Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pengemasan Manisan Kolang-Kaling Basah (Arenga pinnata L.) dengan Bahan Kemas Plastik dan Botol Kaca pada Penyimpanan Suhu Ruang Novi Safriani; Melly Novita; Ismail Sulaiman; Wenny Ratino
Rona Teknik Pertanian Vol 7, No 1 (2014): Volume 7, No. 1, April 2014
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v7i1.2644

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis kemasan terbaik yang dapat mempertahankan mutu manisan kolang-kaling (Arenga pinnata L.) basah selama penyimpanan pada suhu ruang.  Pada penelitian ini telah dikaji pengaruh jenis kemasan (plastik polipropilen (PP), botol plastik polipropilen (PP), dan botol kaca) dan lama penyimpanan (0, 5, 10, dan 15 hari) terhadap mutu manisan kolang-kaling basah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manisan kolang-kaling basah dengan mutu terbaik berdasarkan uji organoleptik dan kimia diperoleh dari kombinasi perlakuan manisan kolang-kaling basah yang dikemas menggunakan botol kaca dan lama penyimpanan 5 hari pada suhu ruang dengan karakteristik sebagai berikut: kadar air 35,75%, kadar gula 50,56 mg/L, kadar total asam 0,16%, nilai pH 4,40, total mikroba 0,34 CFU/ml, nilai organoleptik warna 3,83; aroma 3,90; dan tekstur 3,87. Wet ‘Kolang-Kaling’ Sweets (Arenga pinnata L.) Packaging Using Plastic Material and Glass Jar in Room Temperature Storage Abstract. The aim of this study was to determine the best type of packaging to maintain the quality of wet “kolang-kaling”(Arenga pinnata L.) sweets during storage at the room temperature. The effects of the type of packaging (polypropylene plastic (PP), polypropylene plastic cup (PP),and  glass jar (jam jar)), and storage duration (0, 5, 10, and 15 days) on the quality of the wet “kolang-kaling” sweets were investigated.The results showed that the best quality of the wet “kolang-kaling” sweets based on the organoleptic and chemical analysis obtained from the  wet “kolang-kaling” sweets were packed by using glass jars, and storage of 5 days at room temperature with the following characteristics: water content of 35,75%, sugar content of 50,56 mg/L, total acid content of 0,16%, pH value of 4,40, the total microbial of 0,34 CFU/ml. The organoleptic value of the best treatment: color of 3,83; flavor of 3,90; texture of 3,87.
Identifikasi terhadap preferensi ikan kayu terhadap kesukaan dan profil tekstur ikan kayu pada masyarakat Aceh Barat Sulaiman, Ismail; Irawan, Risnadi; Kamal, Mustafa; Ayunda, Hanif Muchdatul; Harmen, Hamdi; Idram, Irwansyah; Herlina, Eva
Marine Kreatif Vol 8, No 1 (2024): Marine Kreatif
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/mk.v8i1.9308

Abstract

Aceh Barat merupakan salah satu kabupaten yang terletak di pinggir laut bagian Selatan Aceh, dengan posisinya yang menjadikan Aceh Barat bagian dari masyarakat nelayan. Garis pantai yang membentang panjang menjadikan laut sebagai tempat pencaharian masyarakat sebagai nelayan. Para nelayan yang melaut terkadang mendapatkan hasil tangkapan yang banyak dan terkadang hasil yang sedikit tergantung dari cuaca alam. Pemberdayaan masyarakat melalui pembuatan ikan kayu atau olahan ikan menjadi ikan yang dikeringkan dan diolah menjadi diversifikasi makanan baru yang dikenal dengan ikan kayu oleh masyarakat Aceh. Namun proses pengolahan yang dilakukan dengan berbagai metode bahkan tingkat kesukaan konsumen juga berbeda beda. Pada pengabdian ini dilakukan identifikasi terhadap prefensi ikan kayu terhadap masyarakat khusus daerah Aceh Barat. Sampel yang digunakan sebanyak 96 responden yang berada di Meulaboh-Aceh Barat dan yang mengkonsumsi ikan kayu. Hasil dari pengabdian ini dari responden dengan umur 18 s.d 60 tahun dengan berbagai profesi. Hasil responden menunjukan 80% masyarakat Aceh Barat mengenal Ikan Kayu atau dikenal dengan ikan keumamah. 65 % masyarakat pernah makan ikan kayu, namun 32% ikan kayu bukan makanan yang utama.
IDENTIFICATION OF LOCAL MICROORGANISM (MOL) BIO ACTIVATOR VARIATION AS BOKASI MATERIAL Fadhil, M.; Irfan; Sulaiman, Ismail
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia Vol 26 No 2 (2024)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jipi.26.2.123-127

