Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

PERTUMBUHAN DAN HASIL SELADA PADA MEDIA ARANG SEKAM DENGAN SISTEM HIDROPONIK Wahyuni, Sri; Sulistyowati, Henny; Nurjani, Nurjani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 6 No. 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i2.19444

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi bio urine sapi terbaik bagi pertumbuhan dan hasil selada pada media arang sekam dengan sistem hidroponik. Penelitian ini dilaksanakan pada 12 April 2016 sampai 1 Juni 2016 di desa Sungai Purun Besar, Kecamatan Segedong, Kabupaten Mempawah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu pemberian bio urine dengan konsentrasi 10 ml/l , 20 ml/l, 30 ml/l, 40 ml/l, dan 50 ml/l. Variabel yang diamati dalam penelitian meliputi jumlah daun, luas daun, volume akar, berat segar tanaman dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bio urine dengan berbagai konsentrasi memberikan pengaruh tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan.
PENGARUH ABU KULIT DURIAN DAN PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS PADA TANAH GAMBUT saifuddin, Saifuddin; Sulistyowati, Henny; Gusmayanti, Evi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 6 No. 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i2.19474

Abstract

The research is aimed to determine the effect of ash and cow manure on growth and yield of sweet corn cultivated on peat soil. Ash applied in this study was prepared from durian shell. The research was held at Sungai Kakap, one of durian producer area in Kubu Raya District, West Kalimantan. The experiment is arranged according to factorial randomize block design with two factors, i.e., dosage of ash (Factor A) and dosage of cow manure (Factor B). Factor A consists of three levels is, a1 (30 ton/ha equivalent to 8,07 kg/plot), a2 (41 ton/ha equivalent to 11,21 kg/plot), a3 (47 ton/ha equivalent to 14,35 kg/plot) and factor B also consists of b1 (10 kg/ha equivalent to 5kg/plot), b2 (20 kg/ha equivalent to 10 kg/plot), b3 (30 kg/ha equivalent to 15 kg/plot). Every treatments is replicated 4 times, and each of this experimental unit has three sample crops. The results showed that interaction of factor A and factor B has not significantly affected growth and yield of sweet corn. The main effect of Factor B has been identified statistically significant. Among the levels of Factor B, application of 10 kg cow manure per plot (equivalent to 20 ton/ha) is considered as the best dosage in this study.
PENGARUH FREKUENSI PEMBERIAN AIR KELAPA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT PONDIKA, KIKI; SULISTYOWATI, HENNY; SURACHMAN, SURACHMAN
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 7 No. 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.24005

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu tanaman rempah unggulan. Usaha budidaya bawang merah saat ini diarahkan menggunakan input berupa bahan organik. Air kelapa sebagai pupuk organik cair yang mengandung mineral, vitamin dan zat pengatur tumbuh merupakan sumber hara yang potensial dimanfaatkan dalam pengembangan budidaya bawang merah secara organik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan frekuensi air kelapa yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak selama 3 bulan, mulai 13 Agustus sampai dengan 11 Oktober 2017. Penelitian ini menggunakan pola rancangan acak lengkap (RAL), terdiri dari 6 perlakuan frekuensi pemberian air kelapa yang berbeda, masing "“ masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali dan setiap satuan percobaan terdiri dari 3 sampel. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi per rumpun, berat segar umbi per rumpun, berat kering angin umbi per rumpun, berat kering angin per umbi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan tanaman bawang merah dengan pemberian air kelapa menunjukkan hasil yang baik, namun frekuensi pemberian air kelapa berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter pengamatan.Kata kunci : Air kelapa, bawang merah, tanah gambut
THE EFFECT OF SLUDGE ON GROWTH AND YIELD OF PLANT EGGPLANT ON ALLUVIAL SOIL PAULUS, SITO; Sulistyowati, Henny; Mulyadi, Ahmad
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 7 No. 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.25356

Abstract

This research aims to obtain the best dose of sludge on the growth and yield of plant eggplant in alluvial soil. The research was conducted at Parit Haji Husin 1 street, Sejahtera narrow street, Bangka Belitung Laut Village, Pontianak Southeastern District, Pontianak City for about 4 months starting from March 18th until July 7th, 2017. The design used in this research was Completely Randomized Design consisting of five treatment dose of sludge, four replicates, and four sample plant. The treatment in mean here is 180 g sludge/polybag, 540 g sludge/polybag, 900 g sludge/polybag, 1.260 g sludge/polybag, and 1.650 g sludge/polybag. The variables observed in this research is height plant, volume roots, weight dry plant, amount of fruit plant, weight fruit per plant, weight per fruit, length fruit, and diameter of fruit. The research results show that sludge influential real to height plant, weight dry plant, and length fruit, and influential not real to volume roots, amount of fruit plant, weight fruit per plant, weight per fruit, and diameter of fruit. Based on the result of the research it can be concluded that the giving of sludge with dose of 900 g/polybag or equal to 25 ton/ha is an dose effective for the growth and yield of plant eggplant in alluvial soil.
PENINGKATAN VIABILITAS BENIH PADI LOKAL MENGGUNAKAN polyethylene glycol Bismindar, Bismindar; Sulistyowati, Henny; Asnawati, Asnawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 7 No. 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.558 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.26417

