Andri Suprayogi
Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Published : 133 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBUATAN PETA WISATA DIGITAL 3 DIMENSI OBYEK WISATA BROWN CANYON SECARA INTERAKTIF DENGAN MENGGUNAKAN WAHANA UNMANNED AERIAL VEHICLE (UAV) Kemala Medika Putri; Sawitri Subiyanto; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.01 KB)

Abstract

ABSTRAK Peta merupakan sesuatu yang penting bagi perkembangan pariwisata. Dengan adanya peta, para wisatawan akan mudah untuk mengunjungi objek wisata. Proyek bekas galian tambang pasir yang yang terletak di Desa Rowosari, Tembalang menjadi terkenal karena kesamaan penampakannya dengan Grand Canyon Arizona, United States. Kehadiran peta wisata digital 3 dimensi yang dilengkapi dengan informasi spasial dari objek sangat penting untuk membantu wisatawan ke tempat tersebut dengan mudah. Salah satu metode pemetaan yang dapat digunakan yaitu fotogrametri menggunakan UAV (Unmanned Aerial Vehicle). Penulis menggunakan DJI Phantom 3 Professional dalam penggambilan foto udara dan menggolah data foto udara menggunakan Agisoft Photoscan dan Drone Deploy. GPS handheld juga digunakan untuk mengambil informasi data spasial yang berupa point of interest di lapangan. Metode ini sangat efektif dalam akuisisi data dan juga efisien dari segi waktu dan biaya operasional. Pada akhir penelitian ini, hasil pengukuran dan pembuatan peta digital 3 dimensi akan diinputkan pada web GIS Brown Canyon dan beberapa atribut informasi tentang lokasi tersebut. Kata Kunci : Aerial photography, Geographic Information System, Photogrammetry, UAV  ABSTRACT Maps are essential in supporting tourism. It facilitates tourists to get to the tourist objects without difficulty. One of the arising tourist objects in Semarang that attracts many people is Brown Canyon. The old abandoned sand mine project located in Worosari, Tembalang got its popular name for its similar landscape as the Arizona Grand Canyon in the United States. Therefore, it is necessary to make an interactive three-dimensional map complete with the spatial information of the object to help people getting there effortlessly. One of the mapping methods that can be used is Photogrammetry with UAV (Unmanned Aerial Vehicle). This method is effective in data acquisition as well as efficient in terms of time and operational cost. Subsequently, a handheld GPS is utilized to include the necessary spatial information at several points of interest on site. Certainly, effectiveness and efficiency of the Photogrammetry method are not the only two concerns. Output quality must also be taken into consideration. In the end of the research, measuring results will be put into a GIS web (Geographic Information System) on the map area of Brown Canyon and some feature information about the location. Keywords: Aerial photography, Geographic Information System, Photogrammetry, UAV
Aplikasi Pgrouting Untuk Penentuan Jalur Optimum Pada Pembuatan Rute Pemadam Kebakaran (Studi Kasus : Kota Semarang) Nasytha Nur Farah; Andri Suprayogi; Moehammad Awaluddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1239.399 KB)

Abstract

The technological developments of Geographic Information Systems (GIS) in integrating database processing operation has been very rapid. One of them is the use of SQL syntax which serves as a routing contained in PostgreSQL database. In pgRouting one of algorithm which is implemented is Dijkstra's algorithm. PgRouting is used to find out the optimum route from the starting point to the destination point which has been determined. In this study, pgRouting was applied to the Fire Company which requires timeliness in covering work areas in Semarang in case of fire.In order to use pgRouting, first install PostgreSQL, set up the data with a good quality control to be built in PostGIS and then add pgRouting extension itself. Furthermore, enable the required fields in the routing operations such as source, the target, length, topology, and index. After those required fields successfully activated, insert the SQL query in the SQL editor to implement the function of the shortest path by taking notice into the node source and the node target to be excecuted later on.The operation results are the shortest route layer along the attribute tables. And they are displayed on the Quantum GIS Wroclaw version by making the connection first. The results of dijkstra algorithm implementation are segments with weight/minimum cost from the starting node and aiming to the destination node. In the attributes which have been generated are also being taken notice the travel time problem. And it was analyzed to obtain the estimated time 1 that is 10 minutes and the estimated time 2 that is 15 minutes for the Firemen working. As the conclusion, that the Fire Company Central Office which is located in Jl.Madukoro has a strategic position to cover the area in Semarang City with the help of 2 Fire Company Sub Office which is located in Jl.Majapahit and Jl.Ngesrep Timur. But three districts namely Ngaliyan, Mijen, and Gunungpati are districts that is located beyond the reach of the office based on the analysis.Keywords: PostgreSQL, pgRouting, shortest path, Fire Route.
PENGARUH VARIASI TINGGI TERBANG MENGGUNAKAN WAHANA UNMANNED AERIAL VEHICLE (UAV) QUADCOPTER DJI PHANTOM 3 PRO PADA PEMBUATAN PETA ORTHOFOTO (STUDI KASUS KAMPUS UNIVERSITAS DIPONEGORO) Ahmad Syauqani; Sawitri Subiyanto; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1247.185 KB)

