Andri Suprayogi
Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Published : 133 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANFAATAN TERRESTRIAL LASER SCANNER METODE CLOUD TO CLOUD UNTUK EARTHMOVING TAMBANG (Studi Kasus : PT. Pamapersada Nusantara Distrik PT. Trubaindo Coal Mining) Aulia Rizky; Bambang Sudarsono; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1028.262 KB)

Abstract

ABSTRAKPerhitungan earthmoving tambang merupakan suatu kegiatan survei yang dilakukan di area penambangan untuk menghitung volume pemindahan tanah. Perhitungan earthmoving tambang harus dilakukan dengan cepat, akurat dan detail. Kebutuhan akan hal tersebut bisa diperoleh dengan menggunakan teknologi laser scanner. Kegiatan aplikatif ini untuk menghitung volume earthmoving tambang dan melakukan kajian pada tahapan akuisisi data, pengolahan dan hasil volumetriknya.Akuisisi data lapangan dilakukan pada April 2017 dan Mei 2017 menggunakan metode cloud to cloud. Perangkat lunak yang digunakan dalam registrasi data dan pengolahan point clouds ialah RiScan Pro yang merupakan perangkat lunak operasional alat TLS Riegl VZ 1000. Objek dari kegiatan aplikatif ini adalah area penambangan PT Pamapersada Nusantara distrik PT Trubaindo Coal Mining. Titik kontrol didapatkan dari pengukuran menggunakan GPS geodetik yang akan digunakan sebagai referensi titik berdiri alat TLS. Untuk perhitungan volume dilakukan dengan metode cut and fill terhadap DTM dari point clouds yang terbentuk. Hasil hitungan volume earthmoving dari software RiScan Pro dan AutoCad Civil 2015 dilakukan uji perbandingan dengan membandingkan volume earthmoving hasil hitungan ritasi alat angkut (truck count). Data truck count diasumsikan sebagai data yang benar.Rata-rata selisih perhitungan dengan RiScan Pro yaitu sebesar ± 2,25% dan dengan Autocad Civil yaitu sebesar ± 2,17%. Toleransi selisih yang disyaratkan untuk pengukuran berdasarkan dokumen ASTM adalah 2,78%, sehingga pengukuran TLS yang dilakukan masuk toleransi yang telah ditetapkan.
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN STASIUN PENGISIAN BAHAN BAKAR UMUM (SPBU) DI KOTA SEMARANG DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Rifky Satrio Utomo; Sawitri Subiyanto; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1163.577 KB)

