Claim Missing Document
Check
Articles

EVALUASI KERENTANAN BANGUNAN GEDUNG TERHADAP GEMPA BUMI BERDASARKAN ASCE 41-13 Hanantatur Adeswastoto; Zulfikar Djauhari; Reni Suryanita
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 3 No. 2 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v3i2.383

Abstract

Gedung Menara Lancang Kuning merupakan salah satu bangunan bertingkat tinggi di Pekanbaru yang memiliki kerentanan yang cukup besar terhadap gempa. Bangunan ini harus dapat bertahan terhadap gempa agar resiko bahaya yang terjadi dapat diminimalisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerentanan bangunan gedung terhadap gempa bumi. Dalam penelitian ini dilakukan evaluasi berdasarkan ASCE 41-13. Evaluasi Tahap 1 pada ASCE 41-13 merupakan metode evaluasi cepat sehingga dapat menjadi acuan untuk evaluasi tahap selanjutnya. Evaluasi dimulai dengan menentukan tingkat bencana, tingkat seismisitas, dan penentuan tingkat kinerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bangunan Gedung Lancang Kuning memenuhi tingkat kinerja yang menjadi acuan.
PREDIKSI TINGKAT KINERJA STRUKTUR GEDUNG KANTOR BERDASARKAN MUTU BETON DENGAN METODE JARINGAN SARAF TIRUAN Beny Setiawan; Reni Suryanita; Zulfikar Djauhari
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 3 No. 2 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v3i2.393

Abstract

Gempa adalah fenomena alam yang tidak dapat diprediksi kekuatan, kapan dan dimana akan terjadi, fenomena alam ini menjadi salah satu faktor perusak utama bagi wilayah-wilayah yang dilewati jalur patahan. Kerugian yang diakibatkan gempa sangat besar, mulai dari kerusakan sarana - prasarana infrastruktur, ekonomi dan juga banyak menelan korban jiwa. Penelitian ini akan dilakukan analisis struktur dengan menggunakan analisis riwayat waktu (time history) dengan bantuan software elemen hingga. Pemodelan berdasarkan struktur bangunan gedung kantor yang direncanakan pada tahun pada tahun 2014, dan standar tingkat kinerja struktur berdasarkan FEMA 356. Pemilihan perencanaan gedung ini dikarenakan perencanaan tersebut tidak memperhitungkan beban gempa dalam analisis strukturnya. Beban gempa yang digunakan adalah gempa El-Centro yang akan diskalakan sesuai skala lokasi pembangunan, 0,25g, 0,50g, 0,75g dan 1,00g. Selain itu mutu beton juga divariasikan menjadi 11 mutu beton yang dimulai dari 15 MPa hingga 25 MPa untuk proses pelatihan jaringan saraf tiruan agar dapat memprediksi tingkat kinerja struktur bangunan gedung kantor. Hasil dari penelitian ini pada analisis tingkat kinerja sesuai dengan analisis riwayat waktu dengan gempa yang diskalakan pada lokasi pembangunan adalah SAVE atau sangat aman dikarenakan daerah pembangunan merupakan daerah tidak rawan gempa, sedangkan hasil pelatihan JST menghasilkan nilai R2 sebesar 98,11% dan MSE 0,00025 yang berarti pelatihan JST memiliki tingkat kesalahan sangat kecil dan keterkaitan tiap unsur pelatihan sangat bagus. Hasil dari testing JST mendapatkan nilai R2 sebesar 94,59% dengan nilai MSE 0,00082 yang berarti JST memiliki tingkat validitas tinggi dengan tingkat kesalahan sangat kecil yang hampir mendekati 0 (nol).
Pengaruh Penggunaan Base Isolation High Damping Rubber Bearing Pada Struktur Beton Bertulang Syahnandito; Reni Suryanita; Ridwan
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v6i2.4906

