Claim Missing Document
Check
Articles

Kekuatan Mortar Cellular Lighweight Concrete Dengan Tambahan Abu Cangkang Sawit (POFA) Rahmadi Rahmadi; Harnedi Maizir; Reni Suryanita
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 17, No 3 (2021)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.17.3.239-247.2021

Abstract

Ketersediaan kelapa sawit rata-rata 2 juta ton per tahun di Provinsi Riau selain meningkatkan perekonomian juga dapat menimbulkan permasalahan di kalangan industri sebagai penghasil limbah sawit. Salah satu pemanfaatan limbah sawit adalah menggunakan abu sawit sebagai material campuran untuk pembuatan campuran mortar untuk pembuatan bata ringan Cellular Lightweight Concrete (CLC). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai kuat tekan maksimum berdasarkan persentase substitusi POFA (Palm Oil Fuel Ash) dalam campuran mortar CLC. Persentase campuran POFA yang digunakan adalah 5%, 10%,15% dan 20% dari berat semen dalam campuran mortar CLC. Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium untuk mendapatkan kuat tekan mortar dengan ukuran sampel mortar kubus dengan sisi 10 cm3. Hasil penelitian mortar menunjukkan bahwa kuat tekan optimum pada umur 28 hari berada pada komposisi 10% POFA dengan kuat tekan maksimum 1,41 MPa. Berdasarkan hasil pengujian kekuatan mortal CLC dapat disimpulkan bahwa penambahan persentase POFA (Palm Oil Fuel Ash) 10% dari kadar berat semen dapat meningkatkan nilai kuat tekan pada campuran mortar bata ringan sebesar 34,3 % dibandingkan tanpa menggunakan POFA.
Prediction of Building Condition after Earthquake Mardiyono Mardiyono; Reni Suryanita
Seminar Nasional Teknologi Informasi Komunikasi dan Industri 2011: SNTIKI 3
Publisher : UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.079 KB)

Abstract

 Artificial neural network (ANN) is one branch of artificial intelligence that mimics the workings of the human brain nerve. ANN is able to predict of output from the input data set that previously had done the learning process. In the event of an earthquake, a building will suffer damage either safe, moderate, or collapse. After an earthquake, a building need to be audited to determine its status or damage index if it is safe (Immediate Occupancy), moderate safe (Life Safety), or damage (Collapse Prevention). In the manual system, it takes a long time because the building experts will gather data before determining the condition of the building that is it still worth or not. This paper explains the design and testing of neural networks application to predict the condition of the building using the data obtained from the simulated earthquake on a building using Finite Element Analysis software. The ANN architecture was designed using feed forward and back propagation algorithm to decrease the error and set the weight in specific iteration, furthermore it is trained with 835 data. The results show that the prediction accuracy of ANN application to the 100 testing data is 92 % with 16 input neurons, 32 hidden neurons, 1 output and 0.1 learning rate.   Keywords: ANN, Building, Prediction, damage index 
Analisis Numerik Bata Ringan Terpapar Temperatur Suhu Tinggi Menggunakan LUSAS V.19 Mustika Joni; Harnedi Maizir; Reni Suryanita
