Claim Missing Document
Check
Articles

Monitoring Kerentanan Bangunan Gedung Dengan Metode Rapid Visual Screening Sri Agustin; Reni Suryanita; Zulfikar Djauhari
Sainstek (e-Journal) Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rapid Visual Screening (RVS) adalah sebuah metode peninjauan kondisi bangunan terhadap gempa secara visual, menggunakan form analisis khusus yang merangkum seluruh hasil tinjauan visual dan menghasilkan nilai akhir minimal 2 (dua) untuk kondisi aman terhadap gempa, jika kurang dari 2 (dua) maka gedung perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis tingkat resiko bangunan gedung terhadap gempa dan mampu menentukan nilai akhir (final score) sebagai keluaran dari metode Rapid Visual Screening (RVS). Hasil Respons Spektral MCE perioda pendek, redaman 5% (Ss) dan Respons Spektral MCE perioda 1 detik, redaman 5% (S1) pada penelitian ini berada di Moderate Seismicity, analisis, kondisi bangunan gedung pada penelitian tergolong ke dalam kondisi tidak rawan gempa, hal ini dibuktikan dari seluruh nilai akhir (final score)berada di atas angka minimal yaitu 2 (dua), hanya pada Gedung Plaza Rengat yang memiliki kombinasi dari 2 (dua) jenis tipe gedung C1(Concrete moment resisting frames) bernilai 2,3 dan C3 (Concrete frames with unreinforced masonry infill walls), dengan nilai pada C3 adalah 1,3 dari angka minimal, karena pada bagian tengah dalam gedung terdapat kondisi struktur yang tidak diperkuat dengan tambahan balok dari lantai 2 hingga lantai 4. Gedung Kantor Bupati, Dinas Pendidikan, Dinas Perpustakaan, Sejuta Sungkai, dan SD Negeri 006 menghasilkan final score di atas angka 2 (dua). Dengan begitu bangunan gedung pada penelitian ini berada pada kondisi aman akan terjadinya gempa.
Studi Eksperimental Balok Beton Bertulang Dengan dan Tanpa Sengkang Dimas Arief Wicaksono; Reni Suryanita; Zulfikar Djauhari
Sainstek (e-Journal) Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gaya geser yang terjadi pada balok ditahan oleh ikatan antar material dan tulangan sengkang. Balok beton bertulang tanpa menggunakan sengkang akan mengalami perubahan kekuatan dan pola keruntuhan. Perubahan kekuatan dan keruntuhan terjadi karena penurunan kapasitas geser. Perubahan regangan dan tegangan yang terjadi perlu dianalisis lebih lanjut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perubahan dan pengaruh yang terjadi akibat penurunan kapasitas geser balok beton tanpa sengkang. Benda uji yang digunakan adalah balok beton bertulang dengan lebar 10 cm, tinggi 20 cm, panjang 125 cm dan jarak tumpuan ke beban 50 cm. Tulangan yang digunakan berupa tulangan tekan diameter 8 mm dan tulangan tekan diameter 10 mm masing-masing sebanyak 2 buah. Pada balok dengan sengkang menggunakan sengkang dengan diameter 6 mm dan jarak antar sengkang 53,3 mm. Kuat tekan beton yang digunakan adalah 20 MPa. Penelitian dilakukan dengan analisis numerik menggunakan aplikasi Response-2000 dan Finite Element LUSAS V17. Sedangkan eksperimental dilakukan dengan pengujian lentur satu titik pembebanan. Analisis numerik menggunakan LUSAS diperoleh pembebanan lentur balok dengan sengkang maksimum sebesar 46,17 kN. Sedangkan pada balok tanpa sengkang beban lentur maksimum sebesar 43,76 kN. Gaya maksimum pada pembebanan lentur balok uji dengan sengkang 48,40 kN lebih besar daripada balok uji tanpa sengkang yaitu 45,90 kN. Berdasarkan hasil analisis numerik diperoleh bahwa balok uji tanpa sengkang memiliki kemiringan pola retak yang lebih besar dari pada balok dengan sengkang mendekati 45 derajat. Penurunan kapasitas geser penampang balok menyebabkan berubahnya resultan gaya sehingga pola keruntuhan berubah.
Perilaku Mekanik Balok Beton Bertulang Tanpa dan Dengan Sengkang Pascabakar Dede Eldi Kurniawan; Reni Suryanita; Zulfikar Djauhari
