Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Penerapan E-Procurement Untuk Mengurangi Penyimpangan Pada Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Di Kota Malang Wulandari, Liya Indah; Unas, Saifoe El; Hasyim, M. Hamzah
Rekayasa Sipil Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.324 KB)

Abstract

Sistem pengadaan secara konvensional tidak lagi mampu mengatasi munculnya berbagai penyimpangan sehingga pemerintah mengeluarkan Perpres 54 Tahun 2010 yang di dalamnya berisi pengadaan secara eProcurement. Pada penerapannya selama ini belum diketahui apakah e-procurement mampu mengurangi penyimpangan yang terjadi sejak berlakunya Perpres tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penerapan e-procurement dalam mengurangi penyimpangan pada pengadaan pekerjaan konstruksi di Kota Malang selama 2011-2012. Variabel yang digunakan berupa tahapan pengadaan dimana responden penelitian ini adalah kontraktor grade 5, 6 dan 7 serta PPK dan Pokja ULP selaku panitia pengadaan melaksanakan pengadaan pekerjaan konstruksi. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pengujian hipotesis one sample t-test. Formula hipotesis yang digunakan adalah penerapan e-procurement telah mengurangi penyimpangan pada pengadaan pekerjaan konstruksi. Hasil penelitian menunjukkan pemasukan dokumen penawaran dinilai rendah oleh responden PPK dan Penyedia yang mengindikasikan masih terdapat penyimpangan. Pokja ULP berasumsi perencanaan pengadaan, penyusunan HPS, Penunjukan Pemenang, dan penandatanganan kontrak telah berkurang penyimpangannya sejak diterapkannya e-procurement. Hasil pengujian hipotesis pada ketiga reponden menunjukkan bahwa penerapan e-procurement telah mengurangi penyimpangan pada pengadaan pekerjaan konstruksi. 
ANALISIS RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DENGAN METODE HAZARD ANALYSIS DAN CONSEQUENCE – LIKELIHOOD ANALYSIS (Studi Kasus pada Proyek Pembangunan Gedung Baru Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya) Danial, Achmad; Hasyim, M. Hamzah; Unas, Saifoe El
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1009.868 KB)

Abstract

Semua proyek konstruksi pasti memiliki risiko. Risiko tersebut salah satunya adalah risiko terjadinya kecelakaan. Masalah Keselamatan dan  Kesehatan Kerja (K3) saat ini masih belum menjadi perhatian utama. Hal itu dapat dilihat dari angka kecelakaan kerja di sektor konstruksi tertinggi dibanding dengan kecelakaan kerja di bidang lainnya. Hasil akhir dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pekerjaan yang berisiko menimbulkan bahaya pada Proyek Pembangunan Gedung baru Fakultas Ilmu Admistrasi Universitas Brawijaya kemudian menilai tingkat risiko secara umum dan menentukan pengendalian risiko yang tepat pada proyek tersebut. Risiko yang terjadi dinilai dengan menggunakan metode Consequence-Likelihood Analysis (CLA). Keluaran dari pengolahan dengan menggunakan metode CLA akan diketahui tingkat risiko secara umum pada proyek Pembangunan Gedung Baru Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya. Langkah terakhir dari penelitian ini yaitu menentukan pengendalian dan respon risiko dengan menggunakan metode Hazard Analysis dengan berdasarkan hasil kuisioner dan wawancara terhadap pengawas ataupun tenaga ahli pada proyek tersebut. Kata kunci: Risiko,Keselamatan dan Kesehatan Kerja(k3), Consequence-Likelihood Analysis (CLA), Hazard Analysis, Pengendalian risiko
ANALISIS PERUBAHAN BIAYA PADA PEMBANGUNAN PLENGSENGAN DI DAERAH X YANG MENGALAMI KELONGSORAN DINDING PLENGSENGAN ANTARA HASIL PEKERJAAN DI LAPANGAN PADA PROYEK YANG DIPERSYARATKAN Christon, Hosea Adyo; Unas, Saifoe El; Suryo, Eko Andi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (913.035 KB)

