Andri Suprayogi
Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Published : 133 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PARIWISATA BERBASIS WEB DI KABUPATEN PEMALANG Ridwan Ageng Ashari; Andri Suprayogi; arief Laila Nugraha
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (996.578 KB)

Abstract

Abstrak Sektor pariwisata sebagai kegiatan perekonomian telah menjadi andalan potensial dan prioritas pengembangan bagi sejumlah Negara.Terlebih bagi negara berkembang seperti Indonesia yang memiliki potensi wilayah yang luas dengan daya tarik wisata yang cukup besar. Salah satu problematika yang harus dipecahkan adalah masalah infrastruktur Information and Communication Technology (ICT) dan strategi promosi wisata yang masih konvensional. Penelitian ini berupa aplikasi Sistem InformasiGeografis (SIG) tentang pariwisata berbasis web dengan wilayah penelitian di Kabupaten Pemalang. Webgis  adalah  aplikasi  SIG  yang  terdistribusi  dalam suatu  jaringan komputer untuk mengintegrasikan dan menyebarluaskan informasi geografis secara visual pada World Wide Web. Dalam penelitian ini menggunakan data spasial koordinat posisi hasil survei dengan GPS Handheld dan data atribut yang berupa informasi yang didapat dari instransi terkait. Untuk merancang dan membangun webgis pariwisata yaitu sistem awal menggunakan bahasa php, styling css dan html dengan mysql sebagai basis data, kemudian integrasi dengan google map API.Hasil akhir penelitian ini berupa aplikasi SIG pariwisata berbasis web di Kabupaten Pemalang menggunakan Google map API sebagai  penyedia peta  gratis  yang diintegrasikan  ke  dalam website. Selain itu tentunya menyajikan informasi mengenai objek wisata yang dilengkapi dengan restoran dan hotel. Kata Kunci:Google Map API; Pariwisata; Webgis Abstract Tourism sector as the economic activity has become a mainstay of potential and priorities for the development for a number of countries. Especially Indonesia as a developing country that has the large potential area with high tourist attraction. One of the problems that must to be solved is the problem of infrastructure of Information and Communication Technology (ICT) and tourism promotion strategy that is still conventional. This study uses the application of Geographic Information Systems (GIS) of the web-based tourism in Pemalang. This research uses the application of Geographic Information Systems (GIS) of the web-based tourism in Pemalang. WebGIS is a distributed GIS application in a computer network to integrate and disseminate geographic information visually on the World Wide Web. This study uses position coordinate spatial data of the survey with GPS Handheld and attributes data in the form of information obtained from instransi related. To design and build the tourism WebGIS, it uses the initial system that uses language php, css and html styling. Mysql is the database, then integration with Google Map API. The final result of this research is a web-based tourism GIS application in Pemalang using Google map API as the free provider map that is integrated into website. In addition, it provides information about tourist attractions that equipped with restaurants and hotels. Keywords:Google Map API; Tourism; Webgis 
PEMBUATAN APLIKASI SISTEM INFORMASI PERSEBARAN TOKO BATIK DI KOTA PEKALONGAN BERBASIS ANDROID Muhamad Salahuddin; Bambang Darmo Yuwono; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (867.414 KB)

