Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI KELAYAKAN INVESTASI PEMBANGUNAN BENDUNGAN KREKEH KABUPATEN SUMBAWA BERDASARKAN ASPEK EKONOMI Da Costa Rao, Fredy Benedictus; Unas, Saifoe El; ., Pudyono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan Bendungan Krekeh sangat dibutuhkan oleh masyarakat sumbawa untuk menunjang kegiatan / kebutuhan dalam aktivitas. Sering terjadinya banjir di Sungai Brang Biji yang melintasi Kota Sumbawa sangat merugikan dan menghambat aktivitas warga di sekitar daerah.Dalam rencana pembangunan bendungan Krekeh ini, terdapat 3 alternatif yang dapat digunakan sebagai patokan dalam pembangunan serta analisis kelayakan investasi yaitu  alternatif 1 Posisi diatas Desa Krekeh pada Sungai Brang Batu Lanteh dengan kordinat 8o 32’ 22,59” LS dan 117o 24’ 34,71” BT, alternatif 2 Posisi diatas Dusun Selang  pada Sungai Brang Batu Lanteh dengan 8o 33’ 54,37” LS dan 117o 23’ 28,38” BT dan alternatif 3 Posisi Pondok Empat pada Sungai Brang Batu Lanteh Posisi dengan kordinat 8o 34’ 39,39” LS dan 117o 23’ 2,16” BT. Studi kelayakan investasi pembangunan bendungan Krekeh  dilakukan untuk mengetahui kelayakan 3 alternatif serta mana alternatif yang layak digunakan dalam rencana pembangunan Bendungan Krekeh. Nilai manfaat ditinjau dari pihak – pihak yang bersangkutan dengan proyek, terlebih lagi bagi masyarakat yang membutuhkan. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan program pemerintah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.Metode yang digunakan dalam analisis studi kelayakan adalah parameter NPV,BCR,IRR dan PP. Kelayakan ekonomi suatu pembangunan dapat diketahui dari beberapa parameter antara lain NPV bernilai positif, IRR bernilai lebih besar dari suku bunga,BCR bernilai lebih dari satu. Dalam studi ini suku bunga yang digunakan sebesar 12,63% dan dalam analisis studi kelayakan terdapat 3 alternatif yang setelah dianalisis dapat disimpulkan ketiga alternatifnya untung dan layak digunakan. Namun, hanya 1 alternatif yang paling menguntungkan berdasarkan nilai NPV,BCR,PP,IRR yaitu alternatif ke-1. Hasil Analisia sensivisitas alternatif 1 didapatkan bahwa untuk normal semua parameter mendapatkan hasil yang baik, sedangkan untuk kondisi manfaat normal, biaya naik 10%, kondisi manfaat turun 10% biaya normal & manfaat turun 10% biaya naik 10% mendapatkan nilai NPV,BCR,PP,IRR yang bisa disimpulkan layak.   Kata Kunci : Studi Kelayakan, Investasi, Bendungan
STUDI KELAYAKAN FINANSIAL PROYEK PERUMAHAN MUTIARA ALAM REGENCY KABUPATEN TULUNGAGUNG Rachmadiansyah, Afanny; Negara, Kartika Puspa; Unas, Saifoe El
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Tulungagung merupakan kota yang mulai berkembang dalam bidang perumahan. Salah satu perumahan yang sedang dibangun adalah Mutiara Alam Regency.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui layak atau tidaknya pembangunan tersebut. Dengan adanya proyek pembangunan perumahan tersebut maka perlu diketahui mengenai kelayakan finansialnya.Penelitian ini menggunakan parameter Net Present Value (NPV), Internal Rate Return (IRR), Benefit Cost Ratio (BCR), dan Payback Period (PP).Dengan mengumpulkan data yang dibutuhkan maka selanjutnya menganalisa kelayakan proyek dari segi finansialnya dan analisis sensitivitasnya.Selain itu menganalisis bila terjadi penurunan penjualan rumah antara 1 unit dan 2 unit rumah. Maka akan diperoleh keuntungan dari biaya operasional maupun biaya investasi. Biaya operasional atau pengeluaran dari perumahan Mutiara Alam Regency dikeluarkan selama umur rencana proyek. Penurunan penjualan rumah akan mempengaruhi umur proyek juga. Dari hasil uji analisis pada