Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : JURNAL CRANKSHAFT

Uji Fungsional Alat Hidroponik untuk Fodder Jagung Berbasis Panel Surya Melengkung Santoso, Pande Putu Agus; Syahrizal, Iman; Sanubary, Iklas; Elandi, Elandi; Juniardi, Juniardi
JURNAL CRANKSHAFT Vol 8, No 1 (2025): Jurnal Crankshaft Vol.8 No.1 (2025)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/cra.v8i1.13904

Abstract

Sumber pakan peternakan selama ini adalah berasal dari pemanfaatan limbah pertanian, seperti jerami, rumput dan daun-daun pepohonan. Proses pengumpulan pakan ternak masih dilakukan secara konvensional seperti mengarit, pengumpulan dedaunan hijau dan sebagainya. Tujuan penelitian yang dilakukan adalah menjelaskan hasil perbandingan perhitungan secara teori dan hasil pengukuran  daya yang dihasilkan oleh alat hidroponik untuk fodder jagung berbasis panel surya melengkung. Menjelaskan hasil uji fungsional alat hidroponik untuk fodder jagung berbasis panel surya melengkung. Perbedaan laju pertumbuhan kecambah jagung ini dipengaruhi oleh perbedaan perlakukan yang diberikan pada setiap kelompok. Pada kelompok eksperimen jagung disiram empat kali sehari. Berdasarkan hasil ekpserimen diperoleh data bahwa alat hidroponik hasil rancangan bangun mampu menghasilkan daya listrik rata-rata 5,9 Watt. Daya yang dihasilkan alat sudah lebih tinggi daripada kebutuhan teoritis. Selama lima hari massa percobaan, tinggi rata-rata pertumbuhan fodder jagung adalah 55,59 mm tinggi rata-rata fodder jagung yang ditanam secara kontrol adalah 44,88 mm. Massa akhir jagung yang ditumbuhkan dengan menggunakan alat hidroponik adalah 559,25g sedangkan secara kontrol adalah 360,75g.
Analisis Karakteristik Fisis Hidroponik Berbasis Photovoltaic Santoso, Pande Putu Agus; Rahardian, Rifky Lana
JURNAL CRANKSHAFT Vol 6, No 3 (2023): Jurnal Crankshaft Vol.6 No.3 (2023)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/crankshaft.v6i3.11374

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik fisik dari sistem hidroponik berbasis photovoltaic. Karakteristik fisis yang dimaksud adalah kapasitas panel surya dan baterai yang dibutuhkan untuk mengoperasikan pompa air selama satu hari. Metode penelitian melibatkan analisis teoritis melalui perhitungan komponen dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), pembuatan alat sistem hidroponik berbasis photovoltaic, dan perbandingan hasil perhitungan teoritis dengan eksperimen lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk mengoperasikan pompa air DC 12V 20W selama 24 jam (1440 menit), diperlukan satu buah panel surya dengan daya 100 Wp, satu bauh baterai 12V 65 Ah, dan SCC 30 A. Dengan melakukan 10 kali percobaan, diperoleh data rata-rata waktu hidup pompa air adalah 1441,8 menit. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai to = 0,00075, jauh lebih kecil dibandingkan tα = 1,833, sehingga Ho diterima, jadi tidak terdapat perbedaan antara hasil analisis teoritis dan eksperimen lapangan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan istem hidroponik berbasis photovoltaic yang efisien dan berkelanjutan, dengan memastikan bahwa perhitungan teoritis dapat diandalkan sebagai dasar untuk perencanaan dan implementasi praktis dari sistem ini.
Pembuatan Alat Pengering Cabai dengan Sistem Efek Rumah Kaca Berbasis Panel Surya Santoso, Pande Putu Agus; Sanubary, Iklas; Mahmuda, Diah
JURNAL CRANKSHAFT Vol 6, No 3 (2023): Jurnal Crankshaft Vol.6 No.3 (2023)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/crankshaft.v6i3.11585

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat alat pengering cabai dengan sistem efek rumah kaca berbasis panel surya. Penelitian ini terdiri atas pembuatan alat dan uji fungsional. Pembuatan alat terdiri atas studi literatur, desain, persiapan alat dan bahan, serta manufacturing. Proses uji fungsional terdiri atas uji fungsional komponen elektronika dan uji fungsional ruang pengering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat pengering cabai dengan sistem efek rumah kaca berbasis panel surya ini memiliki ukuran panjang = 30 cm, lebar = 30 cm, dan tinggi = 120 cm. Alat ini memiliki dinding yang transparan sehingga panas matahari dapat masuk dan terperangkat didalamnya. Disamping itu alat ini juga dilengkapi dengan kolektor panas yang terbuat dari aluminium, batu hitam dan bagian atas ditutup dengan kaca, sehingga panas matahari dapat masuk, dioptimalkan dan disalurkan kedalam ruang pengering dengan menggunakan kipas input. Kipas input (mengalirkan udara panas dari kolektor panas ke ruang pengering) dan kipas output (menggerakkan uap air dari dalam ruang pengering ke luar) dihidupkan dengan menggunakan listrik yang bersumber dari panel surya. Hasi uji fungsional menunjukkan bahawa alat ini mampu meningkatkan suhu dan menurunkan kelembaban. Suhu rata-rata di dalam ruang pengering adalah 46,66oC atau 6,91oC lebih tinggi dibandingkan suhu rata-rata di luar alat. Kelembaban rata-rata di dalam ruang pengering adalah 15,64% atau 37,63% lebih rendah dibandingkan kelembaban rata-rata di luar alat.
RANCANG BAGUN DAN UJI FUNGSIONAL PORTABLE SPRAY BERBASIS PANEL SURYA Santoso, Pande Putu Agus; Januarhan, Diko; Syahrizal, Iman; Sanubary, Iklas; Nopriandy, Feby; Erwin, Erwin
JURNAL CRANKSHAFT Vol. 8 No. 4 (2025): Jurnal Crankshaft Vol. 8 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/cra.v8i4.16198

