Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

VALUES CONTAINED IN THE BADEWA TRADITIONAL CEREMONY OF THE COMMUNITY IN BERANGAS TIMUR VILLAGE, ALALAK SUB-DISTRICT, BARITO KUALA REGENCY IN 1998–2010: Nilai-Nilai Yang Terkandung Dari Upacara Adat Badewa Masyarakat Desa Berangas Timur Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala Tahun 1998–2010 Rabiatul nita Tantawi jauhari; Melisa Prawitasari; Sriwati
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 9 No 6 (2025): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA)
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v9i6.5702

Abstract

This study explores the Badewa traditional ceremony as an alternative healing practice among the Dayak Bakumpai community in Berangas Timur Village, Alalak Subdistrict, Barito Kuala Regency, South Kalimantan. Thebadewa ritual represents a cultural tradition rooted in spiritual and social values that has long served as a community-based healing method. The research aims to examine the background, existence, and cultural values of the badewa ceremony during the period 1998–2010. A historical method was employed, involving four key stages: heuristics (data collection through interviews, literature studies, and field observations), source criticism (both internal and external), interpretation, and historiography (historical writing). Findings indicate that badewa has existed since before the arrival of Islam in South Kalimantan. In 1998, the practice was reintroduced to Berangas Timur by the family of H. Idrus from Marabahan and began to gain recognition as an alternative healing option. Despite a decline in public interest after 2010, the ritual continues to be preserved through intergenerational transmission and annual large-scale performances. The novelty of this research lies in documenting and analyzing a local healing tradition that integrates spiritual beliefs with community solidarity. The badewa ceremony not only offers alternative medical treatment but also functions as a medium for cultural preservation and identity reinforcement within the Bakumpai community.
STRENGTHENING HISTORICAL LITERACY THROUGH AUTHENTIC ASSESSMENT IN HISTORY LEARNING IN THE CITY OF BANJARMASIN Fitri Mardiani; Melisa Prawitasari; Sriwati; Dewicca F. Nadilla
JURNAL HISTORICA Vol. 9 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : History Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jhis.v9i1.53690

Abstract

Literasi sejarah, salah satu jalur yang dapat diambil untuk memberikan pembelajaran sejarah yang kontekstual dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penguatan literasi sejarah melalui penerapan penilaian autentik dalam pembelajaran sejarah di SMAN 5 Kota Banjarmasin. Jenis penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjeknya adalah guru sejarah dan siswa kelas X. Untuk analisis data, teknik berdasarkan Miles dan Huberman: pengumpulan data, reduksi data, presentasi data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasilnya adalah bahwa pembelajaran sejarah dengan penilaian autentik dapat menjembatani siswa menjadi melek sejarah. Guru menekankan pentingnya memberikan penilaian berbasis proses yang autentik (penilaian formatif) dengan berbagai aspek, seperti kognitif, afektif, dan psikomotor. Dalam penerapannya, hal ini dapat mengakomodasi keterampilan berpikir sejarah tingkat tinggi. Adanya penilaian autentik dengan menghadirkan strategi untuk memperkuat literasi sejarah menciptakan pembelajaran yang bermakna bagi siswa di SMAN 5 Banjarmasin.
Perencanaan Pembelajaran Sejarah Melalui Perpustakaan Digital iPaserTUNTAS Sebagai Sumber Belajar Rochgiyanti Rochgiyanti; Octaviona Fadilatul Khotimah; Melisa Prawitasari
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 11 No 1 (2026): Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v12i1.8382