Abstract

ABSTRAKKota Semarang dengan luas wilayah 373,70 Km2  merupakan kota berkembang yang padat dari segi penduduk dan sebaran kendaraan bermotor yang mengkonsumsi bahan bakar setiap harinya. Oleh karena itu SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) sebagai agen resmi penyalur BBM juga kian berkembang pesat. Banyaknya pendirian SPBU khususnya di wilayah Semarang tak lepas dari manfaat dan kerugiannya terutama masalah kesesuaian lahannya. Disamping memperhatikan kesesuaian lahannya juga harus ada surat izin tempat usaha yang dikeluarkan baik oleh Pemerintah Daerah/Kota. Dalam hal ini SIG mempunyai manfaat yang dapat digunakan untuk menganalisis kesesuaian lahan SPBU menggunakan metode Analytical Hierarchy Processing (AHP).Dari analisis dengan menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process) menunjukkan besar bobot untuk masing-masing parameter sebesar 32,29 % untuk kemiringan lahan, 27,48 % untuk kelas jalan, 15,57% untuk jarak dengan SPBU terdekat, 10,21% untuk jumlah kendaraan per kecamatan, 6,79% untuk daerah potensi longsor, 4,67% untuk daerah potensi banjir, dan 3 % untuk jarak dengan permukiman.Dari hasil overlay peta hasil skoring didapatkan tiga klasifikasi kesesuaian lahan yaitu sangat sesuai, sesuai, dan tidak sesuai. Dari total SPBU di Kota Semarang sebanyak 60 SPBU, didapatkan analisis kesesuaian lahan sebanyak 25 SPBU masuk dalam kategori sangat sesuai, 31 SPBU masuk dalam kategori sesuai, dan 4 SPBU masuk dalam kategori tidak sesuai.Kata Kunci : SPBU, AHP, SIG  ABSTRACTSemarang city with an area of 373.70 km2 is a growing city that is dense in terms of population and distribution of motor vehicles consume fuel every day. Therefore the gas stationas an authorized agent distributor of fuel is also growing rapidly. Number of the establishment, especially in the area of Semarang gas stations could not be separated from the benefits and disadvantages especially issues of land suitability. Besides the suitability of the land must also be a location permit issued either by the local government / municipal. In this case the GIS has benefits that can be used to analyze the suitability of land filling stations using Analytical Hierarchy Processing (AHP).From the analysis using Analytical Hierarchy Process (AHP) showed large weights for each parameter by 32.29% for the slope of the land, 27.48% for the class of roads, 15.57% for the distance to the nearest gas station, 10.21% for the number of vehicles per sub-district, 6.79% for a potential landslide area, 4.67% for areas of potential flooding, and 3% for the distance to the settlements.From the resulting overlay maps scoring result obtained three classifications of land suitability is very suitable, appropriate and not appropriate. Of total stations in the city of Semarang as many as 60 gas stations, land suitability analysis found as many as 25 gas stations in the category very fit, 31 gas stations fit into the category, and 4 gas stations do not fit into the category.Keywords : SPBU, AHP, SIG *) Penulis, Penanggungjawab
PETA PERSEBARAN PENGINAPAN LOW BUDGET UNTUK BACKPACKERS TAUFIQ FITRIANSYAH ADI PRADANA; Andri Suprayogi; Hani'ah Hani'ah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1045.355 KB)

Abstract

Kota Semarang adalah ibukota Provinsi Jawa Tengah, memiliki sektor pariwisata yang sedang dikembangkan untuk menarik wisatawan, baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Bentuk wisata yang ada di Kota Semarang meliputi wisata alam, wisata budaya, wisata buatan, wisata minat khusus, dan berbagai event yang mengundang minat para wisatawan. Keanekaragaman event kebudayaan yang didukung oleh kreativitas seni, serta keramahtamahan masyarakat, membuat Kota Semarang mampu menciptakan produk-produk budaya dan pariwisata yang menjanjikan.Penelitian ini dilakukan untuk membuat peta persebaran penginapan yang low budget untuk para backpackers yang berkunjung ke Kota Semarang. Pemetaan yang dilakukan untuk mengidentifikasi jenis-jenis penginapan yang direkomendasikan untuk para backpackers dan mengetahui akses dari penginapan yang dimaksud ke tempat wisata yang rekomendasi di Kota Semarang.Hasil dari penelitian ini adalah peta persebaran penginapan low budget berdasarkan jenis kamar yang ada beserta informasi tentang penginapan yang dimaksud sehingga memudahkan para backpackers untuk memilih penginapan. Selain itu terdapat juga tempat wisata rekomendasi dan tempat umum yang berada di Kota Semarang.
ESTIMASI NILAI DAN KORELASI BIOMASSA TERHADAP NILAI NDVI BERBASIS METODE POLARIMETRIK SAR PADA CITRA QUAD-POL ALOS PALSAR TAHUN 2007 Narendra Sava Hanung; Yudo Prasetyo; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (874.7 KB)