Abstract

[IDENTIFICATION OF LOCAL MICROORGANISM (MOL) BIOACIVATOR VARIATIONS  AS BOKASHI MATERIAL]. Waste management is a significant problem today, particularly concerning waste generated from the processing of various products or foods. Utilizing waste serves as an essential solution to create a better and greener environment, thus providing an important breakthrough for communities and their surroundings. One of the processes for producing bokashi from food waste requires microorganisms to accelerate the waste transformation into bokashi. One such material for this process is the local microorganism (MOL) bioactivator, though MOL usage can be modified with additives like sugar to enhance the bioactivator’s effectiveness beyond that of standard MOL found in the community. This study aims to evaluate the effectiveness of MOL and EM-4 in bokashi production and their impact on soil fertility and plant productivity by identifying the population of local microorganisms with additional waste materials to improve the bioactivator’s efficiency in the bokashi production process. The study investigates bioactivator preparation, divided into four treatment groups: (M1) MOL (papaya and banana), (M2) enriched MOL (papaya, banana, and rice), (M3) a commercial bioactivator (EM-4), and (M4) a commercial bioactivator with added sugar (activated EM-4). Results after a 7-day fermentation period indicate Total Plate Count (TPC) values of M1 = 13.09 Log CFU/mL, M2 = 10.45 Log CFU/mL, M3 = 9.24 Log CFU/mL, and M4 = 10.69 Log CFU/mL. The pH values were similar across treatments and did not vary significantly (M1 = 4.09; M2 = 4.10; M3 = 3.95; and M4 = 3.91).    
PENGUATAN PENGELOLAAN RUMPON IJUK UNTUK PENGENDALIAN INFLASI KOMODITAS PERIKANAN DI KABUPATEN ACEH BARAT Hafinuddin, Hafinuddin; Rizal, Muhammad; Sulaiman, Ismail; Khairi, Ikhsanul; Mursyidin, Mursyidin; Yusfiandayani, Roza; Iqbal Irfany, Mohammad; Muthohharoh, Marhamah; Fuadi, Afdhal; Bahri, Samsul; Al Misbah, Iyan; Karim, Abdul
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i2.768-776

