Claim Missing Document
Check
Articles

GOAL ORIENTATION ATLET DI MASA PANDEMI COVID-19 Sitti Fathimah Herdarina Darsim; Retno Hanggarani Ninin
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i2.12816.2021

Abstract

Goal orientation is a motivational orientation that can affect the way individuals pursue their goals and competencies in achieving those goals. Goal orientation is one of the psychological aspects that can have an impact due to the current pandemic situation. Athletes must do independent training, even though they are in preparation for the championship. This study aims to know the athletes goal orientation during the Covid-19 pandemic. This study uses a qualitative approach. Participants have the following criteria: (1) Athletes who play an active role in one sport for at least 5 years and (2) are facing the impact of the Covid-19 pandemic in the form of having to do independent training. Participants in this study amounted to 3 people with the details of 1 taekwondo athlete, 1 jujitsu athlete, and 1 fencing athlete. Data is collected by interview technique. The finding fact is divided into several categories and labeled with special terms. After that, the facts found were interpreted. The results showed that the goal orientation in three subjects is dominated by Mastery Goal Orientation (MGO). They try to develop skills and competencies to compete via the internet by their own initiative. Moreover, one of the athletes, Y showed Performance Approach Goal Orientation (PAPGO), an extrinsic motivation to get an appraisal or avoid punishment from the coach. Goal orientation merupakan orientasi motivasi yang dapat mempengaruhi cara individu dalam mengejar tujuan dan kompetensi mereka dalam mencapai tujuan tersebut. Goal orientation menjadi salah satu aspek psikologis yang dapat terdampak akibat situasi pandemi saat ini. Para atlet harus melakukan latihan mandiri, padahal mereka sedang dalam persiapan untuk menghadapi kejuaraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran goal orientation atlet di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Partisipan memiliki kriteria: (1) Atlet yang berperan aktif pada satu cabang olahraga selama minimal 5 tahun dan (2) sedang menghadapi dampak pandemi Covid-19 dalam bentuk keharusan melakukan latihan mandiri. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 3 orang dengan rincian 1 orang atlet taekwondo, 1 orang atlet jujitsu, dan 1 orang atlet anggar. Pengambilan data dilakukan dengan teknik wawancara. Fakta temuan dibagi ke dalam beberapa kategori dan dilabeli dengan istilah khusus. Setelah itu, fakta yang ditemukan dimaknai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa goal orientation pada ketiga subjek didominasi oleh Mastery Goal Orientation (MGO). Mereka berusaha mengembangkan keterampilan dan kompetensi untuk bertanding melalui melalui internet dengan inisiatif sendiri. Selain itu, ditemukan Performance Approach Goal Orientation (PAPGO) pada seorang subjek yang mengorientasikan latihannya untuk mendapatkan penilaian atau menghindari hukuman dari pelatih.
Bisakah Angklung menjadi Instrumen Psikoedukatif? Studi Eksploratif pada Pemain Angklung Retno Hanggarani Ninin; Roswita Amelinda
Jurnal Psikologi Islam dan Budaya Vol 2, No 2 (2019): JPIB : Jurnal Psikologi Islam dan Budaya
Publisher : Faculty of Psychology, Sunan Gunung Djati Islamic State University of Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jpib.v2i2.5574

Abstract

Angklung is a unique traditional Sundanese music instrument involving a number of people to play it to produce a musical appearance. This uniqueness may indicate that angklung is not only an instrument of art, but also a psychoeducation instrument. This study explores the experience of angklung players in playing angklung and proves the use of angklung as a psychoeducation instrument. This study used explorative qualitative approach on seven angklung players. The results identify types of angklung player experience: audio-emotional, interactional (fellow players or coaches), and personal (interest, awareness, failure). Prerequisites of the use of psychoeducation instruments including the conversion of the role of the trainer to the educator, identifying specific behaviors in playing angklung as a simulation of the reality of social interaction, and providing instructions on how to play angklung optimally based on their parts. Angklung has psychoeducation potential to develop psychosocial skills (hablumminannaas) and servitude to God (hablumminnallah).
DIRI RELIGIUS: SUATU MODEL KONSEPTUAL TENTANG DIRI Retno Hanggarani Ninin; Tb.Zulrizka Iskandar; Ahmad Gimmy Pratama Siswadi; Elmira N. Sumintardja
Journal of Psychological Science and Profession Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1019.511 KB) | DOI: 10.24198/jpsp.v2i1.16580

