agung Suryanto
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Published : 30 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

HUBUNGAN KANDUNGAN NITRAT DENGAN DENSITAS ZOOXANTHELLAE PADA BEBERAPA JENIS KARANG DI REEF FLAT PULAU PARI KEPULAUAN SERIBU JAKARTA Khuzma, Nur Latifah; Suryanto, Agung; Purnomo, Pujiono Wahyu
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.18 KB)

Abstract

ABSTRAKPulau Pari merupakan salah satu pulau yang berada di tengah-tengah gugusan. Terumbu karang merupakan ekosistem pesisir yang memiliki produktivitas tinggi. Nitrat merupakan  nutrien sebagai salah satu faktor penentu terpeliharanya produktivitas perairan, maka penelitian ini akan mempelajari dukungan nitrat di dalam polip karang dan pengaruhnya terhadap keberadaan  zooxanthellae. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keberagaman jenis karang, faktor lingkungan  yang  mempengaruhi  karang, kandungan nitrat dan densitas zooxanthellae pada beberapa jenis karang di reef  flat Pulau Pari Kepulauan Seribu Jakarta. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-April 2016 dengan metode deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh  jenis karang  yang dominan adalah  Acropora sp., Porites sp., dan Montipora sp., dengan penutupan karang hidup di stasiun I (dermaga) 36,4% kategori sedang, stasiun II (pemukiman penduduk) 22,4% kategori buruk dan stasiun III (jauh dari aktivitas penduduk) 67,2% kategori baik. Koefisien determinasi R2 antara nitrat dengan densitas  zooxanthellae pada masing-masing jenis karang dominan memiliki nilai R² yang  berbeda yaitu karang Acropora palifera diperoleh R²= 0.787 dapat diartikan bahwa variabel bebas X memiliki pengaruh kontribusi sebesar 78,7% terhadap variabel Y 21,3%, pada jenis karang Acropora divaricata diperoleh R²= 0.989 memiliki pengaruh kontribusi sebesar  98,9% terhadap variabel Y 1,1% dan jenis karang Porites cylindrica R²= 0.955 memiliki pengaruh kontribusi sebesar 95,5% terhadap variabel Y 4,5% lainnya dipegaruhi faktor lain diluar variabel X dari hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai R² diatas 0,5 yang berarti semakin erat hubungan antara variabel X dan Y. Semakin tinggi kandungan nitrat di dalam polip karang, maka semakin tinggi pula densitas zooxanthellae yang dikandungnya. Kata kunci: Beberapa Jenis Karang; Nitrat; Densitas Zooxanthellae; Pulau Pari ABSTRACT Pari Island is one island in the middle of the Thousand Islands cluster. Nitrate is a nutrient as a determining factor for the preservation of marine productivity, nutrients becomes an important factor. The problem is, whether the support is derived from the availability of nitrate in the water or in the coral polyps. Related to the above, this research will study the nitrate support in coral polyps and their effects on the presence of zooxanthellae. The purpose of this study is to determine the diversity of coral species, environmental factors affecting the coral, nitrate content and the density of  zooxanthellae in some types of coral on the Pari Island Reef Flat in Thousand Islands Jakarta. This study was conducted in March to April 2016, with descriptive method. The results obtained are the the dominant coral species Acropora sp., Porites sp., and Montipora sp., With live coral cover in the station I (pier) of 36,4% medium category, station II (residential) of  22.4% poor category and station III (away from the population activity) of 67,2% good category.The coefficient of R2 determination between nitrate with a density of  zooxanthellae in each the dominant coral species have different values R² is Acropora palifera obtained R²= 0.787 means that the independent variable X has the effect of a contribution of 78,7% to 21,3% Y variables, the coral species Acropora divaricata obtained R²= 0.989 has the effect of a contribution for 98,9% to 1,1% Y variables and coral species Porites cylindrica R²= 0.955 has the effect of a contribution of  95,5% to other variable Y 4,5% influenced other than the variable X of the results showed that the value of R² above 0,5 which means that the closer the relationship between the variables X and Y. the higher the nitrate content in coral polyps, the higher the density of zooxanthellae contains. Keywords: Types of Corals; Nitrate; Zooxanthellae Density; Pari Island