Abstract

Perikanan tangkap menjadi komoditi industri laut yang saat ini masih didominasi di seluruh nusantara. Bahkan, indonesia menjadi salah satu negara eksportir perikanan pelagis dan demersal di dunia. Aceh memiliki potensi perikanan tangkap yang besar yang mampu memproduksi perikanan tangkap mencapai 230 ribu ton per tahunnya. Namun pengelolaan perikanan tangkap di Aceh masih sangat rendah sehingga produksi perikanan tangkap umumnya hanya didominasi oleh beberapa nelayan besar saja. Pelaksanaan kegiatan penguatan pengelolaan rumpon ijuk untuk pengendalian inflasi komoditas perikanan di Kabupaten Aceh Barat dilakukan dengan tujuan: 1) Sosialisasi program kepada multi stakeholders; 2) Menyelaraskan persepsi dan sinkronisasi program terkait dengan multi stakeholders; 3) Kesepakatan berbagai pihak terkait dalam pengelolaan rumpon ijuk; dan 4) Terbentuknya aturan pengelolaan rumpon ijuk berbasis komunal melalui lembaga adat laot di Kabupaten Aceh Barat. Kegiatan dilakukan pada empat lokasi Lhok Panglima Laot yang berbeda meliputi Lhok Meureubo, Lhok Padang Seurahet, Lhok Suak Seumaseh dan Lhok Bubon. Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi Kegiatan Pra Kick Off, Kegiatan Capacity Building Untuk Nelayan Penerima Program, FGD Pengelolaan Rumpon Di Lhok Meureubo, FGD Pengelolaan Rumpon Di Lhok Padang Seurahet, Lhok Bubon, dan Lhok Suak Seumaseh, Pembuatan Draft Qanun Pengelolaan Rumpon Secara Komunal Berbasis Lembaga Adat Laot, FGD Pengelolaan Rumpon Di Kabupaten Aceh Barat, FGD Pengelolaan Rumpon Ijuk Di Kabupaten Aceh Barat: Sinergi Qanun Rumpon Dan Keterlibatan Berbagai Stakeholders Perikanan Tangkap, High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Dan Tim Percepatan Dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Pemasangan Rumpon Ijuk Di Perairan Lhok Meureubo, Lhok Padang Seurahet, Lhok Suak Seumaseh dan Lhok Bubon. Berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan terhadap nelayan. dapat disimpulkan bahwa penguatan dan pengelolaan kelompok nelayan dapat dilakukan secara sistematis.
PENGARUH PROPORSI LIMBAH DAUN DAN JENIS MOL TERHADAP MUTU BOKASI Irfan Irfan; Dewi Yunita; Ismail Sulaiman; Muhammad Ikhsan Sulaiman; Fathur Rizky Maulana
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia Vol 24 No 1 (2022)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jipi.24.1.32-38

Abstract

[EFFECT OF LEAF WASTE PROPORTION AND TYPES OF LOCAL MIKROORGANISM ON THE QUALITY OF BOKASHI]. The purpose of this study was to get a combination of the treatment of the leaf waste proportion and local microorganism (MOL) type to the quality of bokashi. The use of specific MOL as a bioactivator is expected to produce a good bokashi. The production of bokashi was conducted at the Garbage Collection Center of Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia. The experimental design was a completely randomized design (CRD) with 2 factors including the proportion of leaves (D) and the type of MOL (M). The first factor consisted of two levels (50% and 70% leaf) and the second factor consisted of 4 levels (rice MOL, soil MOL, bokashi MOL, and leaf waste MOL). The quality of bokashi was measured based on the total cell counts of microbes, pH, C/N ratio, descriptive test (texture, aroma, and colour), and plant growth tests on corn. The results showed that all bokashi have complied with SNI 19-7030- 2004. The best bokasi was obtained from the combination between 50% leaf waste proportion and MOL type of rice. This bokashi had a total microbes of 4.1 x 108 CFU/g, pH value of 7.4, C/N ratio of 10.2, with organoleptic characteristics of loose texture and slightly moisture, slightly soil-scented, blackish color and the hight of test plant of 61 cm. The main advantage of this bokashi compared to others was in the highest number of microbes total and the best texture.
Characterisation of Phytochemical Content of Seagrass Ethanol Extract Using Gas Chromatography Mass Specrometry (GC-MS) Wahyuni, Sri; Hasanah, Uswatun; Sulaiman, Ismail; Munandar, Munandar; Rizal, Muhammad
Jurnal Perikanan Terpadu Vol 5, No 2 (2024): Jurnal Perikanan Terpadu Volume 5 Nomor 2
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpterpadu.v5i2.12394

