Claim Missing Document
Check
Articles

Kesantunan Berbahasa dalam Novel Istri Kedua Gus Karya Anisa AE Elmi, Kastri; Fatmawati, Fatmawati
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 8, No 2 (2023): VOLUME 8 NUMBER 2 SEPTEMBER 2023
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jp-bsi.v8i2.4793

Abstract

Kesantunan merupakan topik yang semakin banyak dibahas di dalam berbagai bidang. Hal ini dianggap sebagai salah satu cara untuk menjaga agar semua orang dapat melatih kesantunannya dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan, menganalisis, dan menginterpretasikan prinsip kesantunan yang terdapat pada novel Istri Kedua Gus karya Anisa AE. Teori dalam penelitian ini menggunakan teori prinsip kesantunan berbahasa yang dikemukakan oleh Leech (2010). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menerapkan metode analisis isi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tuturan dalam novel Istri Kedua Gus karya Anisa AE yang terdapat prinsip kesantunannya. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca, teknik simak, dan teknik catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip kesantunan berbahasa yang terdapat di dalam Novel Istri Kedua Gus karya Anisa AE lebih banyak ditemukan maksim kecocokan, sedangkan maksim yang sedikit ditemukan adalah maksim penerimaan.
Penyuluhan Kesantunan Berbahasa dalam Interaksi di Media Sosial pada Siswa Fatmawati; Apriani, Leni; Ningsih, Rika; Afdal, Ardisti; Zulfa, Mukminati
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2023): GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v7i3.6717

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik pentingnya menerapkan kesantunan dalam interaksi di media sosial. Kegiatan PkM dilaksanakan di SMP Negeri 1 Tualang, jalan Kihajar Dewantara Km. 7, Perawang Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak Provinsi Riau. Peserta PkM berjumlah 30 orang. Kegiatan PkM berlangsung selama satu hari yakni tanggal 22 September 2023. Tim PkM berjumlah lima orang yang terdiri dari tiga orang dosen dan dua orang mahasiswa. Semua anggota tim PkM berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Riau. Metode PkM menggunakan pendekatan  edukatif berupa penyuluhan dan pendampingan. Kegiatan PkM dimulai dengan penyampaian materi penyuluhan kesantunan berbahasa dalam interaksi di media sosial. Kegiatan berikutnya peserta PkM diminta untuk mengisi angket yang sudah disiapkan oleh tim PkM. Hasil PkM menunjukkan bahwa terdapat perubahan pengetahuan dan pemahaman peserta PkM terkait kesantunan berbahasa dalam interaksi di media sosial. Peserta PkM menyadari bahwa kesantunan berbahasa merupakan hal yang sangat penting dan diatur dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik  (UU ITE).
Proses Pemahaman Bahasa: Analisis Psikolinguistik Otak Manusia Muliana, Muliana; Jawilovia, Zikry; Fatmawati, Fatmawati
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 2, No 6 (2025): January
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14688219

Abstract

Penelitian ini mengkaji proses pemahaman bahasa dari perspektif psikolinguistik, dengan fokus pada bagaimana otak manusia memproses dan memahami bahasa. Psikolinguistik menggabungkan aspek linguistik dan psikologi untuk memahami hubungan antara bahasa dan pikiran. Proses pemahaman bahasa melibatkan beberapa struktur otak, termasuk area Broca dan Wernicke, serta fasikulus arkuat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi untuk menganalisis bagaimana individu memahami dan berinteraksi dengan bahasa dalam konteks nyata. Temuan menunjukkan bahwa pemahaman bahasa dipengaruhi oleh pengetahuan latar belakang dan pengetahuan linguistik. Gangguan pada struktur otak terkait dapat mengakibatkan kesulitan dalam berbahasa, yang mengharuskan intervensi terapeutik untuk mendukung pemulihan kemampuan komunikasi.
Penyuluhan Kesantunan Linguistik pada Siswa SMPN 1 Tualang Ningsih, Rika; Yulianti, Mimi; Fatmawati, Fatmawati; Fatikhah, Nur; Devi, Sylvia Pratama
Community Education Engagement Journal Vol. 5 No. 2 (2024): APRIL
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/ceej.v5i2.16064