PENGELOLAAN TAMBAK DAN MANGROVE DI AREA PERTAMBAKAN DI DESA MOROREJO, KECAMATAN KALIWUNGU, KABUPATEN KENDAL Kridalaksana, Aprilian; Subiyanto, -; Suryanto, Agung
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.22 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara luas tambak dengan jumlah mangrove pada area pertambakan, pengaruh luas tambak dan jumlah mangrove terhadap tingkat produksi tambak tradisional bandeng pada luasan tambak yang berbeda, pengaruh tingkat produksi terhadap tingkat pendapatan petani tambak, dan menentukan strategi pengelolaan yang tepat pada area pertambakan di Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif dimana data dikumpulkan dari hasil observasi di lapangan dan wawancara menggunakan kuesioner terhadap 36 responden.Analisis data mengggunakan metode regresi dan korelasi Excel serta analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan luas tambak memiliki hubungan yang siginifikan dengan jumlah mangrove yang mengindikasikan bahwa semakin luas tambak, jumlah mangrove akan semakin banyak karena besarnya pengaruh mangrove terhadap tambak, perbandingan luas tambak dan jumlah mangrove memiliki hubungan dengan tingkat produksi yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi perbandingan luas tambak dan jumlah mangrove, maka tingkat produksi tambak akan semakin besar, maka semakin besar pula tingkat pendapatan petani tambak, serta strategi pengelolaan yang didapat adalah meningkatkan jumlah mangrove di tambak guna meningkatkan produksi dan pendapatan, memperkuat pematang dengan menanam mangrove dengan perbandingan yang sama dengan luas tambak guna menahan rob dan abrasi, petani tambak harus membuat kesepakatan dalam mengelola mangrove agar mangrove di area tambak tetap lestari, dan meningkatkan pengetahuan petani tambak mengenai tambak dan pengaruh mangrove terhadap produksi. The purpose of this research done to know correlation betweenfishpondarea and amount of mangrove, influence of fishpond areasand amount of mangrove in the fishpond areastoproduction levels milkfish on traditional fishpond at different fishpond areas, influence production level to income level of fishfarmers, and determine the appropriate management strategy at fishpondarea in Mororejo Village, Kaliwungu Sub-District, District of Kendal.The methods used in this research was descriptive method where data collected from observation in field and interview using quesioner to 36 respondents . Data analysis used regression and correlation methods and SWOT analysis.The results showed that fishpondareas had significant correlation to amount of mangrove that indicated greater fishpond areas, amount of mangrove are be more because of the big influence of the mangrove toward the fishpond, comparison fishpond areas and amount of mangrove had connections to production level that indicated the higher fishpond areas and amount of the mangrove, production levels of fishpondwould be greater, production levels had significant correlation to income level which indicated that the greater fishpond production level, income level of fishfarmers would be higher, and management strategy was improved amount of mangrove in fishpond area to increase production and income, strengthened embankment by planting mangrove same comparison to fishpond areas to arrest fishpond from high spring tide and abration, fishfarmers should make agreement in management to keep mangrove on fishpond areas, and improved fishfarmers knowledge about fishpond and influence of mangrove toward production
ANALISA STATUS PENCEMARAN DENGAN INDEKS SAPROBITAS DI SUNGAI KLAMPISAN KAWASAN INDUSTRI CANDI, SEMARANG Ersa, Stela Monic Maya; Suryanto, Agung; Suryanti, -
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (923.163 KB)