Sainstek (e-Journal) Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan material bangunan sangat berpengaruh terhadap kenyamanan suhu ruang bangunan tersebut. Untuk itu pengggunaan bata ringan menjadi lebih direkomendasikan bagi bangunan gedung di daerah beriklim tropis. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis numerik sifat termal distribusi penjalaran panas pada bata ringan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi penjalaran panas pada bata ringan dengan variasi suhu dan waktu tertentu akibat diberikannya temperatur suhu tinggi. Analisis menggunakan program elemen hingga LUSAS v.19 dan dilakukan verifikasi menggunakan metode Wickström. Pada penelitian ini, data input yang digunakan adalah geometrik material, massa jenis, konduktivitas termal, dan kapasitas kalor jenis. Sedangkan pembebanan yang diberikan adalah temperature suhu tinggi dengan waktu paparan dan titik tinjau arah x dan y. Hasil perbandingan distribusi penjalaran panas antara metode Wickstrom dan program LUSAS v.19 didapatkan suhu penjalaran panas menggunakan program LUSAS v.19 lebih tinggi di awal, namun jika paparan dilakukan dalam waktu yang lama nilai distribusi penjalaran panas menggunakan metode Wickström lebih tinggi dari pada menggunakan program LUSAS v.19. Persentase tahanan panas berbanding terbalik dengan massa jenis, sedangkan kecepatan penjalaran panas berbanding lurus dengan massa jenis material. Hingga paparan suhu sebesar 1.000 0C dengan massa jenis 840 kg/m3 selama 2 jam, penjalaran panas yang terjadi pada titik tinjau dengan metode Wickström adalah 942,912 0C dan program LUSAS v.19 adalah 931,148 0C. Hal ini menunjukkan keakuratan dari kedua metode ini adalah sebesar 98,752 %, sehingga metode ini dapat memberikan kontribusi bagi para perencana dalam melakukan proses desain dengan mempertimbangkan faktor kenyamanan termal pada ruangan.
Aplikasi Jaringan Saraf Tiruan dengan Metode Fungsi Tan-Sigmoid dalam Memprediksi Kinerja Struktur Bangunan Gedung Muhammad Gala Garcya; Zulfikar Djauhari; Reni Suryanita
Sainstek (e-Journal) Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gempa bumi merupakan salah satu ancaman terbesar terhadap gedung, sehingga perlu untuk mendesain gedung dengan memperhitungkan pembebanan gempa bumi yang terjadi. Dengan bantuan software finite element dapat diperoleh respons struktur berupa displacement, velocity, dan acceleration yang terjadi akibat gempa bumi. Jaringan Saraf Tiruan (JST) merupakan salah satu metode yang dapat memprediksi kerusakan bangunan dengan memanfaatkan data respons struktur dengan waktu analisis yang relatif lebih singkat dibandingkan menganalisis struktur satu per satu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis data gempa dengan magnitude intensitas tinggi yang berbeda-beda. Data input dan output diperoleh melalui software Finite Element untuk menghasilkan jumlah data yang diperlukan JST yaitu sebanyak 4489 data. Pada penelitian ini, komposisi yang digunakan untuk training, testing, dan validating adalah 60%, 25%, dan 15% masing – masingnya. Data input yang digunakan yaitu waktu, acceleration arah x dan y, velocity arah x dan y, serta displacement arah x dan y. Sedangkan untuk data target yang digunakan yaitu kinerja struktur yang ditentukan oleh FEMA 356 dan simpangan antar lantai arah x dan y. Hasil pengujian menunjukkan analisis oleh JST yang menggunakan transfer function Tan-Sigmoid menunjukkan nilai R2 sebesar 97,542% dan Mean Square Error (MSE) yang dihasilkan yaitu sebesar 1,2449.E-07. Hal ini menunjukkan analisis JST dengan transfer function Tan-Sigmoid dapat digunakan untuk memprediksi kinerja dari struktur dengan cepat dan akurat. Dengan demikian metode ini diharapkan dapat direkomendasikan untuk Structural Engineer dan perencana gedung dalam mendesain bangunan gedung bertingkat tahan gempa.
