Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Manajemen Destinasi Wisata Berbasis Kearifan Lokal Maja Labo Dahu untuk Keberlanjutan Pariwisata Kota Bima Feriyadin, Feriyadin; Marswandi, Ega Dwi Putri; Pratama, Aryan Agus; Ulya, Baiq Nikmatul
Journal of Tourism and Creativity Vol. 8 No. 1 (2024): Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Rumah Jurnal UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jtc.v8i1.45308

Abstract

Tata kelola destinasi wisata Kota Bima yang didasari oleh nilai lokalitas budaya dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat serta pertahanan budaya di daerah. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui potensi wisata dan penerapan kearifan lokal Maja Labo Dahu dalam pengelolaan destinasi wisata Kota Bima, mengingat pola pengembangan manjamen destinasi kedepan memerlukan eksplorasi tatanan nilai, lokalitas, dan keharmonisan dalam membangun destinasi wisata yang berkelanjutan. Penelitian ini bersifat deskritif kualitatif dengan menggunakan pendekatan ethnografi. Data diperoleh melalui observasi lapangan, studi pustaka dan wawancara mendalam pada 40 informan yang terdiri dari 10 pengelola obyek wisata, 10 wisatawan, 10 tokoh agama dan budaya, dan 10 masyarakat lokal. Data dianalisis dengan cara mereduksi, menyajikan, dan menyimpulkan data serta memverifikasinya. Hasil penelitian menunjukan bahwa potensi pariwisata Kota Bima bertumpu pada keanekaragaman, keunikan dan kekhasan budaya dan alam, serta letak wilayah yang sangat strategis menghubungkan antara Labuan Bajo, Lombok, dan Bali sebagai daerah pariwisata prioritas nasional yang dapat dijangkau melalui darat, laut dan udara. Keberadaan potensi wisata perlu dikelola dengan menerapkan nilai lokalitas Maja Labo Dahu yang dipengang teguh masyarakat Bima sesuai dengan norma agama (Islam) seperti jujur, dapat dipercaya, harmonis, kompeten, dan adaptif. Manajemen destinasi wisata berbasis Maja labo Dahu dapat menjadi sebuah model alternatif dalam pengelolaan pariwisata berbasis kearifan lokal, yang mengajarkan tentang keharmonisan relasi antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan lingkungannya. Pentingnya implementasi budaya Maja labo Dahu dalam pengelolaan destinasi wisata adalah upaya untuk menjaga keberlangsungan sumber daya alam dan sosial budaya dan pada waktu yang bersamaan dapat memperoleh manfaat secara ekonomi bagi masyarakat lokal. Maka, dalam rangka memberikan acuan bagi pemangku kepentingan, perlu pembuatan pedoman pengelolaan destinasi pariwisata berbasis kearifan lokal yang Berkelanjutan.
Ecotourism Development Strategy of Kembang Kuning Tourism Village Based on the 3S Concept in East Lombok Hasnia Minanda; Baiq Nikmatul Ulya; Siti Anggriana; Nur Afiah; Lalu Ferdi Ferdiansyah
Jurnal Internasional Riset Bisnis Pariwisata Vol 4 No 2 (2025): International Journal of Tourism Business Research (INTOUR)
Publisher : Faculty of Economics and Business, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/intour.v4i2.2580

