Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Analisis Faktor Penyebab Ketidaksesuaian Data Pengisian SHRI di RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto Dewi Risdayanti; Rossalina Adi Wijayanti; Novita Nuraini; Gandu Eko Julianto Suyoso
Manajemen Pelayanan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2025): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/mpk.v2i2.6092

Abstract

Sensus harian merupakan proses penting dalam pencatatan dan penghitungan jumlah pasien yang masuk dan keluar dari suatu unit rawat inap, juga untuk melengkapi catatan medis dan formulir pelayanan rumah sakit. Ditemukan masalah ketidaksesuaian data pada pencatatan sensus harian rawat inap di RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto Sebesar 32% pada bulan Februari tahun 2023, 35% pada bulan Maret tahun 2023, dan 61% pada bulan Mei tahun 2023. Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan ketidaksesuaian data pada pengisian sensus harian rawat inap, dengan mempertimbangkan predisposing factors, enabling factors, dan reinforcing factors. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri dari 3 perawat ruangan, 1 admin, 1 petugas pengolahan data, dan kepala instalasi rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada predisposing factor perawat kurang responsif terhadap ketidaksesuaian data pada sensus harian, pada enabling factor sistem yang masih manual menjadi penyebab utama masalah ketidaksesuaian data, dan pada reinforcing factor implementasi SOP kurang sesuai, tidak ada reward, sosialisasi tidak menyeluruh, SOP yang belum rinci. Upaya perbaikan yang dapat dilakukan mencakup cross-check data oleh perawat, pengawasan langsung oleh kepala instalasi, pengadaan sistem elektronik, pemberian reward, dan revisi SOP untuk memperjelas prosedur pengisian sensus harian
Desain Ruang Filling Rawat Inap di Rumah Sakit Islam Fatimah Banyuwangi Nadya Frida Nurussa’adah; Sabran; Gamasiano Alfiansyah; Gandu Eko Julianto Suyoso
Manajemen Pelayanan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2025): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/mpk.v2i2.6096

Abstract

Kendala yang dihadapi petugas selama ini adalah kesulitan mencari berkas akibat rak besi yang sulit digerakkan tanpa bantuan petugas laki-laki, serta ketidaknyamanan kerja akibat furnitur yang tidak sesuai dengan ukuran tubuh dan ruang yang sempit. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ruang filing rawat inap di Rumah Sakit Islam Fatimah Banyuwangi dengan memperhatikan aspek ergonomi dan antropometri tubuh petugas. Pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan brainstorming, dengan subjek terdiri dari 4 informan, yaitu 1 kepala rekam medis dan 3 petugas filing. Hasil penelitian menunjukkan desain furnitur yang disesuaikan dengan kebutuhan antropometri petugas, termasuk kursi, meja, dan rak penyimpanan. Kursi dirancang dengan dimensi tertentu untuk kenyamanan, meja memiliki ukuran yang sesuai, dan rak penyimpanan dirancang untuk mempermudah aksesibilitas berkas. Selain itu, penelitian ini juga menghitung kebutuhan rak untuk lima tahun mendatang. Dibutuhkan 10 rak roll o’pack untuk 5 tahun ke depan, 3 set meja dan kursi ergonomis, serta perluasan ruang filling menjadi 116 m² (17 m x 6,8 m) agar sesuai kebutuhan dan antropometri petugas.
Redesain Tata Letak Ruang Filing Rekam Medis di Rumah Sakit Mitra Sehat Situbondo Ika Hestiana Edy; Demiawan Rachmatta Putro Mudiono; Gamasiano Alfiansyah; Gandu Eko Julianto Suyoso
Manajemen Pelayanan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2025): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/mpk.v2i3.6099

