Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pergeseran Konstruksi Sosial Aborsi Dalam Kajian Sosiologi Hukum Di Purwokerto Dhiyaurrakhman, Mohamad Zaidan; Santosa, Imam; Primadata, Ankarlina Pandu
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 26 No. 1 (2024): Juni (2024)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v26i1.10259

Abstract

Aborsi merupakan isu yang menjadi perdebatan dalam dinamika kehidupan sosial. Perdebatan aborsi didasari oleh beragam nilai dan norma yang berlaku di masyarakat. Salah satu faktor utama yang mempengaruhi adalah kerangka kebijakan hukum aborsi yang berlaku di Indonesia termasuk di Purwokerto. Pergeseran konstruksi sosial aborsi berkaitan dengan hak asasi manusia, kebijakan hukum, dan nilai moral sehingga dapat mengubah pandangan, pemahaman, dan perilaku masyarakat. UU yang dijadikan acuan adalah UU Kesehatan Tahun 2009 dan KUHP. Penelitian ini mendeskripsikan pergeseran konstruksi sosial aborsi di Purwokerto dengan sasaran pada pelaku aborsi, orang yang dekat dengan pelaku aborsi, serta masyarakat umum. Hasil penelitian menunjukkan tiga aspek utama: (1) perubahan pandangan dan pemahaman aborsi akibat nilai moral, situasi kehamilan, dan akses informasi budaya luar; (2) konstruksi sosial yang dipengaruhi kebijakan hukum seperti kriminalisasi dan pembatasan legalisasi aborsi; (3) bentuk pergeseran konstruksi sosial yang mencakup keterbukaan dalam membahas aborsi, kritik terhadap kebijakan aborsi, dan penerimaan pelaku aborsi di masyarakat.
Interaksi Siswa ABK dan Non-ABK di Sekolah Dasar Salma, Nisrina Dheya; Martono, Nanang; Primadata, Ankarlina Pandu
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i5.8091

Abstract

Sampai saat ini masih banyak sekolah inklusi yang belum memiliki fasilitas untuk mengembangkan kemampuan siswa ABK. Hal ini menyebabkan siswa ABK semakin tertinggal dan mendapat perlakuan buruk dari siswa lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap interaksi yang terjadi antara siswa ABK dan non-ABK di sekolah inklusi yang belum memiliki fasilitas untuk menangani siswa ABK, salah satunya SDN Mekar Jaya (nama sekolah disamarkan) di Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi asosiatif dan disosiatif antara siswa ABK dan siswa non-ABK di SDN Mekar Jaya. Pemahaman positif siswa non-ABK mengenai kondisi ABK yang terbatas mampu memotivasi mereka untuk melakukan interaksi asosiatif, sedangkan pemahaman negatif berdasarkan pengalaman bersama siswa ABK mampu membuat siswa non-ABK memperlakukan siswa ABK dengan buruk. Interaksi disosiatif antarsiswa yang terjadi yaitu mengejek siswa ABK dan enggan menyentuh tangannya. Berdasarkan hasil penelitian interaksi disosiatif dapat dihindari dengan peningkatan pengetahuan mengenai siswa ABK, serta dukungan dari guru kelas dan peran GPK yang dibutuhkan pada setiap sekolah inklusi
Problematika Metode Mengajar Guru dan Kemampuan Akademik Siswa Ayuni, Dwiyantissa Lesi; Mutahir, Arizal; Primadata, Ankarlina Pandu; Restuadhi, Hendri
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 6 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i6.9034

Abstract

Ketidaktepatan metode mengajar menurunkan kualitas pembelajaran dan berdampak negatif bagi siswa, sehingga penting untuk dikaji secara mendalam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memberikan penilaian siswa terkait metode mengajar guru. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Hasil penelitian dijelaskan dalam tiga aspek utama yang dikaitkan dalam teori interaksionisme simbolik George Herbert Mead :(1) Penyampaian materi guru tidak berurutan dan terlalu cepat sehigga simbol yang digunakan tidak dapat ditangkap dengan baik; (2)Perlakuan guru terhadap siswa dinilai kurang perhatian dan kurang mengapresiasi memperlihatkan symbol yang digunakan guru memberi pandangan negatif; (3) Harapan siswa terhadap guru untuk lebih memperhatikan siswa dan bahasa yang mudah dipahami. Harapan tersebut berkaitan dengan  significant symbol dan significant others. Ketiga aspek diatas berkontribusi signifikan dalam konteks pendidikan khususnya pada proses belajar mengajar. Selain itu, penelitian ini dapat menjadi evaluasi bagi pihak terkait dalam pengembangan metode pengajaran dan keterlibatannya terhadap siswa
Analisis Film "A Man Called Otto" Berdasarkan Perspektif Teori Bunuh Diri Emile Durkheim Pamungkas, Anang Jati; Budiarto, Risya Raihana; Yulissa, Siti Salsabila; Agati DJ, Sharlen Taurisya; Firman, Ajun Azhar; Harjanto, Ghaly Mahdysalam; Maulidina, Listia Ayu; Primadata, Ankarlina Pandu
Jurnal Ilmu Sosial Humaniora Indonesia Vol 4 No 2 (2024): JISHI - Desember 2024
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jishi.186

