Sonny Tilaar
Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi, Manado

Published : 80 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 42 Documents
Search
Journal : SPASIAL

KAJIAN PENGGUNAAN LAHAN PADA KAWASAN STRATEGIS CEPAT TUMBUH DI KECAMATAN KALAWAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Rumagit, Eliska S.G.; Waani, Judy O; Tilaar, Sonny
SPASIAL Vol 4, No 3 (2017)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Kalawat  adalah salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Minahasa Utara (luas 44.21 km²) Kecamatan Kalawat yang berkembang dengan jumlah penduduk yang selalu bertambah serta memiliki lokasi yang strategis karena berada di antara dua kota, yaitu Kota Manado dan Kota Bitung, sehingga Kecamatan Kalawat merupakan salah satu daerah penghubung bagi kota – kota tersebut. Kecamatan Kalawat juga mempunyai kondisi geografi yang cenderung landai sehingga terjadinya pembangunan perumahan-perumahan baru, tokoh, hotel dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan penggunaan lahan yang terjadi di Kecamatan Kalawat dan mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya perubahan penggunaan lahan. Perubahan  penggunaan  lahan  adalah bertambahnya suatu  penggunaan  lahan dari satu sisi penggunaan  ke penggunaan  yang  lainnya diikuti dengan berkurangnya  tipe  penggunaan lahan yang  lain dari suatu waktu  ke waktu berikutnya, atau berubahnya fungsi suatu lahan pada  kurun  waktu  yang  berbeda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dan analisis SIG. Analisis Overlay. Dalam SIG berguna untuk menghasilkan penilaian terhadap perkembangan kota yang terjadi di Kawasan Cepat Tumbuh sedangkan Analisis Deskriptif digunakan untuk mengetahui perkembangan hasil overlay peta time series berdasarkan citra satelit dan peta kondisi eksisisting kawasan cepat tumbuh.  Kata Kunci : Perkembangan Perkotaan, Lahan, Kawasan Cepat Tumbuh
KAJIAN DENSITAS DAN POLA PERGERAKAN DI KECAMATAN AIRMADIDI Katuuk, Rionald Jourdan; Tilaar, Sonny; Moniaga, Ingerid L
SPASIAL Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Minahasa Utara memiliki posisi Geostrategi yang cukup baik, karena terletak di antara Kota Manado dan Kota Bitung sebagai Pusat Kegiatan Nasional. Sebagai pusat pertumbuhan dan pengembangan wilayah Kabupaten Minahasa Utara, Airmadidi mengalami perkembangan yang relatif cepat bila dibandingkan dengan daerah - daerah di sekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi densitas kepadatan dan pola pergerakan di Kecamatan Airmadidi dan menganalisis densitas kepadatan dan pergerakan harian masyarakat di Kecamatan Airmadidi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian, kelurahan dengan densitas kepadatan tinggi yaitu Kelurahan Tanggari (120 Jiwa/ha) dan Kelurahan Sampiri (114 Jiwa/ha). Kelurahan dengan kepadatan sedang yaitu Kelurahan Sawangan (75 Jiwa/Ha), Kelurahan Airmadidi Atas (51 Jiwa/Ha), Kelurahan Rap – Rap (54 Jiwa/Ha), Kelurahan Sarongsong Satu (65 Jiwa/Ha) dan Kelurahan Sarongsong Dua (74 Jiwa/Ha). Sedangkan Kelurahan dengan kepadatan rendah Kelurahan Airmadidi Bawah (49 Jiwa/Ha) dan Kelurahan Sukur (25 Jiwa/Ha) sedangkan Pola pergerakan harian masyarakat Kecamatan Airmadidi rata - rata yaitu melakukan perjalanan ke tempat kerja. Lokasi tempat kerja rata – rata radius berada pada Kecamatan Airmadidi namun ada juga yang bekerja di Kota Manado dan Kota Bitung. Tidak hanya bekerja namun masyarakat juga ada yang pergi berbelanja. Lokasi tempat berbelanja yaitu di Pasar yang berlokasi di Kelurahan Sarongsong I. Namun ada 1 desa yang memilih berbelanja di Pasar Tondano dikarenakan lokasi desa yang berjarak ± 12 kilometer dari Pasar Sarongsong I yaitu Desa Tanggari. Akses Desa Tanggari ke tempat perbelajan di Pasar Tondano dapat ditempuh dengan kendaraan ± 15 menit.  Kata Kunci : Densitas, Pola Pergerakan Harian, Kecamatan Airmadidi