Abstract

Sungai Klampisan merupakan sungai yang mendapat aliran limbah dari PT. Marimas dan industri lain serta aliran dari rumah tangga dengan pencemaran cair yang berpengaruh terhadap perubahan warna air menjadi coklat secara kasat mata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keadaan kualitas air dengan parameter fisika dan kimia yang meliputi : suhu, kedalaman, kecerahan, oksigen terlarut, pH, BOD dan COD, mengetahui kelimpahan plankton, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, indeks dominasi dan mengetahui status pencemaran berdasarkan Saprobitas Indeks (SI) dan Tropik Saprobik Indeks (TSI) di Sungai Klampisan Kawasan Industri Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara sistematik sampling. Penelitian ini mencari nilai Kelimpahan Jenis, Indeks Keanekaragaman, Indeks Keseragaman, Indeks Dominasi, Saprobik Indeks dan Tropik Saprobik Indeks serta uji regresi untuk hubungan antara kualitas air dengan plankton. Pengambilan sampel air dilakukan 2 minggu sekali pada bulan Januari dan Februari 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas plankton yang berada di Sungai Klampisan terdapat 14 genus. Jenis plankton yang banyak ditemukan adalah Nitzschia sp. Berdasarkan nilai kelimpahan plankton berkisar antara 1.093 – 2.357 ind/L, sedangkan nilai Saprobik Indeks (SI) berkisar antara 0,2 – 0,272 dan Tropik Saprobik Indeks (TSI) berkisar antara 0 – 0,875. Sehingga berdasarkan nilai SI dan TSI Sungai Klampisan tergolong dalam kategori α-Mesosaprobik (pencemaran sedang sampai berat). Klampisan River is a river that gets waste streams from PT. Marimas. River Klampisan have pollution problems caused by waste from PT. Marimas, another companies and household activities that go into waters that affect the water color changes to brown by naked eyes. The purpose of this study was to determine the state of water quality by physical and chemical parameters which include: temperature, depth, brightness, dissolved oxygen, pH, BOD and COD, knowing plankton abundance, diversity index, uniformity index, dominance index and know the status of pollution by Saprobitas index (SI) and Tropical saprobic index (TSI) in Klampisan River Industrial Area, Semarang. The method used in this research is descriptive method. Sampling technique was used in systematic sampling with the assumption that the state of the river waters will be represented. This research measuring water quality and looking for value type of Abundance, Diversity Index, Uniformity Index, Dominance Index, Saprobic Index and Tropical Saprobic Index and regression test for the relationship between the quality of water with plankton. Water sampling is taken in once of 2 weeks in January and February 2014. The results showed that the there are 14 genus of plankton community located in the Klampisan River. Type of plankton that are found are Nitzschia sp. Based on plankton abundance values ranged between 1093-2357 ind / L, while the value of saprobic index (SI) ranging from 0.2 to 0.272 and Tropical saprobic index (TSI) ranged from 0 - 0.875. So based on the value of SI and TSI Klampisan River belong to the category of α-Mesosaprobik (medium to  high pollution).
KELIMPAHAN LARVA UDANG DI SEKITAR PERAIRAN PT. KAYU LAPIS INDONESIA, KALIWUNGU, KENDAL Kanwilyanti, Soty; Supriharyono, -; Suryanto, Agung
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.921 KB)

