Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

STUDI KARAKTERISTIK SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI (SUB DAS) LANDAK PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) KAPUAS KECAMATAN SENGAH TEMILA KABUPATEN LANDAK Suemi, Suemi; Junaidi, Junaidi; Umran, Ismahan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9790

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah daerah yang dibatasi punggung-punggung gunung dimana air hujan yang jatuh pada daerah tersebut akan ditampung oleh punggung gunung tersebut dan dialirkan melalui sungai-sungai kecil ke sungai utama. Dalam pengelolaannya, DAS hendaknya dipandang sebagai suatu kesatuan sumber daya darat. Sehingga pengelolaan DAS yang bijak hendaklah didasarkan pada hubungan antara kebutuhan manusia dan ketersediaan sumberdaya untuk memenuhi kebutuhan manusia tersebut. Perubahan keadaan DAS disebabkan adanya perubahan aktivitas tata guna lahan pada daerah hulu sungai seperti perambahan hutan, alih guna hutan menjadi perkebunan, limbah industri maupun rumah tangga yang pada akhirnya tidak hanya memberi dampak pada daerah hulu saja tetapi juga menimbulkan dampak pada daerah tengah dan hilir sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik Sub DAS Landak DAS Kapuas di Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak, secara geografis wilayah Kecamatan Sengah Temila terletak antara 015"™- 030"™ Lintang Utara dan 10930"™-10945"™ Bujur Timur dan memiliki luas wilayah 198.778,72 Ha. Berdasarkan pengukuran di lapangan outlet Sub DAS Landak selama 6 hari rata-rata pH 5,51, sedangkan pH minimum 4,52 dan pH maksimum 6,76, suhu 280C, kecerahan 67,50 cm, debit aliran rata-rata 3,46 m3/detik, sedangkan hasil analisis di laboratorium menunjukkan laju sedimen rata-rata adalah 2,59 ton/hari. dengan pola drainase dendritik dan bentuk drainase memanjang atau seperti bulu burung dengan profil melintang sungai berbentuk segitiga. Orde sungai terdiri dari 2 orde dimana indeks kerapatan drainasenya tergolong kategori sedang. Kata Kunci : Studi Karakteristik Sub DAS Landak,
Identifikasi Sifat Kimia Tanah Pada Lahan Sawah Pasang Surut di Kelurahan Setapuk Besar Kecamatan Singkawang Utara Kota Singkawang avriady, deby; Gunawan, Joni; umran, ismahan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 5 No. 3 (2016): Desember 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i3.18087

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi sifat kimia tanah dan merekomendasikan pemupukan N, P dan K di lahan sawah pasang surut pada tanaman padi. Pengambilan sampel penelitian dilaksanakan di Kelurahan Setapuk Besar Kecamatan Singkawang Utara Kota Singkawang. Parameter dalam penelitian ini adalah N-Total, P (tersedia), K tersedia, Ca-dd, Mg-dd tanah, Reaksi tanah (pH), C-organik, Al-dd, Salinitas, Uji Pirit dan Bobot isi Hasil analisis menunjukkan bahwa kandungan N-Total antara 0,21% - 0,38%, dengan rata-rata 0,31% termasuk dalam kriteria sedang. P-Tersedia antara 9,46 - 21,74 ppm, dengan nilai rata- rata 13,34 ppm dengan kriteria rendah. K-Tersedia antara 0,37 - 0,59 cmol (+)kg1 dengan rata -rata 0,51 cmol (+)kg1 dengan kriteria sedang. Ca antara 4,18 - 7,44 cmol (+)kg1 dengan rata-rata 5,91 cmol (+)kg1 dengan kriteria sedang. Mg antara 1,41 - 2,68 cmol (+)kg1 dengan rata "“ rata = 2,36 cmol (+)kg1 termasuk dalam kriteria tinggi. Reaksi Tanah antara 4,63 "“ 5,95 dengan rata - rata 5,21 termasuk dalam kriteria masam. C-Organik antara 1,66 "“ 3,37 % dengan rata-rata 2,62 termasuk dalam kriteria sedang. Kejenuhan Al yang ada dilokasi penelitian menunjukkan kriteria sangat rendah. Salinitas antara 555 "“ 644 ppm dengan rata-rata 585 ppm termasuk dalam kriteria sangat rendah. Uji Pirit menunjukan bahwa tidak ditemukan kandungan Pirit pada kedalaman 0-20 cm. Bobot isi tanah antara 0,77 "“ 0,95 gr/cm3 dengan rata-rata 0,87 gr/cm3. Berdasarkan hasil perhitungan rata-rata kebutuhan pupuk dilokasi penelitian, kebutuhan N 128,45 kg/ha (279,25 kg/ha Urea), P2O5 113,92 kg/ha (316,43 kg/ha Sp-36) dan K2O 36 kg/ha (60 kg/ha KCl). Kata kunci : Sifat kimia tanah, lahan sawah pasang surut dan rekomendasi pemupukan
Efektifitas Bakteri Bintil Akar Asal Lahan Pasang Surut Desa Rasau Jaya Pada Tanaman Kedelai di Media Pasir ROMA, ROMA; SAGIMAN, SAERI; UMRAN, ISMAHAN
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 5 No. 3 (2016): Desember 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i3.18138

