Claim Missing Document
Check
Articles

Penjadwalan Tenaga Kerja dengan Metode Pemerataan Sumber Daya (Resource Levelling) Menggunakan Microsoft Project Pada Proyek Pembangunan Terminal Pariwisata Terpadu Banyuwangi Haidar Tegar Prastowo; M. Hamzah Hasyim; Saifoe El Unas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber daya adalah salah satu masalah yang sering dijumpai dalam suatu proyek. Terjadi masalah berikut dikarenakan adanya perencanaan sebaran jumlah sumber daya pada setiap pekerjaan yang kurang efisien dan menyebabkan adanya fluktuasi pada sebaran sumber daya. Sehingga terjadi peak yang timpang. Dibutuhkannya pemerataan sumber daya agar tidak adanya perbedaan yang cukup signifikan dari kebutuhan sumber daya per satuan waktu. Guna memudahkan analisis digunakan aplikasi Microsoft Project sebagai alat bantu penjadwalan. Digunakan metode resource levelling. Namun pelaksanaan pemerataan tenaga kerja ini menghasilkan penjadwalan baru, dimana alokasi tenaga kerja selama pelaksanaan konstruksi menjadi lebih merata. Sehingga alokasi sumber daya tenaga kerja yang tersedia dapat digunakan seoptimal mungkin. Berdasarkan analisis dari hasil pemerataan yang dilakukan, didapatkan penurunan jumlah maksimum terhadap jumlah kebutuhan pekerja tiap harinya. Semula jumlah maksimum yang dibutuhkan sebanyak 69 orang pekerja, namun setelah dilakukan leveling jumlah maksimum pekerja turun menjadi 63 orang pekerja.
Penyebab Sisa Material Konstruksi pada Proyek Pembangunan Gedung (Studi Kasus: Rumah Sakit Orthopedi Traumatologi dan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya) Nadia Amalina Nuriyah; Kartika Puspa Negara; Saifoe El Unas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri konstruksi memiliki peran krusial dalam pertumbuhan ekonomi global, terutama seiring dengan peningkatan kualitas hidup, permintaan proyek infrastruktur, dan pertumbuhan populasi. Material konstruksi memiliki peran penting terhadap kelangsungan pekerjaan dan hampir keseluruhan biaya proyek konstruksi. Sisa dari material ini di artikan bahan yang tidak dapat di gunakan lagi pengunaanya dalam kelangsungan pekerjaan bangunan konstruksi. Dengan itu penelitian ini bertujuan mengetahui penyebab timbulnnya bahan material sisa tersebut. Dimana penelitian ini di lakukan di dua proyek konstruksi yaitu Proyek Pembangunan Gedung Rumah Sakit Orthopedi Traumatologi dan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya. Analisis bobot nilai di gunakan dalam mengetahui penyebab dominan timbulnya sisa material. Hasil analisis dengan metode analisis bobot nilai menunjukan bahwa penyebab yang paling dominan adalah Penurunan kualitas akibat penyimpanan tidak tepat dengan presentase sebesar 74,74 % pada material alami kayu dan adanya perubahan desain dengan presentase mencapai 58,95% pada material fabrikasi besi beton. Kata Kunci: Proyek konstruksi gedung, sisa material, penyebab, Analisis Bobot Nilai.
Peningkatan Efisiensi Pemotongan Besi Beton di Proyek Konstruksi Gedung Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya melalui Pendekatan Integer Linear Programming Mohammad Raihan Hamzah; Saifoe El Unas; Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan berkelanjutan adalah penerapan pembangunan untuk mencapai kebutuhan terpenuhnya generasi saat ini, tanpa memberikan dampak negatif kepada generasi mendatang hanya demi memenuhi kebutuhan sendiri. Konstruksi berkelanjutan menggunakan metode konstruksi ramping untuk mengurangi pemborosan material dan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek. Besi beton adalah material yang menghasilkan waste terbanyak dari semua material. Pada setiap proyek, ada perlunya penanggulangan untuk mengurangi jumlah waste besi beton. Penelitian dilaksanakan pada proyek pembangunan Gedung Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya dengan melakukan optimalisasi pemotongan besi beton menggunakan aplikasi QM for Windows dengan metode integer linear programming. Kebutuhan data Bar Bending Schedule dibuat dengan melihat Detail Engineering Design, di mana hanya struktur utama (pondasi, pilecap, tied beam, kolom, balok) dengan diameter D10, D13, D16, D19, dan D22 yang dijadikan objek penelitian. Dibuat alternatif-alternatif pemotongan besi beton dengan variasi kebutuhan panjang besi beton yang berpatok pada panjang satu lonjor besi beton. Alternatif-alternatif tersebut dapat digunakan untuk mencari persamaan yang nantinya akan dioptimalisasi menggunakan QM for Windows untuk mendapatkan hasil pemotongan besi beton yang paling efisien. Dari hasil optimalisasi tersebut, efisiensi hasil dari pemotongan besi beton dengan menggunakan metode integer linear programming menghasilkan berat volume besi beton 91099,83 kg lebih besar dibandingkan dengan berat volume besi beton RAB proyek pembangunan Gedung Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya. Kata Kunci: Konstruksi Berkelanjutan, Optimalisasi, Besi Beton, QM for Windows.
