Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENGEMBANGAN DESA WISATA TOROSIAJE SEBAGAI PARIWISATA BERBASIS MASYARAKAT DI KABUPATEN POHUWATO Gustin A. Husa; Anggraeni Lagalo; Desrika Talib
Tulisan Ilmiah Pariwisata (TULIP) Vol 7, No 2: DESEMBER 2024
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/tulip.7.2.135-143.2024

Abstract

Indonesia terdapat banyak jenis desa wisata salah satunya desa wisata yang berada di Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo yaitu desa wisata Torosiaje. Desa wisata Torosiaje dalam pengelolaannya kurang melibatkan masyarakat sehingga diperlukan adanya pengembangan yang tepat untuk keberlanjutan desa wisata Torosiaje. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Strategi pengembangan desa wisata Torosiaje sebagai pariwisata berbasis masyarakat di Kabupaten Pohuwato. Metode penelitian yaitu deskriptif kualitatif menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukan bahwa desa wisata Torosiaje berada pada titik koordinat kuadran I yaitu staregi Agresif S- O yang memanfaatkan kekuatan untuk merebut peluang sebesar-besarnya. Strategi Agresif atau S-O yang dapat di implementasikan pada pengembangan desa wisata Torosiaje yaitu mengoptimalkan keunikan desa dengan menjadikan budaya masyarakat menjadi daya tarik wisata untuk menarik minat wisatawan berkunjung khususnya wisatawan asing.
PENGELOLAAN DAYA TARIK WISATA PANTAI BOTAS KABUPATEN BANGGAI LAUT Mirsita Tabaiton; Desrika Talib; Anggraeni MS Lagalo
Tulisan Ilmiah Pariwisata (TULIP) Vol 7, No 2: DESEMBER 2024
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/tulip.7.2.101-109.2024

Abstract

Pantai botas merupakan salah satu daya tarik wisata pantai di Desa Dungkean, Kecamatan Bangkurung Kabupaten Banggai Laut. Potensi pantai botas yang sudah ada diharapkan ada pengelolaan daya tarik wisata yang baik agar komponen daya tarik wisata dapat dimanfaatkan sebagai penunjang pariwisata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengelolaan daya tarik wisata pantai botas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengelolaan pantai botas yang mengacu pada pengelolaan daya tarik wisata pantai botas masih bersifat umum dan kurang terkelola dengan baik, sehingga menjadikan pantai botas yang begitu banyak potensi yang perlu dikembangkan menjadi tidak maksimal pengelolaanya
Dinamika Aktivitas Pariwisata di Kawasan Malioboro Yogyakarta Saat Mudik Lebaran: Studi Wisata Urban Anggraeni M.S Lagalo; Desrika Talib
Tulisan Ilmiah Pariwisata (TULIP) Vol 7, No 2: DESEMBER 2024
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/tulip.7.2.144-148.2024

Abstract

Mudik Lebaran di Indonesia bukan hanya sekadar tradisi sosial-budaya, tetapi juga memicu perubahan signifikan dalam dinamika pariwisata, terutama di kawasan urban seperti Malioboro, Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pergeseran pola kunjungan wisata, bentuk aktivitas wisata yang muncul, serta dampaknya terhadap pelaku usaha dan tata kelola destinasi selama periode mudik lebaran. Pendekatan dalam penelitian ini yakni deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi secara langsung di Kawasan Malioboro, wawancara bersama 5 informan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan drastis jumlah wisatawan saat mudik lebaran, dimana data menunjukkan bahwa volume pejalan kaki meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan hari biasa dengan puncak kunjungan terjadi pada hari kedua dan ketiga lebaran. Peningkatan jumlah wisatawan disebabkan oleh mobilitas pemudik yang sekaligus menjadi wisatawan, minat terhadap destinasi urban meningkat karena akses yang mudah serta daya tarik budaya dan komersial kawasan Malioboro. Hal ini berdampak pada kemacetan, peningkatan pendapatan UMKM, dan perubahan dalam pengelolaan ruang publik. Temuan ini menekankan pentingnya pengelolaan wisata urban yang fleksibel dan berbasis partisipasi dalam menghadapi fluktuasi musiman. 
The Capacity of Tour Guides in Interpreting Marine Tourism-Based Tourist Attractions in South Sulawesi Atriana Djabbar; Desrika Talib; Adinda Aulia Nursabila S
Tulisan Ilmiah Pariwisata (TULIP) Vol 8, No 2 (2025): Desember
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/tulip.8.2.154-167.2025

Abstract

This study aims to analyze the capacity of tour guides in interpreting Marine Tourism-based attractions in South Sulawesi, focusing on two representative locations: Salemo Island (Pangkep Regency) and Pannikiang Island (Barru Regency). The region holds significant Marine Tourism potential due to its rich marine ecosystems, coastal cultural heritage, and unique local attractions. However, the role of tour guides in translating this potential into meaningful, informative, and emotionally engaging narratives remains underdeveloped. A qualitative descriptive research method was employed using a thematic analysis approach. Data were collected through in-depth interviews with 3 (three) informants, participatory observation, and field documentation. Findings reveal that while several guides possess a basic understanding of ecological and cultural aspects, their interpretive delivery is often limited to one-way informational approaches, lacking visual aids and digital tools. There is a notable disparity in interpretive competency among guides, particularly in storytelling ability, two-way communication with tourists, and adaptability to environmental challenges such as adverse weather. Three main challenges were identified: the absence of adequate interpretive infrastructure, insufficient preparedness in managing on-site contingencies, and the lack of standardized interpretive training programs. To address these issues, the study emphasizes the importance of thematic training modules that include storytelling techniques, marine conservation principles, intercultural communication, and digital media integration. This research contributes to the discourse on sustainable Marine Tourism by positioning tour guides as key agents of educational engagement and environmental awareness. Strategic recommendations are proposed to strengthen interpretive capacity and foster the development of inclusive, meaningful, and environmentally responsible tourism experiences in South Sulawesi.
POTENSI WISATA HALAL DESA WISATA RELIGI BUBOHU BONGO Bella Oktaviany Abubakar; Sri Sunarti; Desrika Talib
Tulisan Ilmiah Pariwisata (TULIP) Vol 7, No 2: DESEMBER 2024
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/tulip.7.2.110-116.2024

Abstract

Desa Wisata Religi Bubohu Bongo berlokasi di Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo memilki potensi yang cukup bagus dijadikan sebagai konsep wisata halal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Potensi Wisata Halal yang ada di Desa Wisata Religi Bubohu Bongo. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa potensi wisata halal ini dapat dilihat dari mayoritas masyarakat Desa Wisata Religi Bubohu Bongo yang beragama Islam, dan terdapat Pesantren Alam dan Tradisi Diba’, keramah tamahan, layanan, serta sarana dan prasaranana yang telah disediakan seperti Masjid atau Mushola, penginapan, makanan dan minuman yang halal, serta toilet dan air bersih.