Claim Missing Document
Check
Articles

MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN CTL DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA BENDA KONKRIT DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI MEMBANDINGKAN BERAT BENDA KELAS I SEMESTER II SD NEGERI 2 TOSARI KABUPATEN KENDAL TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Iswahyudi Joko Suprayitno; Istiqomah ,
Jurnal Karya Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Karya Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.913 KB) | DOI: 10.26714/jkpm.1.2.2014.%p

Abstract

ABSTRAK Pendidikan Matematika ditujukan untuk sarana bagi peserta didik untuk mempelajari sendiri, untuk pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam upaya untuk meningkatkan kwalitas pembelajaran Matematika, guru harus menggunakan metode yang tepat dan media yang konkrit agar peserta didik lebih mudah untuk memahami materi Matematika. Di SDN 2 Tosari Kec.Brangsong Kab.Kendal dari 21 siswa yang memperoleh nilai tuntas 5 siswa atau 24 % saja dari KKM yaitu 75. Untuk meningkatkan penguasaan materi siswa, maka perlu dilakukan perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan metode CTL dengan media benda konkrit. Maka proses pembelajaran Matematika pada Topik “ Membandingkan Berat Benda (Berat,Ringan) menggunakan metode CTL dengan Benda Konkrit ” dapat dinyatakan berhsil. Indikasi bahwa pembelajaran sebelum diadakan perbaikan siswa yang tuntas hanya 24 % saja, Siklus I siswa tuntas menjadi 49 %, pada Siklus II siswa yang tuntas mencapai 100 %. Dari fakta penelitian ini penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa “ Dengan Metode CTL dengan Benda Konkrit dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas I Semester II SDN 2 Tosari Kecamatan Brangsong Kabupaten Kendal Tahun Pelajaran 2014/2015” Kata Kunci : Matematika, Metode CTL, Benda Konkrit 
PERBANDINGAN PEMBELAJARAN NUMBER HEAD TOGETHER DENGAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION BERPENDEKATAN KONSTRUKTIVISME TERHADAP PRESTASI BELAJAR Dwi Puspa Nurma Danti; Iswahyudi Joko Suprayitno; Martyana Prihaswati
Jurnal Karya Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2015): Jurnal Karya Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkpm.2.1.2015.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan model pembelajaran Number Head Together (NHT) dan model pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) berpendekatan konstruktivisme terhadap prestasi belajar. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X SMK Negeri 6 Semarang tahun ajaran 2013/2014. Sampel yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode tes, observasi, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar dengan model pembelajaran NHT dan model pembelajaran TAI berpendekatan konstruktivisme. mencapai ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 83,5% dan 81%. Selain itu pengaruh motivasi dan keterampilan terhadap prestasi belajar model pembelajaran NHT sebesar 87,6%. Sedangkan pengaruh motivasi dan keterampilan proses terhadap prestasi belajar model pembelajaran TAI berpendekatan konstruktivisme sebesar 88,5%. Analisis uji banding diperoleh kelas eksperimen 1 lebih baik daripada kelas kontrol, kelas eksperimen 2 lebih baik dari kelas kontrol, dan kelas eksperimen 1 lebih baik daripada kelas eksperimen 2. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran NHT efektif, model pembelajaran TAI berpendekatan kontruktivisme efektif, dan model pembelajaran NHT lebih baik dari model pembelajaran TAI berpendekatan kontruktivisme terhadap prestasi belajar pada materi statistika kelas X.Kata kunci: Number Head Together, Pendekatan Konstruktivisme, Prestasi Belajar, Team Assisted Individualization.
PENINGKATAN KETRAMPILAN PROSES MAHASISWA MELALUI PENDEKATAN REALISTIK DAN E-LEARNING Iswahyudi Joko Suprayitno; Abdul Rohman
Jurnal Karya Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Karya Pendidikan Matematika Volume 5 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.928 KB) | DOI: 10.26714/jkpm.5.2.2018.111-116