Abstract

Ruang filing di Rumah Sakit Mitra Sehat Situbondo masih tidak ergonomis. Ukuran rak penyimpanan rekam medis, kursi dan meja kerja yang tidak sesuai antropometri tubuh petugas menjadikan petugas mengalami keluhan sakit pinggang dan membuat penurunan produktivitas. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendesain ulang ruang filing, mendesain rak, kursi meja kerja, dan menghitung kebutuhan rak 5 tahun mendatang. Sumber data digunnakan yaitu data sekunder dan primer. Pengumpulan data yang digunakan oleh peniliti yaitu observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil dari penelitian adalah kebutuhan luas ruang filing yang baru seluas 72 m2 dengan total rak untuk 5 tahun mendatang sebanyak 28 rak. Perancangan desain rak filing memiliki tinggi 180,38 cm dan jarak antar rak 50 cm sesuai antropometri jangkauan tangan keatas dan lebar bahu petugas. Serta merancang meja dan kursi kerja untuk meningkatkan produktivitas kerja petugas dan mengurangi risiko penyakit akibat kerja. Saran dari peneliti perlu adanya penambahan rak untuk 5 tahun ke depan guna untuk menyimpan rekam medis seluruhnya di dalam rak, penambahan luas ruang dan penyesuaian ukuran rak, kursi dan meja kerja sesuai antropometri
Analisis Faktor Ketidakefisienan Indikator Rawat Inap Pasien Covid-19 di Rumah Sakit Baladhika Husada Jember Khofifah Nur’Aini; Ervina Rachmawati; Rossalina Adi Wijayanti; Gandu Eko Julianto Suyoso
Manajemen Pelayanan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2025): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/mpk.v2i3.6102

Abstract

Efisiensi pelayanan rawat inap rumah sakit dapat dilakukan dengan menentukan nilai BOR, LOS, TOI, dan BTO, akan tetapi pada tahun 2021 di Rumah Sakit Baladhika Husada Jember masih terdapat nilai indikator rawat inap yang belum efisien berdasarkan Kementerian Kesehatan yaitu pada triwulan IV nilai BOR 1,88%, TOI 176 hari, dan BTO 0,16 kali masih terdapat nilai indikator yang tidak memenuhi nilai efisiensi Kementerian Kesehatan. Pendapatan rumah sakit dan mutu layanan dipengaruhi oleh kondisi ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab ketidakefisienan indikator pelayanan rawat inap pasien covid-19 pada tahun 2021 berdasarkan berdasarkan teori Azwar (masukan dan proses) sebagai penyebab capaian efisiensi indikator pelayanan rawat inap di Rumah Sakit Baladhika Husada Jember. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu kurangnya jumlah tenaga kesehatan dan kurangnya pemerataan tempat tidur, sikap tenaga kesehatan yang masih kurang konsisten serta komunikasi kurang terjalin, sedangkan pelayanan kesehatan masih belum optimal dan kurangnya koordinasi untuk kegiatan pasien isolasi. Upaya perbaikan yang dapat dilakukan dengan penyediaan jumlah staff yang memadai, realokasi tempat tidur, optimalisasi pelayanan kesehatan, serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan
Faktor Penyebab Kerusakan Rekam Medis di Ruang Filling Rumah Sakit Bhayangkara Bondowoso Anindya Shafira Brilliany; Gandu Eko Julianto Suyoso; Atma Deharja
Manajemen Pelayanan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2025): October
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/mpk.v2i4.6108

Abstract

Di Rumah Sakit Bhayangkara Bondowoso, terdapat kerusakan pada 100 rekam medis, dengan 94 di antaranya robek dan 6 berjamur. Kerusakan ini berdampak negatif pada keterbacaan identitas dan isi formulir, serta dapat menyebabkan hilangnya dokumen dari cover map. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab kerusakan tersebut dengan menggunakan metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi dan diskusi. Kemudian dianalisis melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan hasil penelitian. Subjek penelitian terdiri dari lima petugas filing dan satu kepala rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor individu mencakup latar belakang pendidikan petugas rekam medis serta kurangnya pelatihan tentang pemeliharaan rekam medis. Faktor psikologis berkaitan dengan sikap petugas terhadap pemeliharaan, sedangkan faktor organisasi meliputi sumber daya yang kurang memadai. Misalnya, kondisi ruang filing yang lembab menyebabkan jamur, dan bahan berkualitas rendah mengakibatkan rekam medis mudah koyak. Tinta yang kurang baik juga menyebabkan luntur, sementara rak filing yang terbuat dari triplek besi memungkinkan serangan nengat. Oleh karena itu, Rumah Sakit Bhayangkara Bondowoso diharapkan segera memenuhi kebutuhan tenaga rekam medis berpendidikan minimal D-3 dan mengadakan pelatihan serta anggaran untuk meningkatkan kualitas bahan rekam medis.
Klasifikasi Penyakit Tuberkulosis Paru Menggunakan Algoritma C4.5 di Rumah Sakit Paru Jember Tria Tita Putri Fatchiah; Angga Rahagiyanto; Niyalatul Muna; Gandu Eko Julianto Suyoso
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 4 (2024): Agustus
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i4.711

