Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN HIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS SIDOMULYO RAWAT INAP KOTA PEKANBARU Tyagita Widya Sari; Desi Kartika Sari; M Beni Kurniawan; M Ibnu Herman Syah; Novia Yerli; Samirathul Qulbi
Collaborative Medical Journal Vol 1 No 3 (2018): September
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.744 KB)

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan utama karena banyaknya jumlah penderita dan risiko yang terkait, biaya medis dan sosial yang tinggi, dan dapat menyebabkan komplikasi kardiovaskular dan ginjal. Stres mental atau psikososial adalah salah satu faktor risiko utama hipertensi. Hipertensi merupakan penyakit terbanyak di Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo Kota Pekanbaru pada tahun 2017. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan hipertensi pada pasien rawat jalan di Puskesmas Sidomulyo Rawat Inap Kota Pekanbaru. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik yang menggunakan desain studi cross sectional. Metode pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian adalah Accidental Sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer (kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10)) dan data sekunder (rekam medis status hipertensi dan tekanan darah pasien rawat jalan bulan Mei-Juni 2018). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 18 responden (45%) mengalami stres ringan dan 15 responden (37,5%) mengalami prehipertensi. Hasil uji korelasi ditemukan adanya hubungan antara tingkat stres dengan hipertensi pada pasien rawat jalan di Puskesmas Sidomulyo Rawat Inap Kota Pekanbaru (p-value = 0,000 ; r = 0,688). Kesimpulan penelitian adalah terdapat hubungan antara tingkat stres dengan hipertensi di Puskesmas Sidomulyo Rawat Inap Kota Pekanbaru.
HUBUNGAN FAKTOR DEMOGRAFI DENGAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM PADA WANITA USIA SUBUR DI PUSKESMAS PAYUNG SEKAKI KOTA PEKANBARU Tyagita Widya Sari; Yulnefia Yulnefia
Collaborative Medical Journal Vol 2 No 1 (2019): Januari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.189 KB)

Abstract

Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) adalah suatu alat untuk mencegah kehamilan yang efektif, aman, dan reversibel. Suntik dan pil adalah cara KB modern yang paling diketahui oleh masyarakat di semua golongan usia risiko tinggi di atas 35 tahun, namun dinilai kurang efektif untuk mencegah kehamilan. Sedangkan jenis kontrasepsi yang efektif untuk mencegah kehamilan bagi wanita risiko tinggi adalah AKDR. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan faktor demografi dengan penggunaan AKDR pada Wanita Usia Subur (WUS) di wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain studi observasional dengan pendekatan kasus kontrol. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, dengan perbandingan sampel kasus dan kontrol 1:2. Hasil penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara faktor demografi (umur, tingkat pendidikan, status pekerjaan, pendapatan keluarga) dengan penggunaan AKDR pada WUS di wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru (p-value > 0,05). Salah satu misi dari program KB adalah terciptanya keluarga dengan jumlah anak yang ideal yakni dua anak. Para WUS umumnya menganggap bahwa bila jumlah anak sudah ideal, maka mereka cenderung untuk mengikuti program KB, khususnya jenis alat kontrasepsi jangka panjang, salah satunya adalah AKDR. Simpulan penelitian ini adalah faktor demografi tidak berhubungan dengan penggunaan AKDR pada WUS di wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru.
PERBEDAAN PENGETAHUAN SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN PENYULUHAN TENTANG PENCEGAHAN DBD PADA MASYARAKAT DI PUSKESMAS PAYUNG SEKAKI KOTA PEKANBARU Tyagita Widya Sari; Eliya Mursyida
Collaborative Medical Journal Vol 2 No 2 (2019): Mei
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.307 KB)

