Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Hubungan Karakteristik Individu Dengan Perilaku Mencuci Tangan Sebagai Upaya Pencegahan COVID-19 Pada Dewasa Muda di Kota Pekanbaru Sari, Tyagita Widya; Herwiti, Cindy
Jurnal Ilmu Kesehatan Abdurrab Vol 1 No 4 (2023): Vol 1 No 4 Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is a disease that has never been previously identified in humans. The case is increasingly acclaimed on a daily basis around the world, including in Indonesia. At the Riau Province level, 31,397 confirmed cases of COVID-19 have been reported from 12 districts/cities on February 28, 2021 and the Pekanbaru city is the most abundant COVID-19 case report in the Riau province. By the increasing number of cases of COVID-19, The Indonesian government is socializing one of the measures to prevent the transmission of COVID-19 which is in accordance with WHO recommendations, namely by washing hands using soap and running water or using hand sanitizer. However, some people in Indonesia still consider hand washing behavior as an ordinary recommendation so there are still many people who do not apply hand washing behavior. Meanwhile shand washing behavior violations are mainly made by a group of young adults who are 18 to 25 years of age. The objective of this study was to determine the correlation of individual characteristics and hand washing behavior as COVID-19 prevention effort on young adults in Pekanbaru City 2021. This research used an analytic observational with a cross sectional study design. This research was conducted on a population of young adults in Pekanbaru City on June 2021. The sampling technique was carried out by cluster sampling with a sample size of 440 respondents. Data analysis was conducted through chi square's test and spearman's correlation test for p-value and coefficient correlation (r). There was a significant correlation between gender (p-value = 0.022) and hand washing behavior. However, there were no significant correlation between latest education level (p-value = 0.213) and employment status (p-value = 0.118) and hand washing behavior. The individual characteristics which was correlate with hand washing behavior is gender, while latest education level and employment status have no correlation with hand washing behavior as COVID-19 prevention effort on young adults in Pekanbaru City 2021.
Hubungan Sumber Air Bersih dan Sumber Air Minum dengan Kejadian Diare Pada Balita di Puskesmas Sidomulyo Kota Pekanbaru Sari, Tyagita Widya; Annisa, Rizka
Jurnal Ilmu Kesehatan Abdurrab Vol 2 No 2 (2024): Volume 2 Nomor 2 Juni 2024
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diarrhea is a change in shape and consistency of soft stools until it melt and increases the frequency of defecation more than usual, which is 3 or more time a day. Diarrhea is a major cause of pain and death in children. Diarrhea can be influenced by several factor, including clean water and drinking water sources. Clean water and drinking water sources that do not meet the requirements can increase the risk for people with diarrhea in the community. Sidomulyo Health Center has the fifth highest incidence of diarrhea in children of 21 health center in Pekanbaru City in 2017 as many as 188 cases (8,33%). The objective of this study was to determine the relationship between clean water and drinking water sources with diarrhea of toddler in Sidomulyo Health Center Pekanbaru. This research used an analytic observational with a cross sectional study design. This research was conducted on a population of toddler in Pekanbaru City on August to September 2018. The sampling technique was carried out by accidental sampling with a sample size of 51 respondents. Data analysis was conducted through chi square's test for p-value. There was no relationship between clean water sources (p-value = 0.219) and drinking water sources (p-value = 0.439) with diarrhea of toddler. Clean water and drinking water sources are not related with diarrhea of toddler in Sidomulyo Health Center Pekanbaru.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Pencegahan Demam Berdarah Dengue pada Ibu Rumah Tangga Sari, Tyagita Widya; Muharima, Nadira Bunga
Health and Medical Journal Vol 6, No 3 (2024): HEME September 2024
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v6i3.1618