penjulan rumah periode Mei 2015 hingga Desember 2016 sebanyak 3 unit rumah menggunakan Net Present Value disaat kondisi normal sebesar Rp. 2.835.522.810. Untuk metode Benefit Cost Ratio pada kondisi normal 1,3881. Untuk metode Internal Rate Return didapat 73%. Untuk metode Simple Payback Period didapat hasil pengembalian selama 2 tahun 4 bulan, sedangkan pada metode Discounted Payback Period didapat hasil pengembalian sebesar 2 tahun 3 bulan. Pada penjulan rumah periode Mei 2015 hingga Oktober 2017 sebanyak 2 unit rumah menggunakan Net Present Value disaat kondisi normal sebesar Rp.2.674.400.211. Untuk metode Benefit Cost Ratio pada kondisi normal 1,3734. Untuk metode Internal Rate Return didapat 62%. Untuk metode Simple Payback Period didapat hasil pengembalian selama 2 tahun 8 bulan, sedangkan pada metode Discounted Payback Period didapat hasil pengembalian sebesar 2 tahun 4 bulan. Pada penjulan rumah periode Mei 2015 hingga April 2020 sebanyak 1 unit rumah menggunakan Net Present Value disaat kondisi normal sebesar Rp. 2.255.564.768. Untuk metode Benefit Cost Ratio pada kondisi normal 1,2971. Untuk metode Internal Rate Return didapat 45%. Untuk metode Simple Payback Perioddidapat hasil pengembalian selama 3 tahun 2 bulan, sedangkan pada metode Discounted Payback Period didapat hasil pengembalian sebesar 3 tahun. Kata kunci : net present value, benefit cost ratio, internal rate return, payback period,        analisis sensitivitas.
PENERAPAN METODE MONTE CARLO PADA PENJADWALAN PROYEK GEDUNG DINAS SOSIAL KOTA BLITAR Aulabih, Royyan; Unas, Saifoe El; Negara, Kartika P.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam bidang manajemen proyek, simulasi Monte Carlodigunakan untuk menghitung atau mengiterasi biaya dan waktu sebuah proyek dengan menggunakan nilai-nilai yang dipilih secara random dari distribusi probabilitas biaya dan waktu yang mungkin terjadi dengan tujuan untuk menghitung distribusi kemungkinan biaya dan waktu total dari sebuah proyek.Sehingga dengan adanya keragaman waktu atau durasi yang tidak menentu, penjadwalan dengan menggunakan software Microsoft Project Professional akan memiliki indikator lebih dalam keuntungan dan kerugian proyek jika menggunakan metode Monte Carlo. Oleh karena itu, salah satu metode digunakan dalam proses analisis risiko untuk menentukan estimasi waktu proyek, yaitu metode simulasi Monte Carlo. Metode ini merupakan metode yang umum digunakan untuk simulasi perhitungan probabilitas membahas aspek risiko dalam manajemen proyek. Dengan meninjau latar belakang di atas, pada kasus Gedung Dinas Sosial Kota Blitar maka perlu adanya suatu penelitian untuk mencari durasi penjadwalan yang dapat diterima dan probabilitas penjadwalan pada pembangunan gedung tersebut sehingga mendapat perkiraan waktu yang optimal dan lebih aman. Pada penelitian ini dilakukan simulasi Monte Carlo pada durasi pekerjaan optimis, paling disukai, dan pesimis hasil survey pada pihak kontraktor gedung Dinas Sosial Kota Blitar. Simulasi pada penilitian ini menggunakan software @Risk dan distribusi data yang di gunakan adalah distrubusi triangular. Durasi pekerjaan hasil simulasi Monte Carlo kemudian  digunakan untuk melakukan penjadwalan menggunakan softwareMicrosoft Project Professional. Sehingga di dapatkan jadwal dan kurva S hasil simulasi Monte Carlo yang selanjutnya akan di analisis dan dibandingkan dengan jadwal durasi rencana, optimis, paling disukai, dan pesimis. Perbedaan jadwal yang di analisis dan di bandingkan pada penelitian kali ini adalah pada total durasi pekerjaan dan besarnya probabilitas selesainya pekerjaan sesuai jadwal. Hasil dari perbandingan jadwal