Claim Missing Document
Check
Articles

KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK DIPADU STRATEGI TURNAMEN BELAJAR UNTUK MENCAPAI KETUNTASAN BELAJAR Iswahyudi Joko Suprayitno
Jurnal Karya Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Karya Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkpm.1.1.2014.%p

Abstract

Ranah pendidikan terbagi menjadi kognitif, afektif, dan psikomotorik. Ranah kognitif masih lebih diutamakan. Apabila hal tersebut dibiarkan terus menerus tanpa sama sekali memperhatikan domain yang lain, kiranya mudah dipahami kalau hasil pendidikan itu mungkin mencapai tingkat kecerdasan yang tinggi, tetapi tidak menunjukkan sikap-sikap yang diharapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya hal tersebut peneliti ingin mencobakan suatu strategi dalam pelaksanaan pembelajaran matematika menggunakan pendekatan realistik dipadu strategi turrnamen belajar dengan media LKS. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana pencapaian ketuntasan belajar siswa, meneliti pengaruh dari keaktivan siswa dan keterampilan proses terhadap kognitifnya, kemudian akan diuji perbedaan antara hasil belajar pembelajaran matematika realistik dipadu strategi turnamen belajar dengan pendekatan ekspositori. Hasil penelitian ini (1) siswa sudah tuntas dalam keaktivan (72,87 %), keterampilan proses (73,40%), dan kognitif (70%), (2) keaktivan siswa mempengaruhi kognitif sebesar 58,9%, sedangkan keterampilan proses mempengaruhi kognitif sebesar 53,3%, (3) uji rata-rata pihak kanan menunjukkan bahwa hasil belajar dengan pembelajaran matematika realistik dipadu strategi turnamen belajar dengan media LKS lebih baik dibandingkan pendekatan pembelajaran ekspositori. Dengan adanya pembelajaran ini diharapkan guru dapat mengembangkan kreatifitasnya dan dapat memotivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING Tsania Ismi Fauzia; Iswahyudi Joko Suprayitno; Padmi Susilawati
Journal of Lesson Study in Teacher Education Vol. 4 No. 1 (2025): Volume 4 No 1 2025
Publisher : LitbangMu Jawa Tengah and Teacher Professional Education UNIMUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51402/jlste.v4i1.151

Abstract

The aim of this study is to determine the improvement in students' mathematical problem-solving abilities using the Problem Based Learning model in Class XI-6 of SMA Negeri 11 Semarang. This study is a Classroom Action Research (CAR) involving 36 students of Class XI-6 as subjects. The research was conducted in two cycles, with each cycle consisting of one meeting and each meeting comprising two hours of instruction. To assess the improvement in students' mathematical problem-solving abilities, evaluations were conducted at the end of each cycle. The data obtained show that there was an improvement in students' mathematical problem-solving abilities before and after the implementation of the intervention. This is evidenced by the consistent increase in students' academic performance. The average problem-solving ability in Cycle 2, using the Problem-Based Learning model, reached the Minimum Competency Criteria (KKTP) of 75. The proportion of students achieving mastery in problem-solving abilities based on the KKTP standard also reached 75%.
Systematic Literature Review: The Relationship between Self-Efficacy and Students' Critical Thinking Skills Rihadatuj Jihanul Afifah; Martyana Prihaswati; Iswahyudi Joko Suprayitno
Suska Journal of mathematics Education Vol 11 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sjme.v11i2.38416

Abstract

This study uses a Systematic Literature Review (SLR) technique with the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) methodology through Google Scholar and Web of Scientific Journals Publish or Perish to investigate the relationship between students' critical thinking skills and self-efficacy through a review of 24 publications published between 2018 and 2025 in various journals. Based on the analysis findings, research on critical thinking skills and self-efficacy has been conducted extensively at different levels of education, with the majority (73%) performed in junior high schools. Furthermore, 62% of quantitative research is often used, and this research predominantly develops critical thinking skills. This dominance indicates that self-efficacy is generally considered a supporting variable rather than the primary focus of the topic, thereby opening opportunities for future research on broader subjects and methods. 
Pengaruh Persepsi Lingkungan Belajar terhadap Literasi Numerasi Siswa Kelas VIII di Kota Semarang Rosita Putri Wulandari S.; Martyana Prihaswati; Iswahyudi Joko Suprayitno
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 20 No. 2 (2026): Agustus 2026 (In Press)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/wms.v20i2.118495

Abstract

Literasi numerasi merupakan kompetensi krusial untuk menghadapi tantangan abad ke-21, namun capaian siswa sekolah menengah di Indonesia secara umum masih menempati kategori sedang hingga rendah. Masalah yang ditemukan di lapangan menunjukkan bahwa rendahnya kemampuan ini sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal, khususnya persepsi dan pengalaman psikososial siswa terhadap kondisi ekosistem di sekolahnya. Akibatnya, siswa sering kali mengalami kesulitan dalam memusatkan konsentrasi dan membangun penalaran logis saat memecahkan masalah kuantitatif yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi lingkungan belajar terhadap kemampuan literasi numerasi siswa kelas VIII di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan desain eksplanatori sekuensial. Subjek penelitian adalah 287 siswa kelas VIII dari enam SMP/MTs yang dipilih menggunakan teknik purposive dan multistage sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner 48 butir pernyataan yang berpusat pada siswa (student-centric) dan tes tertulis Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda serta wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enam dimensi lingkungan belajar secara simultan berpengaruh sangat signifikan sebesar 76,5% terhadap literasi numerasi. Secara parsial, iklim kesetaraan gender dan iklim keamanan mampu memberikan pengaruh positif, sementara beban jadwal kegiatan sekolah yang padat serta dinamika interaksi kelas yang kurang inklusif justru berdampak negatif secara signifikan terhadap capaian siswa. Kata Kunci: Literasi Numerasi, Lingkungan Belajar, Sekolah Menengah Pertama, Matematika