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari isolat bakteri bintil akar tanaman kedelai dari lahan pasang surut Rasau Jaya yang memiliki efektifitas tinggi. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan perlakuan yaitu isolat bakteri bintil akar yang terdiri dari 12 taraf perlakuan (10 isolat dan 2 kontrol) dengan 3 ulangan. Perlakuan yang dimaksud adalah RJ 1.1 (Isolat Bakteri Bintil Akar RJ 1.1), RJ 1.2 (Isolat Bakteri Bintil Akar RJ 1.2), RJ 1.3 (Isolat Bakteri Bintil Akar RJ 1.3), RJ 1.4 (Isolat Bakteri Bintil Akar RJ 1.4), RJ 1.5 (Isolat Bakteri Bintil Akar RJ 1.5), RJ 2.1 (Isolat Bakteri Bintil Akar RJ 2.1), RJ 2.2 (Isolat Bakteri Bintil Akar RJ 2.2), RJ 3.1 (Isolat Bakteri Bintil Akar RJ 3.1), RJ 4.1 (Isolat Bakteri Bintil Akar RJ 4.1), RJ 4.2 (Isolat Bakteri Bintil Akar RJ 4.2), T1 + N (Tanaman Kedelai Tanpa Inokulasi + Nitrogen), T1 - N (Tanaman Kedelai Tanpa Inokulasi dan Tanpa Nitrogen). Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Hasilnya diamati di Laboratorium Biologi dan Bioteknologi Tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat bakteri bintil akar asal Rasau Jaya memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah bintil akar, berat basah bintil akar, berat kering bintil akar, dan kandungan N tanaman kedelai. Isolat bakteri bintil akar RJ 3.1 menunjukkan pengaruh yang tertinggi pada jumlah bintil akar (64,67 bintil), berat basah bintil akar (420 mg), dan berat kering bintil akar (130 mg), sedangkan isolat bakteri bintil akar RJ 1.5 memberikan pengaruh yang tertinggi pada kandungan N tanaman kedelai (2,15%).. Kata kunci : isolat bakteri bintil akar, kedelai, lahan pasang surut
ketersedian unsur hara makro n, p, k pada tanah sawah irigasi di dusun begasing desa sedahan jaya kecamatan sukadana kabupaten kayong utara made, ni; gafur, sutarman; umran, ismahan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 6 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i1.18965

Abstract

KETERSEDIAAN UNSUR HARA MACRO N, P, K PADA TANAH SAWAH IRIGASI DI DUSUN BEGASING DESA SEDAHAN JAYA KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARA Ni Made Supadmi1), Sutarman Gafur2), Ismahan Umran2) 1)MahasiswaFakultas Pertanian dan 2)Staf Pengajar jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ketersediaan unsur hara makro N (nitrogen), P (fosfor) dan K (kalium) tanah sawah irigasi guna meningkatkan produksi padi yang lebih optimal. Penelitian dilakukan di Desa Sedahan Jaya Dusun Begasing dengan luas sampel lahan 5 ha. Setiap titik sampel luasnya 1 ha dibagi menjadi 5 titik sub sampel dan sampel tanah diambil pada kedalaman 0-20 cm kemudian dikompositkan. Sampel tanah dianalisis di Laboratorium Sifat Kimia dan Kesuburan Tanah untuk mengetahui unsur hara dalam tanah. Hasil analisis tanah menunjukkan bahwa unsur hara makro N (nitrogen), P (fosfor) dan K (kalium) tanah sawah irigasi di Dusun Begasing termasuk dalam kriteria rendah, terutama untuk unsur hara nitrogen dan kalium. Sedangkan untuk unsur hara fosfor termasuk dalam kriteria sedang sampai sangat tinggi.Setiap lokasi penelitian perlu dilakukan pemupukan dengan rata-rata pupuk Urea 189 kg/ha, SP36 100 kg/ha dan KCl 80 kg/ha. Kata kunci : Ketersediaan Unsur Hara, Tanaman Padi, Rekomendasi Pemupukan dan Sedahan Jaya
KEANEKARAGAMAN MIKORIZA ARBUSKULAR PADA TANAMAN SINGKONG DAN JAGUNG PADA TANAH GAMBUT DESA RASAU JAYA II Putriani, Eka; Umran, Ismahan; Zulfita, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 6 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i1.19481

