Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Upland Rice Growth after Low-Input Amendments on Upland Soil in West Kalimantan, Indonesia Gafur, Sutarman; Umran, Ismahan
JOURNAL OF TROPICAL SOILS Vol. 24 No. 3: September 2019
Publisher : UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5400/jts.2019.v24i3.119-128

Abstract

Upland soils in West Kalimantan used for agricultural activities reach about 483,077 hectares. However, this land potential is not yet optimally exploited due to poor soil fertility. To increase its productivity, there is a need to invent technology packages that are not only effective but also efficient. This research is designed to study the growth of upland rice and the changes in certain soil properties after low-input treatment applications. This research used a Completely Randomized Design. There were 6 treatments and 4 replications. The treatment levels were P0 (no treatment), P1 (7tons of cow manure/ha + 300 kg NPK compound), P2 (15tons of cow manure/ha + 300 kg NPK compound), P3 (7tons of compost/ha + 300 kg NPK compound), P4 (15tons of compost/ha + 300 kg NPK compound), and P5 (600 kg/ha NPK compound). Parameters included plant height and dry weight, NPK absorptions, soil pH, organic C content, and NPK contents after soil treatment. The results showed that upland rice responded well to low-input amendment treatments compared to that of grow-in soil with no input treatments. Both the treatments using 15 tons of cow manure and 15 tons of rice straw compost per hectare, each plus 300 kg of NPK, were suggested to be further research topics for treatments in upland soil of West Kalimantan.
Indeks Kualitas Tanah Lahan Pasang Surut pada Tiga Tipe Penggunaan Lahan di Desa Punggur Kecil Kabupaten Kubu Raya Vera, Konselia D.; Umran, Ismahan; Hayati, Rita
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/plt.v14i1.80750

Abstract

The study was conducted in the Punggur Kecil Village, Kubu Raya Regency, on three types of land use those are langsat plantations, mixed cropping and rice fields.   Land use change or land conversion is one of the factor that decteasing soil quality. Land use changed that occurs in punggur kecil, reguires any research aim to determining the soil quality index on three types of land use, those are Langsat plantations, mixed crops and rice fields in the punggur kecil village sungai kakap, Kubu Raya District.   Soil sampling using a diagonal system at 3 study sites with 5 points. The amount of samples in the three types of land use are 15 samples. Research parameters include supporting parameters such as soil profile, structure, vegetation type, depth of ground water level, pyrite content and distance of observation location from river / sea. Soil physical properties include bulk density, moisture content in field capacity, total porosity and texture. Soil chemical properties include soil reaction (pH), N-Total, P-Available, K-exchangeble, Ca-exchangeble, Mg-exchangeble, Na- exchangeble, Base Saturation, Cation Exchange Capacity (CEC) and C-Organic. Biological properties include: earthworm population. Stages of research include determining the location of research sampling, sample analysis in the laboratory, determination of the minimum data set (MDS) with principal component analysis (PCA) as a weight index, scoring of soil indicators and determination of soil quality index. Data processing using microsof excel 2010 and statistical applications SPSS 16. The results showed langsat plantations have a soil quality index of 0.44 (medium criteria). Mixed crop land has a soil quality index value of 0.35 (low criteria). Rice fields have a soil quality index value of 0.35 (low criteria).
Pengaruh Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Abu Cangkang Kerang Terhadap Serapan Unsur Fosfor dan Produksi Tanaman Jagung Manis di Tanah Ultisols Pratama, Anggi; Umran, Ismahan; Hayati, Rita
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/plt.v13i2.80744

