Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Dimensi Sosial Kemasyarakatan Dalam Tafsir Fakhruddin Qabawah (L. 1933 M) (Studi Analisis Terhadap At-Tafsīr Al-Wāfī Al-Mufīd Li Fahm Al-Qur’ān Al-Majīd) Huda, M. Nurul; Ulinnuha, M.; Syukron, Ahmad
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8294

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya ketidaksepakatan di antara para ulama terkait dengan corak sosial kemasyarakatan dalam khazanah penafsiran Al-Qur’an. Mereka menyebutnya dengan nama yang berbeda-beda, yang pada akhirnya juga menimbulkan perbedaan definisi dan batasan. Salah satu batasan yang diperdebatkan adalah apakah corak ini selalu mensyaratkan adanya pembahasan bahasa terlebih dahulu atau tidak. Salah satu tafsir yang ditulis dengan corak ini at-Tafsīr al-Wāfī al-Mufīd li Fahm al-Qur’ān al-Majīd karya Qabawah (l. 1933 M). Pemilihan karya ini sebagai obyek penelitian adalah penulis tafsir ini adalah seorang pakar bahasa. Dari sini, peneliti tertarik untuk melihat seberapa dalam penafsiran yang dilakukan dan dikaitkan dengan aspek kebahasaan. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap metodologi penafsiran dan menganalisis dimensi sosial kemasyarakatan di dalamnya. Penelitian merupakan kajian kepustakaan (library research), dengan jenis kualitatif dan menggunakan pendekatan tafsir tematik (mauḍu’iy). Tema-tema sosial yang peneliti bahas dalam penelitian ini adalah persatuan, mata pencaharian, toleransi, kesetaraan, dan keadilan. Temuan dalam penelitian ini adalah Qabawah (l. 1933 M) selalu menggunakan pendekatan kebahasaan ketika menafsirkan Al-Qur’an. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Qabawah (l. 1933 M) menggunakan sumber berupa al-ma’tsur, ar-ra’yi, dan al-isyari. Ketiganya kadang digunakan secara bersamaan dan kadang sendiri-diri. Qabawah (l. 1933 M) menggunakan metode ijmali dan corak lughawi dan adabi ijtima’i. Secara teologi, Qabawah (l. 1933 M) menganut faham Sunni Asy’ari. Sedangkan dalam masalah fikih, ia mengikuti mazhab Imam Syafi’i.
Penggunaan Media Powtoon Untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Fabel Siswa Kelas VIII SMP Muhammadiyah 1 Panji Semester Genap Tahun Ajaran 2024-2025 Yasin, khatijah Asma; Parto, Parto; Syukron, Ahmad
Lingua Skolastika Vol. 4 No. 2 (2025): LINGUA SKOLASTIKA: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya (LI
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/linsko.v4i2.53775

Abstract

Masih banyak siswa yang kurang mampu menulis fabel dengan tepat dan baik di SMP Muhammadiyah 1 Panji. Beberapa siswa terlihat pasif, hal ini secara nyata menciptakan pembelajaran yang kurang optimal sehingga berdampak terhadap hasil belajar siswa. Kondisi tersebut dapat dilihat dari hasil belajar siswa dalam menulis teks fabel yang rendah. Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia memiliki Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yaitu ≥75. Guru menyampaikan bahwa dalam menulis teks fabel dari 20 siswa terdapat 8 siswa (40%) mendapat nilai mendapat nilai ≥75, sedangkan 12 siswa (60%) mendapat nilai ≤75. Dalam penelitian ini media powtoon memotivasi siswa dalam pembelajaran menulis teks fabel. Media Powtoon dapat dengan mudah membantu siswa mengatasi kesulitan dalam menulis teks fabel pada siswa. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pada PTK ini terdapat 4 tahap yaitu perencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan (observasi), dan refleksi (reflecting). Penelitian ini dilaksanakan dengan 2 (dua) siklus. Keterampilan menulis teks fabel pada siswa setelah penggunaan media powtoon mengalami peningkatan. Pada prasiklus siswa yang tuntas sebanyak 8 (40%), pada siklus 1 menjadi 9 siswa (45%), dan pada siklus 2 menjadi 17 siswa (85%). Media belajar berbasis powtoon layak dijadikan alternatif inovatif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya untuk materi menulis teks fabel.
NERACA KEHIDUPAN DALAM TAFSIR IQTISHADI: Studi Analisis Neraca Syariah Nugroho, Agung; Haq, Ziyadul; Syukron, Ahmad
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 02 (2025): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v10i02.9317