Abstract

ABSTRAKKota Pekalongan terletak di dataran rendah pantai utara Pulau Jawa, dengan ketinggian kurang lebih 1 meter di atas permukaan laut. Posisi geografis antara 6o 50’ 42" sampai dengan 6 o 55’ 44” Lintang Selatan dan 109 o 37’ 55” sampai dengan 109 o 37’ 55” - 109 o 42’ 19” Bujur Timur. Luas daerah Kota Pekalongan sekitar 45.25 Km2 atau sekitar 0.14 % dari luas wilayah Provinsi Jawa Tengah. Pekalongan dikenal mendapat julukan kota batik, karena batik Pekalongan memiliki corak yang khas dan variatif. Oleh karena itu, Kota Pekalongan diharapkan dapat memberikan informasi yang praktis dan informatif bagi para wisatawan, sehingga dapat menjadi daya tarik dan menambah jumlah wisatawan yang datang ke Kota Pekalongan. Penelitian ini menggunakan data spasial dan non spasial berupa nama toko batik,  nama pemilik, nomor telepon, alamat, dan produk yang dijual dengan memanfaatkan popularitas smartphone Android sebagai program sistem informasinya. Aplikasi ini dikembangkan menggunakan kerangka android SDK, bahasa pemrograman java dan PHP, MySQL sebagai basis data, dan peta Google. Hasil akhir dari penelitian ini adalah aplikasi Android sistem informasi persebaran toko batik di Kota Pekalongan yang berisi informasi dari tiap toko batik yang ada di Kota Pekalongan untuk memudahkan pencarian akan lokasi toko-toko batik yang ada di Kota Pekalongan.Kata Kunci : Kota Pekalongan, Aplikasi, Android.ABSTRACTPekalongan is located in the lowlands along the north coast of Java Island, at a height of approximately one meter above sea level. The geographical position of Pekalongan is between 6° 50' 42" to 6° 55' 44'' North Latitude and 109° 37' 55''to 109° 42' 19'' East Longitude.Pekalongan area of about 42.25 km2 or approximately 0.14% from the area of Central Java Province.Pekalongan is known by the nickname city of Batik, because batik Pekalongan has distinctive and varied livery. Therefore, Pekalongan is espected to provide a practical and informative information for tourists, so it can be an attraction and increase the number of tourists coming to Pekalongan. This research uses of spatial and non spasial data in the form of batik store name, the owner’s name, phone number, address, and products sold with using the popularity of android smartphone as a platform system information.This application was developed using an SDK Andoidframework, java and PHP programming languages, and MySQL as base data, and Google Maps. The final result of this research is the Android application of the distribution of batik store in Pekalongan is accompanied by information (as has been mentioned above) from each store for easier searching the location of the batik stores in PekalonganKeywords:Pekalongan City, Application. Android.
ANALISIS PENGARUH PERKEMBANGAN INDUSTRI BATIK TERHADAP NILAI TANAH DI KECAMATAN TIRTO KABUPATEN PEKALONGAN Muhammad Fitrianto; Sawitri Subiyanto; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1135.817 KB)

Abstract

ABSTRAKPekalongan sudah lama kita kenal dengan istilah world city of batik atau kota batik. Permintaan batik di Pekalongan yang saat ini sangat besar sehingga menimbulkan banyaknya usaha batik yang bermunculan. Dan oleh sebab itu di Pekalongan khususnya di kabupaten Pekalongan industri batik mempunyai potensi yang besar untuk  berkembang nantinya. Dengan adanya perkembangan industri batik tersebut di Kabupaten Pekalongan khususnya di Kecamatan Tirto sendiri mengakibatkan perubahan nilai tanahakibat adanya aktifitas industri batik tersebut.                Penelitian ini awalnya dilakukan pembuatan peta zona nilai tanah Kecamatan Tirto dengan menggunakansoftware Aplikasi Pengolahan Data ArcGis 10.2 untuk pembuatanpeta ZNT berdasarkan Harga Pasar Tahun 2009 dan 2014 dan pembuatanpeta ZNT berdasarkan NJOP Tahun 2009 dan Tahun 2014  . Langkah selanjutnya untuk pembuatan peta perubahan harga tanah menggunakan software ArcGis 10.2dan untuk nilai dari variabel-variabel dimasukkan pada software SPSS untuk mendapatkan hasil yang selanjutnya dilakukan analisis.Hasil penelitian menunjukkan total luas perubahan penggunaan lahan di Kecamatan Tirto dalam kurun waktu tahun 2009 ke tahun 2014 adalah 136,579 ha. Perubahan penggunaan lahan terbesar terjadi pada penggunaan lahan tegalan menjadi perumahan dengan luas sebesar 115,415 ha.Berdasarkan hasil korelasi Kendall's tau, ada hubungan yang signifikan antara perubahan nilai tanah dengan perkembangan industri batik dan begitu pula berdasarkan hasil korelasi Spearman's Rho terdapat juga hubungannya yang signifikan artinya semakin tinggi omset dari industri batik maka nilai tanah akan memiliki nilai yang tinggi pula dan melalui uji regresi linear, pengaruh adanya perkembangan industri batik terbukti memengaruhi perubahan nilai tanah di Kecamatan Tirto. Besarnya konstribusi pengaruh perkembangan industri batik terhadap perubahan nilai tanah sebesar 58,5%; R2 =0,585; β=0,001;p<0,01.Kata Kunci : Kecamatan Tirto, industri batik, perubahan nilai tanah ABSTRACTPekalongan was long known to us as the world city of batik or batik city. Request of batik in Pekalongan that is currently so great that raises a large number of batik business are popping up. And therefore in particular in Pekalongan batik of Pekalongan Regency has a great potensial in Pekalongan Regency, especially inits own momentarily TirtoLand values due to the batik industry activities.This research was originally done making zone map the value soil Sub Tirto using ArcGis Data Processing software application for the creation of a map of ZNT 10.2 based on market price in 2009 and 2014 and the making ofa map based on NJOP ZNT in 2009 and 2014. The next step for the creation on land price changes using the map softwareArcGis 10.2 and for the values of the variables included in the SPSS software to get results that are subsequently carried out the analysis.The result showed the total area land use change in district irto within years 2009 to 2014 is 136,579 ha. Based on the result of the correlation of Kendall’s know. Thre is a significant relationship between changes in land values with the development of batik industry and sois based on the correlation result Spearman’s Rho  there is also a significant relationhipmeans the higher turnover of batik industry the value soil will have a higher value and through linear regression test, influenceof the existence of the batik industry proven development influenced the change in the value of land in district Tirto. The magnitude of the contribution of  industrial development to the influence of batik to changes the value soil amounted to 58,5%; R2 =0,585; β=0,001;p<0,01.Keywords :Tirto District, batik industry, changes in the value of land *) Penulis, Penanggungjawab
PERANCANGAN INFRASTRUKTUR DATA SPASIAL DAERAH (IDSD) DENGAN MENGGUNAKAN MICROSOFT ACCSESS DAN MICROSOFT VISUAL BASIC (STUDI KASUS : KOTA MAKASSAR) Arlina .; Andri Suprayogi; Sutomo Kahar
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (933.898 KB)

