Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pengenalan Pola Hidup Bersih dan Sehat kepada Siswa untuk Meningkatkan Taraf Hidup yang Lebih Baik I Gusti Agung Ayu Devita Maharani; Ni Putu Ayu Mellani Legianti; Kadek Ayu Dewik Anjani; Ni Putu Putra Dewi; Putu Ayu Laksmini; Putu Ika Farmani; Made Karma Maha Wirajaya
Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan Vol 1 No 2 (2022): Desember
Publisher : Politeknik Kesehatan Kartini Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36049/genitri.v1i2.72

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat adalah perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran seseorang atau sekelompok orang mampu menolong dirinya sendiri (mandiri) di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. Sasaran pada kegiatan ini adalah para siswa kelas 4 di SDN 9 Peguyangan, Kecamatan Denpasar Utara, Provinsi Bali. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan beberapa tahap dengan memberikan pre-test mengenai perilaku hidup bersih dan sehat, penyampaian materi mengenai pentingnya menjaga kebersihan, mempraktikkan langkah-langkah mencuci tangan dan menggosok gigi yang baik dan benar, memberikan post-test untuk mengetahui pemahaman siswa setelah diberikan materi dan melakukan praktik, serta sesi tanya jawab seputar perilaku hidup bersih dan sehat. Tingkat kehadiran peserta sebanyak 20 orang (66,7%) dari jumlah siswa-siswi kelas 4 yaitu 30 orang, sebagian besar siswa adalah laki-laki 13 orang (65%) dan sisanya siswi perempuan 7 orang (35%). Dari hasil evaluasi menunjukkan bahwa hasil evaluasi terhadap nilai pre-test dan post-test para peserta mengalami peningkatan rata-rata pengetahuan antara sebelum pemberian materi dan sesudah pemberian materi yaitu dari rata-rata 70,5 menjadi 85,0. Hal ini sangat bermanfaat untuk menyadarkan para siswa akan pentingnya melakukan upaya perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari sekaligus memberikan pengetahuan bagaimana cara merealisasikannya agar terwujud masyarakat yang peduli sehat sejak dini.
Penyuluhan Penyakit Mulut Kuku (PMK) dan Bahaya Paparan Penggunaan Pestisida Tanpa Alat Pelindung Diri pada Masyarakat di Banjar Bukit Munduk Tiying, Desa Pelaga Kecamatan Petang Kabupaten Badung I Kadek Agus Riki Gunawan; Putu Ika Farmani; Husain Ahmad; Mia Andari Putri; Tria Mas; Weni Diah; Nova Novityani; Sri Anggita; Mahendra Jaya
Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan Vol 1 No 2 (2022): Desember
Publisher : Politeknik Kesehatan Kartini Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36049/genitri.v1i2.75

Abstract

Pertanian dan perternakan masih menjadi salah satu sektor yang mempunyai peranan penting dalam pembangunan perekonomian nasional. Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merupakan penyakit yang sangat menular menyerang hewan berkuku belah. Ternak berkuku belah yang peka terhadap PMK diantaranya adalah sapi, kerbau, domba, kambing dan babi. Agen penyebab PMK adalah Virus Foot Mouth Disease(FMDV). Pestisida kimia merupakan bahan beracun yang sangat berbahaya bagi kesehatan jika saat menggunakan pestisida tanpa menggunakan alat pelindung diri. Pengukuran tingkat pengetahuan masyarakat mengenai PMK dan bahaya pestisida dievaluasi dengan melakukan Pre-test dan Post-test menggunakan instrument berupa kuesioner pada kedua penyuluhan, kegiatan ini diakhiri dengan pemeriksaan kesehatan menggunakan spirometry untuk menilai fungsi paru serta pembagian alat pelindung diri berupa masker dan handscoon. Hasil dari pencapaian program kerja ini adalah masyarakat Banjar Bukit Munduk memahami tentang bahaya paparan pestisida saat jika tidak menggunakan APD dan mengatahui bagaimana cara pengendalian penyakit mulut kuku (PMK) sehingga tidak perlu panik jika hewan ternak terjangkit PMK.
Perancangan dan Implementasi Media Informasi Kesehatan tentang Mitigasi Bencana Alam di Desa Ban, Karangasem Bali Putu Ayu Laksmini; Made Karma Maha Wirajaya; Putu Ika Farmani; I Nyoman Mahayasa Adiputra; Viktorinus Alfred Saptiono Mulana; Made Sudiari; I Ketut Tunas
Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan Vol 1 No 2 (2022): Desember
Publisher : Politeknik Kesehatan Kartini Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36049/genitri.v1i2.79