Abstract

ABSTRAKSalah satu cara menahan kenaikan suhu permukaan bumi adalah mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Melalui fotosintesis, CO2 diserap dan diubah oleh tumbuhan menjadi karbon organik dalam bentuk biomassa. Kandungan karbon absolut dalam biomassa pada waktu tertentu dikenal dengan istilah stok karbon (carbon stock). Adanya program REDD+ memungkinkan negara berkembang untuk mendapat insentif dari penyerapan karbon. Oleh karena itu perlu adanya perhitungan biomassa yang efisien dan akurat sehingga dapat mengetahui stok karbon dalam suatu area yang luas.Salah satu cara untuk mengestimasi nilai biomassa adalah dengan metode penginderaan jauh. Dengan metode penginderaan jauh estimasi nilai biomassa dapat dilakukan tanpa harus ke lapangan langsung sehingga lebih menghemat biaya, tenaga, dan waktu.  Metode penginderaan jauh yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan metode polarimetrik SAR dengan memanfaatkan citra ALOS PALSAR Kabupaten Subang tahun 2007.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah biomassa dengan metode polarimetrik SAR, menganalisis perbandingan nilai biomassa di Kabupaten Subang dengan penelitian sebelumnya, menganalisis hubungan antara nilai biomassa dengan nilai NDVI, dan untuk menganalisis peta estimasi nilai biomassa dan tutupan lahan di Kabupaten Subang tahun 2007.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai biomassa masing-masing tutupan lahan sebagai berikut. Untuk tutupan lahan hutan adalah 466,061 ton/ha. Untuk tutupan lahan hutan jarang adalah 244,122 ton/ha. Untuk tutupan lahan perkebunan adalah 183,587 ton/ha. Untuk tutupan lahan pemukiman adalah 108,949 ton/ha. Untuk tutupan lahan perairan adalah 7,137 ton/ha. Hasil regresi linear antara nilai NDVI dengan nilai biomassa yaitu y=240,99x + 26,668 dan nilai R2=0,7181. Hasil klasifikasi tutupan lahan citra ALOS PALSAR dengan metode Scattering Model-Based Unsupervised Classification memberikan nilai overall accuracy dari matriks konfusi yaitu 49% nilai koefisien kappa bernilai 40%.Kata Kunci : Biomassa, Polarimetrik SAR, NDVI, ALOS PALSAR. ABSTRACTOne way to hold the temperature rise of the earth's surface is to reduce greenhouse effect emissions. Through photosynthesis, the CO2 is absorbed and converted by plants into organic carbon in the form of biomass. Absolute carbon content in the biomass at a certain time is known as the carbon stock. The existence of the REDD+ program enables develop countries to have the incentive of carbon absorption. Therefore it is necessary for calculating the biomass which is efficient and effective so it is able to determine the carbon stock in a large area.One way to estimate the value of the biomass is by remote sensing method. The remote sensing method can estimate the value of the biomass without having to pitch directly to savings, energy and time. The Remote sensing method which was used in this study is the polarimetric SAR method using ALOS PALSAR at Subang in 2007.The aim of this study was to determine the amount of biomass with the polarimetric SAR method, analyzing the comparative the biomass value in Subang with previous studies, analyzing the relationship between the biomass value with the NDVI value and  analyzing the distribution maps the biomass value and land cover in Subang in 2007.The results from this study showed the value of the biomass of each land cover like these. They are forest cover is 466.061 tons/ha, sparse woods cover is 244.122 tons/ha, plantation cover is 183.587 tons/ha, residential cover is 108.949 tons/ha and waters cover is 7.137 tons/ha. The result of linear regression between NDVI values with biomass value is y = 240.99x + 26.668 and the value of R2 = 0.7181. The Result of land cover classification ALOS PALSAR by using Scattering Model-Based Unsupervised Classification method have given overall accuracy value from confusion matrix is 49% and kappa coefficient value is 40%.Key words: Biomass, Polarimetric SAR, NDVI, ALOS PALSAR *) Penulis, PenanggungJawab
IDENTIFIKASI DAERAH RAWAN LONGSOR DENGAN MENGGUNAKAN METODE SMORPH DAN SIG (Studi Kasus : Kecamatan Semarang Barat) INNEKE ASTRID PITALOKA; Andri Suprayogi; Arief Laila Nugraha
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (995.311 KB)