Abstract

Film "A Man Called Otto" yang menceritakan tokoh utama yang mencoba bunuh diri setelah istrinya meninggal menjadi salah satu contohnya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan fenomena bunuh diri dari perspektif teori Emile Durkheim serta menganalisis tanda dan simbol dalam film melalui pendekatan semiotika Peirce. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa adegan dalam film dan kajian pustaka. Data dikumpulkan melalui analisis film dan sumber-sumber pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter Otto mengalami egoistic suicide karena isolasi sosial yang kuat dan anomie suicide akibat hilangnya tujuan hidup. Fenomena tersebut tercermin dalam beberapa adegan bunuh diri yang gagal karena adanya reintegrasi sosial yang perlahan-lahan memulihkan Otto. Faktor sosial memiliki peran penting dalam kecenderungan bunuh diri, dan film ini menawarkan pemahaman yang lebih dalam mengenai pentingnya dukungan sosial dalam mencegah bunuh diri. Perkembangan karakter Otto dan relevansinya dalam kehidupan nyata dapat dijelaskan menggunakan teori bunuh diri Durkheim. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman tentang pencegahan bunuh diri melalui intervensi sosial.
Problematika Metode Mengajar Guru dan Kemampuan Akademik Siswa Ayuni, Dwiyantissa Lesi; Mutahir, Arizal; Primadata, Ankarlina Pandu; Restuadhi, Hendri
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 6 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i6.9034

Abstract

Ketidaktepatan metode mengajar menurunkan kualitas pembelajaran dan berdampak negatif bagi siswa, sehingga penting untuk dikaji secara mendalam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memberikan penilaian siswa terkait metode mengajar guru. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Hasil penelitian dijelaskan dalam tiga aspek utama yang dikaitkan dalam teori interaksionisme simbolik George Herbert Mead :(1) Penyampaian materi guru tidak berurutan dan terlalu cepat sehigga simbol yang digunakan tidak dapat ditangkap dengan baik; (2)Perlakuan guru terhadap siswa dinilai kurang perhatian dan kurang mengapresiasi memperlihatkan symbol yang digunakan guru memberi pandangan negatif; (3) Harapan siswa terhadap guru untuk lebih memperhatikan siswa dan bahasa yang mudah dipahami. Harapan tersebut berkaitan dengan  significant symbol dan significant others. Ketiga aspek diatas berkontribusi signifikan dalam konteks pendidikan khususnya pada proses belajar mengajar. Selain itu, penelitian ini dapat menjadi evaluasi bagi pihak terkait dalam pengembangan metode pengajaran dan keterlibatannya terhadap siswa
Perilaku Mahasiswa yang Peduli Lingkungan di Purwokerto Finayanti, Finayanti; Muslihudin, Muslihudin; Primadata, Ankarlina Pandu
Jurnal Ilmu Sosial Humaniora Indonesia Vol 5 No 1 (2025): JISHI - Juni 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jishi.290