Abstract

Bencana gempa bumi sering menimbulkan kerugian dan kerusakan bagi masyarakat yang terdampak. Salah satu bukti gempa bumi yang terjadi di Provinsi Bali yang berpusat di daerah timur Kabupaten Karangasem dengan kekuatan 4,8 SR terjadi 8 km barat laut Karangasem, pada Sabtu dini hari (16/10/2021), pukul 03.18 WIB. Guncangan gempa berdampak pada jatuhnya korban jiwa dan kerusakan bangunan di wilayah Kabupaten Karangasem dan Bangli, Provinsi Bali. Gempa bumi termasuk permasalahan penting yang dapat diatasi dengan cara memberikan edukasi mitigasi bencana sejak dini. Adapun tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan informasi dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Mitigasi Bencana Alam Gempa Bumi dan Gunung Meletus dan untuk memberikan media informasi kesehatan berupa X-Banner yang telah dirancang dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat pasca Gempa Bumi di Desa Ban, Karangasem, Bali. Metode yang akan digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Sosialisasi dan Penyuluhan dengan media informasi kesehatan berupa X-Banner tentang Mitigasi Bencana Alam Gempa Bumi dan Gunung Meletus di Desa Ban, Karangasem Bali. Kegiatan pengabdian masyarakat ini telah terlaksana dengan baik selama 2 hari. Kegiatan pengabdian masyarakat pada hari pertama dilaksanakan pada hari Jumat, 10 Desember 2021 dan pada hari kedua dilaksanakan pada tanggal Jumat, 18 Desember 2022. Adapun output dari pengabdian masyarakat ini adalah X-Banner yang telah didesign sesuai dengan kebutuhan masyarakat pasca gempa bumi dan sudah diimplementasikan dalam bentuk sosialisasi dan penyuluhan di Desa Ban, Karangasem, Bali.
Pengaturan Pengaktifan Kembali Rekam Medis Elektronik pada Rumah Sakit X Kota Denpasar Putu Ayu Sri Murcittowati; Made Karma Maha Wirajaya; Ika Widi Astuti; I Gusti Ayu Kartika; Putu Ika Farmani
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 4 (2023): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.89228

Abstract

LatarBelakang: Pelaksanaan Rekam Medis Elektronik (RME) pada fasilitas pelayanan kesehatan terdapat ketimpangan dengan Permenkes No. 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis (RM). Salah satunya adalah ketimpangan adalah perbaikan atau penambahan catatan RM yang berujung pada pengaktifan kembali RME lebih dari 2x24 jam.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan dan hak akses pengaktifan kembali RME.Metode:  Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode postpositivistik. Sampel penelitian dari Instalasi RM periode April 2023 berjumlah 43 RM yang telah mengalami perbaikan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara serta teknik triangulasi berupa studi dokumentasi dan observasi.Hasil: Proses pengaktifan kembali meliputi memperbaiki SOAP dan asesmen, penambahan diagnosis dan melengkapi resume. Dua orang diberikan akses untuk memastikan kelengkapan pengisian RME sesuai peraturan direktur. Kesalahan atau ketidaklengkapan dalam diagnosis dan tindakan, mengakibatkan pemberian kode penyakit dan tindakan tidak tepat sehingga hasil pengumpulan data dan pelaporan tidak akurat.Kesimpulan: Pengaturan pengaktifan kembali dan hak akses RME di RS X Kota Denpasar tidak sesuai Standar Prosedur Operasional dan Permenkes No. 24 Tahun 2022 tentang RM karena pengaktifan kembali melebihi 2 x 24 jam setelah pasien selesai dirawat. Evaluasi kebijakan dengan pelatihan, sosialisasi, kontrol akses serta pelaporan pelaksanaan RME dilakukan untuk menjaga kerahasiaan serta integritas data pasien.
QUANTITATIVE ANALYSIS OF THE COMPLETENESS OF GENERAL POLY OUTPATIENT MEDICAL RECORD DOCUMENTS AT COMMUNITY HEALTH CENTER I EAST DENPASAR Anak Agung Putri Adnyaswari; Putu Ika Farmani; Made Karma Maha Wirajaya
Interdental Jurnal Kedokteran Gigi (IJKG) Vol. 20 No. 1 (2024): Interdental Jurnal Kedokteran Gigi (IJKG)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46862/interdental.v20i1.7475

