Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Edukasi Kesehatan untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Orang Lanjut Usia (Lansia) di Kelurahan Grogol Jakarta Barat Intan Silviana Mustikawati; Erlina Puspitaloka Mahadewi; Susi Shorayasari; Mugi Wahidin; Aprilita Rinayanti Eff; Rini Handayani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23890

Abstract

ABSTRAK Kualitas hidup Lansia merupakan wujud kesejahteraan pada Lansia di dalam hidupnya. Kualitas hidup yang baik berperan penting dalam meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Kegiatan edukasi kesehatan bertujuan untukmeningkatkan pengetahuan dan sikap mengenai kualitas hidup, serta perilaku kesehatan pada Lansia, yang dapat berdampak pada kualitas hidup Lansia. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini yaitu berupa edukasi kesehatan mengenai Lansia Tangguh pada Lansia melalui metode ceramah dan diskusi, kegiatan stretching dan games, dan pemberian media edukasi berupa leaflet. Kegiatan edukasi kesehatan mengenai Lansia Tangguh dilaksanakan pada tanggal 25 Oktober 2024 di RW 02 Kelurahan Grogol, Jakarta Barat, yang dihadiri oleh 30 orang Lansia. Kegiatan berjalan dengan baik, lancar, dan interaktif karena penggunaan media komunikasi yang menarik dan adanya kegiatan stretching dan games sebagai ice breaking dan melatih fokus dan konsentrasi Lansia. Edukasi kesehatan mengenai Lansia Tangguh diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku sehat Lansia, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup Lansia.  Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Kualitas Hidup, Pengetahuan, Lansia.  ABSTRACT The quality of life of the elderly is a manifestation of their well-being in life. A good quality of life plays an important role in improving overall health. Health education activities aim to increase knowledge and attitudes regarding quality of life, as well as health behaviors in the elderly, which can impact the quality of life of the elderly. This community service activity involves health education about Resilient Seniors for the elderly through lectures and discussions, stretching and games activities, and the provision of educational media in the form of leaflets. The health education activity regarding Resilient Elderly was held on October 25, 2024, in RW 02 Grogol Village, West Jakarta, attended by 30 elderly participants. The activity went well, smoothly, and interactively due to the use of engaging communication media and the inclusion of stretching exercises and games as ice-breakers to train the focus and concentration of the elderly.  Health education about Resilient Elderly is expected to improve the knowledge, attitudes, and healthy behaviors of the elderly, thereby enhancing their quality of life. Keywords: Health Education, Quality Of Life, Knowledge, Elderly.
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL AFFECTIVE COMMITMEN TERHADAP TURNOVER INTENTION DENGAN WORK INTERFERENCE WITH PERSONAL LIFE SEBAGAI VARIABEL INTERVENING DI RSIA VIOLA BEKASI MUH HASAN; ANDRI ANDRI; INTAN SILVIANA MUSTIKAWATI
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v13i1.8496

Abstract

Data HRD Rumah Sakit menunjukkan peningkatan turnover karyawan medis di RSIA Viola Bekasi. Dari 2019 hingga 2022, turnover meningkat dari 13% menjadi 25%. Studi pendahuluan terhadap 10 karyawan pada Januari 2024 menunjukkan turnover intention tinggi (60%), work interference with personal life sedang (50%), gaya kepemimpinan transformasional rendah (20%), dan affective commitment rendah (30%). Turnover intention adalah keinginan karyawan untuk berpindah kerja. Penelitian ini menguji pengaruh gaya kepemimpinan transformasional, affective commitment, dan work interference with personal life terhadap turnover intention dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 51 perawat pelaksana, dan data dianalisis menggunakan Path Analysis dalam SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan gaya kepemimpinan transformasional dan affective commitment tidak berpengaruh signifikan terhadap turnover intention melalui work interference with personal life sebagai variabel intervening Gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap turnover intention. Affective commitment juga berpengaruh negatif namun tidak signifikan. Gaya kepemimpinan transformasional serta affective commitment berpengaruh positif dan signifikan terhadap work interference with personal life. Work interference with personal life berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap turnover intention.
The Influence of Compensation and Organizational Climate on Work Attitudes Mediated by Nurse Motivation at Murni Teguh Sudirman Hospital, Jakarta Ria Erliana; Rina Anindita; Intan Silviana Mustikawati
Al Makki Health Informatics Journal Vol. 1 No. 1 (2023): Al Makki Health Informatics Journal
Publisher : Al Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/hij.v1i1.4