Abstract

Kota Semarang adalah salah satu kota yang sering terjadi longsor di beberapa kecamatan. Puluhan rumah ambruk dan rusak parah akibat terkena dampak tanah longsor. Salah satunya adalah kecamatan Semarang Barat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), mencatat November 2016 sudah 38 kali bencana alam tanah longsor melanda di wilayah Semarang. Seiring dengan perkembangan teknologi untuk mengidentifikasi daerah rawan longsor dapat menggunakan data Light  Detection  and  Ranging (LIDAR). Metode yang digunakan yaitu metode slope morphology (SMORPH) merupakan perhitungan sudut kemiringan lereng yang dibentuk antara bidang permukaan tanah dengan bidang normal. Perhitungan sudut kemiringan lereng pada penelitian ini digunakan dalam satuan persen. Metode yang digunakan dengan memberikan score dan bobot pada parameter penentuan adanya longsor. Penentuan score dan bobot mengacu pada katalog metodologi pembuatan peta geohazard.Dari pengamatan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Light  Detection  and  Ranging (LIDAR) menggunakan metode pembobotan dan overlay beberapa parameter seperti penggunaan lahan, kemiringan lereng, curah hujan dan struktur geologi masing-masing memiliki skor dan bobot. Peta ancaman longsor dibagi menjadi 3 kelas dan wilayahnya rendah (1629,611 ha), sedang (346,684 ha) dan tinggi (13,751 ha). Kesesuaian daerah rawan longsor dilihat dari 2 jenis validasi dengan menggunakan data lapangan dan data kejadian longsor dan kerentanan berdasarkan matriks slope morphology (SMORPH). Kecocokan hasil sampel lapangan pada peta ancaman longsor adalah 97,05% dan tidak sesuai 2,95% sedangkan kesesuaian metode slope morphology (SMORPH) terhadap peta ancaman longsor dari sampling setiap kelurahan adalah 81,25% dan tidak sesuai 18,75%. Berdasarkan validasi yang dilakukan, maka hasil validasi lapangan terhadap peta ancaman lebih baik dibandingkan dengan validasi menggunakan metode SMORPH.
PEMETAAN TRAYEK ANGKUTAN UMUM DAN FASILITAS SOSIAL BERBASIS WEBGIS (Studi Kasus Kecamatan Rangkasbitung, Lebak, Banten) Damar Ismoyo; Andri Suprayogi; Moehammad Awaluddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.483 KB)

Abstract

ABSTRAKAngkutan umum merupakan salah satu bagian dari transfortasi perkotaan maupun pedesaan yang telah menjadi kebutuhan pokok masyarakat kota yang tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan masyarakat pada umumnya.Objek penelitian ini yaitu berupa aplikasi sistem informasi tentang pemetaan trayek angkutan kota dan fasilitas sosial berbasis web dengan studi kasus di Kecamatan Rangkasbitung, Lebak Banten.  Webgis adalah aplikasi sistem informasi geografis (SIG) yang terdistribusi dalam suatu jaringan komputer untuk mengintegrasikan dan menyebarluaskan informasi geografis secara visual pada World Wide Web. Webgis jika dibandingkan dengan desktop SIG menawarkan beberapa kelebihan seperti efesiensi biaya, efisiensi beban kerja sumber daya manusia untuk instalasi, pemeliharaan dan dukungan teknis, pemangkasan kurva pembelajaran untuk pengguna akhir dan keunggulan dalam hal integrasi data spasial dan data non spasial.Hasil penelitian ini berupa sebuah aplikasi SIG berbasis web yang menggunakan Google map API sebagai penyedia peta gratis yang akan diintegrasikan ke dalam website untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat yang baru pertama kali pergi ke Rangkasbitung agar bisa mengetahui rute/trayek angkutan kota yang sedang beroperasi dan juga mengetahui fasilitas sosial yang dilalui oleh rute angkot tersebut.Analisis dalam penelitian ini dibagi menjadi dua analisis yaitu trayek angkutan kota yang banyak melewati fasilitas sosial dan juga pengujian aplikasi SIG berbasis web, dengan dibagi menjadi tiga kelompok yaitu pengujian validasi jarak trayek dan tarif angkot, pengujian aplikasi dengan web browser dan pengujian usabilityKata Kunci : Transportasi, Angkutan Kota, Fasilitas Sosial, WebGIS ABSTRACKPublic transport is one part of the urban and rural transfortasi which has become a staple of urban society that can not be separated from the life of society in general.The object of this study in the form of information system applications on urban transportation route mapping and web-based social facilities with a case study in the District of Gecko, Banten. Web-based GIS (WebGIS) is the application of geographic information systems (GIS) are distributed in a computer network to integrate and disseminate geographic information visually on the World Wide Web. WebGIS compared to desktop GIS offers several advantages such as cost efficiency, the efficiency of the workload of human resources for the installation, maintenance and technical support, trimming the learning curve for end users and excellence in terms of the integration of spatial data and non-spatial data.The results of this study in the form of a web-based GIS applications that provide convenience to the people who first went to Gecko order to know the route / city transportation route running and also know the social facilities at the pass by the public transportation route.The analysis in this study is divided into two, namely the analysis of urban transportation route that passes many social facilities and also testing a web-based GIS applications, to be divided into three groups: validation testing distance routes and public transportation fare, with a web browser application testing and usability testingKeywords: Transportasi, City Transportation, Social Facility, WebGIS
APLIKASI PENANDA LOKASI PETA DIGITAL BERBASIS MOBILE GIS PADA SMARTPHONE ANDROID Gunita Mustika Hati; Andri Suprayogi; Bandi Sasmito
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.355 KB)