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. DBD selalu meningkat pada setiap awal musim hujan dan menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) di beberapa wilayah di Indonesia, termasuk Provinsi Riau. Kasus DBD yang dilaporkan di Puskesmas Payung Sekaki mencapai 145 kasus sepanjang tahun 2016 dan menimbulkan 1 kematian. Kasus DBD yang dilaporkan selama semester pertama tahun 2017 sebesar 50 kasus. Pemberantasan DBD seharusnya memprioritaskan upaya pencegahan dengan melaksanakan PSN 3M Plus secara berkesinambungan dibanding tindakan fogging focus yang lebih sering dilaksanakan dewasa ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan tentang pencegahan DBD di wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Desain studi penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling, yakni 35 responden. Sumber data penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Analisis data dilakukan menggunakan analisis bivariat dengan uji statistik Wilcoxon yang menghasilkan nilai signifikansi p-value. Hasil penelitian diperoleh nilai signifikansi yang bermakna antara 2 variabel pengetahuan responden sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan tentang pencegahan DBD yaitu p-value 0,0001 (p-value < 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah ada perbedaan pengetahuan responden sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan tentang pencegahan DBD di Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP IBU RUMAH TANGGA TENTANG PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI PUSKESMAS PAYUNG SEKAKI KOTA PEKANBARU Tyagita Widya Sari; Martha Saptariza Yuliea
Collaborative Medical Journal Vol 2 No 3 (2019): September
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.598 KB)

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. DBD selalu meningkat pada setiap awal musim hujan dan menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) di beberapa wilayah di Indonesia, termasuk Provinsi Riau. Kasus DBD yang dilaporkan di Puskesmas Payung Sekaki yaitu 52 kasus sepanjang tahun 2018 dan tanpa kematian. Jumlah kasus DBD ini meningkat pada periode Januari-Agustus tahun 2019 sebesar 53 kasus dan menimbulkan 1 kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap ibu tentang pencegahan DBD di Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Desain studi penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling, yakni 300 responden. Sumber data penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Analisis data dilakukan menggunakan analisis bivariat dengan uji statistik korelasi Spearman yang menghasilkan nilai signifikansi p-value dan koefisien korelasi (r). Hasil penelitian adalah tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan sikap ibu tentang pencegahan DBD dengan p-value 0,221 (p-value > 0,05) dan r 0,071 (kekuatan korelasi sangat lemah). Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan sikap ibu tentang pencegahan DBD di Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru.
Perbedaan Pengetahuan Sebelum dan Sesudah Penyuluhan tentang Sex Education Pada Siswa di SMA Negeri 1 Kampar Timur Provinsi Riau Tyagita Widya Sari; Putri Octia Hairani
Journal of Indah Science and Clinic Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : LPPM STIKes Indah Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/jisk.v2i2.20

Abstract

According to WHO in 2014, Sex Education is a provider of information on body development, sex, sexuality, relationships, accompanied by skills and education to help adolescents interact and make decisions that include sex and sexual health. A preliminary study at SMA Negeri 1 Kampar Timur obtained information that every semester there are students who drop out because they are pregnant out of wedlock, and there has never been any counseling about Sex Education. The aim is to determine the knowledge before and after the Sex Education intervention on students at SMAN 1, East Kampar. Pre Experimental Design with One Group Pre and Post Test Design was used in the research. Accidental sampling was used to take a sample of 50 people. Questionnaire data were collected before and after the intervention. The univariate and bivariate analysis used the Wilcoxon Test. The results showed a significant difference in knowledge before and after the intervention (p < 0.05). Differences in knowledge exist before and after the Sex Education intervention of students at SMA Negeri 1 Kampar Timur.  
Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Social Distancing Sebagai Upaya Pencegahan COVID-19 Pada Dewasa Muda di Kota Pekanbaru Tyagita Widya Sari; Sindy Mutiara Irawati; Yurissa Mizar Anggraini
Sistem Informasi Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v12i2.3662

