study is done under the scope of pragmatics. The concept of face to a certain extent determines how a conversation can be conducted efficiently, effectively, and politely. The concept of face in wayang golek discourse yields two concepts namely positive and negative face concepts.
Interferences Of English-Japanese Language In The Covid-19 Pandemic Irzam Sarif S; Dadang Suganda
IZUMI Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/izumi.9.2.121-127

Abstract

Interference is the use of other language elements by individual bilingual languages. Several researchers have researched interference, but no one has examined the interference with Covid-19 as an object. This study aims to describe the forms of English language phonological, morphological, and syntactic interference to the Japanese language. This study used a qualitative descriptive research method, with data sources in the form of vocabulary or terms during the Covid-19 pandemic. The results of this study indicated that the phonological interference forms found are phoneme addition, phoneme insertion, and phoneme substitution, which are caused by differences in syllables. The morphological and syntax interference in the form of compound words and phrases caused by differences in the class of terms that form between the two languages.
Strategi Pengembangan Potensi Ekowisata di Desa Malatisuka Fauziah Hanum; Reiza D. Dienaputra; Dadang Suganda; Budi Muljana
JURNAL MASTER PARIWISATA Volume 08, Nomor 01, Juli 2021
Publisher : Magister Tourism Study, Faculty of Tourism, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JUMPA.2021.v08.i01.p02

Abstract

Desa Malatisuka merupakan salah satu desa dengan kategori tertinggal di Kecamatan Gunung Tanjung, Kabupaten Tasikmalaya yang memiliki potensi alam dan lanskap berlimpah yang dapat dijadikan destinasi wisata unggulan apabila dikelola dengan baik dengan menerapkan konsep Ekowisata dan pengembangan mengacu pada prinsip berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat strategi pengembangan potensi ekowisata di Desa Malatisuka, Kecamatan Gunung Tanjung, Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini adalah studi kualitatif dengan metode survey dan deskriptif. Data untuk penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara dengan teknik pemilihan narasumber menggunakan purposive sampling, studi literatur baik itu dari buku, procceding seminar, tesis, artikel-artikel jurnal dalam atau luar negeri serta sumber lainnya. Sedangkan data akan dianalisis menggunakan cara triangulasi serta analisis SWOT untuk selanjutnya melakukan perumusan strategi yang tepat untuk pengembangan potensi ekowisata tersebut. Hasil menunjukan bahwa Desa Malatisuk memiliki kelebihan dan peluang yang besar utamanya potensi alam yang apabila dimanfaatkan sebaik mungkin maka dapat menjadi nilai lebih yang menjadi kekuatan untuk bersaing diantara daya tarik wisata khususnya dikembangkan untuk kegiatan ekowisata dan memungkinkan peluang untuk mengembangkan usaha kreatif lainnya dengan strategi yang telah dirumuskan berdasarkan analisis yang telah dilakukan. Keywords: ekowisata, sustainable tourism, pengembangan wisata, air terjun
Evident and epistemic American New Balance and Segway logo: a forensic linguistic study Jauhar Helmie; Dadang Suganda; Heriyanto Heriyanto
Jurnal Sosioteknologi Vol. 19 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2020.19.2.13

Abstract

The fact that language changes is inevitably touches aspects related to the law especially in implementing the task of being a linguist to deal with cases of duplication. Armed with knowledge of the symptoms of language change, a forgery case can be explained and explained so that justice is revealed. This paper aims to reveal how cases of logo and brand forgery can be revealed through linguistic studies by using forensic and visual studies. The writer will also discuss the rhetorical effects related to the underlying ambiguities between a purely evidential semiotics of the investigated strategies. The method used is descriptive qualitative with document analysis. This method explains in detail the actual state of data and data retrieval. The results found that the 2 data are linguistically and visually duplicate the original logo. Some fake products use the same language as the original product logo, but the copycat uses a language style that is more general and acceptable in the target community. In conclusion, phonological and visual analysis found similarities in the use of original brand consonants and vowels, as well as visualization of the type and size of letters appearing to imitate, deceive, and confusing customers.
Pengembangan Daya Tarik Wisata Pantai Eretan Jumharto Indramayu: Pengembangan Daya Tarik Wisata Pantai Eretan Jumharto Indramayu fitriyah; Suganda Dadang; Nugraha Awaludin
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 6 No. 2 (2021): September
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.446 KB) | DOI: 10.21067/jpig.v6i2.5916

Abstract

Pengembangan pariwisata di suatu daerah harus lebih diperhatikan karena pengembangan pariwisata akan menetukan bagi masa depan pariwisata itu sendiri dan bagi kesejahteraan masyarakat sekitar. Pantai Eretan Jumharto merupakan salah satu destinasi yang terletak di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, masih membutuhkan perhatian khusus dan perlunya sebuah strategi untuk pengembangan wisata. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dari destinasi wisata Pantai Eretan Jumharto, kemudian dari hasil analisis yang telah dilakukan, akan dirumuskan strategi untuk pengembangan destinasi wisata Pantai Eretan Jumharto. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, data akan dianalisis secara deskriptif kemudian untuk menentukan strategi pengembangan destinasi wisata Pantai Eretan Jumharto dilakukan dengan analisis SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities, Threats). Data akan dikumpulkan melalui studi literatur, observasi serta dengan melakukan wawancara. Hasil akhir dari penelitian ini adalah sebuah strategi untuk pengembangan destinasi wisata Pantai Eretan Jumharto agar dapat berkembang lebih baik dan dapat bersaing dengan objek wisata lainnya.
Ideologi Seni Rupa Indonesia Era 1990-an Pada Karya Tisna Sanjaya Anggiat Tornado; H. Dadang Suganda; Setiawan Sabana; H. Reiza D. Dienaputra
PANGGUNG Vol 24, No 2 (2014): Modifikasi, Rekonstruksi, Revitalisasi, dan Visualisasi Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.403 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v24i2.111