Abstract

Sistem Informasi Geografis (SIG) di Makassar sudah dimulai sejak beberapa tahun yang lalu. Tetapi dalam pelaksanaannya terdapat banyak hambatan karena Infrastruktur SIG-nya belum disiapkan (data, standar teknis, jaring kerja organisasi, sumber daya manusia). Hal ini dikarenakan minimnya informasi tentang data spasial ditiap wilayah. Untuk itu diperlukan model yang baku atau standar dalam penyimpanan maupun pengelolaan  data spasial, sehingga  para  pengguna tidak perlu melakukan proses konversi yang cukup rumit sebelum menggunakan data spasial tersebut. Tujuan dari pembuatan infrastruktur data spasial daerah adalah dapat membantu menyelesaikan permasalahan diatas sehingga memungkinkan berbagai macam pengguna di tiap wilayah mengakses dan memperoleh data secara efisien dan efektif sesuai dengan standarisasi IDSN yang telah ditetapkan. Untuk itu dihasilkan suatu program infrastruktur data spasial daaerah yang memanfaatkan program microsoft accsess dan microsoft visual basic 6.0 yang dilakukan dengan menggunakan kontrol data peta dan pendekatan pemrograman. Dengan pendekatan ini, maka dapat diintegrasikan data dan metadata peta sehingga dapat dilakukan proses pencarian (penelusuran) data peta, manipulasi data (seperti: menambah, mengubah, mengurutkan (sorting) data, dan menghapus data peta) serta penyajian hasil akhir  baik dalam bentuk softcopy maupun hardcopy.   Kata Kunci : Infrastruktur Data Spasial Daerah (IDSD), Peta, MICROSOFT ACCESS, MICROSOFT VISUAL BASIC
APLIKASI FOTOGRAMETRI JARAK DEKAT UNTUK PEMODELAN 3D GEREJA BLENDUK SEMARANG Ryandana Adhiwuryan Bayuaji; Andri Suprayogi; Bandi Sasmito
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (989.462 KB)