yang di lakukan pada penelitian kali ini terdapat perbedaan penjadwalan pada total durasi pekerjaan yakni durasi optimis selama 119 hari, durasi paling disukai selama 159 hari, durasi pesimis selama 203 hari dan durasi hasil simulasi Monte Carlo selama 169 hari.Perbedaan jadwal pada proyek Gedung Dinas Sosial Kota Blitar bila dibandingkan dengan penjadwalan menggunakan metode simulasi Monte Carlo adalah lama durasi dan  besarnya probabilitas penyelesaian pekerjaan. Lama durasi jadwal rencana selama 162 hari dengan probabilitas sebesar 55%. Sedangkan durasi hasil simulasi Monte Carloselama 169 haridengan probabilitas sebesar 70%.     Kata Kunci :Monte Carlo, durasi, penjadwalan.
OPTIMASI SITE LAYOUT MENGGUNAKAN MULTI-OBJECTIVES FUNCTION (Studi Kasus Proyek Pembangunan Gedung Baru Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang Tahap II) Wahyudi, Rahmat; Negara, Kartika P.; Unas, Saifoe El
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tata letak lapangan sangat penting dalam pelaksanaan sebuah proyek konstruksi.Namun, site layout kurang mendapatkan perhatian penting untuk direncanakan dengan baik dan optimal.Demikian halnya pada proyek pembangunan gedung baru Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Tahap II.Oleh karena itu, perlu adanya pembenahan dalam pengaturan site layout. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui optimum tidaknya bentuk site layout di proyek pembangunan gedung baru Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Tahap II, untuk mengetahui bentuk site layout yang optimum dari pertimbangan travelling distance (TD) dan safety index (SI) serta pertimbangan dari gabungan keduanya. Pada penelitian ini, optimasi dilakukan menggunakan multi-objectives function. Dalam menentukan penempatan fasilitas proyek dapat dilakukan dengan dua kondisi dilapangan yaitu equal site layout dan unequal site layout.Equal site layout yaitu jika dalam suatu proyek jumlah fasilitas sama dengan jumlah tempat yang tersedia sedangkan unequal site layout yaitu jika jumlah fasilitas lebih sedikit dari jumlah tempat/lahan yang tersedia dalam proyek (dummy). Dalam hal ini akan digunakan kondisi equal site layout dalam penelitian. Untuk mendapatkan site layout yang optimal dan efisien, maka jarak tempuh (Travelling Distance) harus diminimumkan dan index keamanan (Safety Index) juga harus diminimalisir agar tingkat kecelakaan yang dialami pekerja yang melalui zona bahaya juga akan semakin kecil. Site layout yang paling optimal diketahui dengan cara melakukan pemindahan beberapa fasilitas dalam proyek. Pemindahan tata letak fasilitas dalam penelitian ini dilakukan sebanyak empat skenario, dengan masing-masing skenario dicari nilai TD dan SI.Selanjutnya, didapatkan hasil bentuk site layout yang optimum yang memiliki nilai TD dan SI terkecil dibandingkan dengan kondisi eksisting. Untuk nilai travelling distance paling optimum terletak pada skenario 3 dengan nilai TD sebesar 47025,82 meter sedangkan nilai safety index terletak pada skenario 1 dengan nilai SI sebesar 1017,402. Untuk kondisi site layout paling optimal sesuai kriteria prioritas kontraktor pelaksana, yaitu 30% untuk nilai traveling distance dan 70% untuk nilai safety index adalah skenario 1 dengan nilai sebesar 1,005201.Kata Kunci:Site Facilities, Optimasi, Site Layout, Equal Site Layout, Anequal Site Layout, Multi-Objectives Function, Travelling Distance, Safety Index
