Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Penerapan STEAM Berbantuan E-Modul Berbentuk Interactive Magazine untuk Meningkatkan Literasi Matematis Siswa SMP Nainggolan, Iska Barbara; Simatupang, Gugun Manosor; Theis, Roseli; Novferma, Novferma
Fraktal : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 6 No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mathematical literacy plays a crucial role, as many daily human activities are related to mathematics and require literacy skills to solve real-life problems. However, students' mathematical literacy in Indonesia remains relatively low, as shown by international assessments and classroom observations. One effective approach to improve mathematical literacy is STEAM-based learning (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics), which emphasizes interdisciplinary collaboration in solving real-world problems. This study aims to enhance junior high school students’ mathematical literacy through the implementation of STEAM-based learning supported by an interactive magazine e-module. The research employed an experimental method with a one-group pretest-posttest design. Data were analyzed using normality testing and non-parametric hypothesis testing to examine students’ learning progress, along with gain analysis to measure the level of improvement. The results show that students’ mathematical literacy improved after the implementation of the learning approach. These findings support that STEAM-based learning assisted by an interactive e-module can serve as an effective alternative to enhance students’ understanding and application of mathematical concepts in real-life contexts
A Study of Cooperative Learning Model with Process Skills in Elementary School Kamid, Kamid; Syaiful, Syaiful; Theis, Roseli; Sufri, Sufri; Rohana, Siti
TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 9 No 1 (2022): TERAMPIL
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/terampil.v9i1.9589

Abstract

The purpose of this study was to determine student responses to process skills on jigsaw and STAD learning models for mathematics subjects. This research was conducted at SD Negeri 04/I Sungai Ruan Ilir and SD Negeri 52/I Kilangan II in Batanghari district. The method in this research is comparative quantitative data analysis, where comparative is research that compares two or more variables. The result of this research is that there is a hypothesis test result (T) which shows that there are differences in the jigsaw learning model at SD Negeri 04/I Sungai Ruan Ilir and SD Negeri 52/I Kilangan II in Batanghari district on Mathematics. Furthermore, it was found that there were differences in the learning model of student team achievement divisions (STAD) at SD Negeri 04/I Sungai Ruan Ilir and SD Negeri 52/I Kilangan II in Batanghari district regarding Mathematics. So it can be concluded that there is a comparison between 2 elementary schools on process skills in the jigsaw and STAD learning models on mathematics subjects
Pengembangan LKS Berbasis Pendekatan Saintifik Dan Strategi Pembelajaran PQ4R Pada Materi Himpunan Kelas VII Smpn 11 Kota Jambi FKIP, Edumatica; Romiati, Eka; Theis, Roseli
Edumatica : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 1 (2017): Edumatica: Jurnal Pendidikan Matematika (April 2017)
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.313 KB) | DOI: 10.22437/edumatica.v7i01.3873

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan produk LKS matematika berbasis pendekatan saintifik dan strategi pembelajaran PQ4R pada materi himpunan di kelas VII SMP serta untuk mengetahui apakah LKS berbasis pendekatan saintifik dan strategi pembelajaran PQ4R pada materi himpunan kelas VII SMP memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model pengembangan ADDIE. Penelitian ini mendesain LKS, pemberian tes untuk mengetahui hasil belajar siswa dan pemberian angket untuk mengetahui hasil respon siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar penilaian ahli materi dan desain terhadap LKS, angket tanggapan guru, siswa dan lembar observasi, tes hasil belajar dan angket respon siswa pada uji coba pemakaian. Proses pengembangan lembar kerja siswa yang telah dilakukan dilanjutkan dengan tahap validasi yang dilakukan oleh ahli materi dengan kategori “Baik” dan ahli desain dengan kategori “Sangat Baik”. Tahap uji coba perorangan dengan kategori “Sangat Baik”, uji coba kelompok kecil dengan kategori “Baik-Sangat Baik”, dan tahap uji coba kelompok besar dengan kategori “Baik-Sangat Baik”. Hasil observasi proses pembelajaran menunjukkan kategori “Baik”. Selanjutnya lembar kerja siswa tersebut diujicoba pada uji pemakaian. Dari hasil analisis yang dilakukan hasil dengan respon sangat positif dan tes hasil belajar diperoleh 86,49% nilai siswa mencapai kriteria ketuntasan minimum.
Pengembangan Bahan Ajar Analisis Real Untuk Memfasilitasi Self Regulated Learning Mahasiswa Junita, Ranisa; Theis, Roseli
Edumatica : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9 No 1 (2019): Edumatica: Jurnal Pendidikan Matematika (April 2019)
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.853 KB) | DOI: 10.22437/edumatica.v9i1.6259