Abstract

ABSTRAK Fotogrametri jarak dekat merupakan salah satu bidang penerapan fotogrametri. Fotogrametri jarak dekat dapat digunakan untuk perekaman objek yang berjarak kurang dari 100 meter. Fotogrametri jarak dekat biasanya digunakan dalam pemodelan 3D bangunan, kendaraan atau jembatan.Dalam tugas akhir ini, metode fotogrametri jarak dekat digunakan untuk pemodelan 3D Gereja Blenduk Semarang dengan kamera digital non metrik. Kamera yang digunakan harus melalui proses kalibrasi untuk mengetahui parameter internal kamera. Proses kalibrasi dan pengolahan data dalam tugas akhir ini menggunakan perangkat lunak PhotoModeler Scanner v.7 2013.  Tahap pemodelan bangunan terdiri dari marking dan referencing, proses hitungan dan pembuatan model 3D, transformasi koordinat 3D dan visualisasi model 3D.Hasil akhir dalam penelitian ini adalah model 3 dimensi Gereja Blenduk Semarang. Pengujian hasil pengolahan model 3D dilakukan dengan membandingkan hasil nilai jarak yang diikatkan dari  pengukuran Electronic Total Station, nilai standar deviasi dari perbandingan jarak antara model dengan Electronic Total Station sebesar 0,0896 meter. Kata Kunci : Fotogrametri Jarak Dekat, Pemodelan Bangunan Bersejarah, Kamera Digital Non Metrik, PhotoModeler Scanner V.7 2013, Missing Line Measurment. ABSTRACT Close range photogrammetry is a one of photogrammetry applications. It can be used for the object measurement that is less than 100 meters. It also usualy used in 3D modeling of buildings, vehicles or bridges.In this final task, close range photogrammetry method was used for 3D modeling of 1st temple in Blenduk Church using non-metric digital camera. Initially, the camera must through of calibration process to determine the camera internal parameters. The process of calibration and data processing in this final task are using PhotoModeler Scanner 2013 software. Phase of buildings modeling contain of marking and referencing, calculating and 3D modeling, transformation of 3D coordinate and visualization of 3D models.The final results in this research is 3D model of Blenduk church. Testing of the results in 3D modelling processing was done by comparing the value of the measurement distance from Electronic Total Station, standard deviation of the distance comparisons between model and Electronic Total Station measurement is 0,0896 meters. Keyword: Close range photogrammetry, Building Modeling, Non-Metric Digital Camera, PhotoModeler Scanner 2013, Missing Line Measurment.
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS SEBARAN FASILITAS PENUNJANG PERTANIAN DAN PETERNAKAN BERBASIS WEB (Studi Kasus : Kecamatan Dempet Kabupaten Demak) Bagas Arif Widyagdo; Andri Suprayogi; Sawitri Subiyanto
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1063.033 KB)

Abstract

ABSTRAKPertanian merupakan sektor utama perekonomian di Kabupaten Demak. Sektor pertanian merupakan sektor yang memiliki peran strategis, karena merupakan sumber utama penghidupan dan pendapatan pada tahun 2016 sektor pertanian menyumbang 24,28 % PDRB Kabupaten Demak terbesar kedua setelah sektor industri. Sebagian besar wilayah Kabupaten Demak terdiri atas lahan sawah yang mencapai luas 52.315 ha (58,29 persen), dan selebihnya adalah lahan kering Kabupaten Demak terdiri dari 14 kecamatan, salah satunya adalah kecamatan dempet yang memiliki luas 6.161 Ha (6,87% luas total kabupaten demak). Dengan teknologi yang terus berkembang, penerapan teknologi dalam berbagai bidang pun terus dilakukan, salah satu contoh dari berkembangnya teknologi adalah Sistem Informasi Geografis. Hasil penelitian ini adalah berupa website yang terdapat peta online tentang persebaran falititas penunjang pertanian dan peternakan di Kecamatan Dempet Kabupaten Demak yang diharapkan dapat membantu masyarakat yang berkecimpung khususnya dibidang pertanian dan peternakan. Website ini di bangun dengan bahasa pemrograman PHP, PostgreSQL sebagai database, sebagai hosting untuk website digunakan VPS. Dalam Website ini terdapat informasi mengenai Kecamatan Dempet khusunya dibidang pertanian dan peternakan, serta dalam peta terdapat sebaran fasilitas penunjang diantaranya, 23 penggilingan padi, 10 toko keperluan tani, 9 peternakan, dan 28 pintu air. Setelah dilakukan pengujian usability menunjukan bahwa efektivitas aplikasi mendapatkan nilai kepuasan sebesar 4,42 serta efisiensi mendapatkan nilai kepuasan 4,48. Maka dapat dikatakan responden sangat puas dengan performa website.
Analisis Pengaruh Jenis Tanah Terhadap Kerusakan Jalan Kota Semarang Berbasis Sistem Informasi Geografis Andreas Ardianto Prodjo Koesoemo; Andri Suprayogi; Hani&#039;ah . .
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.08 KB)

