Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN PEMBUKUAN SEDERHANA DAN MENGGUNAKAN APLIKASI SIAPIK PADA UMKM DESA LANCANG KUNING Yanto, Meidi; Chartady, Rachmad; Munaf, Tommy; Febrianta, Rezario; Irawan, Adi Chandra; Rahmayani, Desrika
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.40515

Abstract

Pengabdian ini membahas tentang tantangan yang dihadapi oleh pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Desa Lancang Kuning terkait pencatatan laporan transaksi keuangan. Survei terhadap pemangku kepentingan ekonomi di UMKM mengungkapkan permasalahannya adalah masih sulitnya pemangku kepentingan ekonomi di UMKM memahami manual pencatatan seperti pelaporan pendapatan, pengeluaran, dan perencanaan anggaran. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pengoperasian aplikasi SiApik berbasis Android atau iOS yang dikeluarkan Bank Indonesia untuk mencatat transaksi pelaporan keuangan, serta pelatihan manual dasar akuntansi. Kegiatan bakti sosial dilakukan melalui konsultasi, pelatihan dan bimbingan khususnya untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi UMKM di Desa Lancang Kuning. Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada UMKM mengenai pelaporan keuangan dan akuntansi dasar serta memberikan contoh praktis penerapan konsep pelatihan tersebut
Enterpreneurship Training: Encouraging MSME Growth in the Startup Ecosystem Anjilni, Ratih Qadarti; Taha, Roshaiza; Kurniawan, Asep; Kuntadi, Susinah; Noviar, Yan; Febriana, Widia; Chartady, Rachmad; Wahyudi, Ickhsanto; Prasetya, Eka Rima; Purnomo, Listiya Ike
Abdimisi Vol. 5 No. 2 (2023): Abdimisi
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/abms.v5i2.44551

Abstract

The startup ecosystem starts from parties that encourage MSMEs in entrepreneurship training. because entrepreneurship training can help MSMEs develop business networks, motivate MSMEs and gain wider access to business assistance. Pamulang Estate is one of the MSME communities in South Tangerang, specifically in Pamulang Timur Village. Pamulang Estate UMKM is a community of several businesses owned by residents who live in the Pamulang Estate Complex. UMKM Pamulang Estate has 68 business actors who are its members. Some of them are food and beverage businesses and handicrafts. Pamulang Estate UMKM members are dominated by housewives whose business is limited to trading and who have not yet focused on developing their business. This PKM aims to provide (1) Pamulang Estate MSMEs with an understanding of the concept of entrepreneurship training. (2) Pamulang Estate MSMEs gain a wider business network in the startup ecosystem environment. (3) Pamulang Estate MSMEs understand the importance of business incubators. Participants understand the importance of promotion and joint marketing. As a result of this PKM, Pamulang Estate MSMEs can understand the importance of entrepreneurship training and participating in business incubators to develop their business. Abstrak Ekosistem start-up dimulai dari pihak-pihak yang mendorong UMKM dalam pelatihan kewirausahaan. Karena pelatihan kewirausahaan dapat membantu UMKM mengembangkan jaringan bisnis, memotivasi UMKM, dan mendapatkan akses yang lebih luas terhadap bantuan bisnis. Pamulang Estate adalah salah satu komunitas UMKM di Tangerang Selatan, khususnya di Desa Pamulang Timur. UMKM Pamulang Estate adalah komunitas dari beberapa usaha yang dimiliki oleh warga yang tinggal di Kompleks Pamulang Estate. UMKM Pamulang Estate memiliki 68 pelaku usaha yang menjadi anggotanya. Beberapa di antaranya adalah usaha makanan dan minuman serta kerajinan tangan. Anggota UMKM Pamulang Estate didominasi oleh ibu rumah tangga yang usaha mereka terbatas pada perdagangan dan belum fokus pada pengembangan usaha. Tujuan dari PKM ini adalah untuk memberikan (1) pemahaman kepada UMKM Pamulang Estate tentang konsep pelatihan kewirausahaan. (2) UMKM Pamulang Estate mendapatkan jaringan bisnis yang lebih luas dalam lingkungan ekosistem start-up. (3) UMKM Pamulang Estate memahami pentingnya inkubator bisnis. Peserta memahami pentingnya promosi dan pemasaran bersama. Sebagai hasil dari PKM ini, UMKM Pamulang Estate dapat memahami pentingnya pelatihan kewirausahaan dan pentingnya berpartisipasi dalam inkubator bisnis untuk mengembangkan usaha mereka. Kata kunci: UMKM Pamulang Estate, Pelatihan Kewirausahaan, Ekosistem Start-Up.
Pemberdayaan Kube Al-Fazza 2.0 Melalui Ecoprinting Kreatif Berbasis Potensi Pesisir di Desa Sebong Pereh Armansyah; Saputra, Eko Murti; Marlinda, Charly; Chartady, Rachmad; Afrili, Roland Dika; Wardana, Nikolaus Daka
JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/adc.v4i2.1561