Abstract

Abstrak Pengembangan bahan ajar disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan mahasiswa. Menurut Branch (2009), pengembangan suatu produk berpusat kepada mahasiswa, salah satu strategi yang paling banyak dikenal untuk membantu mahasiswa memahami dan mengingat materi yang dibaca mahasiswa adalah Strategi PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite dan Review). Strategi ini membantu mahasiswa untuk menata informasinya secara bermakna, mengajukan, pertanyaan, merefleksi, dan mengulasnya. Langkah-langkah dalam strategi PQ4R dapat membantu mahasiswa dalam mengorganisasi teks, dan mengatur dirinya sendiri untuk memperoleh informasi lebih mendalam dengan elaborasi yang lebih luas. Sehingga mahasiswa lebih mandiri dalam belajar. Kemandirian dalam belajar diistilahkan dengan Self Regulated Learning. Model Pengembangan bahan ajar analisis real untuk memfasilitasi self regulated learning mahasiswa yaitu dengan model ADDIE. Tahapan ADDIE adalah (1) Analisis, (2) Perancangan, (3) Pengembangan, (4) Implementasi dan (5) Evaluasi. Kelayakan dan kualitas bahan ajar ditentukan dengan indikator valid, praktis, dan efektif. Validitas bahan ajar ditilik pada aspek materi dan desain bahan ajar, dan praktikalitas dilihat pada uji coba terbatas kepada 10 mahasiswa. Semua instrumen yang digunakan dalam penelitian ini divalidasi kepada 2 orang validator yang merupakan dosen pendidikan matematika FKIP Universitas Jambi. Hasil yang diperoleh, Instrumen sudah dinyatakan layak untuk digunakan. Sedangkan hasil pengembangan bahan ajar analisis real dinyatakan valid dan praktis. Kata Kunci: Analisis Real, Self Regulated Learning Abstract Development of teaching materials tailored to the characteristics and needs of students. According to Branch (2009), the development of a product centered on students, one of the most well-known strategies to help students understand and remember material read by students is the PQ4R Strategy (Preview, Question, Read, Reflect, Recite and Review). This strategy helps students to organize their information meaningfully, ask questions, reflect, and review it. The steps in the PQ4R strategy can help students organize the text, and organize themselves to obtain more in-depth information by means of broader elaboration. So that students will be more independent in learning. Independence in learning is termed Self Regulated Learning. Model Development of real analysis teaching materials to facilitate student self-regulated learning, namely the ADDIE model. ADDIE stages are (1) Analysis, (2) Design, (3) Development, (4) Implementation and (5) Evaluation. The quality of teaching materials is determined by valid, practical, and effective indicators. The validity of teaching materials is seen in the material aspects and design of teaching materials, and the practice seen in the trial is limited to 10 students and 1 lecturer. All instruments used in this study were validated to 2 validators who were lecturers in mathematics education FKIP Jambi University. The results obtained, the instrument has been declared eligible for use. While the results of developing real analysis teaching materials are declared valid and practical. Kata Kunci: Analisis Real, Self Regulated Learning
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Pemecahan Masalah Matematika Ditinjau dari Adversity Quotient (AQ) pada Materi Aritmatika Sosial Nadila Almubarokah; Roseli Theis; Dewi Iriani
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 14 No. 1 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v14i1.1501