Abstract

AbstractProses belajar mengajar dalam dunia pendidikan merupakan suatu sistem yang menumbuhkan kemauan seorang pengajar untuk melakukan pengelolaan pengajaran secara keseluruhan. Dalam proses belajar mengajar dosen menempati kedudukan sangat sentral, sebab peranannya sangat menentukan.  Dosen harus mampu menterjemahkan dan menjabarkan isi yang terdapat dalam kurikulum, kemudian mentransformasikan isi tersebut kepada mahasiswa melalui proses belajar mengajar. Lepas dari hal tersebut, peningkatan dan pengembangan mutu pendidikan selalu diharapkan. Oleh karena itu, cara peningkatan dan pengembangannya pun merupakan masalah bagi kita semua. Baik pemerintah, masyarakat, maupun masing-masing individu harus merasa berkewajiban menanggungnya.Dalam belajar, ilmu pengetahuan dan teknologi besar sekali peranannya untuk memajukan suatu negara. Untuk menjadi negara yang maju, maka bangsa itu harus cerdik, pandai dan banyak pengetahuannya, baik ilmu pengetahuan sosial, ilmu pengetahuan alam, pengantar probabilitas dan ilmu pengetahuan lain yang sifatnya ketrampilan. Tanpa mengesampingkan pengetahuan yang lain, peranan pengantar probabilitas kiranya sangat penting dan perlu penanganan yang serius. Pengantar probabilitas merupakan disiplin ilmu yang mempunyai sifat khas dibandingkan dengan disiplin ilmu-ilmunya. Oleh karena itu, kegiatan belajar dan mengajarnya diperlukan suatu metode, mengingat mahasiswa yang berbeda-beda tingkat kemampuannya.Pengantar probabilitas timbul karena pikiran-pikiran manusia yang berhubungan dengan ide, proses dan penalaran. Pembelajaran pada materi tersebut masih menggunakan metode ekspositori. Di dalam penelitian ini, akan digunakan model Realistic Matematics Education (RME) dengan berbantuan e-learning. Penelitian ini untuk meningkatkan keterampilan proses mahasiswa dalam mata kuliah pengantar probabilitas dengan model RME berbantuan e-learning.
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN PAIR CHECK FOR MAKE A MATCH DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN PADA MATERI SEGIEMPAT KELAS VII Ina Rosada Triwigati; Iswahyudi Joko Suprayitno; Martyana Prihaswati
Jurnal Karya Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Karya Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.014 KB) | DOI: 10.26714/jkpm.3.1.2016.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran Pair Check for Make a Match dengan pendekatan kontekstual. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel jenuh. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII SMPMuhammadiyah Purwodadi. Kelas VII A sebagai kelas kontrol, VII B kelas eksperimen, dan kelas uji coba adalah kelas VII G SMP Negeri 2 Purwodadi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: ketuntasan individual kemampuan penalaran tercapai dengan nilai 79,685 dan persentase ketuntasan klasikal sebesar 85,18%, terdapat pengaruh motivasi terhadap kemampuan penalaran sebesar39,1%, pengaruh keaktifan terhadap kemampuan penalaran sebesar sebesar 67,2%, dan secara bersama-sama pengaruh motivasi dan keaktifan terhadap kemampuan penalaran sebesar 72,2%, terdapat perbedaan nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar 79,685 lebih besar dari kontrol yaitu 47,857. Dapatdisimpulkan bahwa penelitian ini efektif.Kata kunci: Pair Check for Make a Match, Pendekatan Kontekstual, Kemampuan Penalaran.
UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA TENTANG OPERASI HITUNG CAMPURAN MENGGUNAKAN METODE JIGSAW DENGAN MEDIA MANIK – MANIK SISWA KELAS II SEMESTER II DI SDN 2 TURUNREJO KECAMATAN BRANGSONG KABUPATEN KENDAL TAHUN 2014 – 2015 Iswahyudi Joko Suprayitno; Hanifah ,
Jurnal Karya Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Karya Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.91 KB) | DOI: 10.26714/jkpm.1.1.2014.%p