Abstract

ABSTRAKPada saat ini perkembangan teknologi sangatlah pesat dibidang pemetaan salah satunya adalah berkembangnya teknogi pemetaan dengan menggunakan wahana Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau sering disebut pesawat tanpa awak. Pesawat tanpa awak ini merupakan teknologi yang sedang marak digunakan untuk pekerjaan pemetaan fotogrametri.Penelitian ini dilaksanakan di daerah Universitas Diponegoro dengan luasan ± 18 Hektar. Sensor yang digunakan adalah kamera non metrik digital (Sony EXMOR 1/23” 12 Megapixel) dan didalam melakukan penelitian diberikan dua perlakuan yaitu dengan menggunakan tinggi terbang 80 meter dan 100 meter. Proses pengolahan menggunakan perangkat lunak Agisoft Photoscan. Proses yang dilakukan pada perangkat lunak yaitu: aligment yang merupakan proses untuk melakukan identifikasi titik sekutu secara otomatis, kalibrasi kamera untuk menentukan orientasi dalam dan orientasi luar kamera,  penentuan titik kontrol, pembuatan model 3 dimensi, dan pemberian tekstur model. Setelah dilakukan proses tersebut dilakukan pengamatan dari dua hasil orthofoto yang berbeda tinggi terbangnya dengan melakukan pengamatan jarak, luasan, arah orientasi, dan RMSE yang diperoleh dari dua buah orthofoto tersebut.Dari penelitian tersebut diperoleh bahwa ketelitian lebih baik didapatkan pada tinggi terbang 80m dibandingkan dengan tinggi terbang 100 meter serta jika dilihat kesalahan pix dari tinggi terbang 80 meter sebesar 1,52407 pix dan tinggi terbang 100 meter sebesar 2,33035 pix. Kata Kunci : Agisoft, ketelitian, Sony Exmor , Tinggi Terbang, Wahana Pesawat Tanpa Awak.  ABSTRACTNowadays, the development technology is significantly fast in mapping, one of them is evolving the mapping technology using Unmanned Aerial Vehicle (UAV). UAV is technology which emerging use for photogrammetry mapping.This research is held on Diponegoro University about ± 18 hectare. The Sensor which used is digital non metric camera (Sony EXMOR 1/23” 12 Megapixel) and In this reseacrh is given two treatment which is using plane height 80 meters and 100 meters. The processing is using Agisoft Photoscan software. The processing that doing in software which is aligment which process for identify tie points automatically. Camera callibration for determine interior orientation and exterior orientation of camera, determining the control points, making three dimension model, and give the model texture. After the process is done, the next step is observe from two orthophoto which have the different plane height with observe the distant, area, orientation vector, and RMSE which obtained from two orthophoto.   From this research obtain that the best accuracy is gotten on plane height 80 meters rather than plane height 100 meters and also from the pix error from plane height 80 meters are amounted 1,52407 pix and plane height 100 meters 2,33035 pix. Keywords: Accuracy, Agisoft, Sony Exmor, Plane height, Unmannde Aerial Vehicle.
WEBGIS PENENTUAN JALUR HOTEL TERDEKAT DARI KAWASAN PARIWISATA DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA DIJKSTRA (Studi Kasus : Kota Semarang) Gilang Diva Pradana; Andri Suprayogi; Abdi Sukmono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (954.177 KB)