Abstract

Pada pelaksanaan pekerjaan bangunan terdapat berbagai kemungkinan perbedaan antara spesifikasi yang ada di lapangan dengan spesifikasi yang di persyaratakan, maka dari itu diperlukan adanya penelitian dan pengujian terhadap mutu pekerjaan di lapangan untuk mendapatkan kekuatan bangunan eksisting. Dari perbedaan spesifikasi  tersebut dapat digunakan untuk mengetahui dampak yang diakibatkan dalam segi kekuatan dan selisih biaya akibat perbedaan spesifikasi yang ada di lapangan dengan spesifikasi yang telah dipersyaratkan. Penelitian ini dilakukan dengan metode pengukuran langung di lapangan. Pengukuran langsung menggunakan alat meteran roll dan meteran biasa. Selanjutnya untuk mendapatkan hasil sampel tanah dilakukan pengambilan sampel tanah lalu diuji di laboratorium mekanika tanah dari data diatas didapatkan perhitungan yang menunjukan perbedaan spesifikasi dinding penahan tanah yang telah dipersyaratkan. Biaya yang dikeluarkan dalam dokumen kontrak pada dinding penahan tanah sebesar Rp.125.826.976 sedangkan pada pekerjaan struktur eksisting dinding penahan tanah dana yang dikeluarkan sebesar Rp.33.388,367. Dari perbedaan yang diperoleh antara dokumen kontrak dengan struktur eksisting sebesar Rp.92.438.609. Perbedaan biaya diakibatkan oleh adanya perbedaan spesifikasi mutu dan bentuk bangunan yang dikerjakan. Pengaruh dari ketidaksesuaian mutu dan bentuk bangunan mengakibatkan struktur dinding penahan tanah mengalami kegagalan bangunan, karena tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan. Kata kunci : Penurunan kekuatan, selisih biaya, pengukuran langsung di lapangan, forensik bangunan.
Analisis Produktivitas Jumlah Tenaga Kerja Pada Pekerjaan Pasangan Bata Dengan Metode Work Study Hartono, Nico; Hasyim, M. Hamzah; Unas, Saifoe El
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.614 KB)

Abstract

Salah satu pekerjaan pada proyek konstruksi yang mempunyai volume pekerjaan dan jumlah tenaga kerja yang cukup besar adalah pekerjaan dinding atau pasangan bata. Volume yang besar akan sebanding dengan biaya yang besar pula, maka produktifitas tenaga kerja harus dimaksimalkan guna meminimalisasi anggaran dan waktu penyelesaian proyek. Ada banyak faktor yang mempengaruhi produktivitas pekerja, di antaranya adalah waktu menganggur, umur, dll. Maka penting untuk dilakukannya penelitian mengenai produktifitas tenaga kerja berdasarkan efektivitas jumlah kelompok kerja (work study) dalam menyelesaikan pekerjaan pasangan bata agar suatu proyek dapat berjalan secara efektif. Penelitian mengenai analisa perbandingan harga satuan pekerjaan pasangan bata berdasarkan SNI dan Work Study ini dilakukan dengan metode analisa SNI dan analisa Penelitian Work Study. Objek penelitian ini adalah proyek pembangunan rumah sederhana di Nurasa Regency Nganjuk. Perhitungan dengan metode SNI menggunakan koefisien yang ada pada SNI sedangkan perhitungan Work Study menggunakan koefisien yang didapat melalui penelitian dan hasil yang ditunjukkan dalam metode Work Study. Setelah dilakukan pengolahan, diperoleh hasil pada pembangunan proyek tersebut. metode yang digunakan adalah SNI 6897-2008 dengan nomor analisa 6.9 untuk pekerjaan 1 m2 pasangan dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal ½ bata, campuran spesi 1 PC : 4 PP. Pada pelaksanaan di lapangan metode bahan yang digunakan adalah metode SNI namun untuk jumlah pekerja dan waktu kerja disesuaikan pada kondisi lapangan di mana mungkin terdapat perbedaan antara SNI dan lapangan. Metode pelaksanaan di proyek saat dilakukan penelitian tidak sesuai dengan SNI, karena pada saat penelitian di lapangan digunakan beberapa kelompok kerja yang berbeda. Hal ini tentu mempengaruhi biaya pada pelaksanaan, di mana jumlah tukang atau pekerja yang berbeda mengakibatkan perbedaan biaya yang cukup besar pula. Selain itu beberapa hal yang membuat harga menjadi jauh berbeda dan berada di luar batasan masalah harus dihilangkan demi mendapatkan hasil yang benar – benar dapat dibandingkan dengan SNI. Beberapa hal yang dihilangkan atau diabaikan antara lain adalah pekerjaan persiapan, pekerjaan benangan, kepala tukang, dan mandor. Rencana anggaran biaya pekerjaan pasangan bata per meter persegi menurut SNI adalah Rp 86,472.50. Rencana anggaran biaya pekerjaan pasangan bata per meter persegi dengan metode Work Study adalah Rp 77,395.50. Sehingga perbandingannya selisih biaya pekerjaan pasangan bata per meter persegi antara SNI dan metode Work Study adalah Rp 9,076.50. Kata kunci : harga satuan pekerjaan pasangan bata,SNI, Work Study.
ANALISIS PERUBAHAN PENJADWALAN DENGAN METODE TRACKING PROGRES PADA SOFTWARE MICROSOFT PROJECT ( Studi Kasus Proyek Pembangunan Gedung Pendidikan AUTIS Kota Blitar Tahun 2013 ) Muhammada, Helmy Qathafie; Unas, Saifoe El; Hasyim, M. Hamzah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1924.513 KB)

