Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

EVALUASI RISIKO KESELAMATAN PADA KERNEL CRUSHING PLANT DENGAN PENDEKATAN HIRARC DI PT ABC Nurdziky, Ikhsan; Barokah; Aminah, Siti; Linangsari, Titis; Jaya, Jaka Darma
Jurnal Humaniora Teknologi Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Humaniora Teknologi
Publisher : P3M Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jht.v11i2.197

Abstract

Crude Palm kernel Oil (CPKO) adalah minyak nabati yang diperoleh dari mesokarp buah kelapa sawit. Proses pengolahan CPKO pada Kernel Crushing Plant (KCP) mengenai risiko keamanan dan kesehatan pekerja serta lingkungan menjadi perhatian utama di PT.ABC. Potensi bahaya pada kasus kecelakaan kerja dan insiden lingkungan penting untuk dilakukan identifikasi, evaluasi, dan pengendalian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya dalam pengolahan CPKO di KCP pada PT. ABC dengan metode HIRARC untuk dapat mencegah dan meminimalisir tingkat kecelakaan kerja. Data primer didapatkan melalui observasi langsung dan wawancara dengan personel terkait. Analisis data dilakukan dengan mengelompokkan bahaya, memberikan penilaian risiko, dan menerapkan upaya langkah-langkah pengendalian. Hasil penelitian menunjukkan beberapa bahaya yang terjadi, seperti terjatuh, terpeleset, kebisingan tinggi, terjepit karena mengatasi masalah pada peralatan yang sedang beroperasi. Berdasarkan penilaian risiko, terdapat empat kategori tingkat risiko, yaitu risiko ekstrim, risiko sedang, risiko tinggi, dan risiko rendah. Upaya pengendalian risiko yang dilakukan adalah eliminasi, substitusi, rekayasa teknik, administrasi dan alat pelindung diri. Metode HIRARC dapat membantu mengurangi tingkat risiko terhadap kesehatan dan keselamatan dilingkungan kerja.
EVALUASI RISIKO KESELAMATAN PADA KERNEL CRUSHING PLANT DENGAN PENDEKATAN HIRARC DI PT ABC Nurdziky, Ikhsan; Barokah; Aminah, Siti; Linangsari, Titis; Jaya, Jaka Darma
Jurnal Humaniora Teknologi Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Humaniora Teknologi
Publisher : P3M Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jht.v11i2.197

Abstract

Crude Palm kernel Oil (CPKO) adalah minyak nabati yang diperoleh dari mesokarp buah kelapa sawit. Proses pengolahan CPKO pada Kernel Crushing Plant (KCP) mengenai risiko keamanan dan kesehatan pekerja serta lingkungan menjadi perhatian utama di PT.ABC. Potensi bahaya pada kasus kecelakaan kerja dan insiden lingkungan penting untuk dilakukan identifikasi, evaluasi, dan pengendalian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya dalam pengolahan CPKO di KCP pada PT. ABC dengan metode HIRARC untuk dapat mencegah dan meminimalisir tingkat kecelakaan kerja. Data primer didapatkan melalui observasi langsung dan wawancara dengan personel terkait. Analisis data dilakukan dengan mengelompokkan bahaya, memberikan penilaian risiko, dan menerapkan upaya langkah-langkah pengendalian. Hasil penelitian menunjukkan beberapa bahaya yang terjadi, seperti terjatuh, terpeleset, kebisingan tinggi, terjepit karena mengatasi masalah pada peralatan yang sedang beroperasi. Berdasarkan penilaian risiko, terdapat empat kategori tingkat risiko, yaitu risiko ekstrim, risiko sedang, risiko tinggi, dan risiko rendah. Upaya pengendalian risiko yang dilakukan adalah eliminasi, substitusi, rekayasa teknik, administrasi dan alat pelindung diri. Metode HIRARC dapat membantu mengurangi tingkat risiko terhadap kesehatan dan keselamatan dilingkungan kerja.
Analysis of chemical and sensory characteristics of sapodilla dodol with various formulations of glutinous rice flour Linangsari, Titis; Hasanah, Uswatun
Journal of Food and Agricultural Product Vol. 4 No. 2 (2024): JFAP
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jfap.v4i2.5826