Abstract

ABSTRAKKebutuhan akan lokasi penginapan saat sedang bermain di daerah pariwisata sangatlah penting bagi para wisatawan, tidak semua wisatawan menggunakan jasa travel untuk pergi ke sebuah daerah pariwisata, banyak juga yang kesulitan mencari hotel untuk mereka menginap terutama hotel yang dekat dengan daerah pariwisata yang mereka kunjungi, seperti pada Kota Semarang yang merupakan ibu kota Jawa Tengah yang memiliki beragam obyek wisata yang disuguhkan mulai dari obyek wisata alam seperti pantai atau goa, maupun obyek wisata buatan seperti puri maerokoco, tentu saja ini membuat banyak wisatawan yang ingin berkunjung ke Kota Semarang .Dengan menggunakan fungsi Pgrouting yang ada pada PostGIS terutama pada penerapan algoritma dijkstra dengan data jalan yang sudah di buat mulai dari penambahan kolom data yang dibutuhkan oleh Pgrouting seperti kolom source, target, cost dan reverse cost maka dapat dibuat sebuah sistem pencarian rute yang telah terintegrasi dengan Geoserver sebagai perantara interaksi antara halaman interface peta Openlayer dengan PostgreSQL.Hasil Penelitian ini adalah sebuah web yang memiliki beberapa interface pengenalan Kota Semarang dan halaman peta yang memiliki fungsi untuk mencari hotel terdekat berdasarkan jumlah hotel yang diingin serta fungsi pencarian rute dengan algoritma dijkstra, setelah web dibuat lalu dilakukan beberapa uji yaitu uji tampilan browser dengan hasil seluruh browser dan perangkat yang digunakan dapat membuka tampilan web dengan baik, uji validitas dengan hasil perbedaan dengan uji lapangan yaitu untuk jarak 148 m dan waktu sebanyak 72 detik dan untuk uji usability dilakukan dengan menyebar quisioner  dengan hasil akhir kenyamanan sebanyak 81%, kemudahan sebanyak 76%, pemahaman fitur 75%, kebermanfaatan 77% dan kebutuhan akan aplikasi ini 78%.
PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK MEMETAKAN HASIL PEMILU LEGISLATIF 2009 DI DAERAH PEMILIHAN KOTA SEMARANG Arief Waskito Aji; Andri Suprayogi; Bambang Sudarsono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.461 KB)

Abstract

Sistem Informasi Geografis adalah sistem informasi yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, memanggil kembali, mengolah, menganalisa, dan menghasilkan data bereferensi geografis atau geospatial, untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu perencanaan. Dengan menggunakan SIG akan lebih mudah bagi para pengambil keputusan untuk menganalisa data yang ada. Menampilkan informasi data spasial dan data non spasial merupakan salah satu kemampuan yang dimiliki untuk pengembangan Sistem Informasi Geografis yang dapat digunakan untuk mengetahui persebaran suara hasil pemilu legislatif. Pada penulisan tugas akhir ini, penulis membuat Perancangan Sistem Informasi Geografis untuk mengetahui persebaran hasil pemilu legislatif pada tahun 2009 untuk daerah pemilihan Kota Semarang dengan menggunakan ArcView 3.3. Pemanfaatan SIG diharapkan mampu memberikan visualisasi terhadap keadaan politik atau peta politik di Kota Semarang sehingga dapat dijadikan sebagai tolak ukur untuk pilkada 2013 dan pemilu 2014, kepada masyarakat, anggota partai politik yang terlibat dalam pemilu dan KPU sebagai penyelenggara pemilu.
PEMBUATAN PETA JALUR PENDAKIAN GUNUNG LAWU Rian Yudhi Prasetyo; Andri Suprayogi; Bambang Darmo Yuwono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (896.848 KB)