Abstract

Introduction:A medical record is a document containing data on the identity of the patient, examination, treatment, action, and other services that have been provided to the patient. The availability of medical records is also very influential in the process of services performed by the medical officer and can affect the quality and quality of the service of a means of health care. The purpose of the research is to find out the completeness of the completion of medical records on the general poli in Primary Health Care of East Denpasar I. Materials and Methods: The design of research that uses quantitative descriptive in the UPTD Puskesmas I Department of Health Department of Eastern Denpasar district. A sample of as many as 100 medical records of street treatment on the general police. Indicators in quantitative analysis methods on medical record completion consist of identification review, report review, record review, and authentication review. Sampling technique using the method of systematic random sample (SRS). Data collection using checklist instruments. Results and Discussions: A total of 100 samples of medical record documents in this study were filled in by 3 counter officers, 3 doctors and 3 nurses. The characteristics of the officers were 66.6% male, 100% had a bachelor's degree, 66.6% had worked <5 years, and 86.6% had attended training in filling out medical records. The results of the quantitative analysis show that the identity review is 100% complete, the reporting review is 0% complete, and the recording review is 76% complete, the authentication review is 100% complete. Incompleteness in the initial (subjective) assessment is low due to the biological, psychosocial, cultural and spiritual history not being filled in. Incompleteness in the initial (objective) assessment was low due to the items inspection, palpation, auscultation, abdominal circumference and Glasgow Coma Scale (GCS). Conclussion: The lowest completeness was obtained in the review of both subjective and objective initial assessment reporting.
Determinan Penggunaan Rokok Elektrik (Vape) pada Kalangan Remaja di Indonesia Wirajaya, Karma; Farmani, Putu Ika; Laksmini, Putu Ayu
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : LPPM Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol10.Iss2.1798

Abstract

Vaping is a form of changing conventional cigarettes into electronic cigarettes. Since 2014, the distribution of e-cigarettes throughout the world has become a trend and has reached various groups of consumers. In Indonesia, e-cigarette users continue to increase every year. GATS (Global Adult Tobacco Survey) findings in 2021 submitted by the Ministry of Health of the Republic of Indonesia found that there was an increase in the prevalence of e-cigarette users up to 10 times compared to the last survey in 2011, from 0.3% to 3% including in the world is increasing, especially in teenagers. This research aims to determine the determinants of electronic cigarette (vape) use among teenagers in Indonesia. This research uses a systematic literature study through searches using the Google Scholar site. The inclusion criteria are the article has been published in a journal, explains the factors of electronic cigarette/vape use among teenagers and the article can be downloaded while the exclusion criteria is the article only form an abstract. Based on these criteria, 13 articles were obtained. As a result, several factors influence the use of electronic cigarettes (vape) among teenagers in Indonesia. These factors include knowledge, perception of e-cigarettes, support from friends and family, cigarette information/advertisement, ease of access to e-cigarettes, price of e-cigarettes, and lifestyle influencing adolescent behavior in using e-cigarettes (vape). There needs to be a policy from the government to regulate the use of e-cigarettes in Indonesia.
Efisiensi Hunian Tempat Tidur pada Ruang Isolasi COVID-19 di Rumah Sakit Universitas Udayana Wirajaya, Karma Maha; Resmiani, Made Klungkung Puspita; Farmani, Putu Ika
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 10, No 1 (2024): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, April 2024
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jmk.v10i1.1784

