Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Korelasi Kadar Interleukin-6 dengan Faktor Penyebab Infeksi Saluran Pernapasan Akut pada Anak Akibat Terpapar Asap Rokok A. Meryam Susanti; Alfa Sukandar; Indas Wari Rahman; Nurfitri Arfani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i1.1299

Abstract

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) adalah sindrom penyakit yang dapat menyerang saluran pernapasan atas dan bawah, disebabkan oleh mikroorganisme patogen seperti bakteri dan virus dan dapat dipicu oleh faktor lingkungan. ISPA sering terjadi pada anak-anak karena sistem imun anak masih belum berkembang dengan baik. Salah satu faktor pemicu timbulnya ISPA adalah paparan asap rokok dari lingkungan sekitar seperti keluarga terdekat. Paparan asap rokok terus menerus dapat mempengaruhi mikroorganisme patogen di saluran pernapasan dan mudah menginfeksi anak-anak, akibatnya melemahkan sistem imun anak sehingga terjadi inflamasi yang ditandai dengan peningkatan interleukin-6 (IL-6) dalam tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar interleukin-6 pada anak penderita ISPA yang terpapar asap rokok dan melihat hubungan faktor-faktor penyebab ISPA terhadap peningkatan kadar interleukin-6. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study, menggunakan 15 sampel dari anak penderita ISPA yang telah diseleksi berdasarkan kriteria penelitian dan metode pengukuran kadar IL-6 menggunakan metode pemeriksaan ELISA. Hasil penelitian diuji secara statistik, dan didapatkan hasil uji Mann Whitney U menunjukkan p-value kadar IL-6 pada anak penderita ISPA yang terpapar asap rokok (p<0,005) dan uji Spearman Rho menunjukkan p-value hubungan kadar IL-6 dengan usia (p>0,005), intensitas paparan dan kedekatan anak dengan anggota keluarga yang merokok (p<0,005). Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat perbedaan signifikan dengan rata-rata kadar IL-6 untuk anak penderita ISPA yang terpapar asap rokok secara langsung jauh lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang terpapar asap rokok secara tidak langsung dan terdapat hubungan yang signifikan antara kadar IL-6 dengan intensitas paparan dan kedekatan anak dengan anggota keluarga yang merokok, kecuali faktor usia tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kadar IL-6.
Identifikasi Gen Cefotaxime (CTX-M) dan Sulfhydryl Variabel (SHV) Bakteri Enterobacteriaceae Penghasil Extended Spectrum Beta Lactamase (ESBL) pada Anak Penderita Diare Nurfitri Arfani; Miftahul Jannah Moo; Ela Satriani Yusuf; Indas Wari Rahman
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i1.1302

Abstract

Diare merupakan kondisi yang ditandai dengan perubahan konsistensi tinja dan frekuensi buang air besar yang berlebihan, yaitu lebih dari tiga kali dalam sehari. Penggunaan antibiotik yang tidak sesuai dengan pedoman terapi dapat menyebabkan peningkatan resistensi bakteri terhadap antibiotik. Salah satu enzim yang berperan dalam mekanisme resistensi bakteri terhadap antibiotik adalah enzim Extended Spectrum Beta Lactamase (ESBL). ESBL sering ditemukan pada bakteri golongan Enterobacteriaceae. ESBL memiliki gen pengkode seperti gen Cefotaxime (CTX-M) dan gen Sulfhydryl Variabel (SHV). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi gen Cefotaxime (CTX-M) gen Sulfhydryl Variabel (SHV) bakteri golongan golongan Enterobacteriaceae penghasil Extended Spectrum Beta Lactamase (ESBL) pada anak penderita diare. Jenis penelitian yang digunakan yaitu desktriptif dengan menggunakan 10 sampel feses anak penderita diare. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan alat vitek 2 compact untuk identifikasi bakteri dan deteksi gen dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Hasil isolasi bakteri menunjukkan bahwa dari 10 sampel feses yang digunakan, sebanyak 9 sampel (90%) terdeteksi mengandung bakteri yang diidentifikasi sebagai Escherichia coli dan Klebsiella pneumoniae. Selanjutnya hasil uji vitek 2-compact menunjukan dari 9 sampel digunakan hanya 3 (33,3%) sampel yang memiliki kemampuan sebagai penghasil ESBL. Hasil deteksi gen dengan metode PCR menunjukan dari 3 sampel yang digunakan didapatkan 2 (66,7%) sampel positif terhadap gen CTX-M pada ukuran 800 bp dan gen SHV pada ukuran 500 bp. Oleh karena itu, dalam penelitian ini menunjukkan bahwa sampel feses pada anak penderita diare yang digunakan ditemukan bakteri Escherichia coli dan Klebsiella pneumoniae sebagai bakteri penghasil enzim ESBL
Deteksi Treponema pallidum pada Sampel Darah Ibu Hamil Menggunakan Metode PCR Indas Wari Rahman; Apriani Allosius Sarambu; Handayani Halik; Nurfitri Arfani
Jurnal Teknologi dan Sains Modern Vol. 3 No. 1 (2026): Januari-Februari
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jtsm.v3i1.711

Abstract

Sifilis merupakan salah satu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Penularan sifilis dapat terjadi melalui hubungan seksual, jarum suntik, donor darah dan secara vertikal dari ibu ke janin, dan penularan ini banyak terjadi tanpa disadari oleh ibu hamil. Beberapa metode pemeriksaan darah untuk mendeteksi antobodi bakteri sering digunakan dalam diagnosis sifilis (skrining) terutama pada ibu hamil yang datang melakukan pemeriksaan di puskesmas. Metode tersebut adalah metode serologi seperti tes VDRL, RPR atau TPHA, tetapi metode molekuler dengan PCR (Polymerase Chain Reaction) yang memiliki spesifitas dan sensitivitas yang tinggi masih jarang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi Treponema pallidum pada sampel darah ibu hamil menggunakan metode PCR. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif laboratorik dengan pendekatan cross sectional study dengan jumlah sampel darah dari ibu hamil sebanyak 15 sampel. Berdasarkan hasil pemeriksaan PCR ditemukan 12 sampel positif terdeteksi Treponema pallidum pada gen target PolA yaitu pada pita (band) ukuran 376 bp, sedangkan 3 sampel lainnya dinyatakan negatif. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa metode PCR dapat mendeteksi keberadaan DNA Treponema pallidum pada sampel darah ibu hamil sebanyak 80% di Puskesmas Pattingalloang Kota Makassar.