Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pengaruh Cycling Test Terhadap Mutu Fisik Sabun mandi Cair ekstrak Meniran Hijau (Phyllanthus Ninuri L) Nor Latifah; Raudatul Patimah; Kurnia
JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences) Vol. 9 No. 1: March 2025
Publisher : LRI - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/jcps.v9i1.1263

Abstract

The skin can be cleansed and treated using soap. The most common bacteria found on the skin is Staphylococcus aureus, which can cause various skin problems. A natural ingredient known for its antibacterial properties is green Phyllanthus niruri leaves. To facilitate its application, it is necessary to develop it into a stable liquid soap formulation in terms of physical quality. The aim of this study was to determine the physical stability of a liquid soap formulation containing ethanol extract of green Phyllanthus niruri leaves, both before and after undergoing a cycling test on the best formulation.This research began with the processing of simplicia and extraction, followed by the formulation of liquid soap using green Phyllanthus niruri leaf extract with variations in KOH concentrations (14%, 16%, and 18%). The liquid soap formulations were then evaluated until the best formula was selected and subjected to a cycling test. Among the three formulas tested, the best formulation based on physical characteristics was F2, which used 16% KOH concentration. This formula was subsequently subjected to a cycling test for six cycles. The cycling test included organoleptic examination, homogeneity, pH, viscosity, foam height, and foam stability. The conclusion of this research on cycling tests shows that the physical quality of the preparation in the best formula, namely F2 (16%), showed significant changes in physical quality which was stable for 6 cycles.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Inovasi Pangan Lokal Berbasis Ikan Haruan (Channa striata) untuk Pencegahan Stunting di Desa Tabing Rimbah Nor Latifah; Daipadli Daipadli; Rida’ Millati; Raudatul Patimah; Erlina Fatmasari; Hayatus Sa’adah; Akhmad Fadillah Mursyid; Karina Putri Khairiyah; Elsa Putri Khairiyah; Septia Andini Putri; Anindita Juwita Apsari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1310

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi gizi dan keterampilan masyarakat dalam mengolah ikan haruan (Channa striata) sebagai pangan fungsional untuk pencegahan stunting di Desa Tabing Rimbah, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala. Kegiatan dilaksanakan pada Desember 2025–Juli 2026 melalui sosialisasi, pelatihan pengolahan ikan haruan menjadi bubur instan, biskuit, dan mi kering, edukasi gizi, serta pelatihan manajemen usaha dan pemasaran digital. Evaluasi menggunakan dua kuesioner. Hasil pada 20 responden menunjukkan pemahaman materi kategori baik (3,07) dan persepsi manfaat sangat baik (3,48). Sementara itu, kuesioner pada 19 responden menunjukkan kesiapan usaha kategori baik hingga sangat baik pada aspek produksi (4,15), mutu (4,10), kelembagaan (4,30), keberlanjutan usaha (4,07), serta kepuasan peserta (4,19). Temuan ini menunjukkan program efektif meningkatkan pemahaman dan kesiapan masyarakat dalam mengembangkan usaha pangan fungsional berbasis ikan haruan.
Analisis Kompaaratif Stabilitas Kimia dan Fisika Paracetamol pada Sediaan Padat dan Cair Anisa Anisa; Annisa Normiani Putri; Nor Latifah
Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF) Vol. 3 No. 3 (2025): Juli : Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF)
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/jrikuf.v3i3.773

Abstract

Paracetamol is one of the most widely used analgesic-antipyretic drugs and is available in various formulations, including solid tablets and liquid syrups, which differ significantly in long-term stability. This review analyzes data from ten journal studies (2013–2024) comparing the stability of paracetamol in different dosage forms. A literature review method was employed to assess physical and chemical stability under various storage conditions. Solid dosage forms, such as tablets, generally exhibit excellent long-term stability. When stored in sealed packaging at 30 °C/75% RH, tablets maintained potency and low impurity levels for up to five years. In contrast, liquid formulations, especially oral suspensions, degrade more rapidly once opened. For example, an opened Panadol® suspension retained acceptable quality for about five months under optimal conditions (refrigerated, protected from light) and degraded faster (around 3.5 months) under high temperatures. The main degradation product, p-aminophenol (PAP), remained below 0.005% in tablets but exceeded the 0.1% limit in most opened suspensions.Formulation factors, including pH and cosolvent use (e.g., glycerin, PEG 400), significantly affected liquid stability. Syrups with PEG 400 + glycerin maintained stable pH levels (5.6–6.8). In conclusion, solid forms are more stable than liquids, and careful formulation and adherence to storage guidelines are essential to ensure product quality.
Karakterisasi dan Stabilitas Fisik Sediaan Nanokrim Ekstrak Daun Matoa (Pometia pinnata) Erlina Fatmasari; Nor Latifah; Risa Ahdyani; M. Renaldy Noor Agika; Fitria Noor Hafifah
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v12i1.1075