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep Diri Religius (DR) Sejumlah lima belas partisipan terlibat dalam studi kualitatif dan total 739 subyek menjadi partisipan dalam studi kuantitatif. Rancangan penelitian adalah exploratory sequential mix method dengan studi kualitatif mendahului studi kuantitatif. Pengambilan data kualitatif dilakukan menggunakan wawancara dengan pendekatan fenomenologi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis tematik dan menghasilkan konsep DR dengan konstruk yang terdiri dari empat dimensi. Pengambilan data kuantitatif dilakukan melalui kuesioner tertulis, berlokasi di kota Bandung, Denpasar, Jogjakarta, Cimahi, Surabaya, Garut, dan Depok. Penelitian membuktikan bahwa model konseptual DR dengan tiga dimensi yaitu pandangan individu akan keterlibatan Tuhan dalam keber’ada’an, perspektif positif tentang keterlibatan Tuhan dalam peristiwa kehidupan, dan perilaku positif yang disertai dengan emosi positif, secara signifikan sesuai dengan data empiris. DR terbukti merupakan konsep yang dapat membedakan individu yang berorientasi pada Tuhan (theistik) dengan yang tidak (nontheistik). Kata-kata kunci: diri religius, religiusitas, spiritualitas
GAMBARAN RE-INJURY ANXIETY PADA ATLET MAHASISWA UNPAD: STUDI KUALITATIF Nabilla Fazahra Gunawan; Putu Satwika Arya Govinda; Sukmayanti Sukmayanti; Retno Hanggarani Ninin
Journal of Psychological Science and Profession Vol 3, No 3 (2019): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.77 KB) | DOI: 10.24198/jpsp.v3i3.20298

Abstract

Cedera menjadi suatu konsekuensi negatif yang pasti dihadapi setiap atlet. Tidak dapat dipungkiri bahwa terdapat aspek-aspek psikologis yang terlibat baik ketika cedera itu terjadi ataupun setelah cedera itu terjadi. Re-injury anxiety menjadi salah satu aspek psikologis yang dapat muncul akibat adanya cedera. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran re-injury anxiety yang terjadi pada atlet mahasiswa. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Pemilihan responden dilakukan dengan purposive sampling, dimana responden yang diambil adalah responden memiliki kriteria: (1) Atlet mahasiswa, (2) Pernah mengalami cedera, (3) Melakukan tahapan medis, dan (4) Setelah melakukan tahapan medis diperbolehkan kembali untuk melakukan olahraga yang sama. Kemudian didapatkan responden sebanyak 6 atlet mahasiswa yang terdiri atas 3 responden berasal dari cabang olahraga futsal dan 3 responden berasal dari cabang olahraga voli. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif melalui wawancara. Hasil dari penelitian ini menujukkan bahwa adanya emosi negatif yang disertai dengan gejala-gejala kognitif maupun somatis setelah cedera baik ketika menjalani rehabilitasi maupun ketika kembali berolahraga.
GAMBARAN WORK-LIFE BALANCE PADA PASUKAN PENJAGA PERDAMAIAN INDONESIA: STUDI KUALITATIF Freddy A. R. Simanjuntak; Retno Hanggarani Ninin
Journal of Psychological Science and Profession Vol 4, No 3 (2020): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.926 KB) | DOI: 10.24198/jpsp.v4i3.27200

Abstract

Selain bertugas sebagai pasukan yang menengahi konflik, pasukan penjaga perdamaian (peacekeeper) Indonesia yang disebut dengan Kontingen Garuda juga berperan sebagai individu yang juga berhadapan dengan kehidupan pribadinya. Kedua peran tersebut menuntut kinerja yang seimbang, karena ketidakseimbangan dapat menyebabkan salah satunya menjadi “korban”, dalam pengertian tidak optimal dalam menjalankan perannya. Keseimbangan antara pekerjaan dengan kehidupan pribadi atau work-life balance, diperlukan agar seseorang dapat menyeimbangkan antara pekerjaan dan aktivitas lain di luar pekerjaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran keseimbangan tersebut pada para prajurit penjaga perdamaian Indonesia yang ditinjau dari perspektif konseptual work-life balance. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih dalam keilmuan psikologi, khususnya yang berkaitan dengan work-life balance pada konteks kerja kemiliteran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik purposive sampling, melibatkan 2 orang anggota peacekeeper Indonesia yang berusia 30 tahun dan 33 tahun. Data diperoleh menggunakaan wawancara mendalam (in depth interview) dan semi terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari empat dimensi work-life balance, dua di antaranya menunjukkan tercapainya keseimbangan. Dimensi yang belum seimbang yaitu WIPL (Work Interference with Personal Life) dan WEPL (Work Enchancement of Personal Life). Dengan demikian, partisipan belum optimal dalam mengembangkan work-life balance pada dirinya dikarenakan jenis pekerjaan yang diemban menuntut kesiapsiagaan penuh karena berada di daerah konflik, sehingga sulit membagi peran yang proporsional dalam hal pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Being a Mother, Student, and Educator: Graduate Student-Mothers' Parenting Experience During COVID-19 Pandemic Bewizta Maurilla Hasyyati; Retno Hanggarani Ninin
Psychocentrum Review Vol 4, No 2 (2022): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/pcr.42909