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat terutama di daerah tropis dan subtropis di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau pada tahun 2023 terdapat 2.012 kasus yang ditemukan sepanjang tahun 2022, dengan jumlah kematian sebanyak 14 kasus (CFR 0,69%). Adapun kabupaten/kota dengan jumlah kasus DBD terbanyak adalah Kota Pekanbaru dengan jumlah kasus sebanyak 763 pada peringkat pertama. Berdasarkan data yang diperoleh dari Pemerintah Kota Pekanbaru pada tahun 2023, kasus DBD pada periode Januari-Mei 2023, dilaporkan sebanyak 332 kasus, dimana Kecamatan Payung Sekaki menempati peringkat kedua dengan total 49 kasus. Salah satu faktor risiko DBD adalah perilaku pencegahan DBD, diwujudkan dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus. Menurut teori Lawrence Green, faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku ini yaitu faktor predisposisi, faktor pendorong, dan faktor penguat. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan dukungan tenaga kesehatan sebagai faktor predisposisi dan faktor penguat dari perilaku pencegahan DBD Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross–sectional dengan teknik pengambilan sampel Accidental Sampling dengan besar sampel sebesar 100 responden. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh melalui wawancara langsung dengan responden dengan panduan kuesioner. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji Chi–Square, karena penelitian ini menggunakan skala data nominal, yang akan menghasilkan p-value dan Prevalence Ratio (PR). Hasil: Terdapat hubungan antara tingkat pendidikan (p-value 0,000; PR = 5,704) dan dukungan tenaga kesehatan (p-value 0,000; PR = 3,150) dengan perilaku pencegahan DBD di wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Kesimpulan: Tingkat pendidikan dan dukungan tenaga kesehatan memiliki hubungan yang merupakan faktor risiko dengan perilaku pencegahan DBD di wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru.
Perbedaan Pengetahuan Sebelum dan Sesudah Penyuluhan Sex Education pada Siswa di SMA Negeri 1 Kampar Timur Provinsi Riau Tyagita Widya Sari; Putri Octia Hairani
Jurnal Indah Sains dan Klinis Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Indah Sains dan Klinis
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/jisk.v2i2.20

Abstract

Menurut WHO tahun 2014, Sex Education adalah penyediaan informasi tentang perkembangan tubuh, seks, seksualitas, hubungan, yang disertai dengan keterampilan dan pengajaran untuk membantu remaja berkomunikasi dan membuat keputusan yang meliputi seks dan kesehatan seksual. Studi pendahuluan di SMA Negeri 1 Kampar Timur didapatkan informasi bahwa setiap semesternya terdapat siswa yang Drop Out karena hamil di luar nikah, serta belum pernah dilakukan penyuluhan tentang Sex Education. Penelitian ditujukan untuk mengetahui pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi Sex Education pada siswa di SMAN 1, Kampar Timur. Pre Experimental Design dengan One Group Pre and Post Test Design digunakan dalam penelitian. Accidental sampling digunakan pada pengambilan sampel dengan jumlah 50 orang. Data dikumpul dengan kuesioner yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis univariat dan bivariat digunakan Wilcoxon Test. Hasil menunjukkan ada beda konwledge sebelum dan sesudah intervensi yang signifikan (p < 0,05). Perbedaan knowledge ada sebelum dan sesudah intevensi Sex Education pada siswa di SMA Negeri 1 Kampar Timur.
Pelatihan “Tubuhku Milikku” Sebagai Langkah Preventif untuk Mengurangi Kekerasan Seksual pada Siswa SMA Risca, Risca Aulia; Syaf, Auliya; Syarif, Khairunnisa; Sari, Tyagita Widya; Peadutu, Goldha Faroliu; Fitria, Nengsi; Wardani, Shalfany Aulia; Salsabila, Dianputri; Suriyanti, Ocha; Latifunnisa, Husna
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v5i2.2282