Abstract

Pembuangan limbah dari pabrik atau industri, pertanian, maupun limbah domestik dari suatu pemukiman penduduk ke dalam badan air suatu perairan dapat menyebabkan terjadinya degradasi kualitas air, dimana terjadi perubahan parameter kualitas air yang dikarenakan adanya pencemaran yang dapat mempengaruhi sifat kimia, fisika, dan biologi perairan yang memiliki potensi mencemari lingkungan perairan dan yang pertama kali merasakan dampak tersebut adalah organisme-organisme akuatik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi parameter fisika dan kimia air yang berpengaruh terhadap kelimpahan larva udang dan mengetahui jenis-jenis dominan larva udang di sekitar perairan PT. Kayu Lapis Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan (Mei -Juni  2013). Pengambilan sampel dilakukan dua minggu sekali pada saat pasang.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sistematik random sampling. Pengambilan sampel air dilakukan di empat stasiun, stasiun I merupakan stasiun yang mewakili daerah yang dekat dengan tempat pembuangan limbah ke laut. stasiun II merupakan stasiun yang mewakili daerah lalu lalang kapal, dan stasiun III merupakan stasiun yang mewakili daerah log pond (penyimpanan kayu), dan stasiun IV merupakan stasiun yang mewakili daerah yang dekat dengan muara. Pengambilan sampel larva udang dilakukan pada saat air laut pasang dengan alat yang dibuat seperti bongo net. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perairan di sekitar PT. Kayu Lapis Indonesia masih termasuk dalam klasifikasi sedang, hal ini dapat dilihat pada hasil pengukuran kualitas air seperti salinitas, suhu, kecerahan, kedalaman, DO, BOD, COD, Nitrit, Amonia, Fenol dan pH yang masih dibawah Baku Mutu Air Laut untuk Biota Laut sesuai dengan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 51 Tahun 2004. Adapun jenis-jenis larva udang yang di dapat adalah Acetes japonicus, Nematocelis gracilis, Tenagomysis orientalis, Thysanopoda cornuta, Nematocelis atlantica, Neomysis intermedia, Anisomysis ijimai, Neomysis spinosa dan yang mendominasi adalah Acetes japonicus, hal ini dikarenakan faktor lingkungan yang mendukung untuk pertumbuhan larva jenis Acetes japonicus dan mampu bertahan hidup di daerah tropis dan pada perairan dangkal.
PEMETAAN SEBARAN ECHINODERMATA PADA KARAKTERISTIK PERAIRAN PULAU MENJANGAN KECIL, TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA (Mapping The Echinoderms Distribution In Coastal Characteristics Of Menjangan Kecil Island, Karimunjawa National Park) Pratama, Fachry Rizky; Suryanti, Suryanti; Suryanto, Agung
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 4 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1288.743 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dalam rangka memperoleh informasi tentang sebaran echinodermata pada karakteristik perairan Pulau Menjangan Kecil, Taman Nasional Karimunjawa. Penelitian ini dilaksanakan pada Mei 2017. Stasiun Penelitian dibagi menjadi empat stasiun beradasarkan karakteristik perairannya. Metode yang digunakan adalah penelurusan, koleksi bebas, dan observasi. Posisi echinodermata direkam dengan menggunakan GPS(Geographical Position System) kemudian dipetakan menggunakanan ArcGIS 10.3. Peta tersebut kemudian disatukan (overlayed) dengan peta terumbu karang untuk mengetahui keberadaan echinodermata yang ditemukan. Berdasarkan penelitian diperoleh 3 jenis echinodermata dengan kelimpahannya yaitu : Echinoidea (346), Holothuridea (54), Asteroidea (27). Spesies yang ditemukan berjumlah 16 spesies.Stasiun 1 memiliki kelimpahan tertinggi 156, Stasiun 2 (101), Stasiun 3 (71), Stasiun 4 (99), aktivitas wisata terdapat pada stasiun 1 dan 4. Sebaran Echinoidea ditemukan disekitar terumbu karang (bulu babi) dan daerah lamun (sand dollar), Holothuridea ditemukan pada daerah lamun, susbtrat pasir dan terumbu karang, Asteroidea Linckia laevigata, Nardoa tuberculata ditemukan di daerah terumbu karang, sedangkan Culcita novaeguineae dtemukan pada daerah lamun dan karang. The objective of this study was to obtain an information about the distribution of echinoderms in the coastal characteristics of menjangan kecil island, Karimunjawa National Park. The research was conducted in May 2017. The Research Station is divided into four stations based on its coastal characteristics. The methods used in this study were road sampling technique, freehandpicking, and observastion. Echinoderms position recorded using GPS (Geographical Positioning System) and then mapped by using ArcGIS 10.3. Echinodermata map was overlay  with a coral reef map to determine the distribution. Based on research gained 3 kinds of echinoderms with abundance are: Echinoidea (346), Holothuridea (54),  Asteroidea (27). Species found with 16 species. Station 1 has the highest abundance 156, Station 2 (101), Station 3 (71), Station 4 (99), there is a tourist activity at stations 1 and 4. Distribution of Echinoidea was found around coral reefs (sea urchins) and seagrass areas (sand dollars ), Holothuridea found in seagrass area, susbtrat sand and coral reefs, Asteroidea Linckia laevigata, Nardoa tuberculata was found in the coral reef, and Culcita novaeguineae was found on seagrass and coral area.
TINGKAT KELAYAKAN KUALITAS AIR UNTUK KEGIATAN PERIKANAN DI WADUK PLUIT, JAKARTA UTARA da Linne, Eugene Ramarta; Suryanto, Agung; Muskananfola, Max Rudolf
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.283 KB)