Komposisi Optimal Campuran Bata Ringan Silica Fume Berdasarkan Kuat Tekan Rizki Zulapriansyah; Reni Suryanita; Harnedi Maizir
Sainstek (e-Journal) Vol. 8 No. 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bata ringan seluler adalah bata ringan berpori dimana pembentukan pori dilakukan secara mekanika melalui penambahan senyawa pembusa (foaming agent). Jumlah pori yang banyak dan juga besar pada bata ringan seluler membatasi kekuatan dari bata ringan tersebut. Silica fume adalah bahan pengganti semen yang mampu meningkatkan nilai kuat tekan beton karena meningkatkan daya ikat antar agregat. Penelitian ini bertujuan mengkaji komposisi optimal campuran bata ringan seluler dengan silica fume berdasarkan nilai kuat tekan. Pengujian pada bata ringan meliputi uji kuat tekan pada umur 3, 7, 14, 21 dan 28 hari. Perencanaan komposisi campuran bata ringan mengacu pada Modul Kementerian Pekerjaan Umum untuk teknologi timbunan material ringan mortar-busa untuk kontruksi jalan. Terdapat 5 variasi komposisi bata ringan berdasarkan perbedaan persentase silica fume terhadap jumlah semen yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan terbesar pada umur 3, 7, 14, 21 dan 28 hari adalah kuat tekan komposisi ke 3 dengan komposisi silica fume sebanyak 1% dari berat semen. Kuat tekan variasi ke 3 pada umur 3, 7, 14, 21 dan 28 hari adalah 0,35 MPa, 0,57 MPa, 0,77 MPa, 0,83 Mpa dan 0,87 MPa. Penelitian ini penting dilakukan sebagai masukan kepada produsen bata ringan agar dapat mengetahui pengaruh silica fume terhadap kenaikan kuat tekan bata ringan serta komposisi optimal dari silica fume pada bata ringan konvensional.
Analisis Sifat Mekanik Bata Ringan yang Terpapar Suhu Tinggi Imam Mustafa; Reni Suryanita; Harnedi Maizir
Sainstek (e-Journal) Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan temperatur akibat terpapar suhu tinggi yang berasal dari penyinaran matahari ataupun dari bangunan yang terbakar akan berdampak pada perubahan sifat-sifat bata ringan tersebut, terutama perubahan kuat tekan bata ringan. Dengan mengetahui kuat tekan bata ringan setelah terpapar suhu tinggi maka kita dapat memperhitungkan perbaikan apa yang sesuai untuk dinding bata ringan tersebut, dan apakah bata ringan tersebut masih layak digunakan. Benda uji yang digunakan adalah bata ringan berukuran panjang 60 cm, lebar 10 cm ,dan tinggi 20 cm. Benda uji dipaparkan suhu tinggi dengan variasi waktu selama 10 menit, 20 menit, 30 menit dan 40 menit. Dari pemaparan selama 10 menit suhu rata-rata yang dihasilkan sebesar 301 oC. Untuk pemaparan selama 20 menit didapat hasil sebesar 349 oC. Pemaparan selama 30 menit didapat hasil sebesar 355,5 oC. Serta untuk pemaparan selama 40 menit didapat hasil sebesar 370 oC. Sedangkan untuk hasil uji kuat tekan bata ringan akibat adanya pemaparan selama 10 menit, 20 menit, 30 menit dan 40 menit, nilai kuat tekan yang dihasilkan yaitu sebesar 0,52 Mpa, 0,45 Mpa, 0,44 Mpa dan 0,39 Mpa. Nilai ini turun sebesar 18 %, 29%, 31%, dan 38 % dari nilai kuat tekan bata ringan normal tanpa adanya pemaparan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, nilaki kuat tekan bata ringan akibat adanya paparan suhu tinggi menjadi menurun. Sebaiknya perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan variasi waktu yang berbeda.