Abstract

Kekerasan seksual banyak terjadi terutama di kalangan anak. Kekerasan seksual pada anak sebagai hubungan yang dilakukan seorang anak dengan orang dewasa sebagai pemuas kebutuhan seksual pelaku itu sendiri. Perbuatan kekerasan seksual ini cenderung dilakukan dengan paksaan, ancaman, suap, tipuan yang dilakukan oleh pelaku pada remaja. Oleh sebab itu perlu dilakukan psikoedukasi terkait pengenalan anggota tubuh dan bahaya dari kekerasan seksual serta mengajarkan anak jika kekerasan seksual terjadi. Tujuan diberikan psikoedukasi untuk menambah bekal pengetahuan anak tentang bahaya dan dampak sehingga anak dapat menghindar serta mengembangkan kemampuan anak maka anak dapat mencari pertolongan. Kegiatan ini dilakukan selama 1 hari dan diikuti oleh 54 orang siswa SMA X. Melalui metode interaktif, siswa dilibatkan dalam sesi diskusi untuk memperdalam pemahaman terkait kekerasan seksual. Hasil dari psikoedukasi ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan siswa sebelum diadakan psikoedukasi dan setelah dilakukan psikoedukasi. Secara keseluruhan, psikoedukasi ini berkontribusi dalam meningkatkan pengetahuan siswa terkait kekerasan seksual di lingkungan SMA X.
Upaya Pencegahan Demam Berdarah Dengue melalui Edukasi Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan Langkah 3M Plus Sari, Tyagita Widya; Hasan, Nurmaliza; Putri, Retno; Fitri, Imelda; Aiyuda, Nurul
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 7, No 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/baktiku.v7i1.9256

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an infectious disease caused by the dengue virus and transmitted through the bite of the Aedes aegypti mosquito. DHF always increases at the start of every rainy season and causes Extraordinary Events (KLB) in several regions in Indonesia, including Riau Province. Eradicating dengue fever should prioritize prevention efforts by carrying out 3M Plus Mosquito Nest Eradication on an ongoing basis rather than focused fogging actions which are more frequently implemented nowadays. The aim of this service activity is to provide education on the 3M Plus Mosquito Nests Eradication so that it is hoped that it can increase knowledge and attitudes about dengue prevention behavior in children assisted by the As-Salaam Orphanage Pekanbaru City. Knowledge and attitudes about dengue prevention behavior are one of the factors that influence dengue prevention behavior in everyday life. Delivery of health material using the Leaflet tool was carried out by the head of the lecturer service team, while filling out the knowledge questionnaire about dengue prevention before and after health education, as well as documentation was carried out by members of the lecturer service team and students. The service activities lasted for ± 60 minutes and were attended by 13 children assisted by the orphanage. Descriptively, there is an increase in the knowledge of target children about dengue prevention, but this cannot be proven statistically. Health assistance efforts are sufficient to achieve goals, as shown by changes in results on the pretest and posttest questionnaires, but improvements need to be made in subsequent service activities, by combining health education methods with other relevant service methods.
PENDAMPINGAN KADER DAN IBU BALITA DALAM SOSIALISASI MPASI PREBIOTIK KUE BANGKIT UBI JALAR UNGU Fitri, Imelda; Hotmauli, Hotmauli; Nurmaliza, Nurmaliza; Wahyuningsih, Endah; Sari, Tyagita Widya; Fridons, Aurel
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i2.26697