Abstract

Berbagai kesalahan yang dialami siswa ketika menyelesaikan masalah matematika karena siswa tidak mampu mengenali informasi penting yang ada dalam masalah, serta fakta nyata dan hubungan inferensial yang harus dipahami. Adversity Quotient (AQ) dapat menjadi kunci untuk memahami bagaimana siswa menghadapi tantangan dan kemalangan, serta dapat memengaruhi kemampuan berpikir kritisnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Pemecahan Masalah Matematika Ditinjau dari Adversity Quotient (AQ) pada materi Aritmatika Sosial Kelas IX A SMP N 17 Kota Jambi. Pelaksanaan penelitian ini pada siswa kelas IX SMPN 17 Kota Jambi dengan subjek diambil sebanyak 6 siswa. Teknik pengumpulan data berupa tes kemampuan berpikir kritis, wawancara, dan angket Adversity Quotient. Prosedur yang dilakukan dalam penelitian kualitatif ini yakni meliputi tahapan pra-lapangan, tahapan pekerjaan lapangan dan tahapan analisis data. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data berupa reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keenam subjek penelitian memiliki proses berpikir yang berbeda-beda, sejalan dengan perbedaan kategori AQ yang dimiliki oleh tiap subjek penelitian. Di mana subjek penelitian yang memiliki AQ tinggi dan AQ sedang memiliki kemampuan berpikir kritis yang lebih baik dari subjek penelitian yang memiliki AQ rendah dalam menyelesaikan soal tes.
Analisis Kemampuan Reversible Thinking Matematis Siswa pada Materi Persamaan Linear Satu Variabel Dian Rizki Amalia; Roseli Theis; Marlina, Marlina
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 14 No. 1 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v14i1.1502

Abstract

Kemampuan Reversible Thinking menjadi kemampuan yang sangat penting dimiliki siswa ketika memecahkan permasalahan matematika. Melalui kemampuan Reversible Thinking siswa mampu melihat cara penyelesaian masalah bukan hanya dari satu sudut pandang saja, tetapi juga pembalikannya. Kemampuan ini memungkinkan siswa agar mampu menyelesaikan masalah matematika secara kompleks Namun kenyataannya kemampuan Reversible Thingking masih tergolong rendah. Tujuan penelitian ini ialah menganalisis kemampuan Reversible Thinking siswa pada materi persamaan linear satu variabel. Ini merupakan penelitian deskriptif dan termasuk dalam penelitian kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas VII-E SMP Negeri 17 Kota Jambi dengan subjek penelitian yang berjumlah 9 orang. Instrumen tes pada penelitian ini berupa lembar soal tes kemampuan Reversible Thinking dan lembar pedoman wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian kualitatif ini meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini memberikan hasil bahwa kemampuan Reversible Thinking siswa berbeda-beda, hal ini dilihat dari hasil jawaban siswa dalam menyelesaikan soal tes Kemampuan Reversible Thinking, dimana hanya S1 dan S2 yang mampu memenuhi ketiga indikator tersebut dalam menyelesaikan soal tes pada soal nomor 1 dan soal nomor 2. Dan untuk S3, S4, S5, S6, S7, S8, dan S9 memiliki kemampuan Reversible Thinking dengan pencapaian indikator yang beragam.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP Berdasarkan Gaya Belajar V-A-K (Visual, Auditori, Kinestetik) Ayu Andri Yani; Sofnidar, Sofnidar; Roseli Theis
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 14 No. 2 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v14i2.1541

Abstract

Gaya belajar siswa dalam mendapatkan ilmu pengetahuan memengaruhi kemampuannya ketika memecahkan masalah. kemampuan siswa tersebut tentu berbeda, dan siswa mempunyai cara yang berbeda untuk menyelesaikan masalah juga. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan mengenai kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP berdasarkan gaya belajar V-A-K (Visual, Auditori, Kinestetik). Penelitian ini menerapkan jenis penelitian kualitatif dan pendekatan deskriptif. Serta dilaksanakan di kelas VIII C SMP N 9 Muaro Jambi dengan tahun ajaran 2023/2024 menggunakan sebanyak 6 subjek. Teknik pengumpulan data berupa tes kuesioner angket gaya belajar, tes tertulis kemampuan pemecahan masalah matematis serta wawancara. Penelitian kualitatif mencakup tahapan pra-lapangan, pekerjaan lapangan serta analisis data. Teknik analisis dalam penelitian yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil dari penelitian membuktikan untuk keenam subjek penelitian mempunyai kemampuan pemecahan masalah yang beragam, secara fakta bahwa masing-masing subjek penelitian menggunakan gaya belajar yang berbeda pula. Dimana subjek gaya belajar visual dan auditori mampu memecahkan permasalahan matematika dengan baik daripada subjek gaya belajar kinestetik.
Pengaruh Pembelajaran Diferensiasi Berbasis Masalah Berdasarkan Kesiapan Belajar Siswa terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Kelas VIII SMP M. Agus Muhtadi Rohim; Roseli Theis; Khairul Anwar
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 14 No. 2 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v14i2.1549