Abstract

Utilization of Ultisols for sweet maize cultivation has several barriers, especially low of soil acidity, CEC, nutrient availability, organic matter and high of Al, Fe, and Mn consentration. This research was aimed to know the interaction of palm oil empty fruit compost and cockle shell ash on phosphorus uptake and yield of sweet maize in Ultisols. The experiment was carried out in screen house of Agriculture Faculty, Tanjungpura University. The research used factorial design arranged in a completely randomized design (CRD) consisting of two factors treatment (CRD). The first factor is palm oil empty fruit compost consisting control (T0), 670 g/polybag (T1), 1,030 g/polybag (T2) and 1,410 g/polybag (T3). The second factor is cockle shell ash consisting (A0), 3,3 g/polybag (A1), 4,4 g/polybag (A2), and 5,5 g/ polybag (A3). Each tretments was done in 3 replication. The parameters are soil pH, C-Oraganik, P-Available, phosphorus uptake, cob length, and cob weight. The results showed T0A3 can increase soil pH highest with the value 6.08. T3A2 can increase C-Organic with the value 2.31. T2A1 can increase P-Available with the value 26.96. T2 (1,030 g/polybag) significantly affected phosphorus uptake and cob weight.  
KAJIAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR TERHADAP KESUBURAN TANAH PADA BEBERAPA PENGGUNAAN LAHAN DAN JENIS TANAH DI DESA MAYAK KABUPATEN BENGKAYANG Akbar, Syahirul; Umran, Ismahan; Riduansyah, Riduansyah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.65232

Abstract

Mikoriza merupakan hubungan simbiosis antara jamur dan akar tanaman yang saling menguntungkan. Mikoriza dapat ditemukan di hampir semua jenis tanah dan umumnya tidak memiliki inang yang spesifik, namun faktor-faktor tertentu mempengaruhi tingkat populasi dan komposisi jenis Fungi Mikoriza Arbuskular, seperti karakteristik tanaman dan sifat kimia tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah populasi spora dan keragaman Fungi Mikoriza Arbuskular dan kesuburan tanah pada beberapa penggunaan lahan dan jenis tanah di Desa Mayak Kabupaten Bengkayang. Penelitian dilakukan mulai dari bulan September sampai November 2022. Pengambilan sampel dilakukan secara komposit dengan sistem acak berpola diagonal. Hasil penelitian menggunakan uji-t menunjukan perbedaan yang nyata antara populasi FMA pada jenis tanah Oxisol 1.926 spora/900 gram tanah (214 spora/100 gram tanah) dan Inceptisol 1.160 spora/900 gram tanah (128 spora/100 gram tanah) yang ditanami tanaman lada sedangkan pada tanaman kelapa sawit di jenis tanah Oxisol 1.420 spora/900 gram tanah (157 spora/100 gram tanah) dan Inceptisol 1.488 spora/900 gram tanah (165 spora/100 gram tanah), menunjukan perbedaan yang tidak nyata, Jenis FMA yang terdapat pada jenis tanah Oxisol dan Inceptisol yang ditanami kelapa sawit dan lada yaitu Glomus sp, Gigaspora sp, Acaulospora sp, dan Scutellospora sp, indeks keragaman FMA menunjukkan pada kelapa sawit Inceptisol yaitu 2,07 (tinggi), kelapa sawit Oxisol yaitu 1,93 (sedang), lada Inceptisol yaitu 1,71 (sedang), dan lada Oxisol yaitu 1,92 (sedang)
PENGARUH PENGGUNAAN ABU TERBANG (FLY ASH) DAN BEBERAPA JENIS SAWI TERHADAP KADAR LOGAM KADMIUM (Cd) DAN PRODUKSI SAWI DI TANAH GAMBUT Syafitri, Tirta Yuliardi; Hayati, Rita; Umran, Ismahan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 2 No. 1: April 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i1.2445