Abstract

Benih padi merupakan benih yang cepat mengalami kemunduran kualitas seiring dengan lamanya penyimpanan sehingga menurunkan daya berkecambahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi PEG yang terbaik untuk peningkatan viabilitas benih padi lokal. Penelitian dilakukan di Laboratorium Agronomi dan Klimatologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan faktor tunggal yang terdiri dari 5 taraf perlakuan, yaitu: k0 = tanpa PEG, k1 = PEG dengan konsentrasi 1 %, k2 = PEG dengan konsentrasi 2,5 %, k3 = PEG dengan konsentrasi 4 %, k4 = PEG dengan konsentrasi 5,5 %. Setiap perlakuan terdiri dari 5 ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 2 sampel. Setiap sampel menggunakan 50 benih padi yang disusun dalam gulungan kertas merang. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah kadar air benih (%), daya berkecambah benih (%), indeks vigor (%), keserempakan tumbuh (%), dan kecepatan tumbuh (%/etmal). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi PEG yang paling efektif yaitu 1 % dengan rata "“ rata indeks vigor 77,20 %, dan kecepatan tumbuh 24,17 %.Kata kunci: padi, polyethylene glycol, viabilitas.
PENGARUH KONSENTRASI URIN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN SETEK SIRIH MERAH Juanda, Andreas; Anggorowti, Dini; Sulistyowati, Henny
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 8 No. 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i2.30601

Abstract

This study aims to get the best cow urine concentration for the growth of red betel cuttings. Research has been carried out in Kucipu hamlet, RT 11/06, Capkala village, subdistrictCapkala, Bengkayang district. This research was conducted from March 1 to May 31 2018. The experimental method used was Randomized Block Design (RBD) repeated 3 times and each experiment consisted of 5 plant samples. The variables observed in the study were shoot length, number of leaves, number of roots, number of buds, fresh weight of buds, and root volume. The results showed that the with a of cow urine with a concentration of 200 ml/l was the best concentration for the number of leaves, while for root volume, the number of roots, the number of shoots, dan the length of the shoot, given and not given cow urine showed the same growth. Keywords: Red Betel Cuttings and Cow urine Concentration.
RESPON TANAMAN LOBAK TERHADAP PEMBERIAN KOMBINASI KOTORAN BEBEK DAN KALIUM DI TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Sanaya, Mayumas; astina, astina; sulistyowati, henny
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 8 No. 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i2.31070

Abstract

The porpose of this study was to determine the best dose combination of duck manure and potassium manure against the growth and yield of radish in red yellow podzolic soil. This experiment, done at Garden of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, Pontianak. The duration of the study is 52 days, starting on 30 April - 21 June 2018. The research design used in this study was Completely Randomized Design (CRD) with 9 levels of combinations treatment of duck manure and potassium manure namely k1 = 5 tons / ha duck manure + 40 kg / ha KCl, k2 = 5 tons / ha duck manure + 50 kg / ha KCl, k3 = 5 tons / ha duck manure + 60 kg / ha KCl, k4 = 10 tons / ha duck manure + 40 kg / ha KCl, k5 = 10 tons / ha duck manure + 50 kg / ha KCl, k6 = 10 tons / ha duck manure + 60 kg / ha KCl, k7 = 15 tons / ha duck manure + 40 kg / ha KCl, k8 = 15 tons / ha duck manure + 50 kg / ha KCl, k9 = 15 tons / ha duck manure + 60 kg / ha KCl. Each treatment was repeated three times, and the experimental unit consisted of 3 plant samples. Variable observed dry weight of the upper part of the plant, tuber diameter, tuber length, plant fresh weight and fresh weight of tuber / plant. The results showed that the combination of duck manure and potassium manure on red yellow podzolic soil for radish growing media gave a response that was not significantly different in all observation variables namely plant dry weight, the diameter of tube, tuber length, plant fresh weight and fresh weight of tuber. The effective dose to support the growth and yield of radish plant is the combination of duck manure dan KCl with a dose 5 ton/ha duck manure and 40 kg/ha KCl Keywords: duck manure and potassium manure, red yellow podzolic, radish
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI HITAM PADA TANAH ALUVIAL ALIAMIN, ALIAMIN; SULISTYOWATI, HENNY; GUSMAYANTI, EVI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 8 No. 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i2.31642