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan jumlah dari mikoriza arbuskular pada sampel tanah singkong dan jagung. Sampel tanah untuk penelitian diambil dari Desa Rasau Jaya II. Penelitian dilakukan di Laboratorium Biologi dan Bioteknologi Tanah dan analisis tanah dilakukan di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah Populasi mikoriza, Keanekaragaman jenis MA dan Analisis Tanah Gambut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah jenis dan jumlah spora yang ditemukan pada lahan tanaman singkong yaitu 228 spora dengan 7 spesies, lebih banyak jika dibandingkan dengan jumlah jenis dan jumlah spora pada lahan tanaman jagung yaitu 149 spora dengan 4 spesies. Jumlah dan jenis spora pada lahan tanaman singkong dan lahan tanaman jagung ditemukan 2 genera fungi yaitu Glomus dan Gigaspora, sedangkan yang paling banyak mendominasi adalah daari genera Glomus. serta keanekaragaman dari kedua tipe penggunaan lahan tersebut mempunyai kriteria yang sama tetapi berbeda dalam jumlah populasi dan jumlah jenisnya.
IDENTIFIKASI JENIS MIKORIZA ARBUSKULA PADA LAHAN EKS PENAMBANGAN EMAS TANPA IZIN (PETI) DI KECAMATAN MANDOR KABUPATEN LANDAK Fajri, Azhar Bashirul; Umran, Ismahan; Aspan, Asrifin
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 7 No. 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.834 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.22386

Abstract

Mikoriza Arbuskula (MA) adalah suatu bentuk simbiosis antara akar tanaman dan fungi. Mikoriza merupakan sumber daya alam hayati potensial yang terdapat di alam dan dapat ditemukan hampir semua ekosistem. Faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhinya seperti cahaya, suhu, kadar air tanah, pH tanah, bahan organik, dan tanaman inang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah dan keanekaragaman jenis mikoriza arbuskula (MA) pada lahan eks PETI tanpa sawit dan lahan eks PETI yang ditanami sawit. Variabel yang diamati meliputi keanekaragaman jenis, dan kemerataan kelimpahan jenis. Hasil isolasi diperoleh 48 spora/100 g tanah dan 4 jenis spora di lokasi eks PETI tanpa sawit dengan indeks keanekaragaman 1.38, pada lokasi eks PETI yang ditanami sawit ditemukan 450 spora/100 g tanah dan 13 jenis spora dengan indeks keanekaragaman 2.56. Hasil penelitian menunjukan bahwa mikoriza arbuskula yang ditemukan pada lahan eks PETI tanpa sawit dan ditanami sawit di Kecamatan Mandor Kabupaten Landak menunjukan perbedaan pada jumlah spora dan keanekaragaman jenisnya. Kata kunci : Identifikasi Jenis, Mikoriza Arbuskula, Lahan Eks PETI.
THE EFFECT OF RICE STRAW COMPOST TYPES STIMULATED WITH TRICHODERMA AND MANURE ON AVAILABLE-P AND GROWTH OF CORN PLANT (Zea mays L.) ON ULTISOLS SUTRISNO, SUTRISNO; Gafur, Sutarman; Umran, Ismahan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 7 No. 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.25310