KOMPARASI HARGA LAHAN BERDASARKAN FUNGSI KAWASAN DI KOTA MANADO Pangkey, Oksilina; Tilaar, Sonny; Supardjo, Suryadi
SPASIAL Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Manado merupakan jantung Provinsi Sulawesi Utara, dimana nilai lahan yang menjanjikan di Kota Manado menjadikan kota tersebut berkembang. Salah satu faktor Kota Manado memiliki nilai lahan yang bervariasi yaitu tergantung pada penggunaan dan peruntukkan lahan atau fungsi kawasannya. Tujuan dalam penelitian ini yaitu mengidentifikasi harga lahan di Kota Manado serta mengkomparasikan harga lahan berdasarkan fungsi kawasan di Kota Manado. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan analisis statistik komparatif yang meliputi 3 (tiga) analisis yaitu analisis uji t, analisis korelasi koefisien kontingensi dan analisis uji lanjut Tukey HSD. Dari hasil analisis uji t dapat dilihat antara pasangan dua nilai rata-rata harga lahan yang memiliki perbedaan adalah 80% dan yang tidak memiliki perbedaan adalah 20%. Dari hasil analisis korelasi didapati bahwa harga lahan memiliki hubungan yang kuat dengan fungsi kawasan. Analisis akhir yang dilakukan adalah analisis uji lanjut Tukey HSD menghasilkan nilai beda besar nilai rata-rata dan simpulan beda yaitu 77% signifikan dan 33% tidak signifikan. Keseluruhan analisis menyimpulkan bahwa harga lahan di Kota Manado memiliki variasi tergantung pada fungsi kawasannya. Dari beberapa kawasan yang diteliti, disimpulkan bahwa rata-rata harga lahan transaksional tertinggi adalah kawasan perdagangan umum, dan rata-rata harga lahan transaksional terendah adalah kawasan perkebunan. Kata Kunci: Harga Lahan, Fungsi Kawasan, Komparatif
KORELASI ANTARA HARGA LAHAN DENGAN KEPADATAN TERBANGUN DI KECAMATAN MALALAYANG, KOTA MANADO Tambajong, Gifly Jeremy; Tilaar, Sonny; Rogi, Octavianus H
SPASIAL Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Malalayang adalah salah satu dari 11 kecamatan yang ada di Kota Manado. Kecamatan Malalayang berlokasi di pinggiran Kota Manado dan memiliki potensi untuk terus berkembang sebagai wilayah permukiman, hal ini akan menyebabkan dinamika perubahan harga lahan yang signifikan dari waktu ke waktu. Peningkatan jaringan utilitas, kebutuhan ruang terbuka, prasarana sosial dan ekonomi, ketersediaan perumahan, jaringan air bersih merupakan implikasi dari berkembangnya suatu wilayah, yang selanjutnya timbullah permasalahan kota yang sangat kompleks. Harga lahan yang tinggi cenderung ditempati oleh fungsi lahan komersial, kecenderungan ini semakin meningkat pada akhirnya dimanfaatkan oleh para spekulan tanah dengan maksud untuk mencari keuntungan.. Analisis data menggunakan analisis korelasi pearson dengan bantuan software SPSS .Sebagai panduan yang lebih baku, interpretasi derajat keeratan hubungan kedua variabel ini dilakukan dengan mengacu pada klasifikasi hubungan statistikal dua peubah / variabel yang dikemukakan oleh Guilford, yang secara garis besar diuraikan. Hasil analisis korelasi yang ada menunjukkan bahwa dari kedua variabel Harga Lahan (X) dan Kepadatan Terbangun (Y) memiliki korelasi nilai yang beragam. Untuk kedua variabel Harga lahan (X) memiliki korelasi yang kecil terhadap variabel okupansi bangunan yaitu berjumlah 0,363 dan 0,139, memiliki korelasi yang cukup terhadap kepadatan penduduk yaitu berjumlah 0,660 dan 0,304 , memiliki korelasi yang erat terhadap kepadatan bangunan 0,869 dan 0,624 .  Kata Kunci : Korelasi Pearson, Harga Lahan, Kepadatan Terbangun, Okupansi  Bangunan
EVALUASI PRASARANA DASAR PERMUKIMAN DI KELURAHAN KIMA ATAS DAN KELURAHAN KAIRAGI II DI KECAMATAN MAPANGET Tilaar, Natalia; Gosal, Pierre H; Tilaar, Sonny