Abstract

Keterlambatan suatu item pekerjaan dalam sebuah proyek akan sangat mempengaruhi total durasi dari proyek tersebut, selama ini metode yang sering digunakan untuk me-monitor progress pekerjaan suatu proyek adalah metode kurva S dari persentasebobot biaya proyek yang mana hanya mengamati biaya yang sudah terlaksana dalam proyek tetapi tidak dapat digunakan untuk mengamati pengaruh keterlambatan suatu item pekerjaan terhadap total durasi dalam suatu proyek. Salah satu metode untuk me-monitor pengaruh keterlambatan terhadap total durasi proyek adalah dengan metode tracking progress sdalam software Microsoft Project. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keterlambatan suatu aktivitas dalam proyek serta pengaruhnya terhadap total durasi dari proyek tersebut menggunakan tracking terhadap jadwal yang telah diberikan oleh pihak kontraktor. Pada penelitian ini dilakukan penjadwalan dengan MS project yang durasi pada setiap item pekerjaan berdasarkan dari jadwal rencana dan jadwal setelah addendum dari proyek tersebut, pada penjadwalan MS Project akan terlihat mana saja item pekerjaan yang tergolong kritis dan non-kritis. Sementara untuk me-monitor progress mingguan menggunakan fasilitas dari MS Project berupa tracking yang mana untuk memasukan progress tiap mingguan tetap menggunakan persen dari setiap item pekerjaanya. Hasil dari tracking tersebut akan memperlihatkan pertambahan total durasi dari proyek tersebut, jika suatu item pekerjaan dalam proyek tersebut mengalami keterlambatan maka total durasi dari proyek tersebut akan ikut bertambah. Sebaliknya, apabila item pekerjaan dalam proyek tersebut mengalami percepatan maka total durasi dari proyek tersebut akan berkurang. Hasil dari perbandingan jadwal yang di lakukan pada penilitian kali ini,adalah: untuk total dari durasi proyek tidak terdapat perbedaan hasil waktu dikarenakan mengguanakan data dari laporan mingguan yang sama yaitu selama 36 minggu untuk mencapai 100%, akan tetapi terdapat perbedaan hasil bobot pekerjaan ( % Complete ) tiap-tiap minggunya seperti deviasi keterlambatan terbesar pada kurva S terjadi pada minggu ke-17 dengan deviasi sebesar -48,3676%, sementara pada tracking hasil deviasi keterlambatan terjadi pada minggu ke-18 dengan deviasi sebesar 46,3391%. Kata Kunci :tracking, kurva S.
ANALISIS KURVA BELAJAR MODEL WRIGHT DAN STANFORD-B UNTUK PEMASANGAN KERAMIK RUKO X DI MALANG Purnamasari, Risqi Eka; Unas, Saifoe El; Munawir, As’ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (998.32 KB)

Abstract

Waktu penyelesaian suatu pekerjaan berulang cendrung menurun dari waktu ke waktu. Pengurangan waktu yang terjadi pada setiap pengulangannya memungkinkan adanya kenaikan produktivitas pada setiap pengulangan pekerjaan yang dapat diprediksi melalui metode kurva belajar serta regresi. Metode kurva belajar telah ada sejak lama tetapi belum banyak penelitian yang mengkaji tentang kemampuan kurva tersebut. Prediksi yang akan dilakukan oleh kurva belajar Wright, kurva belajar Stanford-B akan dibandingkan pula dengan model sudah dikenal berperan dalam memprediksi (forecasting) diantaranya regresi eksponensial dan polinomial. Persamaan untuk kurva belajar Wright adalah dan kurva belajar model Stanford-B adalah  . Kurva regresi eksponensial yang dilibatkan dalam penelitian ini hanya sebatas model , serta . Untuk persamaan polinomial digunakan orde tiga. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui diantaranya persamaan kurva belajar yang dihasilkan oleh model Wright dan Stanford-B, persamaan kurva belajar yang dihasilkan oleh model regresi eksponensial dan polinomial, serta mengetahui kemampuan kurva belajar dalam memprediksi pengurangan waktu serta penigkatan produktivitas pada pemasangan keramik ruko x di Malang. Kata kunci: kurva belajar, pekerjaan pemasangan keramik, waktu pekerjaan.
ANALISIS PENGARUH KETERLAMBATAN TERHADAP BIAYA PELAKSANAAN PROYEK DENGAN MENGGUNAKAN TRACKING PADA MS PROJECT (STUDI KASUS PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG DINAS SOSIAL KOTA BLITAR TAHUN 2013) Pragasi, Galih Windu; Negara, Kartika Puspa; Unas, Saifoe El
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1061.118 KB)

