Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

BEHAVIORISTIK DALAM PEMBELAJARAN: TINJAUAN PENDIDIKAN ISLAM Eka Damayanti; Arifuddin Siraj; Rosmini Rosmini; Ramli Ramli
Al Asma: Journal of Islamic Education Vol 3 No 1 (2021): MAY
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asma.v3i1.21076

Abstract

AbstrakTulisan ini bertujuan mendeskripsikan teori pembentukan perilaku belajar behavioristik dalam dunia pendidikan dan tinjauannya dalam perspektif pendidikan Islam. Penelitian ini merupakan penelitian studi kepustakaan (library research­) dengan menggunakan sumber data utama yakni jurnal dan buku referensi sesuai dengan fokus kajian penelitian. Data dianalisis menggunakan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan adanya relevansi antara teori belajar behaviorisme dengan konsep pendidikan Islam. Dalam konsep pendidikan Islam juga dilakukan conditioning, repetition, dan reinforcement. Namun perbedaannya adalah dalam konsep behaviorisme Islam tetap berdasarkan prinsip ketauhidan yakni kehendak dan persetujuan Allah. Seberapa kuatpun manusia berusaha membuat pengkondisian namun tergantung dari kehendak Allah SWT. AbstractThis essay aims to describe the theory of behavioristic learning formation in education and its review from Islamic education’s view. This research was library research using journals and reference books that focus on the research study. Data were analyzed using content analysis. The results of the study showed a relevance between behaviorism learning theory and the concept of Islamic education. Conditioning, repetition and reinforcement are all used in Islamic education. The Islamic behaviorism concept, on the other hand, is founded on monotheism, namely Allah’s will and approval. No matter how firm humans make the conditioning, it depends on Allah SWT’s will.
Geliat Keberagamaan Moderat Komunitas Muslim Tionghoa (Kontribusi Pengkajian Islam Intensif dalam Keberagamaan Moderat Komunitas Muslim Tionghoa Kota Makassar) Rosmini Rosmini; Syamsidar Syamsidar; Haniah Haniah
Al-Ulum Vol. 16 No. 1 (2016): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.559 KB) | DOI: 10.30603/au.v16i1.26

Abstract

Studying of the Qur'an continuously, integrated and comprehensively becomes a necessity if we want to practice the teachings of Islam “kaffah”. At least, this is the basis of dakwah implemented by the Chinese Muslim community in Makassar. One indicator of being “kaffah” in embracing Islam is always showing moderate religious attitudes in all aspects of life, both individual and collective, at the level of faith, worship, muamalah, and morals. In understanding and practicing the teachings of Islam, the Chinese Muslim community in Makassar reflects religious moderation; therefore, their presence did not cause conflict in Makassar locally, but a blessing for the local community. Their Chinese identity is maintained by reconstructing the religious value of their traditions and culture. In this community, the belief of Islamic theology is not religiously indicated as elements of syncretism. As a result, their Chinese identity survives copes with their Islamic belief. Ultimately, moderate of Islamic teachings, as a religion of “rahmatan lil al alamiin”, is then reflected in their daily lives, including in their religious attitudes and behavior.
PAJOGE ANGKONG : PESONA PEREMPUAN DALAM TUBUH LAKI-LAKI Nurwahidah Nurwahidah; Rosmini Rosmini
JURNAL SIPAKALEBBI Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.585 KB) | DOI: 10.24252/jsipakallebbi.v5i1.21502

Abstract

Penelitian Pajoge Angkong: Pesona Perempuan dalam Tubuh Laki-Laki merupakan pelacakan untuk mengungkap kehadiran dan bentuk Pajoge Angkong dalam Masyarakat Bone dengan menggunakan pendekatan etnokoreologis dalam membedah Pajoge Angkong secara teks dan kontekstual, yang didukung dengan beberapa teori dan di tuliskan secara deskriptif kualitatif. Teori bentuk digunakan untuk mengungkap elemen- elemen yang terintegrasi menjadi satu kesatuan yang utuh sebagai wujud sajian tari Pajoge Angkong serta menguak kehadiran Pajoge Angkong dalam masyarakat Bone, yang di dapatkan dari studi Pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pajoge Angkong memiliki bentuk penyajian yang tidak terlepas dari tata aturan dalam masyarakat Bone. Keseluruhan teks tari maupun teks pertunjukan Pajoge Angkong merupakan simbol yang memiliki makna dalam masyarakat Bone. Kehadiran Pajoge Angkong dalam masyarakat Bone sesungguhnya merupakan tameng bagi penari Pajoge Makkunrai pada masa lampau.
BINGKAI MEDIA PEMBERITAAN KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK (STUDI KOMPARASI KOMPAS.COM DAN DETIK.COM) Gufran Gufran; Rosmini Rosmini; Rahmawati Latief
JURNAL SIPAKALEBBI Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sipakallebbi.v5i2.25744