Abstract

Condition of roads in an area influenced by the type of soil that is underneath. An area generally have different soil types. Different soil types will have different levels of hardness. With the variety of soil types of an area will affect the state of development in the region. It also affects the condition of the road.This research was conducted in the districts of North Semarang, Semarang Central, South Semarang, West Semarang and East Semarang. This study was conducted to determine the distribution of road damage to the soil type in the study site using a Geographic Information System, which provides the function of roads, road conditions, street paving types, and soil types.Research in 2012 showed more road damage occurring on alluvial soil types at 15481.492 meters. Based on the research that has been done can be concluded road damage occurs in many types of soil that is soft and hardening unfavorable road.  Keywords : Geographic Information Systems , Damage Roads , Soil Type
ANALISIS AKSESIBILITAS SHELTER BRT TERHADAP SMP DAN SMA NEGERI DI KOTA SEMARANG BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS M Khoirul Baihaqi; Andri Suprayogi; Hana Sugiastu Firdaus
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.489 KB)

Abstract

ABSTRAK           Pertumbuhan kendaraan di Kota Semarang pertahunya sebesar 12%. Sedangkan pertumbuhan jalan hanya 0,9% pertahun. Begitu juga dengan tingginya mobilitas masyarakat dan pertumbuhan penduduk yang ikut menyumbang kepadatan jalan di Kota Semarang. Faktor tersebut tidak diimbangi oleh fasilitas angkutan umum yang memadai. Salah satu angkutan umum yang digunakan oleh masyarakat Kota Semarang adalah Bus Rapid Transit (BRT). Tidak hanya masyarakat umum yang menggunakan BRT, tetapi juga pelajar. Menurut data penumpang BRT tahun 2018, 30% dari penumpang BRT adalah pelajar. Pelayanan BRT Trans Semarang untuk saat ini memiliki 7 koridor. Jumlah koridor BRT Trans Semarang yang mencapai 7 koridor belum cukup untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat terutama siswa sekolah. Aksesibilitas shelter BRT Trans Semarang sangat penting untuk mendukung fasilitas umum pada sistem wajib belajar. Analisis aksesibilitas digunakan untuk mengetahui cakupan layanan shelter terhadap sekolah. Analisis tersebut bisa dilakukan dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG). Analisis aksesibilitas tersebut berupa analisis jarak dengan menggunakan network analysis. Setelah dianalisis kemudian didapatkan sekolah yang terakses maupun yang tidak terakses. Sekolah yang tidak terakses direncanakan rute tercepat dengan menggunakan closest facility dan rekomendasi penambahan shelter dengan menggunakan network analysis. Hasil dari analisis tersebut diperoleh dari 44 SMP Negeri di Kota Semarang, hanya 15 sekolah yang memiliki akses. Sementara pada jenjang SMA, dari 16 sekolah yang ada hanya 8 sekolah yang memiliki akses. Dan rekomendasi penambahan shelter ada 4 titik, yaitu untuk menjangkau SMP N 4 Semarang, SMP N 8 Semarang, SMP N 10 Semarang, dan SMP N 32 Semarang. Kata Kunci : Aksesibilitas, Network Analysis, Shelter BRT, SMA Negeri, dan SMP Negeri.  ABSTRACT            The growth of vehicles in Semarang City is 12%. While road growth is only 0.9% per year. Likewise, the high mobility of the people and population growth contributed to the density of roads in the city of Semarang. This factor is not balanced by adequate public transportation facilities. One of the public transportation used by the people of Semarang City is Bus Rapid Transit (BRT). Not only the general public uses BRT, but also students. According to BRT passenger data in 2018, 30% of BRT passengers are students. The Trans Semarang BRT service currently has 7 corridors. The number of Trans Semarang BRT corridors reaching 7 corridors is not enough to accommodate the needs of the community, especially school students. Accessibility of Trans Semarang BRT shelter is very important to support public facilities in the compulsory education system. Accessibility analysis is used to determine the coverage of shelter services to schools. This analysis can be done by utilizing the Geographic Information System (GIS). Accessibility analysis is in the form of distance analysis using network analysis. After being analyzed, it was found that accessible and non-accessible schools. Schools that are not accessible are planned for the fastest route by using the closest facility and recommendations for adding shelter by using network analysis. The results of the analysis were obtained from 44 Public Middle Schools in Semarang City, only 15 schools were accessed The results of the analysis were obtained from 44 state junior high schools in Semarang, only 15 schools has access. While at the high school level, out of the 16 schools there are only 8 schools that has access. And the recommendation for the addition of shelters is 4 points, namely to reach SMP N 4 Semarang, SMP N 8 Semarang, SMP N 10 Semarang, and SMP N 32 Semarang. Keywords : Accessibility, BRT Shelter, Network Analysis, Public High School, and Public Middle School.
IDENTIFIKASI POTENSI TOKO MEBEL BERDASARKAN ANALISIS PEMENUHAN KEBUTUHAN MEBEL BERBASIS SIG (Studi Kasus: Perumahan Bertipe Sederhana di Kecamatan Banyumanik) Auliannisa Auliannisa; Hani’ah Hani’ah; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.459 KB)