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Myobacterium tuberculosis. Pada pelaporan 10 besar penyakit rawat inap Rumah Sakit Paru Jember tahun 2022, diketahui penyakit Tuberkulosis Paru dengan BTA (+) menempati peringkat 3 dengan jumlah kasus sebanyak 1124 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan klasifikasi penyakit Tuberkulosis Paru mengunakan Algoritma C4.5 di Rumah Sakit Paru Jember. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang diolah tools RapidMiner dengan metode Algoritma C4.5. Pengambilan sampel menggnuakan teknik simple random sampling sejumlah358 berkas dengan 11 variabel yang terdiri dari batuk ≥ 2 minggu, batuk berdahak, batuk berdahak disertai darah, nyeri dada, sesak napas, malaise, penurunan berat badan, menurunnya nafsu makan, menggigil, demam, berkeringat malam hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel batuk ≥ 2 minggu memiliki nilai gain ratio tertinggi dan menjadi variabel yang paling berpengaruh dalam penentuan Tuberkulosis Paru. Perbandingan rasio data training dan data testing 90% : 10% memiliki nilai akurasi 80,56%, precision 73,91%, dan recall 94,44 %.
Analisis Faktor Penyebab Ketidaktepatan Kodefikasi Penyakit dan Tindakan di RSUD RAA Soewondo Pati Dwi Nur Setyowati; Novita Nuraini; Maya Weka Santi; Gandu Eko Julianto Suyoso
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 4 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i4.748

Abstract

Kodefikasi merupakan klasifikasi penyakit yang sejenis kedalam satu grup nomor sesuai dengan ICD 10 untuk penyakit dan ICD 9 CM untuk tindakan. Hasil studi pendahuluan diperoleh data ketidaktepatan kodefikasi ranap sebanyak 22% dan rajal sebanyak 5% dari 60 sampel. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis faktor penyebab ketidaktepatan kodefikasi penyakit dan tindakan pasien BPJS kesehatan ranap berdasarkan aspek predisposing, enabling, reinforcing dan menentukan prioritas penyebab masalah menggunakan USG serta menyusun upaya perbaikan masalah menggunakan brainstorming. Jenis penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan pertanyaan tertulis, wawancara, observasi dan dokumentasi. Subyek penelitian sebagai informan utama 4 koder ranap dan informan pendukung meliputi 1 Verifikator Internal, 1 koordinator verifikator, 1 kepala RM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab ketidaktepatan kodefikasi dari predisposing factor koder tidak paham tanda baca pada ICD, perintah omitcode sesuai PMK 26 Tahun 2021 dan kurang paham syarat penegakan diagnosis sesuai BA kesepakatan bersama. Dari enabling factor sarana, tidak tersedia AC diruang koder dan koder jarang mengikuti pelatihan koding. Dari reinforcing factor tidak ada SOP kodefikasi. Prioritas masalah yang harus diselesaikan adalah tidak adanya SOP kodefikasi, Adapun upaya perbaikan masalahanya adalah menyusun SOP kodefikasi.
Analisis Penyebab Ketidalengkapan Pengisian Informed Consent Tindakan Bedah Obstetri Ginekologi di Rumah Sakit Mitra Sehat Situbondo Nur Suci Ramdhani; Indah Muflihatin; Rossalina Adi Wijayanti; Gandu Eko Julianto Suyoso
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 4 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i4.755