Abstract

Pengaruh Variasi Konsentrasi Karbopol dan Hydroxy Propyl Metyl Cellulose (HPMC) Terhadap Mutu Fisik Basis Sediaan Hydrogel Nor Latifah; Hayatus Sa’adah; Risa Ahdyani; Rahmalisa Hafifah
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 16 No 2 (2025): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v16i2.1576

Abstract

Sediaan farmasi adalah obat, obat tradisional dan kosmetika. Obat dalam bentuk tertentu sesuai dengan persyaratan untuk menghasilkan obat yang aman, stabil, dan efektif. Ada beberapa bentuk sediaan farmasi, salah satunya bentuk sediaan topikal. Sediaan topikal merupakan sediaan yang penggunaannya pada kulit untuk memberikan efek lokal, salah satunya yaitu gel. Berdasarkan sifat pelarut, gel terdiri dari hidrogel, organogel, dan xerogel. Untuk menghasilkan sediaan yang memiliki stabilitas, kompatibilitas, dan toksisitas yang rendah serta mampu meningkatkan waktu kontak dengan kulit, hydrogel membutuhkan basis. Karbopol dan HPMC merupakan basis dari hydrogel. Kombinasi karbopol dan HPMC untuk menutupi kekurangan karbopol saat digunakan pada konsentrasi tinggi dan memberikan pH asam. Tujuan penelitian ini menemukan basis terbaik dari variasi konsentrasi bahan gelling agent yaitu karbopol dan Hydroxypropyl methyl cellulose (HPMC). Metode penelitian true-eksperimental design dengan variasi konsentrasi gelling agent (carbopol dan HPMC) pada sediaan hydrogel. Hasil penelitian menunjukkan dari 6 uji sifat fisik sediaan hydrogel, 3 formula (formula 1, 2 dan 4) memenuhi semua uji, namun ada 1 uji yang tidak memenuhi syarat pada formula 3 dan 5 pada uji daya sebar.
PELEPASAN SECARA IN-VITRO MANGOSTIN, PIPERIN, DAN CURCUMIN DALAM SEDIAAN PATCH ORAL Suharyani Ine; Latifah Nor; Fatonah Ani; Putra Azhar Dimas; Fatma Siti; Ramadhita Amelia; Daruwati Isti; Meisa Ade
Pharmacoscript 2025: Special Issue Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v1iSpecial.1983

Abstract

Sediaan patch sudah mulai digunakan sebagai alternatif sediaan padat yang inovatif dan menyenangkan ketika digunakan secara oral. Pada penelitian sebelumnya, bentuk patch berbasis kitosan dan alginat dipilih untuk penghantaran mangostin, namun memberikan masalah pada saat pencampuran. Mangostin yang diformulasikan dalam sediaan patch oral dengan basis natrium alginat dan kitosan mengikuti pelepasan Korsmeyer-Peppas sebanyak 80,34+0,32% pada jam ke-3, sementara pelepasan kurkumin hanya sekitar 13%. Pada penelitian ini, dibuat patch patch oral mangostin, piperin dan kurkumin dengan basis yang berbeda yaitu kitosan, hidroksipropilmetilselulosa dan gelatin. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi pelepasan tiga zat yang berbeda, yaitu mangostin, piperin, dan kurkumin dalam patch oral dengan basis yang sama. Pelepasan patch oral mangostin, piperin, dan kurkumin diuji menggunakan media saliva buatan dan waktu uji selama 3 jam. Studi ini memperlihatkan bahwa profil pelepasan mangostin, piperin, dan kurkumin, dari sediaan patch oral mengikuti model Korsmeyer-Peppas dengan nilai R2 masing-masing 0,9536; 0,9091; dan 0,903. Untuk mangostin mencapai konsentrasi tertinggi yaitu 14,93% pada menit ke-90, dan pada jam ke-3 melepaskan zat aktif 90,96%. Sementara kurkumin mencapai konsentrasi tertinggi pada menit ke-15 sebesar 24,34% dengan pelepasan 95,72% pada jam ke-3, dan piperin mencapai konsentrasi tertinggi pada menit ke-15 sebesar 11,52% dan pada jam ke-3 sebesar 92,33%. Pada model pelepasan Korsmeyer-Peppas, terjadi difusi dan erosi yang disebabkan oleh penggunaan polimer dalam sediaan patch, sehingga pelepasan akan cepat di awal dan menjadi stagnan di akhir. Fenomena ini bermanfaat untuk mendapatkan onset of action yang cepat, namun stabil dalam waktu lama.
Sehat Barataan: Edukasi Pola Hidup Sehat untuk Mewujudkan Remaja Berdaya di SMAN 1 Rantau Badauh Nor Latifah; Isdalia Isdalia; Meilisa Maulidah; Meri Nabila Pratiwi; M Zikri Nizar; Ninda Rusmini; Safina Azzahria Zalda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 11 (2026): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i11.3925

