Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PENGELOLAAN DAYA TARIK WISATA PANTAI BOTAS KABUPATEN BANGGAI LAUT Mirsita Tabaiton; Desrika Talib; Anggraeni MS Lagalo
Tulisan Ilmiah Pariwisata (TULIP) Vol 7, No 2: DESEMBER 2024
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/tulip.7.2.101-109.2024

Abstract

Pantai botas merupakan salah satu daya tarik wisata pantai di Desa Dungkean, Kecamatan Bangkurung Kabupaten Banggai Laut. Potensi pantai botas yang sudah ada diharapkan ada pengelolaan daya tarik wisata yang baik agar komponen daya tarik wisata dapat dimanfaatkan sebagai penunjang pariwisata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengelolaan daya tarik wisata pantai botas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengelolaan pantai botas yang mengacu pada pengelolaan daya tarik wisata pantai botas masih bersifat umum dan kurang terkelola dengan baik, sehingga menjadikan pantai botas yang begitu banyak potensi yang perlu dikembangkan menjadi tidak maksimal pengelolaanya
Dinamika Aktivitas Pariwisata di Kawasan Malioboro Yogyakarta Saat Mudik Lebaran: Studi Wisata Urban Anggraeni M.S Lagalo; Desrika Talib
Tulisan Ilmiah Pariwisata (TULIP) Vol 7, No 2: DESEMBER 2024
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/tulip.7.2.144-148.2024

Abstract

Mudik Lebaran di Indonesia bukan hanya sekadar tradisi sosial-budaya, tetapi juga memicu perubahan signifikan dalam dinamika pariwisata, terutama di kawasan urban seperti Malioboro, Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pergeseran pola kunjungan wisata, bentuk aktivitas wisata yang muncul, serta dampaknya terhadap pelaku usaha dan tata kelola destinasi selama periode mudik lebaran. Pendekatan dalam penelitian ini yakni deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi secara langsung di Kawasan Malioboro, wawancara bersama 5 informan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan drastis jumlah wisatawan saat mudik lebaran, dimana data menunjukkan bahwa volume pejalan kaki meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan hari biasa dengan puncak kunjungan terjadi pada hari kedua dan ketiga lebaran. Peningkatan jumlah wisatawan disebabkan oleh mobilitas pemudik yang sekaligus menjadi wisatawan, minat terhadap destinasi urban meningkat karena akses yang mudah serta daya tarik budaya dan komersial kawasan Malioboro. Hal ini berdampak pada kemacetan, peningkatan pendapatan UMKM, dan perubahan dalam pengelolaan ruang publik. Temuan ini menekankan pentingnya pengelolaan wisata urban yang fleksibel dan berbasis partisipasi dalam menghadapi fluktuasi musiman. 
The Capacity of Tour Guides in Interpreting Marine Tourism-Based Tourist Attractions in South Sulawesi Atriana Djabbar; Desrika Talib; Adinda Aulia Nursabila S
Tulisan Ilmiah Pariwisata (TULIP) Vol 8, No 2 (2025): Desember
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/tulip.8.2.154-167.2025

Abstract

This study aims to analyze the capacity of tour guides in interpreting Marine Tourism-based attractions in South Sulawesi, focusing on two representative locations: Salemo Island (Pangkep Regency) and Pannikiang Island (Barru Regency). The region holds significant Marine Tourism potential due to its rich marine ecosystems, coastal cultural heritage, and unique local attractions. However, the role of tour guides in translating this potential into meaningful, informative, and emotionally engaging narratives remains underdeveloped. A qualitative descriptive research method was employed using a thematic analysis approach. Data were collected through in-depth interviews with 3 (three) informants, participatory observation, and field documentation. Findings reveal that while several guides possess a basic understanding of ecological and cultural aspects, their interpretive delivery is often limited to one-way informational approaches, lacking visual aids and digital tools. There is a notable disparity in interpretive competency among guides, particularly in storytelling ability, two-way communication with tourists, and adaptability to environmental challenges such as adverse weather. Three main challenges were identified: the absence of adequate interpretive infrastructure, insufficient preparedness in managing on-site contingencies, and the lack of standardized interpretive training programs. To address these issues, the study emphasizes the importance of thematic training modules that include storytelling techniques, marine conservation principles, intercultural communication, and digital media integration. This research contributes to the discourse on sustainable Marine Tourism by positioning tour guides as key agents of educational engagement and environmental awareness. Strategic recommendations are proposed to strengthen interpretive capacity and foster the development of inclusive, meaningful, and environmentally responsible tourism experiences in South Sulawesi.
POTENSI WISATA HALAL DESA WISATA RELIGI BUBOHU BONGO Bella Oktaviany Abubakar; Sri Sunarti; Desrika Talib
Tulisan Ilmiah Pariwisata (TULIP) Vol 7, No 2: DESEMBER 2024
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/tulip.7.2.110-116.2024