ANALISIS RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) BERBASIS BUILDING INFORMATION MODELLING (BIM) PADA PEMBANGUNAN GEDUNG LABORATORIUM X DI KOTA MALANG Gilang Remansyah, Aryasuta Akbar; Unas, Saifoe El; Widjatmoko, Indradi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek konstruksi pada pelaksanaannya terbatasi oleh waktu dan biaya untuk menghasilkan sebuah produk dengan kualitas yang diinginkan oleh pemilik proyek.  Dibutuhkan sebuah manajemen proyek yang fungsinya merencanakan, mengorganisasi, serta mengelola sumber daya dengan efektif dan efisien sehingga dapat mencapai tujuan-tujuan proyek. Penyampaian informasi yang kurang jelas dan tidak terarsip dengan baik merupakan akar dari banyak permasalahan di dunia konstruksi. Penyampaian informasi yang terintegrasi dan mendetail dapat digambarkan melalui konsep Building Information Modelling (BIM). Prinsip dasar dari BIM adalah dapat menggunakan model bangunan tiga dimensi (3D) untuk memperoleh semua gambar proyek yang diperlukan. Salah satu software BIM, Tekla Structures 18, merupakan perangkat lunak yang membantu mengelola risiko dan merencanakan keberhasilan proses konstruksi. Penelitian ini merupakan penelitian simulasi yang dilakukan dengan cara mengolah data gambar menjadi model Building Information Modelling (BIM) 3D dengan menggunakan software Tekla Structures 2018 pada proyek pembangunan gedung Laboratorium X di kota Malang. Output dari software Tekla Structures 2018 adalah model 3D serta hasil volume pekerjaan (per item, per lantai). Terdapat perbedaan hasil perhitungan dari Tekla Structures 2018 dan volume dari data, yang mayoritas lebih besar hasil volume dari data sehingga hasil RAB Tekla pun lebih kecil dari RAB data.  Perbedaan-perbedaan ini terjadi karena faktor human error / kesalahan estimator dalam perhitungan volume karena model tidak tervisualisasi. Kata kunci : BIM, RAB, Manajemen, Proyek, Tekla Structures
ANALISIS PENJADWALAN BERBASIS BUILDING INFORMATION MODELLING (BIM) PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG LABORATORIUM KEBENCANAAN TEKNIK SIPIL Prassetiyo, Angghoro Berkah; Unas, Saifoe El; ., Harimurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek konstruksi adalah suatu pekerjaan yang menghasilkan suatu produk yang dibatasi oleh waktu dan biaya. Pelaku konstruksi dituntut dapat menghasilkan produk konstruksi yang efektif, efisien, dan berkualitas. Dalam proses pelaksanaan proyek konstruksi, banyak permasalahan yang timbul seperti contohnya waktu pelaksanaan proyek di lapangan melebihi waktu pelaksanaan yang direncanakan di awal. Secara garis besar permasalahan yang terjadi selama ini di dunia konstruksi tradisional berhubungan dengan integrasi pekerjaan yang belum menyeluruh. Dan kinerja manajemen proyek konstruksi yang terintegrasi dapat digambarkan melalui konsep Building Information Modelling (BIM). Penelitian ini menerapkan konsep BIM untuk mengetahui seberapa efektif pengaruh BIM dalam aspek manajemen waktu (penjadwalan). Dengan meninjau salah satu proyek konstruksi., dan menjadwalkan ulang kembali dengan konsep BIM. Untuk membantu penerapan BIM, penelitian ini menggunakan software yang mendukung metode BIM yaitu, Tekla Structures. Dengan memodelkan bangunan secara tiga dimensi (3D), membuat penjadwalan berdasarkan data, serta mengintegrasikan model 3D yang dibuat dengan penjadwalannya. Yang nantinya akan mendapatkan hasil durasi pekerjaan menggunakan software Tekla Structures. Penelitian ini juga menambahkan software konvensional sebagai pembanding Tekla Structures, yaitu Microsoft Project. Hasil analisis menggunakan Tekla Structures dan Microsoft Project menunjukkan hasil yang sama dalam menentukan hasil durasi proyek, yaitu sebesar 106 hari. Perbedaan hanya terletak pada Tekla Structures, jadwal yang telah dibuat dapat diintegrasikan langsung dengan model 3D. Sehingga informasi jadwal dapat divisualisasikan dengan gambar model 3D. Kata Kunci : BIM, penjadwalan, Tekla Structures, Microsoft Project, durasi proyek