Sainstek (e-Journal) Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebakaran menyebabkan kerusakan pada balok beton bertulang. Pada saat kebakaran terjadi perubahan kimiawi secara bertahap pada beton bertulang. Akibat perubahan kimia menyebabkan beton kehilangan kekuatannya. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis lendutan dan kerusakan dari balok beton bertulang tanpa dan dengan sengkang pascabakar. Ukuran benda uji pada penelitian ini 100 mm x 200 mm dengan panjang bentang 1250. Pada balok menggunakan tulangan tekan dengan diameter 8 mm dan tulangan tarik dengan diameter 10 mm masing-masing sebanyak 2 buah dan diameter sengkang 6 mm dengan jarak antar sengkang 53,3 mm. Pembakaran benda uji dilakukan pada tungku batu bata dengan durasi pembakaran benda uji selama 60 menit. Penelitian dilakukan berupa analisis lendutan menggunakan finite element LUSAS V17 dan secara teoritis. Berdasarkan hasil menggunakan finite element LUSAS terdapat perbedaan lendutan dan beban maksimum yang terjadi pada balok beton bertulang tanpa dan dengan sengkang setelah mengalami kebakaran. Pada balok tanpa sengkang pascabakar terjadi lendutan 39,91% lebih besar dibandingkan balok dengan sengkang pascabakar dan beban maksimum yang terjadi pada balok dengan sengkang pascabakar 1,62% lebih besar dibandingkan balok tanpa sengkang pascabakar, sedangkan analisis secara teoritis pada balok dengan sengkang pascabakar terjadi lendutan 16,67% lebih besar dibandingkan balok tanpa sengkang pascabakar dan beban maksimum yang terjadi pada balok dengan sengkang pascabakar 28,25% lebih besar dibandingkan balok beton bertulang tanpa sengkang pascabakar. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari analisis menggunakan finite element LUSAS dan secara teoritis dapat disimpulkan bahwa sengkang berpengaruh terhadap ikatan pada balok beton bertulang setelah mengalami kebakaran.
Analisis Penjalaran Suhu Tinggi Pada Penampang Balok Beton Bertulang Reni Suryanita; Florisa Florisa; Zulfikar Djauhari
Sainstek (e-Journal) Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peristiwa kebakaran merupakan peristiwa yang dapat mempengaruhi kestabilan elemen struktur, salah satunya adalah elemen balok beton bertulang. Suhu tinggi akibat kebakaran dari luar balok mempengaruhi kekuatan elemen struktur. Suatu elemen harus dapat mempertahankan kekuatannya selama terpapar suhu tinggi. Oleh karena itu, analisis mengenai distribusi temperatur akibat suhu tinggi pada penampang elemen balok beton bertulang merupakan suatu hal yang penting untuk diidentifikasi. Distribusi temperatur berkaitan dengan transfer panas pada elemen balok beton bertulang akibat perbedaan temperatur pada penampang balok, yang dipengaruhi oleh sifat thermal material balok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi distribusi temperatur pada penampang balok bertulang akibat suhu tinggi pada durasi tertentu. Model yang digunakan adalah elemen balok beton bertulang dengan mutu beton 35 MPa dan mutu tulangan 400 MPa. Analisis distribusi temperatur menggunakan metode Wickström dan analisis program elemen hingga LUSAS v.16. Berdasarkan hasil analisis kedua metode tersebut, dapat disimpulkan bahwa semakin lama durasi pemanasan pada balok, maka bagian dalam penampang balok akan semakin mengalami kenaikan temperatur. Sedangkan perbandingan antara kedua metode tersebut didapatkan bahwa nilai suhu pada titik tengah penampang pada metode LUSAS lebih besar 245,237°C daripada hasil perhitungan metode Wickström, sedangkan penjalaran panas pada metode Wickström kurang lebih 3 jam lebih lambat daripada penjalaran panas analisis LUSAS.
PREDIKSI RESPONS STRUKTUR GEDUNG BERDASARKAN RESPONS SPEKTRUM GEMPA INDONESIA MENGGUNAKAN METODE JARINGAN SARAF TIRUAN Eki Syahyudi; Reni Suryanita; Zulfikar Djauhari
Sainstek (e-Journal) Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons struktur gedung pada wilayah gempa Indonesia berdasarkan tinjauan displacement dan story drift dan mengidentifikasi keakuratan metode Jaringan Saraf Tiruan dalam memprediksi respons struktur gedung pada wilayah gempa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai respons struktur gedung terbesar terjadi di Kota Palu dengan nilai displacement 6,36x10-2 m dan story drift 6,197 x10-3 m pada mutu beton fc’ 20 MPa dengan kondisi tanah lunak. Untuk potensi Jaringan Saraf Tiruan dalam memprediksi respons struktur gedung dengan tingkat akurasi (R2) berkisar antara 96,62% hingga 99,08%, serta nilai Mean-Squared Errors (MSE) sebesar 2,95x10-7 untuk training set data dan 6,40x10-7 untuk testing set data. Hal ini menyatakan bahwa dengan metode JST sangat mampu memprediksi respons struktur gedung yang ditinjau dengan sangat baik.
Teluk Latak Village Information System, Bengkalis District, Bengkalis Regency Through Aerial Mapping: Sistem Informasi Desa Teluk Latak Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis Melalui Pemetaan Udara Reni Suryanita; Yohannes Firzal; Benny Hamdi Rhoma; Yenita Roza; Harnedi Maizir
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v7i1.11889

