Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Transformasi Pelayanan Kesehatan Sekolah dengan Implementasi Formulir Pemeriksaan UKS Farmani, Putu Ika; Wirajaya, Made Karma Maha; Mulana, Viktorinus Alfred Saptiono; Laksmini, Putu Ayu; Sudiari, Made; Tunas, I Ketut
UNBI Mengabdi Vol. 4 No. 2 (2023): UNBI Mengabdi Juli
Publisher : Universitas Bali Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34063/um.v4i2.395

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Program Studi Manajemen Informasi Kesehatan Universitas Bali Internasional bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di UKS SMA Negeri 7 Denpasar melalui perancangan formulir pemeriksaan kesehatan yang lebih sistematis. Kegiatan ini meliputi analisis kebutuhan, desain formulir pemeriksaan, dan sosialisasi kepada petugas UKS. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa formulir yang dirancang dapat mempermudah pencatatan dan pemantauan kesehatan siswa dan guru di sekolah. Dengan diterapkannya formulir baru, proses pencatatan menjadi lebih efisien dan terstruktur, memungkinkan petugas UKS untuk melacak riwayat kesehatan dengan lebih baik. Namun, tantangan dalam adaptasi penggunaan formulir dan keterbatasan infrastruktur di UKS menjadi perhatian untuk pengembangan lebih lanjut. Penerapan formulir ini memiliki potensi untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di sekolah secara berkelanjutan.   Community service conducted by the Bali International University Health Information Management Study Program aims to improve the quality of health services at the UKS SMA Negeri 7 Denpasar through the design of a more systematic health examination form. This activity includes needs analysis, examination form design, and socialization to UKS officers. The results of this activity show that the designed form can facilitate recording and monitoring the health of students and teachers at school. With the implementation of the new form, the recording process becomes more efficient and structured, allowing UKS officers to better track health history. However, challenges in adapting the use of the form and limited infrastructure in the UKS are concerns for further development. The implementation of this form has the potential to sustainably improve the quality of health services in schools.
Perancangan Desain Formulir Rekam Medis untuk Integrasi Sistem Informasi Rumah Sakit Wirajaya, Made Karma Maha; Adiputra, I Nyoman Mahayasa; Laksmini, Putu Ayu; Farmani, Putu Ika; Mulana, Viktorinus Alfred Saptiono; Sudiari, Made; Tunas, I Ketut
UNBI Mengabdi Vol. 4 No. 2 (2023): UNBI Mengabdi Juli
Publisher : Universitas Bali Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34063/um.v4i2.396

Abstract

Rekam medis adalah sebuah media sebagai tempat dalam menyimpan atau menuliskan hasil tindakan pelayanan yang diberikan oleh petugas kesehatan sebagai bukti pelayanan kesehatan kepada pasien. Formulir rekam medis memiliki fungsi sebagai alat pengumpulan data yang berhubungan dengan pasien di rumah sakit. Oleh sebab itu diperlukan perancangan yang baik terhadap formulir rekam medis. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah merancang desain formulir rekam medis yang sesuai dengan kaidah terbaru dari Kementerian Kesehatan dan mendukung integrasi antara formulir rekam medis cetak dan sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) yang sedang dikembangkan di RSU Payangan. Metode yang digunakan melibatkan Focus Group Discussion (FGD) dengan petugas RSU Payangan untuk mendiskusikan kebutuhan dan tantangan terkait formulir rekam medis. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa formulir yang dirancang dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan data pasien dan memudahkan petugas dalam mendokumentasikan layanan kesehatan. Kegiatan ini berhasil memberikan wawasan baru bagi peserta tentang pentingnya desain formulir yang tepat dan integrasi dengan sistem elektronik, meskipun terdapat tantangan dalam kesiapan teknis dan operasional dari SIMRS yang masih dalam tahap uji coba. Pengabdian ini memberikan kontribusi penting bagi peningkatan kualitas pelayanan di RSU Payangan dan dapat diterapkan di rumah sakit lain yang menghadapi tantangan serupa.   Medical records are a medium as a place to store or write down the results of service actions provided by health workers as proof of health services to patients. The medical record form functions as a data collection tool related to patients in the hospital. Therefore, good design of medical record forms is needed. The purpose of this community service activity is to design a medical record form that complies with the latest rules from the Ministry of Health and supports the integration between printed medical record forms and the hospital management information system (SIMRS) being developed at RSU Payangan. The method used involved a Focus Group Discussion (FGD) with RSU Payangan staff to discuss the needs and challenges related to medical record forms. The results of this activity show that the designed form can improve the efficiency of patient data management and facilitate officers in documenting health services. This activity succeeded in providing new insights for participants on the importance of proper form design and integration with electronic systems, despite challenges in the technical and operational readiness of SIMRS which is still in the pilot stage. This service provides an important contribution to the improvement of service quality in Payangan General Hospital and can be applied in other hospitals that face similar challenges.
Peran Penyuluhan eHealth dalam Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Digital Remaja Wirajaya, Made Karma Maha; Adiputra, I Nyoman Mahayasa; Laksmini , Putu Ayu; Farmani, Putu Ika; Mulana, Viktorinus Alfred Saptiono; Sudiari, Made; Tunas, I Ketut
UNBI Mengabdi Vol. 4 No. 2 (2023): UNBI Mengabdi Juli
Publisher : Universitas Bali Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34063/um.v4i2.397