Simulasi Sifat Termal Bata Ringan Celullar Lightweight Concrete Menggunakan LUSAS V.17 Abrar Rifqi Pratama; Reni Suryanita; Ismediyanto Ismediyanto
Sainstek (e-Journal) Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan penduduk yang semakin pesat menyebabkan kebutuhan yang semakin tinggi terhadap pembangunan. Semakin meningkatnya pembangunan maka semakin meningkat pula kebutuhan terhadap bahan bangunan. Ini menyebabkan semakin banyak solusi alternatif yang ditawarkan untuk bahan bangunan salah satunya adalah bata ringan CLC. Bata ringan CLC mulai banyak digunakan sebagai pengganti bata merah karena memiliki density yang lebih kecil dari bata merah namun masih minim penelitian tentang bata ringan CLC ini. Pada penelitian ini dilakukan analisis perbandingan suhu yang diserap oleh bata ringan CLC dan bata merah dengan ukuran 60 cm x 10 cm x 20 cm dan variasi density bata ringan CLC 600 kg/m3, 700 kg/m3, 800 kg/m3, 900 kg/m3, 1000 kg/m3 dan bata merah 1700 kg/m3. Analisis penjalaran panas dilakukan menggunakan perangkat lunak LUSAS V17 dengan variasi suhu mulai dari suhu 30 0C hingga 1000 0C yang terpapar selama 2 jam. Hasil penelitian didapatkan bahwa bata ringan CLC dengan density 600 kg/m3 menghasilkan tahanan panas sekitar 45,59%, bata ringan CLC dengan density 700 kg/m3 menghasilkan tahanan panas sekitar 37,925 %, bata CLC dengan density 800 kg/m3 menghasilkan tahanan panas sekitar 32,78 %, bata CLC dengan density 900 kg/m3 menghasilkan tahanan panas sekitar 29,13 %, bata CLC dengan density 1000 kg/m3 menghasilkan tahanan panas sekitar 26,39 %, sedangkan bata merah tahanan panas sekitar 25,92 %. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bata CLC lebih nyaman digunakan untuk dinding ruangan dibandingkan dengan bata merah.
Analisis Respons Struktur Jembatan Beton Prategang Box Girder Maharani Miranda; Reni Suryanita; Enno Yuniarto
Sainstek (e-Journal) Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya kasus kerusakan jembatan di Indonesia mengartikan bahwasanya struktur jembatan di Indonesia masih banyak yang belum mampu berfungsi secara optimal. Hal ini juga berkaitan dengan pengaruh Indonesia yang terletak pada jalur tektonik dan vulkanik aktif yang menyebabkan kerusakan struktur jembatan. Studi kasus untuk analisis ini menggunakan Jembatan Sungai Siak 2 dengan bentang 200 m dengan jumlah pilar sebanyak 2 buah. Pemilihan analisis ini dilakukan pada bagian pilar jembatan karena berdasarkan fakta bahwa kegagalan strukur pada pilar jembatan akan mengakibatkan kegagalan sruktur jembatan secara keseluruhan. Analisis respons struktur jembatan beton prategang box girder bertujuan untuk mengidentifikasi besar nilai perpindahan struktur pada pilar jembatan terhadap beban gempa rencana. Sementara itu, analisis numerik respons struktur jembatan menggunakan perangkat lunak Midas Civil V2.2. Analisis respons struktur jembatan beton prategang box girder dilakukan berdasarkan tiga kondisi tanah, yaitu tanah keras, tanah sedang, dan tanah lunak. Pada hasil penelitian ini didapatkan nilai perpindahan pada pilar jembatan arah longitudinal untuk kondisi tanah keras sebesar 0,88 mm, tanah sedang sebesar 1,06 mm dan tanah lunak sebesar 1,39 mm. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa nilai perpindahan jembatan akibat beban gempa rencana pada kondisi tanah keras lebih kecil 21,4% dibanding pada kondisi tanah sedang dan lebih kecil 60,32% dibanding tanah lunak. Maka dari itu, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukan kepada pihak pemerintah dan pihak terkait yang bergerak di bidang konstruksi jembatan, khususnya tipe jembatan box girder beton prategang di berbagai wilayah Indonesia, dengan memperhatikan respons struktur jembatan yang terjadi sesuai tingkat risiko kegempaan untuk setiap daerah.