Abstract

The aim of this research is to analyze the influence of compensation and organizational climate on work attitudes mediated by nurse motivation at Murni Teguh Sudirman Hospital, Jakarta. This research uses a survey method, namely research that takes samples from a population using a questionnaire as the main data collection tool to test the symptoms or phenomena observed. This research uses a causality design based on a cross-sectional time dimension, namely measurements of the independent and dependent variables are carried out simultaneously. The unit of analysis is the individual, the data analysis method uses regression. The number of samples obtained that met the inclusion criteria was 55 samples. Based on the research results, it was found that compensation, organizational climate and motivation simultaneously have an influence on work attitudes, but motivation cannot be an intervening variable. The implications of this research will theoretically prove the influence of research variables and managerially can improve the compensation system in hospitals.
Patient Experience sebagai Mediator pada Pengaruh Servicescape dan Word of Mouth terhadap Brand Loyalty Pasien Rawat Jalan Fitria Damayanti; Dini Handayani; Intan Silviana Mustikawati
AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Humanis Vol. 6 No. 3 (2026): AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Humanis
Publisher : Perhimpunan Sarjana Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37481/jmh.v6i3.2373

Abstract

Outpatients at the Merial Tower of Pelni Hospital exhibit relatively high satisfaction levels; however, preliminary studies indicate that patient brand loyalty remains suboptimal. This study aims to analyze the influence of servicescape and word-of-mouth on brand loyalty, with patient experience serving as a mediating variable among outpatients at the Merial Tower of Pelni Hospital. A quantitative causal research design was employed, utilizing Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) analysis via SmartPLS 4.0. The study population consisted of 882 outpatients and general patients visiting between February and April 2026. A sample of 92 respondents was determined using Slovin's formula with a 10% margin of error. Data collection utilized a 1–4 Likert scale. The results indicate that servicescape does not directly influence brand loyalty, whereas word-of-mouth has a positive and significant effect on brand loyalty. Patient experience also has a positive and significant impact on brand loyalty. Furthermore, both servicescape and word-of-mouth positively and significantly influence patient experience. Patient experience mediates the effect of servicescape on brand loyalty but does not mediate the effect of word-of-mouth on brand loyalty. The findings suggest that patient experience is a crucial mechanism for translating the quality of the physical environment into patient loyalty, while word-of-mouth exerts a more dominant direct influence on brand loyalty.
Peranan Altruism Sebagai Intervening Dalam Meningkatkan Reporting Culture Perawat Di RS X Ulfa Dwima Miraldza; Ellya Niken Prastiwi; Intan Silviana Mustikawati
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 6: September 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i6.19070

Abstract

Reporting culture masuk kategori cukup baik dengan total pencapaian 71%, namun masih terdapat 29% yang harus diperhatikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh work stress dan teamwork terhadap reporting culture di RS X Antariksa melalui altruism perawat sebagai variabel intervening. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif kausalitas dan dilakukan secara cross sectional. Teknik total sampling dipakai sebagai metode pengambilan sampel. Responden merupakan seluruh perawat yang berjumlah 250 orang. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan SEM-PLS. Hasil penelitian menemukan work stress berpengaruh negatif dan signifikan terhadap reporting culture; teamwork berpengaruh positif dan signifikan terhadap reporting culture; altruism berpengaruh positif dan signifikan terhadap reporting culture; altruism memediasi pengaruh negatif dan signifikan dari work stress terhadap reporting culture; altruism memediasi pengaruh positif dan signifikan teamwork terhadap reporting culture. Kesimpulan penelitian ini yaitu work stress, teamwork, dan altruism berpengaruh terhadap reporting culture; serta altruism memediasi pengaruh work stress dan teamwork terhadap reporting culture. Manajemen rumah sakit perlu memprioritaskan pembenahan struktur dan iklim organisasi, penguatan adaptabilitas tim, serta penguatan perilaku prososial untuk meningkatkan budaya pelaporan.