Abstract

Berkunjung ke tempat baru dalam  kota maupun luar kota merupakan hal yang sangat wajar. Permasalahannya adalah terkadang beberapa orang susah mengingat kembali letak suatu tempat ataupun arah rute menuju tempat tersebut. Sehingga meningkatnya mobilitas masyarakat berbanding lurus dengan meningkatnya kebutuhan informasi berupa peta digital.  Dalam penelitian ini aplikasi penanda lokasi peta digital berbasis mobile GIS pada smartphone android diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat untuk menyimpan data-data lokasi sesuai kebutuhan pengguna.Dengan bantuan Global Positioning System (GPS) yang berfungsi sebagai penunjuk lokasi, Location Based Service (LBS) yang menyediakan informasi berdasarkan letak geografis perangkat mobile, melalui visualisasi Google Maps, maka aplikasi ini akan mudah digunakan. Aplikasi ini dibangun dengan pemograman java Android menggunakan software ADT Bundle yang di dalamnya terdapat Eclipse sebagai editor bahasa pemograman java, ADT sebagai plugin untuk Eclipse, dan SDK untuk kepentingan development aplikasi berbasis Android.Hasil akhir dari penelitian ini adalah berupa aplikasi penanda lokasi peta digital berbasis mobile GIS pada smartphone android. Aplikasi ini memilki beberapa fitur utama seperti input data,  menampilkan list data tersimpan, menampilkan rute pada peta, dan membackup dan mengimpor data.Kata Kunci : Peta Digital, Aplikasi, Smartphone, Android
ANALISIS KERAWANAN BANJIR PADA KAWASAN TERBANGUN BERDASARKAN KLASIFIKASI INDEKS EBBI (ENHANCED BUILT-UP AND BARENESS INDEX) MENGGUNAKAN SIG (Studi Kasus di Kabupaten Demak) David Beta Putra; Andri Suprayogi; Bambang Sudarsono
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.11 KB)

