Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Pemikiran Dakwah KH. Miftah Faridl dalam Buku Lentera Ukhuwah Muhammad Solahuddin Mubarok; Rodliyah Khuza'i; Hendi Suhendi
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v4i2.14661

Abstract

Abstract. The delivery of da'wah can be done through various media. One of the media used is written media. Da'wah like this was carried out by Miftah Faridl, who wrote the book Lentera Ukhuwah to convey the message of da'wah. The excessive use of social media by generation Z is prone to conflict. This study aims to find out Miftah Faridl's da'wah thoughts in the book Lentera Ukhuwah and analyze the relevance of Miftah Faridl's da'wah thoughts in the book Lentera Ukhuwah to the conditions of generation Z. The type of research used is qualitative with a content analysis method. Using message theory according to Harold Laswell. The results of the research of the book Lentera Ukhuwah discuss Miftah Faridl's da'wah thoughts on ukhuwah, as well as ways to implement ukhuwah in daily life. Miftah Faridl's da'wah thinking is relevant to the condition of Generation Z which is prone to conflict and the presence of individualism that makes Generation Z interact without having to communicate indirectly. Abstrak. Penyampaian dakwah mampu dilakukan melalui berbagai media. Salah satu media yang digunakan adalah media tulisan. Dakwah seperti ini dilakukan oleh KH. Miftah Faridl, yang menulis buku Lentera Ukhuwah untuk menyampaikan pesan dakwah. Penggunaan media sosial yang dilakukan generasi Z secara berlebihan rentan terjadinya konflik. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pemikiran dakwah KH. Miftah Faridl dalam buku Lentera Ukhuwah dan menganalisis relevansi pemikiran dakwah KH. Miftah Faridl dalam buku Lentera Ukhuwah dengan kondisi generasi Z. Jenis penelitian yang digunakan ialah kualitatif dengan metode analisis isi. Menggunakan teori pesan menurut Harold Laswell. Hasil penelitian buku Lentera Ukhuwah membahas pemikiran dakwah KH. Miftah Faridl tentang ukhuwah, serta cara dalam mengimplementasikan ukhuwah di kehidupan sehari-hari. Pemikiran dakwah KH. Miftah Faridl relevan dengan kondisi generasi Z yang rentan terjadinya konflik serta hadirnya sifat individualisme yang membuat generasi Z berinteraksi tanpa harus berkomunikasi secara tidak langsung.
Nilai-Nilai Religiusitas Web Series Between Two Sides (BTS) pada Channel Youtube Hijab Alila Gina Hafiza; Irfan Safrudin; Hendi Suhendi
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v4i2.15052

Abstract

Abstract. This research discusses the religiosity values ​​of the web series "Between Two Sides (BTS)" on the Hijab Alila YouTube channel, which aims to determine the values ​​of aqidah, moral values ​​and sharia values ​​contained in the web series "Between Two Sides (BTS)". Meanwhile, the benefits are expected to increase scientific insight for research development at the Faculty of Da'wah. This research uses Roland Barthes' semiotic analysis theory which aims to reveal the meaning of denotation, connotation and myth contained in the web series. The method used is a qualitative method with a descriptive approach. Data collection techniques were obtained from content analysis methods and literature studies. The findings from this research are that the web series "Between Two Sides (BTS)" contains the values ​​of religiosity, aqidah, morals and sharia. Aqidah values ​​discuss faith and belief, maintaining relationships with non-muhrim and the importance of maintaining faith. Moral values ​​include balance in life, selectiveness in choosing friends, open attitude, self-control and so on. On sharia values ​​regarding the use of the hijab for Muslim women and the command not to delay prayer. Abstrak. Penelitian ini membahas tentang nilai-nilai religiusitas web series “Between Two Sides (BTS)” pada channel youtube Hijab Alila, yang bertujuan untuk mengetahui nilai aqidah, nilai akhlak dan nilai syariah yang terdapat pada web series “Between Two Sides (BTS)”. Sedangkan manfaatnya diharapkan dapat menambah wawasan keilmuan bagi pengembangan penelitian di Fakultas Dakwah. Penelitian ini menggunakan teori analisis semiotika Roland Barthes yang bertujuan mengungkap makna denotasi, konotasi dan mitos yang terdapat pada web series tersebut. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data diperoleh dari metode analisis isi dan studi literatur. Temuan dari penelitian ini bahwa web series “Between Two Sides (BTS)” ini mengandung nilai religiusitas aqidah, akhlak dan syariah. Nilai aqidah membahas tentang keimanan dan keyakinan, menjaga hubungan dengan non muhrim dan pentingnya menjaga iman. Nilai akhlak mencakup keseimbangan dalam hidup, selektif dalam memilih teman, sikap terbuka, pengendalian diri dan lain sebagainya. Pada nilai syariah mengenai penggunaan hijab pada muslimah dan perintah tidak menunda shalat.
Efektivitas Imbauan Waktu Salat Terhadap Kesadaran Salat Berjamaah Bagi Mahasiswa Fakultas Dakwah Universitas Islam Bandung Bintang Muhammad Zuladha Tarigan; Rodliyah Khuza’i; Hendi Suhendi
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v4i2.15487