Abstract

Teluk Latak Village is located in Bengkalis District, Bengkalis Regency, Riau. It has 2 hamlets, namely Langgam Muara Hamlet and Simpang Baru Hamlet. Teluk Latak Village is one of the coastal villages in the west of Bengkalis Island which has a flat topography with an area of ​​​​approximately 23 km2. The problem that arises in Teluk Latak Village is that the regional potential of the natural resources in the area has not been explored. To obtain information on the geographical and geological conditions of Teluk Latak Village, aerial mapping is necessary. Therefore, the purpose of this community service activity is to utilize geospatial data through aerial mapping in Teluk Latak Village, Bengkalis District, Bengkalis Regency, Riau. The method of implementation is to conduct aerial mapping using drone equipment to obtain land and vegetation conditions in the Teluk Latak village area. It is hoped that this activity can contribute to village residents and village officials in mapping the potential of Teluk Latak Village in the social and economic fields.
Training and Assistance in Preparation of Internal Quality Assurance System Documents for Private Universities in Dumai City, Riau Province Zulkarnain Zulkarnain; Reni Suryanita; Geovani Meiwanda
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2023): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v6i2.2799

Abstract

Higher Education Quality Assurance is a systemic activity to improve the quality of Higher Education in a planned and sustainable manner. Quality assurance in higher education is carried out through the establishment, implementation, evaluation, control, and improvement of Higher Education Standards known as the PDCA cycle. In order to implement the Higher Education Quality Assurance System in tertiary institutions, this community service activity provides training and assistance to private universities in Dumai City in the preparation of university internal quality assurance system (SPMI) documents. The Directorate General of Learning and Student Affairs, Ministry of Research, Technology, and Higher Education does not set a policy of one SPMI implementation model for all Universities, but provides inspiration on the implementation of essential things in SPMI that are required by laws and regulations. Therefore, universities are expected to develop an appropriate SPMI pattern for the state of the university itself. However, not all universities have the same understanding of the implementation of SPMI in accordance with the law. One of them was experienced by partners in this community service activity, namely 7 private universities in Dumai City. The Riau University PKM team participated in helping partner universities to assist in the preparation of SPMI documents based on the condition of partner universities through the Riau University Postgraduate PKM funds. The activity preparation period to activity reporting is 8 weeks. The target of the activity that has been produced is the preparation of the SPMI document at one of the partner universities.
Prediksi Kuat Tekan Mortar Bata Ringan Dengan Metode Jaringan Saraf Tiruan Reni Suryanita; Harnedi Maizir; Satria Makahani; Dandio Ahmad Fansuri
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 19, No 1 (2023)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.19.1.22-31.2023

Abstract

Bata ringan merupakan salah satu inovasi di bidang material bangunan dengan menggunakan bahan kimia foaming agent, sehingga bobot bata menjadi lebih ringan. Bobot yang ringan merupakan salah satu keunggulan yang dimiliki bata ringan, hal ini berpengaruh signifikan saat bata ringan digunakan pada bangunan gedung bertingkat karena dapat mengurangi berat sendiri bangunan. Kuat tekan merupakan parameter yang digunakan untuk mengetahui kualitas bata ringan. Untuk menentukan kualitas bata ringan perlu dilakukan pengujian eksperimental mortar bata ringan yang memerlukan biaya dan waktu pengujian. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model simulasi numerik berbasis  Jaringan Saraf Tiruan (JST) untuk memprediksi nilai kuat tekan bata ringan. Model JST menggunakan nilai densitas mortar bata ringan sebagai data input. Data training dan testing dari hasil pengujian benda uji mortar bata ringan berbentuk kubus dengan panjang sisi 10 cm sebanyak 120 benda uji terdiri dari 105 benda uji digunakan untuk data training dan 15 benda uji digunakan sebagai data testing untuk memprediksi kuat tekan  mortar. Hasil pelatihan JST yang paling optimal menghasilkan nilai regresi training dan testing sebesar 0.93891 dan 0.95667. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan metode JST dapat memprediksi nilai kuat tekan mortar bata ringan dengan nilai error yang hampir mendekati nilai 0 dan keakuratan lebih dari 90%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, metode JST dapat digunakan dalam memprediksi kuat tekan bata ringan.
Studi Eksperimental Sifat Mekanis Bata Ringan CLC Dengan Penambahan Fly Ash Suryanita, Reni; Putra, Azlansyah Mudahir; Maizir, Harnedi
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 2 (2024): Siklus : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v10i2.21182