Abstract

Gangguan tumbuh kembang merupakan masalah kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian serius. Tujuan Kegiatan untuk mendampingi dan menambah pengetahuan ibu kader dan balita di Posyandu Posyandu Muda Ternama Tua Terbilang dalam pencegahan malnutrisi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dalam bentuk penyuluhan Kesehatan dan sosialisasi MPASI kue bangkit ubi jalar ungu. Peserta diberikan materi tentang MPASI sesuai standar gizi seimbang dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, dimana terdapat pengisian kuisioner pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan Kesehatan. Peserta kegiatan yaitu ibu kader dan balita di Posyandu Muda Ternama Tua Terbilang sebanyak 10 orang dimana kegiatan berlangsung selama 100 menit. Ibu balita mampu memahami dengan baik tentang MPASI dengan adanya peningkatan hasil rata-rata nilai pengetahuan dari 5,3 menjadi 7,6 (hasil pre-test dan post-test) sebesar 2,3 point. diharapkan PKM ini dapat dilakukan secara berkelanjutan, sehingga masalah gangguan gizi dapat teratasi.
Pemberantasan Sarang Nyamuk 3M Plus terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue di Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru; Studi Kasus Kontrol Sari, Tyagita Widya; Putri, Retno
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Dinas Kesehatan Provinsi Riau melaporkan jumlah kasus DBD sebanyak 277 dan Case Fatality Rate (CFR) DBD sebesar 1,4% pada tahun 2016, di mana kasus terbanyak berasal dari Kota Pekanbaru yaitu 58 kasus dengan CFR sebesar 0%. Adapun, CFR DBD di wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki meningkat dari 0% pada tahun 2015 menjadi 0,7% pada tahun 2016. DBD merupakan penyakit berbasis lingkungan yang dapat dicegah dengan melakukan tindakan pengendalian vektor, antara lain dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan tindakan pencegahan lainnya. Akan tetapi, partisipasi aktif masyarakat dalam PSN masih rendah dan kurang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan PSN 3M Plus dengan kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru tahun 2017. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus tahun 2017. Desain studi penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan kasus kontrol. Jumlah sampel kasus dipilih dengan teknik total sampling yaitu 40 kasus, sedangkan sampel kontrol dipilih dengan teknik purposive sampling yaitu 80 kontrol. Analisis data menggunakan uji regresi logistik ganda. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa kebiasaan menggunakan obat nyamuk paling dominan menjelaskan perubahan variabel kejadian DBD (p-value = 0,092; OR = 2,76; 95% CI = 0,85-8,87). Variabel praktik M1 (menguras TPA), keberadaan kawat kassa nyamuk dalam ventilasi rumah, kebiasaan menggantung pakaian, dan kebiasaan menggunakan obat nyamuk berhubungan dan merupakan faktor risiko kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru
Hubungan Prematuritas dengan Kematian Neonatal di Indonesia Tahun 2010 (Analisis Data Riskesdas 2010) Sari, Tyagita Widya; Syarif, Syahrizal
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 1, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prematuritas merupakan salah satu penyebab terbesar morbiditas dan mortalitas bayi termasuk kematian neonatal. Penelitian ini bertujuan mengetahui besar Odds Ratio hubungan prematuritas dengan kematian neonatal di Indonesia setelah seluruh variabel confounding (umur ibu, urutan kelahiran, jarak kelahiran, komplikasi kehamilan, komplikasi persalinan, tingkat pendidikan ibu, pekerjaan ibu, status ekonomi ibu, frekuensi ANC, komponen ANC 5T plus, penolong persalinan, tempat persalinan, jenis persalinan, dan wilayah tempat tinggal ibu) dikendalikan dan mengetahui besar Population Attributtable Risk prematuritas terhadap kematian neonatal di Indonesia tahun 2010. Desain studi penelitian ini adalah kasus kontrol dengan analisis multivariat regresi logistik ganda menggunakan data sekunder Riskesdas 2010. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 120 kasus dan 480 kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besar hubungan prematuritas dengan kematian neonatal setelah dikendalikan variabel confounding (komplikasi kehamilan, komplikasi persalinan, frekuensi ANC) yaitu Odds Ratio sebesar 9,31 (95% CI : 4,63-18,70) dan Population Attributable Risk sebesar 19,96%. Untuk menurunkan kematian neonatal, diharapkan pemerintah dan masyarakat dapat berperan aktif dalam penurunan dan penanggulangan prematuritas dengan peningkatan pelayanan antenatal. Kata kunci : prematuritas, kematian neona