Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN DARING PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI KELAS X SMAN 1 WEWEWA TIMUR Malo, Hensliani; Naharuddin Arsyad, Muhammad; Sugiantoro, Sugiantoro
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 3 No. 2 (2021): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v3i2.328

Abstract

Tujuan penelitian ini, yaitu 1) Untuk mengetahui bagaimana mengimplementasikan model pembelajaran daring. 2) Untuk mengetahui faktor apa saja yang menjadi penghambat dalam implementasi pembelajaran daring, dan 3) Untuk mengetahui faktor pendukung dalam proses pembelajaran daring pada masa pandemi covid-19 di kelas X SMA N 1 Wewewa Timur. Penelitian ini merupakan penelitian PTK (penelitian tindakan kelas) dengan teknik analisis deskriptif. Analisis data hasil penelitian diperoleh dari proses mencari dan menyusun secara sistematis, data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara dan lapangan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) Implementasi model pembelajaran daring pada kelas I yaitu dengan memanfaatkan beberapa macam aplikasi, seperti WhatApp dan Zoom dengan hasil keaktifan siswa pada siklus 1 sebesar 65% dan hasil belajar sebesar 26% yang tuntas, sedangkan siklus 2 menunjukkan bahwa hasil keaktifan siswa sebesar 78,3% dan hasil belajar sebesar 71% yang tuntas. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pada siklusnya. 2) Faktor penghambat dalam implementasi pembelajaran daring yaitu, kurangnya efektifitas dan efisiensi waktu, minimnya antusias siswa dan minimnya siswa akan pemahaman materi. 3) Faktor pendukung pembelajaran daring yaitu, sekolah memfasilitasi wifi untuk guru di sekolah, dan siswa diberikan kuota internet gratis.
Implementasi Project Based Learning Berbasis Assemblr Edu dalam Membentuk Kreativitas Peserta Didik Kelas VII Mata Pelajaran IPS di SMP Shefira Ninda Kurnia; Sugiantoro, Sugiantoro; Ali Imron; Katon, Katon
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i4.3556

Abstract

Model pembelajaran project based learning adalah pembelajaran yang inovatif dan berorientasi pada peserta didik, karena melibatkan peserta didik dalam kegiatan belajar untuk menciptakan proyek sebagai inti proses pembelajaran. Latar belakang penelitian ini berangkat dari permasalahan kurangnya kreativitas peserta didik dalam pembelajaran IPS yang diakibatkan oleh model pembelajaran konvensional, kondisi tersebut mendorong adanya inovasi pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menggali bagaimana implementasi model project based learning berbasis assemblr edu dapat membentuk kreativitas peserta didik dalam pembelajaran IPS kelas VII di SMPN 2 Taman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PjBL berbasis Assemblr Edu mampu meningkatkan kreativitas dalam pembelajaran IPS. Melalui kegiatan proyek dengan memanfaatkan teknologi dari aplikasi Assemblr Edu, peserta didik menjadi lebih antusias, inovatif, dan terampil dalam menciptakan produk pembelajaran digital yang kontekstual dan menarik. Implementasi model ini juga memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran berbasis teknologi di sekolah menengah pertama.
Pengaruh Penggunaan Media Kahoot Berbasis Kearifan Lokal terhadap Motivasi Belajar dalam Pembelajaran IPS di SMPN 2 Buduran. Rosa Yanuar Widiyanto; Sugiantoro, Sugiantoro; Ali Imron; Katon Galih Setyawan
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i4.3557

Abstract

Penelitian ini tujuannya untuk mengetahui pengaruh penggunaan media Kahoot yang berbasis kearifan lokal terhadap motivasi belajar didalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SMPN 2 Buduran. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kondisi motivasi belajar yang rendah, sehingga dibutuhkan pembelajaran yang lebih menarik dan sesuai budaya lokal. Penelitian ini memakai desain quasi eksperimen yang dibagikan pada dua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan eksperimen. Kelompok eksperimen berjumlah 32 di mana menerima pembelajaran pada kuis Kahoot yang berisi materi berbasis kearifan lokal berupa tradisi Nyadran, sementara kelompok kontrol berjumlah 32 di mana memakai kuis Kahoot dengan materi umum. Data yang dikumpulkan diperoleh dari kuesioner motivasi belajar yang diberi sebelum dan sesudah pembelajaran, kemudian dianalisis dengan uji validitas, reliabilitas, normalitas, uji-t independen, serta skor n-gain. Hasil penelitian memberi petunjuk jika penggunaan media Kahoot yang berbasis kearifan lokal bisa meningkatkan motivasi belajar peserta didik secara signifikan dibandingkan dengan penggunaan media Kahoot dengan konten kuis biasa atau secara umum. Temuan ini memberi petunjuk jika menyisipkan konten kearifan lokal ke didalam pembelajaran digital dapat menjadi cara yang efektif dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik terutama dalam konteks sosial dan budaya mereka.
Pengaruh Model Inquiry terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas X pada Materi Ekologi dan Keanekaragaman Hayati Pratiwi, Rachmawatika; Supendi, Dita Pertiwi; Shena, Aristo; Siregar, Berlian; Sugiantoro, Sugiantoro; Pratiwi, Rina Hidayati
Jurnal Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran: JPPP Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jppp.v6i3.28295