Abstract

Penelitian ini didasari oleh rendahnya kemampuan siswa Kelas VIII SMP Negeri 11 Kota Jambi dalam memecahkan masalah serta terdapat perbedaan yang signifikan dalam kesiapan belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pembelajaran diferensiasi yang disesuaikan dengan kesiapan belajar terhadap kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Kota Jambi dalam memecahkan permasalahan. Metode yang digunakan ialah posttest only control group design, dengan sampel terdiri dari dua kelas yang dipilih secara random menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan tes kemampuan pemecahan masalah matematis dalam bentuk soal uraian. Hasil penelitian menunjukkan bahwasannya rata-rata skor posttest kemampuan pemecahan masalah matematis siswa di kelas eksperimen lebih tinggi daripada di kelas kontrol. Uji-t sampel independen menunjukkan nilai signifikansinya yakni 0,000 < 0,05. Analisis pengaruh penerapan pembelajaran berdiferensiasi berbasis masalah berdasarkan kesiapan belajar menunjukkan angka 15,02%. Berkenaan dengan itu, dapat ditarik kesimpulan bahwasannya penerapan pembelajaran diferensiasi berbasis masalah berdasarkan kesiapan belajar siswa memiliki dampak signifikan terhadap kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Kota Jambi dalam memecahkan permasalahan matematika.
Analysis of Students' Social Interaction During Mathematics Learning on Rational Numbers Using Vygotskian Perspectives Andana, Divina; Theis, Roseli; Iriani, Dewi
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 4 (2025): October - December 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v5i4.3912

Abstract

Students’ understanding of mathematical concepts is strongly shaped by the quality of social interaction that occurs during learning. Limited communication between teachers and students or among students can disrupt knowledge construction and weaken learning engagement. This study therefore examines (1) teacher–student social interactions in mathematics learning, (2) student–student social interactions, and (3) teachers’ strategies for adjusting the difficulty level of questions to students’ abilities. The study was conducted at SMP Negeri 7 Kota Jambi in May 2025 using a qualitative descriptive design. Data were collected through observation, questionnaires, interviews, and documentation, and analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing, with credibility ensured through source and technique triangulation. The results indicate that teacher–student interaction was in the excellent category. Teachers acted as More Knowledgeable Others by providing explanations, guiding questions, and scaffolding aligned with the Zone of Proximal Development. Student–student interaction was also excellent, as reflected in group discussions and the exchange of problem-solving strategies, although participation remained uneven. Teachers’ strategies in adjusting question difficulty were likewise excellent. These results affirm that social interaction-based learning grounded in Vygotskian theory supports students’ progression from actual to potential competence through collaboration and targeted instructional support.
Analysis of Students’ Thinking Processes in Solving Mathematical Problems Based on Bruner’s Theory in Pythagorean Theorem Tasks Wiranugraha, M. Eza; Theis, Roseli; Iriani, Dewi
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 4 (2025): October - December 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v5i4.3916

Abstract

This study aims to describe and analyze the thinking processes of junior high school students in solving mathematical problems based on Bruner's theory in the context of the Pythagorean theorem. The study was conducted at SMP Negeri 7 Kota Jambi in May 2025. Data were collected through classroom observations as preliminary data, followed by questionnaires and problem-solving tests as primary data, and interviews as supporting data. All data were analyzed qualitatively. The findings show that at the enactive stage, most students demonstrated low performance; four students were categorized as poor, one as excellent, and one as good. At the iconic stage, student performance ranged from low to adequate, with one student rated excellent, two rated adequate, and three rated poor. At the symbolic stage, most students demonstrated high performance, with three students rated excellent, two rated good, and one rated poor. These results indicate that although students generally succeed at the symbolic stage, weaknesses at the enactive and iconic stages suggest that their understanding remains predominantly procedural rather than conceptual. Teachers are encouraged to apply learning strategies that intentionally strengthen all three of Bruner’s representational stages, rather than moving directly to symbolic reasoning without first providing concrete experiences and visual representations. Teachers should also consider students’ diverse thinking processes when designing instruction. Future studies should include larger samples and more diverse methods, such as quantitative or mixed-methods approaches, to further examine how representation-based strategies influence students’ mathematical problem-solving performance.