Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

KOMPOSISI MEMBRAN OPTIMUM PADA ELEKTRODE SELEKTIF ION METHANIL YELLOW Dewi Umaningrum; Dahlena Ariyani; Radna Nurmasari
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.061 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v9i2.2150

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang komposisi membran optimum pada elektrode selektif ion Methanil Yellow. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi membran optimum campuran antara kitosan, polivinil klorida (PVC) dan dioktilftalat (DOP) pada elektrode selektif ion Methanil Yellow. Tahapan awal yang dilakukan adalah pembuatan badan elektrode dan kemudian dilanjutkan dengan melakukan variasi komposisi terhadap membran campuran kitosan, polivinil klorida (PVC) dan dioktilftalat (DOP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi membran optimum kitosan:PVC:DOP sebesar 20:30:50 dengan harga Nernst sebesar 56,82 mV/dekade konsentrasi. Kata kunci: Komposisi membran, elektode selektif ion, methanil yellow, kitosan, polivinil klorida (PVC), dioktilftalat (DOP) 
KAJIAN SORPSI ZAT WARNA SAFRANIN O PADA SORBEN BEADS KITOSAN-TRIPOLIFOSFAT Radna Nurmasari; Dewi Umaningrum; Eka Yuliyanti
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.729 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v12i1.4653

Abstract

Penelitian tentang sorpsi zat warna safranin O pada beads kitosan-TPP telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kondisi optimum sorpsi safranin O (konsentrasi TPP pada beads kitosan-TPP, pH, dan waktu kesetimbangan) dan kapasitas sorpsi. Kondisi optimum sorpsi serta kapasitas sorpsi safranin O pada beads kitosan-TPP didapatkan melalui pengolahan data dari pengukuran nilai serapan larutan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi TPP optimum beads kitosan-TPP terhadap sorpsi safranin O adalah 7,5%, pH optimum sorpsi safranin O pada beads kitosan-TPP adalah pH 11, waktu kesetimbangan sorpsi safranin O adalah pada 90 menit, dan kapasitas sorpsi beads kitosan-TPP terhadap safranin O adalah 32,25 mg/g. Kata Kunci : beads kitosan-TPP, sorpsi, alizarin red S, safranin O
PENGARUH pH DAN KONSENTRASI CaCl2 TERHADAP KEMAMPUAN TANAH MINERAL MASAM DALAM MENJERAP FOSFAT (THE EFFECT OF pH AND CaCl2 CONCENTRATIONS ON THE ABILITY OF ACID MINERAL SOIL TO ABSORB PHOSPHATE) Uripto Trisno Santoso; Dewi Umaningrum; Abdullah Abdullah; Ade Mutia Rahmah
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 1, No 2 (2007)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.007 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v1i2.2008

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengaruh pH dan konsentrasi CaCl2 terhadap kemampuan tanah mineral masam dalam menjerap fosfat. Kemampuan tanah mineral masam dalam menjerap fosfat diukur berdasarkan besarnya kapasitas absorpsi tanah menggunakan persamaan isoterm Langmuir. Pengaruh pH terhadap kemampuan tanah dalam menjerap fosfat dipelajari dengan cara mengukur kapasitas absorpsinya pada pH 3, 4, 5, 6 dan 7. Pengaruh konsentrasi CaCl2 terhadap kemampuan tanah dalam menjerap fosfat dipelajari dengan cara mengukur kapasitas absorpsinya pada variasi konsentrasi CaCl2 (M): 0,05; 0,1 dan 0,5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH dan konsentrasi CaCl2 dapat mempengaruhi kemampuan tanah mineral masam dalam menjerap fosfat. Kemampuan tanah mineral masam dalam menjerap fosfat cenderung semakin besar pada pH yang semakin rendah dan pada konsentrasi CaCl2 yang semakin besar. Kata kunci : tanah mineral masam, kapasitas absorpsi, fosfat, pH, konsentrasi CaCl2 
PERBANDINGAN METODE POTENSIOMETRI DAN SPEKTROFOTOMETRI PADA PENENTUAN FORMALIN Dewi Umaningrum; Radna Nurmasari; Maria Dewi Astuti
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.376 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v15i1.9544