Abstract

Jakarta memiliki banyak rawa untuk mengatasi masalah banjir. Salah satunya, waduk pluit. Tetapi, waduk pluit hanya dijadikan sebagai ekosistem yang berguna untuk mengurangi banjir, dan rekreasi taman keluarga, belum terdapat upaya pengembangan dalam bidang ekonomi dan perikanan yang berguna bagi peningkatan nilai ekonomi dan perikanan. Mengenai pemanfaatan sumberdaya perairan untuk kepentingan kegiatan perikanan, maka perlu diadakan analisa tingkat kelayakan kualitas air di Waduk Pluit berdasarkan parameter fisika, kimia, dan biologi. Tujuan umum dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat kelayakan kualitas air Waduk Pluit untuk kegiatan perikanan dan jenis kegiatan perikanan yang cocok dikembangkan di Waduk Pluit. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitis yang dapat diartikan sebagai prosedur penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa ataupun kejadian, serta mengumpulkan informasi berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya kemudian dianalisis. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu Purposive Sampling dimana pengambilan sampel diambil berdasarkan keperluan penelitian, artinya setiap unit atau individu yang diambil dari populasi dipilih dengan sengaja berdasar pertimbangan tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas perairan Waduk Pluit ditinjau dari parameter fisika, kimia dan biologi memiliki nilai kualitas air yang tidak layak untuk dilakukan kegiatan perikanan.  Jakarta has a lot of swamps to overcome the problem of flooding. One of them is Waduk Pluit. However, the reservoir is only used as development ecosystem to reduce flooding and recreation family parks, there has no effort in the field of economic and fisheries that use to improve economic value and fisheries. Regarding the utilization of aquatic resources for fisheries activities, it is necessary to analysis feasibility of water quality in the Waduk Pluit based on parameters of physical, chemistry, and biological. The general objective of this study were to determine the feasibility of reservoir water quality for fisheries activities and suitable fisheries activities to be developed in the Waduk Pluit. The method used is descriptive analysis which can be interpreted as a research procedure that seeks to describe a phenomenon, event or occurrence, and to gather information based on the facts as they appear or later be  analysed. The sampling technique used was purposive sampling. In which sample took based on the purposes of the study, meaning that every unit or individual drawn from the population selected purposefully based on certain considerations. The results showed that the water quality of the Waduk Pluit in terms of physical, chemistry and biological parameters has water quality values that unsuitable for fisheries activities.
HUBUNGAN NISBAH C/N DENGAN TOTAL BAKTERI SEDIMEN PADA TAMBAK BANDENG (Chanos chanos Forsk) SEMI INTENSIF DI DESA WONOREJO KENDAL W, Aprilia Dwi; Suprapto, Djoko; Suryanto, Agung
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 1 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAktivitas pertambakan mengalami penurunan kualitas air tambak akibat dari masukan bahan organik terutama sisa pakan yang terbuang baik secara langsung maupun tidak langsung. Penumpukan bahan organik di dasar tambak secara terus menerus dapat mempengaruhi produktifitas tambak sehingga perlu diketahui proses dekomposisinya antar lokasi dan antar periode waktu. Keberlangsungan proses dekomposisi ditandai dengan nisbah C/N, dimana nisbah C/N yang tinggi menunjukkan kecilnya kandungan N (N-organik dan N-Amoniak) dan sebaliknya nisbah C/N yang rendah menunjukkan proses dekomposisi bakteri berjalan cepat menghasilkan N besar. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan nisbah C/N dengan total bakteri sedimen terkait antar lokasi dan antar waktu. Adapun manfaat yang diperoleh memberikan gambaran tentang tingkat dekomposisi berdasarkan nisbah C/N dengan total bakteri, sehingga dapat diketahui cara budidaya perairan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan pada bulan September-Desember 2015 di desa Wonorejo, Kendal. Penelitian ini menggunakan metode Purposive Random Sampling. Pengambilan sampel dan pengukuran parameter kualitas air dilakukan di 3 stasiun yaitu pada inlet, plataran, dan outlet yang dilakukan 3 kali pada rentang waktu 10 hari. Hasil yang diperoleh dari penelitian menunjukan bahwa nisbah C/N pada inlet 2.55-3.68%, pada plataran 3.62-3.79%, pada outlet 3-3.8% yang artinya terjadi mineralisasi N dan beberapa mikroba mati. Sedangkan total bakteri sedimen pada inlet 1.59×104-2.27×104 cfu, pada plataran 0.58×104-1.36×104 cfu, dan pada outlet 0.9×104-1.26×104 cfu. Uji korelasi antara nisbah C/N dan total bakteri sedimen menunjukan yang kurang signifikan. Pertumbuhan bakteri lebih dipengaruhi oleh C-organik. Kata Kunci : Nisbah C/N, Total Bakteri Sedimen, Tambak ABSTRACTCulture activity can  decreased water quality because of the organic matter input, especially because the rest of feet left in pond. Accumulation of organic materi on the pond bottom continuously can affect the productivity of the pond so keep in mind the process of decomposition between sites and between periods of time. The continuity of decomposing process is marked by the C/N ration, where the high of C/N indicates the small amount of Nitrogen (N-Organic and N-Ammonia). On the contrary, the low ratio of C/N shows the bacteria decomposing process runs fast and produce a large amount of N. The purpose of this research was to understand the relationship between the C/N ratio and  total sedimental bacterias linked between location and over time. The benefits is to give description of the decomposing level based on the C/N ratio and total sedimental bacterias, so that understand the method of water cultivation that is biodegradable and sustainable. The research have done on September-December 2015 at Wonorejo, Kendal. This research use purposive method of sampling random. Sampling and measurement the sediment and water quality parameters is done in 3 stations; they are inlet, plataran, and outlet, which is done three times in range 10 days. The Results of the study show that the C/N ratio at the inlet from 2.55 to 3.68, from 3.62 to 3.79 plataran, on outlets from 3 to 3.8, which means there mineralized N and some microba die. While total bacteria at inlet 1.59 × 104 to 2.27 × 104 cfu, on plataran 0.58 × 104 to 1.36 × 104 cfu, and on outlets from 0.9 × 104 to 1.26 × 104 cfu. Correlation between C/N ratio and total bacteria sediment showed less significant. Bacterial growth is more affected by C-organic.Keywords: C/N ratio, Total Bacteria Sediment, Fishpond
KANDUNGAN TOTAL PADATAN TERSUSPENSI, BIOCHEMICAL OXYGEN DEMAND DAN CHEMICAL OXYGEN DEMAND SERTA INDEKS PENCEMARAN SUNGAI KLAMPISAN DI KAWASAN INDUSTRI CANDI, SEMARANG Andara, Diani Riezki; Haeruddin, -; Suryanto, Agung
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.855 KB)