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teks berita pada media online Kompas.com dan Detik.com yang mengangkat isu kekerasan seksual terhadap anak periode terbit Juli 2020. Selain itu penelitian ini membandingkan bingkai berita di dua media untuk menunjukan kecenderungan media dalam pemberitaannya. Jenis penelitian ini adalah Penelitian deskriptif kualitatif menggunakan metode pengolahan data analisis framing, yaitu suatu pendekatan untuk mengetahui kenyataan yang ada yang dibangun serta dibentuk oleh media. Teknik analisis framing menggunakan model Entman. Model ini didasari pada penyeleksian dan penonjolan isu yaitu Problem Identification, Causal Interpretation, Moral Judgment, serta terakhir adalah Treatment Recommendation. Hasil penelitian ini menemukan bahwa Kompas.com melindungi korban dengan tidak memberikan ruang lebih untuk pelaku membela diri pada publik melalui media. Hal ini dapat dilihat pada konten beritanya memuat banyak komentar dari pihak kepolisian bahkan tidak mengutip satupun keterangan pelaku. Sementara Detik.com pada beberapa beritanya memuat komentar atau kutipan wawancara pelaku. Hal ini memberikan gambaran kepada pembaca bahwa Detik.com cenderung memberikan ruang kepada pelaku yang menceritakan kejadian berdasarkan sudut pandang pelaku.
FAKTOR PENYEBAB DAN UPAYA PREVENTIF KEBINASAAN SUATU NEGERI DALAM AL-QUR’AN Muhammad; Muhammad Sadiq Sabry; Rosmini
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 5, No. 1, January 2022
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.611 KB) | DOI: 10.31943/afkarjournal.v5i1.253

Abstract

Penelitian ini membahas tentang kebinasaan suatu negeri dalam al-Qur’an (Kajian Tafsir Maud}u>’i>).  Dari permasalahan pokok yang dijabarkan dalam bentuk sub masalah yaitu: 1) Bagaimana hakikat kebinasaan suatu negeri dalam al-Qur’an. 2) Bagaimana wujud kebinasaan suatu negeri dalam al-Qur’an. 3) Bagaimana faktor penyebab kebinasaan suatu negeri dalam al-Qur’an. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang difokuskan pada penelitian pustaka. Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah pendekatan ilmu tafsir. Adapun hasil penelitian, pertama, ada beberapa negeri atau kaum-kaum terdahulu yang dibinasakan oleh Allah swt karena mereka kebanyakan tidak mau mengikuti apa yang disampaikan oleh Rasul yang diutus kepada mereka seperti kaum nabi Nuh, kaum nabi Hud, kaum nabi Shaleh, kaum nabi Luth dan kaum nabi Syu’aib. Kedua, ada beberapa faktor penyebab sehingga negeri-negeri atau kaum-kaum terdahulu dibinasakan oleh Allah swt. di antaranya: (1) terjadi atas izin dan kehendak Allah, (2) terjadi akibat dosa dan kedurhakaan manusia. Ketiga, di dalam al-Qur’an juga memberitahukan kepada kita bahwa ada usaha-usaha yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya kebinasaan, (1) doa dan istigfar, (2) mencegah perbuatan dosa dan kemaksiatan.
The Concept of Sincerity in The Qur'an and its Implementation Among The Academic Community of Ma'had Aly As'adiyah Sengkang Samsir Samsir; Rosmini Rosmini; Hasyim Haddade
International Journal of Islamic Studies Vol 3 No 1 (2023): June
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ijis.v3i1.42437

Abstract

This research explores the meaning of sincerity in the Quran and its implementation within the academic community at Ma'had Aly As'adiyah Sengkang, South Sulawesi. This type of research is qualitative descriptive, with approaches involving interpretation (tafsir) and sociological analysis. The data source for this research is the academic community of Ma'had Aly in South Sulawesi. The results of this research demonstrate the concept of sincerity from the perspective of the academic community at Ma'had Aly As'adiyah Sengkang and how it aligns with the principles passed down to the founder of the As'adiyah Islamic Boarding School by Anre Gurutta KH.Muh. As'ad. The implementation of sincerity at Ma'had Aly As'adiyah Sengkang involves fulfilling the responsibilities entrusted by Anre Gurutta. Teachers should begin with themselves, setting an example by taking the initiative to do things without being told. They should be responsible for their tasks, sensitive to what needs to be done and how to do it best. They should strive to be sincere, avoid envy towards other teachers, and teach to make students knowledgeable in religion or taffakkuh fiddin. Additionally, they seek compensation before discussions.
The Transformation of Political Islam in Indonesia: Adapting to Modernization and Secularization Jufri, Andi; Rosmini, Rosmini; Majid, Latifah Abdul
Jurnal Adabiyah Vol 24 No 2 (2024): December (Islamic Humanities)
Publisher : Faculty of Adab and Humanities - Alauddin State Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jad.v24i2a5