Abstract

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menggunakan peredam beban gempa dengan sistem isolasi dasar (base isolation system). Penggunaan base isolation system pada bangunan dapat mengisolasi perambatan getaran akibat gempa dari tanah ke struktur atas bangunan menggunakan komponen berbahan karet. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penggunaan sistem isolasi dasar berupa High Damping Rubber Bearing pada periode dan gaya geser dasar struktur beton bertulang. Objek penelitian adalah bangunan hotel 15 lantai dengan ketinggian 62,9 m. Penelitian diawali dengan pemodelan struktur menggunakan aplikasi ETABS v2016 sehingga didapatkan periode dan gaya geser dasar struktur fixbase. Tahap selanjutnya memberikan gaya pada model struktur dengan isolasi dasar High Dumper Rubber Bearing sehingga didapatkan periode dan gaya geser dasar struktur dengan base isolator. Hasil analisis pada struktur fixbase didapatkan periode sebesar 4,212 detik, dengan gaya geser dasar didapatkan sebesar 1470,725 ton. Sedangkan hasil analisis pada struktur dengan base isolator didapatkan periode sebesar 5,500 detik, dengan gaya geser dasar didapatkan sebesar 1286,071 ton. Maka dapat disimpulkan bahwa pada struktur dengan base isolator terjadi peningkatan periode sebesar 30,58 %, sedangkan gaya geser dasar terjadi penurunan 12,56 %.
Analisis Numerik Sifat Mekanik Balok Baja dengan Penambahan Pengaku (Stiffener) Nila Kamelia; Iskandar Romey Sitompul; Reni Suryanita
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v7i1.5226

Abstract

Penggunaan baja sebagai material untuk pekerjaan konstruksi terus meningkat. Pada umumnya perencana struktur mengganti profil jika beban melebihi kapasitas daya dukungnya. Namun untuk mengganti profil yang lebih besar memakan biaya yang lebih besar. Oleh karena itu dilakukan penelitian dan analisis penggunaan pengaku (stiffener) pada balok baja agar mampu menahan beban yang ada tanpa harus mengganti ukuran profil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh yang terjadi pada balok baja dengan penambahan stiffener. Penelitian dilakukan dengan analisis Finite Element LUSAS V18. Model profil yang digunakan adalah IWF 150x75x5x7. Analisis menunjukkan bahwa dengan pembebanan sebesar 55 kN, balok tanpa stiffener memiliki lendutan 10,55 mm. Balok dengan satu stiffener pada ½ bentang memiliki lendutan sebesar 9,07 mm dan balok dengan tiga stiffener pada ¼, ½ dan ¾ bentang memiliki lendutan 9,06 mm. Kekakuan balok baja dengan penambahan stiffener mengalami peningkatan. Nilai kekakuan balok baja tanpa stiffener 5,620 kN/mm, balok baja satu stiffener 6,21 kN/mm dan balok baja tiga stiffener 6,22 kN/mm. Berdasarkan hasil eksperimen dan analisis didapatkan bahwa penggunaan stiffener pada balok baja mampu mengurangi lendutan dan membuat balok menjadi lebih kaku.
ANALISIS PENGARUH ANALISIS KONSTRUKSI BERTAHAP (CONSTRUCTION SEQUENCE ANALYSIS) TERHADAP EKSENTRISITAS KOLOM BETON BERTULANG Rofika Ratna Ardyansah; Reni Suryanita; Zulfikar Djauhari
Jurnal Ilmiah Telsinas Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.65 KB)

Abstract

In reality, a building structure was built floor by floor or gradually, this is going to affectforces in preliminary design (using Direct Loading Method). The most extreme effect in the form ofeccentricities in the column structure, there this research is giving depiction on how far eccentricitiesdeviation dan what factor affects column structure eccentricities as the consequence of gradualbuilding.This research utilizes Sequential Loading Method, that is weight loading method by trying toimitate loading while construction execution occured with loading weight on gradual and sequentialstructre model.Eccentricities on column structure will extremely decrease if axial weight was added(column with one floor above). This research show eccentricites decrease until 26.39% or decrease asmuch as 73.61% from Full Model analysis. Bekisting dismantling before structure column and floorweight above done correctly is the main factor for a extensive eccentricites on column structure tohappen. So, bekisting dismantling should be planned very well by calculating its structure behavior.
Counseling on the Implementation of Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Program at Indragiri Islamic University (UNISI) Tembilahan City, Riau Province Zulkarnain Zulkarnain; Sri Indarti; Suyanto Suyanto; Reni Suryanita
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2022): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.611 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v5i1.1616