Abstract

COVID-19 is a disease that has never been previously identified in humans. This case is increasing day by day in all corners of the world, including in Indonesia. Riau Province has reported 120 confirmed cases of COVID-19 and Pekanbaru City is the area with the most COVID-19 cases from 12 districts/cities. The World Health Organization (WHO) issued a decision so that people can practice social distancing which is very helpful in breaking the chain of COVID-19 transmission. However, some people in Indonesia still consider social distancing to be just an ordinary recommendation, resulting in the implementation of social distancing not being completely evenly distributed. The purpose of this study were to determine the relationship between knowledge and attitudes towards social distancing and the relationship between attitudes towards social distancing and social distancing behavior as an effort to prevent COVID-19 in young adults in Pekanbaru City in 2020. This study used an analytical observational study design with a cross sectional design. This research was conducted on a young adult population in Pekanbaru City in August 2020. The sampling technique used was cluster sampling with a sample of 120 respondents. Data retrieval on respondents was done by online method. Data analysis was carried out by means of the Spearman correlation test to obtain the p-value and correlation coefficient. The results of the Spearman's rho correlation analysis show that there is a significant relationship between knowledge and attitudes towards social distancing (p-value = 0.000) with a correlation coefficient of 0.899. In addition, there is a significant relationship between attitudes towards social distancing and social distancing behavior (p-value = 0.000) with a correlation coefficient value of 0.880. The conclusion of this study are that there is a significant relationship with a very strong correlation strength and a positive direction of correlation between knowledge and attitudes towards social distancing and there is a significant relationship between attitudes towards social distancing and social distancing behavior as an effort to prevent COVID-19 in young adults in Pekanbaru City in 2020.
Pendampingan Kesehatan Fisik, Mental, Dan Sosial Dalam Masa New Normal Terhadap Anak Binaan Panti Asuhan As-Salaam Kota Pekanbaru Tyagita Widya Sari; Ratih Ayuningtiyas; Uly Astuti Siregar; Imelda Fitri; Nurul Aiyuda
BERDAYA: Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 3 (2022)
Publisher : LPMP Imperium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This activity aims to assist and increase the knowledge of the children fostered by the orphanage in achieving a state of complete physical, mental and social well-being, which is not limited to being free from disease or disability, especially during the new normal period related to the Covid-19 pandemic. The method used in this activity is in the form of health education using slide presentation tools. Participants were given material on physical, mental, and social health, as well as Covid-19 prevention behavior and continued with a question and answer session, where there was a knowledge questionnaire filled out before and after health education. The participants of the activity were 10 children fostered by the orphanage where the activity lasted for 90 minutes. Health assistance efforts are sufficient in achieving goals, as indicated by changes in the results of the pretest and posttest questionnaires, but improvements need to be made to further service activities, by combining health counseling methods with other relevant service methods.
Hubungan Karakteristik Individu Dengan Perilaku Social Distancing Sebagai Upaya Pencegahan COVID-19 Pada Dewasa Muda di Kota Pekanbaru Tyagita Widya Sari; Ririn Mayriska
Jurnal Ilmu Kesehatan Abdurrab Vol 1 No 2 (2023): Volume 1 Nomor 2 Juni 2023
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is a disease that has never been previously identified in humans. The case is increasingly acclaimed on a daily basis around the world, including in Indonesia. At the Riau Province level, 31,397 confirmed cases of COVID-19 have been reported from 12 districts/cities on February 28, 2021 and the Pekanbaru city is the most abundant COVID-19 case report in the Riau province. By the increasing number of cases of COVID-19, World Health Organization (WHO) issued a policy so that people can carry out social distancing, which is a very necessary program to break the chain of COVID-19 transmission. However, some people in Indonesia still consider social distancing as only an ordinary recommendation so there are still many people who do not apply social distancing. Meanwhile social distancing violations are mainly made by a group of young adults who are 18 to 25 years of age. The objective of this study was to determine the correlation of individual characteristics and social distancing behavior as COVID-19 prevention effort on young adults in Pekanbaru City 2021. This research used an analytic observational with a cross sectional study design. This research was conducted on a population of young adults in Pekanbaru City on June 2021. The sampling technique was carried out by cluster sampling with a sample size of 440 respondents. Data analysis was conducted through chi square's test and spearman's correlation test for p-value and coefficient correlation (r). There was a significant correlation between gender (p-value = 0.047) and social distancing behavior. However, there were no significant correlation between education level (p-value = 0.413) and employment status (p-value = 1.000) and social distancing behavior. The individual characteristics which was correlate with social distancing behavior is gender, while education level and employment status have no correlation with social distancing behavior as COVID-19 prevention effort on young adults in Pekanbaru City 2021.
Hubungan Karakteristik Individu Dengan Perilaku Menggunakan Masker Sebagai Upaya Pencegahan COVID-19 Pada Dewasa Muda di Kota Pekanbaru Tyagita Widya Sari; Nike Elpita
Jurnal Ilmu Kesehatan Abdurrab Vol 1 No 1 (2023): Maret
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is a disease that has never been previously identified in humans. The case is increasingly acclaimed on a daily basis around the world, including in Indonesia. At the Riau Province level, 31,397 confirmed cases of COVID-19 have been reported from 12 districts/cities on February 28, 2021 and the Pekanbaru city is the most abundant COVID-19 case report in the Riau province. Due to the continued increase in the incidence of COVID-19, the Indonesian government adopted a policy to socialize the mask wearing behavior to reduce and break the chain of transmission of COVID-19. However, there are still many people in Indonesia who do not wear masks. Most of Pekanbaru's people who often violate health protocols are dominated by young adults, namely those aged 18-25 years, where they have various reasons for not wearing masks. The objective of this study was to determine the correlation of individual characteristics and mask wearing behavior as COVID-19 prevention effort on young adults in Pekanbaru City 2021. This research used an analytic observational with a cross sectional study design. This research was conducted on a population of young adults in Pekanbaru City on June 2021. The sampling technique was carried out by cluster sampling with a sample size of 440 respondents. Data analysis was conducted through chi square's test and spearman's correlation test for p-value and coefficient correlation (r). There were no significant correlation between gender variable (p-value 0,436), education level variable (p-value 0,538), and employment status variable (p-value 1,000) and mask wearing behavior as COVID-19 prevention effort on young adults in Pekanbaru City 2021. The individual characteristics (gender, education level, and employment status) have no correlation with mask wearing behavior as COVID-19 prevention effort on young adults in Pekanbaru City 2021.
HUBUNGAN PERILAKU PENCEGAHAN MALARIA DENGAN KEJADIAN MALARIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERANAP KABUPATEN INDRAGIRI HULU TAHUN 2017-2018 Tyagita Widya Sari; Zatil Aqila Rahmadhani
JURNAL KEDOKTERAN RAFLESIA Vol 7 No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/juke.v7i1.16678