ANALISIS PENGARUH PENERAPAN BUILDING INFORMATION MODELLING (BIM) UNTUK KETEPATAN KEBUTUHAN VOLUME ELEMEN PEKERJAAN STRUKTUR STUDI KASUS GEDUNG SAMARA HOTEL BATU Rizaldi Ian Indiarto; Saifoe El Unas; Retno Anggraini
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biaya merupakan faktor penting dalam pelaksanaan proyek konstruksi, yang sangat bergantung pada perhitungan volume oleh perencana dan kontraktor. Building Information Modelling (BIM) dapat secara otomatis menghitung volume total bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penerapan BIM terhadap akurasi perhitungan volume material. Pemodelan 3D dilakukan menggunakan Autodesk Revit 2024, fokus pada elemen pondasi, sloof, retaining wall, shear wall, kolom, dan balok. Hasil perhitungan volume beton oleh Revit adalah 2939.09 m³, lebih kecil 3,75% dibandingkan perhitungan kontraktor. Volume besi tulangan oleh Revit adalah 614,684.84 kg, lebih banyak 6.92% dibandingkan perhitungan kontraktor. Perbedaan ini disebabkan oleh perbedaan standar dalam panjang kait dan sambungan lewatan antara perhitungan manual dan Revit serta perhitungan otomatis Revit yang memperhitungkan jarak bersih elemen. Kata Kunci: BIM, Autodesk Revit, 3D, Volume, Beton, Besi tulangan
ANALISIS KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) MENGGUNAKAN METODE HAZARD IDENTIFICATION RISK ASSESSMENT AND RISK CONTROL (HIRARC) PADA PROYEK PEMBANGUNAN FIKES UB Tri Rangga Yuda S; Saifoe El Unas; Retno Anggraini
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Hazard Identification Risk Assesment and Risk Control (HIRARC). Alasan penelitian dilaksanakan dengan mempergunakan metode HIRARC dikarenakan metode ini adalah rangkaian prosedur untuk mengidentifikasikan bahaya yang mungkin terjadi selama kegiatan proyek rutin atau non-rutin, lalu dilanjutkan dengan menilai risiko dari bahaya tersebut dan kemudian membuat program untuk mengendalikannya bahaya tersebut sehingga tingkat risiko dapat diturunkan ke tingkat yang lebih rendah dalam upaya mengantisipasi terjadinya kecelakaan. Terdapat berbagai macam bahaya dalam pelaksanaan konstruksi Gedung FIKES UB. Bahaya tersebut meliputi fisik, kimia, ergonomi, dan biologi. Penilaian risiko dari proses Proyek Pembangunan Gedung Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya yang memiliki level risiko high terdiri dari 41 nilai risiko, 2 dari pekerjaan persiapan, 36 dari pekerjaan arsitektur, dan 3 dari pekerjaan MEP; level risiko moderate terdiri dari 57 nilai risiko, 5 dari pekerjaan persiapan, 17 dari pekerjaan struktur, 30 dari pekerjaan arsitektur, dan 5 dari pekerjaan MEP; level risiko low terdiri dari 17 nilai risiko, 13 dari pekerjaan arsitektur, dan 4 dari pekerjaan MEP. Pada saat belum dilakukan pengendalian, Persentase pekerjaan yang memiliki risiko tinggi adalah sebesar 36%, pekerjaan yang memiliki risiko sedang sebesar 49%, dan pekerjaan yang memiliki risiko rendah adalah sebesar 15%. Setelah dilakukan pengendalian, Persentase pekerjaan yang memiliki risiko tinggi adalah sebesar 0%, pekerjaan yang memiliki risiko sedang sebesar 36%, dan pekerjaan yang memiliki risiko rendah adalah sebesar 64%. Terjadi penurunan sebesar 36% untuk pekerjaan risiko tinggi, penurunan sebesar 13% untuk pekerjaan risiko sedang, dan peningkatan sebesar 49% untuk pekerjaan berisiko rendah Kata kunci: keselamatan, K3, HIRARC, manajemen konstruksi