Abstract

The Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) program, which the Ministry of Education and Culture has launched, a study program is needed that is ready to implement the MBKM program in the curriculum of the study program. For this reason, the MBKM program needs to be disseminated to all state universities and private universities to prepare themselves to implement this government program. Not all universities have the resources to socialize the implementation of MBKM activities in their respective campuses. For this reason, it is necessary to propose Community Service (PKM) activities by the Universitas Riau team for helping the government to socialize the MBKM Program to Private Universities in Riau Province. Especially for universities that are far from the reach of assistance by the central government through the PKM Postgraduate funds of the Universitas Riau. Therefore, this PKM activity chose private partner universities, namely the Indragiri Islamic University (UNISI) in Tembilahan, Indragiri Hilir Regency, Riau Province. The PKM Team conducts MBKM activities in the form of counselling at partner universities in Tembilahan. The activity preparation period to activity reporting is carried out for eight weeks. The target of the resulting activity is the implementation of outreach activities and socialization of the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Program at UNISI and the documentation of UNISI's MBKM activities through social media and scientific publications.
Strengthening the Socio-Economic Potential of Teluk Latak Village as an Independent Village on the Coast of Bengkalis Island Reni Suryanita; Yohannes Firzal; Geovani Meiwanda; Yosi Alwinda; Harnedi Maizir
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2022): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (813.401 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v5i1.1669

Abstract

Teluk Latak Village is located in Bengkalis District, Bengkalis Regency. It has two hamlets, namely Langgam Muara Hamlet and Simpang Baru Hamlet. Teluk Latak Village is one of the coastal villages in the west of Bengkalis Island. This village has a flat topography with an area of approximately 23 km2 or about 4.47% of the entire area of Bengkalis District. Teluk Latak village is 14 km from the centre of government in Bengkalis District. Teluk Latak village has agricultural areas, plantations, and livestock. Teluk Latak village produces goats, native chickens and manila ducks. Like coastal areas, Teluk Latak Village is a fishing village. Teluk Latak Village can be developed based on the coastal village's existing social and economic conditions. Abrasion worries the people of Bengkalis, especially for people who live in the north of the island facing the Malacca Strait. This abrasion caused the oil palm plantations and rubber plantations to collapse one by one by the waves. This community service activity aims to assist village officials and the community in mapping the social and economic potential of Teluk Latak Village so that it can be realized as an independent village on the coast of Bengkalis Island. One of the activities is counselling on preventing coastal damage and managing marine fishery products into nutritious snacks consumed by fishers' families who have an excess fish catch. Teluk Latak Village people can develop snacks made from processed fish to improve the household economy. It is hoped that this activity can contribute to village residents and village officials in mapping the potential of Teluk Latak Village in the social and economic fields
Perilaku Mekanik Bata Ringan Dengan Penambahan Silica Fume Yon Subagiono; Harnedi Maizir; Reni Suryanita
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 16, No 3 (2020)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.16.3.194-204.2020

Abstract

Bata beton ringan memiliki keuntungan praktis dan ekonomis dalam pelaksanaan kontruksi sehingga permintaan pasar untuk bata ringan semakin meningkat selama beberapa tahun terakhir. Selain itu pemakaian bata beton konvensional sebagai bahan bagunan non-struktural dinilai masih cukup besar massa jenisnya sehingga memberikan beban lebih ke struktur bangunan. Untuk itu diperlukan bata beton yang memiliki bobot yang lebih ringan sehingga dapat meningkatkan efisiensi baik bahan dan beban yang ditahan struktur maupun pondasi dari bangunan. Penggunaan bata ringan pada umumnya sebagai non struktur berupa dinding panel dan pelat atap. Salah satu cara untuk mengurangi kepadatan bata beton ringan adalah dengan menambahkan pori-pori udara dalam campuran pasta semen atau mortar. Penambahan pori-pori udara dilakukan dengan penambahan foaming agent. Dalam perkembangan teknologi bahan bata ringan perlu ditingkatkan lagi efisiensi dari segi penggunaan bahan dan kualitas bata ringan itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi campuran yang optimal pada bata ringan tipe Cellular Lightweight Concrete dengan penambahan silica fume. Benda uji dibuat dalam ukuran 10 cm x 20 cm x 60 cm dengan memvariasikan komposisi silica fume dalam 5 komposisi yaitu 0%, 5%, 10% 15% dan 20% dari berat semen yang digunakan dalam campuran bahan. Selanjutnya dilakukan perawatan bata ringan pada umur 3 hari, 7 hari, 14 hari, 21 hari dan 28 hari. Pengujian mekanik yang dilakukan  adalah pengujian kuat tekan secara merata pada bagian atas bata ringan. Instrumen pengukuran yang digunakan pada penelitian adalah load cell sebagai pengukur beban dan Linear Variable Differential Transformer (LVDT) untuk mengukur penurunan (displacement) yang terjadi pada permukaan yang dibebani. Data keluaran yang dapat diperoleh dari pengujian ini adalah kuat tekan, modulus elastisitas dan displacement. Nilai kuat tekan bata ringan pada umur 28 hari untuk komposisi 1 sebesar 0,47 MPa, komposisi 2 sebesar 0,82 MPa, komposisi 3 sebesar 0,87 MPa, komposisi 4 sebesar 0,70 MPa, dan komposisi 5 sebesar 0,61 MPa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa komposisi bahan campuran yang menggunakan bahan tambah  silica fume dengan persentase  10% dari berat semen menghasilkan kuat tekan yang paling tinggi dengan penurunan permukaan sebesar 3.5 mm saat dibebani dan modulus elastisitas 527.62 kg/m3. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan referensi dalam industri dan penelitian bata ringan dengan bahan tambah silica fume untuk mendapatkan sifat mekanik yang optimal pada bata ringan.
Aplikasi Metode Rapid Visual Screening (RVS) Dalam Monitoring Kerentanan Bangunan Pemerintahan di Indragiri Hulu Sri Agustin; Zulfikar Djauhari; Reni Suryanita
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (912.652 KB) | DOI: 10.25077/jrs.16.1.38-48.2020