Abstract

This study aims to analyze the ecotourism potential of Kembang Kuning Tourism Village in East Lombok through the concept of Something to See, Something to Do, and Something to Buy (3S). The research adopts a descriptive qualitative approach based on field observations, interviews, and literature studies. The findings show that the village possesses significant potential to develop as a sustainable community-based tourism destination. The aspect of Something to See includes the scenic beauty of the Rinjani foothills, waterfalls, and traditional cultural landscapes that enhance the visual appeal of the destination. Something to Do reflects a variety of participatory and educational activities, such as trekking, agricultural tourism, and cultural workshops, that engage visitors with local life. Meanwhile, Something to Buy highlights local creative economy products such as coffee, honey, and handicrafts, representing economic empowerment for local residents. Overall, the integration of natural, cultural, and economic attractions, supported by government programs and digital promotion, strengthens Kembang Kuning’s position as a leading sustainable ecotourism village. The study concludes that participatory management and environmental preservation are key strategies to ensure the long-term competitiveness and sustainability of the destination
PENINGKATAN KAPASITAS PEMANDU WISATA LOKAL DESA WISATA TETEBATU MELALUI PEMBUATAN GUIDING BOOK Budiatiningsih, Mahmudah; Mahmudah; Ulya, Baiq Nikmatul; Rojabi, Siti Hamdiah; Ferdiansyah, Lalu Ferdi; Isban
Jurnal Pepadu Vol 6 No 4 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i4.8887

Abstract

Desa Wisata Tetebatu memiliki potensi wisata yang besar, namun pemandu lokal masih belum maksimal dalam memberikan pelayanan pemanduan terutama terkait standar informasi. Padahal, kualitas pelayanan pemanduan berpengaruh terhadap kepuasan wisatawan. Oleh karenanya, dilakukan kegiatan peningkatan kapasitas pemandu wisata lokal Desa Wisata Tetebatu melalui pembuatan guiding book. Guiding book ini dapat dimanfaatkan sebagai buku saku yang menjadi pedoman bagi pemandu lokal dalam melakukan tugas pemanduan, sehingga kegiatan pemanduan menjadi lebih berkualitas. Kegiatan ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan yaitu pemilihan sasaran, identifikasi masalah, penyampaian tawaran solusi kepada mitra, pendampingan penyusunan materi pemanduan, dan penyusunan guiding book. Pelaksanaan kegiatan ini berjalan dengan lancar dan mendapat dukungan penuh dari mitra, yaitu Pokdarwis Desa Wisata Tetebatu, Perangkat Desa Tetebatu, pemandu lokal Desa Wisata Tetebatu, dan masyarakat setempat. Kegiatan pengabdian diawali dengan koordinasi tim dengan mitra, survei jalur pemanduan dan identifikasi setiap daya tarik wisata, pelatihan dan FGD penyusunan materi pemanduan, dan penyusunan guiding book. Guiding book yang sudah di-review oleh mitra selanjutnya difinalisasi, dicetak, dan didistribusikan kepada para pemandu wisata lokal. Guiding book ini berperan sebagai buku saku para pemandu wisata. Kegiatan pemanduan ini berhasil menyelesaikan permasalahan mitra. Selain produk utama, kegiatan ini juga memberikan peningkatan keterampilan pemandu dalam penyampaian informasi dan memperkuat jejaring kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat lokal.
Ethical Capital as a Value Proposition in Halal Tourism Entrepreneurship: Evidence from Lombok, Indonesia Pratama, Aryan Agus; Feriyadin, Feriyadin; Ulya, Baiq Nikmatul; Maswandi, Ega Dwi Putri
Pinisi Business Administration Review Volume 8 Number 1, March 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pbar.v8i1.82409

Abstract

Halal tourism studies have thus far been dominated by attributive and symbolic approaches, while the value dimensions underlying destination practices and sustainability have not been explored in depth. This study aims to investigate the value proposition underlying Lombok's halal tourism branding. The study uses a qualitative approach with a case study design in two community-based destinations. Data were collected through observation, in-depth interviews, and focus group discussions, then analyzed using content analysis through the stages of data condensation, data presentation, and conclusion drawing. The results show that halal tourism practices in Lombok are shaped by ethical capital consisting of social dedication, understanding of halal, and obedience, which serve as the foundation of the destination's value proposition. These findings confirm that the sustainability and credibility of Lombok's halal tourism branding depend on the strength of local values that live within the business community, so that halal destination development strategies need to be directed at strengthening community values and involvement, not merely symbolic promotion.