Abstract

Kegiatan mendaki gunung merupakan kegiatan dengan tingkat bahaya relatif tinggi. Para pendaki akan berjalan di hutan menghabiskan waktu yang cukup lama dengan kadar oksigen yang semakin tipis dan suhu yang sangat dingin bahkan bisa mencapai di bawah 0º Celcius. Para pendaki dapat tersesat, hilang dan meninggal di gunung karena kurangnya pengetahuan dan informasi tentang jalur pendakian yang mereka lalui. Pada jaman dahulu kegiatan pendakian gunung tidak sebanyak sekarang. Kegiatan pendakian hanya dilakukan kelompok atau komunitas tertentu saja seperti mahasiswa pecinta alam atau komunitas pecinta alam lainnya. Komunitas pecinta alam pada dasarnya sudah dibekali pengetahuan tentang pendakian, seperti perencanaan pendakian, bahaya dan cara mengatasi bahaya tersebut dalam pendakian sehingga bisa melakukan pendakian dengan lancar dan selamat. Tetapi saat ini kegiatan luar ruangan, terutama mendaki gunung merupakan kegiatan yang digemari banyak orang. Jumlah pendaki gunung semakin lama semakin bertambah, baik yang mempunyai pengetahuan tentang pendakian atau orang yang hanya ikut-ikutan dimana dia tidak memiliki pengetahuan dasar tentang mendaki gunung. Bahkan tidak jarang dijumpai pendaki yang mengabaikan standart keselamatan dalam pendakian. Berdasarkan hal tersebut, sehingga peneliti melakukan penelitian dengan pembuatan peta jalur pendakian gunung Lawu bertujuan untuk memberikan data spasial dan nonspasial yang berupa peta dan buku panduan mendaki gunung Lawu agar pendaki dapat mengetahui karakteristik masing-masing jalur pendakian dan membuat perencanaan pendakian yang baik sehingga meminimalisir bertambahnya korban jiwa di gunung. Pengumpulan data dilakukan dengan survei langsung ke 3 jalur pendakian baik data spasial maupun data nonspasial. Pengolahan data tersebut meliputi transformasi data kedalam format yang telah ditentukan dan penyesuaian data terhadap parameter – parameter yang digunakan serta proses penyajian data ke dalam bentuk peta fisik dan menganalisis tingkat kesulitan ke 3 jalur pendakian dari parameter yang didapat. Data hasil penelitian berupa data jarak, kelerengan, beda tinggi, waktu tempuh, dan ketersediaan sarana di jalur pendakian.
SURVEI DEFORMASI DENGAN METODE GNSS TAHUN 2019 DI SEKITAR JEMBATAN PENGGARON Bagas Setia Aji; Andri Suprayogi; LM Sabri
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.247 KB)

Abstract

ABSTRAKJembatan Penggaron merupakan jembatan yang berada di ruas jalan tol Semarang-Solo kilometer 427. Jembatan Penggaron berada di Desa Susukan, Kabupaten Semarang. Panjang dari Jembatan Penggaron diperkirakan kurang lebih 400 m. Wilayah sekitar jembatan Penggaron teridentifikasi adanya suatu pergerakan tanah yang mengakibatkan jembatan dapat mengalami deformasi. Metode yang digunakan untuk penelitian ini yaitu pengamatan GNSS (Global Navigation Satellite System) karena memiliki akurasi yang cukup tinggi dalam pemantauan berbasis point. Pengamatan titik di sekitar jembatan diambil 2 kali pengamatan yaitu tahun 2018 dan 2019. Durasi pengamatan kurang lebihnya 8 jam. Data pengamatan diolah menggunakan software GAMIT 10.7 dengan titik 5 ikat regional (CORS BIG) diantaranya: CJPR, CMGL, CPKL, CPWD, dan CSEM. Hasil pengolahan berupa koordinat yang nantinya dapat dianalisis nilai pergeseranya. Pergeseran terbesar terjadi pada titik pengamatan BMDU dengan nilai resultan sebesar 0,051 m ke arah 89,537 derajat. Pergeseran terkecil terjadi pada titik pengamatan CPSA dengan resultan sebesar 0,006 m ke arah 164,251 derajat. Penurunan terbesar terjadi pada titik amat CPSA dengan nilai du=-0,044 m. Penurunan terendah terjadi pada titik amat BMSA dengan nilai du= -0,001 m.Konsistensi hasil koordinat geosentrik dengan 5 titik ikat dibandingkan dengan 1 titik ikat memiliki selisih kurang dari 5 mm. Perbandingan koordinat geosentrik tahun 2018 selisih rata-rata terbesar terdapat pada titik ikat CJPR. Perbandingan koordinat geosentrik tahun 2019 selisih rata-rata terbesar terdapat pada titik ikat CPWD.Kata Kunci   : CORS, Deformasi, GAMIT, GNSS, Sekitar Jembatan Penggaron  ABSTRACTThe Penggaron Bridge is a bridge on the Kilometer 427 Semarang-Solo toll road.  Penggaron Bridge is located in Susukan Village, Semarang Regency. The length of the Penggaron bridge is estimated of around 400 m. The area around the Penggaron Bridge is identified as a land movement that causes the bridge to be deforming. The method used for this research is the GNSS observation (Global Navigation Satellite System) because it has quite high accuracy in point-based monitoring. The point observation around the bridge was taken 2 observations, namely 2018 and 2019. Duration of observation is approximately 8 hours. Observation Data processed using GAMIT 10.7 software with point 5 stations (BIG CORS) include: CJPR, CMGL, CPKL, CPWD, and CSEM. The result of the processing of coordinates can be analyzed by the value of its alignment. The biggest shift occurs at the BMDU observation point with a resultant 0.051 m in direction 89.537 degree. The smallest shift occurs at the CPSA observation point with a value with a resultant 0.006 m in direction 164.251 degree. The biggest decline occurred at CPSA point with a value du =-0.044 m. The lowest decrease occurred at the BMSA point with a value du =-0.001 m. Consistency of geocentric coordinate results with 5 connective points compared with 1 binding point has a difference of less than 5 mm. The ratio of geocentric coordinates to 2018 the largest average difference is at CJPR's binding point. The ratio of geocentric coordinates in 2019 the largest average difference is at the CPWD connective point. Key Words      : CORS, Deformation, GAMIT, GNSS, The area around the Penggaron Bridge.
PEMBUATAN APLIKASI MOBILE GIS BERBASIS ANDROID UNTUK INFORMASI PARIWISATA DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL Rizki Putra Agrarian; Andri Suprayogi; Bambang Darmo Yuwono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.891 KB)