Abstract

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI HITAM PADA TANAH ALUVIAL Aliamin(1), Henny Sulistyowati (2), Evi Gusmayanti(2) (1)Mahasiswa Fakultas Pertanian dan(2)Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas TanjungpuraPontianak ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh dosis pupuk urea yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai hitam pada tanah alluvial. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei "“ Agustus 2018 di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan, setiap perlakuan terdiri dari 4 tanaman sampel dengan jumlah tanaman seluruhnya 100 tanaman. Perlakuan tersebut adalah u0 = tanpa pemberian urea, u1 = 25 kg/ha setara dengan 0,2 g/polybag, u2 = 50 kg/ha setara dengan 0,4 g/polybag, u3 = 75 kg/ha setara dengan 0,6 g/polybag dan u4 = 100 kg/ha setara dengan 0,8 g/polybag. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, berat biji per tanaman dan berat 100 biji kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai dosis pupuk urea memberikan hasil yang sama untuk variabel volume akar, berat kering tanaman, tinggi tanaman dan berat biji kering per tanaman. Pemberian urea dengan dosis 50 kg/ha atau setara dengan 0,4 g/polybag merupakan dosis terbaik untuk variabel berat 100 biji kering tanaman kedelai hitam di tanah aluvial.Kata kunci : Kedelai hitam, pupuk urea, tanah aluvial.
Pengaruh Dosis Tepung Cangkang Keong Mas dengan Lama Inkubasi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Lobak pada Tanah Aluvial Suta, Geri; Hadijah, Siti; Sulistyowati, Henny
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 9 No. 4 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i4.42074

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapat dosis tepung cangkang keong mas dengan lama inkubasi terbaik bagi pertumbuhan dan hasil lobak pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 10 januari "“ 10 maret 2020, bertempat di Jalan Budi Utomo, Dusun Sungai Rengas, Desa Kakap, Kebupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 6 taraf perlakuan dan 4 ulangan dengan 4 sampel tanaman pada setiap ulangan.. Variabel yang diamati yaitu jumlah daun (helai), berat segar tanaman (g), berat umbi(g), panjang umbi (cm), dan diameter umbi (cm). Hasil penelitian pemberian berbagai dosis tepung cangkang keong mas dengan lama inkubasi belum memberikan hasil yang optimal pada pertumbuhan dan hasil tanaman lobak di tanah aluvial.Kata Kunci : Tepung Cangkang Keong Mas, Tanah Aluvial, Lobak.
RESPON PERTUMBUHAN SETEK LADA HUTAN TERHADAP PEMBERIAN BERBAGAI JENIS PERANGSANG AKAR SINTETIS Indarsih, Apriyani Yuda; Sulistyowati, Henny; Arifin, Nur
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.64567

Abstract

Lada hutan (Piper colubrinum L.) merupakan salah satu spesies lada liar. tanaman ini memiliki sifat resisten terhadap serangan jamur Phytophthora capsici penyebab penyakit busuk pangkal batang lada dan resisten terhadap nematoda (Meloidogyne incognita), sehingga tanaman lada hutan dimanfaatkan sebagai batang bawah pada grafting lada sambung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan setek lada hutan terhadap pemberian berbagai jenis perangsang akar sintetis dan untuk menemukan perangsang sintetis yang paling baik terhadap keberhasilan pertumbuhan setek lada hutan. Penelitian dimulai dari tanggal 30 September sampai dengan 26 November 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan perangsang akar sintetis dengan 4 ulangan pada tiap perlakuan, sehingga didapat 20 unit percobaan. Setiap unit percobaan terdiri dari 5 sampel setek lada hutan sehingga jumlah sampel keseluruhannya adalah 100 setek lada hutan. Perlakuan perangsang akar sintetis yang dimaksud dalam penelitian adalah p₀ = kontrol (perendaman air selama 30 menit), p₁ = Rootone-F, p₂ = Root Up, p₃ = Growtone dan p₄ = Atonik. Variabel-variabel yang diamati meliputi : persentase tumbuh setek (%), jumlah tunas (batang), panjang tunas (cm), jumlah akar (helai), panjang akar (cm) dan jumlah daun (helai). Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai jenis perangsang akar sintetis maupun tanpa perangsang akar sintetis dapat digunakan dalam perbanyakan setek lada hutan. Pemberian perangsang akar Growtone menghasilkan jumlah akar terbanyak yaitu 23,5 helai, dan perangsang akar Atonik menghasilkan panjang akar terpanjang yaitu 16 cm.