ANALISIS NILAI HASIL PADA BIAYA PROYEK KONSTRUKSI (STUDI KASUS : PROYEK PEMBANGUNAN APARTEMEN ECOHOME CITRARAYA) Tarigan, Andrian Lokapiga; Unas, Saifoe El; M. Hamzah Hasyim, M. Hamzah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis studi kasus ini bertujuan untuk  mengetahui nilai hasil biaya proyek konstruksi pembangunan apartemen Ecohome Citraraya. Metode analisis nilai hasil (Earned Value Analysis) digunakan dengan tujuan untuk mengevalasi perkembangan proyek yang dilaksanakan sesuai dengan perencanaan, dan berapa banyak anggaran biaya yang telah digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan sampai batas waktu yang digunakan. Indikator-indikator yang digunakan antara lain BCWS (Budgeted Cost of Work Scheduled), BCWP (Budgeted Cost of Work Performed), ACWP (Actual Cost of Work Performed), Cost Performance Index (CPI), Schedule Performance Index (SPI), Cost Variance (CV), Schedule Variance (SV), Estimation to Completion (ETC), dan Estimation at Completion (EAC). Dari hasil perhitungan hingga minggu ke-50, nilai BCWP kumulatif > dari BCWS kumulatif yang menandakan jadwal pelaksanaan lebih cepat dari perkiraan dan jika berlanjut akan membuat proyek selesai sebelum waktu yang direncanakan. Untuk nilai ACWP kumulatif minggu ke-50 lebih kecil dari nilai BCWP kumulatif yang berarti anggaran yang direncanakan masih memenuhi hingga minggu ke-50 dan total biaya proyek yang diperkirakan pada minggu ke-50 lebih kecil dari perencanaan yang telah disusun. Artinya proyek akan mendapat keuntung yang lebih jika setelah minggu ke-50 pelaksanaan sesuai dengan yang direncanakan. Kata Kunci : Earned value, BCWS, BCWP, ACWP, EAC
EVALUASI PENERAPAN KESEHATAN, DAN KESELAMATAN KERJA (K3) KONSTRUKSI PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG GELANGGANG PRESTASI FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS BRAWIJAYA Kunaifi, Ravniar; Hasyim, Muhammad Hamzah; Unas, Saifoe El
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya angka kecelakaan kerja pada proyek konstruksi mengakibatkan kerugian baik secara materiil maupun secara waktu bagi pihak penyedia jasa konstruksi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat penerapan K3 (Kesehatan, dan Keselamatan Kerja) Konstruksi terhadap kinerja proyek konstruksi khususnya pada proyek Pembangunan Gedung Gelanggang Prestasi Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya dengan metode Importance-Performance Analysis. Penelitian ini dilakukan dengan proses survey dimana pembagian kuisioner kepada tenaga kerja di Proyek dengan kuisioner berdasarkan pada Sistem Manajemen Keselamatan Kerja (SMKK) yang terdapat pada Permen PU No. 21 Tahun 2019 yang kemudian dianalisa dengan metode Importance-Performance Analysis (IPA). Hasil kuadran dikaji tingkat kepentingan dan kinerja penerapan yang ada pada proyek. Kemudian adanya Index Performance (IP) untuk mengetahui tingkat penerapan K3 yang sudah dijalankan pada proyek. Serta menunjukkan tingkat kepentingan pada semua indikator menurut tenaga kerja dianggap penting dengan tingkat kinerja dirasa sudah memenuhi dimana ini sesuai dengan ekspektasi penyedia jasa yang tertera pada Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK) yang dibuat oleh penyedia jasa. Dengan nilai Index Performance (IP) yang didapatkan sebesar 82,12% serta dapat dikategorikan bahwa kinerja penerapan pada proyek ini sudah sangat baik.   Kata Kunci : Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), metode Importance-Performance Analysis, Index Performance.