Abstract

ABSTRAK Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk menumbuhkan karakter positif pada siswa. Karakter positif itu salah satunya adalah kesantunan berbahasa. Permasalahan karakter ini bukanlah permasalahan yang sepele dan dapat diabaikan begitu saja. Saat ini dapat kita lihat bagaimana orang banyak yang cerdas secara intelektual tetapi tidak cerdas dalam bersikap dan berkomunikasi. Bangsa ini memerlukan anak muda yang cerdas secara kognitif, emosional dan spiritual agar nilai-nilai luhur dari bangsa ini tetap dapat dipertahankan dan bangsa Indonesia tetap dapat bersaing dengan negara-negara luar. Metode dalam Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah persiapan, pelaksanaan dan penyelesaian. Pertama, terdapat peningkatan pemahaman siswa SMPN 1 Tualang terhadap kesantunan linguistik. Kedua, dari empat kriteria kesantunan linguistik yang ada siswa lebih dominan menggunakan penanda ungkapan kesantunan. Hal tersebut disebabkan oleh siswa ketika melakukan tuturan imperative banyak yang menggunakan penanda kesantunan tolong dan mohon. Ketiga, orang tua dan guru adalah orang yang selalu berkomunikasi dengan siswa sehingga yang dapat memantau dan memberikan bimbingan secara terus menerus kepada siswa tersebut. Keempat, siswa yang diberikan pemahaman dan pendampingan dapat meningkatkan kesantunan berbahasanya. Kata Kunci : kesantunan linguistik, penyuluhan, siswa ABSTRACT This Community Service activity aims to foster positive character in students. One of the positive characters is politeness in language. This character problem is not a trivial problem and can be ignored. Currently, we can see how many people are intellectually intelligent but not intelligent in their behavior and communication. This nation needs young people who are cognitively, emotionally and spiritually intelligent so that the noble values of this nation can be maintained and the Indonesian nation can continue to compete with foreign countries. The method for Community Service is preparation, implementation and completion. First, there is an increase in the understanding of students at SMPN 1 Tualang regarding linguistic politeness. Second, of the four existing linguistic politeness criteria, students predominantly use markers of politeness expressions. This is caused by many students when making imperative speeches who use the politeness markers please and beg. Third, parents and teachers are people who always communicate with students so that they can monitor and provide continuous guidance to these students. Fourth, students who are given understanding and assistance can improve their language politeness. Keyword : linguistic politeness, counseling, students
Politeness in Expressive Speech Acts: A Cyber Pragmatics Approach Fatmawati, Famawati; Ningsih, Rika
Journal of Languages and Language Teaching Vol 12, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jollt.v12i4.12620

Abstract

This research is motivated by the tendency of netizens to convey psychological attitudes on social media. The delivery of these psychological attitudes sometimes needs attention to language politeness. This research is necessary because it answers the challenge of understanding how politeness of language changes in the context of social media supported by digital technology, which is rarely discussed in conventional pragmatic studies. The problem in this study is how politeness of expressive speech acts from a cyber pragmatics perspective. This study explores and elaborates on the realization of politeness maxims politeness principles based on the perspective of cyber pragmatics. The approach used in this study is qualitative, and the content analysis method was applied. This study's data source is netizens' language activity on the comments page of the Instagram account @detikcom on June 9, 2023, totaling 2509 comments. The data in this study amounted to 511 data, which are expressive speech. The data collection techniques used are documentation techniques and reading techniques. The data analysis technique is carried out in three stages: identification, classification, and interpretation of research results. Regarding the principle of politeness, netizens' comments are considered impolite based on the maxim of tact, the maxim of approbation, and the maxim of agreement, which significantly impact online communication behavior. The reason is that netizens do not maximize their benefits, approbation, and conformity with other parties but instead express their psychological attitudes by throwing out insults, ridicule, and rejections that can cause harm to other parties. Meanwhile, netizens are considered polite for the maxim of modesty and sympathy. Most sympathy is directed at the Indonesian people who must bear the country's debt.
Kesalahan Berbahasa pada Pemberian Komentar di Media Sosial Tiktok @dedy corbuzier (Kajian Psikolingustik) Dwi Aprilia; Fajar Setiawan; Fatmawati Fatmawati
PUSTAKA: Jurnal Bahasa dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Bahasa dan Pendidikan
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/pustaka.v5i2.1931

Abstract

This study examines language errors occurring on social media, particularly on the TikTok platform through comments on the account @Dedy Corbuzier, using a psycholinguistic approach. The background of this research focuses on the influence of language rule comprehension and social factors, such as communication trends, on language errors that reflect individuals' mental processes in communication. The research aims to identify the types of language errors that appear and to understand how psycholinguistic studies of psychological and social factors influence language use in the digital era. The method employed is a qualitative descriptive approach with literature analysis, categorizing language errors into phoneme reduction, phoneme addition, and phoneme alteration. The findings reveal that these errors frequently occur due to social environmental influences and users' tendency to disregard language rules for quick and engaging expression. The implications of this study emphasize the importance of language education that adapts to technological developments and the need for awareness regarding proper language use to enhance communication effectiveness and reduce misunderstandings in digital spaces. This study also suggests that educators and parents should be more active in teaching correct language use and encourages further research to explore the relationship between language errors and cognitive processes in social media language use.
Penyuluhan Kesantunan berbahasa sebaga Upaya pencegahan Perundungan Verbal di SMP Negeri 3 Bandar Sei Kijang Fatmawati, Fatmawati; Apriani, Leni; Ningsih, Rika; Alfi, Faiza Riskia; Humairah, Fanisa Rania
Sajak: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Sastra, Bahasa, dan Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/s.v4i1.21417