Abstract

Kabupaten Demak merupakan salah satu daerah yang sering mengalami banjir. Hal ini terjadi karena topografi Demak yang lebih rendah dari daerah di sekitarnya sehingga sering mendapatkan banjir kiriman akibat luapan sungai ataupun karena intensitas hujan yang tinggi. Data BPBD Kabupaten Demak tahun 2017-2018 mencatat terdapat 30 kejadian banjir terjadi di wilayah Demak dalam waktu 1,5 tahun. Salah satu dampak kerugian dari banjir tersebut adalah kawasan terbangun yang dapat terendam banjir sehingga perlu dilakukan identifikasi untuk mengetahui luasan kawasan terbangun yang rawan banjir. Metode yang digunakan yaitu metode EBBI dan SIG. Metode Enhanced Built-Up and Bareness Index (EBBI) digunakan untuk mendapatkan hasil kawasan terbangun sedangkan metode SIG digunakan untuk mendapatkan hasil kerawanan banjir. Adapun parameter penentuan kerawanan banjir terdiri dari enam parameter yaitu kelerengan, jenis tanah, curah hujan, tata guna lahan, kerapatan sungai, dan jarak dari sungai. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah peta kawasan terbangun rawan banjir di Kabupaten Demak. Tingkat kerawanan banjir di Kabupaten Demak dibagi menjadi tiga kelas, yaitu kerawanan banjir rendah sebesar 5,10%, kerawanan banjir sedang sebesar 32,37%, dan kerawanan banjir tinggi sebesar 62,64%. Adapun jumlah luasan kawasan terbangun yang masuk kedalam kelas kerawanan rendah sebesar 628,113 ha, masuk kedalam kelas kerawann sedang sebesar 5.108,351 ha dan masuk kedalam kelas kerawanan tinggi sebesar 9.158,762 ha. Validasi dilakukan dengan cara melihat kesesuaian pengolahan kerawanan banjir dengan data banjir BPBD serta dengan validasi lapangan. Kesesuaian pengolahan kerawanan banjir dengan data banjir BPBD sebesar 71,42%. Adapun kesesuaian hasil validasi kawasan terbangun dengan hasil pengolahan sebesar 85,71% sedangkan kesesuaian hasil validasi kawasan terbangun rawan banjir dengan hasil pengolahan sebesar 72,86%.
PENGAMATAN LENDUTAN VERTIKAL JEMBATAN KALI BABON DENGAN METODE TERRESTRIAL LASER SCANNER Rizal Adhi Pratama; Sutomo Kahar; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.301 KB)

Abstract

Jembatan Kali Babon dibangun sekitar tahun 2005 dengan panjang 33,5 meter menggunakan tipe elastik. Jembatan akan mengalami dua macam deformasi yang berbeda, yaitu gerakan jangka panjang dan gerakan jangka pendek. Deformasi jembatan jangka panjang tidak dapat kembali ke bentuk aslinya, sedangkan deformasi jembatan jangka pendek atau yang biasa disebut (deflection) yaitu objek yang terdeformasi akan kembali ke posisi dan bentuknya semula jika terlepas dari seluruh muatannya.Dalam Penelitian ini menggunakan Teknologi FARO Laser Scanner Focus 3D untuk memantau besarnya deformasi jangka pendek yang terjadi pada Jembatan Kali Babon. Jumlah titik yang diamati sejumlah tujuh titik sepanjang bentang panjang jembatan. Dalam pemantauan deformasi ini dilakukan scanning sebanyak sebelas kali untuk memperoleh selisih lendutan maksimal yang terjadi pada jembatan. Hasil proses scanning ini berupa point clouds dalam bentuk tiga dimensi. Pengolahan data pengukuran ini menggunakan software scene 5.1.Teknologi Terrestrial Laser Scanner mampu mendeteksi lendutan vertikal Jembatan Kali Babon. Hasil pengukuran metode terrestrial laser scanner diperoleh lendutan maksimal sebesar 0.039 meter dengan lama pengamatan selama sembilan menit dalam sekali proses scanning. Berdasarkan perhitungan teknis pembebanan jembatan berdasarkan bridge management system 1992 untuk beban hidup pada jembatan, maksimal toleransi lendutan vertikal yang diperbolehkan adalah 0.083 meter. Hal ini menunjukan bahwa lendutan Jembatan Kali Babon masih memenuhi standar.Kata Kunci : Jembatan Kali Babon, Terrestrial Laser Scanner, Lendutan Vertikal
ANALISIS PERBANDINGAN HASIL ORTHOREKTIFIKASI METODE RANGE DOPPLER TERRAIN CORRECTION DAN METODE SAR SIMULATION TERRAIN CORRECTION MENGGUNAKAN DATA SAR SENTINEL – 1 Bambang Septiana; Arwan Putra Wijaya; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1106.922 KB)

