Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI PEMBUATAN PUKIS DENGAN PENAMBAHAN PUREE WORTEL T, Ratnawati; Syamsidah, Syamsidah; Qur'ani, Besse; Bahar, Ayu Saputri
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2024:PROSIDING EDISI 9
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Sulawesi Selatan salah satu umbi-umbian yang banyak dijumpai yaitu wortel. Wortel dapat diolah menjadi berbagai jenis produk salah satunya yaitu pukis, dimana pukis ini dapat dibuat dengan menambahkan puree wortel. Survei awal menunjukkan bahwa kue pukis merupakan jajanan tradisional yang memiliki banyak peminat, terbukti bahwa produk tersebut sering ditemui di pasar, warung pinggir jalan, bahkan di berbagai hotel kue pukis disajikan sebagai coffee break, namun pembuatan dan penyajian kue pukis yang kurang bervariasi. Untuk itu perlu dilakukan usaha untuk memodifikasi kue pukis sedemikian rupa agar lebih menarik minat masyarakat. PKM ini dilaksanakan di Kelurahan Kaca Kecamatan Marioriawa Kabupaten Soppeng Provinsi Sulawesi Selatan. Di tempat ini pemberdayaan dilakukan pada ibu-ibu rumah tangga dan diberi pelatihan membuat kue pukis yang ditambahkan puree wortel dan pendampingan dalam mengelola usaha serta memasarkan produk. Metode pelatihan dilaksanakan dalam dua bentuk yaitu ceramah dan praktik. Ceramah diberikan sekitar 25%, sementara praktik diberikan sekitar 75%. Ceramah yang digunakan diselingi dengan menggunakan metode diskusi dan tanya jawab selanjutnya dilakukan metode demonstrasi dan praktik. Setelah pelatihan dan pendampingan dilaksanakan, maka diperoleh data bahwa peserta telah memiliki pengetahuan dan keterampilan mengenai cara membuat kue pukis dengan penambahan puree wortel. Disamping itu, peserta memiliki keterampilan berusaha dan memasarkan produknya, selanjutnya dengan bekal pengetahuan dan keterampilan tersebut, ibu-ibu sudah memiliki kepercayaan diri untuk berusaha dan diharapkan dengan usaha ini, dapat meningkatkan pendapatan keluarga.
Penerapan Alat Pelindung Diri (APD) di Laboratorium Tata Boga, Universitas Negeri Makassar Muliani, Muliani; Ratnawati T; Simaremare, Perawati; Niza, Andi Khaerun; Isnaeni, Rizki
Jurnal Edukasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Insan Literasi Cendekia (INLIC) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/jepkm.v4i2.302

Abstract

This community service activity aims to improve the knowledge and skills of first-year students in the proper use of Personal Protective Equipment (PPE) in the laboratory for the Basic Culinary course. The application of PPE serves as a preventive measure to reduce workplace accidents, maintain hygiene, and enhance safety awareness within vocational education environments. The implementation methods included socialization, demonstration, hands-on training, and evaluation of PPE usage among early-semester students. The results indicated an increase in students’ knowledge by 34% after the training, as well as an improvement in PPE compliance from 62% to 95%. Data analysis using a descriptive quantitative approach and direct observation demonstrated that the training was effective in strengthening work safety discipline. This activity is expected to serve as a safety-based practical learning model in culinary laboratory settings.
Pengabdian Kepada Masyarakat: Pembuatan Produk Bakery dengan Teknik Steam Qur'ani, Besse; Widodo, Slamet; Ratnawati T; Syamsuriah; Nurhijrah
Jurnal Edukasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Insan Literasi Cendekia (INLIC) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/jepkm.v4i2.308

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan keterampilan mitra dalam memproduksi bakery steam yang sederhana, berkualitas, dan memiliki nilai jual. Kegiatan dirancang melalui kombinasi penyampaian materi dasar dan praktik langsung, meliputi pemilihan bahan, pembuatan adonan, teknik pengukusan, serta pengenalan variasi produk yang mudah diterapkan. Melalui metode ceramah, tanya jawab, dan demonstrasi, peserta mengalami peningkatan pengetahuan dan kemampuan dalam produksi bakery steam. Kegiatan ini juga menghasilkan dokumentasi foto dan video yang dipublikasikan sebagai luaran edukatif dan bentuk transparansi kegiatan. Selain itu, peserta dibekali pemahaman dasar manajemen usaha, seperti perhitungan biaya produksi, penentuan harga jual, dan strategi pemasaran sederhana melalui media sosial. Secara keseluruhan, PKM ini tidak hanya memperkuat aspek teknis produksi, tetapi juga membuka peluang bagi mitra untuk mengembangkan usaha kecil yang berkelanjutan dan bernilai ekonomis.
Transformasi Pembelajaran Praktikum Tata Boga Pasca Pandemi: Studi Naratif Pengalaman Dosen Dan Mahasiswa Ratnawati T; Muliani; Perawati Simaremare
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.13723

Abstract

This narrative study explores the transformation of culinary arts practicum learning post-pandemic from the perspectives of lecturers and students. The COVID-19 pandemic forced a sudden shift from face-to-face to online learning, particularly challenging for practicum-based courses like culinary arts. This qualitative research employed narrative inquiry design, involving 4-6 lecturers and 6-8 students as participants selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews and documentation, then analyzed using thematic analysis. The findings reveal several major themes: initial shock and unpreparedness, innovation within limitations, changing roles of educators, continuous transformation, and the development of adaptability and resilience. Lecturers demonstrated creativity in adapting demonstration methods through technology, while students developed self-directed learning skills despite limited facilities. Post-pandemic, practicum learning has transformed into a hybrid model integrating technology with hands-on practice. This research contributes to understanding adaptive learning in higher education and provides recommendations for developing effective practicum curriculum in the post-pandemic era.
Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Ibu Rumah Tangga terhadap Pemanfaatan Pangan Lokal Fungsional di Kota Makassar Ratnawati T; Rizki Isnaeni
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.15886

Abstract

Pangan lokal fungsional memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan status gizi masyarakat. Pemanfaatannya di kalangan rumah tangga masih belum optimal meskipun ketersediaannya cukup melimpah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu rumah tangga terhadap pemanfaatan pangan lokal fungsional di Kota Makassar, serta menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku pemanfaatan. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Sebanyak 196 ibu rumah tangga dipilih secara proportional random sampling dari empat kecamatan di Kota Makassar. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 42,3% responden memiliki pengetahuan kategori sedang, 51,0% menunjukkan sikap positif, dan hanya 38,8% memiliki perilaku pemanfaatan kategori baik. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan perilaku (r=0,412; p<0,001) serta antara sikap dan perilaku (r=0,387; p<0,001). Ikan gabus (89,3%), daun kelor (82,1%), dan rumput laut (76,5%) merupakan pangan lokal fungsional yang paling dikenal. Disimpulkan bahwa pengetahuan dan sikap berkorelasi positif dengan perilaku pemanfaatan pangan lokal fungsional, sehingga diperlukan upaya edukasi gizi berbasis keterampilan pengolahan yang berkelanjutan.