Abstract

Research on the bioactive potential of marine biological resources is increasingly growing, especially in marine plants such as seagrasses that produce secondary metabolites. This study aims to characterize the phytochemical content of the ethanol extract of Thalassia hemprichii seagrass from Lhok Timon beach, Aceh Jaya, using the Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) method. The main issue addressed is the lack of quantitative data on the phytochemical composition of this seagrass, particularly secondary metabolites. Extraction was conducted using the maceration method with 96% ethanol, followed by GC-MS analysis to identify bioactive compounds. The analysis results revealed 38 compounds, with D-Fructose, diethyl mercaptal, pentaacetate as the dominant one, displaying potential biological activities such as antimicrobial, antioxidant, anti-inflammatory, and antifungal properties. Other significant compounds include fatty acids and phenols that support antioxidant activity. The discussion emphasizes the potential development of these compounds for pharmaceutical and industrial applications, given their bioactive properties. In conclusion, T. hemprichii seagrass contains promising phytochemicals for further development as bioactive agents in the health sector
PENGEMBANGAN DAN HILIRISASI PRODUK HASIL PERIKANAN MELALUI BIMTEK BUDIDAYA AIR TAWAR DI NAGAN RAYA Sulaiman, Ismail; Khairi, Ikhsanul; ., Syafruddin; Harmen, Hamdi; ., Ibrahim
JURNAL PENGABDIAN MAHAKARYA MASYARAKAT INDONESIA Vol 3, No 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN MAHAKARYA MASYARAKAT INDONESIA
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/pemasi.v3i1.48094

Abstract

Program bimbingan teknis (bimtek) budidaya ikan air tawar yang dilakukan di Nagan Raya merupakan salah satu program Dinas Perikanan dan Kelautan di Daerah tersebut yang bertujuan untuk mendapatkan langkah strategis terhadap kualitas dan kuantitas produksi perikanan di daerah Barat Selatan, serta pemberdayaan masyarakat lokal untuk pengembangan tingkat perekonomian masyarakat setempat. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara perguruan tinggi dan universitas melalui bimtek Hilirisasi Produk Hasil Perikanan. Kegiatan ini bertujuan untuk menghilirisasi produk perikanan, serta meningkatkan pendapatan para pembudidaya ikan di lokasi tersebut. Nagan raya memiliki potensi air tawar yang sangat besar, hal ini terlihat dengan banyaknya sungai, danau dan waduk yang diberdayakan oleh masyarakat untuk pembudidayaan ikan. Program pelatihan kepada masyarakat terutama kepada para pembudidaya ikan tentang berbagai teknik budidaya ikan air tawar yang modern dan efisien. Selain bimtek, program ini juga memberikan pendampingan kepada para pembudidaya ikan dalam mengolah hasil tangkapan menjadi nilai tambah. Program ini diharapkan dapat membantu meningkatkan nilai jual produk perikanan dan membuka peluang pasar yang lebih luas, baik digital maupun konvensional
Application of anthocyanin extract from butterfly pea flower (Clitoria ternatea) as a freshness indicator : Aplikasi ekstrak antosianin bunga telang (Clitoria ternatea) sebagai indikator kesegaran Assyifa, Cut Fatima; Franella, Intan Ade; Halqiah, Fanny; Sulaiman, Ismail; Yunita, Dewi
JITIPARI Vol 10 No 2 (2025): JITIPARI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/jitipari.v10i2.11078

Abstract

Chicken and processed products like dimsum are susceptible to rapid spoilage due to their high water and nutrient content. This makes it difficult for consumers to directly assess a packaged product's freshness. To address this, a novel smart packaging solution using a biodegradable film infused with anthocyanin extract from butterfly pea flowers (Clitoria ternatea) as a visual freshness indicator was developed. The primary objective of this research was to evaluate the effect of three different anthocyanin concentrations (3%, 5%, and 7%) on the film's physical properties and its ability to change color in response to spoilage over a three-day storage period. The research results showed that the film with a 7% anthocyanin concentration had the best physical properties, with a thickness of 0.092 mm, a tensile strength of 8.66 MPa, 14.99% elongation, 62.59% water resistance, and 100% biodegradation. The anthocyanins successfully changed color in response to the freshness level of both chicken meat and dimsum throughout the storage period.
PENGUATAN PENGELOLAAN RUMPON IJUK UNTUK PENGENDALIAN INFLASI KOMODITAS PERIKANAN DI KABUPATEN ACEH BARAT Hafinuddin, Hafinuddin; Rizal, Muhammad; Sulaiman, Ismail; Khairi, Ikhsanul; Mursyidin, Mursyidin; Yusfiandayani, Roza; Iqbal Irfany, Mohammad; Muthohharoh, Marhamah; Fuadi, Afdhal; Bahri, Samsul; Al Misbah, Iyan; Karim, Abdul
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i2.768-776