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Al-Fazza 2.0 di Desa Sebong Pereh, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan melalui pengembangan produk ecoprinting yang berbasis potensi pesisir. Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama delapan bulan pada tahun 2025 dengan dukungan pendanaan dari hibah DRTPM. Program ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan dan kreativitas anggota KUBE, yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga, dalam mengolah bahan alam pesisir menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan teknik ecoprinting, manajemen usaha mikro, serta pemasaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan peserta dalam menghasilkan produk ecoprint khas pesisir dengan motif “ondok-ondok” yang memanfaatkan daun mangrove sebagai bahan utama. Selain itu, kegiatan ini berdampak pada peningkatan motivasi kewirausahaan dan promosi potensi lokal Desa Sebong Pereh. Kegiatan ini menjadi model pemberdayaan perempuan berbasis blue economy yang berkelanjutan.
SUSTAINABLE BLUE MARITIME POTENTIALS IN SEBONG LAGOI: ECOTOURISM, CARBON CAPTURE, AND COMMUNITY EMPOWERMENT Alamsyahbana, Muhammad Isa; Tahir, Indra Bastian; Chartady, Rachmad; Siregar, Juliani Sari; Putra, Rizky Ramadhana; Sulfat, Airina Cintha Sepriana
Jurnal Apresiasi Ekonomi Vol 14, No 1 (2026)
Publisher : Institut Teknologi dan Ilmu Sosial Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31846/jae.v14i1.1029

Abstract

The purpose of this paper is to explore the opportunities of the blue maritime economy in Bintan Island, particularly in Sebong Lagoi, by examining the intersections of ecotourism, conservation, carbon capture, and community-based economic empowerment. This study employs a qualitative descriptive approach to examine the potential of mangrove ecosystems as both ecological and economic assets. The methodology includes field observation, document review of policy and regulatory frameworks, and analysis of secondary literature, using thematic categorization as the main analytical tool. The findings indicate that mangrove ecosystems in Bintan hold significant potential for eco-edu-tourism, fisheries sustainability, and community-based enterprises such as village-owned businesses (BUMDes). The analysis also highlights the role of mangroves as carbon sinks that can be linked to carbon markets, including IDX Carbon, offering pathways for sustainable financing. This study is limited to qualitative insights and exploratory observations in Sebong Lagoi, Bintan. Future research may consider comparative or quantitative approaches, including economic valuation of carbon sequestration and broader stakeholder analysis, to enhance generalizability. The results provide insights for practitioners and policymakers in designing integrated blue economy policies that align ecotourism, conservation, and carbon market opportunities with local economic empowerment. The paper contributes to understanding how blue maritime initiatives can foster inclusive growth, enhance community resilience, and promote global environmental stewardship through carbon capture and conservation awareness. This study offers a novel perspective by examining the convergence of blue economy practices, mangrove-based carbon capture, and community-driven development in Bintan Island, contributing to the discourse on sustainable maritime economies in Southeast Asia.
Intangible Cultural Heritage: Accounting Assessment of Intangible Assets Performing Arts using Postmodern Paradigm Satria, Hendy; Ibrahim, Andika Noor; Chartady, Rachmad; Marlinda, Charly; Alamsyahbana, Muhammad Isa
Journal of Innovation in Educational and Cultural Research Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Yayasan Keluarga Guru Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46843/jiecr.v7i1.2484

