Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengembangan e-Module Flipbook Bermuatan Karakter Toleransi pada Pembelajaran IPA Materi Pewarisan Kelas IX Komang Candra Maharani; Nia Erlina; Bartelomeus Kristi Brahmantia Putra
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i2.4155

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan e-module IPA berbentuk flipbook bermuatan karakter toleransi pada materi pewarisan sifat kelas IX SMP serta mengetahui tingkat kevalidan dan kepraktisannya. Penelitian menggunakan model ADDIE yang dilaksanakan hanya sampai tahap development. Tahap analisis mencakup identifikasi kebutuhan guru dan peserta didik, kajian kurikulum, serta penelaahan terhadap nilai-nilai karakter toleransi. Tahap desain dilakukan dengan menyusun e-module sesuai struktur modul dan mengintegrasikan nilai toleransi dalam setiap bagian materi. Tahap pengembangan mencakup uji validitas kepada dua orang dosen Pendidikan IPA serta uji kepraktisan yang dilakukan oleh tiga guru IPA dan sepuluh peserta didik kelas IX. Hasil validasi menunjukkan kategori sangat valid dengan skor 1,00. Nilai tersebut menandakan bahwa e-module yang dikembangkan telah sesuai dari aspek media, isi dan bahasa. Selain itu, hasil uji kepraktisan memperoleh skor 74,7 oleh guru dan 43,6 oleh peserta didik yang keduanya berada pada kategori sangat praktis. Skor tersebut mengindikasikan e-module dapat digunakan oleh peserta didik dan guru dalam kegiatan pembelajaran dengan mudah. Sehingga, e-module berbentuk flipbook yang mengintegrasikan karakter toleransi dinyatakan sesuai untuk digunakan sebagai alternatif sumber belajar tambahan dalam pembelajaran IPA.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Mitigasi Bencana Tanah Longsor dan Budi Daya Pertanian Hortikultural Berteknologi Iot di Kawasan Geopark I Gede Adnyana; Ni Ketut Utami Nilawati; I Dewa Gede Aristana; Ida Bagus Putu Mardana; Gede Widayana; Nia Erlina; Gede Arya Amerta
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 14 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v14i2.103423

Abstract

Desa Terunyan merupakan desa Bali Aga di kawasan Geowisata Gunung Batur yang menghadapi permasalahan kekeringan dan kerentanan longsor. Program Kosabangsa 2024 diterapkan dengan pendekatan Participatory Action Learning System (PALS) melalui dua mitra utama: Kelompok Tani “Taru Menyan” pada bidang pertanian dan Sekaha Teruna-Teruni “Yowana Kerti” pada mitigasi bencana. Metode pendekatan pelaksanaan yang digunakan bagi kelompok mitra pertama yaitu PALS (Participatory Action Learning System) berdasarkan teori Mayoux disajikan. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan penguatan kelembagaan, dengan indikator keberhasilan setiap tahap terukur. Inovasi yang diterapkan meliputi pompa air 25 HP, sistem irigasi IoT, early warning system longsor, dan pengembangan wisata geopark. Hasilnya menunjukkan peningkatan produktivitas pertanian 25%, efisiensi air 35%, serta peningkatan kesiapsiagaan bencana. Program ini membentuk model smart eco-geopark village berbasis teknologi hijau dan kearifan lokal yang dapat direplikasi di desa rawan bencana lainnya. Implikasinya memperkuat arah riset dalam bidang pembangunan desa berbasis teknologi hijau (green technology) dan ketahanan iklim (climate resilience).
The Effect of Cloud Classroom (CCR) on Material Energy on Communication Skill and Learning Outcome Junior High School Iwan Wicaksono; Indrawati Indrawati; Nia Erlina; Della Presilia
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 10, No 3 (2022): OCTOBER 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v10i3.14216

Abstract

CCR is a virtual classroom that can be used for online learning and assessment. By learning to use CCR media can improve communication skills and learning outcomes. This study aims to examine the effect of using CCR on science material, especially energy, on communication skills and learning outcomes for seventh grade Junior High School students. This research is a quasi-experimental research with a post-test only control group design. The sample of this study was class VII B as the experimental class and class control class VII D. The research instrument used was a questionnaire sheet to measure communication skills and tests were used to measure learning outcomes. The data obtained were analyzed using statistical tests. The results of data analysis on communication skills were normally distributed, so that the independent sample t-test was continued to obtain a value that had a significant difference in the average score of the communication skills questionnaire of the experimental class and control class. Furthermore, the right-hand t-test was performed. The results of data analysis on learning outcomes were normally distributed so that the independent sample t-test continued to obtain a significant value for the average score of the student learning outcomes in the experimental class and the control class. Furthermore, the right-hand t-test was carried out. It can be concluded that CCR has an effect on communication skills and learning outcomes can be seen from the results of questionnaires, observations and the average score of learning outcomes.
ANALISIS GAYA BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VIII DALAM PEMBELAJARAN IPA PADA IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA Meriani Waruwu; Nia Erlina; Putu Hari Sudewa
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i3.14303