Penjadwalan Tenaga Kerja dengan Pemerataan Sumber Daya (Resouurce Leveling) Menggunakan MS Project pada Poyek Pembangunan Rumah Kos Bendul Merisi Surabaya Aditya Nurcahyo; M. Hamzah Hasyim; Saifoe El Unas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proyek konstruksi, salah satu masalah yang sering terjadi adalah alokasi sumber dayaterutama tenaga kerja yang tidak efisien. Hal ini tentu saja merupakan hal terpenting yang harus diperhatikan dalam sebuah proyek karena dalam hal ini, tenaga kerja merupakan sumber daya utama. Penggunaan tenaga kerja pada proyek konstruksi yang masih mengalami fluktuasi, dimana sebaran kebutuhan akan tenaga kerja selama proyek berlangsung tidak merata. Oleh sebab itu, fluktuasi tersebut perlu diminimalisir dengan melakukan pemerataan sumber daya. Hal ini dapat dilakukan agar dapat memudahkan analisis menggunakan software Microsoft Project sebagai alat bantu penjadwalan. Penelitian ini dilakukan di Rumah Kos Bendul Merisi yang berlokasi di kota Surabaya, Jawa Timur. Pemerataan sumber daya pada penelitian ini dilakukan pada satu jenis sumber daya yang sering kali memiliki pengalokasian terbesar yaitu pekerja. Berdasarkan analisis dari hasil pemerataan yang dilakukan, didapatkan penurunan jumlah maksimum terhadap jumlah kebutuhan pekerja tiap harinya. Semula jumlah maksimum yang dibutuhkan sebanyak 77 orang pekerja, namun setelah dilakukan leveling jumlah maksimum pekerja turun menjadi 64 orang.  Kata Kunci: Pemerataan Sumber Daya, Rumah Kos Bendul Merisi, Pekerja.
PENJADWALAN TENAGA KERJA DENGAN PEMERATAAN SUMBER DAYA (RESOURCE LEVELING) MENGGUNAKAN MS PROJECT PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG ASRAMA STIKES (KEPANJEN) Iftinan Naufal Tsary; M. Hamzah Hasyim; Saifoe El Unas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alokasi sumber daya yang tidak efisien, terutama tenaga kerja, merupakan masalah umum dalam proyek konstruksi. Penggunaan tenaga kerja dalam proyek konstruksi masih sangat bervariasi, dan alokasi tenaga kerja yang diperlukan untuk suatu proyek mungkin sangat tinggi atau sangat rendah. Jadi, sumber daya harus didistribusikan secara merata untuk meminimalkan fluktuasi ini. Untuk penelitian ini, kami memilih aplikasi Microsoft Project  sebagai alat untuk  membuat jadwal. Object yang ditinjau dalam penelitian ini ialah proyek pembangunan Gedung Asrama STIKES. Alokasi sumber daya dalam penelitian ini dilakukan pada jenis sumber daya yang seringkali menerima alokasi terbesar ialah pekerja. Berdasarkan analisis  hasil pemerataan yang dilakukan tanpa mengubah total durasi  proyek, diperoleh pengurangan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan per hari yang paling besar. Jumlah maksimal pekerja yang dibutuhkan sebelum dilakukan pemerataan ialah 220 pekerja. Namun setelah dilakukan pemerataan jadi, jumlah maksimal pekerja yang dibutuhkan menjadi 201 orang pekerja. Kata kunci: Pemerataan Sumber Daya, Gedung Asrama STIKES, Pekerja .