Abstract

COVID-19 pandemic has been a life-changing experience in many families, affecting parents whose current responsibilities are not only being caregivers, but also educators to their children who are forced to learn from home. This situation deeply affects student mothers who have multiple roles at home, which are maintaining a postgraduate study, being housewives, and accompanying their children in online learning. This study aims to explore the lived experience of student mothers in parenting their school-age children during the pandemic, which is viewed from the quality of parenting (positive and negative parenting) and parenting stress perceived by mothers during the home learning activities. The participants were four mothers who are currently undergoing postgraduate study and have children enrolled in kindergarten and primary school (grade 1-3), and learning from home during the pandemic. The method used is qualitative, with an exploratory approach. The data were obtained through online semi-structured interviews and processed using thematic analysis methods. There are 7 themes emerged from the results, which are: 1) balancing multiple responsibilities, 2) experience in educating children from home,  3) adjusting parent expectations, 4) changes in social relationships , 5) agreements about screen time, 6) eating behaviors and physical exercises, 7) setting up new routine. These themes which will be discussed further, along with their implications for the parents’ psychological well-being.
Dynamics of Body Image Formation in Female Celebrities Bernadette Btari Kania Putri; Retno Hanggarani Ninin
Daengku: Journal of Humanities and Social Sciences Innovation Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : PT Mattawang Mediatama Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.daengku1688

Abstract

In this modern era, social media, especially Instagram, has formed a new celebrity population called "Selebgram," where the audience recognizes, admires, and follows their identities and lives. In Instagram, the communication between "Selebgram" and followers is through likes and comments. Several studies have been conducted on this communication system, and it has been found that likes and comments give rise to excessive social comparison and self-objectification, which can lead to an unrealistic idealization of body image and body image dissatisfaction. Such dissatisfaction then results in psychological disorders such as poor self- and body-esteem, unstable mood, stress, anxiety, and eating disorders, especially among teenage girls. Teen girl "selebgrammers" with high engagement on social media are thought to show a more complex body image idealization dynamic that will be examined in this qualitative study. Through interviews or online questionnaires, this study was conducted on six girl micro-celebrities in their teens in Indonesia. The results showed that the dynamics of body image idealization among girls on "Selebgram" consist of four steps: (1) internalization of the ideal media; (2) self-objectification and social comparison; (3) body image dissatisfaction, moderated by significant others, the purpose of using Instagram, and religion; and (4) self-branding containing self-presentation.
Studi Pada Pasangan Pengguna Narkoba: Eksplorasi Terhadap Makna Hidup dan Orientasi Masa Depan Reiha Fadila; Retno Hanggarani Ninin
Psychocentrum Review Vol 5, No 2 (2023): Psychocentrum Review
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/pcr.521276

Abstract

Pemilihan pasangan dalam hidup menjadi hal yang tidak mudah untuk dilakukan, pasalnya, hal ini berkaitan dengan rumah tangga yang akan dibangun sepanjang hidup. Pada praktiknya, banyak dijumpai pasangan yang memilih/mempunyai teman hidup sesama peminum minuman beralkohol atau pengguna narkoba, hal yang tidak lazim di masyarakat pada umumnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran makna hidup dan orientasi masa depan pada pasangan suami istri pengguna narkoba. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan menggunakan teknik purposive sampling. Syarat menjadi informan dalam penelitian ini adalah pasangan yang menggunakan narkoba (tidak terbatas pada jenis narkoba tertentu) yang kemudian diwawancarai  secara mendalam tentang pengalaman dan perspektifnya terhadap makna hidup serta orientasi masa depan. Analisis data menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasangan menganggap keluarga adalah hal yang bermakna dalam hidup, meski terdapat variasi dalam hal “siapa” anggota keluarga yang dianggap bermakna. Tema lain yang muncul terkait makna hidup yaitu kesehatan diri tanpa penggunaan zat dan perubahan ke arah yang positif pada diri. Terdapat orientasi masa depan pada tahap keinginan yang lebih dekat kepada angan-angan dari pada cita-cita, ditandai oleh ketiadaan usaha nyata, tidak melakukan yang mampu dilakukan karena tidak meletakannya sebagai prioritas, dan kecenderungan untuk enggan berpikir serta mengandalkan sumber daya eksternal di luar mereka.
Pernikahan Endogami pada Kalangan Perempuan Etnis Arab di Indonesia Muhammad Haidar Allam; Retno Hanggarani Ninin
Jurnal Kajian Ilmiah Vol. 23 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Publikasi (LPPMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/jki.v23i3.2781