Abstract

ABSTRAK Kabupaten Gunungkidul adalah salah satu kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Pusat pemerintahan berada di Kecamatan Wonosari. Sebagai kota yang dipenuhi berbagai fasilitas dan objek wisata menarik, Kabupaten Gunungkidul menjadi salah satu tujuan wisata dari wisatawan lokal maupun asing. Maka dari itu sudah seharusnya Kabupaten Gunungkidul memiliki fasilitas pendukung berupa panduan mengenai objek wisata sehingga dapat memudahkan para wisatawan lokal dan asing yang akan berkunjung.Penelitian ini memanfaatkan data koordinat dan deskripsi dari masing-masing objek wisata yang dilakukan dengan survey langsung ke lapangan dengan menggunakan GPS handheld. Langkah selanjutnya adalah membangun sebuah aplikasi berbasis Android dengan menggunakan software MIT App Inventor 2. Pada tahap akhir dilakukan pembandingan kecepatan koneksi saat menggunakaan aplikasi pada jaringan WLAN, 2G dan 3G.Penelitian tugas akhir ini menghasilkan sebuah aplikasi mobile GIS tentang pariwisata di Kabupaten Gunungkidul yang diharap dapat membantu wisatawan lokal maupun asing dalam berpariwisata di Kabupaten Gunungkidul. Fitur aplikasi antara lain penunjuk arah ke lokasi yang dituju, jarak ke lokasi dan informasi umum seperti trayek angkutan umum dan daftar hotel.Kata Kunci: Android; Gunungkidul; MIT App Inventor 2; mobile GIS; pariwisata  ABSTRACT Gunungkidul Regency is one of many regencies in Yogyakarta Special District, Indonesia. The central of the government is at Wonosari Subdistrict. As a town filled with interesting facilities and tourism objects, Gunungkidul Regency became one of many traveling destinations for domestic and foreign tourists. And because of that, Gunungkidul Regency should have a supproting facility like a guide about its tourism objects so it could ease the tourists who will be coming there.This study utilizes coordinate data and descriptions of each tourism object which is done by a direct field survey using handheld GPS. The next step was building an Android-based application using MIT App Inventor 2 software. And on the last phase, it compares connection speed when the application is being used at WLAN, 2G and 3G network.This study produced a mobile GIS application about tourism in Gunungkidul Regency that hopefully could help domestic and foreign tourists when they travel there. The application features the direction and the distance to the tourism objects, and common information like public transportation routes and hotel list.Keywords: Android; Gunungkidul; MIT App Inventor 2; mobile GIS; tourism
Aplikasi WebGIS Hotel Di Kota Surakarta Memanfaatkan Google Maps API Fajar Rusdyanto; Andri Suprayogi; Hani'ah .
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.251 KB)

