Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENINGKATAN SIFAT MEKANIS TANAH LEMPUNG MENGGUNAKAN BOTTOM ASH DAN SEMEN nurhasbi, ilham; Amran, Yusuf; Oktavia, Chica
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 5 No 1 (2024): JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jumatisi.v5i1.6220

Abstract

Tanah lempung merupakan suatu jenis tanah kohesif yang memiliki daya dukung rendah apabila dijadikan untuk tanah dasar (subgrade) dalam pembangunan konstruksi, Tanah tersebut kurang sesuai atau tidak dapat digunakan sebagai bahan konstruksi, karena dari Kementrian Bina Marga tahun 2018 telah memberi batasan nilai kekuatan CBR untuk tanah dasar (subgrade) minimal 6%. Tanah di 38B Desa Banjarejo Kecamatan Batang hari, Kabupaten Lampung Timur perlu dilakukan analisis lebih lanjut karena terindikasi sebagai tanah lempung. Dari pengujian di laboratorium Fakultas Teknik Sipil, Universitas muhammadiyah metro, didapatkan nilai CBR tanah asli hanya sebesar 2,00%. Nilai tersebut sangat rendah bila digunakan sebagai Timbunan ataupun sebagai tanah dasar dalam sebuah konstruksi. Selanjutnya sampel tanah asli ditambahkan campuran bottom ash dan semen dengan kadar yang dicoba-coba (triall and error). Dari percobaan tersebut didapat penambahan campuran sebanyak 0%, 2,5%, 5%, dan 8% dari berat tanah asli. Penambahan terbaik yang dapat meningkatakan nilai CBR tanah asli ada pada komposisi 8% bottom ash dan semen dengan nilai CBR 6,17% dan 6,67%. Nilai CBR tersebut telah memenuhi persyaratan minimum CBR 6% yang dikeluarkan Bina Marga 2018 (Revisi 2).
PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK JENIS POLYPROPYLENE SEBAGAI BAHAN UTAMA PAVING BLOCK PLASTIS DENGAN CAMPURAN ARANG SEKAM PADI MENGACU PADA SNI 03-0691-1996 Amran, Yusuf; Permana, Arif Wahyu; Kurniawan, Septyanto
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 13, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v13i2.3398

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah pemanfaatan limbah plastik jenis polypropylene dan arang sekam padi sebagai bahan penyusun paving block yang dapat memenuhi standar SNI-03-0691-1996 tentang bata beton (paving block). Penelitian ini menggunakan metode ekperimental yang dimulai dari komposisi campuran, pembuatan dan pengujian paving block, dengan berbagai varisi campuran serta pencetakan dilakukan secara manual tanpa menggunakan mesin. Paving block dengan bahan penyusun polypropylene dan arang sekam padi dengan variasi campuran 100% plastik mendapatkan nilai kuat tekan tertinggi sebesar 149,624 kg/cm2 dan nilai daya serap air sebesar 0,348%. Sementara syarat lulus pengujian menurut SNI-03-0691-1996 yaitu sebesar 86,68 kg/cm2 dengan penyerapan air maksimum sebesar 10%
MODIFIKASI CAMPURAN BATA MENGGUNAKAN TANAH LEMPUNG DAN ABU BATU APUNG Oktavia, Chica; Prabowo, Indra; Amran, Yusuf
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 13, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v13i2.3400

Abstract

Meningkatnya minat konsumen terhadap penggunaan bata, karena bata merupakan konstruksi yang ramah lingkungan. Bata sangat baik membantu konservasi air tanah, pelaksanaannya yang lebih cepat, mudah dalam pemasangan, pemeliharaan, dan memiliki aneka ragam bentuk yang menambah nilai estetika dari bangunan. Berdasarkan penjelasan diatas maka penelitian ini memodifikasi campuran bata dengan tanah lempung dan abu batu apung untuk meningkatkan kualitas bata yang digunakan sebagai pasangan dinding. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan SNI 15-2094-2000. Variasi campuran tanah lempung dan abu batu apung untuk sampel 1, 2, 3 masing-masing 100% tanah lempung, 90% tanah lempung + 10% abu batu apung, 80% tanah lempung + 20% abu batu apung. Karateristik yang dilakukan terhadap benda uji yaitu karakteristik fisis (daya serap air) dan karateristik mekanis (kuat tekan) dengan suhu dan waktu pemanasan yang bervariasi (100˚ C waktu pemanasan 120 menit, 125˚ C waktu pemanasan 100 menit dan 150˚ C waktu 60 pemanasan menit). Secara mekanis bata dengan campuran tanah lempung dan abu batu apung belum memenuhi standar bata konvensional dikarenakan nilai hasil daya serap air yang tinggi mencapai 22,930% pada campuran 80% tanah lempung + 20% abu batu apung. Untuk kuat tekan masih terbilang rendah yaitu 26,959% kg/cm2 pada campuran 90% tanah lempung + 10% abu batu apung dengan suhu pemanasan 100°C dalam waktu pemanasan 120 menit.
PENGEMBANGAN KONSEP BETON RAMAH LINGKUNGAN PADA SELF COMPACTING CONCRETE (SCC) MENGGUNAKAN BOTTOM ASH DAN SIKACIM CONCRETE Rudi, Rudi; Amran, Yusuf; Oktavia, Chica
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 15, No 1 (2025): November 2025
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v15i1.4762

Abstract

Self-Compacting Concrete (SCC) is an innovative type of concrete that can compact itself without the need for a vibrator, thus improving casting efficiency and concrete quality. This study aims to analyze the effect of using bottom ash as a partial replacement for fine aggregates and the addition of Sikacim Concrete on the physical and mechanical properties of SCC. Bottom ash is derived from the waste of the Tarahan coal-fired power plant, while Sikacim Concrete serves as a superplasticizer to improve workability. The mix variations consist of 0%, 25%, and 50% bottom ash and 1.25% Sikacim Concrete. Compressive strength tests were conducted at the ages of 1, 3, 5, and 7 days. The results show that the mixture with 25% bottom ash and 1.25% Sikacim Concrete provided the optimum results at all ages tested. At 1 day, the compressive strength reached 26.233 MPa, an increase from the control concrete which was 19.265 MPa. At 3 days, the highest compressive strength was 33.232 MPa. At 5 days and 7 days, the compressive strength reached 27.571 MPa and 28.718 MPa, respectively, both higher than the control concrete. Conversely, the use of 50% bottom ash led to a decrease in compressive strength at all ages due to a reduction in workability and concrete compaction. Thus, the combination of 25% bottom ash and 1.25% Sikacim Concrete proved effective in improving compressive strength and casting efficiency, as well as being environmentally friendly. This mixture is recommended as an innovative alternative in the development of modern concrete technology while supporting the use of industrial waste as a sustainable construction material