Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN HISTORY ROOM BERBASIS MEDIA VISUAL BERTEMA SEJARAH LOKAL SEMARANG DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH Karyono, Karyono; Suryadi, Andy
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 33, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpp.v33i2.9097

Abstract

Tujuan utama dalam penelitian ini adalah mengembangkan model history room berbasis media visual bertema sejarah lokal di Kabupaten dan Kota Semarang. Secara khusus, tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut (1) Mengembangkan pengembangan prototype model history room berbasis media visual bertema sejarah lokal pembelajaran sejarah; (2) prototype model dikembangkan menjadi model history room berbasis media visual bertema sejarah lokal pada pembelajaran sejarah; (3) Menguji efektivitas model history room berbasis media visual bertema sejarah lokal diterapkan dalam praksis pembelajaran. Luaran yang akan dihasilkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Prototype model history room berbasis media visual bertema sejarah lokal; (2) Model history room berbasis media visual bertema sejarah lokal; (3) Publikasi ilmiah terkait hasil penelitian dalam seminar dan jurnal terakreditasi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan “Penelitian Pengembangan” (Research and Development). Dalam penelitian ini Research and Development dimanfaatkan untuk menghasilkan model history room berbasis media visual bertema sejarah lokal. Pengembangan ruang sejarah merupakan satu hal yang dibutuhkan oleh guru sejarah. Ruang sejarah memberikan kesempatan bagi guru untuk memanfaatkan secara optimal media-media visual untuk pembelajaran sejarah. Ruang sejarah dapat digunakan untuk menunjang keberhasilan pelaksanaan kurikulum 2013. Melalui ruang sejarah pendekatan saintifik dalam pelajaran sejarah menjadi lebih mudah diimplementasikan. Pemanfaatan ruang sejarah memiliki beberapa manfaat. Pertama, ruang sejarah mampu menyediakan “rumah” bagi guru sejarah. Kedua, keberadaan ruang sejarah mampu membangun dam meemlihara atmosfer pembelajaran yang efektif. Ketiga, ruang sejarah mampu membuat pembelajaran sejarah lebih efektif. Keempat, ruang sejarah dapat menghemat waktu pembelajaran karena media dalam ruang sejarah telah tersedia dan dapat dimanfaatkan secara segera.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH INDONESIA BERBASIS VIDEOSCRIBE MATERI KERAJAAN ISLAM DI JAWA KELAS X TAHUN AJARAN 2018/2019 DI SMA NEGERI 3 SALATIGA Munawar, Ainun; Suryadi, Andy
Indonesian Journal of History Education Vol 7 No 2 (2019): Indonesian Journal of History Education
Publisher : Jurusan Sejarah Universitas Negeri Semarang, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijhe.v7i2.36436

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis kebutuhan media pembelajaran sejarah Indonesia, (2) mengetahui pengembangan media pembelajaran sejarah Indonesia berbasis videoscribe materi Kerajaan Demak, (3) mengetahui kelayakan media pembelajaran sejarah Indonesia berbasis Videoscribe materi Kerajaan Islam di Jawa sub materi kerajaan Demak di lihat dari hasil validasi yang dilakukan oleh ahli materi dan ahli media serta penilaian Guru dan Siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian Research and Development dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Hasil dari penelitian ini menunjukkan (1) Bahwa media pembelajaran yang digunakan oleh guru sejarah SMA Negeri 3 Salatiga hanya menggunakan Powerpoint, video bergambar diambil dari internet dan model pembelajaran yang monoton mengakibatkan mata pelajaran sejarah Indonesia menjadi membosankan dan kurang menarik, sehingga membutuhkan media pembelajaran yang lebih menarik, (2) Pengembangan media pembelajaran sejarah Indonesia materi Kerajaan Demak dibuat menggunakan software Sparkol Videoscribe, yang didasarkan pada naskah media dan narasi (3) Berdasarkan tingkat kelayakan hasil validasi ahli materi, ahli media, dan ahli pembelajaran berturut-turut dengan hasil persentase 88.55%, 94.65%, dan 93.75%. serta hasil penilaian peserta didik sebesar 86.5%. Dengan demikian media ini layak digunakan sebagai media pembelajaran materi Kerajaan Islam di Jawa sub materi Kerajaan Demak.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA LINIMASA SEJARAH CARD GAME TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA KELAS XI DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA NEGERI 1 BUMIAYU Aeni, Nasichatul; Suryadi, Andy
Indonesian Journal of History Education Vol 7 No 2 (2019): Indonesian Journal of History Education
Publisher : Jurusan Sejarah Universitas Negeri Semarang, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijhe.v7i2.36438