Abstract

Penggunaan plastik yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari berdampak negatif pada lingkungan, termasuk lingkungan kampus. Mahasiswa cenderung mengonsumsi makanan dan minuman dengan kemasan sekali pakai, yang memperburuk masalah tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perilaku ramah lingkungan yang dilakukan oleh mahasiswa dan latar belakang yang mempengaruhi mahasiswa dalam berperilaku ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data diperoleh melalui wawancara langsung dengan informan dan kajian pustaka. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling dan sebanyak 3  informan dipilih berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memahami perilaku ramah lingkungan yang bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan. Pemahaman ini tercermin dalam berbagai aktivitas yang mereka lakukan, seperti keterlibatan dalam program penghijauan, bergabung dengan organisasi lingkungan, dan mengadopsi kebiasaan hemat air dan energi. Beberapa mahasiswa menilai bahwa lingkungan sekitar mereka (teman, keluarga dan komunitas), memberi pengaruh bagi diri mereka. Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan sosial mereka memberikan pengaruh yang signifikan sehingga mendorong mahasiswa untuk berperilaku ramah lingkungan. Meskipun demikian, sebagian besar informan mahasiswa juga menyatakan bahwa komitmen adalah masalah utama. Banyak mahasiswa yang merasa perlunya fasilitas pendukung untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya perilaku ramah lingkungan. Hasil ini menunjukkan bahwa untuk mendorong perilaku yang lebih ramah lingkungan, diperlukan lebih banyak fasilitas pendukung di lingkungan kampus. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk membuat kebijakan lingkungan di kampus.
Pemberdayaan Masyarakat Berkebutuhan Khusus (Peningkatan Kesejahteraan Disabilitas Fisik di Linggasari, Kembaran, Banyumas) Pangesti, Shinta Maulidya; Primadata, Ankarlina Pandu; Martono, Nanang
Jurnal Interaksi Sosiologi Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Interaksi Volume 2 Nomor 1 (Back Issue September 2022)
Publisher : Laborataorium Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/jis.v2i1.8527

Abstract

ABSTRAK Banyaknya jumlah disabilitas fisik di Indonesia menjadikan setiap daerah untuk memberikan pemberdayaan kepada penyandang disabilitas fisik. Pemberdayaan tersebut sangat penting, sehingga memerlukan perhatian dari berbagai lapisan masyarakat. Salah satu pihak yang mempunyai peran penting dalam proses pemberdayaan penyandang disabilitas fisik adalah pemerintah desa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan, dan menjelaskan tentang pemberdayaan bagi penyandang disabilitas fisik dalam meningkatkan kesejahteraan disabilitas fisik di Linggasari, Kembaran, Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif sehingga dapat memperoleh data mendalam sesuai tujuan penelitian. Sumber data yang digunakan berupa data primer (hasil wawancara dan observasi) dan data sekunder (literatur dan hal lain yang mendukung data penelitian). Sasaran penelitian ini adalah disabilitas fisik, perangkat desa, masyarakat sekitar, dan Kasi Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Banyumas. Berdasarkan hasil penelitian, penyandang disabilitas mendapatkan pemberdayaan dari pemerintah pusat dan kabupaten dalam berbagai bentuk. Bentuk bantuan pemberdayaan para disabilitas seperti barang dan pelatihan. Adapun barang yang diberikan seperti sembako, tongkat, kursi roda, kasur, magic com, karpet. Adapun disabilitas fisik yang mengikuti pelatihan keterampilan di Solo, Yogyakarta, Purworejo, dan Semarang. Pemerintah Desa Linggasari memiliki peran sebagai penyalur bantuan dari dinas sosial kabupaten, memperbarui data disabilitas, mengajukan permintaan bantuan untuk disabilitas ke dinas sosial kabupaten dan kementerian sosial. Kata kunci: Disabilitas, Pemberdayaan, Kesejahteraan.
MOTIF PENGGUNAAN FITUR CLOSE FRIEND INSTAGRAM DI KALANGAN MAHASISWA FISIP UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN Widagdo, Dresta Andaiva; Primadata, Ankarlina Pandu
Jurnal Interaksi Sosiologi Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Interaksi Volume 3 Nomor 1 2023
Publisher : Laborataorium Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/jis.v3i1.9225