Abstract

Abstract. Congregational prayer has the urgency of fiqh as a way of guidance and social urgency as a symbol of togetherness of Muslims. However, the application of congregational prayers is not optimal in this technological era. At the Islamic University of Bandung, there is an appeal for prayer times, aiming to encourage the academic community to carry out congregational prayers. However, the phenomenon that occurred was still found by students of the Faculty of Da'wah class of 2020 ̶ 2022 who crowded in the campus environment. This study measures the effectiveness of prayer time appeals on congregational prayer awareness of students of the Faculty of Da'wah class of 2020-2022. The research methods used are quantitative with data analysis techniques such as validity tests, reliability tests, classical assumption tests, simple linear regression analysis, determination coefficient tests, and hypothesis tests. The results of the study showed that the significance value of the hypothesis test was 0.001 < 0.05, so that Ho was rejected and Ha was accepted. This means that the prayer time appeal is effective in increasing awareness of congregational prayer with a determination coefficient of 46.1%, although not significant. Students of the Faculty of Da'wah class of 2020-2022 have a very good understanding of prayer time appeals and congregational prayer awareness. Abstrak. Salat berjamaah memiliki urgensi fiqih sebagai jalan petunjuk dan urgensi sosial sebagai simbol kebersamaan kaum muslimin. Namun, penerapan salat berjamaah kurang optimal di era teknologi ini. Di Universitas Islam Bandung, terdapat imbauan waktu salat, bertujuan untuk mendorong sivitas akademika melaksanakan salat berjamaah. Namun, fenomena yang terjadi, masih ditemukan mahasiswa Fakultas Dakwah angkatan 2020 ̶ 2022 yang berkerumun di lingkungan kampus. Penelitian ini mengukur efektivitas imbauan waktu salat terhadap kesadaran salat berjamaah mahasiswa Fakultas Dakwah angkatan 2020-2022. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik analisis data seperti, uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier sederhana, uji koefisien determinasi, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi uji hipotesis 0.001 < 0.05, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Ini berarti imbauan waktu salat efektif dalam meningkatkan kesadaran salat berjamaah dengan koefisien determinasi 46,1%, meskipun tidak signifikan. Mahasiswa Fakultas Dakwah angkatan 2020-2022 memiliki pemahaman imbauan waktu salat dan kesadaran salat berjamaah yang sangat baik.
Computer Mediated Communication Pada Content Creator Mageriin.id Dalam Menyampaikan Dakwah Pada Aplikasi Tiktok Cut Muthia; Hendi Suhendi; Ira Wahyudi
Bahasa Indonesia Vol 5 No 1 (2024): J-Kis: Jurnal Komunikasi Islam Juni 2024
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/j-kis.v5i1.971

