Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Higher Order Thinking Skills (HOTS) Nisaul Barokati Selirowangi; Nur Aisyah; Lailatur Rohmah
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2024): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v5i1.714

Abstract

The purpose of writing this work is to determine the application of the Problem Based Learning Model to Improve Higher Order Thinking Skills (HOTS). This research uses a narrative qualitative method based on interviews and observations at classroom action research (PTK) at Al-Ishlah Vocational High School class raise Higher Order Thinking Skills (HOTS). The five PBL steps followed by teachers involve student orientation to the problem, student organization in learning, investigative guidance, development of work results, and analysis and evaluation of the problem solving process. The results of the first cycle show that PBL has not been completely successful in improving student learning outcomes. An in-depth evaluation of the understanding and application of PBL is needed. The second cycle recorded significant improvements, with the average student assignment score increasing. Teacher reflection shows several obstacles, such as lack of attention from students and limited interaction between them. The implementation of PBL at Al-Ishlah Vocational School has a positive impact on students' HOTS abilities. There was a significant shift in the distribution of average student grades between the first and second cycles. The PBL model, according to the steps, based on research shows that PBL can be an effective approach to improving the quality of learning at Al-Ishlah Vocational School.
RESONANSI STUDENT-CENTERED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA MPAI UNUJA muhammad ivansyah; Anggilika Rahmatullah; abdur rosid; Veny Eka Yogawati; Dea Ayu Rozikin; Nur Aisyah
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 2 (2025): Transformasi Pemikiran Islam di Era Digital
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan abad ke-21 menuntut penguasaan  keterampilan berpikir tingkat tinggi, khususnya kemampuan berpikir kritis, sebagai kompetensi penting dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan arus informasi yang semakin kompleks. Salah satu pendekatan pembelajaran yang relevan untuk menjawab tuntutan tersebut adalah StudentCentered Learning (SCL), yang menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran. Artikel ini  bertujuan untuk mengkaji secara konseptual dan empiris hasil penelitian terdahulu mengenai resonansi penerapan StudentCentered Learning terhadap pengembangan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui penelaahan artikel jurnal nasional dan internasional, buku ilmiah, serta laporan penelitian yang relevan dan dipublikasikan dalam sepuluh tahun terakhir. Analisis data dilakukan melalui reduksi data dan sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa Student-Centered Learning berkontribusi positif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis, terutama pada aspek analisis, evaluasi, inferensi, dan regulasi diri. Oleh karena itu, Student-Centered Learning dapat dipandang sebagai pendekatan pembelajaran yang strategis dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis peserta didik.
Transforming Early Childhood Education through Digital Play and Interactive Flat Panels Aisyah, Nur; Zahro, Fatimatuz
MUMTAZ : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 3 (2025): December 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam (IAI) Ibrahimy Genteng Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69552/mumtaz.v5i3.3669

Abstract

This study explores the implementation of technology-enhanced Play-Based Learning (PBL) through the use of Interactive Flat Panels (IFPs) in an early childhood education context. Adopting a qualitative case study design at TK Masyithoh Mambaul Ulum Paiton, data were collected through classroom observations, semi-structured interviews with teachers and parents, and analysis of instructional documentation. The study examines how digital pedagogy is enacted within play activities and how such practices relate to holistic child development. Findings suggest that PBL was deliberately structured by aligning developmental objectives with integrated concrete, role-based, and digital play scenarios. The incorporation of IFP technology appeared to influence patterns of classroom engagement, particularly in children’s attentional focus and collaborative interaction. Observational data indicate that language and social-emotional domains were more prominently stimulated, while fine motor and analytical domains received comparatively less emphasis. Rather than asserting causal effectiveness, this study provides a context-sensitive account of how digital tools are pedagogically interpreted and integrated within play-based instruction. The findings underscore the importance of teacher readiness and intentional design in shaping balanced developmental stimulation. This case contributes to ongoing discussions on digital pedagogy in early childhood education by highlighting the complexities of integrating interactive technology within a holistic Play-Based Learning framework.
Merekonstruksi Manajemen Pembelajaran Islam di Era Digital: Sinergi antara Teknologi, Guru, dan Spiritualitas Qomariyah; Nur Aisyah
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 24 No. 2 (2026): Al Qodiri: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Universitas Islam KH. Achmad Muzakki Syah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/alqodiri.v24i2.97

Abstract

Transformasi digital yang berlangsung secara masif dalam dunia pendidikan telah menciptakan paradoks baru dalam sistem pembelajaran Islam, di mana peningkatan efisiensi teknologi sering kali diikuti oleh melemahnya interaksi humanistik, refleksi spiritual, dan orientasi etik dalam proses pendidikan. Sebagian besar diskursus global mengenai digital learning masih didominasi pendekatan techno-centric yang menempatkan teknologi sebagai pusat transformasi pendidikan, sementara dimensi spiritualitas dalam pembelajaran digital masih relatif terpinggirkan, khususnya dalam konteks pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi manajemen pembelajaran Islam di era digital melalui pengembangan kerangka konseptual integratif yang mensinergikan teknologi digital, transformasi peran guru, pedagogi adaptif, dan spiritualitas dalam satu ekosistem pembelajaran yang holistik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis Systematic Literature Review (SLR) yang dikombinasikan dengan analisis konseptual kritis. Data diperoleh dari Scopus, ERIC, Crossref, Dimensions, Google Scholar, dan jurnal terakreditasi pada rentang tahun 2021–2026. Melalui tahapan seleksi berbasis PRISMA, sebanyak 48 artikel utama dianalisis menggunakan thematic content analysis dengan dukungan NVivo 14. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lembaga pendidikan Islam masih berada pada tahap digital adaptation, di mana teknologi lebih banyak dimanfaatkan sebagai instrumen administratif dibandingkan sebagai medium transformasi pedagogis dan spiritual. Penelitian ini juga menemukan bahwa digitalisasi pendidikan tanpa fondasi spiritual berpotensi menghasilkan depersonalisasi pembelajaran dan melemahnya pembentukan karakter peserta didik. Berdasarkan sintesis konseptual, penelitian ini menghasilkan model “Spiritually Grounded Digital Learning Ecosystem” yang menempatkan spiritualitas sebagai fondasi etik dalam transformasi pembelajaran digital Islam. Model ini memperluas diskursus digital pedagogy dengan menghadirkan spiritualitas bukan sekadar sebagai nilai pendukung, tetapi sebagai basis epistemologis dalam pengembangan pendidikan Islam di era transformasi digital global