Abstract

Bata ringan cellular lightweight concrete (CLC) merupakan alternatif bahan bangunan untuk dinding yang memiliki densitas lebih rendah daripada bata merah, sehingga dapat memperkecil beban yang diterima oleh struktur dan memperkecil dimensi strukturnya. Namun bata ringan memiliki kelemahan rentan rapuh dan patah karena mengandung pori-pori akibat campuran material menggunakan busa dari foam agent. Umumnya bata ringan dibuat dengan menambahkan bahan aditif untuk meningkatkan mutu berdasarkan sifat mekanis kuat tekan, tegangan dan regangannya agar dapat memikul beban yang lebih berat. Salah satunya dengan menggunakan limbah abu terbang (fly ash) yang merupakan hasil pembakaran batu bara. Tujuan dari penelitian adalah untuk menentukan kadar penggunaan fly ash yang optimum dalam menentukan bata ringan dengan kuat tekan maksimum melalui studi eksperimental sifat mekanis bata ringan CLC. Penelitian menggunakan variasi komposisi dengan kadar fly ash sebesar 0%, 5%, 10%, 15%, 20% dan 25% dari berat semen pada sampel kubus dengan panjang sisi 10 cm. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 7, 14, dan 28 hari. Pengujian deformasi (penurunan) dilakukan pada umur 28 hari. Hasil kuat tekan dan penurunan digunakan untuk analisis nilai tegangan dan regangan pada bata ringan. Berdasarkan hasil penelitian variasi fly ash 10% pada umur 28 hari mendapatkan nilai kuat tekan yang paling besar yaitu sebesar 10,20 kg/cm2, penurunan sebesar 9,440 mm, tegangan sebesar 1,20 N/mm2 dan regangan sebesar 0,094. Kesimpulannya yaitu penambahan fly ash 10% dapat meningkatkan nilai kuat tekan bata ringan. Sehingga dapat memberikan rekomendasi kepada produsen bata ringan untuk komposisi campuran bata ringan yang optimal menggunakan fly ash.
Analisis Numerik Dan Eksperimental Struktur Menara Transmisi Berdasarkan Riwayat Waktu Beban Dinamik Simamora, Idris David Fernando; Suryanita, Reni; Kurniawandy, Alex
SAINSTEK Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i2.274