Abstract

Masa pandemi COVID-19 sangat mempengaruhi nilai tingkat efisiensi pelayanan rawat inap di fasilitas pelayanan kesehatan khususnya di rumah sakit. Berdasarkan hasil studi pendahuluan, tahun 2019 ditemukan bahwa nilai indikator pelayanan rawat inap di RS UNUD belum memenuhi standar Depkes RI. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat efisiensi hunian tempat tidur pada ruang isolasi COVID-19 di RS UNUD. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan desain penelitian cross sectional yang dilaksanakan di RS UNUD pada bulan April-Juni 2022. Sampel penelitian adalah ruang rawat inap isolasi COVID-19. Hasil penelitian menunjukkan indikator BOR ISO EF dan ISO GH tahun 2020-2021 dominan memiliki nilai di bawah 60%. Nilai indikator BTO ISO EF dan ISO GH tahun 2020-2021 seluruhnya memiliki nilai di bawah 40 kali. Nilai indikator TOI ISO EF dan ISO GH tahun 2020-2021 dominan memiliki nilai di atas 3 hari. Nilai indikator AvLOS ISO EF dan ISO GH tahun 2020-2021dominan memiliki nilai di atas 9 hari. Simpulan yang diperoleh, tingkat efisiensi nilai indikator BOR, BTO, TOI, dan AvLOS ISO EF dan ISO GH tahun 2020-2021 sebagian besar belum memenuhi nilai ideal Depkes RI.
Knowledge, Perception and Acceptance on Covid-19 Vaccine: A Systematic Review Made Karma Maha Wirajaya; Putu Ika Farmani; Putu Ayu Laksmini
Nusantara Science and Technology Proceedings 4th International Conference on Vocational Innovation and Applied Science 2022
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2022.2914

Abstract

The COVID-19 disease first appeared in Wuhan City, Hubei Province, China. Until now, the disease was caused by the SARS-CoV-2 virus. This disease then spread to almost all countries and was declared a pandemic. One of the steps to prevent a wider spread is through vaccination. Acceptance of the COVID-19 vaccine has an important role in controlling the COVID-19 pandemic. The COVID-19 vaccine has a pretty good preventive effect, but its effectiveness really depends on the dose, disease severity, and type of COVID-19. Most people, including health workers, are not willing to receive the COVID-19 vaccine. The reason is the lack of knowledge and also the side effects of the vaccine, which affects the acceptance of the vaccine. The purpose of this study was to assess knowledge, perception and acceptance of the COVID-19 vaccine. This study uses a literature study approach and uses 4 review articles. Data were analyzed descriptively. The results of the analysis show that most people have insufficient knowledge about the COVID-19 vaccine. Perceptions of vaccines are also lacking because they feel unsure about the COVID-19 vaccine. Most health workers have good knowledge so that it is easier for them to accept the COVID-19 vaccine. The government needs to increase access to information about the COVID-19 vaccine so that people are willing to receive the COVID-19 vaccine.
Kesiapan Integrasi e-Puskesmas dengan SATUSEHAT di Puskesmas Kota Denpasar Sukarmayasa, I Made; Farmani, Putu Ika; Wirajaya, Made Karma Maha; Laksmini, Putu Ayu
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 9, No 4 (2024): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.99335

Abstract

Latar Belakang: Kesiapan Puskesmas di Kota Denpasar sangat diperlukan dalam mengintergrasikan e-Puskesmas dengan SATUSEHAT. Kesiapan ini diukur dengan melihat individu atau organisasi untuk menerima dan memanfaatkan teknologi di Puskesmas. Pada penelitian sebelumnya, banyak fasilitas kesehatan di Indonesia termasuk puskesmas yang menghadapi berbagai tantangan dalam mengadopsi teknologi, seperti kurangnya pelatihan SDM.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kesiapan integrasi e-Puskesmas dan SATUSEHAT di Puskesmas Kota Denpasar dengan metode TRI.Metode: Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan desain Cross-Sectional dan responden 108 pegawai 11 Puskesmas Kota Denpasar yang terlibat dalam integrasi. Variabel yang diteliti adalah Optimism, Innovativeness, Discomfort, dan Insecurity, menggunakan kuesioner skala Likert 1-5. Data dianalisis dengan skor TRI dalam 3 kategori dan disajikan dalam tabel.Hasil: Kesiapan integrasi e-Puskesmas dengan SATUSEHAT di 11 Puskesmas Kota Denpasar dinilai melalui empat komponen: Optimism (1,11), Innovativeness (0,79), Discomfort (0,59), dan Insecurity (0,88), dengan nilai total TRI sebesar 3,37.Kesimpulan: Kesiapan integrasi e-Puskesmas dengan SATUSEHAT di 11 Puskesmas Kota Denpasar didapatkan jumlah nilai TRI sebesar 3,37 yang artinya pegawai di Puskesmas Kota Denpasar memiliki nilai kesiapan yang sedang dalam mengadaptasi sebuah teknologi baru.
Evaluasi Penerapan Sistem Pencatatan dan Pelaporan Data Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular pada Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK) di Kota Denpasar dengan Metode PIECES Rismayuni, Ni Wayan Sita; Farmani, Putu Ika; Laksmini, Putu Ayu; Wirajaya, Made Karma Maha
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 11, No 2 (2023): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v11i2.514

