Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search
Journal : Rotasi

PENGARUH WAKTU AUSTEMPERING TERHADAP SIFAT MEKANIS DAN STRUKTUR MIKRO AUSTEMPERED DUCTILE IRON PADUAN 0,5% Cu + 0,3% Mo DAN 0,5% Cu + 0,6 % Mo Umardani, Yusuf
ROTASI Volume 12, Nomor 2, April 2010
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.498 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.12.2.14-17

Abstract

Austempered ductile iron (ADI) memiliki sifat-sifat yang menarik seperti kekuatan tinggi yang dikombinasikan dengan keuletan dan ketangguhan yang baik Penambahan unsur tembaga (Cu) dan molibdenum (Mo) diharapkan dapat meningkatkan sifat mekanisnya.Penelitian dimulai dari proses pengecoran besi cor nodular dengan penambahan unsur Cu dan Mo dengan prosentase yang telah ditentukan. Penambahan dalam penelitian ini adalah 0,5% Cu + 0,3% Mo dan 0,5% Cu + 0,6 % Mo. Struktur mikro dan sifat mekanis ADI tersebut diteliti setelah mengalami proses austempering dengan variasi waktu penahanan 1 jam, 2 jam dan 4 jam. Pengujian metalografi digunakan untuk mengetahui struktur mikronya, disertai dengan uji kekerasan Rockwell dan pengujian kekuatan tarik untuk mengetahui sifat mekanisnya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan unsur Cu dan Mo dengan prosentase tertentu pada besi cor nodular akan meningkatkan sifat mekanisnya. Selain itu proses perlakuan panas austempering juga akan meningkatkan sifat mekanisnya, hal ini disebabkan karena terbentuknya struktur bainite yang akan meningkatkan kekuatan besi cor nodular dan adanya retained austenite yang akan menyebabkan material tersebut mempunyai sifat ulet.
PEMANFAATAN ABU VULKANIK GUNUNG KELUD SEBAGAI BAHAN ADITIF DALAM PEMBUATAN CETAKAN PENGECORAN LOGAM Umardani, Yusuf
ROTASI Vol 17, No 1 (2015): VOLUME 17, NOMOR 1, JANUARI 2015
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.962 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.17.1.52-56

Abstract

Erupsi gunung berapi selalu mengeluarkan Abu vulkanik yang dikeluarkan dari perut bumi, seperti letusan gunung Kelud pada awal tahun 2014 ini yang mengeluarkan ratusan juta m2 abu Vulkanik. Abu vulkanik salah satu unsur yang terkandung didalamnya adalah lempung/bentonit. Bentonit dalam proses pengecoran logam dimanfaatkan sebagai bahan aditif untuk mengikat antar butiran pasir sehingga pasir bisa dibentuk sebagai bahan cetakan. Kekuatan ikatan antar butiran diuji melalui kuat tekan, mampu bentuk dan kuat geser dari pasir tersebut. Metode penelitian ini dengan cara membuat spesimen dari pasir yang dicampur dengan abu vulkanik 5%, 10 % dan 15%. Kemudian dilihat kekuatan tekan, kekuatan geser dan mampu bentuk serta mampu alir udara atau permeabilitasnya. Pasir cetak dengan tambahan abu vulkanik 15% mempunyai kekuatan tekan sebesar 22,8 kg/mm dan kekuatan geser sebesar 17,7 kg/mm
PENGARUH WAKTU AUSTEMPERING TERHADAP SIFAT MEKANIS DAN STRUKTUR MIKRO AUSTEMPERED DUCTILE IRON PADUAN 0,5% Cu + 0,3% Mo DAN 0,5% Cu + 0,6 % Mo Umardani, Yusuf
ROTASI Volume 10, Nomor 2, April 2008
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5417.881 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.10.2.32-35

Abstract

Austempered ductile iron (ADI) memiliki sifat-sifat yang menarik seperti kekuatan tinggi yang dikombinasikan dengan keuletan dan ketangguhan yang baik Penambahan unsur tembaga (Cu) dan molibdenum (Mo) diharapkan dapat meningkatkan sifat mekanisnya. Penelitian dimulai dari proses pengecoran besi cor nodular dengan penambahan unsur Cu dan Mo dengan prosentase yang telah ditentukan. Penambahan dalam penelitian ini adalah 0,5% Cu + 0,3% Mo dan 0,5% Cu + 0,6 % Mo. Struktur mikro dan sifat mekanis ADI tersebut diteliti setelah mengalami proses austempering dengan variasi waktu penahanan 1 jam, 2 jam dan 4 jam. Pengujian metalografi digunakan untuk mengetahui struktur mikronya, disertai dengan uji kekerasan Rockwell dan pengujian kekuatan tarik untuk mengetahui sifat mekanisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan unsur Cu dan Mo dengan prosentase tertentu pada besi cor nodular akan meningkatkan sifat mekanisnya. Selain itu proses perlakuan panas austempering juga akan meningkatkan sifat mekanisnya, hal ini disebabkan karena terbentuknya struktur bainite yang akan meningkatkan kekuatan besi cor nodular dan adanya retained austenite yang akan menyebabkan material tersebut mempunyai sifat ulet.
Terbentuknya White Layer pada Proses Milling Austempered Ductile Iron (ADI) Rusnaldy, Rusnaldy; Umardani, Yusuf
ROTASI Vol 22, No 3 (2020): VOLUME 22, NOMOR 3, JULI 2020
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/rotasi.22.3.180-187