Abstract

ABSTRAK Salah satu metode yang digunakan untuk pembuatan peta adalah dengan memanfaatkan satelit penginderaan jauh. Pembuatan peta dengan memanfaatkan satelit penginderaan jauh dinilai efektif dengan cakupan yang luas, biaya yang murah dan cepat. Banyak satelit yang telah menyediakan data penginderaan jauh baik sensor aktif maupun sensor pasif,citra dengan resolusi tinggi, resolusi sedang dan resolusi rendah. Sensor aktif memiliki kelebihan yaitu akuisisi data yang bisa dilakukan siang dan malam hari, menggunakan gelombang elektromagnetik radar sehingga tidak terganggu dengan tutupan awan dan tidak terpengaruh oleh kendala cuaca. Salah satu metode yang digunakan untuk sesnsor aktif adalah Synthetic Apperture Radar.Penelitian ini menggunakan data Sentinel-1. Sentinel-1 akan diolah hingga ke tahapan orthorektffikasi pada tahapan ini image Sentinel-1 yang belum berkoordinat lapangan akan memiliki koordinat lapangan. Metode orthorektifikasi yang digunakan adalah metode Range Doppler Terrain Correction dan metode SAR Simulation Terrain Correction. Hasil dari kedua metode orthorektifikasi tersebut kemudian akan dibandingkan dengan titik ICP dan peta RBI skala 1:25.000.Setelah dikaji dengan data pembanding hasil ukuran ICP di lapangan, peta RBI skala 1:25.000 metode Range Doppler Terrain Correction dan metode SAR Simulation Terrain Correction memiliki perbedaan ketelitian geometrik. Masing-masing metode memiliki variasi kesalahan yang beragam, untuk metode Range Doppler Terrain Correction dengan pembanding titik GCP memiliki nilai rmse sebesar 23,299 meter, dengan pembanding peta RBI skala 1:25.000 memiliki nilai rmse 21,286 meter. Metode SAR Simulation Terrain Correction dengan pembanding titik ICP memiliki nilai rmse 30,202 meter, dengan pembanding peta RBI skala 1:25.000 memiliki nilai rmse 30,981 meter. Kata Kunci : Orthorektifikasi, Range Doppler Terrain Correction, SAR Simulation Terrain Correction, Sentinel-1 ABSTRACT One of the methods used to produce a map is to utilize remote sensing satellite. Map production using remote sensing satellite is considered effective for compressive coverage, low cost, and fast. Many satellites have provided remote sensing data, either active or passive sensor with high, medium or low resolution of an image. Active sensor has the advantage for data acquisition that can be done in day or night by using electromagnetic waves radar. So that, the acquisition is not interfered by cloud cover and is not affected by weather constraints. One of the methods used for the active sensor is Synthetic Apperture Radar.This research uses Sentinel-1 data. Sentinel-1 will be processed to ortorectify stage. In this stage, Sentinel-1 that is not field coordinated yet will have field coordinate. Orthorectification method used are Range Doppler Terrain Correction and SAR Simulation Terrain Correction methods. The result of both orthorectification methods will be compared to ICP point and RBI map of scale 1:25.000.Having assessed with comparing data of the result of ICP size in field, RBI map of scale 1:25.000. Range Doppler Terrain Correction and SAR Simulation Terrain Correction have different geometric accuracy. Each of these methods have a variety of errors, for Range Doppler Terrain Correction method with ICP comparing point has 23,299 meters of rmse value. Meanwhile, in RBI map of scale 1:25.000 has 21,286 meters of rmse value. SAR Simulation Terrain Correction method with comparison of ICP point has 30, 202 meters of rmse value. Meanwhile, in comparison of RBI map of scale 1;25.000 has 30.981 meters of rmse value.  Keywords : Orthorektifikasi, Range Doppler Terrain Correction, SAR Simulation Terrain Correction, Sentinel-1