Abstract

Keseimbangan merupakan kunci utama dalam mencapai keadilan. Dalam Islam, keadilan adalah puncak ajaran yang hanya bisa dicapai jika keseimbangan dalam kehidupan terwujud. Seseorang yang adil menurut perspektif Islam adalah khalifah yang mampu mengelola bumi sesuai kehendak Allah, dan kelak akan menerima balasan surga atas tanggung jawabnya. Penelitian ini bertujuan merumuskan kembali konsep Keseimbangan Kehidupan, sebagai respons terhadap banyaknya manusia modern yang menjalani hidup secara tidak seimbang, sebagaimana dicontohkan oleh kisah Qarun dalam Al-Qur’an. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang menyoroti keseimbangan dari sisi objek kekayaan, penelitian ini memfokuskan pada subjek manusianya. Metodologi yang digunakan bersifat kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Komponen Neraca Keuangan Syariah diredefinisi berdasarkan Kerangka Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Syariah, serta tafsir ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits. Pendekatan ini juga melibatkan disiplin ilmu lain seperti psikologi. Data dikumpulkan melalui studi dokumen dari berbagai sumber, termasuk penelitian terdahulu, kitab tafsir kontemporer, fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Syariah (PSAK IAI), dan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hasil penelitian menghasilkan konsep Neraca Kehidupan, yang terdiri dari Modal Awal Kehidupan, Kewajiban Kehidupan, Aset Kehidupan, dan Beban Kehidupan. Penyalahgunaan aset akan meningkatkan beban kehidupan. Kesimpulannya, konsep ini menunjukkan bahwa prinsip akuntansi syariah dapat digunakan untuk menilai dan menggambarkan perilaku manusia dalam kehidupan.
Decolonization of Islamic Studies from Fazlur Rahman's Perspective: Integrating Qur'anic Ethics and Artificial Intelligence in Liberating Islamic Reasoning Syukron, Ahmad; Lubis, Muhamad Riyadi
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 37 No. 1 (2026): Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v37i1.8210

Abstract

This study aims to analyze Fazlur Rahman's ideas within the framework of decolonizing Islamic studies by highlighting the relevance of Qur'anic ethics to the development of Artificial Intelligence. Through a qualitative approach based on text analysis and literature study, this research explores how Fazlur Rahman's dual method, specifically the dual movement from text to context, can be utilized as an epistemological instrument in liberating Islamic studies from the hegemony of secular and fragmented Western rationality. Decolonization in this context does not only mean liberation from Western methodological influence, but also the reconstruction of the Islamic scientific paradigm rooted in revelation and universal ethical values summarized in the terms Iman, Islam, and Taqwa. The integration of Qur'anic ethics with Artificial Intelligence is interpreted as an effort to bring moral awareness, social responsibility, and prophetic spirituality into the development of modern technology. The results of the study show that the values of faith, justice, trustworthiness, and benefit, as formulated by Fazlur Rahman, can be an ethical framework in responding to the moral challenges of using Artificial Intelligence. This research contributes to strengthening an autonomous, contextual, and human-oriented Islamic scientific paradigm, while also emphasizing the importance of liberating Islamic reasoning from the dominance of colonial epistemology in facing the digital era and the Artificial Intelligence revolution.
Students as Agents of Islamic Technopreneurship in the Digital Era: Evidence from Islamic Higher Education in Indonesia Syukron, Ahmad; Astuti, Fauziah; Suradi, Didi; Dahri, Harapandi
AJIS: Academic Journal of Islamic Studies Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/ajis.v10i2.15113

Abstract

The rapid development of digital technology has created new opportunities and challenges in higher education, particularly for Muslim students who are expected to integrate Islamic values with entrepreneurial practices. This study analyzes students as agents of Islamic technopreneurship in the digital era by examining the influence of digital literacy on Islamic entrepreneurship. The research employed a quantitative descriptive design with linear regression analysis, involving 48 first-year students from the Early Childhood Islamic Education (PIAUD) and Islamic Education Management (MPI) programs at STIT Nusantara Bekasi who participated in the 2025 orientation program themed “Independent and Visionary Students: Building Islamic Entrepreneurship Based on Halal, Sunnah, and Local Wisdom in the Digital Era. Data were collected through Likert-scale questionnaires and analyzed using descriptive statistics, normality tests, homogeneity tests, and linear regression. The results show that the classical assumptions of normality and homogeneity were met, supporting the validity of the regression model. Furthermore, the findings reveal that digital literacy significantly influences Islamic entrepreneurship, with a contribution of 20.1%. This indicates that students’ digital competencies positively strengthen entrepreneurial values such as honesty, trustworthiness, and social benefit. The study concludes that students play an essential role as agents of Islamic technopreneurship, capable of integrating digital innovation with halal business principles and local wisdom. Practically, the results emphasize the importance for higher education institutions to enhance curriculum and training programs that merge digital skills with Islamic ethical values, thereby preparing competitive and visionary Muslim technopreneurs for the global marketplace.
BAI’AT DALAM TAFSIR HARAKI (Studi Komparasi Tafsi>r fi> Z{ila>l Al-Qur’a>n dan Min Wahyi Al-Qur’a>n) Nudin, Ihsan; Syukron, Ahmad; Ariyadi, Syamsul
Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Al-Mubarak
Publisher : LP2M IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-mubarak.v10i2.4117