Optimalisasi Material Baja Tulangan pada Struktur Beton Bertulang Menggunakan Metode Integer Linear Programming (Studi Kasus: Proyek Pembangunan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Tahap II Gedung Fakultas Kedokteran) Sekar Pratiwi; Saifoe El Unas; Achfas Zacoeb
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek pembangunan konstruksi yang semakin marak. Selaras dengan teknologi yang digunakan di dunia konstruksi juga semakin berkembang dan berinovasi. Inovasi yang dilakukan bertujuan pada efisiensi yang bisa dilakukan pada biaya, material dan waktu. Permasalahan utama sebuah konstruksi adalah waste material ialah semen, pasir dan baja tulangan. Mengatasi waste baja tulangan digunakan persamaan integer linear programming yang berfokus untuk pengoptimalan waste dan sisa material dengan mendapatkan pola pemotongan tulangan yang alternatif dengan waste paling minim. Proses pengoptimalisasian ini akan dibantu dengan software QM for Windows, untuk mendapatkan persamaan linier atau nilai X awal. Dilanjutkan proses menggunakan metode up and down dibantu dengan aplikasi excel untuk mendapatkan persamaan integer linear dan menghasilkan nilai X dengan waste paling minimum. Data yang digunakan ialah bar bending schedule pada pekerjaan kolom, balok, pilecap dan sloof dengan diameter D10, D13, D16, D19, D22 dan D25. Data yang akan dijadikan alternatif merupakan pola pemotongan baja tulangan. Setelah dilakukan proses optimalisasi kebutuhan baja tulangan dari keseluruhan diameter ialah 38.119 lonjor atau 717.300 kg dengan waste sebanyak 12.740 kg atau 1.776%.
Optimalisasi Pemotongan Besi Beton Menggunakan Metode Integer Linier Programming pada Proyek Pembangunan Gedung Hemodialisa Rumah Sakit Umum Daerah Simo Kabupaten Boyolali Majid, Yudhistira Abdul; Saifoe El Unas; M. Hamzah Hasyim
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama dua dekade terakhir, sektor konstruksi di Indonesia telah mengalami kemajuan pesat seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin inovatif. Inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi biaya, material, dan waktu. Namun, pemborosan material, khususnya baja tulangan, masih menjadi masalah yang signifikan. Untuk mengatasi hal ini, digunakan metode integer linier programming yang bertujuan mengoptimalkan penggunaan baja tulangan guna meminimalkan pemborosan. Proses optimalisasi dimulai dengan penyusunan jadwal tekuk tulangan (bar bending schedule) berdasarkan gambar DED, yang mengidentifikasi kebutuhan serta variasi panjang potongan baja untuk berbagai jenis pekerjaan, seperti bored pile, pilecap, sloof, kolom, dan balok. Potongan baja dikelompokkan berdasarkan diameter, kemudian pola pemotongan dioptimalkan menggunakan software QM for Windows. Hasil dari optimalisasi pada proyek Gedung Hemodialisa Rumah Sakit Umum Daerah Simo, Kabupaten Boyolali, menunjukkan bahwa kebutuhan baja tulangan sebanyak 8.604 batang dengan total berat 40.737 kg, sementara sisa material atau waste yang dihasilkan hanya sebesar 75 kg atau sekitar 0,19%. Kata Kunci: optimalisasi, baja tulangan, integer linear programming
Optimasi Pemakaian Alat Berat pada Pekerjaan Galian dan Timbunan Random Studi Kasus Proyek Bendungan Jragung Paket I Arlen Harefa; Saifoe El Unas; Harimurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengambil studi kasus timbunan random pada Proyek Bendungan Jragung Paket I, Jawa Tengah. Pada paket I, pekerjaan berfokus pada galian, timbunan, penghamparan dan pemadatan, dimana setiap pekerjaan membutuhkan penggunaan alat berat. Penggunaan alat berat tidak langsung membuat pekerjaan menjadi lebih efisien, akan tetapi terdapat faktor lain yang perlu diperhatikan untuk membentuk suatu kombinasi alat berat yang efisien, seperti ketergantungan produktivitas masing-masing alat berat dan kondisi lapangan. Oleh karena itu perlu ditentukan suatu rangkaian kombinasi alat berat yang optimum. Kombinasi alat berat yang optimum berimplikasi pada tercapainya biaya total alat berat yang optimum atau dalam kasus ini termurah. Metode yang digunakan untuk mendapat suatu rangkaian kombinasi yang optimum dalam penelitian ini adalah metode Riset Operasi, dimana di dalamnya terdiri dari metode Program Dinamik, Program Linier, dan Program Bilangan Bulat. Jumlah tipe alat berat yang tersedia untuk dijadikan rangkaian kombinasi antara lain 4 tipe excavator, 4 tipe dump truck, 4 tipe bulldozer, dan 2 tipe vibratory roller. Dimana untuk tiap tipe dari alat berat tersebut dihitung angka produktivitas per jamnya, dan biaya alat per alat per jamnya, kemudian dari tiap tipe alat dibuat jalur kombinasi yang terdiri dari empat tahap. Tahap pertama terdiri dari 4 tipe excavator, tahap kedua terdiri dari 4 tipe dump truck, tahap ketiga terdiri dari 4 tipe bulldozer, dan tahap keempat terdiri dari 2 tipe vibratory roller. Lalu dengan metode Riset Operasi yang disusun berdasarkan batasan permasalahan di lapangan, dicari jalur kombinasi mana yang paling optimum. Hasil dari perhitungan Riset Operasi diperoleh kombinasi alat excavator Komatsu PC 200 (excavator tipe 4) sejumlah 4 unit, dump truck Hino FM 260 TI (dump truck tipe 3) sejumlah 26 unit, bulldozer Komatsu D65P-12 (bulldozer tipe 3) sejumlah 2 unit, vibratory Roller Bomag BW 211D-40 (vibratory roller tipe 2) sejumlah 3 unit, dimana tipe alat berat yang terpilih merupakan suatu rangkaian tipe alat yang paling optimum. Dari keempat kombinasi alat berat tersebut dihasilkan biaya penggunaan alat berat paling optimum senilai Rp 23.460.100,054 per jam.