Abstract

Political secularization refers to a set of ideas regarded as instrumental in driving radical changes to the traditional order and the patterns of interaction between the state and religion. What was once regulated by religious-political systems has transformed into a non-sacred, pluralistic interaction, where religious dogmas previously deemed sacred have become profane. This study examines how Islam has adapted to modernization and political secularization in Indonesia. Using a descriptive qualitative research approach, it employs sociological analysis and political theory to explore this adaptation process. The findings reveal that Islam in Indonesia responds to modernization and political secularization in three distinct ways: Integration: Islam emerges as an ideological movement, using Islamic principles as central rhetoric for political activism. Acculturation: Islam positions itself as a cultural movement, maintaining political influence through cultural engagement. Agency-structuring: Islam acts both as a dialogue partner with political power and as an active agent shaping social and political structures. الملخص العلمنة السياسية هي حركة سياسية تهدف إلى غرس الاعتقاد بأن التحديث السياسي لا يمكن تحقيقه إلا إذا لعب الدين دورًا فعالًا في إحداث تغييرات جذرية في النظام التقليدي وأنماط التفاعل بين الدولة والدين. وتحولت أنماط التفاعل التي كانت تنظمها الأنظمة الدينية السياسية في السابق إلى أنماط تفاعل أكثر تعددية وغير مقدسة، حيث أصبحت العقيدة الدينية التي كانت تعتبر مقدسة في السابق، دنيوية في نهاية المطاف. يهدف هذا المقال إلى الكشف عن نمط التكيف الإسلامي مع التحديث السياسي والعلمنة في إندونيسيا. تستخدم هذه الدراسة المنهج الوصفي النوعي ذو المنهج السوسيولوجي والفكر السياسي. تظهر نتائج الدراسة أنه في الاستجابة للتحديث السياسي والعلمنة، يظهر الإسلام في إندونيسيا في ثلاثة أطياف من المواقف (التكيفات) التي تميل إلى أن تكون مختلفة. أولا، (الاندماج) يظهر الإسلام كحركة أيديولوجية من خلال جعل الإسلام لغة الحركة. ثانياً، (الثقافة)، يبدو الإسلام كحركة ثقافية، رغم أنها تركز أكثر على الجوانب الثقافية، إلا أنها لا تزال ذات محتوى سياسي. ثالثاً، (الوكالة-الهيكلة)، يظهر الإسلام كشريك في حوار السلطة، وكذلك كعامل مشارك في الهياكل الاجتماعية والسياسية. Abstrak Sekularisasi politik adalah gerakan politik yang bertujuan menanamkan keyakinan bahwa modernisasi politik yang hanya dapat tercapai jika agama berperan efektif dalam menciptakan perubahan radikal terhadap tatanan dan pola interaksi tradisional antara negara dan agama. Pola interaksi yang sebelumnya diatur oleh sistem-sistem politik-agama bertransformasi menjadi pola interaksi yang lebih pluralis dan non-sakral, di mana dogma agama yang semula dianggap sakral, akhirnya menjadi profan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana pola adaptasi Islam terhadap modernisasi dan sekularisasi politik di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan sosiologi dan pemikiran politik. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam merespons modernisasi dan sekularisasi politik, Islam di Indonesia tampil dalam tiga spektrum penyikapan (adaptasi) yang cenderung berbeda. Pertama, (integrasi), Islam tampil sebagai gerakan ideologis dengan menjadikan Islam sebagai jargon gerakannya. Kedua, (akulturasi), Islam tampil sebagai gerakan kultural, meskipun lebih berfokus pada aspek kebudayaan, tetap memiliki muatan politik. Ketiga, (strukturasi-agensi), Islam tampil sebagai mitra dialog kekuasaan, sekaligus sebagai agen yang terlibat dalam struktur sosial dan politik.
INTERNALIZATION OF RELIGIOUS MODERATION PRINCIPLES IN ISLAMIC BOARDING SCHOOL EDUCATION OF TAHFIZUL QUR’AN IN SOUTH SULAWESI Rosmini, Rosmini; Janna, Sitti Riadil; Amin, Muh. Taufiq
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 25 No 2 (2022): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2022v25n2i3