Abstract

Mageriin.id adalah komunitas content creator dakwah yang memanfaatkan media sosial, termasuk TikTok, untuk menyebarkan pesan Islam. Berawal dari obrolan online, komunitas ini terbentuk atas dasar kesamaan visi dan misi para anggotanya. Di era digital ini, media sosial menjadi platform yang efektif untuk mengakses dan menyebarkan informasi dengan cepat. Fenomena dakwah melalui media sosial tak lepas dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. New media seperti TikTok memungkinkan individu untuk melakukan komunikasi interaktif tanpa batas ruang dan waktu. Hal ini melahirkan konsep baru dalam dunia komunikasi, dan menjadi fokus penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian lapangan dan analisis data deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas Mageriin.id memilih TikTok sebagai platform dakwah karena popularitasnya dan kemudahan penggunaannya. Artikel ini diharapkan dapat menjadi kontribusi bagi disiplin ilmu komunikasi dan penyiaran Islam, serta menjadi solusi dalam pemanfaatan new media untuk dakwah Islam.
Strategi Komunikasi dalam Penghimpunan Sedekah Barang Bekas di Yasmin Kota Bandung Shafwan Raihan Ramadhan; Hendi Suhendi
Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam Volume 4, No. 2, Desember 2024, Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam (JRKPI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrkpi.v4i2.5133

Abstract

Abstract. Donating used goods is a simple act that can create a significant impact. Items that are no longer useful to us may bring joy and renewed hope to those in need. In Yasmin, Bandung, this donation activity is supported by well-planned communication strategies. This study aims to understand the processes involved, the strategies applied, and the supporting and inhibiting factors. The research employs a qualitative-descriptive approach, using primary data from interviews and observations, as well as secondary data from books and documents. Data analysis involves collection, presentation, and interpretation. Yasmin's communication strategies include identifying the target audience, crafting messages, utilizing media, and ensuring the role of communicators. Supporting factors include frequent updates on activities, recipients' good intentions, engaging messages, advanced media usage, and adequate facilities. However, challenges such as communication device issues, time constraints, and a lack of motivation from the target audience also emerge. Findings indicate that effective strategies and structured communication enhance public participation in donating used goods programs, ultimately benefiting many individuals and communities. Abstrak. Sedekah barang bekas adalah tindakan sederhana yang mampu memberikan dampak besar. Barang yang tidak lagi digunakan dapat menjadi sumber kebahagiaan dan harapan baru bagi yang membutuhkan. Di Yasmin Kota Bandung, kegiatan sedekah barang bekas dilakukan dengan berbagai strategi komunikasi yang terencana. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana proses kegiatan tersebut, strategi yang diterapkan, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif, dengan data primer berupa wawancara dan observasi, serta data sekunder dari buku dan dokumen. Analisis dilakukan melalui pengumpulan, penyajian, dan interpretasi data. Strategi komunikasi Yasmin meliputi pengenalan sasaran, penyusunan pesan, pemanfaatan media, dan peran komunikator. Faktor pendukungnya antara lain adalah rutin memperbarui informasi, niat baik penerima, penyampaian pesan yang menarik, penggunaan media berkembang, serta fasilitas yang memadai. Namun, terdapat pula hambatan seperti gangguan perangkat komunikasi, keterbatasan waktu, serta kurangnya niat sasaran penerima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang efektif dan komunikasi yang terstruktur mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program sedekah barang bekas, memberikan manfaat nyata bagi banyak pihak.
Pola Asuh Orang Tua Membentuk Anak Cinta Al-Quran melalui Hafalan Al-Quran Sejak Usia Dini Sholeh, N. Sausan Muhammad; Suhendi, Hendi
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 4 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v4i1.95