Abstract

Pada penilitian ini dilakukan simulasi Tracking progres pada durasi pekerjaan setiap minggu dari minggu pertama sampai minggu terakhir pada proyek Pembangunan Gedung Dinas Sosial Kota Blitar Tahun 2013. Hasil dari simulasi Tracking ini akan memperlihatkan pertambahan atau pengurangan biaya akibat dari suatu kegiatan proyek. Jika suatu kegiatan proyek mengalami keterlambatan yang mengakibatkan bertambahnya durasi pada pekerjaan tersebut maka biaya untuk kegiatan tersebut juga akan ikut bertambah dari biaya rencana yang di anggarkan demikian juga jika suatu kegiatan proyek lebih cepat dari jadwal maka biaya proyek juga ikut berkurang dari rencana biaya yang di anggarkan Dari hasil Simulasi Tracking pada Proyek Pembangunan Gedung Dinas Sosial Kota Blitar Tahun 2013 ini terdapat selisih total biaya yang cukup yaitu rencana biaya sebesar Rp  2.528.548.040,-(Dua milliar lima ratus dua puluh delapan juta lima ratus empat puluh delapan ribu empat puluh rupiah) berubah menjadi Rp  2.649.510.704,- (Dua milliar enam ratus empat puluh sembilan juta lima ratus sepuluh ribu tujuh ratus empat rupiah) dan selisih biaya rencana dengan biaya akutal adalah Rp 120.962.664,-(Seratus dua puluh juta sembilan ratus enam puluh dua ribu enam ratus enam puluh empat rupiah) sedangkan untuk durasi waktu berubah dari 156(seratus lima puluh enam)hari menjadi 184(seratus delapan puluh empat)hari dengan selisish 28(dua puluh delapan)hari. Kata Kunci :tracking,Penjadwalan.
ANALISIS PERCEPATAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN DENGAN MENAMBAH JAM KERJA DAN TENAGA KERJA MENGGUNAKAN TRACKING MS PROJECT (Study Kasus: RUSUNAWA Buring 2, Gor Ken Arok - Malang) Febriyannor, Rifqy; Unas, Saifoe El; Wijatmiko, Indradi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1030.198 KB)

Abstract

Banyak faktor yang menyebabkan keterlambatan pelaksanaan proyek, salah satu cara untuk mengatasinya dengan melakukan percepatan. Dalam melakukan percepatan, faktor biaya dan mutu harus diperhatikan, sehingga diperoleh biaya optimum dan mutu sesuai standar yang diinginkan. Proyek Pembangunan RUSUNAWA Buring 2, dipilih untuk studi penelitian karena mengalami keterlambatan dalam pelaksanaannya.   Alternatif percepatan yang digunakan ada dua yaitu penambahan jam kerja dan tenaga kerja. Perhitungan dimulai dengan mencari lintasan kritis menggunakan Microsoft Project, kemudian melakukan update progress sesuai dengan tanggal percobaan percepatan akan dilakukan, lalu menganalisa mulai dari kapan akan dilakukan penambahan jam kerja dan pekerjaan apa saja yang dapat ditambahkan jumlah pekerjanya.   Hasil dari percobaan percepatan yang dilakukan perbulan didapatkan beberapa kesimpulan, yaitu penambahan jam kerja dapat dilakukan maksimal dimulai pada bulan pertama pada tanggal 20 Januari 2014, karena dengan progress yang telah  dicapai sebesar 19,72%, pekerjaan struktur yang awalnya diperkirakan akan selesai pada 17 Mei 2014 dapat dipercepat menjadi 27 April 2014. Sedangkan untuk penambahan tenaga kerja dapat dilakukan maksimal pada bulan kedua yaitu tanggal 17 Maret 2014, karena dengan progress yang telah dicapai sebesar 28,76%, pekerjaan struktur yang awalnya diperkirakan selesai pada 7 Juni 2014 dapat dipercepat menjadi 27 April 2014 sesuai dengan rencana.   Kata Kunci: Percepatan, Microsoft Project, Tracking
ANALISA FAKTOR-FAKTOR TAMBAHAN SEBAGAI PERSYARATAN UNTUK PENENTUAN PEMENANG PADA PELELANGAN UMUM PEKERJAAN KONSTRUKSI DI KOTA TARAKAN Fakhrozy, Rizky; Unas, Saifoe El; Suryo, Eko Andi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.56 KB)