Abstract

Perkembangan teknologi digital memberikan peluang bagi guru untuk memanfaatkan berbagai sumber belajar berbasis teknologi, salah satunya melalui perpustakaan digital. Di SMA Negeri 1 Muara Komam, ketersediaan sumber belajar sejarah masih terbatas karena koleksi perpustakaan sekolah didominasi buku paket, sementara akses ke perpustakaan daerah terkendala oleh jarak yang cukup jauh. Kondisi tersebut mendorong perlunya sumber belajar alternatif yang mudah diakses dan sesuai dengan perkembangan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses perencanaan penggunaan aplikasi iPaserTUNTAS sebagai sumber belajar sejarah bagi siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Muara Komam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi-terstruktur dengan satu guru sejarah, dua puluh siswa kelas XI, serta satu perwakilan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Paser, didukung oleh studi dokumentasi terhadap modul ajar. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu, sedangkan analisis data mengacu pada model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan penggunaan iPaserTUNTAS diawali dari kebutuhan guru terhadap sumber belajar sejarah yang lebih beragam, kemudian diperkuat melalui program sosialisasi yang dilaksanakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Paser. Guru selanjutnya mengintegrasikan aplikasi iPaserTUNTAS ke dalam modul ajar, menyesuaikan materi pembelajaran, serta merancang aktivitas belajar kelompok yang mendorong siswa mengakses referensi digital secara mandiri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perencanaan pemanfaatan iPaserTUNTAS telah dilakukan secara bertahap dan sistematis sehingga mampu mendukung pembelajaran sejarah yang lebih berpusat pada siswa, meskipun masih diperlukan penyempurnaan agar perencanaannya lebih terstruktur dan terdokumentasi secara optimal.  
Pelatihan Pembuatan Asesmen Formatif Berbasis Educaplay Bagi Guru MGMP Sejarah Kabupaten Barito Kuala Kalimantan Selatan Sriwati; Melisa Prawitasari; Fitri Mardiani; Octavian Hendra Priyatno; Siti Halimah; Aulia Atikah
PADMA Vol 6 No 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PADMA)
Publisher : LPPM Politeknik Piksi Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/padma.v6i1.2653

Abstract

The Barito Kuala Regency History Teachers' Conference is a professional forum for Senior High School History teachers teaching in the Barito Kuala Regency. Based on data from the Barito Kuala Central Statistics Agency in 2024, Barito Kuala Regency administratively consists of 17 sub-districts with a total of 16 public senior high schools spread across almost every sub-district. This History Teachers' Conference has 29 members from 19 Senior High Schools in Barito Kuala Regency. Based on the situation analysis, there are several problems faced by partners, namely that Barito Kuala Regency History High School teachers still have difficulty designing, integrating, and evaluating digital-based formative assessments in history learning. Regarding this problem, the solution offered by the Community Service team includes conducting training on designing and creating educaplay-based formative assessments for Senior High School History teachers in Barito Kuala Regency. The output of this solution is a teaching module, a tutorial on creating educaplay-based formative assessments, and educaplay-based formative assessment products.
Perencanaan Pembelajaran Sejarah Melalui Perpustakaan Digital iPaserTUNTAS Sebagai Sumber Belajar Rochgiyanti Rochgiyanti; Octaviona Fadilatul Khotimah; Melisa Prawitasari
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 11 No 1 (2026): Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v12i1.8382

Abstract

Perkembangan teknologi digital memberikan peluang bagi guru untuk memanfaatkan berbagai sumber belajar berbasis teknologi, salah satunya melalui perpustakaan digital. Di SMA Negeri 1 Muara Komam, ketersediaan sumber belajar sejarah masih terbatas karena koleksi perpustakaan sekolah didominasi buku paket, sementara akses ke perpustakaan daerah terkendala oleh jarak yang cukup jauh. Kondisi tersebut mendorong perlunya sumber belajar alternatif yang mudah diakses dan sesuai dengan perkembangan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses perencanaan penggunaan aplikasi iPaserTUNTAS sebagai sumber belajar sejarah bagi siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Muara Komam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi-terstruktur dengan satu guru sejarah, dua puluh siswa kelas XI, serta satu perwakilan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Paser, didukung oleh studi dokumentasi terhadap modul ajar. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu, sedangkan analisis data mengacu pada model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan penggunaan iPaserTUNTAS diawali dari kebutuhan guru terhadap sumber belajar sejarah yang lebih beragam, kemudian diperkuat melalui program sosialisasi yang dilaksanakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Paser. Guru selanjutnya mengintegrasikan aplikasi iPaserTUNTAS ke dalam modul ajar, menyesuaikan materi pembelajaran, serta merancang aktivitas belajar kelompok yang mendorong siswa mengakses referensi digital secara mandiri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perencanaan pemanfaatan iPaserTUNTAS telah dilakukan secara bertahap dan sistematis sehingga mampu mendukung pembelajaran sejarah yang lebih berpusat pada siswa, meskipun masih diperlukan penyempurnaan agar perencanaannya lebih terstruktur dan terdokumentasi secara optimal.  
Implementation of the Constructivist Approach in the Advanced History Learning Process at SMAN 1 Alalak Riyanni Riyanni; Melisa Prawitasari; Sriwati Sriwati
Historia Vol 14 No 2 (2026): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/hj.v14i2.13410

