Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Media Interaktif Radio pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 1 Kedungwaru Tulungagung Neneng Secahyanti; Latif Syaipudin; Kholid Tohiri
Jurnal Ilmiah Pengayaan Pembelajaran dan Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka In Collaboration PT Birendra Research and Survey

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/jippp.v1i1.6

Abstract

Radio menjadi salah satu media massa yang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu pilihan dalam pembelajaran jarak jauh. Konsep pembelajaran jarak jauh ini, pada dasarnya mengacu pada konsep e-learning yang dilaksanakan di SMPN 1 Kedungwaru. Konsep pembelajaran yang dilaksanakan merupakan salah satu bentuk inovasi pembelajaran dengan harapann kegiatan pembelajaran terus berlangsung, dengan hasil yang memuaskan. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk menganalisis efektivitas media massa radio dalam pembelajaran jarak jauh. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenalogi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan pengecekan keabsahan data dengan menggunakan teori Miles dan Hubberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas media massa radio dalam pembelajaran jarak jauh sangat membantu proses pembelajaran yang dilaksanakan. Dengan pemanfaatan media pendukung radio, hal ini tetap menjadikan efisiensi dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan. Pihak SMPN 1 Kedungwaru juga mengaku, dengan pemanfaatan media massa radio ini menjadi salah satu solusi atas harus dilaksanakan kegiatan pembalajaran secara rutin. Dengan dorongan media massa radio ini kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan dapat berlangsung dengan rutin.
Pemanfaatan Media Sosial Bagi Pelajar (Studi Literatur Pengguna TikTok) Idah Nurfajriya Awwalin; Latif Syaipudin
Jurnal Ilmiah Pengayaan Pembelajaran dan Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka In Collaboration PT Birendra Research and Survey

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/jippp.v2i1.11

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pemanfaatan media sosial TikTok serta menganalisis dampaknya terhadap aktivitas belajar dan perilaku pelajar. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelajar menggunakan TikTok sebagai media ekspresi diri, hiburan, dan sarana edukatif. Namun, penggunaan yang tidak terkontrol dapat mempengaruhi fokus belajar dan perilaku sosial. Diperlukan bimbingan dari guru dan orang tua untuk mengarahkan pemanfaatan TikTok secara positif dan mendukung pembentukan karakter siswa.
Berijtihad dan Spirit Islam di Kampus Babarsari Fikri Aqilah Syarif; Mochammad Sinung Restendy; Adin Novitasari; Latif Syaipudin
Jurnal Ilmiah Pengayaan Pembelajaran dan Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka In Collaboration PT Birendra Research and Survey

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/jippp.v2i2.17

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi konsep ijtihad dan spirit Islam dalam menjawab tantangan modernitas di lingkungan akademik, khususnya di Kampus Babarsari UPN "Veteran" Yogyakarta. Masalah utama yang diangkat adalah bagaimana nilai-nilai dasar Islam yang bersifat tetap dapat beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan esensinya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi partisipatif dan studi literatur yang menelaah pemikiran tokoh hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ijtihad berfungsi sebagai metode adaptasi teknologi dan sosial, seperti dalam penggunaan platform digital untuk pembelajaran dan respons terhadap kesetaraan gender. Sementara itu, spirit Islam termanifestasi dalam praktik disiplin ibadah dan manajemen diri mahasiswa.
Kontradiksi Pendidikan Dasar di Era Digital dan Periode 1990-an Latif Syaipudin; Idah Nurfajriya Awwalin
Jurnal Ilmiah Pengayaan Pembelajaran dan Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka In Collaboration PT Birendra Research and Survey

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/jippp.v2i2.22

Abstract

Dunia pendidikan dasar mengalami transformasi paradigma yang radikal, beralih dari metode konvensional berbasis cetak pada periode 1990-an menuju ekosistem digital yang serba instan di masa kini. Perubahan ini menciptakan kontradiksi dalam metodologi, interaksi sosial, hingga ketahanan mental siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pergeseran paradigma pendidikan dasar dan mengeksplorasi peran agama serta moralitas sebagai navigasi etis (kompas moral) bagi siswa dan guru di tengah arus globalisasi dan digitalisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Jenis penelitian adalah studi pustaka (library research) dengan teknik analisis isi (content analysis) terhadap literatur sejarah pendidikan, psikologi perkembangan, dan dampak teknologi terhadap spiritualitas. Temuan penelitian menunjukkan bahwa era 1990-an unggul dalam membangun ketahanan mental dan kedalaman konsentrasi melalui keterbatasan akses, sementara era digital unggul dalam efisiensi informasi namun berisiko pada penurunan rentang perhatian (attention span). Transformasi peran guru dari otoritas tunggal menjadi fasilitator menuntut profesionalisme yang menggabungkan literasi IT dengan integritas moral. Tantangan utama era digital adalah "jihad" melawan distraksi algoritma, di mana nilai kejujuran (shidq) menjadi instrumen penting dalam menjaga kualitas karakter. Harmonisasi antara efisiensi teknologi digital dan nilai-nilai ketekunan tradisional merupakan kunci pendidikan dasar masa depan. Agama berfungsi sebagai kompas moral yang menjaga identitas spiritual siswa agar tetap kokoh secara integritas di tengah kebisingan arus informasi global.