Abstract

Machining processes cause a white layer at the surface of a work piece. A white layer is a featureless layer that typically forms on machined steel surfaces and appears white when observed under an optical microscope after standard metallographic preparation. A white layer is known to be a function of the cutting conditions and its thickness ranges from a few microns to a few tens of microns. A white layer is generally a hard phase and leads to the surface becoming brittle causing crack permeation and product failure. This layer has been reported in a wide range of materials, from mild steels to nickel-based super alloys. This paper reports on an investigation of white layer formation for a range of cutting speeds, feeds and depth of cut  in milling of Austempered Ductile Iron (ADI). To produce ADI, ductile irons  were first austenitized in furnace at 900oC for 1 hour and then they were quenched in salt bath at 375oC for 1 hour.  The machined specimens were analysed using a optical microscope with software Lumenera Infinity 1 to measure the thickness of white layer dan a micro hardness tester. The present results reveal that white layers were formed on the machined surfaces of ADI. The machined surface showed an increase in hardness with respect to the bulk material. The effects of cutting speeds, feeds and depth of cut on thickness and micro hardness of  white layers are reported in this paper.
Development of Footprint Analysis Software Using the Cavanagh Arch Index Method Based on a MATLAB GUI Umardani, Yusuf; Wibowo, Dwi Basuki; Suprihanto, Agus; Basyith, Mohammad Rizqi Abdul
ROTASI Vol 26, No 4 (2024): VOLUME 26, NOMOR 4, OKTOBER 2024
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/rotasi.26.4.13-26

Abstract

The human foot plays a crucial role in supporting body weight and maintaining mobility. It is divided into three main sections: the heel, the arch (middle section), and the forefoot. Based on arch structure, feet are categorized into three types: normal, flat foot, and high arch. Flat feet can negatively affect foot health, making the identification of foot types critical for preventive care. In Indonesia, identification often relies on the wet foot test, which has limitations in accuracy. Therefore, a more effective identification system is needed. Previous studies developed software to identify foot types through digital images, but these lacked advanced features and image quality options. This research aims to develop new software that can operate a scanner, process images directly, and offer flexible editing options for improved image quality. The software was developed using MATLAB r2021B GUI, employing image acquisition and processing toolboxes. The results demonstrate high accuracy, with processing differences of 0.73% for length, 1.22% for width, 1.06% for shoe size, 1.34% for FAC, and 2.49% for the arch index compared to previous software versions.
Co-Authors Adi Kurniawan Yusim Adi Nugroho Adi Nugroho Adi Nugroho Adityo Ristyanto Agrie F Mizan Agus Suprihanto Agus Suprihanto Agus Suprihanto Agus Tri Hardjuno Agy Randhiko Alfitra Bin’arya Putratama Amadeus Bagas Maruli Jarwanto Andhika Krismaintya Putera Andrea Tri Wibowo Azhar Azzyumardi Pasha Basyith, Mohammad Rizqi Abdul Bayu Sasmita Bernard, Jovian Bona Frans Willy Simamora Catur Pramono Damar Nurwahyu Bima Daniel Sijabat Deivandra Ginanjar Bhakti Didik Ariwibowo Djoeli Satrijo Dwi Basuki Wibowo Dwi Basuki Wibowo Eko Julianto Sasono Febri Firmansyah Gilbert Fedrick Purba Glenn Natanael Samudera Grandy Yustisio Rizaldi Ginting Gunawan Dwi Haryadi Hartono Hartono Hartono Hartono Herriza, Rigo Muhammad Huda Fathu Rohman Ian Aditama Putra Ian Wiharja Indartono Indartono Juan Pratama Anandika Khairul Ayat Khoiri Rozi Khoiri Rozi Korna Ariesta Kusumaharja, Rezka Dwima Lie, Calvin M Faldy Syafar M Rafly Rafiqi Malik Sanjaya Matheus Agung Putra Yoga Mhd. Brian Awiruddin Misbah Bukhori Mohammad Nur Kholis Majid Mohd Ridwan Muhammad Ainus Sholikhin Muhammad Fajrur Rochmat Muhammad Fakhri Aji Pratomo Muhammad Farras Farshal Muhammad Iqbal Mukhamad, Alaya Fadllu Hadi Nofa Karsa Mustadzanah Norman Iskandar Ojo Kurdi Parven, Parven Paryanto Prasetia, Zakaria Frani Pratomo, Muhammad Fakhri Aji Putra, Diva Tsamara Rafikhul Fatah Ronald Sabtendra Rusnaldy Rusnaldy Saputra, Anggar Aji Sarwoko Sarwoko Sarwoko Sarwoko Satriyo Adhi Nugroho Seno Darmanto Seno Darmanto Seno Darmanto Sri Nugroho Sri Nugroho Sri Nugroho Sriyana Sriyana Sulistyo Sulistyo Sulistyo Sulistyo Sunarso Sugeng Sutan to Tari Purwanti, Tari Ulya Ramdhani Fikri Yuniarto Yuniarto, Yuniarto Yurianto Yurianto Yusim, Adi Kurniawan