Abstract

Penelitian ini berusaha menganalisa faktor-faktor tambahan apa saja yang merupakan persyaratan, yang mempengaruhi pemilihan pemenang yang ditunjuk oleh ULP Kota Tarakan berdasarkan metode relatif indeks dan analisa faktor, serta untuk mengetahui persentase penurunan nilai penawaran terhadap harga perkiraan sendiri (HPS). Pada metode relatif indeks, faktor yang sangat berpengaruh yaitu: memiliki sertifikat manajemen kesehatan dan keselamatan kerja, metode pelaksanaan dikaitkan dengan jadwal waktu pelaksanaan, dan besar modal yang dimiliki penyedia jasa. Pada metode analisa faktor, terdapat 2 kelompok faktor yaitu faktor 1 yang terdiri dari: frekuensi kegagalan dalam memenuhi kontrak tepat waktu, keikutsertaan dengan asosiasi penyedia jasa konstruksi dan kecepatan pelaksanaan pada pekerjaan yang telah dilaksanakan tanpa mengurangi kualitas pekerjaan. Selanjutnya faktor 2 terdiri dari: menyebutkan merek barang yang ditawarkan dan brosur untuk item pekerjaan di surat penawaran dan penyedia jasa mau mengikuti dan merespon dengan cepat permintaan, instruksi dan perintah pengguna jasa untuk perbaikan/perubahan desain konstruksi. Untuk rata-rata persentase penurunan nilai penawaran terhadap HPS adalah sebesar 1,52% dan kecenderungan berada diantara 0,5% sampai dengan 1%. Kata kunci: faktor tambahan dalam pelelangan umum, relatif indeks, analisa faktor
STUDI KELAYAKAN INVESTASI PEMBANGUNAN KONDOTEL DI KOTA BATU BERDASARKAN ASPEK FINANSIAL Pramasida, Dipo; Wijatmiko, Indradi; Unas, Saifoe El
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1958.107 KB)