SPASIAL Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan disuatu daerah sangat berkaitan erat dengan adanya fasilitas pendukung yang dapat memudahkan aktivitas masyarakat dalam melakukan kegiatan ekonomi atau sosial, untuk itu perlu kiranya dibahas mengenai prasarana. Prasarana salah satu fasilitas utama atau fasilitas dasar dalam suatu kegiatan dalam permukiman. Permukiman adalah bagian permukaan bumi yang dihuni manusia meliputi segala sarana dan prasarana yang menunjang kehidupannya yang menjadi satu kesatuan dengan tempat tinggal yang bersangkutan menurut Sumaatmadja (1988). Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kondisi lingkungan dan membadingkan prasarana yang ada. Analisis dilakukan pada setiap prasarana yang menghasilkan rekomemdasi sesuai dengan kebutuhan. Hasil analisis yang di dapat dari jaringan jalan yang terdapat di kelurahan Kima Atas memiliki panjang 3786 meter dan tidak terdapat jalan untuk diperbaiki sedangkan di kelurahan Kairagi II memiliki 5,091,707 meter dan memerlukan perbaikan jalan sepanjang 1,625,8 meter. Hasil analisis drainase di kelurahan Kima Atas memiliki panjang drainase 17.452 meter dan tidak terdapat drainase untuk diperbaiki sedangkan di kelurahan Kairagi II memliki panjang drainase 890.579 meter dan memerlukan perbaikan drainase sepanjang 9.833 meter. Hasil analisis air bersih di dapatkan bahwa kebutuhan penambahan sambungan PDAM di kelurahan Kima Atas yaitu 189 sambungan dan kelurahan Kairagi II 1761 sambungan, dan 237 sambungan untuk sumur bor/pompa untuk kelurahan Kima Atas dan untuk kelurahan Kairagi II tidak memerlukan sambunga, dan juga untuk bak penampungan air bersih dibutuhkan 237 sambungan untuk bak penampungan di kelurahan Kima Atas sedangkan untuk kelurahan Kairagi II tidak membutuhkan sambungan. Hasil analisis persampahan yang terdapat di kelurahan Kima Atas dan Kairagi II diperlukan pembuatan TPS dengan menggabungkan beberapa lingkungan dengan menyesuaikan dengan banyaknya penduduk yang ada. Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat digunakan sebagai rekomendasi dalam pengembangan penelitian.Kata Kunci : Prasarana Dasar Permukiman, Kondisi, Kebutuhan
ANALISIS PEMETAAN KAPASITAS ADAPTASI MASYARAKAT KELURAHAN KINILOW SATU DAN KAKASKASEN SATU TERHADAP ANCAMAN BENCANA VULKANIK GUNUNG LOKON Walandouw, Daniel; Tilaar, Sonny; Tarore, Raymond Ch
SPASIAL Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu gunung berapi yang aktif di provinsi Sulawesi Utara adalah Gunung api Lokon yang terletak di Kota Tomohon dengan tinggi 1.580 meter di atas permukaan laut. Bahaya primer atau bahaya langsung akibat latusan, adalah seperti luncuran awan panas, lontaran piroklastik dan aliran lava. Sedangkan bahaya sekunder atau bahaya tidak langsung adalah lahar hujan yang terjadi setelah erupsi apabila turun hujan lebat di sekitar puncak gunung Lokon. Dampak dari letusan gunung Lokon adalah bahaya primer dan bahaya sekunder. Kondisi ini menggambarkan bahwa bila terjadi erupsi letusan gunung api Lokon, di kelurahan Kinilow Satu dan Kakaskasen Satu berpotensi mengalami kerusakan secara fisik, bahkan mengancam keselamatan jiwa. Kapasitas adaptasi didefinisikan sebagai kemampuan dari suatu sistem untuk mengubah wataknya untuk dapat lebih baik mengatasi tekanan yang sudah ada maupun yang akan terjadi (Adger et al. 2004). Adanya penelitian ini diharapkan dapat menganalisis dan memetakan tingkat kapasitas adaptasi masyarakat di kelurahan Kinilow Satu dan Kakaskasen Satu terhadap bencana vulkanik Gunung Lokon. Dengan demikian penelitian ini berguna dalam memberikan rekomendasi untuk memperbaiki, merencanakan kembali dan mengembangkan kapasitas daerah Kota Tomohon. Penelitian ini menggunakan metode analisis Deskriptif kuantitatif dengan melakukan analisis spasial. Berdasarkan hasil analisis, lingkungan yang teridentifikasi memiliki tingat kapasitas adaptasi yang tinggi di kedua kelurahan berjumlah 5 (lima) lingkungan sedangkan tingat kapasitas adaptasi sedang berjumlah 9 (sembilan) lingkungan, dan tingat kapasitas adaptasi yang rendah berjumlah 7 (tujuh) lingkungan. Kata Kunci : Kapasitas Adaptasi, Gunung Lokon
ANALISIS PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI AMURANG Pinangkaan, Karfel; Tilaar, Sonny; Franklin, Papia J.C.