Abstract

Penyuluhan literasi eHealth bagi remaja bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mengakses, menilai, dan menerapkan informasi kesehatan digital yang akurat. Remaja saat ini sangat bergantung pada informasi kesehatan dari internet, namun sering kali tidak dapat membedakan informasi yang benar dan salah. Program ini diselenggarakan di SMA Negeri 9 Denpasar menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD) dan penyuluhan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan remaja terkait literasi kesehatan digital, yang tercermin dalam hasil pre-test dan post-test. Namun, tantangan seperti keterbatasan perhatian peserta dan akses terhadap teknologi tetap menjadi hambatan dalam pelaksanaan. Kegiatan ini memberi wawasan baru kepada siswa mengenai pentingnya literasi kesehatan digital, dan diharapkan dapat berlanjut untuk membentuk kader peduli eHealth literacy di sekolah tersebut.   The eHealth literacy counseling for adolescents aims to improve their ability to access, assess and apply accurate digital health information. Adolescents today rely heavily on health information from the internet, but are often unable to distinguish between true and false information. This program was held at SMA Negeri 9 Denpasar using Focus Group Discussion (FGD) and counseling methods. The results of this activity showed a significant increase in adolescents' knowledge related to digital health literacy, which was reflected in the pre-test and post-test results. However, challenges such as limited participant attention and access to technology remained barriers to implementation. This activity gave students new insights into the importance of digital health literacy, and is expected to continue to form eHealth literacy cadres in the school.
Analisis Kesiapan Penerapan Rekam Medis Elektronik di UPTD Puskesmas III Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Utara Ariani, Luh Gede Suci; Laksmini, Putu Ayu; Farmani, Putu Ika; Wirajaya, Made Karma Maha
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 12, No 1 (2024): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v12i1.521