Abstract

Perikanan tangkap menjadi komoditi industri laut yang saat ini masih didominasi di seluruh nusantara. Bahkan, indonesia menjadi salah satu negara eksportir perikanan pelagis dan demersal di dunia. Aceh memiliki potensi perikanan tangkap yang besar yang mampu memproduksi perikanan tangkap mencapai 230 ribu ton per tahunnya. Namun pengelolaan perikanan tangkap di Aceh masih sangat rendah sehingga produksi perikanan tangkap umumnya hanya didominasi oleh beberapa nelayan besar saja. Pelaksanaan kegiatan penguatan pengelolaan rumpon ijuk untuk pengendalian inflasi komoditas perikanan di Kabupaten Aceh Barat dilakukan dengan tujuan: 1) Sosialisasi program kepada multi stakeholders; 2) Menyelaraskan persepsi dan sinkronisasi program terkait dengan multi stakeholders; 3) Kesepakatan berbagai pihak terkait dalam pengelolaan rumpon ijuk; dan 4) Terbentuknya aturan pengelolaan rumpon ijuk berbasis komunal melalui lembaga adat laot di Kabupaten Aceh Barat. Kegiatan dilakukan pada empat lokasi Lhok Panglima Laot yang berbeda meliputi Lhok Meureubo, Lhok Padang Seurahet, Lhok Suak Seumaseh dan Lhok Bubon. Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi Kegiatan Pra Kick Off, Kegiatan Capacity Building Untuk Nelayan Penerima Program, FGD Pengelolaan Rumpon Di Lhok Meureubo, FGD Pengelolaan Rumpon Di Lhok Padang Seurahet, Lhok Bubon, dan Lhok Suak Seumaseh, Pembuatan Draft Qanun Pengelolaan Rumpon Secara Komunal Berbasis Lembaga Adat Laot, FGD Pengelolaan Rumpon Di Kabupaten Aceh Barat, FGD Pengelolaan Rumpon Ijuk Di Kabupaten Aceh Barat: Sinergi Qanun Rumpon Dan Keterlibatan Berbagai Stakeholders Perikanan Tangkap, High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Dan Tim Percepatan Dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Pemasangan Rumpon Ijuk Di Perairan Lhok Meureubo, Lhok Padang Seurahet, Lhok Suak Seumaseh dan Lhok Bubon. Berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan terhadap nelayan. dapat disimpulkan bahwa penguatan dan pengelolaan kelompok nelayan dapat dilakukan secara sistematis.
Pengolahan Nugget Ayam dan Penerimaannya Melalui Uji Organoleptik di Desa Krueng Lam Kareung Kecamatan Indrapuri Aceh Besar Hayati, Rita; Mayani, Nanda; Husna, Rika; Sulaiman, Ismail
JURNAL PENGABDIAN MAHAKARYA MASYARAKAT INDONESIA Vol 1, No 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN MAHAKARYA MASYARAKAT INDONESIA
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/pemasi.v1i1.30198