Abstract

ABSTRAKDari hasil belajar mata pelajaran Matematika Operasi Hitung Campuran di kelas II pada SDN 2 Turunrejo, diperoleh data dari 27 siswa yang mencapai KKM 65 yaitu  sebanyak  12 siswa dan siswa yang mendapat nilai dibawah KKM sebanyak 15 siswa. Berdasarkan hasil belajar tersebut dilakukan penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana meningkatkan prestasi belajar siswa pada pembelajaran matematika tentang operasi hitung campuran menggunakan metode jigsaw dengan bantuan media manik - manik siswa kelas II semester II di SDN 2 Turunrejo Kecamatan Brangsong Kabupaten Kendal Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas II SD N 2 Turunrejo  yang berjumlah 27 siswa. Metode Jigsaw pengumpulan data menggunakan metode tes dan metode observasi. Metode tes digunakan untuk mengumpulkan data hasil belajar  matematika, metode observasi digunakan untuk mengumpulkan data berupa aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan pada hasil belajar siswa dengan nilai rata-rata kelas dan prosentase ketuntasan, pra siklus 44%, siklus I  66%, dan siklus II  88%.Hal ini menunjukkan bahwa menggunakan metode jigsaw dan media manic - manik dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan proses pembelajarannya.  Kata kunci: Manik - manik, Matematika, Jigsaw   
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA TENTANG PERKALIAN BILANGAN DUA ANGKA MELALUI METODE JARIMATIKA PADA SISWA KELAS II SDN 2 PUGUH KECAMATAN PEGANDON KABUPATEN KENDAL Iswahyudi Joko Suprayitno
Jurnal Karya Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Karya Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.804 KB) | DOI: 10.26714/jkpm.1.1.2014.%p

Abstract

ABSTRAK  Proses belajar mengajar harus menggunakan metode yang tepat supaya mencapai tingkat keberhasilan yang maksimal. Metode Jarimatika adalah suatu cara  menghitung  matematika  dengan  menggunakan  alat  bantu  jari.  Melalui metode Jarimatika, interaktif dapat meningkatkan Motivasi belajar siswa. Dengan asumsi bahwa, semakin tepat dalam pemilihan metode semakin meningkat Motivasi belajar siswa. Metode Jarimatika mengandung tahap pengajuan pertanyaan atau permasalahan,   tahap   pemusatan   pada   keterkaitan   antara   disiplin,   tahap penyelidikan  otentik,  tahap  kerjasama,  tahap  produksi  karya  dan  peragaan. Melihat  tahapan  dalam  metode  pembelajaran  Jarimatika  yang  mengupayakan peran aktif dalam proses pembelajaran diharapkan dapat memotivasi siswa khususnya dalam berhitung Jarimatika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa meningkat pada setiap siklusnya. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar siswa pada setiap siklusnya yaitu pra siklus siswa hanya memperoleh nilai rata-rata siswa sebesar 61. Siklus I mengalami peningkatan menjadi 76 dan siklus II mengalamai peningkatan lagi menjadi 84. Hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan  menerapkan  metode  Jarimatika  dapat  meningkatkan  motivasi  belajar siswa kelas II di SDN 2 Puguh Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal. Kata Kunci: Perkalian, Jarimatika, dan Prestasi   
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS I SEMESTER II MATA PELAJARAN MATEMATIKA TENTANG BERAT BENDAPADA SDN 2 TRAYU KECAMATAN SINGOROJO KENDAL TAHUN AJARAN 2013/2014 Iswahyudi Joko Suprayitno; Kasiyati Windiar Suherny
Jurnal Karya Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Karya Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.455 KB) | DOI: 10.26714/jkpm.1.2.2014.%p