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relevansi bai’at dengan kehidupan modern saat ini dalam tafsir haraki melalui pendekatan komparatif terhadap dua tafsir terkemuka: "Fi Dzilal al-Qur'an" karya Sayyid Quthb dan "Min Wahyi al-Qur'an" karya Muhammad Husain Fadlullah. Bai’at, sebagai janji setia dalam Islam, memiliki peran penting dalam membangun ikatan antara individu dan kepemimpinan dalam konteks dakwah dan gerakan Islam. penelitian ini memiliki tema yang sama dengan penelitian yang dilakukan oleh Samsul Bahri, Zainuddin dan Muhammad Husni bin Ismail dengan judul “Bai’at Dalam Al-Qur’an Menurut Ibnu Katsir” yang dimuat dalam Jurnal of Islamic Studies pada tahun 2019 di UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Pada penelitian tersebut hanya Tafsir Ibnu Katsir yang menjadi rujukan utama, sedangkan pada penelitian ini menjadikan dua kitab tafsir sebagai rujukan utama; Tafsir fi Zilal Al-Qur’an dan Min Wahyi Al-Qur’an. Jenis penelitian ini adalah penelian kepustakaan (library research) dengan pendekatan studi komparasi yang deskriptif dan analitif. Penelitian ini menggunakan teknik dokumentatif dalam pengumpulan data. Dalam menganalisa menggunakan teknik analisa konten (content analysis). Hasil penelitian ini adalah pertama, baiat merupakan ajang pembuktian jati diri seorang muslim untuk menjadi mukmin yang sesungguhnya. Baiat yang benar akan mendapat ridha Allah dan sebaliknya, jika tidak maka perlu ditinjau ulang baiat tersebut. Kedua, baiat masih relevan hingga kehidupan kontemporer saat ini meliputi tiga aspek kehidupan; ibadah, siyasah dan muamalah..
Decolonization of Islamic Studies from Fazlur Rahman's Perspective: Integrating Qur'anic Ethics and Artificial Intelligence in Liberating Islamic Reasoning Syukron, Ahmad; Lubis, Muhamad Riyadi
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 37 No. 1 (2026): Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v37i1.8210

Abstract

This study aims to analyze Fazlur Rahman's ideas within the framework of decolonizing Islamic studies by highlighting the relevance of Qur'anic ethics to the development of Artificial Intelligence. Through a qualitative approach based on text analysis and literature study, this research explores how Fazlur Rahman's dual method, specifically the dual movement from text to context, can be utilized as an epistemological instrument in liberating Islamic studies from the hegemony of secular and fragmented Western rationality. Decolonization in this context does not only mean liberation from Western methodological influence, but also the reconstruction of the Islamic scientific paradigm rooted in revelation and universal ethical values summarized in the terms Iman, Islam, and Taqwa. The integration of Qur'anic ethics with Artificial Intelligence is interpreted as an effort to bring moral awareness, social responsibility, and prophetic spirituality into the development of modern technology. The results of the study show that the values of faith, justice, trustworthiness, and benefit, as formulated by Fazlur Rahman, can be an ethical framework in responding to the moral challenges of using Artificial Intelligence. This research contributes to strengthening an autonomous, contextual, and human-oriented Islamic scientific paradigm, while also emphasizing the importance of liberating Islamic reasoning from the dominance of colonial epistemology in facing the digital era and the Artificial Intelligence revolution.
Quality of Expository Discourse in the Class X History Textbook Published by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology Syukron, Ahmad; Azizah, Hilma Azmi
Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10 No 3 (2025): Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teks eksposisi berperan penting dalam pembelajaran sejarah karena menyajikan informasi faktual dan logis yang membentuk kemampuan berpikir kritis peserta didik. Akan tetapi, kualitas eksposisi dalam buku teks belum dianalisis secara mendalam. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kualitas eksposisi dalam wacana pada buku Sejarah Kelas X terbitan Kemendikbudristek tahun 2021. Metode yang digunakan ialah kualitatif dengan pendekatan analisis isi terhadap lima belas teks eksposisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur, kohesi, dan unsur kebahasaan tergolong baik, sedangkan aspek argumentasi dan objektivitas masih perlu ditingkatkan. Secara umum, wacana telah memenuhi ciri teks eksposisi ilmiah dan relevan untuk penguatan literasi kritis siswa.