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui minat belajar sejarah siswa kelas sebelum menggunakan media Linimasa Sejarah Card Game; 2) mengetahui minat belajar sejarah siswa setelah menggunakan media Linimasa Sejarah Card Game; 3) mengetahui adanya pengaruh media Linimasa Sejarah Card Game terhadap minat belajar siswa dalam pembelajaran sejarah. Desain penelitian ini menggunakan quasi eksperimental design dengan pola nonequivalent control grup design. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bumiayu tahun Ajaran 2018/209. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 1 sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas XI IPS 2 sebagai kelas kontrol. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Hasil indeks variabel minat belajar siswa berdasarkan rumus Ferdinan diperoleh hasil minat belajar siswa sebelum menggunakan minat belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan media Linimasa Sejarah Card Game sebesar 69,46% dan 77,96%. Hasil hipotesis dengan analisis uji regresi diperoleh nilai konstan (a) sebesar 29, 784. Diketahi nilai koefisien regresi sebesar 0,962. Persamaan regresinya adalah Y= 29, 784 + 0,962 X. Nilai signifikansi (Sig.) sebesar 0,001 lebih kecil dari 0,05 (0,001<0,05), artinya terdapat pengaruh penggunaan media Linimasa Sejarah Card Game terhadap minat belajar siswa kelas XI dalam pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Bumiayu.
DINAMIKA INTEGRASI DAN PEMISAH POLRI DARI ABRI TAHUN 1961-2002 Aini, Aulia Nur Wihdlatil; Muntholib, Abdul; Suryadi, Andy
Journal of Indonesian History Vol 8 No 2 (2019): Journal of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v8i2.36973

Abstract

The purpose of this research are: (1) to reveal how the process of Indonesian National Police integration into ABRI in 1961-1998, (2) to reveal how the separated process of Indonesian National Police from ABRI in 1998-2002. This research uses historical research methods that contain four steps, those are: heuristics, source criticism, interpretation and historiography. The results of this research show that the Indonesian National Police have an important role in the revolutionary period along with other armed forces, so that become a main reason Indonesian National Police join into ABRI . The integration of Indonesian National Police into ABRI has caused many pros and cons. The impact of the integration made the performance of the Indonesian National Police very deteriorating in the operational and guidance section. With the existence of various obstacles after the integration of Indonesian National Police into the Armed Forces finally in 1999 the National Police separated from ABRI. Keywords: Integration, Separation, Polri, ABRI
SEJARAH PENGEBOMAN CANDI BOROBUDUR TAHUN 1985: TINJAUAN SEJARAH SOSIAL POLITIK DI INDONESIA Pratama, Angga Novian; Sodiq, Ibnu; Suryadi, Andy
Journal of Indonesian History Vol 8 No 2 (2019): Journal of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v8i2.37051

