Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Gambaran pengetahuan remaja tentang diet sehat Ade Tika Herawati; Manaf Manaf; Nadia Fauziawati Dewi
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 2 No. 2 (2022): December Edition 2022
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v2i2.324

Abstract

Background: Unhealthy diets that are often carried out by teenagers are irregular eating patterns, frequent consumption of fast food, use of diet drugs, laxatives, and binge-eating. An unhealthy diet can put you at risk of diarrhea, dehydration, fatigue all the time, nausea, headaches and constipation. In the long term unhealthy diet can cause osteoporosis, suffer from eating disorder behavior (such as anorexia nervosa, bulimia nervosa), cause anemia, diabetes mellitus or even dyspepsia. Data obtained from the Bandung Regency Health Profile (2020), regarding the incidence of dyspepsia in adolescents aged > 15 years in Bandung Regency is 41,818 cases. Purpose: This study aims to describe the knowledge of adolescents in Cimenyan Village, Cimenyan District, Bandung Regency. Methods: This type of research is descriptive quantitative. The population and sample in this study were 58 respondents. The sampling technique uses total sampling. Retrieval of data using questionnaires. Data analysis used in the study used univariate analysis. Results: The research shows that 5 respondents (8.6 percent) have good knowledge, 15 respondents (25.9 percent) have sufficient knowledge and 38 respondents (65.5 percent) have less knowledge. Conclusion: Most of the respondents have less knowledge. Suggestion: It is hoped that the Cimenyan Health Center will provide facilities in carrying out counseling on healthy diets for adolescents in RW 02 so that they can increase adolescent knowledge.   Keywords: Healthy diet; Knowledge; Teenager.   Pendahuluan: Diet tidak sehat yang sering dilakukan oleh remaja adalah ketidakteraturan pola makan, sering mengkonsumsi fast food, penggunaan obat diet, laxative, dan binge-eating. Diet yang tidak sehat dapat mengakibatkan risiko terkena diare, dehidrasi, lelah sepanjang waktu, mual, sakit kepala dan sembelit. Dalam jangka panjang diet tidak sehat dapat menyebabkan osteoporosis, menderita perilaku makan menyimpang (seperti anorexia nervosa, bulimia nervosa), menyebabkan anemia, diabetes mellitus atau bahkan dyspepsia. Data yang didapatkan dari Profil Kesehatan Kabupaten Bandung (2020), mengenai kejadian dispepsia pada remaja usia > 15 tahun di Kabupaten Bandung adalah sebesar 41.818  kasus. Tujuan:  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja di Desa Cimenyan Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dan sampel pada penelitian ini sebanyak 58 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengambilan data menggunakan pengisian kuesioner. Analisa data yang digunakan dalam penelitian menggunakan analisa univariat. Hasil: Dari penelitian menunjukkan bahwa 5 responden (8,6 persen) memiliki pengetahuan baik, sebanyak 15 responden (25,9 persen) memiliki pengetahuan cukup dan sebanyak 38 responden (65,5 persen) memiliki pengetahuan kurang. Simpulan: Sebagian besar dari responden memiliki pengetahuan kurang. Saran: Diharapkan Puskesmas Cimenyan menyediakan sarana dalam melaksanakan penyuluhan mengenai diet sehat pada remaja di RW 02 agar dapat meningkatkan pengetahuan remaja.
Hydrocolloid Dressing on Wound Healing in Patients with Diabetes Mellitus Ade Tika Herawati; Dede Nuraziz Muslim
Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO) Vol. 7 No. 1 (2026): Volume 7 Nomor 1 Mei 2026
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/kepo.v7i1.1869

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) was a chronic disease whose prevalence continues to increase globally, including in Indonesia. In West Java Province, based on data from the Health Office, the number of DM sufferers has increased significantly in recent years. DM patients in West Java experience complications ranging from 15% to 20%. In 2019, Sukabumi Regency recorded 148,447 DM sufferers, while Bandung Regency recorded 45,412 people. The purpose of this study was to determine the effectiveness of Hydrocolloid administration on wound healing. The method used was pre-experimental with pretest-posttest without a control group. The research subjects were DM patients with wounds who visited the nursing home. The sampling technique used was purposive sampling with inclusion and exclusion criteria. The instrument used was the Bates Jensen Wound Assessment Tools (BWAT) which was measured 4 times over 2 weeks. Wound healing data was analyzed using a statistical test: t-test to see the effectiveness of Hydrocolloid dressing wound healing. Results: p-value < 0.05 showed that the administration of Hydrocolloid was proven to be effective in healing wounds in Diabetes Mellitus patients. Suggestion: Seeing the effectiveness of Hydrocolloid dressing in Diabetes Mellitus patients, it was recommended for wound nurses to provide Hydrocolloid as a dressing on wounds to accelerate wound healing.
Kolaborasi Warga, Pemerintah dan Tenaga Kesehatan Dalam Pencegahan Gawat Darurat Demam Berdarah Ade Tika Herawati; Imam Abidin; Cucu Rokayah; Yuyun Sarinengsih
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/x5gj5g27

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular dengan risiko tinggi terjadinya kejadian luar biasa (KLB), terutama di wilayah dengan kondisi sanitasi lingkungan yang tidak memadai. Di RW 2 Desa Cibeet Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung, ditemukan kasus DBD dalam satu minggu terakhir dengan kondisi lingkungan yang berisiko, seperti saluran air tersumbat, genangan air, tidak tersedianya tempat sampah tertutup, serta minimnya fasilitas MCK dan septic tank. Selain itu, kegiatan rutin pemberantasan sarang nyamuk (PSN) belum berjalan optimal dan tingkat kesadaran masyarakat terhadap kesehatan lingkungan masih rendah. Permasalahan ini menunjukkan perlunya intervensi berbasis masyarakat untuk mencegah potensi KLB DBD. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mencegah terjadinya KLB DBD dengan mengadakan penyuluhan kesehatan tentang DBD yang diawali dengan adanya survei lingkungan, pelaksanaan kegiatan dan evaluasi hasil kegiatan. Edukasi kesehatan dilakukan oleh team pengmas Universitas Bhakti Kencana dan team dari Puskesamas dengan responden masyarakat, tokoh masyarakat dan kader kesehatan. Saran : Perlu peningkatan kolaborasi antara kader kesehatan dengan team kesehatan dalam upaya meningkatkan tingkat pengetahuan, kesadaran masyarakat, partisipasi masyarakat sehingga kesehatan lingkungan dan kejadian KLB demam berdarah dapat dicegah.