Abstract

Nugget banyak diminati oleh masyarakat karena dinilai praktis dan mempunyai nilai gizi yang cukup tinggi. Minat yang tinggi menyebabkan tingginya konsumsi nugget. Konsumsi makanan dipengaruhi oleh kebiasaan makan, perilaku makan, dan keadaan ekonomi. Mutu produk makanan seperti nugget ayam sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain rasa, warna, tekstur, nilai gizi, dan mikrobiologisnya. Warna merupakan faktor pertama penentu mutu nugget ayam secara visual yang memegang peranan penting terhadap penerimaan konsumen, hal ini disebabkan karena warna merupakan salah satu karakteristik organoleptik yang paling mudah terdeteksi oleh konsumen dibandingkan dengan karakteristik organoleptik lainnya seperti aroma dan tekstur. Kegiatan Pengabdian ini bertujuan untuk pengolahan nugget ayam dan penerimaannya melalui uji organoleptik Di Desa Krueng Lam Kareung Kecamatan Indrapuri Aceh Besar.Hasil kegiatan pengabdian adalah 1. Nugget ayam yang memiliki kualitas baik dari segi penampilan, warna, tekstur dan rasa sehingga mempengaruhi penampilan dari produk-produk olahan, 2. Menghasilkan diversifikasi makanan berbasis ayam, 3.Menjadikan produk olahan pangan dan dapat menjadi salah satu alternatif yang dikaitkan dengan kesehatan, 4.Meningkatnya antusiasme para pengolah bahan makanan dan kelompok ibu-ibu PKK serta masyarakat untuk meneruskan kegiatan ini setelah pengabdian masyarakat berakhir, 5.Meningkatnya wawasan para kelompok pengolah makanan dan kelompok ibu-ibu bahwa kegiatan ini dapat menjadi alternatif sumber pendapatan keluarga, 6. Menghasilkan produk-produk lainnya yang berbasis olahan daging ayam, 7. Produk pangan berbasis ayam ini yang dihasilkan dapat menginspirasi para produsen untuk menciptakan produk baru yang sebelumnya belum dikenal.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Karim Achmad Dairobbi Afdhal Fuadi Al Misbah, Iyan Anshar Patria Anshar Patria Assyifa, Cut Fatima B Tou, Fathia Arami Bakhtiar Bakhtiar Cut Fanny Maudhy Dedi Fahrozi Dewi Ermaya Dewi Yunita Dewi Yunita Diebra Puja Pramestie Elva Suhendra Eti Indarti Eti Indarti Eva Herlina Eva Murlida Fadhil, M. Farid Mulana Fathur Rizky Maulana Fauzi Redha Franella, Intan Ade Hafinuddin Hafinuddin Halqiah, Fanny Hamdi Harmen Hamdi Harmen Hanif Muchdatul Ayunda Heru Prono Widayat Hesti Meilina Husna, Rika Ibrahim . Idram, Irwansyah Ikhsanul Khairi Iqbal Irfany, Mohammad Irawan, Risnadi Irfan Irfan Irfan Irfan Irfan Irfan Irfan Irfan Jirnawati, Jirnawati M Dani Supardan, M Dani M Rizki Arifandy Saragih M. Odit Werdana Martunis - Maya Maulida Zamda Melly Novita MMSI Irfan ,S. Kom Muhammad Ichsan Muhammad Ikhsan Sulaiman MUHAMMAD RIZAL Munandar Munandar Murna Muzaifa Murna Muzaifa Mursyidin Mursyidin Mustafa Kamal Muthohharoh, Marhamah Nanda Mayani Nelly Jessica Sihaloho Novi Safriani Novi Safriani Novia Mehra Erfiza Noviasari, Santi Permata Salsa Assyifa Putri Wulandari Rafiqah Rafiqah Rasdiansyah Rasdiansyah Rasdiansyah Rasdiansyah Rio Junaidy Rita Hayati Roza Yusfiandayani Ryan Moulana Saifullah Samin Samsul Bahri Santi Noviasari Sri Wahyuni Susi Chairani Syafruddin . Syafruddin Syafruddin Syarifah Rohaya Syarifah Rohaya Syarifah Rohaya Trisma Rezeki Ulul Azmi Uswatun Hasanah Virna Muhardina, Virna Wahyu Afdillah Wawan Muliawan Wenny Ratino Yanti Meldasari Lubis Yuliani Aisyah Yusriana Yusriana Zaidiyah Zaidiyah Zalniati Fonna Rozali