Abstract

Kualitas produk pertanian sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah penyemprotan pestisida untuk melindungi tanaman dari gangguan hama. Penyemprotan dengan alat semprot konvensional memiliki kekurangan seperti membutuhkan lebih banyak tenaga kerja, kapasitas terbatas, membebani punggung, dan paparan sinar matahari yang harus dirasakan oleh petani. Tujuan dari penelitian ini adalah (a) menjelaskan spesifikasi alat semprot tanaman portabel berbasis panel surya dan (b) menjelaskan hasil uji fungsional alat semprot portabel berbasis panel surya. Metode penelitian adalah metode desain rekayasa, yang terdiri dari studi literatur dan perhitungan komponen panel surya, gambar teknik, proses pembuatan, uji fungsional, dan analisis data. Hasil penelitian adalah (a) telah berhasil dirancang dan dibangun alat semprot portabel berbasis panel surya, dengan ukuran panjang 160 cm, lebar 47 cm, dan tinggi 186 cm. Alat ini dilengkapi dengan enam nosel. Selain itu, alat ini juga dilengkapi dengan dua panel surya fleksibel 85 Wp, baterai 12V 20Ah, SCC 10A, dan pompa air 30 W. Alat ini memiliki dua roda dengan diameter 50 cm dan bergerak dengan cara didorong. (b) Hasil uji fungsional menunjukkan bahwa rata-ratan daya listrik yang dapat dihasilkan oleh perangkat ini adalah 62,39 W. Rata-rata aliran air yang dapat dikeluarkan oleh semua nosel pada perangkat ini adalah 3,17 ml/detik.     Kata kunci:  alat semprot tanaman, panel surya., pembuatan, perancangan, portebel.
STUDI KOMPARATIF KINERJA PENGERING KOPI SISTEM HYBRID BERDASARKAN KECEPATAN ALIRAN UDARA Sanubary, Iklas; Santoso, Pande Putu Agus; Anjiu, Leo Dedy; Ningsih, Irma Fahrizal Butsi; Elandi, Elandi
JURNAL CRANKSHAFT Vol. 8 No. 4 (2025): Jurnal Crankshaft Vol. 8 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/cra.v8i4.16199

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kinerja pengering kopi sistem hybrid berdasarkan variasi kecepatan aliran udara. Pengering kopi hybrid memanfaatkan sumber pemanas  yang berasal dari sinar matahari dan heater yang dikontrol secara otomatis berbasis suhu menggunakan arduino. Perlakuan yang diberikan pada pada masing-masing pengering berupa variasi kecepatan aliran udara pada saluran inlet sebesar 2 m/s dan 4 m/s. Jenis kopi yang digunakan adalah kopi liberika dengan massa 1000 gram dan kadar air awal 45,996%. Proses pengeringan dilakukan selama 3 hari secara berturut-turut, mulai dari 09.00 WIB sampai 15.00 WIB, dengan pengambilan data setiap 30 menit. Data yang diukur berupa suhu dan kelembapan udara ruang pengering, serta massa dan kadar air biji kopi. Selama 3 hari proses pengeringan, pada pengering kopi hybrid dengan kecepatan aliran udara 4 m/s diperoleh suhu udara rata-rata sebesar 52,5 oC, kelembapan udara rata-rata sebesar 30,2%, pengurangan massa biji kopi dari 1000 gram menjadi 526 gram, dan penurunan kadar air biji kopi dari 45,996% menjadi 6,285%, sedangkan  pada pengering kopi hybrid dengan kecepatan aliran udara 2 m/s diperoleh suhu udara rata-rata sebesar 47,8 oC, kelembapan udara rata-rata sebesar 42,8%, pengurangan massa biji kopi dari 1000 gram menjadi 530 gram, dan penurunan kadar air biji kopi dari 45,996% menjadi 7,072%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi kecepatan aliran udara berpengaruh terhadap peningkatan suhu dan penurunan kelembapan udara ruang pengering, serta pengurangan massa dan penurunan kadar air biji kopi. Oleh karena itu, kinerja pengering kopi hybrid dengan kecepatan aliran udara 4 m/s lebih baik daripada pengering kopi hybrid dengan kecepatan aliran udara 2 m/s.