Abstract

The history of politics in Indonesia, especially Orde Baru is indeed inseparable from the conflict between Islam and the state, especially the problem of ideology. This was seen when the Orde Baru applied a non-aspirational political strategy to Islam, one of them is asas tunggal Pancasila. The inequality of political views with the government caused various reactions and resistance from radical Islamists. One of the incidents is the Borobudur Temple bombing in 1985. The methods used in this study were historical research methods, this is: (1) Heuristics, (2) Source Criticism, (3) Interpretation, and (4) Historiography. The results of this study indicate that there are factors underlying the occurrence of the Borobudur Temple bombing, this is: (1) Political factors, the reactions of various Orde Baru policies which were considered to marginalize Islam, (2) Social factors, the emergence of a sense of injustice conducted by the government in the Tanjung Priok tragedy 1984, (3) Religious and ideological emotional factors, the desire to carry out a revolution like in Iran by revenge for bombing. The handling of the government in this case took two months, until the incident of Pemudi Express Bus exploded which resulted in the arrest of the perpetrators. This bombing resulted in the destruction of nine Borobudur Temple stupas which led to the restoration and improvement of the temple area security system. This incident also had an impact on the tourism, social and political economy in Indonesia.   Keywords: Bombing, Borobudur Temple, Social History
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE (TTW) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI SISWA KELAS V SDN KETINTANG II/410 SURABAYA SURYADI, ANDY
Jurnal Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 3 (2017): JPGSD Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : PGSD FIP UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Berdasarkan pengamatan di kelas V SDN Ketintang II/410 Surabaya ditemukan masalah kesulitan siswa dalam menulis deskripsi. Lebih dari 50 % yang masih mengalami kesulitan. Masalah tersebut muncul karena model pembelajaran yang kurang tepat dan media yang kurang menarik. Oleh karena itu perlu penerapan model pembelajaran Think Talk Write (TTW) untuk meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa dan kemampuan menulis deskripsi siswa kelas V Sekolah Dasar.VJenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian siswa kelas V SDN Ketintang II/410 Surabaya dengan jumlah siswa 20 siswa dengan karakter yang heterogen. Penelitian ini menggunakan dua siklus dan setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Data penelitian diperoleh melalui teknik observasi dan tes. Observasi digunakan untuk mengetahui aktivitas guru dan siswa sedangkan tes digunakan untuk mengetahui peningkatan kemampuan menulis deskripsi setelah menerapkan model pembelajaran Think Talk Write (TTW). Hasil dari penelitian dari aktivitas guru dengan meggunakan model pembelajaran Think Talk Write (TTW) pada siklus I sebesar 68 % sedangkan pada  siklus II meningkat menjadi 92 %. Sedangkan untuk aktivitas siswa pada siklus I sebesar 63 %  meningkat menjadi 89% pada siklus II. Kemudian untuk hasil belajar siswa dari 20 anak untuk siklus I, siswa yang tuntas belajar 11 siswa sedangkan untuk siklus II 18 siswa. Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode bermain peran dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivtas siswa dan kemampuan menulis karangan deskripsi di kelas V SDN Ketintang II/410 Surabaya, sehingga hasil belajar siswa juga  meningkat.   Kata Kunci: Model pembelajaran Think Talk Write (TTW), Kemampuan menulis, menulis deskripsi.  
PEMANFAATAN MUSEUM RANGGAWARSITA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH BAGI SISWA SMA NEGERI DI KOTA SEMARANG Astuti, Anggita Dwi; Suryadi, Andy
Jurnal Profesi Keguruan Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7290/jpk.v6i1.24097