Studi Pasangan Bata Berdasarkan Produktivitas Jumlah Tenaga Kerja Dengan Metode Work Study Nico Hartono; M. Hamzah Hasyim; Saifoe El Unas
Rekayasa Sipil Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2018.012.02.2

Abstract

Research on the comparative analysis of masonry unit price based on SNI and Work Study was conducted by the method of analysis SNI and analysis Work Research Study. The object of this study is a simple home construction project in Nurasa Regency Nganjuk. Calculation method using the coefficient existing SNI SNI Work Study while the calculation using the coefficient obtained through the research and the results shown in the method Work Study. After processing, the results obtained in the development. the method used is the analysis of ISO 6897-2008 with the number 6.9 to work 1 m2 couple red brick wall size (5 x 11 x 22) ½ cm thick brick, a mixture of species 1 PC: 4 PP. In the implementation of a method of the materials used are ISO methods but to the number of workers and working time adjusted to the field conditions where there may be differences between SNI and the field. The method of implementation in current research project is not in accordance with the SNI, because at the time of the field research used several different work groups. This certainly affects the cost of the implementation, where the number of different artisan or worker resulted in considerable cost difference anyway. In addition some of the things that makes the price to be much different and are beyond boundary problem should be eliminated in order to get the correct result - really can be compared with the SNI. Some things are omitted or overlooked include job preparation, work benangan, foreman, and the foreman. Budget plan masonry work per square meter according to SNI is USD 86,472.50. Budget plans masonry work costs per square meter with a method Work Study is USD 77,395.50. So the comparison difference masonry work cost per square meter between SNI and methods Work Study is Rp 9,076.50.
Analisis Limbah Konstruksi pada Proyek Pembangunan Gedung Gereja Bethany Yestoya dan Gedung FIKES UB di Kota Malang Ardia Cahya Noviantari; Kartika Puspa Negara; Saifoe El Unas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri konstruksi semakin berkembang seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan sarana dan prasarana. Namun, seiring dengan berkembangnya industri konstruksi, semakin besar juga jumlah limbah yang dihasilkan. Limbah konstruksi yang dihasilkan dalam jumlah besar dapat berdampak negatif terhadap kesehatan manusia dan juga lingkungan. Untuk dapat meminimalisir jumlah limbah konstruksi, diperlukan pengetahuan tentang jenis limbah apa saja yang dihasilkan pada suatu proyek konstruksi. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis limbah konstruksi yang dihasilkan pada proyek pembangunan gedung. Sampel penelitian merupakan kontraktor dan konsultan dari proyek pembangunan Gedung Gereja Bethany Yestoya dan Gedung FIKES UB di Kota Malang. Data penelitian dikumpulkan dengan melakukan penyebaran kuesioner. Data kemudian dianalisis dengan metode analisis bobot nilai. Hasil yang didapatkan adalah jenis limbah konstruksi yang paling banyak dihasilkan adalah kayu (material alami) dengan bobot nilai sebesar 58% dan besi beton (material fabrikasi) dengan bobot nilai sebesar 55%.