Abstract

ABSTRAKKecamatan Banyumanik merupakan salah satu kecamatan di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki jumlah penduduk terbanyak, yakni 132,508 jiwa (Badan Pusat Statistik, 2016). Oleh sebab itu, jumlah perumahan di kecamatan ini tergolong banyak begitupula dengan tipenya. Banyaknya jenis perumahan ini membuat peningkatan potensi industri mebel setempat. Banyak toko mebel setempat yang seharusnya memiliki potensi lebih besar karena tingkat pembangunan perumahan yang tinggi. Namun, hal tersebut perlu dikaji agar para industri mebel dapat mengetahui bagaimana potensi mebel terhadap perumahan bertipe kecil atau sederhana.Dalam penelitian ini digunakan data informasi toko mebel dan data survei opini kepada penghuni rumah tipe sederhana terhadap pembelian mebel. Dari data tersebut dilakukan pembobotan parameter menggunakan metode AHP (Analysis Hierarchy Process) dan diperoleh kriteria barang mebel yang paling tepat agar potensial dibeli penghuni perumahan bertipe sederhana yaitu meja makan/keluarga ukuran sedang sebesar 32%, sofa keluarga/tamu ukuran two seat sebesar 29% dan lemari baju ukuran dua pintu sebesar 69%.Kemudian dilakukan proses buffering terhadap perumahan bertipe sederhana dan jalan raya. Didapatkan hasil berupa persebaran toko mebel di Kecamatan Banyumanik dengan pola persebaran clustered (mengelompok) dipusat Kecamatan dan tersebar mendekati jalan raya serta presentase toko mebel terbesar terdapat di Kelurahan Srondol Wetan. Dari hasil data peta parameter, didapatkan potensi toko mebel di Kecamatan Banyumanik yaitu pada kelas sangat berpotensi terdapat 5 toko mebel, kelas berpotensi 3 toko mebel, kelas cukup berpotensi 6 toko mebel dan kelas kurang berpotensi 1 toko mebel. Kata Kunci : Perumahan Banyumanik, Mebel, Metode AHP (Analysis Hierarchy Process), Analisis buffering. ABSTRACTBanyumanik sub-district is one of many sub-districts in Central Java with the highest population of 132,508 people (Central Bureau of Statistics, 2016). Therefore, there are many housings with different types. The amount of these housings increases the potential of local furniture industries. The local furniture industries should have bigger potential because of the high level of housings development. However, it needs more study to find out the potential of furniture against very-simple or simple type housings.This study used data information of the furniture stores and the survey’s opinions of the modest type housings’ residents to the purchase of furniture. Based on the data, weighting parameter using AHP (Analysis Hierarchy Process) method has been done and obtained the most proper criteria for the furniture that was affordable for the residents of very simple type housing to simple type housing, they are medium size dining table which was 32%, two-seat family/guest, sofa  about 29% and two-door wardrobe about 69%.The buffering process of simple type housings and roadways was undergone. Then the result of Geospatial Information Systems analysis was the distribution of furnitures stores in Banyumanik sub-district with clustered pattern in sub-district’s center and spread near the roadways and the biggest percentage of furniture stores was in Administrative Village of Srondol Wetan. From the result of parameter map data, it is obtained that the potential of furniture stores in Banyumanik sub-district, there are 5 furniture stores in very potential level, 3 stores in potential level, 6 stores in fairly potential level and 1 store in less potential level.  Keywords: Banyumanik Housings, Furniture, AHP (Analysis Hierarchy Process) Method, Buffering Analysis..
APLIKASI OPENSTREETMAP UNTUK SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS KANTOR PELAYANAN UMUM (Studi Kasus: Kota Salatiga) Aufan Niam; Andri Suprayogi; Moehammad Awaluddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1073.463 KB)