Abstract

Rapid Visual Screening (RVS) adalah sebuah metode peninjauan kondisi bangunan terhadap gempa secara visual, menggunakan formulir analisis khusus yang merangkum seluruh hasil tinjauan visual dan menghasilkan nilai akhir (final score) minimal 2 (dua) untuk kondisi bangunan yang aman terhadap bahaya gempa. Nilai akhir RVS berdasarkan FEMA 154 dengan ketentuan jika final score kurang dari 2 (dua) maka gedung dinyatakan perlu dievaluasi lebih lanjut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat risiko bangunan gedung pemerintahan di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu terhadap bahaya gempa dan menentukan final score sebagai keluaran dari metode Rapid Visual Screening (RVS). Pengamatan bangunan dilakukan terhadap 4 gedung pemerintahan yaitu Kantor Bupati, Kantor Dinas Pendidikan Kebudayaan, Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dan Bangunan SD Negeri 006 Rengat. Hasil Respons Spektral MCE perioda pendek dengan redaman 5% (Ss) dan Respons Spektral MCE perioda 1 detik dengan redaman 5% (S1)  pada penelitian ini berada di tingkat Moderate Seismicity. Berdasarkan analisis kondisi bangunan, gedung-gedung yang diamati pada penelitian ini tergolong ke dalam kondisi tidak beresiko terhadap gempa bumi. Hal ini dibuktikan dari seluruh final score berada di atas angka 2 (dua). Dengan demikian dapat disimpulkan bangunan gedung pemerintahan pada penelitian ini berada pada kondisi aman dari bahaya risiko gempa.
Perilaku Mekanik dan Fisik Bata Ringan Akibat Terpapar Suhu Tinggi Ahmad Riadi; Harnedi Maizir; Reni Suryanita
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.17.1.72-84.2021