Analisis Sifat Mekanik Bata Ringan Cellular Lightweight Concrete Menggunakan Program LUSAS V17 Roma Dearni; Reni Suryanita; Ismediyanto Ismediyanto
Sainstek (e-Journal) Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi yang semakin pesat pada perkembangan dunia konstruksi modern, sehingga memunculkan inovasi baru dalam dunia konstruksi. Salah satunya adalah pembuatan bata ringan Cellular Lightweight Concrete (CLC). Density yang rendah memungkinkan resiko ketika terkena getaran atau percepatan tanah, salah satunya getaran yang disebabkan oleh gempa bumi dapat diperkecil. Untuk itu, penggunaan bata ringan efektif dalam konstruksi bangunan tinggi maka perlu dilakukan simulasi numerik pada bata ringan agar mempermudah kita menganalisis sifat mekanik bata ringan di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan nilai penurunan pada uji laboratorium serta menganalisis sifat mekanik tegangan, regangan dan modulus elastisitas pada pemberian beban yang bervariasi. Pemberian beban berdarkan data optimum pada uji laboratorium maka di pakai rentang beban dimulai dari 20 kN hingga 35 kN dengan variabel beban 0,5 kN. Pemodelan benda uji memiliki panjang 60 cm, lebar 10 cm dan tinggi 20 cm. Parameter input pada program menggunakan hasil uji laboratorium yang telah dilakukan pada penelitian sebelumnya berupa nilai modulus elastisitas, poisson ratio dan densitas. Hasil penelitian didapatkan nilai penurunan permukaan pada pemberian beban 26 kN saat uji laboratorium sebesar 4,82 mm, sedangkan secara numerik menghasilkan 4,94 mm. Pemberian beban 35 kN menimbulkan penurunan permukaan maksimal sebesar 6,65 mm. Nilai tegangan maksimal yang ditimbulkan pada saat simulasi numerik sebesar 0,82 N/mm2, sedangkan nilai regangan dihasilkan sebesar 0,026. Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa nilai penurunan pada eksperimental lebih kecil dibandingkan dengan analisis menggunakan pemrograman LUSAS V.17 dan disimpulkan bahwa semakin besar beban yang diberikan maka semakin besar juga nilai tegangan regangan dan penurunannya.
Kontrol Perencanaan Struktur Rangka Beton Bertulang Berdasarkan Indeks Kerusakan Dwiqhee Abdul Ghani; Zulfikar Djauhari; Reni Suryanita
Sainstek (e-Journal) Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan struktur beton bertulang umumnya menggunakan metode strength based design atau biasa disebut force based design (FBD). Metode FBD tidak mampu mengidentifikasi kinerja dan indeks kerusakan struktur yang terjadi, maka diperlukan analisis lebih lanjut yang dinamakan performance based design (PBD). Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi pengaruh rasio tulangan kolom dan balok terhadap indeks kerusakan struktur. Pada penelitian ini, indeks kerusakan statis struktur (DIE) dihitung berdasarkan luasan kurva spektrum kapasitas yang telah dibuat berdasarkan ATC-40 melalui analisis pushover. Struktur yang dianalisis merupakan struktur rangka beton bertulang 4 lantai dengan pembebanan gempa rencana berdasarkan SNI 1726-2012. Nilai parameter yang ditinjau adalah nilai rasio tulangan balok dan kolom beserta pengaruhnya terhadap indeks kerusakan struktur (DIE). Hasil analisis indeks kerusakan menunjukan bahwa portal dengan rasio tulangan balok 0,579% dan rasio tulangan kolom 2,268% lebih layak untuk menahan beban gempa rencana karena nilai DIE yang terjadi adalah 2,508. Nilai ini tidak melebihi indeks kerusakan statis rencana (DIS) yang telah dijadikan ambang batas untuk kerusakan sedang yaitu sebesar 0,2519. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dan rekomendasi untuk perencanaan struktur bangunan tahan gempa.