Abstract

Ketidaklengkapan pengisian informed consent masih terjadi di Rumah Sakit Mitra Sehat dengan hasil penelitian diperoleh ketidaklengkapan identitas keluarga pasien atau penanggungjawab pada item umur sebesar 27,1%, ketidaklengkapan tertinggi di laporan penting pada item nama dokter, prognosis, dan estimasi biaya sebesar 21,4%, ketidaklengkapan tertinggi di autentifikasi pada item tanda tangan saksi 2 (Perawat/bidan) sebesar 47,1%. Tujuan penelitian ini adalah menimenganalisis faktor penyebab ketidaklengkapan pengisian informed consent di Rumah Sakit Mitra Sehat Situbondo berdasarkan faktor predisposisi, faktor pemungkin, dan faktor pendorong atau penguat Jenis penelitian yaitu kualitatif dengan pengumpulan data wawancara, observasi, dokumentasi, dan brainstorming. Subjek penelitian terdiri 3 dokter obgyn, 3 perawat bedah, 1 penanggungjawab rekam medis, 1 petugas assembling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petugas (dokter, assembling) kurang mengetahui standar kelengkapan informed consent serta petugas (dokter, perawat) tampak belum memahami tata cara pengisian informed consent, sikap petugas (dokter, perawat) kurang tanggungjawab dan disiplin dalam pengisian informed consent, tidak adanya reward kelengkapan pengisian rekam medis, punishment yang diterapkan kurang maksimal. Saran yang dapat diusulkan yaitu diterapkannya sosialisai pentingnya sikap disiplin kepada petugas, menerapkan system reward dan punishment, mendistribusikan SOP, mencantumkan standar kelengkapan di SOP, melakukan telaah isi SOP dan mensosialisasikan isi SOP.
Evaluasi Pelaksanaan Penyimpanan Rekam Medis di Ruang Filing Klinik Unej Medical Center (UMC) Jember Gandu Eko Julianto Suyoso; Sandi Nur Azizah; Novita Nuraini; Indah Muflihatin
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 4 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyimpanan rekam medis digunakan untuk pendokumentasian dan pemeliharaan rekam medis kepada pasien yang akan datang kembali ke fasilitas pelayanan kesehatan. Hasil pengamatan di Klinik UNEJ Medical Center Jember menunjukkan bahwa rekam medis yang disimpan tidak semuanya dijajarkan tetapi sebagian disimpan dengan ditumpuk sehingga mengganggu sistem penjajaran rekam medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan penyimpanan rekam medis di ruang filing Klinik UNEJ Medical Center (UMC) Jember menggunakan metode evaluasi pendekatan sistem dan RE-AIM (Reach, Effectiveness, Adoption, Implementation, Maintenance). Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas 2 orang petugas rekam medis, koordinator administrasi umum dan kepegawaian, serta koordinator layanan penunjang medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petugas rekam medis berlatar pendidikan rekam medis dan memiliki pengetahuan mengenai rekam medis. Terdapat rekam medis yang memiliki kerusakan fisik dan tidak setiap rekam medis yang disimpan dilindungi dengan map. Selain itu, masih terdapat petugas lain yang keluar masuk ruang rekam medis. Pelaksanaan penyimpanan rekam medis dapat dikatakan masih belum optimal dan belum sesuai dengan Standar Prosedur Operasional yang berlaku dikarenakan keterbatasan sarana dan prasarana. Saran dari penelitian ini yaitu melakukan perbaikan maupun
Prioritas Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Tahap Assembly Pembangunan Kapal Menggunakan Metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) Hery Indria Dwi Puspita; Mohammad Farezi Rachmadani; Gandu Eko Julianto Suyoso
ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7 No 3 (2026): Mei
Publisher : Puslitbang Sinergis Asa Professional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/arteri.v7i3.790

Abstract

Shipbuilding consists of three main stages: fabrication, assembly, and erection. The assembly stage involves fit-up, welding, and weld grinding (finishing), each of which poses occupational safety and health risks to shipyard workers. This study aimed to analyze Occupational Safety and Health (OSH) risks in the shipbuilding process at PT XYZ, with a primary focus on the assembly stage using the Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) method. Supporting data were collected through interviews with the project supervisor directly involved in all assembly activities, as well as field observations of the work environment and workers. Risk assessment was conducted by evaluating three key parameters—Severity, Occurrence, and Detection—to calculate the Risk Priority Number (RPN) for each identified hazard. The results identified 14 potential occupational hazards across five assembly work activities. The assembly stage was predominantly characterized by moderate-risk hazards. The most critical risk identified was noise-induced hearing loss caused by grinding machine noise during the weld grinding process, with an RPN of 216. In addition, electrical burns resulting from damaged welding cables and thermal burns caused by welding spatter each recorded an RPN of 210, both of which were also classified as moderate-risk hazards. The recommended risk control measures include strengthening administrative controls through regular toolbox meetings to enhance workers' awareness of the hazards associated with permanent hearing loss, accompanied by mandatory use of appropriate personal protective equipment (PPE), including earplugs or earmuffs, coveralls, safety helmets, and safety footwear. These recommendations are expected to minimize occupational accidents and improve the Occupational Safety and Health Management System (OSHMS) at PT XYZ