Abstract

ABSTRACT The 1990s was the spirit of the New Art Movement undeniable as the embryo of the development of art in the 1990s. Fine art combining all the art that developed (sculpture, painting and printma- king and performance art) by some of the artists who eventually become aesthetic choice. This re- search used emic and etic, semiotic and hermeneutic approach. The research result describes Tisna Sanjaya ideology in the process of creative work tends to raise the issue in this case social critic.Tisna Sanjaya more knows from the source which was appointed to be the theme of his work. Installation art and performace art are an art form that is recognized by Tisna that can communicate directly with the people who were subjected to his art. Tisna Sanjaya as an artist who has the inclination and ideology, art as follows: a) Awareness of the problems though art can not reply on the matter then and there, because art takes time to find the answer. b) Representation of the things that happen to be reported continuously up through artpeople can catch from the issues that are and have happened. Keywords: Ideology,  Art in The 1990’s, Tisna Sanjaya  ABSTRAK Era 1990-an adalah semangat Gerakan Seni Rupa Baru yang tak dapat dipungkiri sebagai embrio dari perkembangan seni rupa 1990-an. Seni rupa yang memadukan seluruh seni yang berkembangh (antara seni patung, seni lukis dan seni grafis dan performance art) berkembang dan mendapat tem- pat oleh beberapa seniman yang akhirnya menjadi pilihan estetikanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan hermeneutik, semiotik dan etik dan emik.Hasil penelitian memaparkan ideology Tisna Sanjaya dalam proses kerja kreatifnya cenderung mengangkat persoalan kritik sosial.. Tisna Sanjaya sebagai seniman yang memiliki kecenderungan dan memiliki ideologi,  seni sebagai berikut: a) Penyadaran terhadap persoalan walaupun seni tidak dapat menjawab dari persoalan tersebut saat itu juga , karena seni membutuhkan waktu untuk me- nemukan jawabannya. b) Representasi dari hal yang terjadi yang harus dikabarkan terus menerus hingga lewat seni orang dapat menangkap dari persoalan yang sedang dan pernah terjadi. Kata kunci: Ideologi, Seni Era 1990-an, Tisna Sanjaya 
Co-Authors Agus Nero Agus Nero Sofyan Ajeng Ramadhita Larasati Ajeng Ramadhita Larasati Al Zahra, Risya Anggiat Tornado Anggiat Tornado Anggiat Tornado, Anggiat Awaludin Nugraha Baban Banita Bambang Kaswanti Purwo Bucky Wibawa Karya Guna Bucky Wikagoe Budi Muljana Buky Wibawa Cece Sobarna Cecep Ucu Rakhman chotibul umam umam Christian Harazaki Mendrofa Cipta Endyana Davidescu Cristiana Dian Akbar Muntaha Dirgualam, Oki Dwi Febrianti Enjat Munajat Evi Novianti Evi Novianti Evi Noviyanti Faradhiba Salsabila Fathia Uqimul Haq Fauziah Hanum Fauziah Hanum fitriyah Haryanti Haryanti Harzi, Azka Athallah Hendri, Meriza Hendry Ferdiansyah Heri Heryono Heriyadi Rachmat Heriyanto Heriyanto Heryadi Rachmat Hiroko Otsuka Hishamudin Isam Irzam Sarif S Jauhar Helmie Khunafa 'Ilmi Husnada Kunkun Kurniawan Kunto Sofianto Kunto Sufianto Kunto Sufianto Kurniawan Saefullah Kurniawan, Kunkun Larasati, Ajeng Ramadhita M Sapari Hadian Maesari, Nadhia Maman Suratman Maman Sutirman Maryani, Halimatul Mintowati, Mintowati Mochamad Irfan Hidayatullah Mohammad Sapari Dwi Hadian Muhamad Adji Mukti Utama Nani Darmayanti Noviyanti, Evi Oki Dirgualam Oki Dirgualam Reiza D. Dienaputra Rengganis Citra Cenderamata Riki Nasrullah Rismaya, Rima Rosida Tiurma Manurung Rusdin Tahir Setiawan Sabana Setiawan Sabana Setiawan Sabana Sintara, Dani Sufianto, Kunto Sugeng Riyanto Sugeng Riyanto Sugeng Riyanto Sujarwo Sujarwo Sutisna, Rony Hidayat Suwarni Suwarni Syahrul Akbar Teguh Iman Pribadi Tri Reni Novita Ulfi Laelatul Ilmi Ute Lies Siti Khadijah Wagiati Wagiati Wibawa, Buky Wikagoe, Bucky Winci Firdaus Yohanes, Budinuryanta Yuliawati, Susi