Abstract

Desa Wisata Religi Bubohu Bongo berlokasi di Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo memilki potensi yang cukup bagus dijadikan sebagai konsep wisata halal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Potensi Wisata Halal yang ada di Desa Wisata Religi Bubohu Bongo. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa potensi wisata halal ini dapat dilihat dari mayoritas masyarakat Desa Wisata Religi Bubohu Bongo yang beragama Islam, dan terdapat Pesantren Alam dan Tradisi Diba’, keramah tamahan, layanan, serta sarana dan prasaranana yang telah disediakan seperti Masjid atau Mushola, penginapan, makanan dan minuman yang halal, serta toilet dan air bersih.
Pelatihan Pemasaran Digital Pengelola Desa Wisata Rintisan di Kabupaten Gorontalo Desrika Talib; Sufriyanto Igirisa; Windi Ratnadi Abidin
Mohuyula : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/mohuyula.5.1.19-26.2026

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelola desa wisata rintisan dan anggota Pokdarwis di Kabupaten Gorontalo dalam memanfaatkan pemasaran digital sebagai strategi pengembangan pariwisata yang berdaya saing. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya literasi digital, keterbatasan keterampilan pengelolaan media sosial, serta belum optimalnya kemampuan pembuatan konten promosi wisata berbasis digital. Kegiatan dilaksanakan melalui kolaborasi antara Program Studi Pariwisata Universitas Muhammadiyah Gorontalo dan Dinas Pariwisata Kabupaten Gorontalo dengan melibatkan 20 pengelola desa wisata rintisan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif yang dipadukan dengan metode ceramah, diskusi interaktif, dan praktik langsung. Materi pelatihan meliputi branding desa wisata, pengelolaan media sosial, strategi pemasaran digital, serta praktik pembuatan konten promosi menggunakan telepon pintar. Indikator capaian kegiatan meliputi kemampuan peserta mengidentifikasi unsur branding desa wisata, menyusun caption promosi, dan menghasilkan konten promosi digital sederhana menggunakan telepon pintar. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap fungsi pemasaran digital serta peningkatan keterampilan praktis dalam menyiapkan konten promosi dasar untuk desa wisata. Pendekatan praktik langsung mendorong partisipasi aktif karena peserta mempraktikkan langsung penyusunan materi promosi berdasarkan potensi desa masing-masing. Selain itu, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah mendukung pelaksanaan program serta memperkuat pendampingan kelembagaan bagi masyarakat desa wisata. Kegiatan ini memberikan kontribusi terhadap penguatan kompetensi sumber daya manusia pariwisata lokal serta mendukung pengembangan promosi desa wisata berbasis digital yang lebih adaptif.
The Gorontalo Provincial Tourism Office's Strategy for Developing the Botubarani Whale Shark Geosite Towards a National Geopark Rahmawaty A. Bayahu; Anggraeni M.S Lagalo; Desrika Talib
Tulisan Ilmiah Pariwisata (TULIP) Vol 9, No 1 (2026): Juni
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/tulip.9.1.79-89.2026