Co-Authors ., Firmansyah ., Mala A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achfas Zacoeb Achfas Zacoeb Aditha, Marchel Aditya Nurcahyo Akbar, M. Ilham Ananta Widagdo Adipranowo Anggara, Dheva Vegar Ardia Cahya Noviantari Ari Wibowo Arisandy, Rizki Arlen Harefa Atsaruddin, Achmad Tharis Aulabih, Royyan B.Putri, Iik Radevi Bagasasi, Anggun Restria Christon, Hosea Adyo Da Costa Rao, Fredy Benedictus Danang Kurniawan, Danang Danial, Achmad Deattax, Aly Ka'bah Dieng Permana, Mochamad Amin Eko Andi S Eko Andi Suryo Fakhrozy, Rizky Febriyannor, Rifqy Febryanti, Ayu Puji Gilang Remansyah, Aryasuta Akbar Haidar Tegar Prastowo Hakam, Fikri Arifuddin Hamzah Hasyim Harimurti Harimurti . Hartono, Nico Hendi Bowoputro Hermawan, Albert Pressy Iftinan Naufal Tsary Indra Cahya Indradi Wijatmiko Indrayana, Alifadri Jannah, Mega Raudhatin Jordan, Yudha Kartika Puspa N, Kartika Puspa Kartika Puspa Negara KARTIKA PUSPA NEGARA Kunaifi, Ravniar Kurniawan, Rozi Kususmaningrum, Rahayu Latuba Farma, Indira Thenisia Lilya Susanti Liya Indah Wulandari M Hamzah Hasyim M. Hamzah Hasyim M. Hamzah Hasyim, M. Hamzah Maha Putra, I Gede Pradipta Majid, Yudhistira Abdul Miftha, M. Faridhol Mohammad Hamzah Hasyim Mohammad Raihan Hamzah Muhammad Alfian Hakim Muhammad Hamzah Hasyim Muhammada, Helmy Qathafie Mulyawati, Karima Nadiah Munawir, As'ad Munawir, As’ad Mustika, Adinda Febby Nadia Amalina Nuriyah Negara, Kartika P. Nico Hartono Nugroho, Agung Wahyu Nuridwi, Damar Buwono Oktaviana, Priska Ika P.Y, Rifky Rezha Pascoal, Emilio Pradipta, Hirzy Pragasi, Galih Windu Pramasida, Dipo Prassetiyo, Angghoro Berkah Pratama, Rendy Nugraha Pudyono . Purnamasari, Risqi Eka Puspitasari, Ratri R. Martin Simatupang, R. Martin R., Nur Fatkhiyatur Rachmadiansyah, Afanny Rahayu Kusumaningrum Rahma Dian Sya'bana Ramadhani, Vicky Reinhart Maleakhi Retno Anggraini Riyaadl, Mohammad Rizaldi Ian Indiarto Sakinah, Baiq Farida Samudra, Ferry Hanggara Sasongko, Nawang Aji Sekar Pratiwi Simorangkir, Juan Septiano Soni Lutfi Ardiansyah Sugiarto, Amalia Rizka Sukamto, Aulia Qur’anna Suryono, Devi Susilo, Joko Syarief, Mohammad Rizal Tarigan, Andrian Lokapiga Tri Rangga Yuda S Ulhaq, M. Luthfi Dhiya’ W. Nariswari Wahyudi Rahmat Widiarsa Widiarsa Widjatmoko, Indradi Wijoyo, Agung Nira Wisnumurti Yatnanta Padma Devia Zetta Rasullia Kamandang Zulfa, Irbah Mahdiah