Abstract

Pertumbuhan penduduk Indonesia berkembang dengan pesat sehingga menyebabkan kebutuhan rumah tempat tinggal dan gedung lainnya akan semakin meningkat sesuai dengan keinginan dan kebutuhan manusia. Untuk mengurangi ketergantungan akibat keterbatasan material bangunan telah mendorong dunia konstruksi untuk melakukan peningkatan teknologi baru tentang bahan bangunan, seperti pengembangan teknologi material bangunan seperti bata ringan Cellular Light-weight Concrete (CLC) sebagai salah satu alternatif untuk menggantikan bata merah. Keuntungannya adalah bata ini lebih untuk dinding. Pengujian pemaparan suhu tinggi telah dilakukan pada beton namun penelitian bata ringan terpapar suhu tinggi belum banyak dilakukan oleh peneliti. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis dan membandingkan sifat mekanik dan fisik CLC serta kuat tekan pada saat sebelum dan sesudah terpapar suhu tinggi dengan ukuran bata ringan tinggi 20 cm lebar 10 cm dan panjang 60 cm serta komposisi campuran semen berbanding pasir sebesar  1:1, 1:2 dan 2:3 dengan usia sampel 28 hari. Analisis rambatan panas dilakukan menggunakan perangkat lunak LUSAS V19 dengan suhu paparan 100° C dan 200° C selama 30 dan 60 menit. Berdasarkan pengujian bata ringan setelah pemaparan suhu tinggi selama 60 menit, kuat tekan bata ringan ukuran kubus pada campuran semen berbanding pasir 1:1 mengalami penurunan kuat tekan sebesar 58.09% dibandingkan sebelum terpapar sedangkan bata ringan ukuran balok mengalami penurunan kuat tekan sebesar 37,77% dibandingkan sebelum terpapar. Selain penurunan kuat tekan, hasil penelitian ini juga menyimpulkan bahwa pemaparan suhu tinggi telah menyebabkan perubahan pada bata ringan seperti perubahan warna, perubahan ukuran lobang pori serta perubahan kuat tekan. Dengan demikian hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi bagi praktisi terkait perbedaan sifat mekanik.
Co-Authors ', smeddiyanto Abrar Rifqi Pratama Afisha, Elly Afisha, Elly Ahmad Hamidi Ahmad Obi Narman Ahmad Riadi Ahmad Riadi Alex Kurniawandy Aminuyati Andi Wijaya Anggi Agusstiawan Appriliya Destiyani Aprilia Andoni, Elsa Aras Mulyadi Ardiansyah, M. Syukri Ardyansah, Rofika Ratna Ari Sandhyavitri Ari Vera Indra Ariadi, Koko Putra Arif Rahman Azlan Adnan Azlan Adnan Benny Hamdi Rhoma Putra Beny Setiawan Brian Priadana Mulrony Chitra Hermawan Dandio Ahmad Fansuri Darmawan, Wan Fikri Debi Setiawan Debi Setiawan, Debi Dede Eldi Kurniawan Delita Zul Dimas Arief Wicaksono Djauhari, Zulfikar Dwiqhee Abdul Ghani Dyna Aulia R Efendi, M. Rizal Dika Eki Syahyudi Elsa Aprilia Andoni Elsyani Eka Putri Elva Nidya Sari Enno Yuniarto Erizal ' Fadrizal Lubis Fansuri, Dandio Ahmad Fernando, Hendra Firzal, Yohannes Florisa Florisa Florisa Florisa Garcya, Muhammad Gala Geovani Meiwanda Hanantatur Adeswastoto Harnedi Maizir Harnedi, Raihan Arditama Hendra Fernando Hendra Jingga, Hendra Heru Nurcahyo Heru Satiadi, Heru Heru Setiadi Ilham Akbar Imam Mustafa Iqbal Maulia Iskandar Romey Sitompul Ismail Rahmadtulloh Ismed Diyanto Ismeddyanto Ismeddyanto Ismeddyanto, Ismeddiyanto Ismediyanto Ismediyanto Joni, Mustika Kamaldi, Alfian Kampati, Tri Budi Kikumoto, Mamoru Maharani Miranda Makahani, Satria Mardiyono Mardiyono Mardiyono Mardiyono Mardiyono, Mardiyono Maya Rumiati MG, Intan Monica Monica, Tiara Monita Olivia Mustika Joni Nila Kamelia Nopember Toni Nopember Toni, Nopember Poppy Nurmayanti Puri Awanda Cantikawati Putra, Azlansyah Mudahir Putri, Ade Septiani Rahmadi Rahmadi Rahmadi Rahmadi Rahmiasari Rahmiasari Raihan Arditama Harnedi Raja Parulian Purba, Raja Parulian Rama Dwi Aryandi Ramalia Noratama Putri Randhi Saily Rendy Wijaya Revo Sedrian Putra Rexi Putra Rian Fajri Ramadanas Ricky Andriano Ridwan Ridwan Ridwan Ridwan Rizki Zulapriansyah Rofika Ratna Ardyansah Roma Dearni RR. Ella Evrita Hestiandari Rumiati, Maya Satria Makahani Sedrian Putra, Revo Simamora, Idris David Fernando Siregar, Andi Saputra Soewignjo Agus Nugroho Solly Aryza Sondra Raharja Sri Agustin Sri Agustin Sri Agustin Sri Fatma Reza Sri Fatma Reza, Sri Fatma Sri Indarti Subagiono, Yon Syahnandito Syahyudi, Eki Syamsul Fikri Syauqi, Muhammad Tauladan, Muhammad Wafiq Tia Aurelia Tiara Monica Vindi Trisatria Vindy Salim Vomania, Vomania Wahyu Rahmadhan, Wahyu Wicaksono, Adhithiya Widianto, Devit Yenita Roza Yessi Olivia Yon Subagiono Yosi Alwinda Zulfikar Djauhari Zulfikar Djauhari Zulfikar Djauhari Zulfikar Djauhari Zulkarnain Zulkarnain Zunwanis Zunwanis