Abstract

ABSTRAK Para pengguna media sosial telah menyadari bahwa informasi yang mereka unggah merupakan konsumsi umum serta terdapat kekhawatiran penyalahgunaan data, maka mereka membutuhkan privasi. Instagram merupakan media sosial yang populer di masyarakat, ini dikarenakan terdapat fitur yang menarik salah satunya adalah fitur close friend. Fitur ini memungkinkan penggunanya untuk membagikan aktivitas mereka kepada orang-orang terdekat saja. Melalui fitur ini, mereka bebas berekspresi di media sosial tanpa sadar akan dampaknya. Artinya, terdapat motif yang dilakukan sehingga para pengguna tetap menggunakan media sosial Instagram terutama di fitur close friend. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik penentuan informannya menggunakan purposive sampling, dengan kriteria informan yaitu merupakan mahasiswa S1 FISIP Unsoed, mempunyai akun Instagram dengan minimal 1000 pengikut, dan menggunakan fitur close friend (minimal 4 kali dalam seminggu). Metode pengambilan data yaitu observasi, wawancara, serta dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat 3 motif penggunaan fitur close friend yaitu motif arsip untuk memilah orang yang dapat melihat unggahan tersebut sehingga dapat dikenang kembali, motif kenyamanan yang digunakan untuk meraih kenyamanan saat bermain Instagram, dan motif privasi untuk memilah orang yang bisa masuk ke privasi pengguna akun Instagram. Kata Kunci: Fitur close friend, media sosial, Instagram, motif, dan mahasiswa. ABSTRACT Social media users have realized that the information they upload is for public consumption and there are concerns about data misuse, so they need privacy. Instagram is a popular social media in the community, this is because there are interesting features, one of which is the close friend feature. This feature allows users to share their activities with the people closest to them. Through this feature, they are free to express themselves on social media without being aware of the impact. That is, some motives are carried out so that users continue to use Instagram social media, especially in the close friend feature. This study uses a descriptive qualitative research method. The technique of determining the informant used purposive sampling, with the criteria of the informant being an undergraduate student at FISIP Unsoed, having an Instagram account with a minimum of 1000 followers, and using the close friend feature (at least 4 times a week). Data collection methods are observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques used are data collection, data reduction, data presentation, and conclusion. The motive for using the close friend feature is the archival motive to sort out people who can see the upload so that it can be recalled, the comfort motive used to gain comfort when playing Instagram, and the privacy motive to sort out people who can enter the privacy of Instagram account users. Keywords : Features close friends, social media, Instagram, motives, and student.
STRATEGI GURU UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA DI SD “NUSA BANGSA” Febryanti, Mirna; Mintarti, Mintarti; Pandu Primadata, Ankarlina
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 5 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i5.2025.1892-1906

Abstract

Motivasi belajar dalam Kurikulum Merdeka menjadi suatu persoalan yang penting untuk mendapat perhatian. Kurikulum ini memberikan kebebasan lebih besar bagi guru untuk merancang pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa, serta berpusat pada peningkatan keaktifan siswa dalam proses belajar. Hal tersebut menuntut adanya inovasi strategi pembelajaran dari guru agar siswa dapat terlibat secara aktif dan termotivasi untuk belajar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi guru untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dalam penerapan Kurikulum Merdeka di sebuah sekolah dasar negeri di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi lapangan. Metode pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel dilakukan melalui purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 15 orang. Informan tersebut terdiri atas kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua siswa. Data selanjutnya dianalisis dengan metode analisis interaktif yang mencakup tahapan kondensasi data, penyajian data hingga penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat enam strategi yang dilakukan guru untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, yaitu menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, menyediakan pojok baca, mendorong keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran, memahami minat dan kebutuhan siswa, melakukan variasi metode pembelajaran, serta memberikan apresiasi dan penghargaan kepada siswa.
Komodifikasi tenaga kerja dalam praktik gotong royong di masyarakat pedesaan Enggarianto, Alifio Adlin; Masrukin, Masrukin; Primadata, Ankarlina Pandu
SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 10 No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : LP2M Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/sosio.v10i1.16311

Abstract

The practice of mutual cooperation, traditionally aimed at strengthening community collectivity and affectivity, has undergone notable changes, particularly in the context of labor commodification within these practices. Based on this, this research aims to analyze the commodification of labor in mutual cooperation practices and the factors behind it. This research employs a qualitative approach with a case study method, utilizing purposive sampling for participant selection and in-depth interviews for data collection, while the analysis is conducted using the Miles and Huberman interactive model. The results reveal that the commodification of labor in mutual cooperation reflects a significant shift in reciprocal relationships, as theorized by George Caspar Homans' social exchange theory, which emphasizes the balance of expected rewards against incurred costs in social actions. Initially, rewards in mutual cooperation were viewed as social agreements that fostered community solidarity and emotional connection. However, this perspective has shifted, with mutual cooperation increasingly being treated as a material commodity. This change is largely attributed to societal unpreparedness in facing the social pressures of the Covid-19 pandemic and the resultant social jealousy caused by the unequal distribution of social assistance during the crisis. Remarkably, even after the pandemic, the trend of labor commodification in mutual cooperation continues, driven by persistent societal envy over the inequity of pandemic-related social assistance, highlighting the lasting impact of societal and economic pressures on traditional social practices.