Abstract

Technology development at this junction was already well that especially in the field of wireless networks. Began from a tool that’s used until to speed of the existing wireless network. The information that exist in an area could easily spread to another areas in just seconds. These things would very made light of communication in era that completely advance now. But the information that was exist if not managed properly will certainly could be difficult for the communication. So for that was  required a system that regulates the information or better known as information systems. Information systems are just written only and there are completely with pictures and maps. Information system that equipped with a map is called a Geographic Information System.In every city at this junction certainly equipped with luxurious accommodation facilities or better known by the hotel. One of the town are Surakarta which there are one of the tourist city. Information about this hotel are felt still not enough because hasn’t systems that organize them. Information systems were felt good enough to managed geographic information about the hotel is a geographic information system used the Internet or  Geographic Information System that based on web. By utilizing Google Maps felt good enough because it is a quite familiar in all operating system platforms that exist today. Geographic Information System technology are expected could helped to the users to obtained information on the spatial and non-spatial regarding hotels in the Surakarta city, Central Java .Keywords: Hotels, Surakarta,WebGIS
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) PERSEBARAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) BERBASIS WEB (Studi Kasus : Kota Salatiga) Maulvi Surya Gustavianto; Andri Suprayogi; Arwan Putra Wijaya
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (869.355 KB)