Abstract

UNESCO has been determining the intangible cultural heritage of Indonesia since 2008. The Indonesian government began implementing the same policy at the national level in 2013. To date, 1086 determinations of Indonesia's intangible cultural heritage have been made. This Determination activity is carried out as an effort to protect and preserve Indonesia's intangible culture. This research focuses on the application of accounting for assessing intangible cultural heritage in Indonesia, particularly in Tanjungpinang, Riau Islands. The research method employed in this study is a qualitative, ethnomethodological approach grounded in the postmodernist paradigm. The results of this study indicate that Makyong performing arts still instill seven Malay cultural values, namely, politeness, customs, honesty, tradition, justice, courage, and humility. Based on the accounting assessment of intangible cultural heritage assets, five assessment instruments were identified: allocation value, reconstruction value, formed value, public contribution, and external agent contribution, totaling IDR 164,708,000.
KEPEMIMPINAN KULTURAL MELAYU DI WILAYAH SINGAPURA, JOHOR, KEPRI (SIJORI) DIANTARA ARTIFICIAL INTELLIGENCE DAN TRANSFORMASI DIGITAL ERA Chartady, Rachmad; Alamsyahbana, Muhammad Isa; Armansyah, Armansyah; Indriaty, Novica
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i1.5828

Abstract

Abstract: This paper aims to explore the role of cultural leadership in the SIJORI region (Singapore, Johor, and the Riau Archipelago) in leveraging artificial intelligence (AI) and digital transformation to preserve and enrich local cultural identity. As globalization and technological advancements accelerate, cultural leaders in SIJORI face the challenge of upholding cultural values while embracing digital innovation. This paper highlights the core elements of cultural leadership—cultural awareness, empathy, adaptability, inclusive communication, cultural innovation, and community empowerment—and examines how these elements can be strengthened through the use of AI and digital platforms. Under culturally aware leadership, technology can be harnessed to foster cross-cultural collaboration, preserve local heritage, and drive innovation within cultural practices. This study underscores the importance of adaptive cultural leadership in digital strategies, aiming to build communities that are deeply rooted in cultural identity yet prepared to navigate the challenges of the continually evolving digital age. Keywords: Cultural Leadreship, SIJORI Region, Artificail Intelligence, Digital Transformation, Cross-Cultural Collaboration Abstrak: Makalah ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran kepemimpinan budaya di wilayah SIJORI (Singapura, Johor, dan Kepulauan Riau) dalam memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan transformasi digital untuk melestarikan dan memperkaya identitas budaya lokal. Seiring percepatan globalisasi dan kemajuan teknologi, para pemimpin budaya di SIJORI menghadapi tantangan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai budaya sambil merangkul inovasi digital. Makalah ini menyoroti elemen inti kepemimpinan budaya—kesadaran budaya, empati, adaptabilitas, komunikasi inklusif, inovasi budaya, dan pemberdayaan masyarakat—dan meneliti bagaimana elemen-elemen ini dapat diperkuat melalui penggunaan AI dan platform digital. Di bawah kepemimpinan yang sadar budaya, teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendorong kolaborasi lintas budaya, melestarikan warisan lokal, dan mendorong inovasi dalam praktik budaya. Studi ini menggarisbawahi pentingnya kepemimpinan budaya adaptif dalam strategi digital, yang bertujuan untuk membangun komunitas yang berakar kuat dalam identitas budaya namun siap menghadapi tantangan era digital yang terus berkembang. Kata Kunci: Kepemimpinan Budaya, Wilayah SIJORI, Kecerdasan Buatan, Transformasi Digital, Kolaborasi Lintas Budaya
Penguatan Kapasitas UMKM Pesisir Melalui Inovasi Ecoprinting di Desa Sebong Pereh Armansyah; Marlinda, Charly; Saputra, Eko Murti; Chartady, Rachmad; Herman; Muqtafin; Afrili, Roland Dika; Wardana, Nikolaus Daka
JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/adc.v4i2.1665

