Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Classroom Action Research

Perbedaan Hasil Belajar Matematika Siswa dengan Model Problem Based Learning dan Discovery Learning Pratiwi Adsa Ramdhani; Nyoman Sridana; Wahidaturrahmi; Amrullah
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5i2.3319

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Matematika siswa kelas VII SMPN 3 Moyo Hilir menggunakan model problem based learning dan discovery Learning. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Teknik pengumpulan data berupa observasi, tes, dan dokumentasi. Nilai rata-rata hasil pretest dan posttest dengan menggunakan model Problem Based Learning yaitu 67,15 dan 85,25, sedangkan yang menggunakan model Discovery Learning 67,55 dan 79,85. Selain itu, hasil N-Gain menunjukan peningkatan hasil belajar Problem Based Learning berada pada kategori sedang dan yang menggunakan model Discovery Learning berada pada kategori sedang. Hasil dari uji hipotesis menggunakan uji ANACOVA menunjukkan hasil signifikansi/probabilitas 0,000 < 0,05, artinya H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa dengan model problem based learning dan discovery Learning.
Scaffolding Berdasarkan Kesulitan Siswa Dalam Menyelesaikan Masalah Matematis Menggunakan Integral tak Tentu Rizkia Pradani; Laila Hayati; Wahidaturrahmi; Baidowi
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. SpecialIssue (2023): Mei
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5iSpecialIssue.4695

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui scaffolding berdasarkan kesulitan siswa dalam menyelesaikan masalah matematis menggunakan materi integral tak tentu kelas XI SMA. Kurangnya kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika diakibatkan oleh kesulitan dalam memahami ide-ide yang menjadi material pembangun dari ide baru. untuk mereduksi kesulitan dengan teknik scaffolding, yang terdiri dari 5 langkah yakni: 1) menawarkan penjelasan (offering explanations), 2) meminta/merangsang partisipasi siswa (inviting student participation), 3) verifikasi dan klarifikasi pemahaman siswa (verifying and clarifying student understandings), 4) memodelkan perilaku yang diinginkan (modeling of desired behaviors), dan 5) meminta siswa untuk mengungkapkan petunjuk soal (inviting students to contribute clues). Reduksi kesulitan dengan scaffolding terhadap analisis tersebut diambil dari 6 orang siswa yang dianggap mewakili keseluruhan sampel, dan hasil scaffolding terhadap analisis kesulitan tersebut menyimpulkan bahwa scaffolding dapat membantu mereduksi kesulitan dalam menyelesaikan masalah matematis, membantu siswa dalam membangun pemahaman dan memperoleh pemahaman yang cukup dan benar sesuai dengan kebutuhan siswa.