Abstract

This study examines the development strategy of the Gorontalo Provincial Tourism Office in managing the Botubarani Whale Shark Geosite as part of efforts to support Gorontalo’s geopark development. Although Gorontalo has 13 identified potential geosites, this research focuses on Botubarani because it has distinctive biodiversity value through the presence of whale sharks and faces specific problems related to management, accessibility, facilities, tourism services, and the unpredictability of whale shark appearances. A descriptive qualitative approach was employed. Data were collected through observation, documentation, and structured interviews with four informants, namely representatives of the Gorontalo Provincial Tourism Office, Bappeda of Gorontalo Province, and the Botubarani Village Government. The data were analyzed using SWOT analysis through the identification of internal factors, including strengths and weaknesses, and external factors, including opportunities and threats. The results show that the Botubarani geosite is positioned in Quadrant I, indicating an aggressive SO strategy. Therefore, development should prioritize the use of local strengths and opportunities, including community participation, marine resources, educational tourism potential, and government support, while reducing weaknesses and threats that may affect destination sustainability.
Sosialisasi Penerapan 4A untuk Pengembangan Pantai Dudepo sebagai Daya Tarik Wisata Bahari Desrika Talib; Irma Kharisma Hatibie; Sri Sunarti; Yeristiawati Husain; Anggraeni M.S. Lagalo; Putri Diana Paputungan; Moh. Bayu Bramantio Napai
Mohuyula : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/mohuyula.4.2.58-61.2025

Abstract

Potensi kawasan pesisir yang besar di Indonesia, khususnya Pantai Dudepo di Gorontalo Utara, pengembangan wisata bahari menjadi fokus utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena memiliki potensi bahari yang indah serta masyarakat yang berperan aktif dalam kegiatan pariwisata tersebut. Pengabdian ini bertujuan mensosialisasikan dan menerapkan konsep 4A (Attraction, Accessibility, Amenities, Ancillary Services) sebagai strategi pengembangan daya tarik wisata wisata bahari yang berkelanjutan. Metode yang digunakan yakni pendekatan sosialisasi dengan melibatkan masyarakat lokal dan pemangku kepentingan terkait melalui diskusi interaktif. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman dan kemampuan masyarakat dalam mengelola daya tarik wisata, perbaikan aksesibilitas, pengembangan fasilitas, dan layanan tambahan yang mendukung kenyamanan wisatawan. Sosialisasi ini juga membuka peluang kolaborasi multi-stakeholder dan memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan di Pantai Dudepo. Pelaksanaan sosialisasi penerapan konsep 4A dalam pengembangan Pantai Dudepo sebagai daya tarik wisata bahari menunjukkan hasil positif.
Pemanfaatan Air Kelapa Sebagai Bahan Baku Kecap Melalui Pelatihan Masyarakat Di Desa Panca Karsa I Desrika Talib; Putri Syakirah Wira Ibrahim; Nur Fadhillah Harun; Ratin R. Siondong; Egi Dia Sapitri Kulati; Pendiron Gire; Zahwa Nabilla Noe; Abdul Rahman Muksin; Moh Indra Bayu; Liskawati Dudi; Deswinta Maharani T. Dadi; Faradilaelestari Lumula; Moh Riski B. Nento
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air kelapa merupakan salah satu hasil samping pengolahan buah kelapa yang masih belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, khususnya pada wilayah yang sebagian besar masyarakatnya mengolah kelapa menjadi kopra. Kondisi tersebut menyebabkan air kelapa berpotensi menjadi bahan yang kurang termanfaatkan. The study purpose. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan air kelapa menjadi produk kecap serta mengetahui tingkat penerimaan peserta terhadap produk yang dihasilkan. Materials and methods. Pembuatan kecap menggunakan 5 liter air kelapa, 1 kg gula merah khas Gorontalo, bawang putih, bawang merah, lengkuas, sereh, daun salam, dan garam. Proses pemasakan dilakukan selama 2–3 jam hingga diperoleh konsistensi kecap yang diinginkan. Metode kegiatan meliputi penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung pembuatan kecap, serta evaluasi melalui pre-test, post-test, dan uji hedonik. Results. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa rata-rata nilai pengetahuan peserta meningkat dari 62,72 pada pre-test menjadi 94,54 pada post-test, dengan peningkatan sebesar 31,82 poin atau 50,71% dibandingkan dengan nilai rata-rata awal. Hasil uji hedonik menunjukkan rata-rata skor warna sebesar 4,00, aroma 3,82, rasa 4,09, dan kekentalan 3,68, dengan rata-rata keseluruhan sebesar 3,90. Conclusions. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan peserta sekaligus memperkenalkan alternatif pemanfaatan air kelapa menjadi produk pangan yang memiliki nilai tambah.