Abstract

AbstractPuskesmas (Community Health Centers) are institutions that provide public health services and support the improvement of Puskesmas quality. Electronic Medical Records (EMR) are computerized records of patient diseases and problems in an electronic format. The Technical Implementation Unit of Puskesmas III, Denpasar Utara District Health Office, has not yet conducted an analysis regarding the readiness for implementing EMR. The purpose of this study is to determine the readiness for implementing EMR in the Technical Implementation Unit of Puskesmas III, Denpasar Utara District Health Office, using the DOQ-IT method. This research is a descriptive observational study using total sampling, with a sample size of 45 individuals consisting of 23 doctors, 12 nurses, and 10 registration officers. Data collection was done using a questionnaire with research variables including sociodemographic (age, gender, last education, and work tenure), human resources variables, organizational work culture variables, governance and leadership variables, and IT infrastructure variables. Data analysis in this study was conducted by calculating the average and assessing the readiness for EMR implementation. The results of the DOQ-IT method showed that human resources scored 3.8 (fairly ready category), organizational work culture scored 4.0 (very ready category), governance and leadership scored 4.0 (very ready category), and IT infrastructure scored 4.2 (very ready category). The overall average score of all DOQ-IT components was 116.1 (range III), categorized as very ready. It can be concluded that the readiness level of the Technical Implementation Unit of Puskesmas III, Denpasar Utara District Health Office, analyzed using DOQ-IT, is categorized as very ready in all assessment aspects.Keywords: readiness, electronic medical records, DOQ-IT, and puskesmas AbstrakPuskesmas merupakan salah satu instansi yang bergerak di bidang pelayanan jasa kesehatan masyarakat dan untuk menunjang peningkatan mutu puskesmas. Rekam Medis Elektronik (RME) adalah pencatatan penyakit dan permasalahan pasien yang terkomputerisasi dalam format elektronik. Unit Pelaksana Teknis Dinas Puskesmas III Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Utara belum melakukan analisis terkait kesiapan dalam menerapkan RME. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesiapan penerapan RME di Unit Pelaksana Teknis Dinas Puskesmas III Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Utara dengan metode DOQ-IT. Jenis penelitian ini adalah observasional deskripstif menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 45 orang yang terdiri dari dokter 23 orang, perawat 12 orang, dan petugas pendaftaran 10 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dengan variabel penelitian yaitu sosio demografi (umur, jenis kelamin, pendidikan terakhir, dan masa kerja), variabel sumber daya manusia, variabel budaya kerja organisasi, variabel tata kelola dan kepemimpinan, serta variabel infrastruktur TI. Metode analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan perhitungan rata-rata dan penilaian kesiapan penerapan rekam medis elektronik. Hasil penelitian metode DOQ-IT yaitu sumber daya manusia dengan skor 3,8 kategori cukup siap, budaya kerja organisasi dengan skor 4,0 kategori sangat siap, tata kelola dan kepemimpinan dengan skor 4,0 kategori sangat siap, infastruktur TI dengan skor 4,2  kategori sangat siap. Hasil rata-rata keseluruhan komponen DOQ-IT yaitu 116,1 (range III) kategori sangat siap. Dapat disimpulkan bahwa tingkat kesiapan Unit Pelaksana Teknis Dinas Puskesmas III Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Utara yang dianalisis menggunakan DOQ-IT dapat dikategorikan sangat siap dari semua aspek penilaian.Kata Kunci: kesiapan, rekam medis elektronik, DOQ-IT, puskesmas
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PENYULUHAN TENTANG LITERASI KESEHATAN DI ERA DIGITAL DI SMK BALI DEWATA DAN SMK KESEHATAN BALI DEWATA Farmani, Putu Ika; Saptiono Mulana, Viktorinus Alfred; Laksmini, Putu Ayu; Mahawirajaya, Made Karma; Kartika Dewi, Ni Made Umi; Adiputra, I Nyoman Mahayasa; Sudiari, Made
UNBI Mengabdi Vol. 1 No. 1 (2020): UNBI Mengabdi
Publisher : Universitas Bali Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34063/um.v1i1.150

Abstract

Literasi dapat diartikan sebagai kemampuan individu dalam menggunakan seluruh potensi dan keterampilan dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan kegiatan membaca dan menulis yang bertujuan untuk menambah pengetahuan, keterampilan dan kemampuan seseorang untuk berpikir kritis, mampu memecahkan masalah dalam berbagai konteks. Gerakan literasi kesehatan merupakan salah satu upaya masyarakat untuk melakukan pencegahan hingga pencarian pengobatan terkait kondisi kesehatan yang dialami berdasarkan informasi yang diperoleh. Hampir semua kalangan sudah dapat menggunakan smartphone sebagai sumber informasi terpraktis. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bali Dewata dan SMK Kesehatan Bali Dewata bergerak di bidang pariwisata dan kesehatan merupakan tempat siswa yang erat kaitannya dengan teknologi dan kesehatan Kegiatan penyuluhan literasi digital pada SMA Bali Dewata dan SMK Kesehatan Bali Dewata, berjalan dengan lancar dan tepat sasaran. Hasil evaluasi terhadap nilai pretest dan posttes para peserta menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rata-rata pengetahuan antara sebelum pemberian materi dengan sesudah pemberian materi yaitu dari rata-rata nilai 7 menjadi 8
Pembinaan Dan Pelatihan Sistem Informasi Rekam Medis Elektronik Di Rumah Sakit Dharma Kerti Tabanan Laksmini, Putu Ayu; Ni Made Umi Kartika Dewi; I Nyoman Mahayasa Adiputra; Made Karma Maha Wirajaya; Putu Ika Farmani; Viktorinus Alfred Saptiono Mulana; Made Sudiari
UNBI Mengabdi Vol. 2 No. 1 (2021): UNBI Mengabdi
Publisher : Universitas Bali Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34063/um.v2i1.199