SPASIAL Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan Pengunaan lahan menjadi permasalahan yang sangat penting bagi daerah perkotaan. hal ini juga dialami di Amurang. Pertumbuhan penduduknya dan mobilitas yang sangat tinggi, disebabkan karna letak geografis kota Amurang yang berada di sepanjang jalur trans Sulawesi, serta menjadi akses bagi terhubungnya kabupaten/kota lainnya di Sulawesi Utara bahkan provinsi-provinsi menjadi faktor pemicu. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengidentifikasi perubahan penggunaan lahan di Amurang1 dan Menganalisa perubahan penggunaan lahan di Amurang2. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatif deskriptif, fokusnya adalah penggambaran secara menyeluruh tentang perubahan penggunaan lahan. Pada penelitian ini juga menggunakan teknik analisis data lewat SIG (Sistem Informasi Geografi) untuk menganalisa dan melihat perubahan lahan yang terjadi di Amurang dalam beberapa tahun terakhir yaitu tahun 2003 sampai 2018. Penelitian ini menganalisa data time series dengan selang waktu 16tahun, hal ini merupakan sesuatu yang sangat menarik dibandingkan dengan penelitian lainnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu terdiri atas faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal dipengaruhi oleh (1) Penduduk, (2) Aksesbilitas, (3) Prasarana dan sarana; kemudahan menjangkau lokasi usaha/tempat kerja & kemudahan menjangkau kawasan lain, (4) Daya dukung Lahan, (5) Ekonomi Sedangkan faktor eksternal dipengaruhi oleh (6) Aturan/kebijakan pemerintah; rencana struktur ruang kota dan rencana pola ruang kota.Kata Kunci: Perubahan Penggunaan lahan, Amurang
ANALISIS PEMETAAN KAPASITAS ADAPTASI MASYARAKAT KELURAHAN KINILOW SATU DAN KAKASKASEN SATU TERHADAP ANCAMAN BENCANA VULKANIK GUNUNG LOKON Walandouw, Daniel; Tilaar, Sonny; Tarore, Raymond Ch.
SPASIAL Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu gunung berapi yang aktif di provinsi Sulawesi Utara adalah Gunung api Lokon yang terletak di Kota Tomohon dengan tinggi 1.580 meter di atas permukaan laut. Bahaya primer atau bahaya langsung akibat latusan, adalah seperti luncuran awan panas, lontaran piroklastik dan aliran lava. Sedangkan bahaya sekunder atau bahaya tidak langsung adalah lahar hujan yang terjadi setelah erupsi apabila turun hujan lebat di sekitar puncak gunung Lokon. Dampak dari letusan gunung Lokon adalah bahaya primer dan bahaya sekunder. Kondisi ini menggambarkan bahwa bila terjadi erupsi letusan gunung api Lokon, di kelurahan Kinilow Satu dan Kakaskasen Satu berpotensi mengalami kerusakan secara fisik, bahkan mengancam keselamatan jiwa. Kapasitas adaptasi didefinisikan sebagai kemampuan dari suatu sistem untuk mengubah wataknya untuk dapat lebih baik mengatasi tekanan yang sudah ada maupun yang akan terjadi (Adger et al. 2004). Adanya penelitian ini diharapkan dapat menganalisis dan memetakan tingkat kapasitas adaptasi masyarakat di kelurahan Kinilow Satu dan Kakaskasen Satu terhadap bencana vulkanik Gunung Lokon. Dengan demikian penelitian ini berguna dalam memberikan rekomendasi untuk memperbaiki, merencanakan kembali dan mengembangkan kapasitas daerah Kota Tomohon. Penelitian ini menggunakan metode analisis Deskriptif kuantitatif dengan melakukan analisis spasial. Berdasarkan hasil analisis, lingkungan yang teridentifikasi memiliki tingat kapasitas adaptasi yang tinggi di kedua kelurahan berjumlah 5 (lima) lingkungan sedangkan tingat kapasitas adaptasi sedang berjumlah 9 (sembilan) lingkungan, dan tingat kapasitas adaptasi yang rendah berjumlah 7 (tujuh) lingkungan.Kata kunci: Kapasitas Adaptasi, Gunung Lokon