Abstract

This PkM activity was motivated by the PkM team's concerns regarding the rampant verbal bullying in educational units. This PkM activity aims to provide awareness to students about the importance of implementing polite language as an effort to prevent verbal bullying. The PkM activity was carried out at SMP Negeri 3 Bandar Sei Kijang. The PkM participants numbered 22 students. The PkM activity lasted for one day, namely December 16, 2024. The PkM team consisted of five people consisting of three lecturers and two students. All members of the PkM team came from the Faculty of Teacher Training and Education, Riau Islamic University. The PkM method uses an educational approach in the form of counseling and mentoring. The PkM activity began with the delivery of counseling material on polite language as an effort to prevent verbal bullying. Furthermore, PKM participants were invited to discuss and fill out a questionnaire that had been prepared by the PkM team. The PkM results showed that the PkM activity ran smoothly and all PkM participants were actively involved and enthusiastic in participating in the series of PkM activities. PkM participants agreed that verbal bullying is done by using words to mock, belittle, or insult others. PkM participants stated that they had experienced verbal bullying and had been perpetrators of verbal bullying. Furthermore, PkM participants stated that the school environment is an environment where verbal bullying often occurs. Finally, PkM participants agreed that the application of polite language can reduce verbal bullying.
RAGAM MAKNA SEMANTIK PADA LIRIK LAGU GALA BUNGA MATAHARI KARYA SAL PRIADI Faiza Rizkia Alfi; Fanisa Rania Humairah; Fatmawati, Fatmawati
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/vokatif.v2i3.3447

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna leksikal, makna gramatikal, dan makna asosiatif. Makna tersebut dijadikan objek penelitian karena masyarakat sekarang banyak yang menikmati dan mendengarkan lagu Gala Bunga Matahari yang mencermintakan tentang rasa kehilangan yang mendalam, kerinduan yang hangat, dan usaha untuk menemukan penghiburan dalam kepergian seseorang yang dicintai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa lirik lagu yang terdapat pada lagu Gala Bunga Matahari yang mengandung berbagai makna. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dan catat. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini ditemukan adanya ragam makna dalam lagu Gala Bunga Matahari. Hasil yang didapatkan dalam makna lagu, yaitu (1) makna leksikal yang terdiri dari repetisi (pengulangan), (2) makna gramatikal yang terdiri dari proses afiksasi, reduplikasi, (3) makna asosiasi yang terdiri dari makna konotatif, afektif, Penelitian ini dilakukan agar pembaca memahami dan membedakan ragam makna semantik dalam bahasa.
Co-Authors Adristi Afdal Afdal, Ardisti Afiyah Masruri Ahmad Rif’i Nanda Purnama Ajeng Nabilla Anugrah Alfi, Faiza Riskia Amay Lanjar Wulandari Andini Fitria Annisa Hudani Nabila Apri Winda Hafifah Apriani, Leni Aurel Rohmansyah Avinda Elsa Febriani Chaterine Br. Sitepu Desi Andrea Desi Arni Natalina Br Siburian Desi Sukenti Devi, Sylvia Pratama Dewi Utami Dhea Hastuti Diah Ayu Lestari Dicky Fahmi Dwi Aprilia Ella Sonia Putri Elmi, Kastri Endry Boeriswati Erni Faiza Rizkia Alfi Fajar Setiawan Fanisa Rania Humairah Fatikhah, Nur Febria, Rhani Fiamanillah Fiamanillah Fiamanillah Fiamanillah, Fiamanillah Hanifa Yuti Islamiyah Hany Dwi Sintia Hesty Elfianora Hesty Humairah, Fanisa Rania Ilya Zulfadilla Jawilovia, Zikry Jeny Marsela Julianita Julianita M. Rizky Abdullah Masruri, Afiyah May Helda Mifta Kusriyah Muhammad Danil Muhammad Gadink Muhammad Raihan Ramadhan Mukminati Zulfa Muliana, Muliana Nabilah Syafendra Nadya Tri Ananda Ningsih, Rika Ningsih, Rika Noni Andriyani Noni Andriyani Noni Andriyani Nur Raudhoturrahmah Nurullita Rahmadani Pratiwi Nurwahyuni Nurwahyuni Pajriansyah Pajriansyah Piliang, Wilda Srihastuty Handayani Pitriyasari Pitriyasari Pristi Dian Nova Raihanah Nasywa Regita Firjianti Rina Sukmawati Rindi Rahmadani Septriyadi Dafis Nur Sheril Ayu Paradifa Simanullang, Fitri Matrona Sindi Dwi Amara Siti Halimah Siti Maryam Sudirman Shomary Vikra S., Afdalu Vira Shafina Winda Hafifah, Apri Yulia Citra Yulianti, Mimi Yuyun Yuyun Zulfa, Mukminati Zuriyati Zuriyati