Abstract

Until now, ethnic Arabs in Indonesia continue to grow and try to maintain their group identity. One of the traditions practiced is to maintain the continuity of descendants by marrying among fellow Arabs. Ethnic Arabs in Indonesia still adhere to the rule of endogamous marriage, which means they marry within their own ethnic group. This custom has created a strong sense of community and prejudice against other groups. Ethnic Arabs in Indonesia use paternal lineage or patrilineal rules in marriage, so men have the freedom to marry women from the Arab group or women from outside the Arab group because lineage is determined by the father. Women have the opposite fate from men, for women who do not undergo marriage are threatened with punishment. This research uses a qualitative method with a literature study approach. This research found that the practice of endogamous marriage among ethnic Arabs in Indonesia has significant impacts, especially for women. Although endogamous marriage is practiced to maintain the integrity of cultural and religious norms, this research shows that the practice has a negative impact on Arab women's health and well-being, as well as limiting their right to choose a life partner. In addition, endogamous marriages can also lead to stigmatization, discrimination and mental health issues for Arab women.
Attachment & Loneliness: Study of First-Time Adult Women Experiencing Parental Divorce Masbul, Hajrah Rizkiyani; Ninin, Retno Hanggarani
Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Vol 5 No 1 (2023): Pendidikan Islam dan Multikulturalisme
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/scaffolding.v5i1.4898

Abstract

This study is aimed at investigate the role of attachment to loneliness for early adult children in experiencing parental divorce. Qualitative research was used. The population in this study were all girls whose parents experienced divorce. The sampling technique uses incidental sampling. The sample for this study consisted of 104 children aged 18-25 years. The primary data in this study were teenage children who had experience of their parents' divorce. Research data was obtained from teenagers and adults through interviews. The data analysis technique used in this research is quantitative-descriptive analysis. The results of this finding found that there was an effect of attachment to loneliness of early adult female experiencing parental divorce. Additional analysis of the type of attachement was carried out in this study using Relationship Quistionnaire (RQ), discovered that fearful subject’s has the high correlation. There was a difference between the father-attachment and the mother-attachment. Furthermore, age at the time of the divorce it is found to be associated with loneliness as an adult.
Co-Authors Adilla, Syifa Ahmad Gimmy Pratama Siswadi Ahmad Gimmy Prathama Ahmad Gimmy Prathama Siswadi Allam, Muhammad Haidar Anggraeni Yunita Anindita Karunia Annisa, Maulin Ardhana, Dewa Ayu Venny Arina Shabrina Army Triasari Asteria Devy Kumalasari Astuti, Sri Rahayu Asy Syifa Rakhmadevi Asysyifa Rakhmadevi Azka, Fhirsa Afina Bernadette Btari Kania Putri Bewizta Maurilla Hasyyati Eka Riyanti Purboningsih Elmira N. Sumintardja Ery Muhayar Syafari Fauziah Taslim Fitri Ariyanti Abidin Fitriani Yustikasari Lubis Freddy A. R. Simanjuntak Fredrick Dermawan Purba Gitta Suganda Hendriati Agustiani Ikhwanul Ihsan Armalid Iskandar, Tb.Zulrizka Iskandarsyah, Aulia Karolina Lamtiur Dalimunthe Karunia, Anindita Kayisa Zariayufa Kendhawati, Lenny Kusuma Wijaya, Susan Octavianna Langgersari Elsari Novianti Masbul, Hajrah Rizkiyani Muhammad Haidar Allam MUHARRAM, HAMMAD ZAHID Muliadi, Rahmad Mumtaz Azoma Nabilla Fazahra Gunawan Najiah, Salwa Noer Fauzi Rachman Noer Fauzi Rachman Noer Fauzi Rachman, Noer Fauzi Novilia Anggraeni Nurbaiah, Salwa Nurul Wardhani Poeti Joefiani Poeti Joefiani, Poeti Putu Satwika Arya Govinda Reiha Fadila Riestyane, Riestyane Roswita Amelinda Salwa Najiah Shabrina, Arina Siswadi, Ahmad Gimmy Pratama Sitti Fathimah Herdarina Darsim Sitti Muthia Maghfirah Massinai Sri Rahayu Astuti Sri Rahayu Astuti Sukmayanti Sukmayanti Sya'diyah, Halimah Syifa Adilla Tb.Zulrizka Iskandar Tjipto Susana Widiastuti, Tiara Ratih Widwi Mukhabibah Widwi Mukhabibah, Widwi Widyastuti, Agnes Yogaswari, Novalda Yuliana Hanami Yunita Anggraeni Yunita Anggraeni Zariayufa, Kayisa