Abstract

This study aims to describe the internalization of religious moderation principles in Islamic boarding school education of Tahfizul Qur’an in South Sulawesi in four districts as research objects, namely Makassar City, Maros, Gowa, and Jeneponto regencies. This study used a phenomenological approach with data collection methods using interviews and Focus Group Discussion. The data were analyzed inductively by presenting meaning, uniqueness, and phenomena. The results of this study indicated that religious moderation in Islamic boarding school education of Tahfizul Qur’an in South-Sulawesi was internalized in two aspects. First, the aspect of the learning process included the formulation of tahfiz material based on the convenience principle starting from memorizing chapter 30 based on curriculum using level, quality, and time. In addition, religious moderation was also internalized in the tahfiz method and evaluation. Second, Islamic boarding schools' mentoring process included giving attention, exemplary, habituation, reward, punishment, controlling, and monitoring. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan internalisasi prinsip moderasi beragama dalam pendidikan pesantren Tahfizul Qur’an di Sulawesi Selatan di empat kabupaten sebagai objek penelitian, yaitu Kabupaten Kota Makassar, Maros, Gowa, dan Jeneponto. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis dengan metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan Focus Group Discussion. Data dianalisis secara induktif dengan menyajikan makna, keunikan, dan fenomena. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa moderasi beragama dalam pendidikan pondok pesantren Tahfizul Qur’an di Sulawesi Selatan terinternalisasi dalam dua aspek. Pertama, aspek proses pembelajaran meliputi perumusan materi tahfiz berdasarkan asas kemudahan mulai dari hafalan bab 30 berdasarkan kurikulum dengan menggunakan tingkatan, kualitas, dan waktu. Selain itu, moderasi beragama juga diinternalisasikan dalam metode dan evaluasi tahfiz. Kedua, proses pendampingan pondok pesantren meliputi pemberian perhatian, keteladanan, pembiasaan, penghargaan, hukuman, pengendalian, dan pengawasan.
FALSAFAH INFAK DALAM PERSPEKTIF ALQURAN Rosmini, Rosmini
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 20, No 1 (2016): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v20i1.86

Abstract

Falsafah Infaq dalam Perspektif Alquran. Politeisme dan ketidakadilan ekonomi merupakan dua aspek penting yang menjadi sorotan ketika Alquran pertama kali diturunkan. Dalam periode Makkah, Alquran mengecam keras penumpukan dan pemusatan harta kekayaan, sedangkan pada periode Madinah dibicarakan  masalah zakat sebagai salah satu mekanisme distribusi kekayaan yang ditetapkan sebagai kewajiban agama. Selain kewajiban zakat, Alquran juga menganjurkan untuk bersedekah, memberikan pinjaman tanpa bunga,berlaku lunak terhadap yang berutang, merelakan untuk membebaskan beban utang pada mereka yang dalam kesulitan, dan membantu mereka untuk membayarkan utang. Dalam konteks ini, menunaikan zakat dengan segala bantuan yang dapat meringankan beban ekonomi orang lain secara umum dikategorikan sebagai infak. Sebagai aktivitas ekonomi, infak tidak dapat dipisahkan dari prinsip-prinsip etika karena aspek ekonomi merupakan salah satu pondasi penting keberlangsungan kehidupan masyarakat Islam. Oleh karena itu, Alquran memberi petunjuk berupa rambu-rambu dalam menunaikan infak baik terkait dengan syarat-syarat pelaksanaannya, hal-hal yang dapat diinfakkan, manfaat infak maupun terkait dengan tujuan ditunaikannya infak itu sendiri
THE ROLE OF THE KHALWATIYAH SAMMANIYAH TAREKAT IN PROMOTING POLITICAL ETHICS IN MAROS REGENCY Jufri, Andi; Rosmini, Rosmini; Tahir, Muh.; Abdul Majid, Latifah
Al-Qalam Vol. 31 No. 1 (2025): Jurnal Al-Qalam
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/alq.v31i1.1617

Abstract

This study examines the role of the Khalwatiyah Sammaniyah Tarekat in promoting political ethics in Maros Regency. As a long-established Sufi order in Indonesian society, the Khalwatiyah Sammaniyah Tarekat plays a significant role in shaping political behavior and morality at the local level. The research explores the contributions of this Sufi order in promoting ethical political practices in Maros. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through in-depth interviews with religious leaders (mursyid of the Khalwatiyah Sammaniyah Tarekat), local stakeholders, and community members affiliated with the order. The study also incorporates relevant literature on the history and principles of the Khalwatiyah Sammaniyah Tarekat, political ethics, moral development theories, and the role of Sufi orders in the Indonesian sociopolitical context. Findings indicate that the Khalwatiyah Sammaniyah Tarekat actively promotes values such as simplicity, tolerance, and honesty, which are essential for fostering ethical political behavior. This study offers insight into how religious and spiritual institutions contribute to the development of a more ethical political culture in the Maros Regency.