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai pola hidup sehat di SMAN 1 Rantau Badauh. Hasil observasi awal menunjukkan masih terdapat kebiasaan kurang sehat pada siswa, seperti pola tidur tidak teratur, melewatkan sarapan, dan penggunaan gawai berlebihan. Kegiatan dilaksanakan pada 17 Desember 2025 dengan metode edukasi promotif partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi, ice breaking, serta evaluasi pretest dan posttest, yang diikuti oleh 20 siswa. Materi edukasi meliputi pentingnya tidur cukup, kebiasaan sarapan dan pola makan seimbang, serta pembatasan penggunaan gadget. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah kegiatan edukasi. Kegiatan ini memberikan dampak positif sebagai langkah awal pembentukan perilaku hidup sehat yang berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Edukasi Formulasi Sejak Dini: Membuat Hand Sanitizer dari Infusa Daun Sirih dan Jeruk di Lingkungan SMP Negeri 6 Banjarbaru Hayatus Sa'adah; Muhammad Fazri; Mahmudah Mahmudah; Khairunisa Rahmadayanti; Risa Ahdyani; Erlina Fatmasari; Nor Latifah; Rosa Riauwati; Najwi Hasani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 12 (2026): Februari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i12.3961

Abstract

Penggunaan bahan alami yang memiliki sifat antibakteri/antivirus dan aman untuk kulit dapat menjadi alternatif bahan hand sanitizer. Daun sirih mengandung senyawa eugenol dan jeruk mengandung vitamin C, keduanya memiliki manfaat antibakteri dan antivirus, dan berpotensi untuk dikembangkan menjadi bahan dalam pembuatan hand sanitizer alami ramah lingkungan. Mengingat pentingnya kebersihan tangan, terutama di kalangan anak muda yang sering beraktivitas di lingkungan sekolah, pengetahuan mengenai formulasi hand sanitizer berbahan alami relevan untuk diinformasikan melalui kegiatan Konseling Informasi dan Edukasi. Tujuannya adalah memberikan edukasi kepada siswa Sekolah Menengah Pertama mengenai pentingnya formulasi hand sanitizer berbasis bahan alami serta meningkatkan kesadaran akan kebersihan tangan sebagai langkah preventif dalam menjaga kesehatan. Metode yang digunakan meliputi pretest, pemberian materi edukasi, demonstrasi pembuatan hand sanitizer, praktik langsung oleh siswa, dan postest. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa antusias dalam mengikuti proses formulasi dan memahami manfaat bahan alami. Berdasarkan hasil evaluasi, terdapat peningkatan signifikan pada aspek pemahaman siswa terhadap materi dan proses formulasi hand sanitizer.
Pemberdayaan Ekonomi Petani Jeruk melalui Produksi Eco-Enzyme Berbasis Limbah Organik di Desa Mandastana Aris Purwanto; M Awaluddin Padjrin; Hasbi As-shiddiq; Herman Ariadi; Nor Latifah; Najwi Hasani
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v10i1.28545

Abstract

Eco-enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik, terutama kulit jeruk, gula, dan air, yang diproses selama kurang lebih tiga bulan. Fermentasi ini menghasilkan cairan berwarna cokelat dengan aroma khas yang mengandung enzim serta senyawa bioaktif bermanfaat. Produk eco-enzyme memiliki beragam fungsi, antara lain sebagai pembersih alami, pupuk organik cair, desinfektan, pengusir serangga, dan pengharum ruangan. Pemanfaatan limbah kulit jeruk menjadi eco-enzyme memiliki nilai strategis karena mampu mengurangi timbulan sampah organik rumah tangga, menekan pencemaran lingkungan, serta menghasilkan produk ramah lingkungan dengan nilai ekonomis. Melalui program pengabdian kepada masyarakat, pelatihan pembuatan eco-enzyme tidak hanya meningkatkan kesadaran dan keterampilan warga, tetapi juga membuka peluang usaha kecil berbasis lingkungan. Dengan demikian, eco-enzyme berbasis kulit jeruk dapat menjadi solusi sederhana, murah, dan berkelanjutan dalam mendukung pengelolaan sampah organik di tingkat rumah tangga maupun komunitas.
Transfer Teknologi Kesehatan Aplikasi Layanan Pengobatan Gratis MPKU Kapuas Daipadli Daipadli; Lukman Harun; Subhan Panji Cipta; Viony Tri Banowati; Siti Rahmaniah; Najwi Hasani; Nor Latifah; Joko Priyanto Wibowo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 5 No. 1 (2026): September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v5i1.1665

Abstract

Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) Muhammadiyah Kapuas menghadapi hambatan operasional layanan kesehatan di daerah terpencil akibat pengelolaan data manual, seperti tingginya waktu tunggu antrean, risiko kesalahan data, dan inefisiensi manajemen logistik obat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas operasional program pengobatan gratis melalui modernisasi sistem pelayanan berbasis Sistem Informasi Manajemen (SIM) MPKU. Kegiatan ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui tahap persiapan, pelatihan (capacity building), dan evaluasi. Sasaran program meliputi 15 staf medis dan administratif serta 70 pasien penerima manfaat. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi waktu, kuesioner System Usability Scale (SUS), kuesioner kepuasan, dan analisis dokumen logistik. Analisis data memanfaatkan statistik komparatif (Paired Sample t-Test), uji proporsi, dan analisis deskriptif.