Abstract

ABSTRAK                  Mempelajari matematika bagi beberapa siswa masih dianggap sebagai mata pelajaran yang dianggap sulit. Lebih-lebih kelas rendah, perlu meletakkan dasar yang benar dan jangan sampai salah langkah. Tujuan penelitian dilakukan dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas I semester II pada mata pelajaran matematika,materi tentang berat benda melalui penerapan metode Demostrasi dengan alat peraga timbangan bambu. Penelitian yang dilakukan berupa penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Siklus I dilaksanakan berdasarkan analisis hasil belajar siswa pada prasiklus yang belum mencapai KKM sebesar 70. Karena pada prasiklus hanya menggunakan metode caramah  dan tidak menggunakan peraga. Pembelajaran siklus I dan siklus II dilaksanakan berdasarkan hasil refleksi pelaksanaan pembelajaran sebelumnya dengan menggunakan metode demonstrasi dengan alat peraga timbangan bambu. Dari hasil penelitian diperoleh dari  tes formatif tiap tiap siklus dan dianalisa secara komparatif. Penelitian yang dilakukan menunjukan hasil yang sangat memuaskan terbukti dari hasil belajar prasiklus,siswa yang mencapai nilai KKM  sebanyak 9 anak atau 34,61 % , kemudian pada siklus I naik menjadi 16 anak atau 62 % dan pada siklus II mencapai 24 anak atau 92 %. Dari data tesebut dapat diambil kesimpulan bahwa penerapan metote demonstrasi dan penggunaan peraga timbangan bambu dapat meningkatkan hasil belajar siswa Kata kunci : Matematika, Metode Demonstrasi, dan Alat Peraga  
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS MODEL PEMBELAJARAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATIONS PADA PEER GROUP DAN NON PEER GROUP MATERI STATISTIKA KELAS X Sriyanti -; Venissa Dian Mawarsari; Iswahyudi Joko Suprayitno
Jurnal Karya Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2015): Jurnal Karya Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkpm.2.1.2015.%p