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan data World Malaria Report tahun 2015, malaria telah menyerang 106 negara di dunia. Secara nasional angka kejadian malaria selama tahun 2009-2016 cenderung menurun yaitu dari 1,8 per 1.000 penduduk berisiko pada tahun 2009 menjadi 0,84 per 1.000 penduduk berisiko pada tahun 2016. Pada tahun 2016 Annual Parasite Incidence (API) Provinsi Riau adalah sebesar 0,05%, dengan tingkat API tertinggi terdapat di Kabupaten Indragiri Hulu yaitu dengan jumlah 172 sediaan darah positif yang diperiksa. Berdasarkan data tahun 2016, di Puskesmas Peranap terdapat sebanyak 93 orang positif malaria, sedangkan pada tahun 2017 terdapat sebanyak 46 orang dan pada paruh pertama tahun 2018 terdapat 14 orang positif penyakit malaria. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kejadian malaria antara lain faktor lingkungan, faktor pengetahuan, faktor perilaku, dan faktor sosial-ekonomi. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan perilaku pencegahan malaria dengan kejadian malaria di wilayah kerja Puskesmas Peranap Kabupaten Indragiri Hulu tahun 2017-2018. Metode:  Penelitian yang dilakukan merupakan analitik observasional dengan rancangan penelitian case control. Teknik pengambilan sampel kasus dilakukan dengan cara Total Sampling sebanyak 50 sampel kasus, sedangkan teknik pengambilan sampel kontrol dilakukan dengan teknik Purposive sampling dengan perbandingan sampel kasus dan kontrol 1:1. Hasil: Perilaku keluar rumah pada malam hari (p-value=0,000; OR=84,33), perilaku menggunakan kelambu (p-value=0,000; OR=441), perilaku menggunakan kassa anti nyamuk (p-value=0,000; OR=359,33), perilaku menggunakan obat anti nyamuk (p-value=0,000; OR=47,25) berhubungan dan merupakan faktor risiko kejadian malaria di wilayah kerja Puskesmas Peranap Kabupaten Indragiri Hulu tahun 2017-2018.  Kesimpulan: perilaku keluar rumah pada malam hari, perilaku menggunakan kelambu, perilaku menggunakan kassa anti nyamuk, dan perilaku menggunakan obat anti nyamuk berhubungan dan merupakan faktor risiko kejadian malaria di wilayah kerja Puskesmas Peranap Kabupaten Indragiri Hulu tahun 2017-2018.