Abstract

Rumah sakit sebagai sebuah institusi yang menyimpan banyak data memerlukan pegolahan data yang benar dan akurat dengan menggunakan teknologi informasi yang canggih. Salah satunya adalah penggunaan rekam medis elektronik untuk data pasien. Rumah Sakit Dharma Kerti Tabanan masih melaksanakan rekam medis manual dengan keterbatasan ruang penyimpanan rekam medis. Keterbatasan ruangan ini maka pihak manajemen rumah sakit berkeinginan untuk menerapkan rekam medis elektronik. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan informasi, pembinaan dan pelatihan penggunaan dan pengisian rekam medis elektronik di Rumah Sakit Dharma Kerti Tabanan. Adapun metode yang digunakan adalah pembinaan dan pelatihan rekam medis elektronik kepada pihak manajemen, petugas rekam medis, perawat dna teknisi IT di Rumah Sakit Dharma Kerti Tabanan. Pembinaan dan pelatihan rekam medis eletronik berlangsung selama 2 hari yakni pada hari pertama diisi penyampaian materi dan perkenalan rekam medis elektronik yang diikuti dengan pelatihan pengisian rekam medis elektronik dan pada hari kedua dipaparkan hasil mengenai penggunaan rekam medis elektronik termasuk pembinaan terhadap 39 peserta petugas kesehatan di Rumah Sakit Dharma Kerti Tabanan. Pembinaan dan pelatihan rekam medis elektronik ini difokuskan pada pelayanan rawat jalan rumah sakit. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini telah berjalan dengan baik dan lancar.
Pembinaan Sistem Informasi Kesehatan Di Puskesmas Banjarangkan II Klungkung Adiputra, I Nyoman Mahayasa; Mulana, Victorinus Alfred Saptiono; Laksmini, Putu Ayu; Wirajaya, Made Karma Maha; Farmani, Putu Ika Karma; Sudiari, Made; Tunas, I Ketut
UNBI Mengabdi Vol. 2 No. 2 (2021): UNBI Mengabdi
Publisher : Universitas Bali Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34063/um.v2i2.243

Abstract

Penggunaan sistem informasi di sarana pelayanan kesehatan semakin dibutuhkan peranannya pada era JKN saat ini. Penggunaan sistem berbasis komputerisasi telah menjadi sebuah kebutuhan terkait dengan pengelolaan data dan informasi. Puskesmas adalah gate keeper dalam implementasi JKN di Indonesia. Pendampingan implementasi sistem informasi sangat perlu dilaksanakan di puskesmas agar penggunaan sistem informasi dapat dioptimalkan. Kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan peningkatan kinerja petugas dalam memahami sistem informasi kesehatan di puskesmas. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan informasi dan meningkatkan pengetahuan petugas kesehatan dalam hal alur, pencatatan, pelaporan rekam medis dalam sistem manajemen informasi puskesmas. Adapun metode yang digunakan adalah pembinaan dan penyuluhan mengenai sistem pencatatan dan pelaporan rekam medis dan sistem manajemen informasi puskesmas kepada kepala puskesmas, staf rekam medis dan petugas kesehatan lainnya yang berada di puskesmas. Pembinaan dan penyuluhan ini berlangsung selama 2 hari yakni pada hari pertama diisi dengan observasi terhadap sistem pencatatan dan pelaporan rekam medis dan alurnya dan pada hari kedua dipaparkan hasil observasi mengenai sistem pencatatan dan pelaporan rekam medis dan alurnya sekaligus pemaparan materi tentang sistem manajemen informasi puskesmas. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini telah berjalan dengan baik dan lancar.
Penyuluhan Tentang Gizi Seimbang Dan Pemeriksaan Status Gizi Anak Sekolah Di SD Negeri 1 Tonja Laksmini, Putu Ayu; Wirajaya, Made Karma Maha; Farmani, Putu Ika; mulana, Viktorinus Alfred Saptiono; Adiputra, I Nyoman Mahayasa; Sudiari, Made; Tunas, I Ketut
UNBI Mengabdi Vol. 3 No. 1 (2022): UNBI Mengabdi Januari
Publisher : Universitas Bali Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34063/um.v3i1.288