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pola Asuh Orang Tua Dalam Membentuk Anak cinta Al-Quran melalui hafalan Al-Quran Sejak Usia Dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data dalam penelitian ini adalah ibu Novi selaku Orang tua dan Mudirah Markaz Tahfiz Balita di Padang. Pengumpulan data kajian mengunakan teknik wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini yakni Pola asuh orangtua berperan dalam membentuk anak cinta Al-Quran melalui hafalan Al-Quran sejak usia dini. Pembiasaaan baik orang tua yang konsisten dan disiplin dimulai sejak anak dalam kandungan. Kerjasama antara ayah dan ibu dalam mengenalkan anak anak kepada program yang berkaitan dengan Al-Quran. Adanya rencana yang matang serta evaluasi untuk meningkatkan kualitas pola asuh dan perbaikan. Membuat jadwal program menghafal Al-Quran untuk anak-anak. Memotivasi anak untuk mengikuti kegiatan yang berhubungan dengan Al-Quran. Perlu upaya dan komitmen dari orang tua sehingga anak mencintai Al-Qur’an melalui hafalan Al-Quran.
Manajemen Masjid At-Taubah Tingkatkan Jamaah Andia Bilqis Azzahra Sutandi; Komarudin Shaleh; Hendi Suhendi
Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam (JRKPI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrkpi.v5i1.6524

Abstract

Abstract. The mosque is the center of worship activities, and congregational prayer is the main activity carried out five times a day. This research is focused on examining the low attendance of worshipers in the implementation of congregational prayers at the At-Taubah Mosque and the At-Taubah Mosque programs. This problem is identified through observations that show that the mosque looks quiet at prayer times. This research is entitled “At-Taubah Mosque Management to Increase Congregation”. This type of research is qualitative, with descriptive-analytical methods, using George R. Terry's management function theory (1958). The results showed that the At-Taubah Mosque has several programs, among which are five-time congregational prayers, Friday prayers, morning lectures, routine studies, but there is no special program made to increase awareness of congregational prayers in the surrounding community. The management of the At-Taubah Mosque has implemented the POAC management principles described by George R. Terry. Efforts to provide motivation and understanding to the community show a good impact by increasing the number of worshipers from July 2024 to January 2025. Abstrak. Masjid merupakan pusat kegiatan ibadah, dan shalat berjamaah menjadi kegiatan utama yang dilaksanakan  lima waktu dalam sehari. Penelitian ini difokuskan untuk mengkaji  rendahnya tingkah kehadiran jamaah dalam pelaksanaan shalat berjamaah di Masjid At-Taubah dan program-program Masjid At-Taubah. Masalah ini diidentifikasi melalui observasi yang menunjukkan bahwa masjid terlihat sepi pada waktu-waktu shalat. Penelitian ini berjudul “Manajemen Masjid At-Taubah tingkatkan Jamaah”. Jenis penelitian ini kualitatif, dengan metode deskriptif-analisis, menggunakan teori fungsi manajemen George R. Terry (1958Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid At-Taubah memiliki beberapa program diantara nya yaitu shalat berjamaah lima waktu, shalat Jum’at, kuliah shubuh, kajian rutin satu, namun belum ada program khusus yang dibuat untuk meningkatkan kesadaran shalat berjamaah masyarakat sekitar. kesadaran masyarakat berada dalam lapisan sadar dan bawah sadar. Pengelolaan Masjid At-Taubah sudah menerapkan prinsip manajemen POAC yang diuraikan oleh George R. Terry. Upaya memberikan motivasi dan pemahaman kepada masyarakat menunjukkan dampak yang baik dengan meningkatnya jumlah jamaah dari bulan Juli 2024 sampai Januari 2025.
Computer Mediated Communication Pada Content Creator Mageriin.id Dalam Menyampaikan Dakwah Pada Aplikasi Tiktok Cut Muthia; Hendi Suhendi; Ira Wahyudi
Bahasa Indonesia Vol 5 No 1 (2024): J-Kis: Jurnal Komunikasi Islam Juni 2024
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/j-kis.v5i1.971