Abstract

Lahan gambut mempunyai potensi yang cukup baik untuk usaha budidaya tanaman sayuran seperti sawi, akan tetapi mempunyai masalah berkaitan dengan tingkat kemasaman tanah. Penggunaan abu terbang sebagai pengganti kapur dinilai lebih efisien selain dapat mengatasi masalah kemasaman tanah juga dapat mengatasi masalah pencemaran lingkungan akibat akumulasi limbah batubara. Abu terbang dapat digunakan sebagai amelioran untuk memperbaiki kesuburan tanah, karena mengandung kalsium yang cukup tinggi sehingga dapat digunakan sebagai pengganti kapur pertanian. Abu terbang juga mengandung unsur mikro dan beberapa unsur makro yang dibutuhkan tanaman. Di sisi lain abu terbang juga mengandung logam berat salah satunya Cd. Famili Brassicaceae (kubis-kubisan) tergolong tanaman yang mampu mengakumulasi logam berat, sehingga sering digunakan dalam phytoextraction pada lahan yang tercemar logam berat. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan abu terbang (fly ash) dan beberapa jenis sawi terhadap kadar logam kadmium (Cd) dan produksi sawi di tanah gambut. Tempat penelitian di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Kota Pontianak. Penelitian berlangsung dari bulan Januari 2012 sampai dengan Maret 2012. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan pola Faktorial Split Plot yang terdiri dari 2 faktor. Sebagai petak utama (main plot) adalah faktor dosis abu terbang (a), terdiri atas 4 taraf yakni: a1 (300 g/polybag abu terbang), a2 (600 g/polybag abu terbang), a3 (900 g/polybag abu terbang) dan a4 (1200 g/polybag abu terbang). Anak petak (sub plot) adalah faktor jenis tanaman sawi (t) terdiri atas 4 taraf yakni : t1 (sawi pakcoy), t2 (sawi hijau), t3 (kailan), t4 (sawi keriting). Analisis meliputi pH tanah, berat basah tanaman setelah pemanenan, serta kadar logam berat Cd pada jaringan tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian abu terbang pada media tanam tanah gambut dapat meningkatkan pH tanah sehingga memperbaiki kesuburan tanah gambut. Hasil penelitian juga memperlihatkan bahwa tanaman sawi yang ditanam pada media tanah gambut yang diberi penambahan abu terbang relatif aman dikonsumsi dengan indikasi tidak adanya kandungan logam berat Cd pada jaringan tanaman. Kata kunci: abu terbang, logam berat Cd, sawi, tanah gambut
PENGARUH PUPUK KOTORAN AYAM DAN PHONSKA TERHADAP POPULASI MIKROBIA PELARUT FOSFAT PADA TANAH ULTISOL YANG DITANAMI TANAMAN CABAI RAWIT Angreni, A. Ulipiana S; Umran, Ismahan; Zulfita, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.356 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.8703