Abstract

Sapodilla has not been widely utilized as a processed food product. The processing of sawo into sawo dodol is expected to increase the added value of sawo fruit. The purpose of this study was to analyze the chemical characteristics and the panelists' acceptance of dodol with various formulations of the addition of glutinous rice flour. The method used in making sapodilla dodol is experimental with a comparison of the use of glutinous rice flour, namely F1 (50 gr), F2 (100 gr), F3 (150 gr) and F4 (200 gr). The tests carried out were chemical tests (water content test, ash content test, fat content test and protein test) as well as organoleptic tests (hedonic test). The results showed that the results of the moisture content test had a value of 21.25%-28.86%, the ash content test had a value of 0.91-1.13%, the fat content test had a value of 7.03%-14.39 and the protein has a value range of 1.67% -2.23%. Moisture content and protein content did not meet SNI 01-2986-1992, while ash content and fat content complied with SNI 01-2986-1992 and F4 which formulation was the most preferred by the panelists, namely the formulation with the addition of 200 grams of glutinous rice flour. Keywords: characteristic, chemical, dodol, sapodilla, sensory
Analysis of Oil Losses on Empty Bunch Press Using The Statistical Process Control (SPC) Method at PT. XYZ Puteri, Azelia; Lestari, Ema; Linangsari, Titis; Fatimah; Darma Jaya, Jaka; Nuryati, Nuryati
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jtai.v12i2.244

Abstract

PT. XYZ is a palm oil processing enterprise.  The products produced are crude palm oil (CPO) and palm kernel oil (PKO).  The level of oil loss in PT. XYZ Empty Bunch Press should not exceed 0.90%, but there has been a significant increase in the last three months, exceeding the company's guidelines.  This disease may have an impact on CPO production output.  As a result, this study was done to investigate oil loss in empty bunch presses.  The method employed is Statistical Process Control (SPC), which employs three tools: a checksheet, histogram for data distribution, and fishbone diagram to aid in understanding and fixing the problems encountered.  The largest oil loss is 1.56%, which surpasses the Company's requirement of 0.9%. In order to achieve the required standards, suggestions for improvement must be made using a fishbone diagram that incorporates human, machine, method, and raw material aspects.
Formulasi pembuatan sirop herbal bunga telang (Clitoria ternatea) dengan penambahan jahe (Zingiber officinale) Fatimah, Fatimah; Rahmad, Thomi; Lestari, Ema; Linangsari, Titis
Journal of Tropical AgriFood Accepted Manuscripts
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.0.0.0.21997.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan menentukan formulasi optimal sirup herbal berbahan bunga telang dengan penambahan jahe serta mengevaluasi karakteristik fisikokimia dan organoleptiknya. Penelitian ini adalah penelitian faktor tunggal (penambahan jahe, 0-30 g untuk setiap bunga telang sebanyak 5 g) yang dirancang dalam Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan. Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA dilanjutkan dengan DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan jahe berpengaruh signifikan terhadap respons organoleptik untuk rasa dan aroma sirup herbal bunga telang, tetapi tidak untuk warna. Sirup dengan penambahan jahe 20 g mendapatkan respons organoleptik hedonik tertinggi untuk parameter rasa 7,20 dan aroma 7,30. Respons organoleptik mutu hedonik menunjukan bahwa penambahan jahe meningkatkan kualitas rasa dan aroma sirup, dengan nilai tertinggi pada penambahan 30 g jahe yang memberikan skor untuk rasa 4,23 dan aroma 4,07. Nilai pH berkisar antara 5,56 (F0) hingga 5,83 untuk sirop tanpa penambahan jahe sampai dengan penambahan jahe 30 g, dengan perbedaan signifikan. Nilai pH yang diperoleh sesuai dengan rekomendasi bahwa sirup yang baik, memiliki pH antara 4-7. Melalui uji kualitatif, semua sampel diketahui mengandung senyawa flavonoid dan senyawa fenolik. Selain itu, semua formulasi menunjukkan homogenitas yang baik.