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah pesisir. Desa Sebong Pereh Kabupaten Bintan memiliki potensi sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku produk kerajinan ramah lingkungan. Namun demikian, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah potensi tersebut menjadi produk bernilai ekonomi masih menjadi kendala utama. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas UMKM pesisir melalui pelatihan dan pendampingan inovasi ecoprinting. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap sosialisasi, pelatihan praktik pembuatan ecoprint, serta pendampingan pengembangan produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami teknik dasar ecoprint dan menghasilkan berbagai produk kain bermotif alami dengan memanfaatkan daun dan bunga yang tersedia di lingkungan sekitar. Selain meningkatkan keterampilan masyarakat, kegiatan ini juga membuka peluang usaha baru berbasis ekonomi kreatif yang berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir. Dengan demikian, inovasi ecoprinting dapat menjadi salah satu alternatif strategi pemberdayaan UMKM berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.
Pelatihan dan Pendampingan Ecoprint Bagi UMKM Desa Sebong Pereh Kabupaten Bintan Armansyah; Chartady, Rachmad; Saputra, Eko Murti; Marlinda, Charly; Yani, Ahmad; Fatahuddin; Yuritanto; Alamsyahbana, Muhammad Isa
JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/adc.v4i2.1666

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu sektor penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan dan pesisir. Desa Sebong Pereh di Kabupaten Bintan memiliki potensi sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku produk kerajinan berbasis lingkungan. Namun demikian, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah potensi tersebut menjadi produk bernilai ekonomi masih menjadi kendala utama. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM melalui pelatihan dan pendampingan pembuatan produk ecoprint. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan praktik, serta pendampingan produksi kepada kelompok UMKM setempat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami teknik dasar ecoprint dan menghasilkan berbagai produk kain bermotif alami dengan memanfaatkan daun dan bunga yang tersedia di lingkungan sekitar. Selain meningkatkan keterampilan masyarakat, kegiatan ini juga membuka peluang usaha baru berbasis ekonomi kreatif yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Dengan demikian, kegiatan pelatihan dan pendampingan ecoprint dapat menjadi salah satu strategi pemberdayaan UMKM yang berkelanjutan.
PENGARUH JUMLAH KUNJUNGAN WISATAWAN MANCANEGARA TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) SEKTOR PARIWISATA DI KOTA BATAM Chartady, Rachmad; Tanjung, Rona; Sulfat, Airina Cintha Sepriana; Maldino, M. Faiz Nayaka; Budiman, Shahril
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i1.5830