Abstract

ABSTRACTRice straw is one of agricultural waste that has the potential to add nutrients in the soil. to accelerate the composting process is treated the role of microorganisms such as trichoderma sp and manure. the aim of this research is to know the effect of giving straw compost types with Trichoderma Stimulator and manure to P-available and growth of corn plant (Zea mays L.) on Ultisol soil. This research was conducted from February 25, 2017 to August 13, 2017. Complete Random Design (RAL) design consists of 4 treatments with 5 replications, 2 sets of plants so that the number of plants as many as 40 plants, this research was conducted in the experimental garden of Mount Meliau Garden Four Afdeling Meliau Sub-district, Sanggau District. the treatment is coded K0 (without compost), K1 (compost (straw + tricoderma)), K2 (compost (straw + tricoderma + manure)), K3 (compost (straw + manure)). The results showed that the effect of several straw compost with Trichoderma Stimulator and manure differed significantly on the growth of corn plant (Zea mays L.), but had no significant effect on the availability of P-soil in maize. Keywords: Ultisol, Rice Straw Compost, Trichoderma sp., Corn
UJI ISOLAT MIKORIZA DAN PUPUK SP-36 TERHADAP SERAPAN FOSFAT PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays) DI TANAH GAMBUT Alpianto, Jeri Alpianto; Umran, Ismahan; Nusantara, Rossie Wiedya
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45411

Abstract

ABSTRAKTanah Gambut merupakan tanah yang terbentuk dari akumulasi bahan organik seperti sisa "“ sisa jaringan tumbuhan dan hewan dan dijenuhi air yang berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama. Tanah gambut memiliki tingkat kesuburan rendah karena kandungan unsur haranya rendah. Jagung merupakan salah satu tanaman yang strategis dan bernilai ekonomi serta mempunyai peluang untuk dikembangkan. Kurang optimalnya pertumbuhan tanaman jagung juga diakibatkan unsur hara yang sulit tersedia seperti fosfor yang bergerak lambat di dalam tanah, sehingga kurangnya kemampuan tanaman menyerap nutrisi P dari dalam tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis interaksi antara isolat mikoriza dan pupuk SP-36 dalam penyerapan P tanaman jagung pada tanah gambut, menganalisis pengaruh pemberian isolat mikoriza dan pupuk SP-36 terhadap pertumbuhan serapan P tanaman jagung di tanah gambut, dan menentukan dosis kombinasi isolat mikoriza dan Pupuk Sp-36 untuk pertumbuhan serapan P tanaman jagung di tanah gambut. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial terdiri dari dua faktor perlakuan dan tiga ulangan. Faktor pertama, yaitu isolat Mikoriza yang terdiri dari 2 taraf. Faktor kedua, yaitu pupuk SP-36 yang terdiri dari 4 taraf sehingga semuanya terdapat 24 unit percobaan. Berdasarkan hasil penelitian Interaksi antara mikoriza dan pupuk SP-36 dapat meningkatkan kadar P tanaman jagung pada tanah gambut. Pemberian isolat mikoriza dapat meningkatkan tinggi tanaman pada umur 2, 3, 4, 5 minggu, berat kering tanaman, luas infeksi akar, jumlah populasi mikoriza, dan menurunkan pH tanah gambut. Pemberian pupuk SP-36 dapat meningkatkan tinggi tanaman pada umur 3, 4, 5, 6, 7, 8 minggu, diameter batang, P tersedia, P total, jumlah populasi, serapan P tanaman jagung dan menurunkan pH tanah gambut. Dosis kombinasi isolat mikoriza dan Pupuk SP-36 untuk pertumbuhan dan serapan P tanaman jagung di tanah gambut yaitu 150g mikoriza dan 21g pupuk SP-36 (M1P3). Kata Kunci : Jagung Manis, Mikoriza, Pupuk SP-36, Tanah Gambut.
UJI ISOLAT BAKTERI PELARUT FOSFAT ASAL KEBUN NANAS DENGAN PUPUK SP-36 TERHADAP SERAPAN P PADA TANAMAN KEDELAI (Glycine max L) DI TANAH GAMBUT Octavia, Oshin Martha; Umran, Ismahan; Alhaddad, Abdul Mujib
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45412