Co-Authors ., Firmansyah ., Mala A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achfas Zacoeb Achfas Zacoeb Aditha, Marchel Aditya Nurcahyo Akbar, M. Ilham Ananta Widagdo Adipranowo Anggara, Dheva Vegar Ardia Cahya Noviantari Ari Wibowo Arisandy, Rizki Arlen Harefa Atsaruddin, Achmad Tharis Aulabih, Royyan B.Putri, Iik Radevi Bagasasi, Anggun Restria Christon, Hosea Adyo Da Costa Rao, Fredy Benedictus Danang Kurniawan, Danang Danial, Achmad Deattax, Aly Ka'bah Dieng Permana, Mochamad Amin Eko Andi S Eko Andi Suryo Fakhrozy, Rizky Febriyannor, Rifqy Febryanti, Ayu Puji Gilang Remansyah, Aryasuta Akbar Haidar Tegar Prastowo Hakam, Fikri Arifuddin Hamzah Hasyim Harimurti Harimurti . Hartono, Nico Hendi Bowoputro Hermawan, Albert Pressy Iftinan Naufal Tsary Indra Cahya Indradi Wijatmiko Indrayana, Alifadri Jannah, Mega Raudhatin Jordan, Yudha Kartika Puspa N, Kartika Puspa Kartika Puspa Negara KARTIKA PUSPA NEGARA Kunaifi, Ravniar Kurniawan, Rozi Kususmaningrum, Rahayu Latuba Farma, Indira Thenisia Lilya Susanti Liya Indah Wulandari M Hamzah Hasyim M. Hamzah Hasyim M. Hamzah Hasyim, M. Hamzah Maha Putra, I Gede Pradipta Majid, Yudhistira Abdul Miftha, M. Faridhol Mohammad Hamzah Hasyim Mohammad Raihan Hamzah Muhammad Alfian Hakim Muhammad Hamzah Hasyim Muhammada, Helmy Qathafie Mulyawati, Karima Nadiah Munawir, As'ad Munawir, As’ad Mustika, Adinda Febby Nadia Amalina Nuriyah Negara, Kartika P. Nico Hartono Nugroho, Agung Wahyu Nuridwi, Damar Buwono Oktaviana, Priska Ika P.Y, Rifky Rezha Pascoal, Emilio Pradipta, Hirzy Pragasi, Galih Windu Pramasida, Dipo Prassetiyo, Angghoro Berkah Pratama, Rendy Nugraha Pudyono . Purnamasari, Risqi Eka Puspitasari, Ratri R. Martin Simatupang, R. Martin R., Nur Fatkhiyatur Rachmadiansyah, Afanny Rahayu Kusumaningrum Rahma Dian Sya'bana Ramadhani, Vicky Reinhart Maleakhi Retno Anggraini Riyaadl, Mohammad Rizaldi Ian Indiarto Sakinah, Baiq Farida Samudra, Ferry Hanggara Sasongko, Nawang Aji Sekar Pratiwi Simorangkir, Juan Septiano Soni Lutfi Ardiansyah Sugiarto, Amalia Rizka Sukamto, Aulia Qur’anna Suryono, Devi Susilo, Joko Syarief, Mohammad Rizal Tarigan, Andrian Lokapiga Tri Rangga Yuda S Ulhaq, M. Luthfi Dhiya’ W. Nariswari Wahyudi Rahmat Widiarsa Widiarsa Widjatmoko, Indradi Wijoyo, Agung Nira Wisnumurti Yatnanta Padma Devia Zetta Rasullia Kamandang Zulfa, Irbah Mahdiah