Abstract

Gempa bumi adalah beban dinamik yang sangat mempengaruhi keadaan struktur bangunan. Jika kekuatan bangunan tidak dapat menahan beban dinamik, maka bangunan akan rusak bahkan akan runtuh. Pemahaman terhadap beban dinamik dan respon struktur diperlukan untuk meningkatkan kualitas bangunan yang berada di daerah rawan gempa. Untuk mengetahui perilaku struktur terhadap gempa perlu dilakukan analisis. Pada penelitian ini dilakukan analisis dengan metode riwayat waktu pada sebuah menara transmisi di Binjai. Respon struktur tersebut berupa perpindahan dan percepatan suatu menara bila dikenai beban gempa. Respon struktur menara dapat diketahui dengan pengujian skala penuh dan juga menggunakan software elemen hingga. Pengujian skala penuh dari struktur besar memakan waktu dan biaya yang mahal, sehingga dicari alternatif lain yaitu dengan pengujian struktur yang diperkecil. Pengujian beban dinamik dilakukan menggunakan alat yaitu meja getar, sedangkan untuk merancang struktur yang diperkecil, menggunakan metode similitude law untuk memastikan kesamaan antara struktur skala penuh dan modelnya yang diperkecil. Perbandingan frekuensi fungsi respon dari struktur skala penuh dan modelnya yang diperkecil dapat memverifikasi kesamaan antara dua skala. Penelitian ini menggunakan model yang terbuat dari besi tulangan yang memiliki perbandingan ukuran 1:40. Meja getar menggerakkan model menggunakan dengan variasi frekuensi 6,5 hz, 12,5 hz dan 25 hz disertai peletakan sensor pada 3 titik pengamatan. Hasil eksperimen dari meja getar dimasukkan ke dalam software elemen hingga, sehingga diperoleh perbandingan hasil numerik dan eksperimental. Hasil perpindahan terbesar terdapat pada titik puncak menara. Perpindahan pada pengujian laboratorium memiliki nilai yang lebih kecil dibandingkan hasil dari software elemen hingga.
Co-Authors ', smeddiyanto Abrar Rifqi Pratama Afisha, Elly Afisha, Elly Ahmad Hamidi Ahmad Obi Narman Ahmad Riadi Ahmad Riadi Alex Kurniawandy Aminuyati Andi Wijaya Anggi Agusstiawan Appriliya Destiyani Aprilia Andoni, Elsa Aras Mulyadi Ardiansyah, M. Syukri Ardyansah, Rofika Ratna Ari Sandhyavitri Ari Vera Indra Ariadi, Koko Putra Arif Rahman Azlan Adnan Azlan Adnan Benny Hamdi Rhoma Putra Beny Setiawan Brian Priadana Mulrony Chitra Hermawan Dandio Ahmad Fansuri Darmawan, Wan Fikri Debi Setiawan Debi Setiawan, Debi Dede Eldi Kurniawan Delita Zul Dimas Arief Wicaksono Djauhari, Zulfikar Dwiqhee Abdul Ghani Dyna Aulia R Efendi, M. Rizal Dika Eki Syahyudi Elsa Aprilia Andoni Elsyani Eka Putri Elva Nidya Sari Enno Yuniarto Erizal ' Fadrizal Lubis Fansuri, Dandio Ahmad Fernando, Hendra Firzal, Yohannes Florisa Florisa Florisa Florisa Garcya, Muhammad Gala Geovani Meiwanda Hanantatur Adeswastoto Harnedi Maizir Harnedi, Raihan Arditama Hendra Fernando Hendra Jingga, Hendra Heru Nurcahyo Heru Satiadi, Heru Heru Setiadi Ilham Akbar Imam Mustafa Iqbal Maulia Iskandar Romey Sitompul Ismail Rahmadtulloh Ismed Diyanto Ismeddyanto Ismeddyanto Ismeddyanto, Ismeddiyanto Ismediyanto Ismediyanto Joni, Mustika Kamaldi, Alfian Kampati, Tri Budi Kikumoto, Mamoru Maharani Miranda Makahani, Satria Mardiyono Mardiyono Mardiyono Mardiyono Mardiyono, Mardiyono Maya Rumiati MG, Intan Monica Monica, Tiara Monita Olivia Mustika Joni Nila Kamelia Nopember Toni Nopember Toni, Nopember Poppy Nurmayanti Puri Awanda Cantikawati Putra, Azlansyah Mudahir Putri, Ade Septiani Rahmadi Rahmadi Rahmadi Rahmadi Rahmiasari Rahmiasari Raihan Arditama Harnedi Raja Parulian Purba, Raja Parulian Rama Dwi Aryandi Ramalia Noratama Putri Randhi Saily Rendy Wijaya Revo Sedrian Putra Rexi Putra Rian Fajri Ramadanas Ricky Andriano Ridwan Ridwan Ridwan Ridwan Rizki Zulapriansyah Rofika Ratna Ardyansah Roma Dearni RR. Ella Evrita Hestiandari Rumiati, Maya Satria Makahani Sedrian Putra, Revo Simamora, Idris David Fernando Siregar, Andi Saputra Soewignjo Agus Nugroho Solly Aryza Sondra Raharja Sri Agustin Sri Agustin Sri Agustin Sri Fatma Reza Sri Fatma Reza, Sri Fatma Sri Indarti Subagiono, Yon Syahnandito Syahyudi, Eki Syamsul Fikri Syauqi, Muhammad Tauladan, Muhammad Wafiq Tia Aurelia Tiara Monica Vindi Trisatria Vindy Salim Vomania, Vomania Wahyu Rahmadhan, Wahyu Wicaksono, Adhithiya Widianto, Devit Yenita Roza Yessi Olivia Yon Subagiono Yosi Alwinda Zulfikar Djauhari Zulfikar Djauhari Zulfikar Djauhari Zulfikar Djauhari Zulkarnain Zulkarnain Zunwanis Zunwanis