Abstract

Penelitian tentang penentuan formalin menggunakan metode potensiometri dan spektrofotometri telah dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan hasil pengukuran kadar formalin antara metode potensiometri dengan metode standar spektrofotometri. Metode penelitian diawali dengan membuat sensor formalin yang digunakan untuk mengukur kadar formalin menggunakan selulosa asetat sebagai ionofor. Tahap berikutnya adalah mengukur kadar formalin sampel menggunakan sensor dan metode standar spektrofotometri. Hasil pengukuran kadar formalin kemudian dibandingkan diantara kedua metode tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi formalin yang terukur menggunakan metode spektrofotometri sebesar 1,275; 2,071 dan 2,978 ppm, sedangkan menggunakan metode potensiometri sebesar 1,40; 2,08 dan 3,07 ppm. Berdasarkan perhitungan didapatkan harga thitung < ttabel untuk DB(n–2) menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna antara metoda potensiometri dengan metoda spektrofotometri pada penentuan formalin.Kata kunci: formalin, spektrofotometri, potensiometri
ENGARUH KONSENTRASI AMONIA DALAM PROSES PEMBENTUKAN KOMPLEKS Au(NH3)2+ Dewi Umaningrum; Ani Mulyasuryani; Hermin Sulistyarti
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.945 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v6i2.2111

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh konsentrasi ammonia dalam proses pembentukan kompleks Au(NH3)2+. Tahapan dalam penelitian ini yaitu proses pelarutan serbuk emas dalam larutan ammonia pada beberapa konsentrasi ammonia dan kemudian diukur besarnya konsentrasi emas yang terlarut yang menunjukkan jumlah kompleks Au(NH3)2+ yang terbentuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ammonia optimum pada proses pembentukan kompleks Au(NH3)2+ sebesar 7 M dengan jumlah Au terlarut sebesar 0,618 ppm. Kata kunci : kompleks Au(NH3)2+, ammonia. 
ADSORPSI Pb(II) OLEH ASAM HUMAT TERIMOBILISASI PADA HIBRIDA MERKAPTO SILIKA DARI ABU SEKAM PADI Dewi Umaningrum; Dwi Rasy Mujiyanti; Radna Nurmasari
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.5 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v8i1.2130

Abstract

Telah dilakukan adsorpsi Pb(II) oleh asam humat (AH) terimobilisasi pada hibrida merkapto silika (HMS) dari abu sekam padi. Penelitian ini bertujuan mengadsorpsi Pb(II) dengan menggunakan asam humat terimobilisasi pada hibrida merkapto silika (AH-HMS) dan menentukan kapasitas adsorpsinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH adsorpsi Pb(II) oleh AH, HMS, dan AH terimobilisasi HMS yaitu pada pH sebesar 3. Besarnya kapasitas adsorpsi yang diperoleh untuk AH, HMS dan AH-HMS adalah sebesar 27,03 mg/g, 32,68 mg/g dan 22,73 mg/g. Kata kunci: logam Pb(II), AH-HMS, pH, kapasitas adsorpsi 
SKRINING FITOKIMIA DARI ALANG-ALANG (Imperata Cylindrica L.Beauv) DAN LIDAH ULAR (Hedyotis Corymbosa L.Lamk) Seniwaty Seniwaty; Raihanah Raihanah; Ika Kusuma Nugraheni; Dewi Umaningrum
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 3, No 2 (2009)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.353 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v3i2.2035