Abstract

Fenomena saat ini anak-anak tidak hanya dihadapkan dengan masalah gizi kurang namun juga gizi berlebih. Hal ini belum sepenuhnya dipahami dan diketahui oleh semua lapisan masyarakat, salah satunya adalah di lingkungan sekolah. Upaya promosi kesehatan yang dengan Penyuluhan Gizi Seimbang dan Pemeriksaan Status Gizi anak sekolah di SD Negeri 1 Tonja yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang gizi seimbang dan mengetahui status gizi para siswa. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa diberikan pretest dan posttest dengan metode ceramah dalam bentuk kegiatan penyuluhan Gizi Seimbang dan dilanjutkan dengan pemeriksaan status gizi siswa. Hasil evaluasi dari kegiatan penyuluhan Gizi Seimbang yaitu dengan sasaran 60 orang siswa diperoleh hasil rata-rata pengetahuan baik dengan penilaian pretest sebanyak 43 orang (71,7%) dan posttest sebanyak 58 orang (96,7%). Selain itu berbading lurus dengan hasil penilaian Status Gizi Siswa SDN 1 Tonja paling banyak dengan status gizi baik sebanyak 55 orang (91,8). Kegiatan penyuluhan Gizi Seimbang dan Pemeriksaan Status Gizi Anak Sekolah Dasar Negeri 1 Tonja sudah berjalan dengan lancar. Selain itu tingkat pengetahuan siswa sudah baik yang ditunjukan dengan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pretest dan posttest, serta para siswa memiliki status gizi baik.
Desain Formulir Status Kesehatan untuk Meningkatkan Pelayanan Kesehatan di Banjar Piakan Laksmini, Putu Ayu; Farmani, Putu Ika; Wirajaya, Made Karma Maha; Mulana, Viktorinus Alfred Saptiono; Adiputra, I Nyoman Mahayasa; Sudiari, Made; Tunas, I Ketut
UNBI Mengabdi Vol. 5 No. 1 (2024): UNBI Mengabdi Januari
Publisher : Universitas Bali Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34063/um.v5i1.416

Abstract

Tingginya kejadian PTM (Penyakit Tidak Menular) disebabkan oleh pola hidup masyarakat yang kurang sehat, sehingga pemerintah melaksanakan tindakan pengendalian PTM dengan melibatkan seluruh komponen bangsa dalam memasyarakatkan paradigma sehat melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang salah satu diantaranya dengan cara memeriksakan kesehatan secara rutin. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil merancang dan mendistribusikan formulir status kesehatan yang disesuaikan dengan kebutuhan pemeriksaan kesehatan di Banjar Piakan. Sebanyak 300 formulir diserahkan dan digunakan dalam pemeriksaan kesehatan gratis. Evaluasi awal menunjukkan bahwa 95% petugas kesehatan merasa bahwa formulir tersebut membantu meningkatkan efisiensi pencatatan kesehatan. Program ini juga berhasil mendukung upaya Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dengan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin.   The high incidence of NCDs (Non-Communicable Diseases) is caused by unhealthy community lifestyles, so the government is implementing NCD control measures by involving all components of the nation in popularizing the healthy paradigm through the Healthy Living Community Movement (GERMAS), one of which is by conducting regular health checks. This community service activity succeeded in designing and distributing health status forms that were tailored to the needs of health checks in Banjar Piakan. A total of 300 forms were submitted and used in free health checks. Initial evaluations showed that 95% of health workers felt that the forms helped improve the efficiency of health recording. This program also succeeded in supporting the efforts of the Healthy Living Community Movement (GERMAS) by increasing public awareness of the importance of regular health checks.