Abstract

AbstractEvaluation is part of a management system that optimizes health information system performance. ASIK is a health information system from an application launched by the Indonesian Ministry of Health that is used to record data to report data on the early detection of non-communicable diseases. During the implementation of ASIK, problems were found, namely gaps between data in the system and data in the field, and the system experienced errors. The study aimed to evaluate the implementation of a data recording and reporting system for the early detection of non-communicable diseases in ASIK in Denpasar City using the PIECES method. This type of research is descriptive quantitative using total sampling with a total sample of 23 people consisting of 22 health center staff and one health service officer. The variables in this study are sociodemographic, performance, information, economic, control, efficiency, and service variables. Data collection was carried out by direct interviews using a questionnaire. This study's data analysis method was descriptive with an average calculation. The research on sociodemographic variables that dominate age 31-40 years (43.5%), female sex (73.9%), last education D3 (47.8%), working period> 10 years (47.8%) ), nurse position (39.1%), length of use ≥6 months (60.9%), history of training (65.2%), performance method (3.78) good category, information (3.85) good category, economic (3.84) good category, control (3.65) good category, efficiency (3.84) good category, and service (3.85) good category. It can be concluded that the assessment carried out by respondents shows that ASIK is evaluated.Keywords : evaluation, aplikasi sehat indonesiaku, non-communicable diseases, pieces AbstrakEvaluasi merupakan bagian dari sistem manajemen yang digunakan dalam meningkatkan kinerja sistem informasi kesehatan secara optimal. Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK) merupakan salah satu sistem informasi kesehatan berupa aplikasi yang diluncurkan oleh Kementerian Kesehatan RI yang digunakan untuk proses pencatatan data hingga pelaporan data deteksi dini penyakit tidak menular. Selama penerapan ASIK ditemukan permasalahan yaitu kesenjangan antara data di sistem dan data di lapangan serta sistem mengalami error. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi penerapan sistem pencatatan dan pelaporan data deteksi dini penyakit tidak menular pada ASIK di Kota Denpasar dengan metode PIECES. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 23 orang yang terdiri atas 22 orang petugas puskesmas dan 1 orang petugas dinas kesehatan. Variabel pada penelitian ini yaitu variabel sosiodemografi, performance, information, economic, control, efficiency, dan service.Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara secara langsung menggunakan kuesioner. Metode analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara deskriptif dengan perhitungan rata-rata. Hasil penelitian pada variabel sosiodemografi yang mendominasi yaitu umur 31-40 tahun (43,5 %), jenis kelamin perempuan (73,9 %), pendidikan terakhir D3 (47,8%), masa kerja >10 tahun (47,8%), jabatan perawat (39,1%), lama menggunakan ≥6 bulan (60,9%), riwayat pelatihan sudah (65,2%) dan metode PIECES   performance (3,78) kategori baik, information (3,85) kategori baik, economic (3,84) kategori baik, control (3,65) kategori baik, efficiency (3,84) kategori baik, dan service (3,85) kategori baik. Dapat disimpulkan untuk penilaian yang dilakukan responden menunjukkan bahwa ASIK yang dievaluasi menggunakan PIECES dapat dikategorikan baik dari semua aspek penilaian.Kata Kunci : evaluasi, aplikasi sehat indonesiaku, penyakit tidak menular, PECES