Abstract

ABSTRAKUsaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Salatiga telah mengalami perkembangan secara signifikan. Maka pemerintah Kota Salatiga memiliki kebijakan yang dibentuk oleh Forum for Economic Development and Employment Promotion (FEDEP) dengan mengklasifikasikan UMKM menjadi 8 klaster yaitu klaster kerajinan, klaster makanan olahan ikan, klaster makanan olahan, klaster batik dan border, klaster susu, klaster sapi, klaster kelinci, dan klaster olahan limbah peternakan. Untuk menunjang kebijakan tersebut dibutuhkan sebuah aplikasi yang dapat mempermudah masyarakat umum dalam mendapatkan informasi persebaran UMKM.Aplikasi Persebaran Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Salatiga diharapkan dapat mencakup semua kebutuhan informasi tentang UMKM yang ada di Kota Salatiga. Dalam pembangunan aplikasi ini dimulai dengan studi literatur dimana mempelajari penelitian dengan kajian yang sama, kemudian mengumpulkan data atribut dari UMKM, mengolah data, dan pembuatan basis data MySQL untuk menampilkan peta persebaran UMKM.Hasil dari penelitian berupa aplikasi persebaran Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Salatiga berbasis webGIS yang menampilkan persebaran UMKM beserta informasi mengenai UMKM tersebut. Pengujian aplikasi ini menggunakan dua pengujian yaitu uji program dengan hasil bahwa aplikasi ini berhasil diakses dengan web browser Google Chrome, Mozilla Firefox, Opera dan Internet UC Browser. Berikutnya adalah uji usability menggunakan kuisioner dengan hasil bahwa aplikasi ini mendapat nilai 163,2  untuk keefektifan dan nilai 163,5  untuk efesiensi sehingga aplikasi ini dikategorikan memuaskan karena efektif dan efisien. Kata Kunci : FEDEP, Uji Usability, UMKM, WebGIS  ABSTRACTMicro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in Salatiga has evolved significantly. The government Salatiga has a policy formed by the Forum for Economic Development and Employment Promotion (FEDEP) by classifying MSMEs into 8 clusters, namely cluster crafts, clusters processed food fish, clusters processed foods, clusters batik and borders, clusters milk, cluster cows, cluster rabbits, and farm waste processing cluster. To support the policy needed an application that could facilitate the general public in obtaining information about the spread of MSMEs. Applications Distribution of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in Salatiga is expected to cover all the information needs of MSMEs in Salatiga. In this application development began with the study of literature in which the research study with the same study, then collect the data attribute of MSMEs, data processing, and the manufacture of MySQL database to display a map of the distribution of MSMEs. Results of the research is a distribution applications Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in Salatiga featuring web-based GIS distribution of MSMEs with information about MSME. This application testing using two tests, namely test program with the result that the application is successfully accessed with a web browser Google Chrome, Mozilla Firefox, Internet Opera and UC Browser. Next is a usability test using a questionnaire with the result that this application gets the value 163.2 to the effectiveness and the value 163.5 to efficiency so that the application is considered satisfactory because it is effective and efficien.Keywords : FEDEP, MSMEs,  Usability Test, Web-based GIS *) Penulis, Penanggungjawab
Co-Authors ., Hani'ah Abdi Sukmono, Abdi Adinda Thana A. Pertiwi ADYVICTURA TINAMBUNAN Agung Setiawan Ahmad Syauqani Akhmad Didik Prastyo Albertus Indra Bagus Cahyadi Amran Nur Utomo Andreas Ardianto Prodjo Koesoemo Angga Sapto Aji, Angga Sapto Anggoro Wahyu Utomo Anisa Isna Yesiana Antoneta Yuanita Arief Laila Nugraha Arief Waskito Aji Arif Witoko Arizal Kawamuna, Arizal Arlina . Arwan Putra Wijaya Ary Nurhidayati Sugianto ATIKA MARWATI Aufan Niam Aulia Rizky Auliannisa Auliannisa Bagas Arif Widyagdo Bagas Setia Aji Bambang Darmo Yuwono Bambang Darmo Yuwono Bambang Septiana Bambang Sudarsono Bambang Sudarsono Bandi Sasmito Bashit, Nurhadi Bodro Sisvinta hayu Briandana Januar Aji Gunadi Bunga Roliesta Sari Dafid Januar Damar Ismoyo Danang Budi Susetyo Daud Panji Permana David Beta Putra Demi Stevany Diah Ratna Setianingrum DONY AGIL PRASETYO Dwi Arini Edi Ikhsan Emeralda Amirul Ariefa Endang Purwati EVAN BRILLIANTO Fadhlan Hamdi Fadlila Ananingtyas, Fadlila Fahrunnisa Wulandari Adininggar Fajar Dwi Hernawan Fajar Rusdyanto Fauzi Janu Amarrohman, Fauzi Janu Febrina Mutiara Rosita Pane Galuh Fitriarestu Santoso Gigih Pradana Gilang Andhika Surya J. Gilang Diva Pradana Giustia Puspa Geoda Grivina Yuliantika Gunita Mustika Hati Hana Sugiastu Firdaus Hana Sugiastu Firdaus, Hana Sugiastu Handaru Aryo Suni Hani'ah . Hani'ah . . Hani'ah Hani'ah Hani'ah, Hani'ah Haniah Haniah Hasan Basyri Henndry . Hot Parningotan Banjarnahor Ibrohim Shiddiq Ika Rahayu Wulansari Ikhlasul Amal Ahyani INNEKE ASTRID PITALOKA Johan Irawan Kemala Medika Putri Kurnia Darmawan Laode M Sabri Lea Kristi Agustina LM. Sabri Lukman Maulana Lydia Fadilla M Khoirul Baihaqi Maulvi Surya Gustavianto Mega Dwijayanti Meilina Fika Mayangsari Moehammad Awaluddin Moehammad Awwaluddin Moehammad Awwaluddin Muhamad Arif Debalano Muhamad Salahuddin Muhammad Alimsuardi Muhammad Annis Wichi Luthfina Muhammad Fitrianto Muhammad Hakqi Muhammad Iqbal Akhsin Muhammad Rifqi Andikasani Muhammad Ulya Muhammad, Rido Mutiaraning Pertiwi Narendra Sava Hanung Nasytha Nur Farah Nathania, Jessica Nia Rahmadhani Nurhadi Bashit Nurhadi Bashit Nyoman Winda Novitasari Olivia Sinaga Paundra Ksatrio Wahyutomo Pran Shiska, Pran Raden Putra Raihan Virgatama Ramadhan Susilo Utomo Randy Alihusni Wardana Ratih Kumala Dewi Rian Yudhi Prasetyo Ridwan Ageng Ashari Ridwan Aminullah Rifky Satrio Utomo Rifqi Najib Muzaka Rizal Adhi Pratama Rizki Putra Agrarian Rizqi Umi Rahmawati Rizqie Irfan Ryadi, Michael Vashni Immanuel Ryandana Adhiwuryan Bayuaji Saraswati, Galuh Febriana Sawitri Subiyanto Septian Dewi Cahyani SILALAHI, ERTHA Singgih Wahyu Nugroho Suardi Lubis Sulaiman Hakim Sinaga Sutomo Kahar Sutomo Kahar Taufik Eka Ramadhan, Taufik Eka TAUFIQ FITRIANSYAH ADI PRADANA Tri Afiebbawa Exactanaya Tsana’a Alifia Nauthika Tyas Arni Putri Ulifatus Sa'diyah Veri Pramesto Wahyu Darmawan Wahyu Nur Rohim Wicke Widyanti Santosa Wisnu Hanggoro Yonanda Simarsoit Yudo Prasetyo Yudo Prasetyo