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap hasil belajar peserta didik kelas X pada materi ekologi dan keanekaragaman hayati. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan rancangan pretest-posttest control group . Sampel penelitian terdiri atas 72 peserta didik yang tergabung dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri , sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar kognitif dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,82. Analisis data dilakukan menggunakan uji independen sample t-test . Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan hasil belajar antara kelas eksperimen (rata-rata = 82,45) dan kelas kontrol (rata-rata = 74,23) dengan nilai signifikansi 0,000 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa model pembelajaran inkuiri efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi ekologi dan keanekaragaman hayati.
MUSCULOSKELETAL DISORDER COMPLAINTS AMONG WELDERS AND GRINDING WORKERS AT PT. X: MUSCULOSKELETAL DISORDER Sugiantoro, Sugiantoro; Ratriwardhani, Ratna Ayu; Sahri, Moch.; Sunaryo, Merry
INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT (IJHSRD) Vol. 7 No. 2 (2025): INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT
Publisher : STIKes Mandala Waluya Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36566/ijhsrd/Vol7.Iss2/327

Abstract

Background: Welders and grinding work at PT. X is carried out manually with non-ergonomic working postures, such as bending or prolonged standing. This study aims to describe work-related musculoskeletal disorder (MSDs) complaints based on individual characteristics (age, gender) and job-related factors (length of employment, daily working hours, and type of work). Methods: The method used is a descriptive quantitative approach with a cross-sectional design, involving 47 respondents using a total population sampling technique. Data were collected using a musculoskeletal complaint survey instrument based on the Indonesian National Standard (SNI) 9011:2021. Results: The results showed that the majority of respondents were male (93%), aged 25-34 years (42%), and had 1-5 years of work experience (70%). The most reported MSDs complaints were in the lower back (36%), upper back (55%), and neck (23%). Conclusion: Based on the descriptive analysis, both individual and occupational factors contributed to MSDs complaints, particularly in body parts affected by non-ergonomic working postures. Recommended interventions include proper posture training, provision of ergonomic aids to reduce physical load, and regular health check-ups to decrease the prevalence of MSDs among workers.
REKONSEPTUALISASI DIKLAT GURU DALAM PENGEMBANGAN PROFESIONAL BERKELANJUTAN: ANALISIS LITERATUR Pardiyawan, Pardiyawan; Sugiantoro, Sugiantoro; Ali, Mukti; Afdal, Muhammad; Khaeruddin, Khaeruddin; Victorynie, Irnie
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9689

Abstract

Continuing professional development for teachers is currently experiencing a paradigm shift from traditional models to more personalized and collaborative learning. This study aims to systematically synthesize international literature on the reconceptualization of teacher education and training (CPD) over the past ten years. Using a systematic literature review (SLR) method strictly guided by the PRISMA framework, researchers analyzed 20 high-quality articles from the Scopus database for the period 2015-2025. The analysis results show a fluctuating but increasing trend in publication growth, dominated by the social sciences (56.3%) and primarily focused on the digital transformation of post-pandemic education. Quantitative data revealed that technology integration was the most influential theme, with the most cited articles reaching 47 times. Methodologically, quantitative approaches dominated up to 60% of all reviewed studies. The findings identified that practice-based models, professional learning communities (PLCs), and mentoring have proven effective in improving pedagogical competence. However, the sustainability of CPD is strongly influenced by the interaction of individual intrinsic motivation, school leadership support, and the availability of adequate supporting infrastructure. The main conclusion emphasizes the need to reconceptualize training design from an episodic-technocratic approach to an adaptive, contextual, and long-term professional learning ecosystem. This systemic strategy is crucial for bridging national policy reforms with real-world classroom practice, ensuring that teacher professional development significantly impacts the quality of student learning.ABSTRAK Pengembangan profesional berkelanjutan bagi guru saat ini mengalami pergeseran paradigma dari model tradisional ke arah pembelajaran yang lebih personal dan kolaboratif. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis secara sistematis literatur internasional mengenai rekonseptualisasi pendidikan dan pelatihan guru (CPD) dalam sepuluh tahun terakhir. Dengan menerapkan metode systematic literature review (SLR) yang dipandu secara ketat oleh kerangka kerja PRISMA, peneliti menganalisis 20 artikel berkualitas tinggi dari basis data Scopus periode 2015-2025. Hasil analisis menunjukkan tren pertumbuhan publikasi yang fluktuatif namun cenderung meningkat, didominasi oleh bidang ilmu sosial (56,3%) dan fokus utama pada transformasi digital pendidikan pascapandemi. Data kuantitatif mengungkapkan bahwa tema integrasi teknologi merupakan yang paling berpengaruh, dengan artikel tersitasi tertinggi mencapai 47 kali. Secara metodologis, pendekatan kuantitatif mendominasi hingga 60% dari keseluruhan studi yang diulas. Temuan mengidentifikasi bahwa model berbasis praktik, komunitas belajar profesional (PLC), serta mentoring terbukti efektif meningkatkan kompetensi pedagogik. Namun, keberlanjutan CPD sangat dipengaruhi oleh interaksi motivasi intrinsik individu, dukungan kepemimpinan sekolah, dan ketersediaan infrastruktur pendukung yang memadai. Simpulan utama menegaskan perlunya rekonseptualisasi desain diklat dari yang bersifat episodik-teknokratis menuju ekosistem pembelajaran profesional yang adaptif, kontekstual, dan berorientasi jangka panjang. Strategi sistemik ini sangat krusial untuk menjembatani reformasi kebijakan nasional dengan praktik nyata di dalam kelas guna memastikan pengembangan profesional guru berdampak signifikan pada kualitas belajar peserta didik.