Abstract

The implementation of the Merdeka Curriculum requires learning that takes into account the diversity of students’ characteristics and needs, including their learning style preferences in science learning. This study aims to describe and explain the learning styles and factors influencing the learning styles of eighth-grade students in science subjects at SMP Negeri 4 Sukasada. This study employed a mixed-methods approach with a sequential explanatory design. The questionnaire respondents consisted of 119 students from classes VIII B, VIII C, VIII D, and VIII E, while interview informants were selected using purposive sampling. Data were collected through questionnaires, semi-structured interviews, and documentation studies, and were analyzed descriptively and using the Miles and Huberman interactive model. The results showed that students exhibited visual, auditory, and kinesthetic learning style tendencies, with visual learning styles accounting for 45.38%, auditory learning styles for 37.82%, and kinesthetic learning styles for 16.80%. The interview findings revealed differences in students’ characteristics in receiving and understanding learning information, while the factors influencing learning styles included physical, emotional, social, and environmental aspects. These findings highlight the importance of using information about students’ learning characteristics as one of the considerations in designing flexible and responsive science learning that accommodates student diversity in the implementation of the Merdeka Curriculum. ABSTRAK Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut pembelajaran yang memperhatikan keberagaman karakteristik dan kebutuhan peserta didik, termasuk kecenderungan gaya belajar dalam pembelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan gaya belajar serta faktor-faktor yang memengaruhi gaya belajar peserta didik kelas VIII pada mata pelajaran IPA di SMP Negeri 4 Sukasada. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran (mixed methods) dengan desain eksplanatori sekuensial (sequential explanatory design). Responden angket dalam penelitian ini terdiri atas 119 peserta didik kelas VIII B, VIII C, VIII D, dan VIII E, sedangkan informan wawancara dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik memiliki kecenderungan gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik dengan distribusi visual sebesar 45,38%, auditori 37,82%, dan kinestetik 16,80%. Hasil wawancara menunjukkan adanya perbedaan karakteristik peserta didik dalam menerima dan memahami informasi pembelajaran, sedangkan faktor yang memengaruhi gaya belajar meliputi aspek fisik, emosional, sosial, dan lingkungan. Temuan ini menunjukkan pentingnya pemanfaatan informasi mengenai karakteristik belajar sebagai salah satu pertimbangan dalam merancang pembelajaran IPA yang fleksibel dan responsif terhadap keberagaman peserta didik dalam implementasi Kurikulum Merdeka.
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN IPA PADA KURIKULUM MERDEKA: TANTANGAN DAN STRATEGI ADAPTASI GURU (STUDI KASUS DI SMP NEGERI 4 SUKASADA) Juwidarlian Gulo; Ni Made Pujani; Nia Erlina
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i3.14304

Abstract

The use of digital technology in science learning is increasingly important in supporting interactive learning that aligns with the demands of the Kurikulum Merdeka. This study aims to analyze the implementation of digital technology in science learning under the Kurikulum Merdeka at SMP Negeri 4 Sukasada, to identify the challenges faced by teachers, and to examine the adaptation strategies employed in integrating digital technology into the learning process. This study employed a qualitative approach with a case study design. The subjects consisted of 2 science teachers and 30 eighth-grade students. Data collection techniques included in-depth interviews, observation, and documentation study. Data were analyzed using the Miles and Huberman model, comprising data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that teachers have utilized various digital tools such as PowerPoint, Canva, Quizizz, Kahoot, Google Forms, instructional videos, and other digital platforms in science instruction. The use of digital technology effectively enhances students' learning motivation, engagement, and comprehension. However, the implementation still encounters several challenges, including disparities in students' digital literacy skills, limitations in selecting appropriate media, and internet network constraints. To overcome these challenges, teachers applied adaptation strategies such as utilizing simpler media, collaborating with peers, and conducting digital-based evaluations. Overall, the implementation of digital technology in science learning delivers a positive impact, although further improvements in infrastructure support and teacher competence are still required to ensure optimal technology integration. This study contributes by identifying teachers' adaptation strategies in addressing the obstacles of digital technology integration in junior high school science learning within the implementation of the Kurikulum Merdeka. ABSTRAK Pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran IPA semakin penting dalam mendukung pembelajaran yang interaktif dan sesuai dengan tuntutan Kurikulum Merdeka.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi teknologi digital dalam pembelajaran IPA dengan Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 4 Sukasada, mengetahui tantangan yang dihadapi guru, serta strategi adaptasi yang dilakukan dalam mengintegrasikan teknologi digital pada proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas 2 guru IPA dan 30 siswa kelas VIII. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah memanfaatkan berbagai teknologi digital seperti PowerPoint, Canva, Quizizz, Kahoot, Google Form, video pembelajaran, dan platform digital lainnya dalam proses pembelajaran IPA. Pemanfaatan teknologi digital memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan memperoleh respons positif dari siswa, terutama dalam mendukung motivasi, keterlibatan, dan kemudahan siswa dalam memahami materi pembelajaran. Namun, implementasi teknologi digital masih menghadapi beberapa tantangan, seperti perbedaan kemampuan literasi digital siswa, keterbatasan dalam memilih media yang sesuai, serta kendala jaringan internet. Untuk mengatasi tantangan tersebut, guru menerapkan berbagai strategi adaptasi seperti penggunaan media yang sederhana, berdiskusi dengan rekan sejawat, dan evaluasi berbasis digital. Berdasarkan hasil penelitian, implementasi teknologi digital dalam pembelajaran IPA memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran, meskipun masih diperlukan peningkatan dukungan infrastruktur dan kompetensi guru agar integrasi teknologi dapat berjalan lebih optimal. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa identifikasi strategi adaptasi guru dalam mengatasi kendala integrasi teknologi digital pada pembelajaran IPA di tingkat SMP dalam implementasi Kurikulum Merdeka.