Abstract

Berbagai jenis tumbuhan dapat digunakan sebagai obat yang kita kenal sebagai obat tradisional. Penggunaan obat tradisional oleh masyarakat sampai sekarang terus meningkat. Indonesia sangat kaya dengan tanaman yang digunakan sebagai obat. Salah satu tanaman yang biasa digunakan sebagai obat oleh masyarakat Indonesia untuk berbagai macam keluhan dan penyakit adalah tanaman alang-alang (Imperata Cylindrica L. Beauv) dan lidah ular (Hedyotis Corymbosa L. Lamk). Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi ilmiah kandungan senyawa sekunder dari tanaman alang-alang dan lidah ular. Penelitian ini meliputi identifikasi senyawa metabolit sekunder dari kedua jenis tanaman tersebut dapat dilakukan dengan metode skrining fitokimia, yang meliputi analisis kualitatif (identifikasi alkaloid, flavonoid, tanin, steroid, dan triterpenoid, serta glikosida jantung) yang dilanjutkan dengan analisa kuantitatif dari senyawa metabolit yang diketahui. Dari hasil penelitian pada tanaman alang- alang positif mengandung alkaloid sebesar 1,07% dan flavonoid sebesar 4,8%. Begitu pula pada tanaman lidah ular positif mengandung alkaloid sebesar 3,67% dan flavonoid sebesar 2,6%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kandungan alkaloid pada alang-alang lebih kecil daripada lidah ular, namun sebaliknya kandungan flavonoid alang-alang lebih besar dari pada lidah ular. Kata Kunci : alang-alang, lidah ular, skrining fitokimia 
Determination Optimum pH Adsorption of Chromium Using Duck Feathers as Adsorbent Modification CH3OH and HCl Dwi Nurwijayanti; Umi Baroroh Lili Utami; Dewi Umaningrum
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.485 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v12i1.4852

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang “Penentuan pH Optimum Adsorpsi Kromium Menggunakan Adsorben Bulu Itik Termodifikasi CH3OH dan HCl”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi CH3OH optimum pada proses modifikasi dan pH optimum adsorpsi ion logam Cr oleh adsorben bulu itik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi CH3OH 25% menghasilkan adsorpsi optimum Cr pada proses modifikasi. Adsorpsi ion logam Cr menggunakan adsorben bulu itik sebelum dan setelah dimodifikasi mempunyai pH optimum yaitu masing-masing pH 5 dan 4 dengan kromium teradsorpsi sebesar 42,170% dan 58,777%.
KAJIAN PENGARUH TEMPERATUR DAN ION ASING PADA ELEKTRODA SELEKTIF ION METHANIL YELLOW Dewi Umaningrum; Dahlena Ariyani; Radna Nurmasari
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.424 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v10i2.3163

Abstract

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI EKSTRAK CAMPURAN TUMBUHAN ALANG-ALANG (Imperata cylindrica) DAN LIDAH ULAR (Hedyotis corymbosa) SEBAGAI PEREDAM RADIKAL BEBAS ASAM LINOLEAT Syana Asri Nurmuhaimina; Resna Maulia; Isnani Yuniarti; Dewi Umaningrum
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.991 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v3i1.2031

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang uji aktivitas antioksidan campuran ekstrak alang-alang (Imperata cylindrica) dan lidah ular (Hedyotis corymbrosa) sebagai peredam radikal bebas asam linoleat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan dari ekstrak campuran alang-alang dan lidah ular dalam meredam radikal bebas asam linoleat. Penelitian ini meliputi uji kualitatif identifikasi metabolit sekunder yang terdapat pada tumbuhan alang-alang dan lidah ular serta uji aktivitas antioksidan dengan metode feri tiosianat/FTC dalam meredam radikal bebas asam linoleat. Pengukuran aktivitas antioksidan dari masing-masing sampel dan campurannya dengan perbandingan 50:50, 25:75, 75:25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tanaman alang-alang dan lidah ular menunjukkan uji positif pada identifikasi alkaloid, flavonoid, steroid, triterpenoid, dan hasil negatif pada identifikasi saponin. Pada uji aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa campuran ekstrak alang-alang dan lidah ular (50:50) mempunyai kemampuan meredam radikal bebas lebih besar dibandingkan sampel yang lain yaitu sebesar 65,96%. Katakunci : Imperata cylindrica, Hedyotis corymbosa, antioksidan, asam linoleat.