Abstract

Rendahnya unsur hara pada tanah ultisol seperti halnya unsur hara mikro dan makro dikerenakan tanah jenis ini didominasi oksida Al dan Fe serta daya ikat P yang tinggi sehingga menyebabkan unsur P tidak tersedia dalam tanah. Pupuk P yang diberikan akan terfiksasi dan segera membentuk senyawa yang sukar larut dengan ion-ion Al dan Fe dan terikat oleh oksida-oksida Al dan Fe sehingga unsur P menjadi sukar tersedia bagi tanaman, (Wulandari, 2001). Untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan penambahan bahan organik dari luar menggunakan pupuk kotoran ayam yang berfungsi untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan aktifitas mikrobia tanah, dengan adanya mikroba pelarut fosfat yang dapat menghasilkan asam organik sehingga kelarutan Al dapat diturunkan karena adanya pengikatan oleh asam organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk kotoran ayam dan phonska terhadap populasi mikrobia pelarut fosfat (MPF) pada tanah ultisol yang ditanami tanaman cabai rawit. Metode penelitian ini adalah metode MPN, berdasarkan hasil jumlah populasi yang di peroleh, adapun hasil penelitan ini ditemukan jumlah populasi MPF dari sample tanah tersebut diketahui pada pengunaan pupuk cair dan phonska lebih tinggi dibandingkan dengan pupuk padat dan phonska, sehingga berdasarkan hasil tersebut bahwa pada pengunan pupuk cair dan phonska lebih baik.
UJI EFEKTIFITAS BAKTERI Bradyrhizobium japonicum DAN UREA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI DI TANAH GAMBUT Homnizar, Eni; Inpurwanto, Inpurwanto; Umran, Ismahan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas bakteriBradyrhizobium japonicum, urea, serta interaksi B. japonicum dan urea terhadappertumbuhan dan hasil kedelai di tanah gambut. Penelitian ini menggunakanrancangan acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri dari dua faktor denganfaktor pertama adalah bakteri B. japonicum (R) terdiri dari dua level dan faktorkedua adalah dosis pupuk urea (U) yang terdiri dari empat level. Kombinasinyamenjadi 8 perlakuan yakni, r0u0 (tanpa B. japonicum+ urea 0 kg /ha), r0u1 (tanpaB. japonicum+ urea 25 kg/ha), r0u2 (tanpa B. japonicum+ urea 50 kg /ha), r0u3(tanpa B. japonicum+ urea 75 kg /ha), r1u0 (B. japonicum+ urea 0 kg /ha), r1u1(B. japonicum+ urea 25 kg /ha), r1u2 (B. japonicum+ urea 50 kg /ha), r1u3 (B.japonicum+ urea 75 kg /ha). Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, kadarklorofil daun, jumlah bintil akar, berat basah bintil akar, berat kering tanaman,berat kering akar, jumlah polong per tanaman, berat biji kering per tanaman, danbobot 100 biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bakteri B.japonicum memberikan pengaruh yang nyata terhadap kadar klorofil daun, jumlahpolong per tanaman, dan berat biji kering per tanaman. Perlakuan ureamemberikan pengaruh yang nyata terhadap terhadap berat kering tanaman.Interaksi perlakuan B. japonicum dan urea memberikan pengaruh yang nyataterhadap tinggi tanaman, jumlah bintil akar, berat basah bintil akar, dan berat bijikering per tanaman.Kata kunci: B. japonicum, Kedelai, Tanah gambut, Urea.
HUBUNGAN BAHAN ORGANIK TANAH DARI BEBERAPA TIPE PEMANFAATAN LAHAN TERHADAP POPULASI BAKTERI DAN FUNGI TANAH sartita, sartita; umran, ismahan; hayati, rita
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9410

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan bahan organic tanah dari beberapa tipe pemanfaatan lahan terhadap populasi bakteri dan fungi tanah. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode analisis data korelasi. Variabel yang diamati meliputi populasi bakteri, populasi fungi, bahan organic, pH Bakteri, Populasi Fungi, Bahan Organik, Tipe Pemanfaatan Lahan Tanaman Kacang Panjang tanah, temperature tanah, kelembaban tanah, C/N organic dan kadar air. Hasil isolasi dari setiap tipe pemanfaatan lahan menunjukkan bahwa jumlah populasi bakteri pada tipe pemanfaatan lahan kacang panjang 6 x 107, fungi 5 x 103, lahan ubi kayu bakteri 1,1 x 108, fungi9 x 103, lahan karet bakteri 8 x 107, fungi2,6 x 104, lahan rambutan bakteri 1,5 x 108, fungi 2,9 x 104, lahan durian 1,1 x 108 fungi 3,5 x 104 dan lahan gaharu 7 x 107 tanah fungi 2,5 x 104. Hasil penelitian menunjukan bahwa populasi bakteri dan fungi ditemukan pada semua sampel tanah pada beberapa tipe pemanfaatan lahan tersebut. Hasil analisis korelasi antara bahan organic dengan populasi bakteri yaitu 0,733 tergolong kuat sedangkan korelasi antara bahan organic dengan fungi yaitu 0,395 tergolong lemah. Kata-kata kunci : Populasi, Ubi Kayu, Karet, Rambutan, Durian dan Gaharu.
STUDI STATUS HARA NITROGEN, FOSFOR, DAN KALIUM UNTUK TANAMAN PADI SAWAH (Oryza sativa L.) PADA LAHAN PASANG SURUT DI DESA SUNGAI KAKAP KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA suryati, suryati; aspan, asrifin; umran, ismahan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9637