Abstract

Teachers as those in control of the learning process should implement an approach that fully supports students. However, learning is often teacher-centered leaving students passive, especially in advanced history subjects. This study aims to analyze the planning, implementation and assessment of advanced history learning at SMAN 1 Alalak using a constructivist approach. The research method is a qualitative case study with data collection techniques including interviews, observations and documents. The results show that teachers design plans that can make students active in learning. During the learning process, teachers act as facilitators and students construct knowledge based on their cognitive abilities and through social interactions with teachers and peers. Assessment of the learning process is carried out using formative and summative assessments to identify students' needs, development and learning outcomes. Based on this, the implementation of the learning process at SMAN 1 Alalak using a constructivist approach is running very well.
EDUKASI PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH DI BANTARAN SUNGAI KELURAHAN BENUA ANYAR Wisnu Subroto; Melisa Prawitasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Keguruan dan Pendidikan (JPM-IKP) Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat (JPM-IKP)
Publisher : FKIP Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jmp-ikp.v4i2.1037

Abstract

Pengabdian ini dilaksanakan selama tiga hari secara luring dan daring pada tanggal 2-4 Juni 2021. Tujuan kegiatan ini meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan bagi masyarkat yang tinggal di bantaran sungai Kelurahan Banua Anyar. Metode pelaksanaan pengabdian menggunakan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini adalah pemahaman masyarakat meningkat dalam mengelola sampah dengan baik dan benar, masyarakat memahami betul dampak yang akan terjadi apabila sampah terus menurus dibuang ke sungai. Kata kunci: Pendidikan, Pengelolaan Sampah, Rumah Tepi Sungai.
Tantangan dan Strategi Membangun Komunikasi Efektif melalui Literasi Sejarah di SMAN 1 Martapura Fitri Mardiani; Melisa Prawitasari; Sriwati Sriwati; Oktavian Hendra P.; Nelly Amelia; Muhammad Ikhsan hafidz
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i4.3644

Abstract

Transformasi perspektif, dan akses pengetahuan di era digital menghadirkan tantangan tersendiri pada pembelajaran sejarah di sekolah. Pola komunikasi dan keaktifan peserta didik masih dinilai pasif. Maka, tanpa kemampuan literasi sejarah yang tepat, peserta didik berisiko pada misinformasi dan distorsi narasi sejarah yang ahistoris. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan, tantangan dan strategi guru dalam membangun komunikasi efektif melalui penguatan literasi sejarah di SMAN1 Martapura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui studi dokumen, observasi, dan wawancara mendalam kepada guru dan peserta didik kelas XI dan XII. Uji keabsahan data melalui teknik triangulasi sumber dan waktu kemudian dianalisis secara deskriptif interpretatif dengan langkah reduksi, penyajian data, serta diakhiri dengan membuat simpulan. Hasil penelitian menunjukan, literasi sejarah di SMAN1 Martapura telah berjalan dengan baik dan diintegrasikan pada kegiatan intrakurikuler maupun kokurikuler seperti Jumat Literasi dan pojok literasi sejarah. Kendala yang ditemui ialah rendahnya minat baca, dominasi budaya populer Gen Z, serta beban administratif guru yang tinggi. Strategi yang dilakukan guru ialah pendekatan partisipatif dengan pemanfaatan media digital, pembelajaran berbasis proyek, serta eksplorasi sejarah lokal. Penguatan literasi sejarah sebagai sarana komunikasi edukatif memiliki implikasi luas bagi dunia pendidikan, khususnya dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, kritis, dan sadar sejarah.