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana pemanfaatan Museum Ranggawarsita dan kendala-kendala yang dihadapi guru maupun siswa serta cara guru menghadapi kendala-kendala yang ada dalam kegiatan pembelajaran sejarah. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, penelitian ini berfokus pada pemanfaatan Museum Ranggawarsita sebagai sumber dan media belajar sejarah bagi siswa SMA Negeri di Kota Semarang tahun ajaran 2017/2018. Sumber data yang digunakan yaitu data primer narasumber, dokumen dan peristiwa serta data sekunder berupa buku dan jurnal. Teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Teknik triangulasi sumber dan metode peneliti gunakan untuk menguji keabsahan data. Analisis data dapat dilakukan dengan cara interaktif. Hasil dari penelitian ini yaitu pemanfaatan Museum Ranggawarsita sebagai sumber belajar sejarah bagi siswa SMA Negeri di Kota Semarang telah banyak dilakukan dari berbagai kalangan terutama siswa-siswi SMA Negeri di Kota Semarang, banyak juga kendala yang dihadapi dari kedua sekolah yang telah memanfaatkan Museum Ranggawarsita sebagai sumber belajar sejarah baik berupa kendala ektern maupun kendala intern, dan guru sejarah mengoptimalkan masalah yang telah muncul untuk dijadikan bahan koreksi agar lebih baik dari kegiatan sebelumnya.The study aims to find out the use of Ranggawarsita Museum as a historical learning source and media for SMA Negeri Semarang, to find out the obstacles which were faced by the teachers and students and the teacher?s way to overcome that obstacles in learning history. This research used a qualitative, this research focused on the use of Ranggawarsitra Museum as a historical learning source and media for SMA Negeri Semarang, academic year 2017/2018. Primary and secondary data were used as adata source. Data collection technique and method, the researcher used to examine the data validity. Data analysis cloud be done interactively. The result of this research the use og the Ranggawarsita Museum as a source of historical learning has been carried out of various circles, especially high school student in the City of Semarang, there are many obstacles faced by two schools that have used Ranggawarsita Museum as a source of historical learning in the form of external and internal constraints, history teachers optimize from the findings of problems that seem to be made in to corrective material to be better than previous activities.
PELAKSANAAN PENILAIAN AFEKTIF PADA PEMBELAJARAN SEJARAH KURIKULUM 2013 KELAS XI IPS DI SMA NEGERI 3 TEMANGGUNG TAHUN AJARAN 2018/2019 Wulandari, Aniza Oktarina; Utomo, Cahyo Budi; Suryadi, Andy
Indonesian Journal of History Education Vol 7 No 1 (2019): Indonesian Journal of History Education
Publisher : Jurusan Sejarah Universitas Negeri Semarang, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijhe.v7i1.30327

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui pemahaman guru sejarah di SMA Negeri 3 Temanggung mengenai penilaian afektif. (2) Mengetahui penerapan penilaian afektif yang dilakukan guru sejarah di SMA Negeri 3 Temanggung. (3) Mengetahui penyebab penerapan penilaian autentik di SMA Negeri 3 Temanggung pada Mata Pelajaran Sejarah belum berjalan optimal. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain metode deskriptif. Informan dalam penelitian ini adalah Guru Sejarah Peminatan Kelas XI, wakil kepala bidang kurikulum dan juga beberapa peserta didik kelas XI IPS SMA Negeri 3 Temanggung. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan study dokumen. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi tekhnik. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diperoleh informasi bahwa (1) Pemahaman guru sejarah mengenai penilaian autentik masih kurang dapat dilihat dari perbedaan pendapat dari pengertian, ciri-ciri, bentuk penilaian, teknik dan instrumen serta tujuan dari penilaian autentik. (2) Pelaksanaan penilaian autentik belum sesuai dengan RPP karena tidak semua bentuk penilaian aspek afektif dilaksanakan oleh guru sejarah seperti penilaian teman sejawat. (3) Kendala ?kendala dalam menilai yang di temui guru sejarah di SMA Negeri 3 Temanggung adalah penilaian afektif pada kurikulum 2013 sangatlah rumit dan butuh waktu dan proses yang sangat panjang karena menyangkut perilaku setiap individu.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA KOMIK SEJARAH TERHADAP MINAT BELAJARSISWA KELAS XI IPS DI SMA NEGERI 1 CEPOGO TAHUN PELAJARAN 2018/2019 POKOK BAHASAN KERAJAAN SINGHASARI Prastowo, Nyenyep Dwi; Bain, Bain; Suryadi, Andy
Indonesian Journal of History Education Vol 7 No 1 (2019): Indonesian Journal of History Education
Publisher : Jurusan Sejarah Universitas Negeri Semarang, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijhe.v7i1.30492