Abstract

Abstract: This study aims to quantitatively analyze the effect of the number of foreign tourist visits on the Regional Original Income (PAD) of the tourism sector in Batam City using 2025 data. This study uses a quantitative approach with an explanatory research method, namely research that aims to explain the causal relationship between independent and dependent variables through statistical hypothesis testing. The number of foreign tourist visits has a positive and significant effect on Regional Original Income (PAD) in the tourism sector in Batam City in 2025. Regression test results indicate that an increase in the number of foreign tourist visits statistically increases PAD revenue, particularly from hotel taxes, restaurant taxes, and tourism levies. The high coefficient of determination indicates that most of the variation in PAD in the tourism sector can be explained by changes in the number of foreign tourist visits, thus emphasizing the strategic role of the international tourism sector as a key pillar of regional revenue in Batam City. These findings support the economic theory of tourism and the tourism-led growth hypothesis, which states that increased tourist flows stimulate local economic activity and broaden the regional fiscal revenue base. Keywords: tourism sector, foreign countries, PAD, regional fiscal Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kuantitatif pengaruh jumlah kunjungan wisman terhadap PAD sektor pariwisata di Kota Batam dengan menggunakan data tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori, yaitu penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan hubungan sebab–akibat (causal relationship) antara variabel independen dan variabel dependen melalui pengujian hipotesis secara statistik. jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata di Kota Batam pada tahun 2025. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa peningkatan jumlah kunjungan wisman secara statistik mampu meningkatkan penerimaan PAD, khususnya yang bersumber dari pajak hotel, pajak restoran, dan retribusi pariwisata. Nilai koefisien determinasi yang tinggi mengindikasikan bahwa sebagian besar variasi PAD sektor pariwisata dapat dijelaskan oleh perubahan jumlah kunjungan wisman, sehingga mempertegas peran strategis sektor pariwisata internasional sebagai salah satu pilar utama pendapatan daerah Kota Batam. Temuan ini memperkuat teori ekonomi pariwisata dan hipotesis pertumbuhan berbasis pariwisata (tourism-led growth), yang menyatakan bahwa peningkatan arus wisatawan mendorong aktivitas ekonomi lokal dan memperluas basis penerimaan fiskal daerah. Kata kunci: sektor pariwisata, mancanegara, PAD, fiskal daerah
Co-Authors Afrili, Roland Dika Afriyadi Afriyadi, Afriyadi Agustinus Sihombing ahmad yani Alsa Istiani Ananda Putri Sephiani Andini Yovia Riyanti Anggraini Diah Hardaya Putri Anjilni, Ratih Qadarti Antania, Livia Aprilia, Dianti Arina Nur Aisyiyah Jamil Armansyah Armansyah Armansyah Armansyah Armansyah Asep Kurniawan Aulia Dewi Gizta Aulia Dewi Gizta Azura, Wenni Rahma Bambang Sambodo Charly Marlinda Cindy Mayrianti Dara Audina Dewi, Lyidya Safrina Dwi Septi Haryani Edi Setioko Fatahuddin Fatahuddin, Fatahuddin Fauzi Fauzi Febrianta, Rezario Fenny Fenny Firman Adhitara Friassantano, Risgar Hendri, Alfi Herman Hikmawati Hikmawati Ibrahim, Andika Noor Indriaty, Novica Irawan, Adi Chandra Jacky, Jacky Jecky, Jecky Kristian Tampubolon M Syafnur M. Fachri Riauan M. Iqbal Sesaria M. Nasir Reno1 Maldino, M. Faiz Nayaka Marina Lidya Masyitah As Sahara Melati, Sekar Mita Elvira Mohammad Iqbal Sesaria Monalisa, Dewi Muhammad Isa Alamsyahbana Muqtafin Mutiara Adinda Febrian Natassa, Dea Novi Chandra Saputra Noviana Noviana Noviar, Yan Novica Indriati Novica Indriaty Novica Indriaty Novrina, Putri Dwi Nurililah, Zulfadhia Nurprihatin, Nurprihatin Oktavia, Aii Melia Putri Oranro Steven Pardede, Ranat Mulia Pramita, Maharani Eka Prasetya, Eka Rima Purnomo, Listiya Ike Putra, Rizky Ramadhana Putri Dwi Novrina Putri Putri, Putri Qurrotal Qolbiyah Rahmayani, Desrika Raja Hardiansyah Raja Linda Raja Yulianita Sarazwati Ramli, Rimayang Anggun Laras Prastianty Ranat Mulia Pardede Ranti Utami Ranti Utami Rasyid, Muhammad Iqbal Refo Fery Harnedi Ria Juwita Dewi Ricky Hardiansyah Rosdiana Rosdiana Sa, Hendy Salihi Salihi Salihi, Salihi Sambodo, Bambang Saputra, Eka Kurnia Saputra, Eko Murti Saputra3, Novi Chandra Sartika Sari Satria, Hendy Satriadi Satriadi Septyana, Wahyuni Shahril Budiman Shohehuddin Shohehuddin Siregar, Juliani Sari Sitepu, Andres Putranta Siti Dena Zahara Sonia Azlina Sri Kurnia Sri Kurnia Sri Nofarizha Sulfat, Airina Cintha Sepriana Suranta, Juhli Edi Surya Violita Arifin Susinah Kuntadi Sutri Handayani SYAIFUL BAHRI Syaridha Rahmah Taha, Roshaiza Taher, Indra Bastian Tahir, Indra Bastian tanjung, rona Telaumbanua, Isihati Tiara Wulandari Tibrani Tibrani, Tibrani Tommy Munaf Utami, Ranti Vandi Verdiansyah Vanisa Meifari Vina Amalia Putri Wahyudi, Ickhsanto Waode Dian Lestari Wardana, Nikolaus Daka Weni Veroni Widia Febriana, Widia Wisra, Mefri Yudi Wong, Yi Yanto, Meidi Yerisma Welly Yudistira, Nicky Yuritanto, Yuritanto Zulaika, Nurfitri  Jati Hari Winarto