Abstract

ABSTRAKKota Salatiga merupakan kota  dengan wilayah yang padat dan perkembangan yang pesat baik dari segi ekonomi, sosial, industri maupun budaya. Secara administratif Kota Salatiga terbagi menjadi empat kecamatan dan 22 kelurahan dengan jumlah penduduk pada tahun 2012 sebanyak 186.087 jiwa. Kantor pelayanan umum mempunyai tugas untuk melaksanakan pelayanan sesuai tugasnya kepada masyarakat di Kota Salatiga. Guna menunjang dan mendukung pelayanan secara maksimal  perlu adanya suatu aplikasi dari sistem informasi geografis yang menampilkan lokasi persebaran dan  informasi terkait dari kantor pelayanan umum tersebut.Salah satu media penyampaian informasi yang lengkap dan dapat diakses dimana saja dengan cepat adalah dengan menggunakan website.Dalam penelitian ini menggunakan data spasial koordinat posisi hasi survei dengan GPS Handheld dan data atribut yang berupa informasi yang didapat dari kantor terkait. Untuk merancang dan membangun sebuah informasi geografis kantor pelayanan umum di wilayah Kota Salatiga yaitu dengan memanfaatkan fasilitas OpenStreetMap (OSM) yang kemudian dikembangkan menggunakan kerangka website HTML, MySQL dengan  fitur phpMyadmin yang digunakan sebagai basis data dan OpenStreetMap API.Hasil akhir penelitian ini berupa aplikasi SIG untuk kantor pelayanan umum di Kota Salatiga yang menyajikan informasi dari masing-masing kantor kelurahan, kecamatan, KUA dan Puskesmas menggunakan fitur-fitur dan peta dari fasilitas OpenStreetMap.Kata Kunci: Kota Salatiga, Kantor Pelayanan Umum, SIG, OpenStreetMap ABSTRAKSalatiga is a city with populous region and growths rapidly in every aspects such economy, social, indusry and culture. Salatiga Municipality was administratively divided into four districts and 22 villages, with the total population in 2012 were 186.087 persons. Public office is responsible to provide services according their responsibility to public in Salatiga Municipality. To support and facilitate how to provide services effectively, there is a way to use an application based Geographic Information System (GIS) to display the distributed location and related information from each public offices. One of media to share the information completely and easily access anywhere is  by using website.This research using spatial data coordinates of the position from collected coordinate points using GPS Handheld and atributtes data are the information from related offices. To stake and build a geographic information to public office in Salatiga Manicipality is using facilities of OpenstreetMap then developed using  HTML website framework, MySQL with phpMyAdmin features used as database and OpenStreetMap API.The final result of this research is the application of GIS public service offices in Salatiga Municipality equipped with information of each village offices, district offices, religious offices, and public health service offices. The application used features and fasilities from OpenStreetMap.Keywords : Salatiga Municipality, public service offices, GIS, OpenStreetMap