Co-Authors ', smeddiyanto Abrar Rifqi Pratama Afisha, Elly Afisha, Elly Ahmad Hamidi Ahmad Obi Narman Ahmad Riadi Ahmad Riadi Alex Kurniawandy Aminuyati Andi Wijaya Anggi Agusstiawan Appriliya Destiyani Aprilia Andoni, Elsa Aras Mulyadi Ardiansyah, M. Syukri Ardyansah, Rofika Ratna Ari Sandhyavitri Ari Vera Indra Ariadi, Koko Putra Arif Rahman Azlan Adnan Azlan Adnan Benny Hamdi Rhoma Putra Beny Setiawan Brian Priadana Mulrony Chitra Hermawan Dandio Ahmad Fansuri Darmawan, Wan Fikri Debi Setiawan Debi Setiawan, Debi Dede Eldi Kurniawan Delita Zul Dimas Arief Wicaksono Djauhari, Zulfikar Dwiqhee Abdul Ghani Dyna Aulia R Efendi, M. Rizal Dika Eki Syahyudi Elsa Aprilia Andoni Elsyani Eka Putri Elva Nidya Sari Enno Yuniarto Erizal ' Fadrizal Lubis Fansuri, Dandio Ahmad Fernando, Hendra Firzal, Yohannes Florisa Florisa Florisa Florisa Garcya, Muhammad Gala Geovani Meiwanda Hanantatur Adeswastoto Harnedi Maizir Harnedi, Raihan Arditama Hendra Fernando Hendra Jingga, Hendra Heru Nurcahyo Heru Satiadi, Heru Heru Setiadi Ilham Akbar Imam Mustafa Iqbal Maulia Iskandar Romey Sitompul Ismail Rahmadtulloh Ismed Diyanto Ismeddyanto Ismeddyanto Ismeddyanto, Ismeddiyanto Ismediyanto Ismediyanto Joni, Mustika Kamaldi, Alfian Kampati, Tri Budi Kikumoto, Mamoru Maharani Miranda Makahani, Satria Mardiyono Mardiyono Mardiyono Mardiyono Mardiyono, Mardiyono Maya Rumiati MG, Intan Monica Monica, Tiara Monita Olivia Mustika Joni Nila Kamelia Nopember Toni Nopember Toni, Nopember Poppy Nurmayanti Puri Awanda Cantikawati Putra, Azlansyah Mudahir Putri, Ade Septiani Rahmadi Rahmadi Rahmadi Rahmadi Rahmiasari Rahmiasari Raihan Arditama Harnedi Raja Parulian Purba, Raja Parulian Rama Dwi Aryandi Ramalia Noratama Putri Randhi Saily Rendy Wijaya Revo Sedrian Putra Rexi Putra Rian Fajri Ramadanas Ricky Andriano Ridwan Ridwan Ridwan Ridwan Rizki Zulapriansyah Rofika Ratna Ardyansah Roma Dearni RR. Ella Evrita Hestiandari Rumiati, Maya Satria Makahani Sedrian Putra, Revo Simamora, Idris David Fernando Siregar, Andi Saputra Soewignjo Agus Nugroho Solly Aryza Sondra Raharja Sri Agustin Sri Agustin Sri Agustin Sri Fatma Reza Sri Fatma Reza, Sri Fatma Sri Indarti Subagiono, Yon Syahnandito Syahyudi, Eki Syamsul Fikri Syauqi, Muhammad Tauladan, Muhammad Wafiq Tia Aurelia Tiara Monica Vindi Trisatria Vindy Salim Vomania, Vomania Wahyu Rahmadhan, Wahyu Wicaksono, Adhithiya Widianto, Devit Yenita Roza Yessi Olivia Yon Subagiono Yosi Alwinda Zulfikar Djauhari Zulfikar Djauhari Zulfikar Djauhari Zulfikar Djauhari Zulkarnain Zulkarnain Zunwanis Zunwanis