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan efektifitas model pembelajaran RME pada peer group dan non peer group materi statistika kelas X. Metode yang digunakan adalah eksperimen postest-only control. Hasil penelitian ini menunjukkan kelas peer group dan non peer group telah mencapai ketuntasan klasikal masing-masing adalah 82,35% dan 80,56% dengan KKM 77. Selain itu hasil uji pengaruh keaktifan dan keterampilan proses masing-masing sebesar 45,5 % dan 37,6%, sedangkan keaktifan dan keterampilan proses secara bersama-sama berpengaruh terhadap prestasi belajar sebesar 52,1%. Pada kelas non peer group terdapat pengaruh keaktifan dan keterampilan proses masing-masing sebesar 39,6 % dan 37,8%, sedangkan keaktifan dan keterampilan proses secara bersama-sama berpengaruh terhadap prestasi belajar sebesar 46,8%. Hasil uji banding menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata antara kelas peer group dan non peer group, disisi lain model pembelajaran RME pada peer group maupun non peer group lebih efektif daripada model pembelajaran ekspository. Kata Kunci: Non Peer Group, Peer group, Prestasi belajar dan RME
Implementasi Model Problem Based Learning Dipadu Pendekatan Inkuiri Terbimbing Dalam Pembelajaran Daring Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Pada Materi Statistika Siswa Kelas VIII Rahma Al Dheska Scarayu Syifa Amani; Venissa Dian Mawarsari; Iswahyudi Joko Suprayitno
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya motivasi, kemandirian, dan kemampuanpemecahan masalah siswa karena pembelajaran online menggunakan model pembelajarankonvensional sehingga banyak siswa yang belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal pada materistatistika. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah penerapan modelpembelajaran berbasis masalah yang dipadukan dengan pendekatan inkuiri terbimbing. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model pembelajaran berbasis masalah yangdikombinasikan dengan pendekatan inkuiri terbimbing yang efektif dengan kriteria sebagai berikut:kemampuan pemecahan masalah dapat mencapai ketuntasan, ada pengaruh motivasi dankemandirian siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah, ada adalah perbedaan rata-ratakemampuan pemecahan masalah kelas eksperimen dan kelas kontrol. Jenis penelitian ini adalaheksperimen. Sampel penelitian adalah kelas VIII B, VIII C, dan VIII D dengan teknik pengambilansampel adalah simple random sampling. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, tes, angket,dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mencapai ketuntasankemampuan pemecahan masalah secara individual dengan rata-rata 85,31 dan ketuntasan klasikal90,625%. Sedangkan pengaruh motivasi dan kemandirian terhadap kemampuan pemecahan masalahsebesar 94,7%. Terdapat perbedaan rata-rata kemampuan pemecahan masalah kelas eksperimen dankelas kontrol yaitu 85,31 untuk kelas eksperimen dan 79,5 untuk kelas kontrol. Berdasarkan hasiltersebut dapat diketahui bahwa penerapan model pembelajaran problem based learning yangdipadukan dengan pendekatan inkuiri terbimbing dalam pembelajaran online terhadap kemampuanpemecahan masalah matematis pada materi statistika siswa kelas VIII materi statistika efektif. Kata Kunci : model problem based learning, pendekatan inkuiri terbimbing, kemampuan pemecahanmasalah.
VALIDITAS MODUL BERBASIS EDUTAINMENT DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR SISWA KELAS VIII Rosiana Oriza Sativa; Iswahyudi Joko Suprayitno; Martyana Prihaswati
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurangnya ketersediaan bahan ajar dalam proses pembelajaran matematika di kelas VIII H SMP Negeri 2Lebaksiu yang terkesan monoton dan membosankan karena tidak menghadirkan ilustrasi menarik yangmembuat siswa tertarik dalam memahami materi, terutama pada materi  bangun ruang sisi datar, siswa jugatidak terlibat aktif selama proses pembelajaran sehingga kemampuan pemahaman konsep siswa tergolongrendah dilihat dari kemampuan siswa dalam menjelaskan kembali konsep, mengklasifikasikan objek menurutsifat-sifat tertentu dan menerapkan konsep dalam pemecahan masalah. Oleh karena itu, dibutuhkan bahanajar yang dapat membuat siswa tertarik mengikuti pembelajaran matematika agar dapat menumbuhkankemampuan pemahaman konsepnya. Bahan ajar tersebut berupa modul yang berbasis edutainment denganpendekatan kontekstual terhadap kemampuan pemahaman konsep. Tujuan penelitian ini untuk menentukankevalidan dan kepraktisan dari modul berbasis edutainment dengan pendekatan kontekstual. Penelitian inimerupakan penelitian pengembangan dengan model ADDIE dengan tahapan Analysis, Design, Development,Implementation, Evaluation. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan instrumen penilaian dari ahlimateri dan ahli media.Instrumen yang dipakai menggunakan lembar penilaian yang berisi lembar penilaiandengan skala 1-4 dan saran atau komentar para ahli materi dan ahli media. Angket validasi ahli media terdiridari aspek desain cover modul dan aspek desain isi modul. Angket validasi ahli materi terdiri dari 6 aspekyaitu aspek kelayakan isi, aspek edutainment, aspek sistematika isi modul, aspek keterlaksanaan, aspekkelengkapan modul, dan aspek komponen kontekstual.  Hasil yang diperoleh pada penelitian ini uji validasiahli media sebesar 3,38 dengan kriteria valid dan uji validasi ahli materi sebesar 3,81 dengan kriteria validdan dapat digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran matematika.Kata Kunci : Modul, Edutainment, Kontekstual, Pemahaman Konsep, Validitas Abstract