Co-Authors ., Hani'ah Abdi Sukmono, Abdi Adinda Thana A. Pertiwi ADYVICTURA TINAMBUNAN Agung Setiawan Ahmad Syauqani Akhmad Didik Prastyo Albertus Indra Bagus Cahyadi Amran Nur Utomo Andreas Ardianto Prodjo Koesoemo Angga Sapto Aji, Angga Sapto Anggoro Wahyu Utomo Anisa Isna Yesiana Antoneta Yuanita Arief Laila Nugraha Arief Waskito Aji Arif Witoko Arizal Kawamuna, Arizal Arlina . Arwan Putra Wijaya Ary Nurhidayati Sugianto ATIKA MARWATI Aufan Niam Aulia Rizky Auliannisa Auliannisa Bagas Arif Widyagdo Bagas Setia Aji Bambang Darmo Yuwono Bambang Darmo Yuwono Bambang Septiana Bambang Sudarsono Bambang Sudarsono Bandi Sasmito Bashit, Nurhadi Bodro Sisvinta hayu Briandana Januar Aji Gunadi Bunga Roliesta Sari Dafid Januar Damar Ismoyo Danang Budi Susetyo Daud Panji Permana David Beta Putra Demi Stevany Diah Ratna Setianingrum DONY AGIL PRASETYO Dwi Arini Edi Ikhsan Emeralda Amirul Ariefa Endang Purwati EVAN BRILLIANTO Fadhlan Hamdi Fadlila Ananingtyas, Fadlila Fahrunnisa Wulandari Adininggar Fajar Dwi Hernawan Fajar Rusdyanto Fauzi Janu Amarrohman, Fauzi Janu Febrina Mutiara Rosita Pane Galuh Fitriarestu Santoso Gigih Pradana Gilang Andhika Surya J. Gilang Diva Pradana Giustia Puspa Geoda Grivina Yuliantika Gunita Mustika Hati Hana Sugiastu Firdaus Hana Sugiastu Firdaus, Hana Sugiastu Handaru Aryo Suni Hani&#039;ah . Hani&#039;ah . . Hani&#039;ah Hani&#039;ah Hani'ah, Hani'ah Haniah Haniah Hasan Basyri Henndry . Hot Parningotan Banjarnahor Ibrohim Shiddiq Ika Rahayu Wulansari Ikhlasul Amal Ahyani INNEKE ASTRID PITALOKA Johan Irawan Kemala Medika Putri Kurnia Darmawan Laode M Sabri Lea Kristi Agustina LM. Sabri Lukman Maulana Lydia Fadilla M Khoirul Baihaqi Maulvi Surya Gustavianto Mega Dwijayanti Meilina Fika Mayangsari Moehammad Awaluddin Moehammad Awwaluddin Moehammad Awwaluddin Muhamad Arif Debalano Muhamad Salahuddin Muhammad Alimsuardi Muhammad Annis Wichi Luthfina Muhammad Fitrianto Muhammad Hakqi Muhammad Iqbal Akhsin Muhammad Rifqi Andikasani Muhammad Ulya Muhammad, Rido Mutiaraning Pertiwi Narendra Sava Hanung Nasytha Nur Farah Nathania, Jessica Nia Rahmadhani Nurhadi Bashit Nurhadi Bashit Nyoman Winda Novitasari Olivia Sinaga Paundra Ksatrio Wahyutomo Pran Shiska, Pran Raden Putra Raihan Virgatama Ramadhan Susilo Utomo Randy Alihusni Wardana Ratih Kumala Dewi Rian Yudhi Prasetyo Ridwan Ageng Ashari Ridwan Aminullah Rifky Satrio Utomo Rifqi Najib Muzaka Rizal Adhi Pratama Rizki Putra Agrarian Rizqi Umi Rahmawati Rizqie Irfan Ryadi, Michael Vashni Immanuel Ryandana Adhiwuryan Bayuaji Saraswati, Galuh Febriana Sawitri Subiyanto Septian Dewi Cahyani SILALAHI, ERTHA Singgih Wahyu Nugroho Suardi Lubis Sulaiman Hakim Sinaga Sutomo Kahar Sutomo Kahar Taufik Eka Ramadhan, Taufik Eka TAUFIQ FITRIANSYAH ADI PRADANA Tri Afiebbawa Exactanaya Tsana’a Alifia Nauthika Tyas Arni Putri Ulifatus Sa&#039;diyah Veri Pramesto Wahyu Darmawan Wahyu Nur Rohim Wicke Widyanti Santosa Wisnu Hanggoro Yonanda Simarsoit Yudo Prasetyo Yudo Prasetyo