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status unsur hara N, P dan K di lokasi penelitian untuk pengembangan padi beserta rekomendasi pemupukannya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2014 sampai dengan bulan Desember 2014. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sungai Kakap dengan luas 7 ha. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Variabel pengamatan meliputi : N-total, P-tersedia, K-dd, pH, uji pirit, dan perhitungan kebutuhan pupuk. Hasil analisis menunjukkan bahwa status unsur hara N tergolong tinggi yaitu 0,51-0,74%, P tergolong sangat rendah sampai sedang yaitu 2,84-18,57 ppm dan K tergolong tinggi sampai sangat tinggi yaitu antara 0,62-1,26 cmol (+) kg-1, pH pada masing-masing lokasi penelitian tergolong masam bekisar 4,53-5,13, terdapat pirit dalam kategori tidak berbahaya. Rekomendasi pemupukan pada masing-masing lokasi yaitu A (258 kg Urea/ha, 64 kg SP36/ha, 18,98 kg KCL/ha), B (267 kg Urea/ha, 101 kg SP36/ha, 17,1 kg KCL/ha), C (255 kg Urea/ha, 118 kg SP36/ha, 10,52 kg KCL/ha), D (258 kg Urea/ha, 82 kg SP36/ha, 19,62 kg KCL/ha), E (257 kg Urea/ha, 112 kg SP36/ha, 18,05 kg KCL/ha), F (267 kg Urea/ha, 151 kg SP36/ha, 30,58 kg KCL/ha), G (265 kg Urea/ha, 133 kg SP36/ha, 24,32 kg KCL/ha). Kata Kunci : Lahan Pasang Surut, Padi, Sawah, Status Unsur Hara, Rekomendasi Pemupukan.
KAJIAN AKTIVITAS MIKROORGANISME TANAH PADA BEBERAPA CARA PENGGUNAAN LAHAN DI DESA PAL IX KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBURAYA Wicaksono, Takdir; Sagiman, Saeri; Umran, Ismahan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.545 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9763

Abstract

Mikroorganisme melakukan berbagai aktivitas yang saling berinteraksi dengan faktor biotik maupun faktor abiotik (lingkungan) perannya dalam tanah sangat besar terutama dalam proses dekomposisi bahan organik menjadi unsur hara dan dalam bentuk gas seperti CO2. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji besarnya aktivitas mikroorganisme tanah pada beberapa cara penggunaan lahan, yakni : kebun rambutan, kebun durian, kebun langsat, kebun pisang dan padi ladang. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan. Kegiatan penelitian meliputi pengambilan sampel, pembuatan seri pengenceran, pembuatan media NA dan MA, pembuatan seri pengenceran, isolasi, identifikasi dan menghitung aktivitas mikroorganisme tanah (Respirasi). Berdasarkan hasil analisis menunjukan rataan tertinggi aktivitas mikroorganisme tanah dalam produksi CO2terdapat pada penggunaan lahan kebun pisang yaitu:36,34 CO2/100gram tanah/hari, hal ini dikarnakan total mikroorganisme tanah pada penggunaan lahan kebun pisang juga tinggi, yaitu jumlah bakteri 8,33 x 105 cfu/gram tanah dan jumlah fungi 23 x 104cfu/gram tanah. Sedangkan rataanterendah aktivitas mikroorganisme tanah dalam produksi CO2 terdapat pada penggunaan lahan padi ladang yaitu: 21,39 CO2/100 gram tanah/hari, hal ini dikarnakan total mikroorganisme tanah pada penggunaan lahan padi ladang sangat rendah, yaitu jumlah bakteri 1,66 x 105 cfu/gram tanah dan jumlah fungi 2,33 x 104cfu/gram tanah. Tinggi rendahnya aktivitas mikroorganisme tanah juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti: bahan organik tanah, reaksi tanah (pH), kadar air tanah dan cara penggunaan lahan.