Abstract

Peningkatan pada kegiatan wisata di Kota Batu harus diikuti dengan sarana dan prasarana akomodasi yang memadai, khususnya akomodasi penginapan. Terdapat beberapa jenis penginapan di Kota Batu dan salah satu penginapan yang sedang berkembang adalah kondotel, sehingga PT Prima Lima Tiga memutuskan untuk membangun kondotel di Jl. Trunojoyo, No. 9, Kota Batu, Jawa Timur. Namun, dalam suatu proyek diperlukan studi kelayakan untuk mengetahui keberhasilan proyek tersebut. Studi kelayakan dilakukan dengan menganalisa 3 Alternatif apabila konsep operasional bangunan tersebut dijalankan dengan konsep kondotel, kondomonium, atau hotel. Studi kelayakan dilakukan pada Kondotel (Alternatif-1), Kondomonium (Alternatif-2), dan Hotel (Alternatif-3). Dari ketiga alternatif tersebut memiliki aliran kas yang berbeda. Aliran kas pada setiap alternatif dihitung dari unit usaha yang terdapat pada masing-masing alternatif. Metode yang digunakan dalam studi kelayakan ini adalah dengan menggunakan parameter NPV, IRR, BCR, Simple Payback Period, dan Discounted Payback Period. Suatu proyek disimpulkan layak apabila memiliki nilai NPV bernilai positif, IRR bernilai lebih besar dari suku bunga, BCR bernilai lebih dari satu. Dalam studi kelayakan ini, suku bunga dihitung dengan menggunakan WACC sebesar 12,66%. Berdasarkan analisis kelayakan finansial dengan menggunakan NPV, IRR, BCR, Simple PP, dan Discounted PP, ketiga alternatif tersebut disimpulkan layak untuk dilaksanakan. Diantara ketiga alternatif, Alternatif-1 merupakan alternatif yang paling layak. Analisis sensitivitas dari Alternatif-1 dilakukan pada kondisi biaya konstruksi naik 10% , harga jual unit dan tarif sewa kamar turun 10%, atau saat biaya operasional 10%. Analisis sensitivitas menghasilkan perubahan nilai pada NPV, IRR, BCR, Simple PP, dan Discounted PP yang masih dapat disimpulkan layak. Selain itu, analisi sensitivitas dilakukan untuk mengetahui kondisi saat proyek dinyatakan tidak layak. Hasilnya, Alternatif-1 tidak layak dilaksanakan apabila terjadi perubahan pada biaya konstruksi lebih dari 51%, harga jual dan tarif sewa kamar turun lebih dari 30%, atau biaya operasional naik lebih dari 125%. Kata Kunci : Studi Kelayakan, Finansial, Kondotel, WACC, NPV, IRR, BCR, PP
Co-Authors ., Firmansyah ., Mala A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achfas Zacoeb Achfas Zacoeb Aditha, Marchel Aditya Nurcahyo Akbar, M. Ilham Ananta Widagdo Adipranowo Anggara, Dheva Vegar Ardia Cahya Noviantari Ari Wibowo Arisandy, Rizki Arlen Harefa Atsaruddin, Achmad Tharis Aulabih, Royyan B.Putri, Iik Radevi Bagasasi, Anggun Restria Christon, Hosea Adyo Da Costa Rao, Fredy Benedictus Danang Kurniawan, Danang Danial, Achmad Deattax, Aly Ka'bah Dieng Permana, Mochamad Amin Eko Andi S Eko Andi Suryo Fakhrozy, Rizky Febriyannor, Rifqy Febryanti, Ayu Puji Gilang Remansyah, Aryasuta Akbar Haidar Tegar Prastowo Hakam, Fikri Arifuddin Hamzah Hasyim Harimurti Harimurti . Hartono, Nico Hendi Bowoputro Hermawan, Albert Pressy Iftinan Naufal Tsary Indra Cahya Indradi Wijatmiko Indrayana, Alifadri Jannah, Mega Raudhatin Jordan, Yudha Kartika Puspa N, Kartika Puspa Kartika Puspa Negara KARTIKA PUSPA NEGARA Kunaifi, Ravniar Kurniawan, Rozi Kususmaningrum, Rahayu Latuba Farma, Indira Thenisia Lilya Susanti Liya Indah Wulandari M Hamzah Hasyim M. Hamzah Hasyim M. Hamzah Hasyim, M. Hamzah Maha Putra, I Gede Pradipta Majid, Yudhistira Abdul Miftha, M. Faridhol Mohammad Hamzah Hasyim Mohammad Raihan Hamzah Muhammad Alfian Hakim Muhammad Hamzah Hasyim Muhammada, Helmy Qathafie Mulyawati, Karima Nadiah Munawir, As'ad Munawir, As’ad Mustika, Adinda Febby Nadia Amalina Nuriyah Negara, Kartika P. Nico Hartono Nugroho, Agung Wahyu Nuridwi, Damar Buwono Oktaviana, Priska Ika P.Y, Rifky Rezha Pascoal, Emilio Pradipta, Hirzy Pragasi, Galih Windu Pramasida, Dipo Prassetiyo, Angghoro Berkah Pratama, Rendy Nugraha Pudyono . Purnamasari, Risqi Eka Puspitasari, Ratri R. Martin Simatupang, R. Martin R., Nur Fatkhiyatur Rachmadiansyah, Afanny Rahayu Kusumaningrum Rahma Dian Sya'bana Ramadhani, Vicky Reinhart Maleakhi Retno Anggraini Riyaadl, Mohammad Rizaldi Ian Indiarto Sakinah, Baiq Farida Samudra, Ferry Hanggara Sasongko, Nawang Aji Sekar Pratiwi Simorangkir, Juan Septiano Soni Lutfi Ardiansyah Sugiarto, Amalia Rizka Sukamto, Aulia Qur’anna Suryono, Devi Susilo, Joko Syarief, Mohammad Rizal Tarigan, Andrian Lokapiga Tri Rangga Yuda S Ulhaq, M. Luthfi Dhiya’ W. Nariswari Wahyudi Rahmat Widiarsa Widiarsa Widjatmoko, Indradi Wijoyo, Agung Nira Wisnumurti Yatnanta Padma Devia Zetta Rasullia Kamandang Zulfa, Irbah Mahdiah