Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Dimensi Sosial Kemasyarakatan Dalam Tafsir Fakhruddin Qabawah (L. 1933 M) (Studi Analisis Terhadap At-Tafsīr Al-Wāfī Al-Mufīd Li Fahm Al-Qur’ān Al-Majīd) Huda, M. Nurul; Ulinnuha, M.; Syukron, Ahmad
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8294

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya ketidaksepakatan di antara para ulama terkait dengan corak sosial kemasyarakatan dalam khazanah penafsiran Al-Qur’an. Mereka menyebutnya dengan nama yang berbeda-beda, yang pada akhirnya juga menimbulkan perbedaan definisi dan batasan. Salah satu batasan yang diperdebatkan adalah apakah corak ini selalu mensyaratkan adanya pembahasan bahasa terlebih dahulu atau tidak. Salah satu tafsir yang ditulis dengan corak ini at-Tafsīr al-Wāfī al-Mufīd li Fahm al-Qur’ān al-Majīd karya Qabawah (l. 1933 M). Pemilihan karya ini sebagai obyek penelitian adalah penulis tafsir ini adalah seorang pakar bahasa. Dari sini, peneliti tertarik untuk melihat seberapa dalam penafsiran yang dilakukan dan dikaitkan dengan aspek kebahasaan. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap metodologi penafsiran dan menganalisis dimensi sosial kemasyarakatan di dalamnya. Penelitian merupakan kajian kepustakaan (library research), dengan jenis kualitatif dan menggunakan pendekatan tafsir tematik (mauḍu’iy). Tema-tema sosial yang peneliti bahas dalam penelitian ini adalah persatuan, mata pencaharian, toleransi, kesetaraan, dan keadilan. Temuan dalam penelitian ini adalah Qabawah (l. 1933 M) selalu menggunakan pendekatan kebahasaan ketika menafsirkan Al-Qur’an. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Qabawah (l. 1933 M) menggunakan sumber berupa al-ma’tsur, ar-ra’yi, dan al-isyari. Ketiganya kadang digunakan secara bersamaan dan kadang sendiri-diri. Qabawah (l. 1933 M) menggunakan metode ijmali dan corak lughawi dan adabi ijtima’i. Secara teologi, Qabawah (l. 1933 M) menganut faham Sunni Asy’ari. Sedangkan dalam masalah fikih, ia mengikuti mazhab Imam Syafi’i.
Penggunaan Media Powtoon Untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Fabel Siswa Kelas VIII SMP Muhammadiyah 1 Panji Semester Genap Tahun Ajaran 2024-2025 Yasin, khatijah Asma; Parto, Parto; Syukron, Ahmad
Lingua Skolastika Vol. 4 No. 2 (2025): LINGUA SKOLASTIKA: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya (LI
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/linsko.v4i2.53775

Abstract

Masih banyak siswa yang kurang mampu menulis fabel dengan tepat dan baik di SMP Muhammadiyah 1 Panji. Beberapa siswa terlihat pasif, hal ini secara nyata menciptakan pembelajaran yang kurang optimal sehingga berdampak terhadap hasil belajar siswa. Kondisi tersebut dapat dilihat dari hasil belajar siswa dalam menulis teks fabel yang rendah. Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia memiliki Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yaitu ≥75. Guru menyampaikan bahwa dalam menulis teks fabel dari 20 siswa terdapat 8 siswa (40%) mendapat nilai mendapat nilai ≥75, sedangkan 12 siswa (60%) mendapat nilai ≤75. Dalam penelitian ini media powtoon memotivasi siswa dalam pembelajaran menulis teks fabel. Media Powtoon dapat dengan mudah membantu siswa mengatasi kesulitan dalam menulis teks fabel pada siswa. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pada PTK ini terdapat 4 tahap yaitu perencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan (observasi), dan refleksi (reflecting). Penelitian ini dilaksanakan dengan 2 (dua) siklus. Keterampilan menulis teks fabel pada siswa setelah penggunaan media powtoon mengalami peningkatan. Pada prasiklus siswa yang tuntas sebanyak 8 (40%), pada siklus 1 menjadi 9 siswa (45%), dan pada siklus 2 menjadi 17 siswa (85%). Media belajar berbasis powtoon layak dijadikan alternatif inovatif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya untuk materi menulis teks fabel.
NERACA KEHIDUPAN DALAM TAFSIR IQTISHADI: Studi Analisis Neraca Syariah Nugroho, Agung; Haq, Ziyadul; Syukron, Ahmad
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 02 (2025): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v10i02.9317

Abstract

Keseimbangan merupakan kunci utama dalam mencapai keadilan. Dalam Islam, keadilan adalah puncak ajaran yang hanya bisa dicapai jika keseimbangan dalam kehidupan terwujud. Seseorang yang adil menurut perspektif Islam adalah khalifah yang mampu mengelola bumi sesuai kehendak Allah, dan kelak akan menerima balasan surga atas tanggung jawabnya. Penelitian ini bertujuan merumuskan kembali konsep Keseimbangan Kehidupan, sebagai respons terhadap banyaknya manusia modern yang menjalani hidup secara tidak seimbang, sebagaimana dicontohkan oleh kisah Qarun dalam Al-Qur’an. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang menyoroti keseimbangan dari sisi objek kekayaan, penelitian ini memfokuskan pada subjek manusianya. Metodologi yang digunakan bersifat kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Komponen Neraca Keuangan Syariah diredefinisi berdasarkan Kerangka Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Syariah, serta tafsir ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits. Pendekatan ini juga melibatkan disiplin ilmu lain seperti psikologi. Data dikumpulkan melalui studi dokumen dari berbagai sumber, termasuk penelitian terdahulu, kitab tafsir kontemporer, fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Syariah (PSAK IAI), dan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hasil penelitian menghasilkan konsep Neraca Kehidupan, yang terdiri dari Modal Awal Kehidupan, Kewajiban Kehidupan, Aset Kehidupan, dan Beban Kehidupan. Penyalahgunaan aset akan meningkatkan beban kehidupan. Kesimpulannya, konsep ini menunjukkan bahwa prinsip akuntansi syariah dapat digunakan untuk menilai dan menggambarkan perilaku manusia dalam kehidupan.