Abstract

Sungai seringkali dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan akhir dari limbah hasil kegiatan manusia, yang dapat menambah beban pencemaran. Masukan bahan-bahan dari luar baik yang berguna bagi peningkatan kondisi perairan juga memberi dampak pada penurunan kualitas perairan bila badan sungai dimasuki oleh bahan-bahan tersebut dalam konsentrasi yang berlebih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan Total Padatan Tersuspensi (TSS), Biochemical Oxygen Demand (BOD), dan Chemical Oxygen Demand (COD) serta menentukan nilai Indeks Pencemaran (IP) dari Sungai Klampisan yang terletak di Kawasan Industri Candi, Ngaliyan, Semarang. Penentuan lokasi pengambilan sampel (data primer) dengan cara melakukan observasi di sekitar aliran Sungai Klampisan yang bertujuan untuk mencari lokasi sebagai obyek pengambilan sampel parameter kualitas air. Pengambilan sampel pada Sungai Klampisan dilakukan pada tiga stasiun pengamatan. Stasiun pertama berada pada bagian upper stream sungai yang alirannya terletak sebelum sumber pencemar, stasiun kedua berada pada bagian mid stream sungai yang alirannya terletak dekat dengan sumber pencemar, stasiun ketiga berada pada bagian lower stream sungai yang alirannya terletak setelah sumber tercemar. Pengambilan air sampel dilakukan pada dua titik yang memiliki jarak yang sama pada lebar penampang sungai di setiap stasiun dengan dua kali pengulangan. Kandungan TSS paling tinggi terdapat pada bulan Februari 2014 di stasiun tiga yaitu 45 mg/l sementara kandungan BOD paling tinggi terdapat pada bulan Februari 2014 di stasiun satu yaitu 20,69 mg/l dan distribusi kandungan COD paling tinggi terdapat pada bulan Januari 2014 di stasiun satu yaitu 73,5 mg/l. Sungai Klampisan termasuk dalam kriteria tercemar ringan dengan nilai Pij berkisar antara 1,0 < Pij ≤  5,0. Rivers are often used as landfill waste from human activities , which can add to the pollution load. Supply of materials from outside which is useful for the improvement of water conditions also have an impact on river quality degradation when penetrated by these materials in excess concentrations. The purpose of this study were to determine the content of Total Suspended Solids (TSS), Biochemical Oxygen Demand (BOD) and Chemical Oxygen Demand (COD) and determine the value of Pollution Index (PI) in Candi Industrial Area, Klampisan River, Ngaliyan, Semarang. This research held on January to February 2014. Determination of sampling sites (primary data) by means of observation around Klampisan river flow which aims to find the object of location sampling for water quality parameters. Sampling was carried out on the River Klampisan at three observation stations. The first station is located at the upper stream of the river flow which is located before the sources of pollution, second station is in the mid section of the river stream flow which is located close to pollution sources, the third station is located on the lower part of the river stream whichis polluted sources. Water samples was collected on two points that have the same distance to the cross section width of the river at each station with two replications. The highest TSS content is 45mg/l in February 2014 at third station, the highest BOD content is 20.69 mg/l in February 2014 at the first station and the highest COD content is 73.5 mg/l in January 2014 at the first station. River Klampisan is included in criteria of lightly polluted with Pij values ranging between 1.0 <Pij ≤ 5.0.
KAJIAN KUALITAS AIR DALAM MENILAI KESESUAIAN BUDIDAYA BANDENG (Chanos chanos Forsk) DI SEKITAR PT KAYU LAPIS INDONESIA KENDAL Sustianti, Annisa Fitrias; Suryanto, Agung; Suryanti, -
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.223 KB)