Abstract

Mageriin.id adalah komunitas content creator dakwah yang memanfaatkan media sosial, termasuk TikTok, untuk menyebarkan pesan Islam. Berawal dari obrolan online, komunitas ini terbentuk atas dasar kesamaan visi dan misi para anggotanya. Di era digital ini, media sosial menjadi platform yang efektif untuk mengakses dan menyebarkan informasi dengan cepat. Fenomena dakwah melalui media sosial tak lepas dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. New media seperti TikTok memungkinkan individu untuk melakukan komunikasi interaktif tanpa batas ruang dan waktu. Hal ini melahirkan konsep baru dalam dunia komunikasi, dan menjadi fokus penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian lapangan dan analisis data deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas Mageriin.id memilih TikTok sebagai platform dakwah karena popularitasnya dan kemudahan penggunaannya. Artikel ini diharapkan dapat menjadi kontribusi bagi disiplin ilmu komunikasi dan penyiaran Islam, serta menjadi solusi dalam pemanfaatan new media untuk dakwah Islam.
The Social Lives of Veiled Women: Exploring Religious Identity and Modern Society's Reactions Suhendi, Hendi; Wahyudi, Ira
International Journal of Nusantara Islam Vol 11 No 2 (2023): International Journal of Nusantara Islam
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ijni.v11i2.24375

Abstract

The primary objective of this study is to investigate and gain a comprehensive understanding of the social experiences of women who wear the veil in their everyday lives. The study seeks to achieve two key objectives: first, to discern the motivations driving women to wear the veil, and second, to examine the social dynamics governing their utilization of the veil in daily life. Employing a qualitative method with a phenomenological approach, data collection was carried out through interviews and observations. The findings of this study shed light on the diverse motivations that drive veiled career women to wear the veil. These motivations are rooted in various causal factors, including experiences of disturbance, societal influences, concerns, and familial issues. The overarching objective for these women is to fortify their faith and safeguard themselves against undesirable behaviors. Moreover, the study reveals that the veil holds multiple meanings for career women who wear it, such as serving as reminders, protective elements, expressions of gratitude, symbols of communication, obligations, and even challenges. The dynamics of communication among women who wear the veil, as explored in this study, encompass interactions with their immediate environment, their social circles, and communication within the workplace. These interactions elicit a spectrum of responses and reactions, ranging from rejection and alienation to serving as role models and sources of inspiration for others considering the practice of wearing the veil. This research provides valuable insights into the complex interplay of motives, meanings, and social interactions surrounding the practice of veiling among career women
The Social Lives of Veiled Women: Exploring Religious Identity and Modern Society's Reactions Suhendi, Hendi; Wahyudi, Ira
International Journal of Nusantara Islam Vol 11 No 2 (2023): International Journal of Nusantara Islam
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ijni.v11i2.24375

Abstract

The primary objective of this study is to investigate and gain a comprehensive understanding of the social experiences of women who wear the veil in their everyday lives. The study seeks to achieve two key objectives: first, to discern the motivations driving women to wear the veil, and second, to examine the social dynamics governing their utilization of the veil in daily life. Employing a qualitative method with a phenomenological approach, data collection was carried out through interviews and observations. The findings of this study shed light on the diverse motivations that drive veiled career women to wear the veil. These motivations are rooted in various causal factors, including experiences of disturbance, societal influences, concerns, and familial issues. The overarching objective for these women is to fortify their faith and safeguard themselves against undesirable behaviors. Moreover, the study reveals that the veil holds multiple meanings for career women who wear it, such as serving as reminders, protective elements, expressions of gratitude, symbols of communication, obligations, and even challenges. The dynamics of communication among women who wear the veil, as explored in this study, encompass interactions with their immediate environment, their social circles, and communication within the workplace. These interactions elicit a spectrum of responses and reactions, ranging from rejection and alienation to serving as role models and sources of inspiration for others considering the practice of wearing the veil. This research provides valuable insights into the complex interplay of motives, meanings, and social interactions surrounding the practice of veiling among career women