Co-Authors ., Hani'ah Abdi Sukmono, Abdi Adinda Thana A. Pertiwi ADYVICTURA TINAMBUNAN Agung Setiawan Ahmad Syauqani Akhmad Didik Prastyo Albertus Indra Bagus Cahyadi Amran Nur Utomo Andreas Ardianto Prodjo Koesoemo Angga Sapto Aji, Angga Sapto Anggoro Wahyu Utomo Anisa Isna Yesiana Antoneta Yuanita Arief Laila Nugraha Arief Waskito Aji Arif Witoko Arizal Kawamuna, Arizal Arlina . Arwan Putra Wijaya Ary Nurhidayati Sugianto ATIKA MARWATI Aufan Niam Aulia Rizky Auliannisa Auliannisa Bagas Arif Widyagdo Bagas Setia Aji Bambang Darmo Yuwono Bambang Darmo Yuwono Bambang Septiana Bambang Sudarsono Bambang Sudarsono Bandi Sasmito Bashit, Nurhadi Bodro Sisvinta hayu Briandana Januar Aji Gunadi Bunga Roliesta Sari Dafid Januar Damar Ismoyo Danang Budi Susetyo Daud Panji Permana David Beta Putra Demi Stevany Diah Ratna Setianingrum DONY AGIL PRASETYO Dwi Arini Edi Ikhsan Emeralda Amirul Ariefa Endang Purwati EVAN BRILLIANTO Fadhlan Hamdi Fadlila Ananingtyas, Fadlila Fahrunnisa Wulandari Adininggar Fajar Dwi Hernawan Fajar Rusdyanto Fauzi Janu Amarrohman, Fauzi Janu Febrina Mutiara Rosita Pane Galuh Fitriarestu Santoso Gigih Pradana Gilang Andhika Surya J. Gilang Diva Pradana Giustia Puspa Geoda Grivina Yuliantika Gunita Mustika Hati Hana Sugiastu Firdaus Hana Sugiastu Firdaus, Hana Sugiastu Handaru Aryo Suni Hani'ah . Hani'ah . . Hani'ah Hani'ah Hani'ah, Hani'ah Haniah Haniah Hasan Basyri Henndry . Hot Parningotan Banjarnahor Ibrohim Shiddiq Ika Rahayu Wulansari Ikhlasul Amal Ahyani INNEKE ASTRID PITALOKA Johan Irawan Kemala Medika Putri Kurnia Darmawan Laode M Sabri Lea Kristi Agustina LM. Sabri Lukman Maulana Lydia Fadilla M Khoirul Baihaqi Maulvi Surya Gustavianto Mega Dwijayanti Meilina Fika Mayangsari Moehammad Awaluddin Moehammad Awwaluddin Moehammad Awwaluddin Muhamad Arif Debalano Muhamad Salahuddin Muhammad Alimsuardi Muhammad Annis Wichi Luthfina Muhammad Fitrianto Muhammad Hakqi Muhammad Iqbal Akhsin Muhammad Rifqi Andikasani Muhammad Ulya Muhammad, Rido Mutiaraning Pertiwi Narendra Sava Hanung Nasytha Nur Farah Nathania, Jessica Nia Rahmadhani Nurhadi Bashit Nurhadi Bashit Nyoman Winda Novitasari Olivia Sinaga Paundra Ksatrio Wahyutomo Pran Shiska, Pran Raden Putra Raihan Virgatama Ramadhan Susilo Utomo Randy Alihusni Wardana Ratih Kumala Dewi Rian Yudhi Prasetyo Ridwan Ageng Ashari Ridwan Aminullah Rifky Satrio Utomo Rifqi Najib Muzaka Rizal Adhi Pratama Rizki Putra Agrarian Rizqi Umi Rahmawati Rizqie Irfan Ryadi, Michael Vashni Immanuel Ryandana Adhiwuryan Bayuaji Saraswati, Galuh Febriana Sawitri Subiyanto Septian Dewi Cahyani SILALAHI, ERTHA Singgih Wahyu Nugroho Suardi Lubis Sulaiman Hakim Sinaga Sutomo Kahar Sutomo Kahar Taufik Eka Ramadhan, Taufik Eka TAUFIQ FITRIANSYAH ADI PRADANA Tri Afiebbawa Exactanaya Tsana’a Alifia Nauthika Tyas Arni Putri Ulifatus Sa'diyah Veri Pramesto Wahyu Darmawan Wahyu Nur Rohim Wicke Widyanti Santosa Wisnu Hanggoro Yonanda Simarsoit Yudo Prasetyo Yudo Prasetyo