Abstract

Banyak industri atau suatu pusat kegiatan kerja yang membuang limbahnya ke lingkungan melalui sungai, danau atau langsung ke laut menjadi penyebab utama terjadinya pencemaran air, salah satunya kasus hubungan antara keberadaan industri dan lingkungan adalah kegiatan PT Kayu Lapis Indonesia (KLI) di Kendal. Limbah yang dibuang keluar lingkungan (sungai dan laut) akan mempengaruhi air masuk ke dalam tambak-tambak di sekitarnya khususnya untuk biota yang hidup di dalamnya (bandeng). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesesuaian kualitas air untuk tambak budidaya bandeng, dan mengetahui bagaimana cara agar budidaya bandeng dapat menguntungkan ditinjau dari kesesuaian kualitas air pada tambak di sekitar PT Kayu Lapis Indonesia Kendal. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan (Maret, April dan Mei  2013). Pengambilan sampel dilakukan satu bulan dua kali. yaitu pada saat pasang dan surut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dan untuk pengambilan data menggunakan metode survey lapangan yang diperkuat dengan metode komparatif. Pengambilan sampel air dilakukan di ekosistem tambak yang diambil berdasarkan jarak dengan jumlah 2 lokasi. Variabel diukur secara in situ dan analisa laboratorium. Analisis data mengunakan scoring untuk digunakan dalam penilaian atau penentuan tingkat kesesuaian perairan untuk budidaya ikan bandeng. Selanjutnya, konsep penilaian potensi perairan mengunakan metode matching untuk membandingkan antara karakteristik lingkungan fisika dan kimia perairan suatu lokasi dengan kriteria kesesuaian yang diinginkan untuk budidaya ikan bandeng. Hasil penelitian tingkat kesesuaian penataan kualitas air untuk kegiatan budidaya tambak bandeng di sekitar PT Kayu Lapis Indonesia Kendal, menunjukan kondisi kualitas air di kawasan pertambakan berada dalam dua kategori, yaitu kategori cukup sesuai (S2) dan sangat sesuai (S1). Dengan melihat kondisi tersebut, diperlukan penyumbat pergantian air. Persyaratan inilah yang digunakan untuk mengetahui nahwa tambak budidaya bandeng di sekitar PT Kayu Lapis Indonesia bermanfaat untuk petani tambak dan masyarakat sekitar. Many industries or work activities centre disposes their waste into the environment through the river, lake or straight to the ocean becoming major cause of water pollution. One of the case that related with industrial existence and the environment was the activity of PT Kayu Lapis Indonesia in Kendal. The industrial waste disposed on the environment (river and sea) will influence the inlet that filled nearby fishponds especially the biota (milkfish) which lives in it. The purpose of this research is to acknowledge the level of water quality compatibility for milkfish cultivation, and knowing how to make the milkfish compatibility on the fishpond around PT Kayu Lapis Indonesia, Kendal. This research was held for 3 month (March, April and May 2013). Samples were gathered twice a month during high tide and low tide. The method used in this research was purposive sampling and for data collection was the field survey method that supported with comparative method. Collection of water sample are conducted in the fishpond ecosystem based on the distance between two locations. The variable are measured with ‘insitu’ and laboratorium analysis. Data analysis are using the ‘scoring’ method to value or determined the level of water compatibility in milkfish cultivation. The next steps are the value of water compatibility concept using matching method to compare between the characteristics of physical and chemical environment on the location with compatibility criteria desired for milkfish cultivation.The compatibility level results of the water quality for milkfish cultivation on activity around PT Kayu Lapis Indonesia in Kendal shows that the water quality of fishpond areas are in to two categories, which is suitable enough (S2) and very suitable (S1) category.  These requirements will be used to acknowledge that milkfish cultivation fishponds around PT Kayu Lapis Indonesia and will be beneficial to fish farmers and surrounding society.
INDEKS TROFIK-SAPROBIK SEBAGAI INDIKATOR KUALITAS AIR DI BENDUNG KEMBANG KEMPIS WEDUNG, KABUPATEN DEMAK Indrayani, Noviana; Anggoro, Sutrisno; Suryanto, Agung
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.71 KB)