Abstract

ABSTRAK Tanah Gambut merupakan tanah yang terbentuk dari akumulasi bahan organik seperti sisa"“sisa jaringan tumbuhan dan hewan dan dijenuhi air yang berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama. Tanaman Kedelai (Glycine max L.) merupakan salah satu tanaman pangan dengan kandungan nutrisi yang tinggi. Rendahnya produksi kedelai pada lahan pertanian yang kurang optimal juga menjadikan produksi kedelai semakin menurun serta penggunaan pupuk fosfat yang terus menerus akan mengakibatkan terakumulasinya P dalam tanah dan memberikan dampak negatif terhadap lingkungan. Bakteri pelarut fosfat dapat dijadikan alternatif untuk diberikan dalam tanah, karena dapat membantu melarutkan fosfat yang tidak tersedia sehingga menjadi tersedia bagi tanaman. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh interaksi isolat Bakteri Pelarut Fosfat (BPF) dan pupuk SP-36 terhadap serapan P pada tanaman kedelai di tanah gambut, untuk mengetahui pengaruh isolat Bakteri Pelarut Fosfat (BPF) terhadap serapan P pada tanaman kedelai di tanah gambut, dan untuk mengetahui pengaruh pupuk SP-36 terhadap serapan P pada tanaman kedelai di tanah gambut. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Pola Faktorial terdiri dari dua faktor perlakuan dan tiga ulangan. Faktor pertama, yaitu isolat Bakteri Pelarut Fosfat yang terdiri dari 2 taraf. Faktor kedua, yaitu pupuk SP-36 yang terdiri dari 4 taraf sehingga semuanya terdapat 24 unit percobaan. Berdasarkan hasil penelitian Interaksi Isolat Bakteri Pelarut Fosfat (BPF) asal kebun nanas dan pupuk SP-36 dapat meningkatkan 10 % parameter berat kering tanaman dan 82 % serapan P pada tanaman kedelai. Pemberian Bakteri Pelarut Fosfat (BPF) dapat meningkatkan parameter kadar P sebanyak 32 % pada tanaman kedelai di tanah gambut dan pemberian pupuk SP-36 dapat meningkatkan parameter pH, fosfor tersedia, dan fosfor total pada tanah gambut. Kata kunci : Bakteri Pelarut Fosfat, Kedelai, Pupuk Sp-36, Tanah Gambut,
UJI ISOLAT BAKTERI AZOTOBACTER ASAL KEBUN LIDAH BUAYA DENGAN PUPUK UREA TERHADAP SERAPAN NITROGEN PADA TANAMAN KEDELAI (Glycine max L.) DI TANAH GAMBUT erlanda, nandung erlanda; Umran, Ismahan; Arief, Feira Budiarsyah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45414

Abstract

ABSTRACTTanah gambut terutama yang berada di daerah tropis memiliki sifat fisika, kimia danbiologi tertentu yang mencerminkan ciri khas dari tanah tersebut. Tanaman Kedelai (Glycine max L.) merupakan komoditi pangan utama setelah padi dan jagung. Rendahnya hasil produksi tanaman kedelai pada lahan pertanian yang kurang optimal dalam budidayakan tanaman kedelai yang mennyebabkan rendahnya hasil produksi. Urea merupakan salah satu pupuk yang memiliki kandungan nitrogen. Pupuk urea adalah pupuk yang mengandung nitrogen (N) berkadar tinggi. Azotobacter merupakan kelompok bakteri yang umum ditemukan saat diisolasi dari tanah dan diketahui memiliki aktivitas fiksasi nitrogen. Bakteri ini dapat berperan untuk meningkatkan serapan nitrogen dan membantu pertumbuhan tanaman kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi isolat bakteri azotobacter dengan pupuk urea terhadap serapan nitrogen pada tanaman kedelai (Glycine max L.) di tanah gambut. Penelitian dilakukan untuk membantu serapan nitrogen dalam tanah dan dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia secara berlebihan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang menguji dua perlakuan dengan diberikan tambahan penggunakan pupuk urea yang tediri 4 taraf dan bakteri azotobacter yang terdiri 2 taraf sehingga semuanya terdapat24 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bakteri azotobacter asal kebun lidah buaya dan pupuk urea menunjukkan berpengaruh nyata terhadap variabel pengamatan reaksi pH tanah pada tanaman kedelai ditanah gambut, sementara itu variabel pengamatan populasi, tinggi tanaman, kadar N, N-total, berat kering tanaman, berat kering akar tanaman dan serapan N tanaman kedelai tidak berpengaruh nyata. Kata kunci : Tanaman Kedelai, Tanah Gambut, Bakteri Azotobacter, Pupuk Urea