PEMETAAN MASALAH PENYEDIAAN AIR MINUM DI PERKOTAAN TOBELO KABUPATEN HALMAHERA Silangen, Marcelino Gerry; Tilaar, Sonny; Sembel, Amanda
SPASIAL Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air minum sebagai infrastruktur kota sangat berperan dalam menunjang perkembangan kota, diantaranya membutuhkan sistem penyediaan air minum yang baik sehingga mampu memenuhi kebutuhan sehari- hari penduduknya. Ketersediaan air minum di Perkotaan Tobelo semakin menipis yang sebagian besar disebabkan oleh pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat, serta pencemaran sumber air yang semakin parah. Berdasarkan database air minum Cipta Karya Halmahera Utara tahun 2019  terdapat 9 kelurahan/desa yang penyediaan air minumnya masih dibawah 50 % atau belum memenuhi standar pelayanan minimum air minum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi penyediaan air minum di kawasan Perkotaan Tobelo dan tingkat masalah penyediaan air minum di Kawasan Perkotaan Tobelo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis deskriptif kondisi kualitas, kuantitas dan kontinuitas penyediaan air minum, dan menggunakan analisis skoring untuk memetakan tingkat masalah penyediaan air minum yang ada di Perkotaan Tobelo. Berdasarkan hasil analisis deskriptif kondisi eksisting  penyediaan air minum dimana persentase pelayanan air minum, infrastruktur air minum, dan kondisi kualitas air minum menjadi masalah utama dalam penyediaan air minum di Perkotaan Tobelo. Hasil dari skoring tingkat masalah penyediaan air minum terbagi dalam 3 kriteria yaitu Tingkat masalah tinggi terdapat pada Desa Popilo Utara, Tolonuo, Luari, Kokota Jaya, Gorua, Gura, Kakara, Kumo, Wko, Kali Pitu, Upa, Lina Ino. Kali Upa, Tanjung Niara, Tingkat masalah sedang terdapat pada Desa Popilo, Gorua Selatan, Ruko, Gorua Utara, Gamsungi, Rawajaya, dan Desa Mahia, dan Tingkat masalah rendah terdapat pada Desa Gosoma, Wari Ino, dan Mkcm.Kata Kunci: Pemetaan, Masalah Penyediaan Air Minum, Perkotaan Tobelo.
KAJIAN PENGEMBANGAN KAWASAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN AMURANG TIMUR BERDASARKAN DAYA DUKUNG LAHAN Lomban, Gracella Patricia; Tilaar, Sonny; Siregar, Frits O.P.
SPASIAL Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Amurang Timur merupakan wilayah hasil pemekaran dari Kecamatan Amurang yang juga merupakan kawasan pusat pemerintahan dan perkantoran serta arahan pengembangan kota sebagai kawasan potensial untuk dikembangkan menjadi kawasan permukiman. Permasalahan menonjol yang ditimbulkan akibat pemekaran kota salah satunya ialah masalah kesesuaian pemanfaatan lahan. Pemanfaatan lahan untuk kawasan permukiman harus memberikan lingkungan hidup yang sehat serta aman dari bencana alam. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini ialah untuk menganalisis dan mengidentifikasi kemampuan dan kesesuaian lahan yang ada di Kecamatan Amurang Timur dalam pengembangan permukimannya. Penentuan kemampuan dan kesesuaian lahan mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.20/PRT/M/2007 tentang Pedoman Teknik Analisis Fisik dan Lingkungan, Ekonomi Serta Sosial Budaya Dalam Penyusunan Tata Ruang. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif deskriptif dengan pendekatan analisis spasial overlay tumpang-tindih dan skoring untuk pemberian nilai serta diperoleh kelas kesesuaian lahan pada tiap parameter menggunakan sistem informasi geografis (SIG). Dari hasil penelitian ditemukan bahwa Kecamatan Amurang Timur memiliki kemampuan lahan yang cukup mampu dalam pengembangan kawasan terutama permukiman serta didapatkan empat kategori klasifikasi kesesuaian lahan untuk wilayah Kecamatan Amurang Timur yaitu kategori Sangat Sesuai (S1) dengan luas 485,76 Ha, Cukup Sesuai (S2) dengan luas 8788,27 Ha, Tidak Sesuai (N1) dengan luas 6664,54 Ha dan Tidak Sesuai Permanen (N2) dengan luas 1256,06 Ha.Kata Kunci: Kemampuan Lahan, Kesesuaian Lahan, Permukiman
Co-Authors Alexander M. P. Dalawir Alfath S.N. Syaban Alfonsa Londar, Alfonsa Ali, Sadam Aling, Faleri M. Alvin J. Tinangon Amanda Sembel Andi A. M. Malik Andy A. Malik Apriska G Djalil, Apriska G Asmudrono, Rani Karenina Astrid Iske R. R. Rawung Christina Seredity Cyntha Tendean Dapas, Gisella A Djati, Theresia Silvana Samba Duwila, Nurul Mentari Dwight M Rondonuwu, Dwight M Dwight M. Rondonuwu Esli D Takumansang Fanataf, Patrisius A Fela Warouw Fella Warouw Frits O. P. Siregar Frits O.P. Siregar Gobel, Ananda Van Gunawan Tamboeo, Gunawan Gunena, Andrey Roland Gunena, Cheintya Gwijangge, Lipen Hanny Poli Haurissa, Destela Hendriek H Karongkong Hendriek H. Karongkong Hendriek Karongkong, Hendriek Husin, Pratiwi Indriani, Reggi Ingerid L Moniaga, Ingerid L Ingerid Moniaga Jefrey I. Kindangen Jermias, Agatha Kirey Jikwa, Natalia Rossalia Johansz, Devid Abraham Josie Geraldy Meray, Josie Geraldy Judistia S. Makarau, Judistia S. Judy O Waani Judy O. Waani Kalimpung, Gloria J. Kartika R. Basarang, Kartika R. Katuuk, Rionald Jourdan Kumaseh, Martalita M. Kumolontang, Melita Lefrandt, Lucie I. R. Lestari, Nadira Astuti Linda Tondobala Lomban, Gracella Patricia Lucky Ridel Aruperes, Lucky Ridel Malik, Andy Anton Mangopa Manabung, Patrick I. I. Mareike Runtu Masloman, Kayla Maukar, Amanda Maychard M Pelambi, Maychard M Mentari Ngodu, Mentari Michael M Rengkung, Michael M Mirah, Edbert M Moh Yushar Fadhly, Moh Yushar Mokolensang, Falentino Muhammad Syahri Paputungan Ndari, Putriana A. Octavianus Hendrik Alexander Rogi Pangau, Christania M. Pangauw, Kindly Anugerah Imanuel Pangkey, Oksilina Papia J. C. Franklin Papia J.C. Franklin Peggy Egam Peter N. Y. P. Sumual, Peter N. Y. P. Pierre H Gosal, Pierre H Pierre H. Gosal Pinangkaan, Karfel Pontoh, Muh Reza Novian Prof. Sangkertadi Rachmat Prijadi Rachmatullah, Michael Raule, Reveena Djaenny Raymond Ch Tarore, Raymond Ch Raymond Ch. Tarore Rieneke L Sela, Rieneke L Rieneke L. E. Sela Rieneke L.E. Sela Rieneke Sela Riza S. E. Suot Romel R. Pandei Roosje J. Poluan Rumagit, Eliska S.G. Rungkat, Cindy F. Sakul, Fianna G. Sammy Piris Sangkertadi -, Sangkertadi Sarihi, Yan Rezki Satolom, Andre P. Sela, Rieneke Lusia Evani Sembel, Amanda S Sibula, Devid Silangen, Marcelino Gerry Sillia, Iskandar - Simaela, David Heryyanto Siregar, Frits Steven Lintong Surijadi Supardjo Surjadi Supardjo Suryadi Supardjo, Suryadi Suryono Suryono Susanto, Wahyu N. Syahrul, Syahril Tambajong, Gifly Jeremy Tambbotto, Syalom W. Tangkudung, Theogive Hosea Tarore, Raymond Tiara Putri Ananta Poli, Tiara Putri Ananta Tilaar, Natalia Tujuwale, David Hizkia Vicky H. Makarau Walandouw, Daniel Walandouw, Daniel Windy Mononimbar