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengunaan komik Singhasari sebagai media pembelajaaran Sejarah. Untuk mengetahui bagaimana minat belajar sejarah siswa setelah menggunakan komik sebagai media belajar. Untuk mengetahui pengaruh pengunaan komik Singhasari dalam meningkatkan minat belajar sejarah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif jenis eksperimen. Pemanfaatan komik Shinghasari sebagai media pembelajaran dalam pembelajaran sejarah di SMA N 1 Cepogo dikatakan berhasil. Penggunaan komik Sighasari berpengaruh terhadap minat belajar siswa, hal ini ditunjukkan dengan hasil uji hipotesis menggunakan program komputer SPSS 25 for windows, diperoleh koefisien regresi variabel X sebesar 0,056, artinya setiap peningkatan penggunaan media komik pada mata pelajaran sejarah  sebesar 1 satuan, maka meningkatkan minat belajar siswa sebesar 0,056, koefisien positif artinya terjadi pengaruh yang positif antara penggunaan media komik dengan minat belajar siswa. Berdasarkan uji korelasi ditunjukan bahwa terdapat pengaruh atara penggunaan komik sejarah terhadap minat belajar sebesar 9%. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa ada pengaruh antara penggunaan komik Singhasari pada mata pelajaran sejarah terhadap minat belajar siswa. Oleh karena itu, penggunaan media komik sebagai media pembelajaran dapat meningkatkan minat siswa untuk belajar Sejarah.
MUSIK KERONCONG DI SURAKARTA: PERJALANAN DARI TAHUN 1960 HINGGA 1995 Christy, Dian Eka; Wasino, Wasino; Suryadi, Andy
Indonesian Journal of Conservation Vol 8, No 1 (2019): June
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v8i1.22677

Abstract

Keroncong merupakan salah satu genre musik indonesia.  Musik ini pun tak luput dari sejarah panjang bagaimana perkembangannya di Indonesia dan Surakarta, dimana Surakarta juga dikenal sebagai kota budaya dan kota dimana keroncong melahirkan banyak artis dan musisinya. Oleh karena itu, penulis ingin menguraikan tiga permasalahan dari latar belakang tersebut yaitu (1) bagaimana sejarah perkembangan musik keroncong di Indonesia, (2) bagaimana perkembangan musik keroncong di Surakarta pada tahun 1960−1995, (3) Faktor apa saja yang mempengaruhi eksistensi keroncong di Surakarta. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari sumber primer dan sekunder. Sumber primer yang digunakan adalah arsip mengenai keroncong yang terdapat di Depo arsip Suara Merdeka, arsip rekaman lagu Lokananta, majalah HAI, surat kabar Pikiran Rakyat, Badan Pusat Statistik Surakarta. Selain berupa dokumen, penulis juga mendapat sumber wawancara dari saksi hidup yang turut andil saat itu seperti Waljinah, Koesudiarso, Yohanes Puji dan Ary. Sementara sumber sekunder yang digunakan ialah dari buku-buku atau jurnal yang terkait penelitian. Hasil dari penelitian ini, penulis menyatakan bahwa musik keroncong merupakan kebudayaan yang sangat kental di Surakarta. Akulturasi dengan budaya Jawa yang menjadikan genre musik keroncong ini dikenal sampai kepelosok Indonesia bahkan mancanegara. Namun ketenaran ini tidak serta merta mengalami gelombang pasang dalam perjalannya, pada tahun 1960-an merupakan masa keemasan atau puncak kejayaan dari musik keroncong di Surakarta hingga melahirkan musisi yang melegenda serta deretan lagu-lagu yang tidak lekang oleh zaman. Hingga berjalannya waktu banyaknya genre musik yang masuk atau tenar di Surakarta sedikit demi sedikit menggerus puncak ketenaran musik keroncong serta beberapa faktor lain yang menyebabkan sinarnya meredup. Meskipun meredup pesona keroncong Surakarta memiliki ruang tersendiri untuk para penggemarnya.