Abstract

Plankton berperan penting dalam ekosistem perairan. Plankton dapat dijadikan indikator kesuburan dan pencemaran, karena sifat plankton yang sebagian berperan sebagai produsen primer dan sebagian ada yang menyenangi bahan pencemar. Fitoplankton dapat melakukan fotosintesis yang menghasilkan karbohidrat dan oksigen serta merupakan awal dari rantai makanan. Berdasarkan sifat plankton inilah yang digunakan untuk menentukan tingkat saprobitas dengan melihat SI (Saprobik Indeks) dan TSI (Tropik Saprobik Indeks). Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan tingkat kesuburan dan pencemaran air di Bendung Kembang Kempis Wedung berdasarkan nilai saprobitasnya (SI dan TSI), menganalisis hubungan (keterkaitan) tingkat saprobitas perairan dengan variabel kualitas air di Bendung Kembang Kempis Wedung dan kontribusi variabel kualitas air dalam menentukan tingkat trofik saprobik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasi dan metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode sistematik sampling. Penelitian ini dilakukan pada 5 stasiun dan setiap stasiun terdiri dari 2 substasiun. Pengambilan sampel plankton dilakukan secara aktif menggunakan plankton net dengan mesh size 60 µm diameter 25 cm untuk fitoplankton dan mesh size 200 µm diameter 20 cm untuk zooplankton. Berdasarkan hasil penelitian, tingkat kesuburan dan pencemaran air di Bendung Kembang Kempis Wedung adalah α-Mesosaprobik (pencemaran sedang sampai berat dengan kesuburan sulit dimanfaatkan untuk produktivitas plankton) dan β-Mesosaprobik (pencemaran ringan sampai sedang dengan kesuburan dapat dimanfaatkan untuk produktivitas plankton). Hubungan tingkat saprobitas perairan dengan kualitas air di Bendung Kembang Kempis Wedung memiliki hubungan yang lemah. Kontribusi pengaruh kualitas air terhadap saprobitas perairan sebesar 15-25% (DO), 12-34% (BOD), 9-11% (Nitrat) dan 21-59% (Fosfat). Plankton has an important role in the water ecosystem because it can be indicator of fertility and pollution as it can be a primary producer and pollutant neutralizer. Phytoplankton can perform photosynthesis which produces carbohydrates and oxygen as well as functions as the base of the food chain. Based on the nature of plankton were used to determine level of saprobity to see the SI (saprobic index) and TSI (Troppic-saprobic index). The objective of the study were to determine the fertility and pollution degree based on saprobity index (SI and TSI), analyzing the correlation of water saprobity degree to the variables of water quality in Kembang Kempis Dam Wedung and contribution of water quality variables in determining the trophic saprobic level. The method used was observation and the sample was taken based on systematic sampling. The study was done in 5 stations and each station consists of 2 substations. Plankton sample was collected by active using plankton net with a mesh size 60 µm diameter 25 cm for phytoplankton and 200 µm diameter 20 cm for zooplankton. Based on the result of the study, fertility and water pollution in Kembang Kempis dam Wedung is α-Mesosaprobik (moderate to severe contamination with difficult fertility used for plankton productivity) and β-Mesosaprobik (mild to moderate contamination with fertility can be used for plankton productivity). Saprobity level relationship with water quality in Kembang Kempis dam Wedung have a weak relationship. Contributions influence the water quality of the saprobity by 15-25% (DO), 12-34% (BOD), 9-11% (nitrate) and 21-59% (Phosphate).